
"Rein.. Shirosaki Rein. Itu adalah Nama milikku." Ucap Sieg. Cuma itu satu - satunya nama yang terlintas di benaknya.
"Kau berasal dari bangsawan?" Tanya Natasya memastikan karena Sieg memiliki Nama Belakang.
"Aku bukanlah seorang Bangsawan. Kau bisa menyebutku hanya seorang Pemuda dengan nama yang aneh.."
"Tidak.. Namamu Justru terdengar bagus..." ucapnya tersenyum mengejutkan Sieg.
'Di - dia barusan tersenyum bukan?'
Meski mengenakan Cadar. Namun Sieg dapat mengetahui Bahwa Natasya tersenyum di balik Cadar itu
[I - iya. Sepertinya dia berpikir kau adalah orang yang baik hanya dengan mendengar nama yang kau sebutkan itu.]
'O - oh. Padahal aku hanya asal - asalan memilih nama dengan mengganti Kurosaki menjadi Shirosaki. Sementara Nama Rein, aku hanya pilih acak.' Gumam Sieg dalam hati.
Di sisi lain.
Natasya menghilangkan Es yang dia ingin dia gunakan untuk menyerang Sieg. Dia dari awal tidak ingin melukai Sieg. Dia hanya ingin mengetesnya, apa orang itu akan tergoda pada dirinya? Atau dia berniat untuk menculik dirinya?
'Dia hampir mirip dengan Kakek.. dia sama sekali tidak berpikiran yang tidak - tidak padaku..' pikirnya tersenyum lagi.
Dan dia dapat mengetahui Kepribadian orang tersebut Hanya dengan mendengar namanya meski itu Nama Palsu yang Sieg asal pilih
Dia kembali menatap Sieg. Topeng itu tidak salah lagi mirip Dengan Topeng yang ia kenali yaitu Kurosaki Sieg.
Namun, topengnya ini berwarna Hitam dan Pakaiannya juga berwarna Hitam serta Umurnya adalah 14 Tahun
Sangat berbeda jauh dengan Kurosaki Sieg yang ia kenali yang keseluruhannya berwarna Putih dan Topeng berwarna Putih, serta berumur 10 Tahun.
'Shirosaki.. Kurosaki.. Nama mereka hanya hampir mirip..' Pikirnya.
Dia masih mengira kalau Shirosaki Rein dan Kurosaki Sieg adalah adik beradik tapi, Dia segera menghentian pemikiran itu.
Dan saat dia berpikir - pikir. Tanpa sadar dia ingin berbicara lebih lanjut dengan Shirosaki Rein.
"Apa kau bisa mengunjungi Lagi Kediamanku?"
"Eh? Apa itu akan baik - baik saja?" Sieg terkejut.
"Ya, karena aku yang mengundangmu, jadi kau tidak perlu khawatir kalau Soal Kakekku. Dan Kau bisa menggunakan sihir?"
"Kau bisa bilang seperti itu." Ucap Sieg tapi, yang bisa dia gunakan hanyalah Essence Flamenya.
"Memangnya ada apa?" Lanjut Sieg.
"Aku ingin kau mengajariku mengendalikan Mana.. apakah itu bisa?"
"Bisa saja tapi.. aku tidak akan selalu dapat mengunjungi kediaman ini karena aku juga memiliki urusan tersendiri."
"Tidak masalah. Aku hanya ingin mempelajari cara mengendalikan Mana.."
Entah kenapa dia merasa sedikit kecewa tapi, wajahnya tetap datar. Jadi Sieg atau Rein tidak akan menyadari bahwa Natasya itu kecewa.
"Kau bisa mengunjungi kediaman Istana Es setelah Pertandingan besok." Ucapnya
"I - iya. Tentu saja, aku akan mengunjunginya."
"Terima Kasih.." ucapnya
"Ka - kalau begitu. Aku pergi dulu.." Sieg terbang ke atas dengan kemampuan Wujud Setengah Rubahnya.
"Pergilah.. Open."
Sieg merasakan kalau Pelindung tak terlihat itu membuatkan celah sebesar pintu. Jadi Sieg pun langsung memasuki ke dalam celah - celah itu dengan cepat agar Celah itu tidak hilang.
Dan akhinya, Cuma Natasya seorang diri saja disitu.
"Apa dia juga mengikuti Turnamen muda..? Jika dia mengikutinya, mungkin kami akan bertemu... di Babak Terakhir.." Ucapnya dengan sedikit senyuman menghiasi wajahnya
Dan dia sedikit menyadari sesuatu
"Ah, sejak kapan aku jadi banyak bicara...?"
