
"Satte.. Sekarang aku berada di mana?" Ucap Sieg yang saat ini berada di lokasi yang Ia tidak ketahui atau ini pertama kalinya Ia berada di tempat seperti ini.
Pasalnya, Di sekitarnya ramai Perempuan dengan Handuk putih. Yang pastinya, Para Gadis ini sedang membersihkan Tubuh mereka alias Mandi.
Dikarenakan Kedatangan Sieg yang tiba - tiba, Sontak semua Gadis itu sempat terdiam tetapi Tidak lama kemudian, Para Gadis itu mengeluarkan Nafsu membunuh yang kuat.
Bahkan Sieg tidak menyangka bahwa para Gadis ini memiliki Nafsu membunuh yang kuat dan mengeluarkan Keringat dingin. Jika memiliki Nafsu membunuh yang kuat berarti para Gadis ini sangat kuat.
Namun, ada yang aneh yaitu Nafsu membunuhnya semakin lama, semakin kuat seolah - olah para Gadis ini sangat membenci Lelaki. Dan Sieg akhirnya menyadarinya, Kalau Para Gadis ini memang membenci para Lelaki.
'Ah. Mati..' pikir Sieg dengan pucat tetapi tidak dapat dilihat oleh Para Gadis itu karena mengenakan Topeng.
...***************...
...•Flashback Start•...
Setelah Sieg lumayan jauh dari Desa yang menjadi Tempat Penginapan mereka. Mereka akhirnya berniat untuk menggunakan Portal Rinnegan Sieg. Karena menuju ke sana juga sangat jauh. Tetapi, Karena Lokasi Turnamen muda itu memiliki Pelindung yang kuat. Saking kuatnya, Mungkin Portal Rinnegannya tidak aktif atau akan mendapatkan masalah saat Diaktifkan.
"Kalau begitu, Aku akan mengeluarkannya." Ucap Sieg sambil mengaktifkan Portal Rinngenannya.
Sebuah Portal ungu dengan ukuran 2 Meter muncul di hadapan mereka. Sieg sedikit terkejut, Pikirnya mungkin Tidak akan Aktif tapi ini malah Aktif.
Tanpa Pikir panjang lagi Sieg dan yang lainnya pun memasuki Portal itu tetapi, Ketika mereka memasukinya Sieg dan lainnya merasa aneh atau ada masalah.
Masalahnya adalah Portal Rinnegan Sieg mulai terlihat tersedot - sedot dan menarik Sieg dan lainnya ke tempat yang tidak mereka tuju.
Sieg merasa sedikit panik jika harus berpisah dengan rekan - rekannya. Khawatir jika Ai, Ayu, dan kedua Elf itu kalau berada di tempat yang aneh. Walaupun yang Ia sangat khawatirkan adalah Ai.
Lantas Sieg meletakkan 3 Shadow Soldiernya di bayangan Ai termasuk Shirou sekaligus agar keamanan Ai meningkat. Tidak hanya itu, Sieg menambahkan 9 Shadow Soldiers di bayangan semua rekannya termasuk Rimuru meski Rimuru memiliki Ranga.
"Jika kalian menemui Musuh yang kuat segera larikan diri!!!" Teriak Sieg sebelum akhirnya berpisah dari mereka
Mendengarkan Teriakan Sieg. Mereka semua hanya mengangguk dan Mereka pun berpisah.
...•Flashback End•...
...******************...
Dan Sieg yang sekarang terdampar di Tempat yang tidak pernah ia duga Yaitu Pemandian Para Gadis. Untungnya Sieg tidak tergoda dengan semua gadis ini. Karena semua Gadis ini ternyata juga sangat cantik tidak lagi semuanya memiliki kulit yang putih.
Kembali Ke Topik
Semua Gadis itu langsung menyerang Sieg dengan cepat sembari mengenakan Pakaian mereka masing - masing.
Ada yang menggunakan selendang ataupun Pedang Tipis seperti Asuna sebagai Senjata dan menyerang Sieg secara Bersamaan.
Melihat Dirinya akan diserang oleh para Gadis terlebih lagi jumlahnya sangat banyak. Sieg pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman ini.
"Hei tenang dulu. Onee - san tachi... Aku -"
"Tidak ada yang perlu didengarkan dari seorang Pria!! Bunuh dia.!" Teriak salah satu Gadis memotong kalimat Sieg.
"""Baik Tetua!!""" Jawab semua Gadis itu.
Mendengar kata Tetua, Sieg kepikiran sesuatu. Kata Tetua biasanya digunakan untuk kelompok - kelompok sebagai menentukan Tingkat Kekuasan mereka di kelompok tersebut.
Sieg pun mengira jika Tempat dia terdampar adalah Tempat yang ditempati salah satu kelompok besar. Kenapa dikatakan Besar? Karena Jumlah Gadis ini sangat banyak mengejar Sieg, Jika anggotanya banyak berarti Ini adalah Kelompok Yang besar. Namun, masih ada yang aneh yaitu tidak ada satupun lelaki disini kecuali Dirinya.
