I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 73 : TURUN TANGAN



"Akhirnya mereka selesai.." Gumam Sieg. Pertandingan Pertama sudah selesai, dan Ternyata Pertandingan tidaklah terlalu menarik karena kedua - duanya hanya menggunakan Skill yang terbilang sangat biasa.


Pertandingan ini juga bisa dibilang sangat membosankan.


Bahkan Divine Beast dan Kedua Sage terlihat mengantuk saat menonton itu.


Pertandinganpun berlanjut. Dan kali ini pesertanya bukanlah seorang pria melainkan Seorang Gadis. Ini membuat semua Para Penonton tertarik karena Yang maju kali ini adalah Seorang Gadis.


"Mereka semua mesum.." ucap Kirei yang tiba - tiba berbicara.


Untungnya Ucapan Kirei tidak kedengaran oleh para Penonton ini. Dan Sieg langsung menutup mulut Kirei dengan tangan kanannya.


"Kau tidak boleh berbicara seperti itu..." ucap Sieg .


"Tapi.. Para Pria ini memang mesum.."


"Ahaha..." Sieg tertawa canggung. Bukankah itu secara tidak langsung juga mengatakan bahwa Dirinya adalah seorang Mesum?


"Putriku. Tidak baik lho berbicara seperti itu.. Sieg juga adalah seorang Pria.." ucap Yukana kepada anaknya.


Dan Kirei langsung tersadar dengan ucapan Ibunya.


"Ma - maaf.."


"Ah, tidak apa - apa." Sambil mengelus - ngelus kepala Kirei.


Sieg melihat ke atas Panggung. Wajah Peserta itu Terlihat sangat percaya diri dengan kemampuannya dan Dia juga memaperkan senjatanya.


Sedangkan di sisi lain, Gadis yang satunya juga merasakan ada tatapan meremehkan dari Lawannya.


Ia pun mengambil kuda - kuda dan Seketika terdapat Tombak di Tangan Kanannya. Begitu juga dengan Lawannya, Tercipta satu Pedang satu tangan.


"Orang itu berasal dari Clan Pedang Tunggal " salah satu Penonton langsung menyadari asal dari gadis yang menciptakan Pedang itu


Clan Seribu Pedang dan Clan Pedang Tunggal hampir bisa dibilang memiliki Kekuatan yang mirip yaitu Menciptakan Pedang namun, Berbeda dengan Clan Seribu pedang yang dapat menciptakan Ratusan Pedang, Clan Pedang Tunggal hanya bisa menciptakan Satu pedang.


'Jadi Clan Pedang Tunggal mengirimkan Dua wakilnya ya...' Gumam Sieg.


Kembali Ke Atas Arena.


Gadis itu yang menggunakan Tombak dapat merasakan adanya tatapan meremehkan dari lawannya. Ia pun langsung melesat begitu Wasit mengumumkan Pertadingan bahwa Dimulai.


Dalam beberapa detik. Gadis itu langsung menusuk dengan kecepat luar biasa dan memainkan Tombak dengan indah namun, dengan mudahnya Semua serangan itu dipatahkan oleh lawannya.


"Kau harus kembali lagi setelah 1 tahun.. kekuatanmu saat ini tidak bisa menandingiku.." ucap lawannya dengan nada meremehkan.


Dan seketika Aura Pembunuh menyebar dari dirinya membuat Si Gadis terpental.


Tidak sampai disitu, Lawannya memainkan Pedangnya dengan sangat cepat seakan - akan ingin membunuh Si Gadis.


Para Wasit tidak tinggal diam dan langsung menangkis serangan itu.


BOOM


Entah bagaimana, Panggungnya menjadi hancur mengejutkan semua orang tak terkecuali Sieg.


"Apa yang ingin kau lakukan?!! Kau baru saja ingin membunuh seseorang!" Bentak Sage Yang.


Gadis pedang itu mundur beberapa langkah dan meminta maaf kepada Sage Yang. Memang salahnya namun, Permintaan maafnya terlihat dipaksakan.


"Maafkan saya Sage Yang - sama." Ucapnya.


"Pergilah. Kau lolos." Ucap Sage Yin mendekati Si Gadis yang menggunakan Tombak tadi.


