I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 56



Akhirnya Kapal rombongan Sieg sudah tiba Tepat dimana Lokasi Gunung Dunia yang tidak jauh dari Kapal Sieg.


Dan Sieg beserta yang lainnya merasa kagum dengan Tempat itu. Walaupun mereka masih belum tiba Tepat di lokasi itu (Gunung Dunia) tapi tanda - tanda untuk tiba lokasi itu sudah mulai terlihat.


Bahkan ada Ratusan kapal terlihat di sekeliling mereka. Dan Udara yang berada di sekitar merekapun terasa nyaman. Serta Mereka dapat melihat keindahan Gunung tersebut dari kejauhan.


Sieg juga sudah dapat melihat ada Ribuan atapun mungkin lebih dari itu, orang - orang kuatnya berdatangan. Tapi.. Sieg sama sekali tidak dapat merasakan adanya orang yang berniat jahat.


'Mungkin mereka belum melakukan pergerakan...' pikir Sieg.


Di sisi lain, Ai mengandeng Tangan Sieg sambil tersenyum. Merasakan tangannya digandeng, Sieg juga tersenyum kembali


Sedangkan Kakek Daichi yang melihat itu tersenyum Tipis.


'Haaa. Sepertinya kesempatanku untuk mendekatkan Natasya akan sulit..'


Tidak lama kemudian mereka pun tiba Di Lokasi Tersebut.


Sebelum turun dari Kapal Sieg memberikan sedikit hormat kepada Kakek itu karena mulai dari sekarang Mereka akan berpisah namun, mereka tetap dapat Bertemu. mungkin di Arena Turnamen atau mereka dapat mengunjungi Kediaman masing - masing yang sudah disediakan.


"Jadi. Kalau begitu, Kakek. Kita akan berpisah disini."


"Jangan berkata seperti itu Anak Muda. Kita akan bertemu lagi.. Oh dan jangan lupa untuk mengunjungi kami."


Sieg tidak membalas itu. Kakek ini pasti berniat untuk membuat Cucunya dekat dengan diri Sieg.


Sieg mencoba Melirik - lirik Natasya tapi, Sieg tidak dapat melihat wajahnya. Palingan yang Sieg lihat hanyalah bibir biru Natasya.


Natasya dapat merasakan tatapan Sieg meskipun Sieg mengenakan Topeng Rubah itu. Dan Dia pun melirik kembali ke arah Sieg. Tanpa Ia sadari Natasya sedikit tersenyum tapi, Sieg tidak menyadarinya.


Setelah itu. Sieg pun turun bersama yang lainnya sambil bergandengan tangan.


Sedangkan Kakek Daichi dan Natasya juga ikut turun dan berpisah dengan Sieg pada saat itu juga serta berpisah dengan Rombongan Pangeran yang ikut tadi.


...***********...


Sepanjang perjalanan. Ramai tatapan yang diberikan kepada Para Gadis dari rombongan Ai baik itu Pria maupun Gadis tapi, tatapan itu kebayakannya berasal dari Pria.


Topeng yang Sieg kenakan juga salah satu Alasan Kenapa Mereka semua menatap ke arah Rombongan karena cuma Sieg satu - satunya yang mengenakan Topeng mencolok seperti itu.


"Apa Sieg - san tidak dapat melepaskan Topeng Sieg - san?" Tanya Kurumi


"....tidak. Aku tidak akan membuka Topeng ini kecuali Saat kita semua bersama ataupun aku sedang sendiri.." balas Sieg.


Mereka semua hanya tersenyum mendengar itu. Mereka tau alasan kenapa Sieg tidak ingin membuka Topengnya. Tapi mereka tetap saja ingin menanyakan Soal itu.


"Sieg. Apa kita bisa berpencar disini? Aku ingin berjalan - jalan bersama Kirito - kun." Ucap Asuna sambil merangkul Tangan Kirito. Kirito hanya menggaruk - garuk kepalanya tidak tau harus berekspresi seperti apa.


Meskipun Sieg masih ragu untuk membiarkan Rombongan berpencar tapi, setidaknya Sieg ingin membuat mereka menikmati Tempat ini.


"Baiklah. Lagian, aku sama sekali tidak mendapatkan Hawa Keberadaan musuh tapi jika kalian merasakan ada yang salah. Segera berkumpul dengan kami karena Telepati kita tidak berguna di tempat ini." Ucap Sieg.


"Terima kasih Sieg. dan Soal Kediaman kita nanti.."


"Ah, Soal itu Kirito - san. Aku sudah mengurusinya. Aku akan memberikan Informasi lokasi kediaman kita." Jelas Kurumi


"Baiklah, Kalau begitu. Ayo Asuna.."