'Ah. Aku akhirnya menyadarinya.. betapa sialnya diriku.." Gumam Sieg tersenyum pahit.
Sieg pun mengetahui bahwa Kelompok yang Ia hadapi(Lari), ini adalah Kelompok yang tidak menerima Lelaki.
Hal seperti ini Sieg dapat menebaknya. Tidak terlalu mengejutkan jika ada kelompok Yang isinya hanya Perempuan saja karena bagi Sieg kejadian ini terlalu klise.
"Jangan biarkan dia lari!!" Ucap Tetua Cantik itu.
Semua Para Gadis itu pun kemudian melompat ke sana - sini layaknya Asassin dan langsung menyerang Sieg dengan Pedang Tipis itu sedangkan Para Gadis dengan selendang menyerang dari jarak jauh.
Karena Sieg tidak ingin melukai Para Gadis itu, Sieg pun menciptakan Dua pedang UBW untuk menangkis semua serangan Yang datang. Dengan levelnya sekarang, Tusukan - tusukan seperti ini dapat Ia tangkis meski hanya dengan pedang.
Melihat Kedua pedang Yang tiba - tiba muncul di tangan Sieg. Baik Itu Tetua maupun para Gadis terkejut melihat kejadian itu, dan berpikir jika Sieg adalah Sosok yang kuat karena dapat mengeluarkan Pedang Dari Sihir ruang padahal Pedang itu diciptakan oleh Sieg.
"Semuanya Hati - hati!! Dia bukan Pria biasa!!"
'Dia bukan Pria biasa kah? Seharusnya dalam kondisi seperti ini dia menyebutku 'bukan Anak biasa'..." Pikir Sieg
Semua para Gadis itu pun menjadi waspada dan memulai serangan mereka.
Dengan cepat Sieg menghalangi semua serangan itu dengan kecepatan luar biasa dan mengaktikan Sharingannya karena Lawannya sedikit cepat dan jumlahnya..
Ting
Ting
Ting
Ting
Krang
Krang
Saking banyaknya serangan itu dan cepatnya. Sieg dibuat kagum oleh mereka tetapi, yang membuat Sieg merasa Kagum adalah Meskipun jumlah mereka sangat banyak namun, mereka semua dapat bekerja sama dengan baik dan Formasi ini juga sangat luar biasa.
Sedangkan para Gadis terkejut melihat keterampilan Sieg dalam berpedang sekaligus Bingung kenapa Sieg tidak melancarkan serangan kepada mereka.
Bahkan Tetua tersebut pun merasa bingung dan ingin menghentikan menyerang Sieg tetapi, mengingat kejadian Sieg mengintip mereka semua membuat Nafsu membunuhnya semakin kuat.
"Semuanya Mundur. Biarkan Aku yang mengurusinya." Ucap Tetua tersebut.
"""Baik Tetua!"""
Para Gadis itu langsung mundur begitu mendengarkan Kata - kata Tetua itu.
Sieg pun memiliki waktu untuk menghela nafas lega karena tadi Tidak memiliki waktu bernafas demi menahan semua serangan tersebut.
Setelah itu, Sieg pun menoleh ke arah Tetua Cantik itu.
"Etto.. Jadi begini.. Ini sebenarnya sa -"
"Tidak ada yang perlu dibicarakan. Jika kau bisa mengalahkanku, Aku akan mendengarkanmu tapi jika kau kalah berarti Mati." Lagi - lagi Tetua itu memotong Kaliamat Sieg.
'Haah... Pada akhirnya ini akan berakhir dengan pertarungan..'
"Baiklah. Aku terima itu."
"Kalau begitu. Bersiaplah !!" Ucapnya sembari langsung menyerang dengan Selendang tersebut.
Dengan Sigap, Sieg langsung menangkis Selendang itu dengan menebas secara Vertikal namun, Selendang itu tiba - tiba berubah arah menuju ke Wajah Sieg.
Sieg pun berniat menebas selendang itu dengan sekuat tenaga tapi, sesudah ia menebasnya Pedangnya justru hancur berkeping - keping. Melihat itu, Sieg sedikit mengeluarkan Essence Flame untuk melindungi tubuhnya dari Selendang tersebut.
Ketika Selendang itu bertemu dengan Essence Flame Sieg. Kali ini, Selendang itu yang terbakar. Essence Flame itu pun langsung mengalir menuju ke Tubuh Tetua itu.
Tetua Itu merasa sedikit terkejut melihat Selendangnya terbakar dan Api yang menuju ke arahnya. Ia berusaha untuk melepaskannya dari selendang itu tapi, Ia sudah terlambat karena Api Ungu itu terlalu cepat.
'Apa jangan - jangan dia tidak sempat!!' Kaget Sieg dalam hati.
Dengan Cepat Sieg menggunakan Amenotejikara untuk menyelamatkan Gadis itu barusan.
