I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 19



"Hum?"


Terdengar suara Anak yang sedang membuka matanya. Tubuhnya terasa sangat sakit dan lelah. Dia sama sekali, Tidak dapat menggerakkan tubuhnya. Anak itu membuka matanya perlahan - lahan. Dan hal yang pertama kali Dia lihat adalah Wajah seorang gadis yang cantik, Berambut hitam, berkulit sangat putih, Di mata Kirinya terdapat Mata yang mirip Jam yang ditutupi Rambut hitamnya. Dia bisa melihatnya sangat jelas, Gadis itu memakai Pakaian biasa.


Gadis itu juga terlihat sedang Tertidur pulas. Tubuh Gadis itu bersandar di pohon. Jelas ini membuat Anak itu terkejut karna Tertidur di Pangkuan gadis itu tapi.... setelah melihat wajahnya dari dekat, Anak itu pun Menjadi Tenang. Dan menyangka, Sesekali begini ternyata tidak buruk juga. Entah mengapa Rasanya Dia menjadi lebih tenang dari sebelumnya. Atau bisa dibilang, Dia dipaksa untuk tenang.


Tidak lama kemudian Mata Gadis itu terbuka dan saat bertatap dengan mata Anak itu dia pun berkata.


"Ara.. Sieg - san sudah bangun.."


Sieg pun berdiri dari tempatnya. Dan melihat sekelilingnya untuk memastikan sesuatu.


"Begitulah.. Ai, Kirito dimana?" Tanya Sieg.


"Mereka berdua berada di sana.." Ucapnya sambil menunjuk Jarinya ke Lokasi mereka berdua berada.


"Apa kau melindungi kami ketika Kami pingsan?"


"Ya, Tapi Sieg - san tidak perlu memikirkannya.. dan Sieg - san, Sedikit berubah."


'Dia sangat peka dalam hal seperti ini. Yah, aku tidak terlalu mempermasalahkannya sih.'


"Lalu, Tempat ini seharusnya sudah hancur sepenuhnya..."


"Tentu saja Aku memulihkannya kembali. Sieg - San juga tidak akan merasa nyaman jika Tidur di tempat begini"


"Aku tidak terlalu memikirkan tempatnya dan Terima Kasih Sudah membantuku."


"Ara.. Berterima Kasih kepadaku. Apa Sieg - San tidak takut denganku?"


"Tidak juga. Aku merasa sedikit takut sih. Tapi melihat wajah yang Imut itu membuat ketakutanku Sirna.." jawab Sieg dengan wajah Tenang. Sieg terlihat sedikit dewasa jika diperhatikan baik - baik.


Wajah Kurumi sedikit Memerah dan Berusaha untuk membalas Kalimat Sieg.


"Dapat Dipuji oleh Sieg - san. Aku sangat senang, Sudah berapa lama aku dipuji seperti itu.."


"Yah, kita harus kembali ke Kerajaan Felix itu. Aku masih memiliki hal yang harus kulakukan disana.."


Sieg pun berusaha untuk berdiri tapi dia merasa sedikit kesakitan. Kurumi pun membantu Sieg agar tidak terjatuh nanti.


"Bawa aku ke tempat Ai.."


"Baik."


Sieg pun mendekati Ai yang tidak sadarkan diri. Dan ketika sampai, Sieg merebahkan tubuhnya. Sedangkan Kurumi hanya melihat kejadian itu.


Sieg tidak diam melihat Kurumi diam saja. Walau masih ada sedikit rasa takut, tetapi Kurumi sudah berperan besar dalam Pertarungan ini. Pasalnya Bayangan Sung yang terkuat Itu adalah Beru, jika Beru bergabung menyerang Sieg. Pasti Sieg tidak dapat bertahan, dan Luka yang dia dapatkan sangat Parah.


"Jangan Diam saja. Kau bisa merebahkan dirimu di sampingku. Anggap saja ucapan terima kasihku.."


Kurumi menunjukkan senyuman yang lembut dan menjawab Baik.