Para Penonton tersadar dari lamunan mereka. Mereka merasa takjub dengan serangan si Gadis pedang tadi.


"Kau lihat? Kekuatan Dari Clan pedang Tunggal sangat besar"


"Ya, Kalau tidak salah. Masih ada satu Anggotanya lagi kan? Mungkin dia lebih kuat dari Gadis tadi."


Kekuatan Si Gadis yang tadi mulai dibicarakan sementara Orang - orang kuat lainnya merasa heran. Kenapa Gadis yang tadi itu memiliki Aura Pembunuh yang kuat.


'Aduh aku sudah pusing?!! Masalah Amakusa Belum selesai, Ai juga menjadi sedih, dan sekarang ditambahnya Si Gadis yang barusan tadi!!' Pikir Sieg


Sieg menjadi pusing. Dia didatangi masalah terus menerus. Dia juga penasaran dari mana Sumber Aura Pembunuh tadi. Bagaimana bisa ada anggota Clan Pedang Tunggal yang memiliki Aura Pembunuh? Padahal mereka sama sekali bukan Kelompok Sesat.


...*********** ...


Beberapa Pertandingan sudah berlalu. Sudah sangat Ramai Peserta yang lolos untuk maju ke babak berikutnya dan Kini Akhirnya Calon Pemenang maju yaitu Gadis bernama Sherly yang berasal dari Kelompok Clan Bulan Indah.


Semua Penonton menjadi lebih antusias dari yang sebelumnya. Dan menatap dengan tajam, Kecantikan anggota Clan Bulan Indah tidak perlu ditanyakan lagi.


Lawan Sherly adalah seorang Pemuda dengan wajah yang kelihatan Licik. Dia juga sesekali memperlihatkan wajah yang penuh nafsu kepada Sherly.


Pemimpin Clan Bulan Indah atau Kazumi Yuna yang melihat itu mengeluarkan tekanan kuat sebagai peringatan bagi Si Pemuda itu jika Si Pemuda itu bermacam - macam dengan Anggota Kelompoknya.


Namun, Tekanan itu sama sekali dihiraukan oleh Pemuda itu dan masih menatap tubuh Sherly dengan tatapan nafsu.


"Nona Cantik. Bagaimana jika Anda menyerah saja.. aku takut nanti jika kita melanjutkan ini.. Pakaianmu.. akan tertanggal satu per satu.." ucapnya dengan wajah menyeringai


"Kau.. Menjijikkan." Ucapnya dengan tatapan merendahkan


"Jadi kau tidak mau Menyerah. Mau bagaimana lagi.. jangan salahkan aku jika aku mempermalukan dirimu.. bersiap - siaplah.." ucapnya tersenyum licik.


Sieg dapat merasakan kalau kejadian Klise akan terjadi tapi ia tidak mau memikirkannya.


"Pertandingan dimulai!!" Ucap Wasit.


Sherly langsung menggunakan Selendang yang berada di pakaiannya sebagai senjata dan menyerang Si Pemuda itu dengan cepat.


Si Pemuda licik itu, dengan mudahnya dapat menahan itu dan bukannya menyerang, ia justru menangkap Selendang itu dan mencium Selendang itu.


"Hm. Baunya sangat harum.."


Sherly yang melihat itu merasa geram dan semakin jijik dengan Pria itu.


"Jangan Menyentuhnya!!" Ia langsung melepaskan Selendangnya karena tidak mau menggunakan Selendang yang sudah disentuh oleh seorang Baji*gan.


Ia langsung menggunakan pedang tipisnya dan melesat ke arah Pria itu namun, sayangnya, Si Pemuda mendadak menghilang dengan senyuman misterius di wajahnya.


Dan serius saja, Tubuh Sherly langsung terjatuh ke lantai Panggung..


"Tu - tubuhku..." ia merasa tubuhnya tidak dapat bergerak dan merasa tubuhnya kejang.


'A - ?!!'


Dia tiba - tiba terkejut.


'Su - suaraku tidak dapat keluar?!!'


Suaranya tidak dapat keluar dan kenapa bisa seperti ini. Wajahnya semakin pucat saat mengetahui Bahwa Suaranya tidak keluar.