Sieg bertukar tempat dengan Tetua itu sampai - sampai Para Gadis maupun Tetua itu terkejut melihat kejadian ini.
Sedangkan di sisi lain, Essence Flame yang mengalir ke arah Sieg. Sieg pun melenyapkannya hanya dengan Satu Lambaian tangan tapi...
'Eh? Aku tidak dapat melepaskan diri dari selendang ini..' Pikir Sieg
Sieg kaget, saat mengetahui itu. Pasalnya Selendang tersebut tidak dapat Ia lepas dan terus melengket di tangannya.
Tetua dan para Gadis itu kembali menatap ke arah Sieg yang saat ini sedang berusaha melepaskan diri dari Selendang Tetua tadi.
'Apa di barusan menyelamatkanku?' Pikir Tetua cantik itu.
Tapi, ketika mereka semua menatap ke arah Sieg. Mereka pun kepikiran itu adalah kesempatan yang bagus untuk menyerangnya namun, pada saat yang bersamaan mereka ragu karena Sieg sudah menyelamatkan Tetua tadi.
"Hei. One - san Tachi. Bisakah kalian jelaskan ada apa dengan selendang ini?"
Ucapan Sieg berhasil menyadarkan kembali Para Gadis itu serta Tetua tersebut.
"Ehem. Percuma saja, Orang yang bukan berasal dari Clan Bulan Indah dan Seorang Pria tidak akan melepaskan diri dari selendang itu" Tetua itu menjelaskan.
"Begitu... Eh? Bentar Clan Bulan indah?!!" Sieg terkejut saat mengatahui Kalau lokasinya Berada di Salah satu Kelompok terkenal.
'Pantas saja, mereka sangat marah dengan Pria...' Pikir Sieg.
"Kau tidak mengetahuinya?, padahal kau sudah memasukinya."
"Aku ingin menjelaskannya tapi.... kalian duluan yang menyerangku saat Berada di dalam pemandian itu..."
Mendengar ucapan Sieg. Mereka semua kembali mengeluarkan Nafsu membunuh yang kuat karena mereka kembali mengingatnya jika Sieg adalah seorang Pria!! Dan sudah mengintip tubuh mereka!!
Sampai - sampai soal Kejadian yang Sieg selamatkan Tetua tersebut dilupakan dalam sedetik
Lantas para Gadis Termasuk Tetua itu menyerang Sieg bersamaan karena Geram dan marah.
'Aduh. Bagaimana ini?'
Satu - satunya pilihan yang tersisa adalah Melarikan diri dari Tempat itu. Tapi, Lokasinya tidak ia ketahui dan tempat ini sangat asing, jadi Sieg tidak tau Dimana Pintu keluar.
'Kalau begitu, aku akan lari sambil menghalang semua serangan mereka..' Pikir Sieg.
Sieg memulai Pergerakan membuat para Gadis serta Tetua waspada
Dan Serangan beruntunpun dimulai, Sieg secara Otomatis mengaktifkan Sharingannya karena Dia hanya bisa menghalangi dengan satu tangan. Tangannya yang satu lagi dihalangi oleh Selendang tetua tersebut.
Sieg menggunakan Teknik Keterampilan pedangnya untuk memukul mundur para Gadis itu, Meski hanya Sekilas Sieg mengumpulkan Sedikit Mana di Pedang UBW nya untuk menciptakan Gelombang Angin
Dan Sieg pun melakukan itu hingga semua Gadis yang menyerang Sieg terdorong jauh.
Sieg pun tidak membuang kesempatan ini. Ia langsung lari menuju ke arah dimana yang terlihat terdapat Pintu keluar dari tempat ini.
Melihat Sieg ingin melarikan diri. Semua Gadis itu semakin Marah dan ingin membunuh Sieg.
"Jangan biarkan Dia Lari!!" Perintah Tetua tersebut
Dan Dimulailah kejar - kejaran Sieg sembari menangkis semua Tusukan maupun Serangan Selandang tersebut.
...***************...
"Pe - pemimpin. Saya Ingin melaporkan sesuatu!!" Ucap seorang Gadis yang berada di dalam ruangan.
Di dalam Ruangan itu terdapat seorang Gadis dengan Rambut Hitam panjang, dan memiliki Warna Mata yang jarang Dilihat Yaitu warna Ungu. Serta wajahnya? Tidak perlu ditanyakan lagi, sangat cantik.
Laporan dari Gadis tersebut membuat Pemimpin itu mengerutkan dahinya dan terlihat marah sejenak.
"Laporan seperti apa?"
"I - itu... Ada seorang Pria yang baru saja memasuki kedalam Tempat Pemandian Perempua -"
Belum menyelesaikan perkataannya, Seketika Aura Dari Pemimpin (Gadis) itu keluar. Walau Wajahnya masih terlihat tenang - tenang saja tapi Di dalamnya ia sangat marah.
