I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 41



"Aku akan memasuki ke Istana sendiri" ucap Sieg langsung.


Mereka semua hanya menganggukkan kepala mereka tanpa ada satupun yang membantah.


Mereka saat ini sudah tiba di depan Ibukota Kerajaan Ais'z. Dan sebelum memasuki ke dalam kerajaan itu atau lebih tepatnya Istana.


Mereka semua berpikir lebih bagus jika yang pergi hanya Satu orang karena mereka tidak memiliki urusan lain selain, Mengambil Peta Yang akan membawa Sieg ke Tempat asal Ayu.


Dan tidak lagi beberapa Informasi soal Raja Ais'z Yang baru. Ia mendapatkan informasi mengenai Perlakuan Raja itu terhadap Rakyat jelatanya dan Ia tidak mempedulinya. Tentunya Informasi Ia dapatkan dari Yui.


Dan Sieg ingin segera menyelesaikan semua ini dengan cepat karena mereka sendiri juga tidak bisa membuang banyak waktu di Kerajaan Ais'z. Tidak lagi jika Sieg ketemu sama Mantan Temannya. Akan merepotkan jika itu terjadi.


"Kalian tunggulah disini sebentar. Semua ini akan selesai dalam sekejap." Ucap Sieg.


"Berhati - hatilah Sieg." Ucap Ai.


Sieg hanya mengangguk pelan.


Tanpa pikir panjang lagi Sieg langsung menghilang Dari situ dengan Portal Rinnegannya.


...********************...


Sieg sudah tiba di salah satu Gang yang kelihatan jarang Dilewati oleh orang lain. Sieg sengaja teleport kesini Karena Sieg menemukan Bahwa Lokasi ini sangat jarang Dilewati oleh Orang lain.


Sieg pun keluar dari Gang sepi itu dan tidak lupa juga Ia mengenakan Jaket Hoodienya namun, berwarna Hitam. Akan menarik perhatian Jika Ada seorang Anak Mengenakan Jaket Hoodie Putih


Tidak lagi Anak memiliki rambut yang jarang dilihat yaitu Warna Putih. Dan Sieg tidak lupa untuk menutupi Wajahnya Topeng Kitsunenya agar wajahnya tidak dilihati oleh Orang lain.


Ia juga tidak lupa untuk menciptakan Satu pedang dengan Skill UBW meletakkannya di belakang agar para warga disitu menganggap Sieg seorang Pengembara atau Petualang dari luar.


Yah meski masih menarik Perhatian Sieg dengan Tinggi Tubuh Sieg. Tidak peduli, Bagaimana Sieg menutupi sosoknya dengan Topeng maupun Jubah. Para Warga masih dapat mengetahui Bahwa Sieg itu adalah seorang Anak - anak.


Kemudian Sieg keluar dari Gang itu. Dan seterusnya Sieg sedikit terkejut melihat Luar dari Gang itu


Sampah - sampah berselerakan dimana - mana, Jumlah Warga yang keluar kota serta matanya yang terlihat seperti tidak memiliki kehidupan, udaranya terasa sedikit Tidak nyaman, dan Tempat ini hampir mirip dengan Kuburan.


Para Warga juga tidak peduli dengan kehadiran Sieg.


"Ini lebih buruk dari dugaanku..."


Apa yang Sieg lihat ini tidak ada bedanya Dengan Kuburan, atau bahkan kebanyakan yang Sieg lihat adalah Para Lelaki. Sedangkan, Para Gadis Sieg tidak melihatnya meski itu anak - anak.


Melihat ini. Sieg beranggapan bahwa Kerajaan ini sudah hancur dan Raja yang seharusnya memimpin kerajaan ini adalah seorang pemalas dan selalu bermain dengan Para Gadis lainnya setiap hari layaknya kegiatan sehari - hari.


Dan Sieg Menjadi sedikit khawatir dengan Kondisi Airi Kaori dan Senseinya. Meski Sieg sudah berniat Untuk melupakan mereka tetapi setidaknya Ia harus membalas budi kepada Mereka.


Sieg memerintahkan para bayangannya untuk berpencar dan mencari Lokasi kedua Kenalannya itu serta memerintahkan mereka untuk melindungi Kedua Kenalannya itu dari bayangan.


Sedangkan Sieg fokus melanjutkan misinya kesini mencari Peta tersebut di istana.


Setelah Dua menit kemudian. Sieg akhirnya sudah tiba di depan Gerbang Istana dan Sedikit heran kenapa tidak ada Prajurit yang Menjaga Gerbang tersebut.


Dan Sieg akhirnya mengetahui kalau semua Prajurit mulai dari 3 hari yang lalu dari para Shadow Soldiersnya. Mereka semua berlatih mati - matian dan Istana yang baru sudah dibangun di Tempat yang berbeda. Oleh karena itu, Di Istana ini terlihat tidak ada satupun orang di dalamnya.


Tentunya Sieg mengetahui bahwa Para pahlawan itu juga ikut serta dalam latihan itu


Sieg hanya tersenyum kecil. Dan sedikit tertawa kalau Mantan temannya itu tidak tau kalau Raja Iblis itu lebih mengerikan dari yang mereka bayangkan.


Apalagi Divine Beast yang berada di urutan terakhir. Memang ia adalah makhluk divine Beast tetapi Kekuatan Argus itu tidak ada bedanya dengan Kekuatan Iblis tingkat tinggi. Melawan Beru sudah kewalahan apalagi melawan Raja Iblis, Sieg sedikit tertawa kecil dan menyangka mereka tidak akan dapat mengalahkan Raja Iblis itu meski berusaha mati - matian.


