
10 menit kemudian setelah Spar dengan mereka Berlima. Seperti biasa Sieg memasuki ke dalam Kamarku sendiri untuk tidur. Tapi...
'Sieg - san ada Informasi baru yang baru kutemukan.' Ucap Kurumi
'Kenapa Sih. Kenapa? Setiap kali jika aku ingin beristirahat. Semua itu akan selalu menghalangiku?!" Bicara Sieg dalam hati tetapi tidak didengar oleh Kurumi.
Tapi, Kurumi itu seharusnya mengerti dengan keadaan Sieg sekarang. Itu artinya Informasi Yang ingin disampaikan oleh Kurumi sangat penting sehingga Ia sampai menganggu waktu beristirahat Sieg
'Baiklah. Aku akan segera ke sana.' Ucap Sieg di Pikirannya.
Sieg menghela nafas sebelum berdiri dari Atas Kasurnya dan menuju ke Tempat Rapat mereka yang biasanya dengan Portal Rinnegannya karna Ia tidak mau repot - repot jalan kaki ke sana.
Lokasinya bisa dikatakan cukup jauh tapi bagi Sieg itu sangat dekat karna jika mereka berlari ke sana mungkin tidak akan sampai Waktu 1 Menit.
Ngomong - ngomong belum dijelaskan bukan? Dimana Sieg dan yang lainnya berada saat ini?
Memang ini adalah Penginapan tetapi Penginapan itu terletak di Sebuah desa. Walau dikatakan Penginapan di sebuah desa tetapi pemilik Dari penginapan ini sangat kaya dan baik hati.
Ketika Mereka dalam perjalanan menuju ke arah lokasi Ayu sesuai peta. Mereka tanpa sengaja menemukan Desa ini. Warganya juga sangat makmur dan saling menolong satu sama lain.
Yah, bisa dikatakan seperti itu. Dan karna ini adalah Penginapan yang dimilik oleh seorang kaya. Tentunya, Penginapannya sangat besar sampai - sampai terdapat Riasan emas - emas di Kamarnya ataupun di Dapurnya.
Dan memiliki Ruang Rapat seperti yang dikatakan sebelumnya.
Kembali ke Sieg yang sedang menuju ke lokasi Kurumi dan lainnya.
Tibanya Ia disana, Ia langsung membuka pintu Ruangan itu. Terlihat Kurumi, Ayu, Kirei, Ai, Yukana - san, Ai, Akame, Kirito, Yui dan Rimuru disitu.
Asuna masih belum sadarkan diri. Jadi Ia masih berada di dalam Kamarnya.
Tanpa pikir panjang lagi, Sieg pun menduduki Salah satu kursi disana dan akan mendengarkan Kurumi dan Yui menjelaskan.
"Jadi Apa kalian menemukan sesuatu?" Ucap Sieg yang langsung menjadi serius.
"Ya. Sieg - san. Kami mendapatkan beberapa Informasi soal Jumlah dan kekuatan Musuh." Jelas Kurumi.
"Hoh. Informasi yang sangat berguna. Jadi, Jumlah musuhnya?"
"Mulai dari Sini. Yui - san yang akan menjelaskan." Ucap Kurumi mempersilahkan Yui yang mulai menjelaskan.
"Etto.... Jumlah Musuh yang aku ketahui adalah Sekitar 100.000"
Mendengar itu mereka semua masih tenang seolah - olah tidak mendengarkan kata - kata Yui. Bagi mereka itu wajar saja mengingat Musuh mereka kali ini akan menyerang Turnamen muda. Dimana seluruh Perwakilan dari seluruh dunia akan datang dan 2 Divine Beast yang menjaga disana.
'Tapi.. 100.000 kah? Itu jumlah yang sangat banyak. Shadow Soldierku pun pasti tidak dapat mengurusinya semuanya..' pikir Sieg.
Jika Ia membiarkan Kurumi ataupun Kurama yang mengursinya. Mungkin Melawan Musuh 100.000 itu hal yang gampang tapi, Sieg membutuhkan Kekuatan Kurumi dan Kurama untuk melawan Malaikat Jatuh.
"Ngomong - ngomong. Diantara musuh ada yang berasal dari Malaikat Jatuh bukan? Seperti apa kekuatannya?"
"Setiap satu Malaikat hampir sekuat dengan Ayu - san.."
Mereka semua kembali terdiam. Tidak ingin membahasnya, Satu Malaikat Jatuh sudah sekuat itu? Jika memang seperti itu, Sieg dan lainnya pasti tidak dapat bertahan
'Ini sangat merepotkan..'