Bahkan Gadis tersebut mengeluarkan keringat dingin.
"Terima Kasih Atas Laporanmu. Sekarang keluarlah, Aku akan menyusul" ucapnya dingin.
Dengan terburu - buru. Gadis tersebut meninggalkan Ruangan itu.
Setelah itu, Pemimpin itu langsung memukul mejanya sampai Hancur berkeping - keping karena terlalu emosi.
'Aku harus segera menyusul...'
...*****************...
Sementara itu, di Tempat Sieg
Sieg sudah mendapatkan Beberapa Goresan luka, bahkan Banyak darah yang mengalir dari tubuhnya serta Pakaiannya yang sudah Robek sedikit demi sedikit.
Sedangkan para Gadis tidak mendapatkan luka sama sekali. Palingan yang mereka dapatkan adalah Gelombangan Angin dari Sieg.
Sieg bisa saja menyembuhkan lukanya tapi, Ia tidak mau karena pikirnya jika Sieg mendapatkan luka yang lebih banyak, mungkin para Gadis itu tidak akan Menyerangnya lebih jauh lagi.
Dan Apa yang Sieg pikirkan itu benar. Baik itu para Tetua dan Gadis itu, Mereka semua mundur ke belakang setelah melihat tubuh Sieg yang dipenuhi dengan darah maupun Luka.
Mereka mulai merasa ragu untuk melukai Pria di hadapan mereka. Tidak lagi saat mereka menyadari bahwa Pria itu masih lagi Berumur 10 Tahun. Dengan kata lain, mereka baru saja membuli Anak Kecil.
'Dia tidak menyerang kami, dan hanya menangkis serangan kami.. Apa jangan - jangan ini memang salah paham...?' Pikir Tetua Cantik dengan ragu
Begitu juga dengan Para Gadis lainnya yang saling bertatapan, seolah - olah ingin memastikan apa ini benar. Meski, Sieg itu seorang Pria, tetapi apakah ini tidak salah? Melukai Seorang anak yang berumur 10 tahun?
"Tetua. Bagaimana ini? Apa kita lanjutkan?" Bisik seorang Gadis yang tiba - tiba muncul di samping Tetua itu..
"Aku juga tidak tau. Tapi, dia adalah seorang Pria dan sudah mengintip kita.. jadi kita harus membunuhnya.." ucap Tetua itu dengan ragu
"Tapi.... Anak itu tidak membalas serangan kita sama sekali.. dan dia masih Muda.. Apa kita tidak bisa melepaskannya.." Bujuk Gadis itu karena Ia merasa kasihan. Ia juga merasakan Sieg tidak memiliki Niat jahat, dan Terasa seperti anak yang baik.
Tetua itu sempat berpikir dan Ia tidak dapat memutuskan ini semua sendirian, jadi dia meminta keputusan dari Anggota - anggotanya.
"Apa kalian tidak apa - apa membiarkannya pergi?" Tanya Tetua itu sembari menengok ke belakang.
Dan Hasilnya adalah semuanya setuju, tidak ada satupun yang keberatan Akan hal itu.
'Sepertinya aku yang jahat disini..' Pikir Tetua cantik itu, dia bahkan mulai merasa bersalah karena sudah berpikir harus membunuh Sieg.
"Baiklah jika begitu. Kita akan lepaskan dia."
Semua Para Gadis pun menghela nafas lega. Meskipun tubuh mereka sudah dilihat oleh Sieg tapi, Sieg masih lagi anak - anak yang artinya mereka tidak keberatan dilihat oleh Sieg selama Sieg dapat melupakan Kejadian hari ini.
Tetua cantik tersebut pun menatap ke arah Sieg..
"Soal kejadian ini lupakanlah, pergilah.. Tapi ingat kau harus lupakan kejadian ini dan Jangan pernah datang kembali.." Ucapnya dingin.
Sieg yang mendengar itu akhirnya dapat merasa lega.
"Terima Kasih, Karena sudah bersedia untuk membebaskan Saya. Dan maafkan saya karena Sudah menganggu anda.." Ucap Sieg sambil menundukkan kepalanya.
'Anak ini ternyata sangat sopan. Berarti ini hanya salah paham.. Tapi aku tidak dapat membiarkan anak ini tinggal disini lebih lama lagi.. Dia harus pergi sebelum Pemimpin datang..'
"Pergilah cepat. Nanti masalah akan timbul jika kau masih berada di sini."
"Baiklah"
Sieg pun dengan segera menuju ke arah Dimana yang menurutnya terdapat pintu keluar dari Tempat Tersebut dan berjanji tidak akan datang ke tempat mengerikan seperti ini.
Tidak berselang lama, Sieg akhirnya menemukan Pintu Keluar dari Tempat tersebut.
Sieg pun ingin cepat - cepat meninggalkan tempat tersebut namun....