Mereka berduapun pergi menjauh dari Rombongan Sieg.


"Fuh.. Siapa lagi yang ingin berjalan - jalan di sekitar Sini?"


"Aku." Ucap Akame mengangkat Tangannya.


"Apa kau memiliki hal yang ingin kau lakukan di Tempat ini?"


"Ya. Makanan."


"O - oh.. Baiklah. Kurumi apa kau bisa menemaninya?"


Sebelum mereka berjalan - jalan ke sekitar. Setidaknya mereka harus berjalan berdua orang - orang agar jika ada musuh nanti, mereka dapat mempertahankan diri.


"Haa. Aku ingin mengikuti Sieg - san tapi. Mau bagaimana lagi.."


"Ma - maaf. Tapi, aku khawatir jika nanti Akame kenapa - napa."


"Tidak masalah Sieg - san. Tapi sebagai gantinya. Sieg - san harus menemani diriku di hari lain.." ucapnya sambil tersenyum lembut.


Sekilas Sieg merasa merinding.


"A - ah.. Oke."


"Kalau begitu. Kita pergi Akame - san." Ucap Kurumi mengajak Akame.


"Ya."


Dan yang tersisa adalah Sieg, Ai, Rimuru, Ayu, Yukana dan Kirei.


"Apa kau juga ingin melakukan sesuatu Rimuru?"


"Aku juga bisa pergi? Tapi kalau bisa aku ingin pergi sendiri karena aku menemukan Item yang bagus tadi.."


"Aku sedikit penasaran sih dengan Item yang kau maksudkan. Tapi ya sudahlah.. pergilah."


Sieg yakin mungkin tidak masalah membiarkan Rimuru pergi sendirian mengingat kekuatan Rimuru dan Ranga yang bersembunyi di balik bayangan Rimuru.


'Jadi sekarang. Aku malah ditinggal sama 4 orang gadis yang mencintaiku.. oh, apa Yukana - san termasuk? Tapi, dia itu sudah menikah..'


Sieg kembali menatap ke arah Ai dan lainnya.


"Apa kita pergi juga?"


""Ya!""" Jawab Ayu, Ai, dan Kirei serempak.


Sedangkan Yukana akan melihat Anaknya dari jauh saja.


'Sepertinya Sieg - sama adalah orang yang sangat baik. Tidak salah aku mengikutinya..' pikir Yukana.


...*************...


"Sieg. Ai lapar.." ucap Ai yang tidak tahan lagi dengan kelaparannya.


Mendengar itu Sieg tersenyum canggung karena dia sendiri tidak tau dimana Restoran disini karena ini juga tempat yang asing baginya.


'Cuma Duo Maha Tau saja yang dapat menolongku..'


[E - ehem. Restoran ada di sekitarmu. Aku juga dapat merasakan jika Akame dan Kurumi juga berada di sana.]


'Nice. Jadi Lokasinya?'


[Jawab : Sekitar 100 Meter tidak jauh dari situ. Terus jalan lurus ke depan]


'Terima Kasih kalian berdua.'


[[Tidak masalah]]


"Restorannya ada di depan sana. Tidak jauh dari sini. Ayo kita pergi.." ajak Sieg.


Mereka pun menuju ke Arah restoran itu. Ngomong - ngomong Sieg saat ini sedang digandeng oleh Ayu dan Ai karena kedua gadis itu, Sieg sedikit kesulitan untuk bergerak. Sedangkan Kirei tadi merasa lelah dan tanpa sadar Gadis itu tertidur. Saat ini juga Kirei digendong oleh ibunya sendiri.


"Maafkan aku Yukana - san. Jika aku tau soal ini. Mungkin aku akan langsung menuju ke kediaman kita." Ucap Sieg tidak tega melihat Yukana kerepotan.


'Pantas saja. Dia terlihat sangat bersemangat tadi.. tapi dia jadi cepat lelah. Mungkin aku harus meluangkan sedikit waktu dengan Gadis itu. Karena kami juga jarang berbicara satu sama lain..'


Setibanya disana. Lantas banyak tatapan seperti biasa yang diberikan oleh para Pengunjung itu kepada Sieg dan lainnya hingga membuat para gadis ketakutan tak terkecuali Yukana karena Yukana menjadi teringat saat Ia hampir diperkosa oleh salah satu Prajurit di kerajaan Ais'z.


"Jangan jauh - jauh dariku. Tenang saja, selama aku berada disini. Mereka tidak akan macam - macam dengan kita." Ucap Sieg menenangkan para gadis.


Para Gadis pun menjadi tenang meskipun masih merasa ketakutan. Sieg pun melirik - lirik ke sekitarnya untuk mencari apa Kurumi dan Akame berada disini? Karena Dai Kenja dan Eiko mengatakan bahwa kedua Gadis itu berada disini.