'Ah tidak. Aku harus menyelesaikan Misi ku'


Karena Istana ini sudah tidak memiliki semua prajurit disini. Sieg dapat memasuki Istana tanpa kendala. Dan sedikit mengintip - ngintip Isi Istana ini.


Istana ini sangat kosong. Itulah yang Sieg pikirkan. Palingan yang dia lihat di mata Rinnegannya adalah Mana Yang lemah saja dan tidak terlalu berbahaya bagi dirinya.


Dan pada saat itu. Tiba - tiba saja. Sieg merasakan Perasaan aneh.


'Ada apa dengan Firasat buruk ini'.


Sieg sangat mempercayai dengan Firasatnya dan menjadi sedikit waspada menelusuri Istana ini. Sieg lalu membuat dirinya berlari tanpa suara jejak kaki.


Apa yang Sieg lakukan saat ini. Itu sangat sulit bahkan Bagi Dewa. Tidak peduli seberapa Kuatnya Dewa itu Mengikuti pergerakan Sieg itu sangat sulit.


Dan ketika Sieg menelusuri Istana itu. Tidak jauh dari lokasinya, Sieg mendengarkan Erangan kesakitan Gadis dan isak - isak tangisan para Gadis.


Sieg mulai merasa sangat buruk saat ini. Dan berniat untuk melihatnya.


Ketika Sieg tiba di lokasi. Mata Sieg menjadi terbelak. Disana, Tepat di lapangan yang seharusnya digunakan sebagai Tempat Berlatih para Prajurit. Terdapat banyak Gadis yang tidak mengenakan sehelai benangpun!!


Dan Diperkosa satu per satu para Gadis. Tidak juga disana terdapat beberapa Gadis Elf yang seumuran dengan Sieg ketakutan dan memeluk Gadis Elf yang kelihatan Seperti ibunya.


Ibunya itu terlihat seolah olah tidak ingin Para Prajurit itu menyentuhi Anaknya.


Dan Sieg juga sempat melihat mantan Teman Sekelasnya yang para Gadis, Diperkosa oleh Para prajurit secara bergantian. Salah satunya adalah Mantan Kekasihnya yaitu Ichinose Keiko.


Mata Sieg menjadi membesar dan mulai memikirkan


'Amakusa Mirata!!!!' Sieg berteriak dalam hatinya


'Apa yang Pahlawan itu lakukan selama para Teman - teman Gadisnya diperkosa oleh Para Prajurit sialan ini!!!'


Salah satu prajurit itu lalu mendekati Ke Ibu Elf yang barusan itu dan Melihat ke arah anaknya dengan wajah yang menjijikkan


"Hey hey. Mari main sama paman.. Kau bakal Merasa enak kok"


"Jangan menyentuh anakku!!!"


Prajurit itu lalu menatap ke Si Ibu ini dan kembali tersenyum


"Heeh. Kau ternyata tidak buruk juga. Bermain bersama kalian berdua tidak buruk juga.." ucapnya menarik paksa Kedua Gadis itu dan mendorong anak dan Ibu itu ke tanah.


Bahkan Ibu Elf itu tidak dapat melawan Prajurit itu dengan seluruh tenaganya karena perbandingan antara kekuatannya dengan Prajurit di depannya ini sangat jauh


Prajurit itu pun langsung mendekati Si Ibu Elf dan Anak itu dengan lidah yang keluar dengan niat ingin menjilat - jilat Wajah Si Anak


Ibu dan Anak Elf itu saling berpeluk berharap agar ada seseorang yang dapat menyelamatkan diri mereka saat ini.


"Ittadakimasu!!!!" Ia lalu melompat kegirangan ke Si Anak dan Ibu namun..


BOOM


Tubuh Prajurit itu langsung hancur tak tersisa oleh sebuah serangan yang tidak diketahui. Anak dan Ibu Elf itu hampir dibasahi oleh darah itu tapi Darah itu entah kenapa tidak membasahi tubuh kedua Elf itu.


Dan Menatap ke depan mereka. Kedua Elf yang memiliki Paras yang Rupawan itu mendapati sebuah Kerangka Berwarna Putih yang terlihat kokoh dan Tidak dapat dihancurkan oleh siapapun melindungi mereka.


Dan Di depan mereka juga terdapat seorang Anak kecil yang memiliki rambut putih, mengenakan Jubah berwarna hitam,


Anak itu kemudian membuka Topengnya dan Wajah serta mengandung kemarahan terlihat jelas disitu.


Tetapi, Anak dan Ibu Elf itu memperlihatkan wajah yang memerah meski yang mereka tau kalau wajah itu mengandung kemarahan serta rasa ketakutan yang menyelimuti Diri mereka menghilang tak berbekas seakan - akan Wajah Anak itu adalah Pengobat rasa sakit untuk mereka.


Dan tidak menyangka anak ini memiliki Wajah yang sangat Tampan serta Dua mata dengan warna yang berbeda itu menambahkan Pesona pada dirinya.


Mata Kirinya memperlihatkan Mata berwarna Ungu. Dan mata kananya memperlihatkan Mata berwarna Marah dengan garis yang unik di matanya.


Benar. Itu adalah Sieg serta dengan Mangekyou Sharingannya yang sudah bangkit.


...*****************...