BOOM
BOOM
BOOM
BANG
Ketika Sieg ingin membuka Pintu gerbang tersebut. Tiba - tiba saja Terdapat 3 Api dan ditambah satu Pukulan Angin menyerang Dirinya.
Sieg tidak sempat menghindari itu dan Terkena telak sehingga luka tubuhnya Menjadi lebih parah.
'Ugh.. Apa - apaan i - !!'
Mata Sieg menjadi lebar saat melihat Jumlah Mana orang yang menyerang dirinya tadi.
Yang benar saja jumlah Mana tersebut setara dengan dirinya.
'Tak kusangka di dunia ini masih ada orang sekuat ini.. dan dari kekuatannya.. mungkin dia adalah Pemimpin Kelompok ini, aku sangat sial...' pikir Sieg sambil tersenyum pahit.
Bahkan, Sieg merasa kagum melihat kecantikan Gadis itu. Hanya saja... Wajahnya yang dingin itu saat melihat Sieg sangat menakutkan.
(Author : Anggap saja sepert ini. Sourcenya dari Pinteres. )
"Jadi... Kau adalah Pria yang memasuki Ke dalam Tempatku tanpa Izin..?" Ucapnya dingin.
Sieg pun berdiri dari tempatnya sembari memegang Tangan Kirinya yang masih terluka. Ia tidak dapat menyembuhkannya dulu dengan Essence Flame karena Takutnya nanti Musuh ini menambahkan dampak serangannya.
"Maafkan saya karena sudah memasuki ke dalam Tempat anda tanpa izin.. Tapi ini hanyalah kecelakaan.."
"Kecelakaan? Memasuki ke dalam Pemandian para Gadis dan Mengintip serta hampir melihat seluruh tubuh para Gadis Anggota Clanku, itu kau katakan kecelakaan?"
"..."
Sieg tidak dapat membalasnya. Tapi itu memang kecelakaan, dan Sieg tidak tau cara menjelaskannya semua ini.
Melihat Sieg yang tidak membalas sama sekali. Pemimpin itu kemudian Menyerang Sieg karena menyangka jika Sieg berbohong pada dirinya.
"Kalau begitu. Matilah."
Ia langsung menyerang dengan selendangnya. Selendangnya terlihat seperti biasa.. tapi Selendang itu terdapat sebuah Mana yang pastinya Tubuh Sieg akan terluka.
Sieg mencoba menghalanginya tapi, kekuatan Selendang itu terlalu kuat hingga pedang UBW hancur berkeping - keping.
Tidak sampai disitu, Selendang itu menangkap pergelangan Tangan Sieg lalu menarik Sieg dan melemparkannya sampai - sampai Sieg menabrak sebuah Dinding keras.
Sieg pun langsung mengeluarkan Seteguk darah yang segar, dikarenakan Ia memakai Topeng Kitsunenya maka Darahnya hanya mengalir dari mulutnya dan menetes ke bawah dagunya..
'Gadis ini sangat kuat...'
Sieg mencoba untuk lari tetapi, Itu sudah disadari oleh Gadia tersebut.
"Ingin lari? Tidak semudah itu.."
Ia kemudian menyerang kembali dengan selendangnya. Jarak antara Sieg dengan selendang itu hampir beberapa meter lagi.
Sieg yang menyadari itu tidak dapat menghindar dan hanya bisa menangkisnya dengan tubuhnya namun.. selendang itu tiba - tiba saja dihalangi oleh seorang Gadis cantik.
Ya, Gadis itu adalah tetua yang barusan saja membiarkan Sieg pergi.
Pemimpin itu mengerutkan dahinya melihat Anggota Klannya menghalangi serangannya.
"Silvi. Apa yang kau lakukan? Kau barusan melindungi seorang Pria.."
"Ma - maafkan saya Pemimpin tapi... tolong biarkan dia bebas karena baik saya maupun para Gadis lainnya sudah tidak keberatan dengan hal itu (Pemandian)" ucapnya ketakutan
Semua Para Gadis mulai berkumpul disekeliling Sieg dan juga mengangguk setuju kepada Pemimpin tersebut.
Namun Pemimpin itu masih lagi dingin dan tidak peduli apa yang Tetua itu katakan.
"Aku tau kalau kalian tidak mempermasalahkan masalah ini lagi.. Tapi, yang memutuskan ini adalah aku bukan kalian Atau.. kalian ingin melawan Pemimpin kalian sendiri?"
Semua Para Gadis tak terkecuali Tetua itu menggertakkan gigi mereka karena mereka tidak dapat membalas maupun melawan Tetua mereka.
"Minggir.. aku akan mengurusi Pria ini"
"To - tolong dipikirkan lagi Pemimpin. Anak ini masih berumur 10 Tahun, dan Ia sama sekali tidak melukai kami meskipun kami menyerangnya. Oleh karena itu.. tolong diberikan kemudahan kepada Anak itu.." ucapnya ketakutan sembari berkeringat dingin
Kali ini, Pemimpin itu mengeluarkan sedikit aura menakutkan. Ia tidak menyangka jika Tetua Clannya akan berkata seperti itu pada dirinya. Bahkan memaksa dirinya untuk mengubah kuputusannya..