Kurumi pun merebahkan Tubuhnya di sisi kiri Sieg dan Ai di kanan. Di saat itu Sieg akhirnya menyadari posisinya. Ditemani oleh Kedua gadis cantik di kedua Sisinya. Benar - benar terasa mantap bagi orang lain. Tapi Sieg membuang jauh - jauh pikiran itu.


"Dunia ini indah juga..." ucap Kurumi.


Sieg yang mendengar Ucapan Kurumi terkejut. Dan dalam pikiran ada kalimat 'apa dia benar - benar Kurumi?'


"Sieg - San kelihatannya terkejut saat aku mengatakan kalimat itu.., Apa aku tidak bisa mengucapkan kalimat yang sama dengan orang Normal?"


"Tidak.. malahan Ini sudah sangat bagus. Dan aku ingin bertanya sesuatu.."


"Tanyakan saja Sieg - San.."


"Kenapa saat pertama kalinya kita bertemu, kau sudah tau bahwa aku yang memanggilmu. Dan Apa kau tidak berpikir untuk pulang ke dunia asalmu?"


"Mudah saja Sieg - San. Aku menembakkan Peluru Yuddo ke Cahaya yang membawaku. Dan informasi itu memasuki kepalaku.."


"Jadi begitu ya.."


"Dan dunia asalku. Aku tidak berpikir ingin kembali ke sana lagi, Bersama Sieg - San saja entah kenapa aku terasa hidup."


Kalimat itu seakan - akan mencintai Sieg dan Sieg berpura - pura tidak mendengar yang tadi


"Jadi Kau berasal dari Kurumi yang mana?. Aku tau kau sudah mengetahui tentang kemampuan pemanggilanku ini."


"Tentu saja. Dan selama ini aku Cuma Fiksi kah..."


"Apa kau marah?"


"Tidak juga. Tapi seandainya aku tidak diciptakan oleh mereka, Mungkin aku tidak akan bertemu dengan Sieg -san. Dan Tentang kemampuan Sieg - San, Aku berasal dari dimensi Yang berbeda."


"Dimensi yang berbeda?"


"Dunia yang kutempati Sebelum datang kesini. Tidak ada yang namanya Itsuka Shido."


"Tidak ada Itsuka Shido.."


[Sieg ini sangat Jackpot!!]


'Kenapa tiba - tiba?'


[Kalo di dunianya tidak ada Itsuka Shido berarti kau bisa memasukkannya daftar hare -]


'Stop.'


[Ke - kenapa?]


'Aku sama sekali tidak berniat untuk membuat hal seperti itu. Lagipula, lihat umurku dulu berapa?, Jadi aku tidak akan membuat hal begitu'


"Sieg - San?"


"Ah maaf, tapi berasal dari dimensi yang berbeda kah? Itu terdengar sangat keren"


"Aku senang ceritaku dapat menghibur Sieg - san"


'Padahal Cerita itu tidak pantas untuk Dianggap Sebagai Hiburan' Pikir Sieg


"Dan bagaimana menurutmu, tentang melihat dirimu di dimensi yang lain Jatuh cinta? Jujur saja aku lumayan penasaran dengan itu.."


"Menurutku kah. Yang bisa kukatakan hanyalah Terkejut benar - benar terkejut. Dan tak kusangka diriku mampu melewati ujian yang sangat banyak. Dan dia memiliki Tujuan yang baik. Serta jatuh cinta dengan seorang Pria yang kelihatan Payah. Itu sangat membuatku tidak dapat berkata apa - apa."


"Hahaha... Tapi setidaknya. Kau merasa sedikit senang bukan? Dapat melihat dirimu yang senang."


"Ya. Aku sangat gembira dan Sangat Iri...." Kata yang - kata yang terakhir itu tidak dapat Sieg dengar. Tapi dia dapat mengetahuinya dengan melihat pergerakan mulutnya.


"Kalau begitu.. Apa kau ingin mengikuti kami?"


"Maksud Sieg - San?"