Bagi Sieg mungkin Para Gadis ini tidak ada hubungan dengan dirinya tetapi dikarenakan diri Sieg masih memiliki kebaikan dan Jauh di dalam Lubuk Hati Sieg. Ia merasa sangat marah.


Kerajaan Seperti ini harus dihancurkan tak tersisa dan tidak daapt dibiarkan. Mati Jutaan kali pun tidak akan cukup untuk menebus Dosa - dosa mereka!!!


Dan tanpa ia sadari. Sieg benar - benar membangkitkan Manngekyou Sharingannya. Dan apa yang berada di depannya ini, tidak lain adalah Susanoo.


Kedatangan Sieg yang tiba - tiba serta Wujud Humanoid yang melindungi dirinya serta dua Elf di belakangnya membuat Para Prajurit waspada Dan menghentikan Kegiatan Mereka memperkosa Para Gadis ini.


"Oi bocah si -"


BOOM


Tidak sempat menyelesaikan Kata - katanya. Sekali lagi. Tubuh Prajurit disitu mati setelah terkena oleh Panah Susanoo Sieg. Tidak ada yang perlu didengarkan kata - kata dari seorang Bajing*n seperti Para Prajurit ini. Sudah sepantasnya mereka mati. Menurut Sieg, Para Prajurit hanyalah Secungguk sampah yang mencari Kematiannya.


Karena Ini adalah Susanoo asli milik Sieg. Maka Susanoonya juga berbeda jauh dari yang ada di Anime Naruto


Susanoo Milik Sieg berwarna Putih, dan Mangekyou Sharingannya memiliki Pola yang unik yaitu memiliki 3 Tomoe dan Bentuk yang mirip seperti Shuriken. Mangekyou Sharingan Sieg dapat dikatakan sangat berbeda dari yang lainnya.


Selain itu, Sieg dapat menggunakan Amaterasu dan Tsukuyomi yang membuatnya memiliki kemampuan Mangekyou Sharingan yang sama dengan Itachi. Namun, Amaterasunya adalah Bewarna Putih dan berbeda jauh dengan Amaterasu Itachi.


Melihat Temannya yang lain mati membuat semua Prajurit yang lainnya ketakutan dan berniat melarikan diri namun, Tidak mungkin Sieg membiarkan itu.


"Amaterasu."


Semua Prajurit yang Berusaha untuk melarikan diri terkena Api Putih Sieg membuat mereka semua Menghembuskan Nafas Terakhir mereka.


Tapi, Mata Kanan Sieg mengeluarkan darah karena Ini adalah Mangekyou Sharingan dan Bukan Eternal Mangekyou Sharingan.


Untuk saat ini. Sieg tidak dapat terlalu menggunakan Mangekyou Sharingan meski memiliki Kekuatan yang luar biasa.


Dan karena Sieg tidak dapat mempertahankan Wujud Susanoo. Humanoid yang melindungi Sieg dan Para Elf itu menghilang.


Sieg kemudian terjatuh ke tanah didahului dengan kedua lututnya hingga membuat kedua Elf tadi mendekati Sieg dan mengetahui bahwa Mata Sieg mengeluarkan darah.


Ibu elf itu ingin mengelapnya dengan Pakaian budaknya tetapi, Sieg menghentikannya. Luka semacam ini dapat disembuhkan oleh Essence Flame.


Dan tidak lama kemudian. Semua Para Gadis yang ketakutan berada di situ akhirnya menyadari kehadiran Sieg dan mengetahui kalau semua Prajurit yang mencoba memperkosa Diri mereka sudah mati. Dan menambah mereka semakin takut melihat Sieg namun ketika melihat wajah Sieg. Semua rasa takut langsung menghilang seketika dan mulai mendekati Sieg.


Tetapi, Sieg segera sedikit menjauh.


"Tu - tunggu. Pahlawan.." ucap Si Ibu Elf yang menahan Sieg menuju ke dekatnya.


Sieg memang cocok dikatakan pahlawan. Mengingat Wajahnya dan Kekuatannya yang diperlihakan itu. Tidak ada yang keberatan mengatakan bahwa Sieg itu seorang Pahlawan.


Selain itu, Sebagai orang yang telah menyelamatkan hidupnya, Ia harus menghormati Sieg.


"Ada apa? Bukankah sebaiknya kalian meninggakan tempat ini?" Tanya Sieg sembari mempertajamkan penglihatannya karena masih sedikit rabun - rabun akibat dari darah yang keluar


Para Gadis yang diperkosa itu tidak memperlihatkan emosi apa - apa. Itu sudah wajar Kesucian diri mereka sudah direbut oleh Prajurit Bajing*n.


Melihat Wajah Sieg. Ibu Elf itu kembali memerah bahkan semua Gadis tadi Memerah kecuali para Gadis yang sudah selesai diperkosa.


'Ah. Ada apa dengan diriku?! Aku sudah menikah dan anak ini masih mudah dariku!! Ta - tapi.. dunia ini tidak masalah perbedaan umur untuk menikah..' Pikir Ibu Elf itu memerah.


Sedangkan Sieg harus menyelesaikan Tugasnya tetapi pada saat yang bersamaan. Ia mendapatkan laporan dari Shadow Soldiernya. Ada beberapa orang yang menuju kemari dan dipimpin oleh pahlawan.


Mendengar Itu Sieg masih mempertahankan sikap tenangnya.


"Kalian semua dengarkan. Ada beberapa prajuri ke sini seba -" belum sempat menyelesaikan perkataannya.


Sebuah serangan datang melesat ke arah Sieg.