Jika Sieg melawan Satu musuh sekuat Ayu dengan kekuatan Rikudou Senni Mode pasti Sieg dapat mengurusinya tanpa masalah tapi Jika melawan Tiga musuh sekuat Ayu. Sieg sendiri tidak yakin dapat menang atau tidak?
'Kekuatan Malaikat Jatuh saja sudah seperti ini. Bagaimana dengan kekuatan Pemimpin penyerangan itu?' Pikir Sieg.
Memikirkan saja Sieg sudah merasa gelisah apalagi Dengan bertambahnya musuh mereka yang namanya Dewa. Membuat Sieg semakin merasa gelisah.
Tentunya semua yang ada disitu dapat menyadari Sieg merasa sangat gelisah.
"Jangan khawatir Sieg. Kami tidak semudah itu untuk dikalahkan.." ucap Kirito berusaha untuk menenangkan Sieg.
"Haa. Baiklah. Tetapi, kekuatan kita saat ini tidak mencukupi untuk mengurusinya semua musuh walau aku menggunakan seluruh kekuatanku.."
"Kita tidak perlu mengurusi semuanya Sieg - san karna Istana Es juga ikut serta."
Sieg memijat kepalanya. Dia selalu melupakan hal - hal yang penting jika membahas Rencana. Tapi, Yah.. Sieg dapat menjadi Tenang jika mendengar Istana Es. Kekuatan Istana Es itu tidak perlu diragukan lagi.
"Baiklah. Dan kudengar ada beberapa Iblis yang ikut serta.. Bagaimana dengan tentang itu?"
"Ah. Soal itu, Aku sudah memerintahkan diriku yang lain menghabisi 20% Pasukan Iblis yang terlihat.." ucap Kurumi sembari memperlihatkan senyuman yang sedikit mengerikan.
'""""""Gadis ini sangat mengerikan..""""""" Pikir semua orang kecuali Akame.
"Ngomong - ngomong semuanya aku dapat mengetahui apa yang kalian pikirkan lho.." ucap Kurumi sambil tersenyum lembut.
Mereka hanya tertawa Canggung.
"Ehem. Kita kembali ke topik.. kalian berdua Jelaskan soal kekuatan musuh kita lebih lanjut lagi agar kita dapat menyusun rencana yang matang - matang..." ucap Sieg menatap ke arah Kurumi dan Yui
Setelah itu mereka pun membahas rencana mereka semua untuk menyelesaikan Musuh.
Setelah beberapa menit kemudian. Mereka akhirnya sudah selesai membahasnya. Untuk saat ini Sieg akan menyembunyikan semua Shadow Soldiernya ke bayangan semua orang. Begitu juga dengan Yukana dan Kirei.
Ibu dan Anak Elf itu hanya membiarkan Sieg. Dan mendekati Sieg. Sieg hanya tersenyum canggung karna Tatapan Tajam dari Ai, Kurumi, dan Ayu.
Dan rencana yang akan mereka lakukan adalah Sieg akan maju begitu Ia merasakan kehadiran musuh atau Musuh berniat untuk melakukan apa - apa. Tetapi, Ia akan memerintahkan Shadow Soldiernya yang mengurusinya. Jika Sieg sendiri yang ikut campur dalam mengurusi musuh - musuh tersebut. Takutnya nanti Sieg akan dikenali oleh Musuh.
Karna Rimuru, Akame, Kirito dan Asuna ikut dalam Turnamen tersebut. Jadi yang akan bertugas dalam memperhatikan gerak gerik musuh adalah Sieg dan Kurumi.
Sieg memperhatikannya selama Pertandingan Berlangsung sedangkan Kurumi akan memperhatikan dari jauh.
Ai, Ayu, Yukana dan Kirei. Sieg memerintahkan mereka untuk waspada dan ketika sampai disana, Sieg tidak lupa juga untuk memeritahkan Ai tetap mengaktifkan Full Counternya selama 24 Jam.
Dengan Jumlah Mana yang Ai miliki saat ini. Mempertahankan Full Counternya selama itu Tidak menjadi masalah bagi Ai.
'Dengan ini semuanya sudah siap.. yang tersisa hanyalah perjalanan menuju ke lokasi Turnamen muda..'
Lokasinya bisa dikatakan sangat jauh karna untuk sampai ke sana setidaknya membutuhkan Waktu sekitar 5 Bulan.