Bahkan Penonton menjadi bingung apa terjadi tapi mereka tidak mau memikirkannya karena mereka dapat melihat Seorang Gadis yang berbaring.


"Bagaimana? Kau seharusnya menyerah tadi.. dengan ini, aku dapat melakukan apapun kepada tubuhmu.." ucapnya menyeringai.


Dan akhirnya semua Penonton mengerti begitu juga dengan Para Wasit.


'Anak ini.. dia berniat untuk membuat tubuh Gadis ini tidak dapat bergerak atau bahkan dia membuat tidak dapat berbicara sejenak. Yang artinya Gadis ini sama sekali tidak dapat menyerah..' Gumam Divine Beast ke 3.


Dengan kata lain. Selama Sherly tidak mengatakan menyerah maka dia akan terus berada di panggung dan tidak ada yang dapat menolongnya sampai dia mengatakan menyerah.


Dan arti di balik Perkataan si Pemuda adalah, Dia dapat melakukan apapun kepada Sherly karena Sherly sudah tidak berdaya lagi di atas Panggung.


"Tidak ada satupun yang dapat menolongmu Nona Cantik.. jadi mari kita tanggalkan Pakaianmu satu per satu ya..~" ucapnya mendekati Sherly.


Merasakan kehadiran Si Pemuda licik itu. Sherly merasa ketakutan karena Para Wasit juga sama sekali tidak turun tangan dan tidak ada satupun orang yang berniat untuk membantunya.


Melainkan Para Penonton ini justru memasang Wajah yang penasaran seolah - olah berharap apa yang mereka bayangkan terkabulkan..


'Peserta ini terlalu berpikiran kotor....' Gumam Divine Beast Ke 3.


Dia ingin sekali membantu tetapi, Ini semua dikarenakan peraturan.


Dan Mendadak mereka merasakan ada aura yang kuat berasal dari Kursi Khusus. Dan mereka dapat melihat Kazumi Yuna yang merasa marah karena melihat Anggotanya akan dilecehkan oleh Seorang Peserta.


"Pe - pemimpin. Te - !!" Tetua itu terdiam saat matanya bertatap Mata dengan Kazumi Yuna.


Mata Kazumi Yuna terlihat mengandung rasa kemarahan yang besar dan ia melihat ke arah Peserta yang mencoba melecehkan Anggotanya namun Si Pemuda masih tetap tersenyum seakan Kazumi Yuna tidak akan dapat menyakitinya dan Ia melanjutkan Mendekati Muridnya.


"Berani sekali!!" Ia langsung melesat ke arah Si Peserta itu dengan kecepatan tinggi sampai - sampai tercipta Tekanan Angin yang dapat menerbangkan siapapun itu.


Saat Kazumi Yuna ingin menyerangnya namun Serangannya langsung ditahan oleh Sage Yin dan Yang.


"Berani sekali kalian menghalangiku?!!"


"Tenangkan dirimu Wahai Gadis Muda.!"


"Benar. Ini semua dikarenakan peraturan. Kita dilarang untuk ikut campur dalam hal ini!!"


"Apa kau menyuruhku Untuk tetap diam bahkan setelah melihat Anggota Clanku dilecehkan?!! Apa kalian tidak melihatnya, Ia sudah meneteskan Air mata!!" Ucapnya dengan kasar. Ini pertama kalinya ia merasa sangat marah.


"".....""


Kedua Sage itu terdiam. Memang apa yang dikatakan oleh Kazumi Yuna itu benar tetapi, selama Sherly tidak menyerah, mereka tidak akan turun tangan karena terikat dengan Aturan.


Ini sangat berbeda jika Pertandingan Mengancam Nyawa seperti pertandingan yang pertama dimana salah satu Pesertanya hampir kehilangan nyawa.


Sedangkan Pertandingan kali ini sama sekali tidak mengancam nyawa melainkan hanya Mempermalukan tapi, memang sih Pemuda itu sudah berlebihan karena Dia sampai menanggalkan Pakaian si Gadis. Namun, meskipun begitu mereka tetap tidak dapat turun tangan.