Secara Reflek Sieg mengeluarkan Susanoo kembali untuk menahan Serangan yang datang


Sebuah Humanoid Sieg menyelimuti dirinya serta Para Budak di sekitarnya. Takutnya Nanti mereka terkena dampak serangan itu.


Kringg


Sieg melihatnya sangat jelas. Serangan itu berbentuk Katana. Katana itu terbentur ke belakang begitu Katana itu bersentuhan Dengan Susanoo Sieg dan Menyebabkan percikan api.


Sieg lalu mengubah salah satu Bagian tubuh Susanoo Menjadi pedang untuk menebas Tubuh Orang tersebut tetapi setelah melihat siapa yang menyerangnya. Sieg hentikan Niatnya.


Orang tersebut mundur beberapa langkah kebelakang dan sedikit terkejut melihat Sieg.


Tidak lama kemudian, ramai Prajurit dan Orang yang Sieg kenali ada disitu. Bahkan Divine Beast terbang di atas langit.


Beberapa orang terkejut dan tidak percaya melihat orang di depannya. Hanya satu.. hanya satu orang yang tidak mempercayai apa yang dia lihat dengan Kedua matanya sendiri.


"Si - sieg.." ucap seorang Perempuan yang memiliki paras cantik.


Sieg menatap mereka semua dengan tatapan dinginnya dan saat mendengar namanya disebut. Sieg pun menjawab.


"Airi - san.."


...********************...


...Flashback Start...


Beberapa Menit sebelumnya.


Di Sebuah Lapangan. Terlihat beberapa Prajurit, Dan Pemuda pemudi yang terlihat seperti Anak SMA sedang berlatih.


Terlihat sangat jelas dengan Keringat yang bercucuran di seluruh Tubuhnya.


Cuma dua orang yang terlihat berusaha keras membuat diri mereka menjadi kuat. Yang Pertama adalah Seorang Pemuda Tampan tetapi Ketampanannya masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Sieg.


Dan yang kedua Gadis itu memiliki Penampilan yang Sangat Rupawan. Ia mengeluarkan bermacam Sihir Penyerang maupun penyembuh untuk meningkatkan keterampilannya dalam sihir.


Ia juga memiliki dua bakat yang berbeda yaitu Sihir Penyerang dan Sihir Penyembuh. Memiliki Kedua bakat itu tentu sangat menguntungkan dirinya. Dengan begitu, meski Ia menjalankan Quest sendiri, Ia dapat mempertahankan dirinya. Yang tidak lain adalah Airi Kaori


Dan. Ia kelihatannya harus fokus dalam Sihir Pelindung. Karena mengeluarkan Sihir Penyerang itu membutuhkan Beberapa Mantra. Tidak seperti kekuatan Sieg dan yang lainnya langsung bisa menggunaka skill mereka tanpa menyebutkan Nama Skill dan Sihir mereka.


Manusia di dunia ini tidak dapat melakukan itu bahkan bagi Sage terkuat sekalipun. Bisa dibilang juga Sieg dan lainnya itu adalah Kasus langka.


Setelah meningkatkan beberapa Sihir maupun Skill. Airi, kemudian duduk berdekatan Teman sekelasnya, dan menikmati makanan yang sudah disiapakan oleh Sensei mereka. Diikuti Amakusa Mirata di belakang.


Meski Sensei mereka tidak memiliki kemampuan bertarung tetapi, Ia masih tidak lupa dengan Tanggung jawabnya sebagai Sensei. Ia harus mendukung Siswa Siswinya agar mereka semua lebih bersemangat lagi.


Dan Beberapa dari mereka juga penasaran alasan kenapa Kedua Tokoh penting dalam Kelompok mereka semua sangat bekerja keras.


"Kaori.. kenapa kau berusaha sekeras itu?" Tanya Ishikawa Erita yang merupakan Teman dekat Idol sekolah mereka. Dan Ia juga memiliki paras wajah yang tidak kalah sama Dengan Airi.


"Tentunya.. Demi membawa Kurosaki - kun kembali"


Mereka kembali terdiam. Mereka semua memang berniat untuk membuat Sieg bersama mereka seperti semula namun, itu juga tidak mudah.


Melakukan itu, Mereka harus berusaha keras menjadi kuat. Menurut mereka semua. Sieg tidak akan mengikuti mereka jika Mereka lemah atau tidak berguna.


Saat ini Di pandangan Sieg. Mungkin Sieg menganggap mereka semua tidak lebih dari semut melainkan Hanya sebuah Sampah yang meminta bantuan pada dirinya.


Jadi bisa dibilang. Mereka bertekad menjadi kuat untuk membuat Sieg kembali kepada mereka semua.


Dan Menanyakan alasan kepada Amakusa Mirata tetapi Jawaban Amakusa membuat mereka terkejut lagi.


"Aku menjadi... lebih kuat karena ingin bertemu dengan Gadis yang bersama Sieg.." ucapnya terbata - bata.


Mereka semua sedikit tertawa Kecil melihat Amakusa yang malu dan tidak menyangka Amakusa Mirata memiliki Sisi seperti ini.


Sedangkan Airi Kaori mengerutkan dahinya mendengar itu. Gadis yang bersama Sieg? Seperti apa hubungan Gadis itu? Apa mereka memiliki hubungan yang Special? Pertanyaan itu memenuhi Benak Airi Kaori.


Yang mengerti itu hanya Ishikawa Erita yang dari awal Ia sudah sangat memahami Temannya ini.