Tempatnya berada di tengah - tengah dunia. Jadi menuju ke sana sedikit sulit. Entah Berapa puluhan Ribu Kilometer menuju ke sana.
Kalau mereka terbang ke sana mungkin mereka dapat mempersingkatkan Waktu tapi, Itu akan menarik Perhatian. Meski Mereka berada di atas langit namun, para Manusia di dunia ini dapat menyadari jika seseorang terbang Di atas langit.
Anggap saja itu adalah kekuatan tersembunyi dari manusia di dunia tersebut.
Sedangkan Portal Rinnegan Sieg tidak dapat dibuka. Sepertinya, Lokasi Turnamen itu sudah dipasang oleh Pelindung yang sangat kuat hingga Orang - orang tidak dapat menggunakan Skill Teleport.
Sieg pun memutukan untuk membuka Portal Rinnegannya sejauh mana Portalnya dapat dibuka.
Tapi, Ia berharap kalau Portal Rinnegannya akan terbuka tidak jauh dari lokasi Turnamen muda.
Dan untuk berjaga - jaga. Sieg mengingatkan kepada mereka semua untuk bersiap secepat mungkin karena mereka harus berangkat 3 Hari lagi.
...************************...
Tidak terasa Tiga hari berlalu. Setelah semuanya sudah siap mereka pun keluar dari Penginapan tersebut dan tidak lupa untuk pamit dari Pemilik Penginapan tersebut karena Pemiliknya sangat Baik kepada Sieg dan lainnya.
Setelah Pamit. Mereka semua pun langsung berlari dengan sangat cepat karna Tidak ada waktu untuk membuang masa lagi.
Pemilik Penginapan itu sempat terkejut tetapi, Ia kembali tersenyum.
'Penginapanku baru saja didatangi oleh orang yang luar biasa... Ini harus tercatat dalam sejarah penginapan ini' Gumamnya dalam hati dengan semangat.
...*****************...
...Alam Para Dewa Dewi...
Soal Masalah yang Sieg dapatkan tentunya sudah diketahui oleh Para Dewa Dewi.
"Dewi Pencipta. Kita tidak ada waktu untuk bermain - main lagi. Kita sebagai dewa harus turun tangan tentang hal ini." Ucap Dewa Perang.
Diantara semua Dewa Dewi. Hanya Dewa Perang yang tidak tahan melihat Dunia akan dalam masalah besar.
"Itu benar Dewi Pencipta. Segel yang menahan Dewa Iblis saat ini akan hancur tidak lama lagi." Ucap Dewa Pedang.
Baik itu Dewa ataupun Dewi. Semuanya berpikir demikian dan menyangka Bahwa mereka sendiri yang harus turun tangan.
Seharusnya Dewa itu dilarang untuk Mencampur urusan Dunia Manusia tapi jika dalam hal - hal terdesak seperti ini. Mereka harus ikut campur karena Ini berkaitan dengan Keamanan Seluruh Dunia.
Namun, Yang anehnya Dewi Pencipta masih tenang seolah - olah tidak peduli dengan masalah Di dunia Astral.
Semua dewa dewi yang menyadari hal itu juga merasa aneh termasuk Dewi Air yang merupakan Teman Dari Dewi Pencipta.
"Dewi Pencipta Apa kau mengetahui sesuatu hal yang tidak kami ketahui?" Ucap Dewi Air penasaran karena kejadian ini sudah sangat berbahaya dari yang dipikirkan.
Dewi Pencipta yang berada di balik tirai tersebut hanya diam dan terlihat sedang berpikir sesuatu.
Tidak lama kemudian, Ia pun memberikan jawaban.
"Ya. Aku mengetahui hal yang kalian tidak ketahui." Ucap Dewi Pencipta dengan suara merdunya itu.
Mendengar itu. Semua Dewa dewi dibuat penasaran. Dan menyangka Hal itu mungkin berkaitan dengan kejadian di dunia Astral.
"Apa ini berkaitan dengan Dewa Iblis?" Ucap Dewa Perang.
"Bisa dibilang seperti itu." Balasnya.
Mereka semua kembali berpikir. Jika memang benar seperti itu, Maka mereka tidak perlu khawatir tapi yang masalahnya selain Dewa Iblis tersebut, Masih ada Malaikat jatuh dan Raja iblis yang ikut campur. Ditambahnya lagi, Kelompok - kelompok manusia Sesat dari berbagai Ras.
Memikirkan itu, Dewa Perang memberikan pertanyaan lagi.