"Sepertinya kau benar - benar ingin melawanku.."
"Ti - tidak.. maafkan Saya Pemimp - Agh!"
Belum menyelesakan perkataannya. Leher Tetua itu dicekik oleh Pemimpin mereka. Sehingga semua Para Gadis mulai ketakutan dan berlutut satu per satu.
Tetua itu mencoba untuk melawan tetapi, Kekuatannya antara Pemimpin itu berbeda jauh. Jika dia melawannya mungkin dia akan mati dalam sekejap.
"Untungnya kau adalah Anggota Clanku. Untuk kali ini, aku akan membiarkanmu." Ucapnya melepaskan dari mencekik Tetua tersebut.
Kesadaran Tetua itu hampir hilang karena Kehabisan Nafas. Bahkan Ia tidak memiliki tenaga untuk berdiri.
Beberapa Anggotanya mulai mendekati Tetua tersebut untuk menolong Tetua itu.
"Jika kalian semua tidak ingin hal yang sama. Segera menjauh dari sini..." ucapnya dingin
Semua Anggotanya dengan cepat lari sembari mengangkat tubuh Tetua tersebut dan menjauh dari tempat itu.
Mereka hanya berharap jika Anak tersebut masih dapat hidup meskipun sudah berhadapan Dengan Pemimpin mereka.
...*******************...
Sieg yang masih diam melihat itu merasa sedikit kesal dengan Pemimpin ini. Pemimpin ini bahkan tidak mengedipkan mata saat dia ingin membunuh Anggotanya.
Sieg mulai merasa jika harus membunuh Pemimpin tersebut namun... Entah kenapa ia tidak dapat melakukan itu. Pemimpin itu seperti tidak memiliki kehidupan di Dalam dirinya ataupun Emosi sama sekali.
'Mungkin dia memiliki Masa lalu yang kelam?'
Cuma itu satu - satunya yang dapat Ia tebak dan dia akan mencoba memastikannya lewat pertarungan.
"Sebagai Hukuman karena sudah memasuki Ke Tempat ini tanpa izin. Aku akan membunuhmu.." ucapnya dingin.
"Membunuhku? Coba saja kalau kau bisa".
Sieg akan meperovokasinya untuk melihat seperti apa sifatnya. Apa dia tipe orang yang cepat marah? Dan ternyata tidak. Pemimpin ini masih lagi Tetap dingin seperti biasa seperti menganggap Kata - kata Sieg adalah Angin yang baru saja lewat di hadapannya.
"Mencoba Memprovokasiku. Percuma saja.."
"Begitu. Tapi.. tindakanmu yang barusan itu apa? Kau baru saja ingin membunuh Anggota Clanmu.."
"Aku hanya memberikan rasa takut kepada mereka. Aku sama sekali tidak berniat untuk membunuhnya. Memberikan rasa takut adalah cara agar mereka menuruti perintahku."
"..."
'Ajaran dari mana itu?' Pikir Sieg.
"Tidak perlu bicara lagi. Kau harus Mati."
Pemimpin itu langsung menyerang Sieg dengan cepat. Untungnya Sieg mengaktifkan Mata Sharingannya dan Ia dapat menghindarinya dengan mudah.
Meski sudah tau serangannya dapat dihindari Ia masih lagi tenang dan Tidak terkejut. Ia terus melancarkan serangannya walaupun Sieg dapat menghindar.
Dan ketika Sieg sedang dalam keadaan Menghindar tiba - tiba selendang tersebut mengelilingi di sekitar mereka hingga pergerakan Sieg menjadi terbatas.
'Sepertinya ini adalah Rencananya'
Karena Pergerakan Sieg terbatas, Ia akan sedikit serius. Dan Sieg pun menciptakan 4 Pedang, Satu diantaranya Ia berada di tangannya sementara 3 Lainnya melayang disekitarnya.
Kejadian ini membuat alis pemimpin tersebut naik, dan penasaran apa yang baru terjadi di hadapannya.
'Ilusi? Tidak. Ini bukan ilusi.'
Selendang yang ada di sekitar Sieg langsung mulai Menyerang Sieg dan Sieg yang menyadari itu lalu menggunakan 3 Pedang UBW untuk menghentikan selendang tersebut.
Tidak sampai Disitu, Sieg kemudian Mengayunkan pedang UBW yang berada di tangannya secara vertikal ke arah Pemimpin itu.
Pemimpin itu masih tenang dan memasang wajah dinginnya seolah - oleh pedang Sieg tidak berarti baginya.
Wajah dinginnya itu membuat Sieg kesal dan tanpa sadar ia menghentikan Ayunan pedangnya.
Sontak Pemimpin mundur beberapa langkah serta bingung apa yang terjadi Karena Sieg tiba - tiba menghentikan serangannya.