Tidak tahan dengan semua ini. Airi meminta penjelasan dengan Amakusa.


"Siapa nama Gadis yang bersama dengan Kurosaki - kun."


Airi hanya akan menyebutkan Nama Sieg langsung saat ia merasa sedih atau Sedang sendirian. Karena memanggil Nama Depan orang secara langsung itu bisa juga mengartikan Ia menganggap orang itu berharga dalam dirinya.


Pertanyaan itu tentu Amakusa tidak langsung menjawab dan memilih kata - kata yang tepat agar Gadis di depan ini tidak marah tapi itu sudah terlambat karena Hideyoshi Akira sudah menjelaskannya


"Gadis itu kalo gak salah bernama Ai. Dan Jujur saja. Gadis ini sangat - sangat cantik dan Imut. Lebih Cantik dari kalian semua. Aku juga hampir jatuh cinta dengannya. Untung saja, Mirata sudah menyukai Gadis itu."


Kalimat Itu membuat Siswa lainnya ingin menjahili Amakusa yang malu sedangkan Airi masih memikirkan itu. Gadis yang sangat cantik? Imut? Lebih dari dirinya? Itu sangat sulit dipercaya namun itulah kenyataannya..


Mereka semua tertawa bercanda bersma kembali hingga Sensei mereka yang ikut tertawa Sedikit merasa ada yang aneh di Antara Siswanya ini.


"Kalian semua. Apa kalian merasa yang aneh atau Yang Ganjil?" Tanya Sensei.


Mereka semua saling menatap dan tidak berpikir kalau ada yang aneh diantara mereka.


Melihat Siswa siswinya yang kebingunan. Sensei sedikit menjadi tenang.


"Ah. Tidak lupakan saja. Dan ngomong - ngoming habiskan makanan kalian dan lanjut berlatih... setelah kalian cukup kuat. Kita akan mencari Kurosaki - kun."


Mereka semua mengangguk Kepala.


Sensei itu sedikit mencoba - coba mengingat. Apa Murid Gadis memang sedikit ini ya?. Namun, ia tidak dapat mengingatnya sehingga mereka merasakan Sebuah aura mengerikan yang tidak jauh dari lokasi mereka berlatih saat ini.


"Aura ini... aku seperti pernah merasakannya.."


"Ada apa Argus?"


"Kita akan menuju ke sana. Ayo para Pahlawan. Saatnya aku melihat sejauh mana perkembangan Kalian!!!"


Mereka semua menjadi bersemangat dan akhirnya mereka bisa memnunjukkan seberapa meningkatnya kekuatan mereka saat ini. Tak terkecuali Senseinya untuk mengawasi Para Muridnya.


Tentunya, hal ini sampai ke telinga Raja Ais'z.


Dan Ia berniat untuk merobohkan Istana lama itu dan tak disangka - sangka. Ia tidak mengetahui bahwa Ada beberapa budak hingga budak dari ras Elf yang disembunyikan oleh Ayahnya sendiri.


Hingga membuat Para Prajurit itu tidak dapat menahan Rasa Nafsunya. Jadi sebelum mereka merobohkan Istana Lama tersebut. Mereka ingin menikmati Tubuh Budak itu dan kedatangan Sieg serta auranya itulah membuat mereka dapat merasakannya dengan Jelas.


Mendapatkan Laporan itu. Raja Baru Ais'z tidak tinggal diam dan mengarahkan semua Prajurit untuk membantu para Pahlawan itu melawan Sieg dan membawanya kehadapannya.


Meski Ia seorang Bajin*an namun, Ia masih lagi seorang Raja jadi Ia ingin menggali Informasi dari Sieg.


Barangkali ada Informasi yang berguna baginya.


Dalam Perjalanan Airi, Amakusa, Akira, Erita, Sensei dan Diikuti oleh Ratusan prajurit di belakang.


Ishikawa Erita ingin terlebih dahulu menyerang musuh karena mungkin Mush tersebut akan melarikan diri.


Mau bagaimana lagi. Mereka membiarkannya.


Erita pun melesat ke Lokasi Sieg dengan kecepatan luar biasa sampai Tekanan Angin yang dia keluarkan tidak biasa.


Inilah hasil dari Usahanya dari kerja keras.


Tidak Lama kemudian. Erita. Gadis itu melihat Sosok Anak berambut Putih, dan ia tidak akan segan - segan membunuh Anak itu meski sudah mengetahui bahwa Anak itu masih berumur 10 tahun


Namun, serangannya dipatahkan oleh Sieg yang menggunakan Susanoo.


Membuat Erita terdorong. Dan ketika dia berniat menyerang Sieg lagi. Ia mejadi terkejut melihat wajah Sieg. Memang wajah Sieg itu sebagian besar membuatnya terhenti tetapi yang membuat Erita terkejut, Ia sangat mengenali orang tersebut..


Tidak lama kemudian. Airi dan lainnya berhasil menyusul Erita dan Ia juga memperlihatkan wajah yang sangat terkejut begitu juga yang lainnya. Atau lebih tepatnya semua Mantan Teman Sieg.


"Sieg.."


"Airi - san.."


...•Flashback End•...


...*******************...


Sieg mendecakkan lidahnya. Tidak menyangka bakal ketemu dengan Airi. Apalagi di saat - saat seperti ini.


Semua budak - budak yang Sieg lindungi masih lagi memerah karena wajah mereka sedikit berdekatan dengan Sieg.