"Apa jangan - jangan. Yang akan mengatasi semua Musuh itu adalah Anak itu?" Ucapnya dingin.
Meski Dewi Pencipta itu sangat dihormati tetapi, Jika ini bersangkut paut masa depan Dunia. Dewa Perang akan menjadi kasar.
Dan Ia masih tidak percaya dengan Sieg bahwa Sieg dapat mengatasi Semua musuh tersebut.
Dewi Pencipta seperti biasa menjawab.
"Ya."
Semua Dewa Dewi dibuat terkejut tak terkecuali Dewi Air.
Dewa Perang lantas menghancurkan Meja yang berada dihadapannya dengan pukulannya.
BANG
"Kau gila!! Mustahil anak itu dapat mengatasi Dewa Iblis dan Malaikat Jatuh bersamaan!! Apalagi Ditambahnya Pemimpin penyerangan itu, anak itu tidak dapat mengatasinya!!" Ucap Dewa Perang dengan nada tinggi.
"Dewa Perang! Kau sudah kelewat batas! Di hadapanmu itu adalah Dewa Pencipta!" Ucap Dewa Air membela Temannya.
Semua Dewa dewi juga berpikir seperti itu. Meskipun, mereka sendiri ragu dengan kekuatan Sieg. Mereka sendiri yang sangat mengetahui soal Kekuatan Dewa Iblis itu seperti apa.
Dewa Air menoleh kembali ke arah Dewi Pencipta.
"Dewi Pencipta. Walaupun Anak itu adalah utusan Dewa dan sudah menerima semua kekuatan kita. Tetapi, dengan kekuatannya yang saat ini, Ia tidak sebanding dengan kekuatan Dewa Iblis." Ucap Dewi Air.
"Aku mengerti soal itu. Tapi disana juga ada Istana Es ikut serta dan Divine Beast.." balas Dewi Pencipta.
Semuanya menganggap itu seharusnya tidak ada masalah tetapi, mereka tetap saja ragu. Masalahnya Selain Dewa Iblis, Ada lagi Sosok yang mengerikan kemungkinan besarnya akan dibangkitkan.
"Meskipun begitu. Kita harus tetap turun tangan soal ini. Bagaimana jika prediksi kita salah?" Ucap Dewa Air memujuk Rekannya itu.
"Jangan khawatir.. di saat - saat yang genting nanti.. Sieg akan dihadapkan sebuah pilihan.. jika Sieg memilih pilihan yang tepat.. Maka Sieg dapat menghadapi masalah itu tanpa masalah..." ucap Dewi Pencipta
Karena ini adalah ucapan Dari Dewa Pencipta dan orang yang mereka kagumi. Mereka tidak dapat membantah.
"Tapi.. Untuk berjaga - jaga. Bisakah kita mengutus setidaknya satu malaikat ke bawah. Jika seandainya prediksi kita salah. Kita bisa memerintahkan malaikat tersebut untuk mengulurkan waktu semua musuh agar kita dapat tiba ke dunia Astral." Saran Dewa Air.
Semua dewa setuju dengan Saran tersebut dan menatap kembali ke arah Dewi Pencipta berharap jika hal tersebut diizinkan.
"Baiklah.."
Balasan Dari Dewi Pencipta membuat mereka semua menghembuskan nafas lega. Dengan ini, mereka dapat merasa sedikit aman dan rasa gelisah mereka berkurang
"Kalau begitu. Gabriel datanglah di hadapanku." Ucap Dewi air.
Setelah itu, Cahaya yang entah darimana muncul ke hadapan Dewi Air.
Begitu cahaya tersebut memudar terlihat sosok yang mirip manusia memiliki wajah Tampan dan 4 sayap di belakangnya. Sayap - sayap tersebut mengeluarkan aura panas dan mengeluarkan Aura yang kuat.
Bahkan Dewa dewi dibuat kagum oleh Malaikat tersebut dikarenakan Aura Malaikat tersebut hampir setara dengan kehadiran Dewa.
Malaikat tersebut lalu memberikan Pertanyaan alasan dirinya dipanggil...
"Dewi Air. Ada apa Anda memanggil saya ke sini?" Ucap Malaikat tersebut berwibawa.
"Aku memiliki tugas buatmu."
"Apa yang harus saya lakukan?"
"Turun ke dunia Astra dan...."