"Kau.. kenapa kau menghen -"
"Bisakah kau hentikan Raut wajahmu itu?" Ucap Sieg yang kali ini terkesan dingin.
"....Memangnya apa hubungannya denganmu?"
"Ada. Wajahmu itu membuatku merasa Kesal.."
Pemimpin itu menaikkan alisnya.
"Kau sedang mengejekku?"
"Tidak sama sekali. Aku hanya tidak mau melihat wajah cantik itu memasang Ekspresi seperti itu. Jujur saja, itu tidak cocok"
Pemimpin itu tetap dingin meski dikatakan cantik.
"Aku tidak tau apa yang kau katakan disaat - saat seperti ini. Tapi, lebih baik kau segera menghindar.." ucapnya mengingatkan
Setelah itu, Sieg langsung menyadari jika Saat berbicara dengan Pemimpin ini, Pemimpin ini ternyata menyiapkan serangan yang mematikan.
"A - !"
KAAAABOOOM.
Ledakan dengan dampak yang besar pun tercipta hingga Asap - asap pun bertebaran dimana - mana. Ledakan itu juga sampai menciptakan retakan Ratusan Meter dan Kawah Disekitarnya.
Sekarang Pemimpin itu yakin jika Sieg sudah mati dan menghela nafas. Ia langsung mengubah Wajahnya dratis yang dingin menjadi sedih
"Ternyata Anak itu juga bukan... maafkan aku karena sudah membunuhmu saat kau masih muda..." ucapnya sedih perlahan.
Ia pun berbalik ke belakang karena sudah tidak ada lagi yang harus Ia lakukan di tempat ini.
Dan ketika Ia berbalik ke Belakang. Tiba - tiba saja Ia merasakan perasaan aneh dan Kehadiran yang sama.
"Apa jangan - jangan dia masih hi - !!"
Ketika Ia menoleh ke belakang. Mulutnya langsung ditutup oleh satu tangan kecil yang hangat.
Ia mencoba menyerang orang tersebut tapi Ia langsung terdiam dengan mata Yang lebar. Tidak percaya dengan apa yang Ia lihat.
Dihadapannya kini, Terdapat seorang Anak berumur 10 Tahun yang tampan, memiliki Rambut berwarna putih serta memiliki Dua warna berbeda membuat Pesona dari dirinya terpancar.
Di wajah Anak itu terpasang senyuman seolah - olah sudah mendapatkan jawaban dari dirinya.
"Begitu.. Jadi kau menunggu seseorang yang dapat memberikan Perasaan yang hangat.. Kalau begitu, Aku bisa menjadi orang yang kau inginkan.. Namaku Sieg, Kurosaki Sieg, tapi sayangnya... Waktuku disini sudah habis, jika kau ingin menemuiku lagi, kau bisa melakukannya di Lokasi Turnamen muda.. Sampai Jumpa lagi, Kazumi Yuna..."
Setelah mengatakan itu, Tubuh Anak itu langsung memudar seperti ditelan sesuatu menyisakan Pemimpin Tersebut jatuh ke belakang dengan wajah yang tidak percaya serta mata yang lebar.
Ia memegang dadanya karena ia merasa sangat sakit setelah melihat Anak bernama Kurosaki Sieg tersebut.
'A - apa - apaan dengan perasaan ini.. Ini terasa nyaman, hangat, dan Sesak...' pikirnya dengan wajah yang memerah serta bercampur Wajah yang rumit karena tidak tau apa yang Ia rasakan saat ini.
Ini juga pertama kalinya Ia merasakan hal seperti ini dan Tidak menyangka jika Anak tersebut sangat Luar biasa, dan ingin memiliki Anak itu.
Dan Ia teringat dengan kata - kata Anak bernama Kurosaki Sieg.
"Lokasi Turnamen muda... Aku harus kesana..." ucapnya membulatkan tekadnya dan harus meminta penjelasan dari Anak tersebut.
...***************...
Pada saat yang sama di dalam hutan. Di dalam hutan tersebut terlihat seorang Anak berambut putih Tampan, Mengenakan Pakaian Putih yang robek - robek, dan Dua Warna Mata yang berbeda.
Anak itu lalu memperlihatkan wajah yang sedikit memerah karena teringat dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Apa - apaan itu!!! Aku sangat malu !"
Yap, inilah tokoh utama kita. Kurosaki Sieg, saat ini dia sedang melampiaskan Rasa Malunya dengan berteriak tidak jelas sana sini.
Dia bahkan ingin melupakan hal yang terjadi barusan.
Sebenarnya Sieg mengatakan itu karena Ia tidak sanggup lagi melihat Pemimpin itu selalu memperlihatkan wajah yang dingin.
Dan Sieg juga mengetahui alasan kenapa Peimimpin itu selalu memperlihatkan wajah yang dingin. Dia seperti itu karena Dia sedang menantikan Seseorang yang dapat memberikan perasaan yang hangat.