Dan Anak Elf itu mendekati Sieg sembari menatap Sieg dan menarik Jaket Hoodie Sieg. Perbedaan Tubuh mereka tidak berbeda jauh jadi Sieg dapat merasakan Sentuhan dari Anak Elf itu.


"A.. ano.. Ma - manusia?" ucapnya terbata - bata dengan wajah yang memerah. Sieg menjadi teringat dengan Putri Elf yang di hutan itu.


Tetapi, bukan waktunya memikirkan itu. Ia harus fokus terhadap apa yang ada di depannya.


Airi yang melihat itu sontak sadar kembali diikuti oleh Teman sekelas yang lainnya.


"I - itu adalah..  Sieg?"


"Dia berubah sangat dratis!!"


"Aku sampai tidak dapat mengenalnya!!!"


Para lelaki melontarkan banyak rasa terkejutan mereka dan para Gadis memerah karena mereka mengakui bahwa Sieg sangat tampan dari Amakusa.


Sieg hanya Masih dingin seperti biasa tidak menanggapi Mereka semua dan pada saat yang bersamaan. Sieg mendapat Laporan bahwa Salah satu Shadow Soldiersnya sudah mendapatkan Peta yang dimaksudkan itu.


Sieg merasa sangat bangga dengan Shadow Soldiernya. Meski, ia tidak memberikan Perintah tetapi, para Shadow Soldiernya sangat mengerti situasi yang dihadapi Tuannya saat ini.


Dengan Ini. Sieg dapat Pergi dari Tempat itu namun...


"Aku tidak dapat menggunakan Skill Teleportku maupun Portal Rinneganku.." Sieg menjadi sedikit terkejut dalam hatinya


[Lapor : Terdapat Sihir Ruang dan Pelindung Tingkat Tinggi di sekitar anda!!]


[Sieg. Kelihatannya yang melakukan itu adalah Divine Beast yang dimiliki salah satu temanmu]


Sieg tidak tau itu kabar baik atau buruk. Tapi yang pastinya. Ia harus meninggalkan tempat ini sambil membawa pada budak ini ikut bersamanya.


'Kelihatannya aku harua bernegosiasi dengan mereka'


Biasanya dalam keadaan seperti ini. Sieg akan mengandalkan Kirito karena Kirito memang ahli dalam Hal Negosiasi. Tetapi, Situasinya sekarang membuatnya harus mengandalkan dirinya sendiri.


Dan jika cara itu tidak berhasil. Maka satu - satunya yang terpikirkan Oleh Sieg adalah menyelesaikan semua ini lewat pertarungan.


"Kalian semua kenakan Jubah ini"


Sieg memberikan jubah untuk menutupi tubuh mereka satu per satu. Meski mereka menggunakan Pakaian Budak namun, pakaian itu sangat terbuka sampai Bisa dibilang Sieg hampir dapat melihat keseluruhan tubuh mereka semua kecuali Dua Elf tadi.


Tentu saja. Mereka semua sangat terkejut begitu juga dengan Airi dan Lainnya. Melihat Sieg memiliki Sihir Ruang yang legendaris itu.


"Tu -" Ibu Elf itu ingin mengatakan sesuatu tapi dihentikan oleh Sieg.


"Shhh. Jangan bergerak dari sini.. Tunggu lah disini" ucap Sieg


Sontak mereka semua memerah dan menjawab Baik perlahan.


...**********************...


Sieg menatap mereka dengan dingin dan tidak lupa juga Ia terus mengaktifkan Susanoonya. Selama Susanoonya tidak diserang, mata Sieg tidak akan mengalami Rabun dan mengeluarkan darah.


"Kurosaki - kun.. apa itu kau?" Ucap Salah satu Gadis cantik tidak lain adalah Airi Kaori. Ia sendiri masih tidak mempercayai dapat bertemu dengan Sieg secepat ini begitu juga dengan lainnya


Dan Yang paling parahnya lagi, Mereka harus menyaksikan Para Gadis yang tidak memiliki kehidupan Di matanya. Bahkan, Mayat Gadis terlihat jelas tanpa Pakaian berhamburan di situ.


Sensei juga tidak kuat melihatnya. Apalagi, saat mereka menyadari kehadiran Mantan Teman termasuk Ichinose Keiko mereka tidak memiliki kehidupan di mata mereke kecuali Para Budak yang Sieg lindungi di belakangnya.


Ada juga beberapa Lelaki yang suka melihat ini. Tetapi, setelah melihat Ada beberapa Prajurit yang mati di sekitar mereka berserta darah yang bertebaran di Rumput - rumput itu. Mereka tanpa sadar mengeluarkan isi perut mereka.


Airi juga tidak kuat menahannya tetapi, Mengingat kembali Sieg menjadi Prioritas utamanya. Ia akan berusaha menahannya.


"Ku - kurosaki - kun? Kenapa kau tidak membalas?" Ucap Airi


"..."


Melihat Sieg cuma terdiam seribu bahasa. Membuat semua mantan Sieg menjadi kesal karena Sieg mengabaikan Pertanyaan Idol mereka.


Airi mencoba untuk mendekati Sieg tapi, pada saat itu juga Sieg memperlihatkan Mata Rinnegannya. Mungkin, cara ini adalah cara yang salah namun, Sieg tidak boleh membiarkan Airi menganggunya.


"Tidurlah..."


Ketika Mata Airi dan Rinnegan Sieg bertemu. Tiba - tiba saja, Kepala Airi terasa pusing dan memegangi kepalanya.


'Ke - kepalaku...'