Dan Sieg pun menemukannya hanya saja.. keadaannya sedikit..  Aneh menurut pandangan Sieg karena disitu terlihat seorang Pria berwajah Tampan sedang berbicara dengan Kurumi dan Akame namun kedua gadis itu sama sekali tidak memperhatikannya.


'Sepertinya ini bakalan gawat.. jika Kurumi atau Akame kesal. Bisa - bisanya, Pria itu akan mati. Ah, maksudku Trauma'


Tidak mungkin kedua gadis itu membunuh secara terang - terangan Di tempat seperti ini. Bisa - bisanya nanti kedua gadis itu akan dianggap berasal dari Kelompok Sesat.


Dengan cepat - cepat Sieg segara menuju ke sana sambil memperhatikan Di sekitarnya.


Saat Sieg menuju ke sana. Akame dan Kurumi sudah terlebih dahulu menyadari kehadiran Sieg sebelum Sieg sampai di meja mereka.


Kurumi pun memberikan senyuman lembutnya kepada Sieg


"Ara.. Sieg - san juga mengunjungi restoran ini?"


"Begitulah. Kami sudah sangat lapar.."


Padahal Aslinya Yang lapar itu adalah Ai namun, Karena Sieg tidak ingin mempermalukan Ai, Sieg pun mengatakan bahwa mereka semua sangat kapar.


Pasalnya, biasanya Jika dalam kondisi seperti itu. Si Gadis itu akan malu bukan?


Tapi sepertinya Itu tidak berefek apa - apa kepada Ai mengingat Ai itu sedikit polos. Makanya Ai mungkin tidak malu sama sekali.


"Kalau begitu. Silahkan duduk minna - san.." Ucap Kurumi.


Akame juga sedikit membagikan ruang kepada Ai dan lainnya. Sementara Sieg masih memperhatikan sekitarnya karena merasakan firasat yang buruk di dalam Restoran ini.


'Sepertinya.. Mereka sudah benar - benar melakukan pergerakan.."


Tapi, Sieg sama sekali tidak dapat menemukannya siapa orang tersebut. Karena Di pandangan mata Rinnegannya terlalu banyak jumlah mana di Gunung ini membuatnya sulit untuk memastikan asal mana ini satu per satu.


Sieg juga saat ini agar pandangan warna warni ini tidak menganggu, Sieg pun menutup mata Rinnegannya sehingga terlihat bermata Satu. Untungnya Sieg memakai Topeng, jadi tidak ada yang menyadari itu.


Dikarenakan Sieg terlalu lama berdiri. Kurumi pun bertanya menyadarkan Sieg dari lamunan.


"Sieg- san. Apa ada masalah?"


"Ah, tidak ada apa - apa."


Tidak mau memikirkannya lagi. Mungkin Tidak masalah jika dibiarkan begitu saja mengingat banyak Kelompok - kelompok kuat disini.


Sieg pun duduk tepat di samping Kurumi diikuti oleh Yukana yang masih menggendong Kirei.


"Yukana - san. Kau bisa meletakkannya disini" ucap Sieg menunjuk ke arah sampingnya agar Gadis itu dapat lebih nyaman lagi dan membiarkan kirei dapat menjadikan Pundak Sieg sebagai Bantalnya.


"Tapi.." Yukana menjadi ragu.


"Tidak apa - apa. Aku tidak merasa keberatan kok." Seandainya Sieg membuka Topengnya. Sudah dipastikan Ibu Elf itu memerah karena saat ini Sieg lagi tersenyum di balik topeng itu.


"Baiklah. Jika begitu.." sembari meletakkan Kirei secara perlahan di samping Sieg.


Setelah itu, kepala Gadis itu jatuh tepat di pundak Kiri Sieg. Sieg hanya membiarkannya karena Gadis ini pasti sangat lelah.


Dan tanpa mereka sedari. Semakin ramai Tatapan yang diberikan kepada Rombongan Sieg. Ada yang penasaran siapa Sieg itu? Karena Sieg dapat berada tengah - tengah Surga yakni sebab dapat dikerumuni gadis secantik itu.


Termasuk dengan Pria tampan yang dari tadi berbicara dengan Akame dan Kurumi.


Pria itu merasa tersinggung karena diabaikan dan saat emosinya memuncak. Dia pun melampiaskan kemarahannya kepada Sieg..


"Bocah yang disana.. Apa kau memiliki hubungan Rombongan Gadis ini.?" Ucapnya yang berubah dratis menjadi Kasar.