Sieg menyadari itu, dan ia ingin menjadi orang tersebut. Yaitu, Seseorang yang dapat memberikan Perasaan Hangat kepada Pemimpin itu
Dan Hasilnya ternyata itu berhasil, Pemimpin itu sudah memiliki Perasaan Hangat alias Cinta.
"Aku hanya ingin membuat dia merasakan apa itu Perasaan Hangat. Tapi, ini Aku malah membuatnya merasakan Perasaan cinta. Padahal, aku sama sekali tidak berniat seperti itu."
[Dia merasakaan Perasaan cinta itu karena kau memperlihatkan wajahmu]
"Tapi cuma itu satu - satunya cara agar tidak berhenti menyerangku. Jika aku tidak menyerangnya, mungkin dia akan membunuhku."
[Jadi kau menggunakan wajahmu sebagai Senjata? Cara itu adalah cara yang Tidak baik Sieg] System terdengar marah kepada Sieg karena Sieg menggunakan Wajahnya.
"Ma - maaf saja... tapi dalam keadaan seperti itu, mau bagaimana lagi."
[Sudahlah Sieg.]
Sieg pun hanya bisa terdiam dan berusaha melupakan kejadian memalukan tadi
Tidak lama kemudian Sieg pun jadi teringat dengan Ai dan lainnya. Ia ingin mencarinya tapi, Caranya tidak ada, Skill Seperti Teleportnya tidak aktif. Hingga Shadow Exchage sekalipun.
Map dan Telepatinya juga tidak aktif. Sieg semakin merasa khawatir dengan Hal itu.
"Bagaimana ini.. Aku harus menemukan mereka semua dengan cepat."
[Saran : Sebarkan semua Shadow Soldier anda untuk mencarinya di berbagai Tempat]
[Benar Sieg. Dengan Jumlah Shadow Soldiersmu sekarang, mungkin kita akan dapat menemukannya.]
"Terima Kasih atas sarannya, dan Dai kenja, kau akan menjadi Perantara antara aku dan Rimuru. Orang pertama yang harus kutemui adalah Rimuru karena aku dan dia sudah melakukan Kontrak"
[Mengerti]
Sieg dan Rimuru dapat bertemu dengan mudah karena Sieg dapat menggunakan Dai Kenja sebagai Petunjuk lokasi Rimuru.
Dai Kenja juga dapat memberikan lokasi Sieg Kepada Rimuru sehingga kedua - duanya dapat bertemu dengan mudah.
Ketika Sieg mencarinya, Sieg menjadi teringat lagi soal Kejadian memalukan itu dan kalimat yang dia katakan kepada Pemimpin Cantik itu.
Pemimpin itu bernama Kazumi Yuna. Sieg dapat mengetahui namanya dari Pemberitahuan Questnya saat ini...
...[Quest]...
...Seorang Pemimpin Clan Bulan indah bernama Kazumi Yuna sedang mencari sosok yang dapat memberikan Perasaan hangat kepada dirinya. Buatlah dirimu menjadi Sosok tersebut....
...Hadiah : Rasa Cinta Yuna kepada Anda akan meningkat 30%...
...Hukuman : Mati...
Dari Hukumannya saja. Dapat diketahui alasan Sieg menerimanya. Gara - gara hukumannya inilah yang membuat Sieg menerimanya. Sedangkan Rasa Cintanya Sieg tidak terlalu pikirkan karena Sieg mengira meningkat 30% tidak terlalu berarti.
Tapi, dikarenakan Sieg memperlihatkan wajahanya, maka secara otomatis Ras Cinta Akan meningkat sebanyak 80%.
Hanya dengan wajah Tampan? Rasa Cinta orang tersebut akan meningkat?
Wajah Tampan memang senjata yang berbahaya bagi Para Gadis....
...[Quest Selesai]...
...[Rasa Cinta Kazumi Yuna kepada Anda meningkat 80%, Sisa 20% lagi, maka Secara Otomatis, Ia akan selalu mencintai anda, Merindukan anda, dan dapat menikahinya tanpa masalah]...
"Untungnya hanya 80%, jika hanya 80%, itu artinya dia belum mencintaiku sepenuhnya.."
Sieg pun kembali mencari Rimuru dan yang lainnya...
...**************...
Yo, Lama tidak update kan? yah baru beberapa hari doang. Tenang aja dulu.. tapi Maaf kalau terlalu lama. Karena Thornya terlalu Sibuk. dan mungkin akan ada kesalahan kata - kata ataupun membosankan di Chapter ini. Jadi maaf saja ya.
Dan sekaligus Pesan jika Thor tidak update berarti Thornya Sibuk ataupun terkadang juga Lagi kurang Mood. Mengerti?
Cuma itu saja dan Jangan Lupa Dilike, Komen, Vote, Share dan Rate 5 Bintang.
See You In The Next Chapter👋👋👋
Jumlah Kata : 4410