Ishikawa Erita yang merupakan Teman Akrab Airi mendekati Airi begitu juga dengan Sensei.


"Kaori.. ada apa?"


"Apa kau baik - baik saja.."


Sensei dan Ishikawa juga mengeluarkan Potion Yang dapat menghapuskan Debuff pada diri seseorang namun, itu tidak berguna sama sekali Karena Genjutsu Rinnegan tidak dapat dipatahkan oleh Manusia di dunia ini.


Kemudian, Salah satu Lelaki keluar dari kelompok itu. Ia memiliki Penampilan yang tampan, Mengenakan Armor emas mencolok serta pedang Suci tergantung di Pinggangnya.


"Sieg. Hentikan apa yang kau lakukan pada Airi." Ucap Amakusa.


Sontak mereka semua juga ikut - ikutan meminta Sieg untuk menghentikan Sieg meski, mereka kurang mengerti apa yang terjadi disini.


"Be - benar!! Apa yang kau lakukan paea Airi - san!!"


"Kau melukainya!!"


"Jangan membuat Airi - san kesakitan!!"


Mereka semua melontarkan banyak perkataan - perkataan yang sedikit kejam seolah - olah Sieg adalah yang jahat disini.


Namun, semua itu dapat dihentikan oleh Sensei.


"Kalian semua jangan berbicara seperti itu kepada Sieg." Ucap Sensei.


Karena ini adalah Perkataan Sensei. Mereka tidak ada pilihan lain selain menuruti kata - katanya.


"Sieg. Bisa kau katakan? Ada apa dengan Airi - san"


"Aku cuma mencoba membuatnya tertidur karena Dia.... sangat menganggu.."


Mereka semua kembali Terkejut dan mengeluarkan niat membunuh kuat.


Siapa yang tidak marah di saat Idol kalian dihina. Siapapun pasti marah layaknya, saat Orang tua kalian dihina - hina oleh orang asing dan kalian menjadi marah melihat itu.


"Sieg. Kalau bisa hentikan ini semua.." ucap Sensei memohon


Tentunya Sieg tidak akan menerimanya begitu saja. Jika Ia menghentikannya maka Pasti Airi akan mencampuri urusannya. Andai saja, Airi dan Sensei tidak berada disini. Sieg pasti sudah membunuh Mantan Temannya ini tak tersisa sampai ke Tahap dimana mereka semua tidak akan Hidup lagi di kehidupan selanjutnya.


"Maaf Sensei.. tapi aku tidak boleh.." ucap Sieg sembari memperlihatkan Mata Rinnegannya juga pada Sensei.


Sensei mencoba untuk menghindari itu tapi, sudah terlambat.


Kepala Sensei sudah menjadi pusing dan mulai menutupi matanya perlahan - lahan


'Sieg.. kenapa kau bisa menjadi seperti ini.." Pikir Sensei dengan perasaan yang kasihan.


Sensei akhirnya tergeletak ditanah dan para Murid lain mendekati Sensei untuk mengangkat Sensei biar Sensei Berada di kejauhan dari sini.


Sedangkan Airi meronta sekuat tenaga Melawan Genjutus Rinnegan Sieg namun, Genjutsu Rinnegan sangat kuat dan menyebabkan Airi tertidur lelap tanpa satu kata pun. Ia juga berharap agar cepat terbangun dan tidak akan membiarkan Sieg melakukan hal yang sama lagi.


"Sieg...." Airi menyebutnya secara perlahan.


Cuma Ishikawa yang dapat mendengar kata Airi dan Ia menggenggam erat Katananya.


"Kenapa... kenapa kau harus melakukan itu?!!"


"Apa harus kukatakan lagi? Mereka akan mengangguku."


"Tapi.. kau tidak perlu sampai Melakukan itu!! Kaori dan Sensei!! Apa kau tau?!! mereka berdua sudah berusaha untuk membawamu kembali!! Dan kau mengatakan Mereka penganggu!! Apa kau tidak memiliki hati!!"


"Seharusnya kata - kata itu diberikan padamu - tidak kalian semua. Meninggalkan Rekan kalian di dungeon neraka lalu menjadikannya sebagai Umpan? Jadi siapa yang tidak memiliki hati?" Ucap Sieg dingin.


Hanya dengan kata - kata itu. Sieg dapat membuat mereka terdiam.


"Jika saja Airi - san dan Sensei tidak berada di sisi kalian. Saat ini juga kalian sudah mati.."


"K -"


Tidak dapat berkata apa - apa. Amakusa menghalanginya dan mengangkat pedang sucinya.


Melihat tindakan Amakusa ini tentunya membuat mereka yang lain bingung sekaligus penasaran.


'Aku tidak mau melakukan ini tetapi, keamanan Teman - teman yang utama.' Pikir Amakusa.


Amakusa sudah mengetahui bahwa membawa Sieg kembali dengan Kekuatannya saat ini tidak cukup. Apalagi, setelah melihat Airi dan Senseinya tertidur hanya Karena Menatap Mata Sieg.


"Maafkan Aku Sieg. Tetapi, demi keamanan Teman - teman. Aku tidak keberatan bertarung melawanmu."


"Bertarung? Melawanku? Apa kau memiliki kemampuan untuk melakukan itu? Meski kau mendapatkan bantuan Divine Beast dan Pedang Suci itu tapi, itu tidak berguna.."


"Ya. Aku tau itu."


Amakusa benci mengakuinya tetapi, dari segala hal. Sieg sudah melampauinya. Kekuatan, Kekayaan, Ketampanan. Semua itu Sieg sudah melampauinya.


