
KRING
TINGG
KRING
Semua Pedang yang ditembakkan oleh Gilgamesh ditangkis oleh Dewa iblis. Terdengar juga Ratusan benturan Pedang. Dan semua itu disebabkan oleh Dewa Iblis yang sedang menangkis Semua Noble Phantasm Milik Gilgamesh.
"Kau sangat kuat. Siapa sebenarnya kau?" Ucap Dewa Iblis sambil menyiapkan Kuda - kuda. Sejujurnya, dia sedikit kewalahan dengan Gilgamesh karena diserang bertubi - tubi oleh Gilgamesh.
Di tubuhnya juga sudah tertancap banyak Senjata milik Gilgamesh. Dan Dewa Iblis itu tidak dapat mencabut senjata itu karena Senjata itu bukanlah senjata biasa.
Senjata itu adalah Noble Phantasm yang berelemen Suci. Ini sangat efektif untuk menghadapi Bangsa Iblis. Apalagi Dewa Iblis, itu sangat berguna sekali.
"Kau tidak layak untuk mengetahui siapa Raja Ini Mongrel."
Gilgamesh kemudian kembali menembakkan Proyekti - Proyektil dengan kecepatan yang sangat tingga hingga menyebabkan Salah satu Anggota tubuh Dewa Iblis terlepas.
Amakusa Mirata juga dapat merasakan rasa sakit yang luar biasa karena Itu adalah Tubuh miliknya.
'Dia memang hebat'
Dewa Iblis ingin sekali mengeluarkan kekuatan penuhnya tapi dia tidak dapat melakukan itu karena Tubuh Amakusa Mirata tidak akan dapat menanggung beban Kekuatan Dewa Iblis sepenuhnya.
Jika dipaksakan sudah pasti tubuhnya akan meledak. Dalam artian lain yaitu Mati. Jika Dewa Iblis mati maka Amakusa Mirata juga akan mati, begitu juga dengan sebaliknya.
"Hentikan perlawananmu Mongrel. Mau berapa kalipun kau mencoba, kau tidak akan pernah dapat menyentuh raja ini."
"Oh begitu. Tapi, bagaimana dengan ini!!"
Satu Energi berkumpul di Pedang Besar Sang Dewa Iblis. Semakin lama, semakamin besar dan Padat Energi tersebut. Teknik ini dapat menghancurkan Planet sebesar Bumi dengan mudah.
Gilgamesh yang awalnya merasa bosan dari tadi mulai tersenyum. Ia berpikir jika serangan itu mungkin dapat membuatnya merasa tertantang.
"Majulah Mongrel. Akan kuterima serangan itu."
"Oke, akan kuladeni kau!!"
Dewa Iblis itu melesat dengan kecepatan Super yang melebihi kecepatan cahaya. Bahkan Gilgamesh hampir tidak dapat mengikuti pergerakan Dewa Iblis karena saking cepatnya.
Udara - udara mulai terdistorsi akibat Energi yang tidak beraturan milik Dewa Iblis.
'Hm, Energi yang terkumpul itu hampir setara dengan Ea. Apakah aku harus menggunakan Ea?'
'Tidak, menggunakan Ea untuk mengatasi Mongrel ini sama saja dengan Penghinaan.' Pikir Gilgamesh.
Tepat saat Energi tersebut Gilgamesh. Mendadak Lingkaran Emas muncul dari tanah dan mengeluarkan Rantai mengikar pergerakan Sang Dewa Iblis.
Dewa Iblis itu tentu terkejut namun, ia tetap melancarkan serangan.
Merasa bahwa Serangan itu masih belum berhenti. Gilgamesh memanggil Pedang terkuat keduanya yaitu Merodach : the Original Sin.
Gilgamesh pun mengayunkannya sehingga Kedua serangan itu saling bertemu.
Karena Tempat tinggal yang mereka tempati sekarang adalah Dimensi lain. Maka secara Otomatis Dimensi tersebut juga mulai memunculkan tanda - tanda ingin retak atau Hancur.
Dimensi ini bukanlah Planet ataupun dunia. Tetapi, hanyalah sebuah Dimensi. Maka dari itu Dimensi itu dapat hancur dengan mudah.
Serangan Gilgamesh dan Dewa Iblis menyebabkan Distorsi Ruang dan waktu. Karena Merodach adalah pedang yang kuat dan Energi Dewa Iblis saling bertemu. Maka mereka pun tanpa sadar mengakibatkan Dimensi tersebut hancur.
"Apa?!!"
Gilgamesh sedikit kaget karena tidak memprediksi ini. Begitu juga dengan Dewa Iblis. Dia sangat kaget melihat ini.
"Sialan!!"
BOOOOMMMM
...***********...
[Lapor : Dimensi ini akan segera Hancur]
""Ha?!!!""
Sieg Void tidak percaya apa yang dia dengar dari Dai Kenja. Dia baru saja meninggalkan Gilgamesh sebentar dan Gilgamesh langsung ingin Menghancurkan Dimensi? (Note : Sasuga Bang Gil, salah satu Tokoh Favorit Thor. kekuatannya sangat besar sampai bisa hancurin dunia wkwkwk)
Mendengar teriakan Sieg Void. Ayu mode Dingin sedikit kaget namun, wajahnya tetap datar.