...*************...
Pada saat Yang sama di tempat Sieg. Dia langsung menggunakan First Accountsnya.
Dalam sekejap, Topengnya yang berwarna hitam berubah menjadi berwarna putih begitu juga dengan Pakaian yang dia kenakan.
Tidak mungkin Sieg akan kembali ke Kediaman dengan Second Accounts, Jika itu terjadi, pasti dia akan dilontarkan Puluhan Pertanyaan oleh mereka semua.
Dan akan merepotkan untuk menjawab semua itu satu per satu.
"Status."
...[First Accounts]...
...[Status]...
...Nama : Kurosaki Sieg...
...Level : 4.000...
...Umur : 10 Tahun...
...Ras : Manusia, Setengah Rubah (Dinonaktifkan)....
...Title : Utusan Dewa, Hero, Minotaurus Slayer, Monster Slayer, The Hunter, Penyelesai Dungeon Felix, God Of All The Element, Shadow Monarch, Manusia yang disayangi Para Dewa Dewi, White Hair Hero, Demon Slayer, Penghancur Dunia....
...HP : 4.500.000/4.500.000...
...MP : 5.200.000/5.000.000...
...STR : 450.000 (100.000)...
...DEF : 350.000 (100.000)...
...AGI : 550.000 (100.000)...
...VIT : 400.000 (100.000)...
...INT : 550.000 (100.000)...
...System Point : 26.400.000...
"Statusku sekarang sudah sangat kuat.. Dan Title ku, kenapa Bisa ada Penghancur Dunia?"
[Karena kau sudah pernah menghancurkan satu dunia?]
"Dunia mana?"
[Tentu saja Dunia yang kumaksudkan adalah Dunia di Batu kecil itu]
"Jadi Tempat itu bisa dibilang Dunia ya.. dan Gadis itu, Maksudku Natasya, dia tadi terlihat sangat senang berbicara. Padahal waktu berada di kapal, dia jarang sekali berbicara.." ucap Sieg teringat - ingat Wajah Natasya yang tersenyum.
[Dan kau akan terus ke kediamannya..]
"Ah, benar juga. Sejujurnya, aku sama sekali tidak mau kesana dan mungkin ini adalah Firasat buruk yang kurasakan tadi. Bagaimana jika, dia mengetahui kalau aku adalah Kurosaki Sieg.."
[Salahmu juga karena menggunakan Second Accounts dan menggunakan Identitas lain]
"Sudahlah. Hentikan itu, aku ingin segera kembali dan bertemu dengan mereka semua." Dengan kecepatan super sonik.
Dalam sekejap, Sieg langsung menciptakan Tekanan angin yang menarik perhatian orang kuat lainnya.
...****************...
"Akhirnya. Aku dapat pulang.."
Berada di Dunia ini selama 2 Tahun membuat Sieg kesepian tetapi, di dunia ini waktu baru berjalan 24 menit. Namun, Meskipun begitu Sieg akan tetap merasa rindu dengan mereka.
Sieg pun membuka Gerbang dan mendapati beberapa Pelayan menyambut dirinya.
"""Selamat datang kembali Sieg - sama.""" Ucap mereka serempak.
"Ya, aku pulang. Hmm? Apa jumlah kalian berkurang?" Tanya Sieg.
Pasalnya, Sieg dapat melihat kalau jumlahnya sedikit berkurang. Walau sudah berada 2 Tahun di dunia itu, tapi Sieg masih tetap ingat hal - hal penting sebelum memasuki ke dalam Batu itu.
"Separuh dari kami sudah tidur karena sudah larut malam Tuan" ucap salah satu Pelayan
"Oh, benar juga. Maaf soal pertanyaanku tadi. Jadi apa teman - temanku juga sudah tidur?"
Sieg juga tidak melihat mereka yang lain disini. Jadi Sieg bepikir mungkin mereka sudah tidur.
"Begitukah. Baguslah." Ucap Sieg.
Sieg sebenarnya ingin melihat mereka karena sedikit rindu tapi, sepertinya untuk saat ini dia tidak boleh melakukan itu.
"Dan apa kalian bisa mempersiapkan Pemandian? Aku ingin mandi.."
Sejak memasuki ke dalam Dunia batu itu Sieg sama sekali belum mandi. Jadi wajar saja jika Sieg menanyakan itu.
Lalu Apa Sieg sangat busuk sekarang? Tidak sama sekali, Karena Semua Kotoran yang ada di tubuhnya Dapat Sieg bersihkan dengan Essence Flame.