"Kau benar - benar menyebalkan."


Meski, Sieg mengatakan itu tetapi, Hanya dengan melihat tindakan Amakusa ini berarti Ia tidak perlu bertarung melawannya. Dan Dapat meninggalkan Tempat ini dengan tanpa perlawanan.


Sieg menghela nafas pelan.


"Kali ini. Akan kubiarkan kalian. Tetapi, di Pertemuan Berikutnya. Aku tidak akan segan - segan untuk melukai kalian lagi meski Di sis kalian Ada Airi - san dan Sensei." Sambil mengangkat Tangannya ke atas langit.


Setelah melakukan itu. Essence Flame Sieg keluar menabrak Barrier yang menghalangi Sieg menggunakan Skill Teleport Maupun Portal Rinnegannya.


Mata Amakusa dan lainnya membesar melihat ini. Mengeluarkan Sihir tanpa mantra, dan menghancurkan Barrier yang tidak dapat dihancurkan bahkan Raja Iblis.


Mungkin ini tidak dapat dipercaya tetapi, itulah Kenyataannya


Argus cuma tersenyum pahit melihat Skill Terkuat dihancurkan oleh Sieg.


'Dia benar - benar kuat.. jika saja aku tidak terhubung Kontrak dengan Mirata. Pasti aku sudah mengikuti anak itu.'


Bahkan para Budak terpana melihat Itu dan menjadi memerah. Serpihan - serpihan Tranpar jatuh dari langit penanda bahwa Barrier sudah hancur sepenuhnya.


Sieg lalu mengeluarkan Portal Rinnegannya. Dan memerintahkan para budak tadi untuk memasuki Portal tersebut. Meski, awalnya ragu tetapi, setelah mengingat kembali bahwa Sieg adalah Penyelamat diri mereka, Mereka tanpa ragu melangkahkan Kaki ke dalam Portal rinnegan tersebut.


Setelah semuanya selesai melawan Portal itu. Sieg juga Langsung melangkahkan kakinya namun, tiba - tiba saja Amakusa menghentikannya.


"Tunggu dulu Sieg!"


"Apa?"


"A - aku ingin bertanya. Ga - gadis yang bersama denganmu hari itu. Apa dia memang mengikutimu?" Ucapnya dengan malu serta sedikit memerah.


Mendengar itu. Sieg langsung memasang Ekspresi Dingin.


"Maksudmu apa? Gadis yang kau maksudkan itu, Ai?"


Sikap Dingin Sieg berhasil membuat Amakusa Terdiam namun, Amakusa tidak mau menyerah begitu saja. Lantas memberikan Pertanyaan lagi.


'Mau bagaimanapun. Aku harus menanyakan Soal Gadis itu..'


"Be - benar. Ga - gadis bernama Ai itu. Jika bisa aku ingin bertemu dengannya."


"..Dan kau pikir aku akan membiarkannya."


Amakusa langsung mengeluarkan Keringat dingin. Kata - kata Sieg terdengar seperti ingin membunuhnya tetapi, Amakusa masih lagi bertekad menanyakan soal Ai dan pada saat itu. Ia langsung dihentikan oleh Hideyoshi Akira yang tiba - tiba muncul dibelakangnya


"Sudah Mirata.. Apa kau ingin kami mati?." Bisik Akira.


Amakusa melirik Para Temannya. Dapat dilihat bahwa semua temannya sangat ketakutan jika Sieg berubah pikiran untuk membunuh mereka.


Amakusa mengepalkan Tangannya dan mengeluarkan darah dikarenakan Kukunya yang terlalu dalam Memasuki kulitnya.


"Baiklah..."


Ia merasa sedikit sakit karena tidak dapat mengetahui soal Ai selain Kalau Ai itu sangat menyukai Sieg.


Sieg juga sudah mendapatkan Telepati dari Kirito dan menanyakan lokasinya saat ini. Tanpa pikir panjang lagi, Sieg mulai melangkahkan kakinya menuju ke Portal Rinnegannya dan sebelum itu, Ia memperingati kepada Amakusa.


"Amakusa Mirata. Jangan pernah sekali - kali mencoba mendekati Ai, dan menyebut namanya, mendekatinya sudah tidak cocok bagimu apalagi menyebut namanya. Nama Ai akan menjadi Tercemar jika Kau menyebut namanya.. Jika kau melakukan itu. Ingatlah, Di saat itu juga. Malaikat Maut akan menjemputmu.."


Untuk pertama kalinya. Amakusa merasa Kesal dan marah dikatakan seperti itu dan semakin Bertekad untuk mendapatkan Ai meski sudah mengetahui Bahwa Ai Sangat mencintai Sieg.


Tentunya, Sieg sama sekali tidak menyadari itu. Jika Sieg menyadari bahwa Amakusa berusaha merebut Ai dari dirinya, Sieg sudah membunuh Amakusa mati Menggenaskan.


Semua Bagian Tubuh Sieg sudah tidak terlihat lagi, Pada saat yang bersamaan Portal tertutup Dengan sendirinya seakan - akan terserap ke dalam...


...*******************...


Maaf jika Membosankan🙏🙏🙏 Lagi Ngantuk dan gak ada ide. Chapter ini pun Thor paksa untuk Nulis atau Ketik. dan Yah, Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote, dan Rate 5 Bintang ya.


Kalau bisa sih dilike dan Di vote juga. Jangan dibaca doang.


See You In The Next Chapter


Jumlah Kata : 4919