Dewi Air kemudian menjelaskan apa yang harus Gabriel lakukan. Gabriel mendengarkannya dengan serius karena jika Ia sampai lalai dengan tugasnya. Maka itu akan menjadi kesalahan besar buatnyaย karena ia memegang takdir seluruh dunia.
"Baiklah. Saya akan melaksanakan Perintah anda." Ucapnya Sembari menghilang kembali.
Para Dewa Dewi hanya bisa menghela nafas kembali melihat Gabriel turun ke dunia Astral dan beranggapan Mempercayai Gabriel lebih bagus daripada Sieg karena mereka sangat mengetahui soal kekuatan Gabriel.
Hanya satu hal yang mereka tidak ketahui, Yaitu Soal kekuatan Sieg yang sudah berkembang pesat termasuk Rekan - rekannya.
Oleh sebab itu mereka lebih mempercayai dengan kekuatan Gabriel daripada Sieg. Mereka juga berpikir Sieg adalah Utusan Dewa yang masih pemula.
Tetapi, tidak untuk Dewi Pencipta karena Ia selalu mengawasi Sieg termasuk Dewa otaku akut karena Ia mengetahui kekuatan - kekuatan yang bersama Sieg selama ini dan Ia sangat Terfokus dengan Rimuru Tempest.
Kesemua dewapun meninggal tempat tersebut dan terdapat Dewi Pencipta dan Dewi Air saja disana.
"Kau benar - benar yakin dengan ini? Jika Sieg mati sekali lagi, Dia tidak akan hidup lagi ataupun bereinkarnasi... dan semua alam semesta akan hancur tanpa kehadirannya.." ucap Dewa Air.
"Aku percaya dengan Sieg.. Apa kau lupa? Dia memiliki banyak Rekan - rekan kuat disisinya..."
"Haaah. Jika Soal Sieg. Kau selalu Percaya dengannya, jika prediksimu salah. Aku tidak tau lagi lho.."
"Aku tidak terlalu peduli dengan semua itu.."
Dewi Air hanya tersenyum pahit melihat Dewi Pencipta yang seperti ini. Dewi Pencipta selalu memikirkan soal Sieg setiap hari jika tidak ada hal yang Ia lakukan.
Karena Kecerdasan Dewi Pencipta mengatur - mengatur Planet dan menciptakan Planet - planet seperti membalikkan Telapak tangan baginya. Tidak semua Dewa dan Dewi dapat melakukan hal yang sama seperti Dewi Pencipta karena kecerdasan Dewi Pencipta memang sudah melebihi kecerdasan semua Dewa dewi.
Kecuali Eksistensi - eksistensi terkuat lainnya atau Makhluk yang lebih dari dewa. Makhluk yang memiliki kekuatan melebihi Dewa akan diangkat ke Dunia yang lebih tinggi lagi dari Dunia Alam para Dewa Dewi.
Jika Dewi Pencipta dimasukkan ke dunia selanjutnya, Mungkin Ia yang terlemah di sana.
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu.. sampai jumpa lagi Dewi Pencipta." Ucapnya melambaikan Tangan kepada Dewi Pencipta.
Dewi Pencipta juga melakukan hal yang sama dan setelah Dewi Air meninggalkan tempat tersebut.
Pada saat yang sama, Dewi Pencipta menoleh ke arah Batu Kristal. Di situ, terlihat Anak berambut putih dengan warna mata yang berbeda.
Satunya ungu sedangkan satunya Berwarna Biru Indah.
Ia melihat ke Kristal tersebut dengan raut wajah yang sedih.
"Sampai kapan aku menunggu di dunia ini.. untuk menantikan kedatanganmu.." ucap Dewi Pencipta dengan wajah Sedih sambil menatap ke arah Bola Kristal tersebut.
...*****************...
Maaf karena Tidak dapat update di hari - hari sebelumnya๐๐๐. Lagi sibuk soalnya.
Dan Thor ingin meminta pendapat dari kalian nih.. Jika Thor masukkan Karakter - karakter Superhero dari Marvel ataupun Justice League ke dalam Novel Khayalan Thor ini.
bagaimana menurut kalian? karena Jika Sieg sudah masuk ke alam Dewa. Thor ingin mempertemukan Sosok yang kuat seperti Superman, The Flash, Thor, Thanos, Atau sebagainya melawan Sieg.
Yah, itu terserah dari pendapat kalian. Jika banyak yang suka, Thor akan buat kayak gitu. Kalau suka, bisa diberitahukan di Kolom Komentar๐๐๐
Seperti Biasa, Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.
See You In The Next Chapter ๐๐๐