"Maksudku.. adalah jangan beranggapan Dirimu sebagai bawahan ku lagi. Kau sekarang sudah menjadi bagian dari keluargaku. Dan Kau juga tidak perlu memakai Bahasa yang formal." Ucap Sieg sambil tersenyum.


"Baiklah. Terima kasih Sieg - san."


Dan Kurumi langsung merangkul lengan Sieg dengan kedua tangannya. Tentu tindakan yang Kurumi lakukan ini Membuat Sieg terkejut. Tapi melihat Wajah Kurumi yang sangat gembira Sieg membiarkannya.


Dan Tidak lama kemudian, Kurumi kembali lagi tertidur. Sieg pun berdiri dari tempatnya walau masih sulit sih.


"Aduh duh duh. Ini sangat menyakitkan. Bagaimana caranya ke Kerajaan Felix dengan keadaan yang sepertti ini?"


[Kirito dan Ai tidak terlalu terluka parah.. yang parahnya hanya kau dan Kurumi saja]


"Kurumi juga ya. Bagaimana bisa?"


[Kau tidak tau. Di saat kau tidak sadarkan diri. Kurumi memundurkan waktu tempat ini agar seperti sedia kala kembali. Kau pikir berada Reiryoku yang harus digunakan]


"Jadi Begitu Kurumi benar - benar baik. Dia lebih suka Melakukan perbuatan yang baik secara diam - diam. Aku harap Kurumi yang sekarang tetap seperti itu seterusnya..."


Sieg melihat di sekitarnya untuk memastikan sesuatu


"Mantan teman kelasku dan Para Prajurit itu ada dimana..?"


[Sebenarnya tepat dalam pertarunganmu saat itu. Mereka sudah dibawa kembali oleh Divine Beast itu]


"Divine Beast itu ya. Tapi.. dia terasa sangat lemah sebagai Divine Beast. Dan tak kusangka meskipun dia Terluka Sangat parah Dia masih dapat menggunakan Sihir tingkat tinggi."


[Tentu saja dia yang lemah. Dalam kategori urutan kekuatan Divine Beast. Divine Beast bernama Argus itu yang terlemah]


"Kalau Kurama dimasukkan dalam kategori berada di Urutan keberapa?"


[Keempat atau Kelima]


"Terlalu jauh... Aku perlu meningkatkan kekuatan saat ini. Tapi, Semakin aku kuat semakin sulit juga menaikkan levelku"


"Dan aku harap Tidak bertemu dengan mantan temanku itu dan kalau kebetulan bertemu dengan mereka berarti aku sedang sial terlebih lagi kalau dengan Airi - San"


[Heh, mengejutkan. Ini pertama kalinya aku mendengarmu mengatakan San kepada orang yang lain]


"Yah, hanya dia yang satu - satunya selalu perhatian kepadaku, tentu saja aku menghormatinya. Tapi berkat itu juga Aku dibenci oleh Siswa yang lainnya."


"Lalu System.. Aku ingin menanyakan sesuatu. Mengenai pertarungan tadi, Kenapa... kenapa Sung Jin Woo bisa berada disini. Apa ada seseorang yang masih memiliki Kekuatan sepertiku?"


[...]


'Jadi kau tidak akan menjawab. Kalau tidak bisa. Aku tidak akan memaksamu. Mungkin ada Hubungan dengan alasan Setiap kali kau ingin membocorkan sesuatu kau akan Tersiksa'


"Jika kau tidak mau menjawab. Setidaknya bisakah kau menjawab yang ini. Saat itu, Ketika dalam Wujud Amarahku. Kenapa aku bertemu dengan sesuatu yang aneh?"


[Maksudmu apa Sieg?]


"Tidak lupakan saja...." Sieg tidak ingin membahasnya.


Waktu itu. Tepat Pada saat Dia dikendalikan oleh Amarahnya. Sieg bertemu dengan sesosok dirinya. Hanya Wujudnya itu berbeda, Seluruh pakaiannya Itu berbeda. Memiliki Sayap seperti Malaikat tapi berwarna Hitam. Serta memegang Sabit layaknya seorang Malaikat Pencabut Nyawa.