Jadi Sieg tidak perlu khawatir kalau Dia kotor atau Bau.
Tapi, tetap saja dia harus mandi agar dia harum dan merasa lebih nyaman ketika dia tidur.
"Dimengerti Sieg - sama."
Setelah itu Sieg pun langsung menuju ke Tempat Pemandian. Karena Tempat ini sangatlah mewah, jadi Tempat Pemandian atau Onsen juga ada.
Dan tidak lama kemudian, Sieg mendapatkan Laporan dari para Pelayan itu bahwa Pemandian Sudah siap. Sieg pun memasukinya. Dan sebelum itu..
'Para Shadow Soldiersku.. Lindungi mereka..'
Satu per satu Shadow Soldiersnya memasuki ke dalam bayangan Para Pelayan itu. Meski mereka semua sangatlah kuat tapi, Musuh yang akan menyerang mereka semua sangatlah kuat.
Jadi tidak mungkin Para Pelayan itu dapat mempertahankan diri diserang oleh Ribuan Monster.
Satu Shadow Soldiers Sieg setidaknya memiliki kekuatan yang setara dengan 600 dan yang paling mengerikan adalah Beru, Igris, dan Bellion karena ketiga Shadow Soldiers itu adalah yang terkuat untuk saat ini.
Saat Sieg sudah memasuki ke dalam Tempat Pemandian. Sikap Sieg masih biasa. Dan sedikit tidak mengira jika Onsennya lumayan luas.
Tanpa basa basi lagi Sieg membuka Topengnya dan berendam di atas Air Panas itu.
"Fuh... Sangat nyaman..."
Mandi di Tengah - tengah malam jelas tidak bagus tapi, Di dunia ini. Itu adalah hal yang wajar.
"Mungkin sekalian aku memerintahkan semua Shadow Soldirsku untuk berpencar.. Dai Kenja. Jumlah Manusia di Gunung Dunia ada berapa?" Tanya Sieg.
Dengan mengetahui soal Jumlah Manusia di tempat ini, Sieg dengan mudah dapat mengerahkan para Shadow Soldiersnya untuk melindungi para Warga termasuk kesatria.
Tentu, Para Anggota Kelompok Sesat tidak termasuk karena musuh.
[Jawab : Sekitar 3.789.453]
"Ugh... Jumlahnya sangat banyak. Itu hampir menguras 30% Shadow Soldiersku. Entah Apa Mana milikku cukup untuk meregenerasi mereka semua.."
Level Sieg sangatlah banyak namun, Jumlah Mananya mungkin tidak akan mencukupi untuk meregenerasi Mereka semua. Sieg tidak boleh salah mengeluarkan Sembarangan Shadow Soldiers.
'Baiklah. Kalau begitu, para Shadow Soldiersku. Menyebarlah dan lindungi semua Manusia. Baik itu bayi, ataupun Sage dan orang kuat lainnya. Lindungi mereka semua. Ini adalah perintahku..' ucap Sieg di pikirannya
"""""Kami akan melaksanakan Perintah Raja!!"""""
"Pikiranku dipenuhi dengan suara.. jujur saja ini sedikit tidak nyaman."
Seketika Aura Kematian menyebar. Untungnya Sieg sudah meminta Eiko untuk membuat penghalang agar Semua Aura itu Tidak merembes keluar.
Dan Sieg juga berharap jika Kesemua Shadow Soldiersnya itu akan mudah hancur karena Jumlah Mananya itu.
...*************...
Setelah membersihkan diri. Sieg mengenakan Topengnya kembali dan mengenakan baju biasa berwarna Putih. Dan tidak lupa untuk menggunakan Parfum seharga 1 Poin di Shop.
Para Pelayan juga sedikit bingung dengan Tuan mereka. Kenapa Tuan mereka selalu mengenakan Topeng meskipun berada di Kediaman? Tapi, tidak ada satupun yang berani menanyakan itu. Sekaligus, penasaran dengan Parfum Sieg.
Di dunia ini Parfum dapat terbilang mahal dan hanya dapat bertahan selama 2 Minggu serta Aromanya tidaklah terlalu harum. Sementara Parfum Milik Sieg dapat bertahan berbulan - bulan dan Parfum Sieg sangatlah harum membuat Para Gadis hampir saja terpesona.
Tentu Sieg menyadari itu. Tapi, dia hanya menghiraukannya. Jika dia menjelaskannya mungkin akan timbul masalah.
"Oh iya. Apakah kalian bisa memasakkan sesuatu untukku?" Tanya Sieg
Kesemua pelayan saling memandang karena di tengah malam seperti ini. Tuan mereka meminta untuk makan?