Baik itu, semua gadis di rombongan Sieg tak terkecuali Akame yang menghentikan melanjutkan memakan makanan berhenti dan menatap tajam ke arah Pria tersebut.


Kalimat itu berhasil menarik Sieg atau lebih tepatnya, Sieg tidak mau jika ada kejadian hal yang tidak dinginkan terjadi.


"Ya. Saya memiliki hubungan dengan mereka." Ucap Sieg sopan.


"Kalau memang benar begitu. Apa aku bisa meminjam salah satu dari mereka?" Ucapnya yang berubah dratis tersenyum ramah.


Yah, untuk soal ini Sieg sudah tidak dapat menolerirnya lagi dan Ia berdiri dari tempatnya sembari meletakkan Kepala Kirei dengan pelan


"Sebelum itu. Aku ingin bertanya sesuatu, Apa kau salah satu peserta Yang ikut dalam Turnamen muda?"


Pria itu masih tersenyum


"Tentu saja. Dan asal kau tau, saat ini aku sudah berada di Level 50.." ucapnya membanggakan diri.


Sieg menjadi tertawa kecil begitu juga dengan yang lainnya karena hanya dengan level segitu, Pria ini membanggakan diri?


Tentunya Pria tersebut menjadi kesal.


"Apa yang kalian tertawakan ha?!"


Kali Ini Sieg menghadap ke arah Pria tersebut dengan Tatapan tajam di balik topeng itu.


Dan Pria itu sedikit merasa merinding saat ditatap oleh Sieg dan berusaha untuk tenang karena pikirnya mustahil anak seumuran Sieg dapat melukai dirinya.


'Akan kutunjukkan apa itu Neraka..' pikir Sieg sembari mengaktifkan Mangekyou Sharingannya namun, tepat sebelum ia mengaktifkan itu. Tiba - tiba saja datang satu serangan yang menuju ke arah Pria itu.


Pria itu tidak sempat menghindari itu dan mengakibatkannya terlempar jauh dari Puluhan meter dan menabrak Dinding Restoran ini. Setelah itu Pria itu pun pingsan.


Semua yang ada disitu menjadi waspada kecuali Rombongan Sieg.


Sieg tau serangan itu berasal dari mana dan sumber serangan tadi berasal dari seorang tua yang mengenakan pakaian yang mirip pengemis namun, di balik Penampilan Luarnya. Sieg dapat merasakan jika Orang tersebut sangat kuat dan melebihi dirinya.


Orang Tua tersebut juga terlihat seorang pemabuk dan banyak minuman keras alias Alkohol ataupun Bir yang ada di mejanya.


Semua orang yang berada disitu menjadi merinding saat mengetahui orang tersebut tetapi Sedangkan Rombongan Sieg? Mereka sama sekali tidak mengenali siapa orang tua pemabuk ini.


'Dari Raut wajah yang para pengunjung ini tunjukkan termasuk Pemilik Restoran ini kepada Pak tua ini.. kemungkinan besarnya Pak tua ini adalah orang yang sangat berpengaruh di Gunung Dunia ini dan lagian.. apa - apaan dengan auranya?'


Meskipun aura pria tua Mabuk itu masih dibawah Di Kakek Daichi tapi Orang tua ini juga termasuk dalam kategori orang kuat.


Pria Tua itu kemudian menuju ke arah Sieg dengan pergerakan terhuyung - huyung. Semua orang memberikan jalan kepada Pak Tua itu seolah - olah tidak ingin mencari masalah dengan Pak Tua Mabuk itu.


Setibanya Pak Tua Mabuk itu dihadapan Sieg. Pak Tua itu mengerutkan dahinya sembari melanjutkan Meminum minuman keras miliknya sehingga semua para gadis termasuk Kurumi terganggu dengan Bau Bir itu.


Sieg ingin mengusir nya tapi, mengingat kekuatanya yang masih dibawah dari Pak Tua Mabuk ini. Sieg pun mengurungkan niatnya.


Jadi Sieg pun ingin mengajak mereka semua meninggalkan Restoran ini dan pergi ke kediaman mereka secepatnya. Namun, sebelum Sieg ingin mengatakan itu. Pak Tua itu sudah terlebih dahulu, Menghentikan pergerakan Sieg.


"Anak Muda.. kau memiliki kekuatan yang menarik. Jika tidak keberatan. Apa kau bisa meluangkan waktumu setelah ini?" Tanya dengan senyuman Ramah meskipun pergerakan Pak Tua Mabuk itu masih terhuyung - huyung.


'Sekarang. Kali ini kejadian seperti apa yang bakal terjadi Thor - san?'


......***********......


Tidak tau mau bicara apa lagi. Pokoknya Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang


See You In The Next Chapter 👋👋👋