Kazumi Yuna semakin marah dan ia melepaskan seluruh kekuatannya demi melindungi Anggotanya dan muridnya.


Semua Penonton dapat merasakan kekuatan yang besar berasal dari Kazumi Yuna hingga Kakek Daichi Dapat merasakan kalau Kazumi Yuna adalah Gadis termuda yang terkuat setelah cucunya.


""'Gadis Muda ini sangat kuat!!"" Kaget Sage Yin dan Yang.


Mereka pikir kekuatan Kazumi Yuna hanya setara dengan diri mereka tetapi, mereka tidak menduga ternyata kekuatan Kazumi Yuna melebihi Ekspetasi mereka.


Sherly yang melihat Pemimpinnya berusaha sekuat tenaga untuk melindungi dirinya meneteskan air mata. Ia tidak menduga jika ternyata Pemimpinnya sebaik ini jika Dirinya dalam masalah.


...************ ...


"Sieg tidak akan menolongnya..?" Tanya Kirei.


"Ini bukan urusanku.." ucap Sieg.


Sieg juga merasa geram dan kesal akan tindakan si Pemuda itu. Tapi, ia juga ingin membantu Kazumi Yuna karena ia mengenali Kazumi Yuna.


'Jika ini berlanjut. Takutnya nanti Kazumi Yuna kembali tidak mempercayai Para Pria dan akan membunuh Para Pria...' Pikir Sieg


Saat Sieg memikirkan itu. Ia tiba - tiba teringat dengan sesuatu.


'Ini seperti Naruto.. mereka yang melanggar memang seorang Sampah tapi, mereka yang meninggalkan Rekannya lebih Rendah dari Sampah.. mungkinkah Kazumi Yuna juga berpikir Demikian..?' Pikir Sieg karena Sieg dapat melihat kalau Kazumi Yuna sangat berusaha sekuat tenaga melindungi Anggotanya meskipun dihalangi oleh kedua Sage itu.


"Pergi saja Sieg - san.. Aku yakin Sieg - san tidak ingin menyesali Keputusanmu.." ucap Kurumi sambil tersenyum lembut.


"Ya. Benar juga..." ucap Sieg bangkit secara perlahan.


"Kebetulan juga aku ingin berolahraga sedikit.." lanjut Sieg sembari menggerakkan Tubuhnya. Sieg langsung menarik perhatian para Penonton bingung dengan Sikap Sieg.


Dan bertanya - tanya ada apa dengan Anak itu?


"Oh, aku lupa. Jangan membuka Jubah itu karena kalian terlalu cantik nanti menarik perhatian." Sieg sekadar mengingatkan mereka.


"""Baik/Dimengerti Sieg - san"""" jawab mereka semua dengan wajah sedikit merona.


Sieg pun menoleh ke atas Panggung.


'Apa yang dikatakan oleh Obito benar.. Meninggalkan rekan, memang Lebih rendah dari Sampah.' Ucap Sieg dan wajahnya dibalik topeng itu berubah dratis menjadi dingin.


"Kuasa Elemen !!!"


Topeng Sieg langsung berubah dan sebuah Tombak berwarna Hitam Merah terbentuk di Tangan kanannya. Penonton yang kebanyakannya adalah orang lemah langsung pingsan dan ada yang beberapa melarikan diri setelah melihat ada Petir Merah di tengah - tengah Kursi Penonton.


Akibat dari Petir Merah dan Teriakan Sieg. Kini semua pandangan tertuju ke arah Sieg tak terkecuali Kazumi Yuna, Natasya, Kakek Daichi, dan Keluarga Felix. Bahkan Para Penyusup yang berasal dari Kelompok Sesat menyadari itu.


Penonton yang berada di dekat Sieg sudah hilang karena lari dan mundur beberapa langkah karena ketakutan dengan Anak muda yang diselimuti oleh Petir merah tak beraturan.


Hanya Kirei, Ai, Natasya, Ayu, Kurumi dan Yukana tetap tenang meskipun duduk berdekatan dengan Sieg.


"Sekarang.. Mari Kita Mulai.." ucap Sieg Halilintar dengan datar dan Dingin.


...***********...


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.