'Apa mungkin itu seperti Kekuatan Elemen?. Tetapi, Tetap saja membuatku penasaran. Seingatku, Kekuatan Elemen Boboiboy itu sampai Solar... mungkin ada perubahan...'


Sieg menghilangkan pikirannya itu. Dan merileks kan Tubuhnya. Tubuhnya masih lagi terasa lelah, walau sudah tertidur tadi.


"Dan tubuhku sangat lelah, cepatlah bangun kalian semua.."


Sieg pun menduduki rumput yang nyaman itu.


...******************...


...Istana Raja Iblis...


Hening...


Di dalam ruangan Itu terasa sangat hening. Kesemua Raja iblis yang melihat pertarungan Sieg. Mereka semua menjadi terdiam. Kecuali satu yang masih meminum Secangkir teh.


Dia adalah Farha yang dalam wujud palsunya yaitu Seorang Pria gagah. Wujud aslinya adalah seorang wanita yang cantik tapi dia tidak pernah menjukkannya kepada siapapun kecuali orang yang dia percayai.


"Sekarang apa kalian ingin mengikuti kami tentang perdamaian antara Ras atau tidak. Kami tidak akan mengurusinya tapi Utusan Dewa tersebut yang mengurusi kalian"


Raja Iblis yang masih lagi tidak setuju tentang usulan tersebut menggertakan gigi. Kecuali Raja Iblis yang mendapatkan pertolongan utusan dewa. Mereka mengetahui seberapa mengerikan kekuatan Utusan dewa itu. Apalagi melihat dengan mata sendiri untuk kedua kalinya.


Mereka sangat kagum sedangkan Raja Iblis yang tidak mendapatkan pertolongan dari Utusan Dewa tersebut terlihat sangat marah, kesal, dan benci.


Dan akhirnya. Belum ada satupun yang mengatakan sesuatu. Dan membuat para Raja Iblis tidak setuju meninggalkan ruangan tersebut tanpa satu kata pun yang dikeluarkan.


Dan menyisakan Farha beserta 9 Raja iblis lainnya.


"Hah , mereka keras kepala sekali.."


"Sebegitunya kah pentingnya harga diri mereka?"


"Yah, sudahlah. Dari pada melanjutkan ini terus. Farha bagaimana sekarang?"


Farha pun menunjukkan wujud aslinya yaitu Wanita yang sangat cantik.


"Hum....." Farha memegang dagu layaknya seorang detektif.


"Woy Farha!!"


Farha pun tersadar kembali.


"A - apa?.."


"Kenapa malah diem saja dari tadi."


"Tidak. Hanya saja wujudnya tadi membuatku sedikit berdebar - debar" ucapnya Dengan wajah yang memerah.


Kesembilan raja iblis tau apa yang dimaksudkan dengan Farha. Dan meninggalkan Seorang diri yang berpikiran sesuatu.


Farha yang dari tadi memikirkan sesuatu.


'Wujudnya tadi membuatku sangat tergoda. Ada apa dengan wujudnya yang barusan itu sangat keren!!'


Dan Rapatpun ditutup dengan diakhiri oleh Farha yang tergila - gila dengan seseorang.


...*******************...


Akhirnya Update juga. Dan Untuk jaga - jaga, Thor sarankan untuk membaca Chapter - chapter sebelumnya. Karna Thor udah Ubah dratis. Yah, palingan yang banyak Berubah itu Chapter 02, 03, 04, 05 dan 06, kalo gak salah. Thor tidak paksa sih untuk baca ulang karna mungkin bisa saja membosankan bagi kalian.


Kata - kata yang tidak pantas pun sudah Thor Hilangkan. Dan Seperti biasa...


Kalian bisa memberikan Saran dan Kritiknya di Kolom Komentar.


Mau lanjut?, Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share .


See You In The Next Chapter 👋👋👋