"Kenapa kau bereaksi seperti itu?" Tanya Ayu dengan datar.
""Tidak. Seper -""
CRAAK
KARRR
Belum menyelesaikan perkataannya. Dimensi ini mulai bergetar hebat. Bahkan Langit - langit menjadi Serpihan - serpihan seperti kaca.
Berbagai Retakan muncul di semua Tempat bahkan Daratan retak dan di balik Retakan itu terdapat Kegelapan yang menelan sesuatu.
""Apa yang terjadi?!"" Tanya Sieg Void
[Se - sepertinya ini dikarenakan oleh Gilgamesh. Pertarungan yang mereka sebabkan sangat dahsya sampai menghancurkan Dimensi ini]
""Apa lagi yang dilakukan oleh Raja Pahlawan Sialan itu?!!""
"Sepertinya kau mendapatkan masalah" ucap Ayu dengan datar.
""Bagaimana kau bisa tenang bahkan setelah melihat semua ini?"" Tanya Sieg Void
"Entahlah.. aku sendiri tidak tahu.." ucap Ayu
""Ah, sudahlah. Aku harus mencari Ai dan lainnya terlebih dahulu.""
""Aku memiliki cara ku tersendiri. Jika Dimensi ini akan hancur secara perlahan - lahan, maka aku hanya perlu menghentkannya.""
"Menghentikannya..?"
""Ya, dan sebelum itu. Bisakah kau mendekati aku dulu?""
Ayu dingin yang mendengar itu terlihat memikirkan sesuatu.
""Jangan berpikir yang aneh - aneh. Apa kau pikir di saat seperti ini, aku akan melakukan apa - apa kepadamu?""
"Aku tidak ingat pernah mengatakan itu."
""Kalau begitu. Kemarilah dulu..""
Tanpa banyak tanya lagi. Ia pun mendekati Sieg Void meski masih ragu.
Dan tiba - tiba ia merasa kaget saat Pinggulnya dipegang oleh Sieg Void.
"Ap -"
""Pegangan yang erat"" ucap Sieg Void yang mulai dingin.
Melihat Sieg Void dingin, ia menjadi terdiam.
""Cara ini sedikit berbahaya.. tapi, mau bagaimana lagi <10KM, Time Stop>""
KRAAKK
Seluruh pergerakan di sekitar Sieg Void dan Ayu terhenti termasuk Retakan dimensi tadi. Namun, ia hanya berlaku dalam jarak 10 Km.
Dan masih memiliki Efek sampimg tapi, Sieg Void terlihat tidak memikirkan Efek sampingnya.
""Lokasi Ai. ""
Sebuah Portal muncuk di hadapan Sieg Void dan Sieg Void langsung memasukinya.
Sebenarnya Sieg Void bisa saja menggunakan Gate untuk mencari Ai dengan mudah tadi tapi, Gate juga memiliki Kelemahan yaitu Cooldown. Maka dari itu, Sieg Void menggunakan Gate sekarang karena Cooldownnya sudah habis
...***********...
Setelah keluar dari Portal itu, Sieg Void langsung melihat Ai dan lainnya tidak bergerak seperti batu.
Terlihat juga Beru yang sedang berperang di tengah - tengah Medan Perang.
'"Sepertinya mereka berperang dengan makhluk hidup di Dimensi ini..."" ucap Sieg Void
Sieg Void melihat - lihat ke sekeliling dan akhirnya menemukan Ai.
Ia ingin mendekatinya tapi, sebelum ia ingin mendekatinya ia langsung dihentikan oleh Ayu dingin
""Apa?""
"Apa yang kau lakukan?"
""Menghentikan waktu. Cuma itu.""
Ayu terlihat tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Sieg Void. Tapi, setelah melihat ke sekelilingnya, ia pun mempercayainya.
Sieg Void menjetikkan jarinya dan Ai berserta lainnya langsung dapat bergerak.
Beru langsung berlutut di hadapan Sieg Void.
"Raja hamba..."
""Masuklah, kau sudah berjuang dengan bagus.""
Beru langsung masuk ke bayangan Sieg Void.
Sedangkan Sieg Void langsung mendekati Ai dan lainnya. Terlihat Ai dan lainnya bersyukur melihat kedatangan Sieg Void, tapi sedikit bingung karena Wujud Sieg berbeda.
""Akan kujelaskan soal wujudku ini. Mari kita keluar dari si -""
PLUK
Belum sempat menyelesaikan perkataannya. Sieg Void langsung dipeluk oleh Ai.
"A - ai sangat takut melihat Orang yang menyebut dirinya Dewa Iblis.."
""Aku tahu..""
Sieg Void yakin seratus persen bahwa Kegelapan yang menyelimuti diri Ai dulu mulai bermunculan.
Namun, Kegelapan itu langsung sirna saat mengetahui kedatangan Sieg Void.
""Kita akan keluar.""
"Dimengerti Sieg - san." Ucap Kurumi
""Kalian semua saling bergandengan Tangan.""
"""""Baik!!""""""
Mereka semua pun menuruti perintah Sieg Void dan Saling bergandengan.
""Greater Teleportion""
Mereka semua langsung menghilang tanpa jejak dan pada saat yang sama Efek Time Stop juga sudah berhenti hingga menyebabkan Kehancuran di Dimensi tersebut.
...********...
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.