"Apa tidak boleh?" Tanya Sieg kembali.
"Ah, maafkan saya. Bisa Sieg - sama. Apa anda bisa menunggu sebentar?"
"Ya. Aku akan menunggu"
Para Pelayan dengan segera masuk ke dalam dapur dan memasak dengan cepat tapi, Mereka tidak ribut mengingat Rekan - rekan Sieg masih lagi tidur.
Karena masih lama akan selesainya. Sieg pun berbicara dengan Beru.
'Beru. Kau mendengarku?'
'Hamba mendengarnya Raja'
'Baguslah. Dan ini adalah Misi khusus untukmu, Lindungi Gadis bernama Ai. Dia berada di dalam Kamar. Lokasi itu ada Di Pojokan sana.. jika kau merasakan ada yang mengancam kepada Ai. Bunuh Dia dan siksa dia.'
'Hamba mengerti Raja!'
Beru menjadi bersemangat karena mendapatkan misi khusus dari tuannya sendiri. Baginya ini adalah sebuah Penghargaan yang tak terhitung nilainya.
Ini juga mengundang keirian para Shadow Soldiers lainnya. Untungnya Sieg sudah mengantisipasi ini.
'Kalian semua tidak perlu iri. Aku juga akan memberikan kalian semua Tugas nanti'
Mendengar Raja mereka demikian membuat mereka bersemangat dan tidak sabar menanti tugas yang akan diberikan dari Raja mereka.
"""""Dimengerti Raja!!"""""""
Sekali lagi, kesadaran Sieg hampir menghilang oleh Aura Para Shadow Soldiersnya sendiri. Aura mereka sangatlah kuat dan melampaui Dewa itu sendiri.
'Sepertinya aku harus terbiasa...' Gumam Sieg tersenyum pahit.
...**********...
Tidak lama setelah itu, Makanan pun sudah siap dihidangkan. 5 Pelayan hanya berdiri di samping Sieg tapi karena tidak nyaman Sieg pun memerintahkan mereka semua untuk menikmati makan bersama dirinya.
"Ma - maafkan Saya. Sieg - sama. Tapi, kami tidak memiliki hak untuk duduk makan bersama dengan Anda."
"I - itu benar Sieg - sama."
Para Pelayan mencoba menolak - nolak Kebaikan Sieg. Yah, Sieg menduga ini akan terjadi.
"Tidak usah dipikirkan. Rasanya nanti tidak enak jika Aku memakannya sendiri. Jadi aku ingin kalian menemaniku.." ucap Sieg.
Kesemua Pelayan saling memandang dan akhirnya memutuskan untuk menikmati Makan bersama Sieg. Pikir mereka mungkin ini tidak apa - apa karena Sieg itu masih lagi Anak - anak di hadapan mereka.
Dan yang seterusnya terjadi. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat Tuan mereka membuka Topengnya dan Kesemuanya berhenti menikmati Makanan.
Daripada memilih Menikmati makanan, mereka lebih memilih menikmati Wajah milik Sieg.
Memiliki Wajah yang bagus, Dua warna berbeda, serta sedikit senyuman disana. Membuat Para Gadis merona.
Sieg yang menyadari itu hanya bisa bingung.
"Ada apa? Kalian tidak melanjutkan makanan kalian?"
Mereka tersadar kembali dari lamunan mereka
""""Ah, maafkan kami.."""""
Sikap mereka berubah dratis. Mereka tidak menyangka kalau Anak yang mereka pikir itu adalah anak biasa - biasa saja ternyata adalah Anak Yang sangat Tampan.
Dan kejadian ini sangat berbekas di Ingatan mereka semua.
Mereka ingin menikmati makanan Tapi tidak boleh!! Semua Tatapan mereka tetap menuju ke arah Sieg.
Sieg mulai merasa agak risih dengan tatapan para Pelayan itu. Lantas iapun menghabisi makanannya dengan cepat.
"Aku sudah menghabisi makananku. Kalian juga segeralah menghabisi makanan kalian masing - masing." Ucap Sieg yang mulai berdiri dari tempatnya.
Para Pelayan itu juga tersadar dan ingin meminta Sieg ingin tetap tinggal lagi, tapi Sieg sudah pergi menjauh.
Dan saat menuju ke Kamarnya. Sieg akhirnya tersadar alasan kenapa Para Pelayan itu bersikap Aneh ketika hendak memakai Topengnya.
"Ah.. aku sudah melakukan hal yang seharusnya tidak kulakukan...."
...************...
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang