I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 70 : UJIAN PERTAMA DIMULAI



DI KURSI KHUSUS


Kakek Daichi, dan Pak Tua Mabuk. Kedua orang tua itu selalu berbicara layaknya teman yang akrab.


"Hahaha. Daichi, sudah lama sekali tidak ketemu. Jujur saja, aku sangat terkejut mendengarmu datang."


"Yah, aku juga tidak menyangka kalau aku diizinkan untuk ikut sebagai Pengawal cucuku."


"Hmm, dan Kazumi Yuna. Tak kusangka kalau Anak Perempuan yang manja dulu, kini menjadi sangat dingin." Ucap Pak Tua Mabuk itu kepada Kazumi Yuna yang merupakan Pemimpin Clan Bulan Indah namun, diabaikan oleh Kazumi Yuna.


Kazumi Yuna lebih memilih untuk terus melihat ke Para Penonton karena dia yakin orang yang ia cari akan menjadi penonton atau Peserta.


'Dia dimana...'


Merasa diabaikan, Pak Tua Mabuk itu hanya bisa tersenyum dan menoleh ke arah Seorang Biksu dengan tongkat.


"Biksu Tua. Aku juga tidak sangka Kau ikut serta dalam Turnamen muda ini."


"Ohoho.. Aku ingin Anak muridku ini merasakan Pertarungan sesungguhnya." Ucap Seorang Biksu Tua yang merupakan Pemimpin Kuil Suci.


"Yah, Di sini sangat Ramai sekali Pemimpin, Raja dan Kaisar yang turut menonton. Sekitar Ratusan?"


"Ya, memang Ratusan" ucap Seorang Pria dengan Mahkota emas dan 4 Pengawal berlevel 1.000 di sekitarnya.


Orang itu adalah Kaisar yang berasal dari kekaisaran Gregor. Kekaisaran yang memiliki kekuatan di bawah Istana Es tapi, kekuatan Kerajaan seperti Felix hanya terlihat seperti Kutu dihadapannya.


"Hmm? Ternyata Yang Mulia Kaisar. Anda juga mengikutinya."


"Hahaha tentu saja. Agar mereka semua Tahu, tentang kekuatan Putraku itu dan manusia yang akan menjadi Terkuat di dunia." Ucapnya dengan nada sombong.


Para Raja lain dan Pemimpin Kelompok Tinggi memang tidak suka dengan Tingkah Kaisar itu karena ia berbicara seolah - olah dunia ini adalah miliknya.


"Dan Kau pasti adalah Arnius Daichi?" Ucapnya menunjuk ke arah Daichi.


"Ya, itu benar saya." Ucapnya dingin.


Meskipun begitu, Kaisar itu masih tetap tenang karena yakin bahwa Dia dapat menjodohkan Natasya dengan Putranya.


"Jika tidak keberatan. Apa Anda keberatan jika aku Mengunjungi Kediaman anda? Aku ingin membicarakan sesuatu."


"Silahkan Kaisar."


Kakek itu ingin menolak tapi, karena dia tidak mau mencari masalah, jadi Dia hanya akan membiarkan Kaisar itu mengunjungi kediamannya.


Mendengar itu, Raja lainnya sedikit terkejut tetapi Rasa Terkejut itu menghilang seketika setelah melihat ada 1 makhluk berbentuk Humanoid dan 4 orang di belakangnya duduk di kursi yang dekat dengan mereka.


"Divine Beast - sama." Mereka semua menjadi hormat.


Divine Beast itu adalah Divine Beast Ke 4 dan 4 Manusia di belakangnya itu adalah Sage.


"Hentikan, Duduk saja. Jangan pikirkan soal kehadiranku"


Mereka hanya mengikuti Perintah Itu. Kecuali Kakek Daichi, Kazumi Yuna, Dan Kaisar karena mereka tidak terlalu menganggap kehadiran mereka.


Clan bulan indah bisa dibilang Kelompok Tingkat Tinggi tapi, kalau dalam aspek kekuatan. Mungkin mereka adalah Kelompok Terlemah jika dibandingkan dengan Kelompok Tingkat tinggi lainnya namun, Kelompok mereka berhubungan baik dengan Divine Beast ke 2.


Divine Beast kedua merupakan Divine Beast yang sangat jarang memperlihatkan dirinya. Maka Tidak heran jika Kazumi Yuna tidak terlalu menganggap Divine Beast ke 4.


Kazumi Yuna lebih takut dengan Divine Beast ke 2 daripada Divine Beast 4.


Dan kini Kazumi Yuna masih saja memfokuskan penglihatannya ke arah Penonton. Dan Tatapan Yuna itu membuat Para Pria menjadi tergila - gila karena menyangka bahwa Yuna memperhatikan diri mereka padahal aslinya tidak!


"Lihat dia melihatku!"


"Tidak. Bukan kau tapi dia melihatku!!"


"Omong kosong!! Dia sebenarnya melihatku!!"


Ya, itu adalah keributan yang dibuat oleh Yuna padahal dia hanya ingin menatap.


Tetua yang merupakan Pengawal Kazumi Yuna juga sudah memutuskan untuk berbicara dengan Pemimpinnya.


"Pe - pemimpin. Kenapa anda terus melihat ke arah kursi Para Penonton?" Ucapnya dengan nada ketakutan.


"Aku mencari seseorang.." ucapnya dingin


Para Pemimpin dan Raja yang telah menaruh hati mereka pada Yuna menjadi penasaran. Dan Siapa orang yang dapat menarik Perhatian Pujaan hati mereka. Lantas mereka pun mencari ke arah Penonton dan akan membasmi siapapun yang menarik perhatian Gadis dingin itu.


"Pe - pemimpin. Saya ingin memberikan Laporan"


Kazumi Yuna kembali menatap ke arah Tetau itu sampai Tetua itu ketakutan. Kazumi Yuna tidak terlalu suka diganggu tapi, dia membiarkan menjelaskannya.


"Katakan."


"Ba - baru - baru ini. Terdapat seorang Pahlawan dari kerajaan Felix mencoba merayu Anggota Clan kita agar Anggota kita menuju ke kerajaan Ais'z.."


"Kerajaan Ais'z yang kau maksudkan itu adalah Kerajaan Ais'z yang Rajanya itu bermain - main dengan Gadis setiap harinya?:


"I - iya Pemimpin."


"Tangkap dia. Jangan sampai Anggota kita terbawa olehnya."


"Ja - jangan khawatir Pemimpin, Anggota kita sama sekali tidak apa - apa. Mereka juga sama sekali tidak percaya dengan Rayuan Pahlawan itu."


"Baguslah tapi, Jika dia sudah membawa satu Anggota kita. Bunuh Pahlawan itu. Jangan biarkan dia hidup meskipun dia adalah seorang Hero."


"Dimengerti Pemimpin"


Sedangkan di sisi lain, Kursi Khusus Raja Felix.


"Otou - sama. Tempat ini sedikit tidak nyaman."


"Kan sudah ayah bilang. Kita tidak perlu ikut tapi, kau memaksa "


"Sudahlah sayang. Aku tau juga kok kalau sebenarnya kau ingin ikut meskipun tempat ini sangat panas dan Putriku Tidak usah terlalu dipikirkan, Kita akan melihat Pendekar Pedang Hitam akan tampil.."


"Benar juga. Baiklah Okaa - sama. Aku akan menunggu."


Mereka juga sebenarnya sama sekali tidak yakin apa Rombongan Sieg itu ikut atau tidak? Tetapi, Firasat mereka mengatakan bahwa Rombongan Sieg turut ikut serta dalam Turnamen muda ini.


Di Kursi Khusus Kakek Daichi


Kakek itu hanya tersenyum saat dia dia bertatap muka dengan Sieg tadi.


'Tunggulah Kakek ini Anak Muda. Aku akan mengunjungi kediamanmu setelah ini. Agar Kaisar Kurang Ajar ini terdiam seberapa hebatnya dirimu.'


Kakek itu sangat benci dengan Kaisar Itu karena Kaisar itu selalu mencoba mendekatkan Putranya dengan Natasya namun, mereka sama sekali tidak bertemu.


Dan agar Putranya bertemu dengan Natasya, satu - satunya cara adalah melalui Berbicara dengan Kakek Daichi.


Kakek Daichi bisa saja menghancurkan Kekaisaran itu tapi, dia tidak ingin melakukannya karena Nama Istana Es dipertaruhkan disini.


'Akan kutunjukkan kepadamu Kaisar kurang ajar bahwa Anak Muda ini lebih cocok dengan Cucuku daripada Putramu yang sombong itu..' Kakek Daichi mulai tersenyum licik


...***************...


Kembali ke Sieg.


Saat Sieg sedang melihat - lihat ke Atas Arena Pandangan Sieg terhenti saat melihat salah satu Seorang Gadis di kursi Khusus.


Saat Mata Sieg di balik topeng itu bertemu dengan Mata Gadis itu. Perasaan Sieg menjadi campur aduk dan Merasa ada yang salah dengan Gadis itu. Dia tidak dapat melihat wajahnya tapi, Gadis itu jelas sangat berbahaya!!


'Apa - apaan. Hanya menatap matanya. Aku seperti ditusuk oleh seribu jarum..'


Dan saat Itu Sieg merasa kalau itu adalah musuh yang menyamar.


[Sieg. Gadis itu memiliki mata Sihir.]


'Mata Sihir?"


[Jawab : Mata Sihir adalah Mata yang memiliki Kemampuan - kemampuan tertentu seperti Mata Anda sendiri]


'Oh, pantas saja Ayu pernah mengatakan kalau mataku ini adalah Mata Sihir'


'Ya, benar juga. Dan Kemampuan Mata Gadis itu tadi...'


[Jawab : Mata Iblis : Mata yang dapat membuat seseorang seperti Tertusuk seribu jarum atau serangan Mental agar lawannya tumbang]


'Eh? Kalau memang benar begitu... Tadi mataku bertatapan dengannya dan aku masih baik - baik saja.. berarti...'


[Benar. Dia menjadi waspada saat mengetahui kau masih baik - baik bahkan setelah bertatap dengannya. Kemungkinan besarnya, dia berpikir Kau adalah Musuhnya. Jadi berhati - hatilah dengannya, mungkin dia akan menyerangmu secara diam - diam.]


'Aku mengerti..'


Sieg bisa saja mengirim Shadow Soldiersnya untuk membunuh Gadis itu tetapi, Sieg berpikir itu adalah Pilihan yang salah.


Setelah itu, Sieg melihat ke atas Arena dan Terdapat satu Makhluk Humanoid dengan 2 Manusia di belakangnya berada di atas Arena.


"Perkenalkan. Aku adalah Divine Beast ke 3 dan 2 Manusia dibekakangku ini adalah Sage Yin dan Yang" ucap Divine Beast berwujud manusia.


Mereka semua menjadi ribut sekali lagi, karena dapat melihat Divine Beast yang merupakan Pemandangan yang sangat langka.


Dan Perlu diketahui, Jika Divine Beast sudah mencapai Tahap - tahap tertentu, maka Mereka juga dapat memakai wujud Manusia.


Dan 2 Sage di belakangnya itu adalah Sage Kakak beradik. Kemampuan Sihir mereka tidak perlu diragukan lagi.


"Itu adalah Sage Yin dan Yang. Mereka benar - benar mirip"


"Dan itu adalah Divine Beast. Kita merasa sangat beruntung karena dapat melihat Makhluk Suci ini"


"Diam!!" Teriak Sage Yang.


Mereka semua terdiam.


"Ehem, dan Pertama - tama selamat datang ke Turnamen Muda di Gunung Dunia ini." Ucap Sage Yin


"Dan sebelum kita mulai Turnamen muda ini. Pertama - tama Aku akan menjelaskan peraturannya. Pertama disini sama sekali tidak diizinkan berbuat curang dan Membunuh. Kedua, seorang peserta dinilai kalah jika Pingsan, Keluar Arena, dan Menyerah, dan yang terakhir. Kalian tidak boleh membuat Para Peserta menjadi cacat seperti Memotong Tangan seseorang atau memberikan racun dan kutukan kepada peserta. Jika kalian ketahuan, Ketahuilah bahwa semua Sage akan segera mengurusi Kalian termasuk Kelompok - kelompok kalian."


"Tapi, yah Peraturan itu akan berlaku saat kita memasuki ke dalam Ujian Ketiga. Karena Ramai sekali Peserta Yang ikut serta. Maka kalian akan menghadapi beberapa Ujian. Apa kalian layak untuk masuk ke dalam Ujian selanjutnya? Ataupun tidak?"


"Dan sebelum menjelaskan soal Ujian Pertama, kita akan membahas soal Hadiahnya. Bagi mereka yang menempati posisi Juara Pertama akan mendapatkan Item unik yang acak di Pohon Kehidupan. Kami sama sekali tidak dapat menyentuhnya termasuk divine Beast 1 karena itu adalah khusus Ciptaan Dewa Dewi. Dan hanya Pemenang saja yang dapat memasukinya karena sudah ditetapkan dalam aturan Dewa Dewi. Dan tidak perlu khawatir soal Hadiah acak yang kalian dapatkan, Karena ini adalah Hadiah dari para Dewa dewi tentunya hadiahnya sangatlah luar biasa"


"Bagi Juara kedua dan ketiga. Mereka akan mendapatkan Hadiah secara langsung dari Kaisar dari kekaisaran Gregor dan Divine Beast 3. Sementara Juara Empat dan Lima juga akan mendapatkan Hadiah. Tetapi, hadiah mereka semua Dirahasiakan."


"Dan Itu adalah hadiahnya."


Meski bukan peserta namun Para Penonton tetap mendengarkan dengan baik - baik dan tempatnya menjadi sepi seketika.


Hanya Sieg yang bingung tentang Pohon Kehidupan


'Apa kalian bisa menjelaskan soal Pohon Kehidupan? Aku belum pernah mendengarnya.'


[Jawab : Pohon Kehidupan adalah Pohon yang diciptakan oleh Dewa Dewi di dunia ini. Ini berfungsi sebagai Penghantar Item dari alam God ke Dunia Manusia.]


[Dan Dewa Dewi jugalah yang telah menciptakan Turnamen muda ini dengan tujuan mereka dapat melihat Orang 'Pantas' melalui Turnamen muda ini. Jadi mereka dapat melihat Soal kekuatan mereka, kebaikan, dan Kebijakan para Peserta. Dengan begitu, Item yang mereka berikan tidak akan jatuh ke tangan yang salah]


[Dan orang Yang pernah memenangkan Turnamen muda di tahun - tahun lalu adalah Utusan sebelumnya]


'Ap -, Berarti Utusan Dewa sebelumnya memiliki banyak Item yang unik?'


[Iya benar sekali.]


'Hmm. Ini kedengarannya menarik. Coba saja aku ikut.. haa.. tetapi itu sudah tidak mungkin.' Pikir Sieg.


"Menurut Sieg - san. Siapa yang akan menjadi Juara Pertama?" Tanya Kurumi.


"Menurutku sih mungkin Gadis bernama Natasya."


Sontak semua Gadis menatap Sieg dengan tatapan datar termasuk Kurumi.


"Ke - kenapa kalian menatap ku seperti itu?"


"Sieg. Kenapa Sieg berpikir kalau Gadis itu yang akan menjadi Juara? Bukan Kirito, Asuna, Rimuru dan Akame?" Tanya Ayu dengan tatapan penuh curiga kepada Sieg.


"Ja - jadi begini. Dari segi kekuatan, Natasya yang sangat kuat dan dia melebihi Rimuru dan lainnya lho. Kalian tahu juga kan? Kalau kekuatan Natasya itu setara dengan Ayu." Ucap Sieg sedikit berbisik.


Mereka semua terdiam. Dan itu membuat Sieg bingung.


"Apa jangan - jangan.. kalian sama sekali tidak mengetahuinya..?" Tanya Sieg.


""""....."""""


Hening ~


'Ah, ternyata... mereka sama sekali tidak menyadarinya.. pantas saja.'


"Dan Menurut Sieg. Apa Kirito, Asuna, Akame dan Rimuru akan masuk ke salah satu Juara itu?" Tanya Kirei


"Kalau menurut pendapatku sih, Rimuru akan menjadi Juara Kedua. Sedangkan ketiga lainnya akan kalah karena aku memerintahkan mereka untuk tidak serius.."


Jika Sieg mengizinkan mereka untuk menggunakan God Mode, Stacia Mode, dan Murasame. Maka mereka pasti akan menempati Juara tapi sayangnya karena Kekuatan mereka akan terlihat sangat mencolok dan Murasame pasti akan membunuh Para Peserta nanti.


Jadi Sieg tidak boleh membiarkan itu terjadi.


"Yah, untuk saat ini mari kita dengarkan Sage itu menjelaskan.." sembari meletakkan Dagunya di atas Kepala Kirei karena sedikit lelah dan nyaman.


Kirei sempat terkejut tapi, dia sama sekali tidak keberatan karena Sieg sangat dekat dengannya.


Kembali Ke Atas Arena


"Dan kita akan memasuki ke dalam Ujian Pertama. Mulai sekarang, Divine Beast - sama yang akan menjelaskannya". Ucap Sage Yin mundur kebelakang.


Divine Beast pun maju ke depan.


"Ehem, Pada Ujian Pertama mungkin kalian sudah tahu apa yang harus kalian lakukan tapi Aku akan menjelaskannya sekali lagi, Pada Ujian Pertama, kalian harus menghancurkan batu ini dalam sekali serang. Terserah kalian mau menghancurkannya seperti apa, yang penting kalian harus menghancurkannya. Jika kalian Berhasil maka kalian akan maju ke Ujian kedua sedangkan bagi mereka yang tidak berhasil menghancurkannya akan gagal dan keluar dari Arena. Dan Ingat!!! Kalian hanya memiliki Satu Kesempatan berarti Satu serangan!! Apa kalian semua mengerti?!!"


""""Kami mengerti!!!""""" Teriak Para Peserta kecuali Natasya, Kirito, Asuna, Akame dan Rimuru.


"Kalau begitu. Sebelum dimulai, kalian diberi waktu untuk mempersiapkan diri selama 5 Menit. Jadi cepat - cepatlah pikirkan cara untuk menghancurkan batu ini. Kalian harus ingat, Batu ini bukanlah batu biasa!!"


5 Menit kemudian, Para Peserta sudah siap - siap karena dari awal mereka sudah memikirkan cara untuk menghancurkan batu itu dengan cara mereka sendiri.


Sementara itu, Kirito, Asuna, Rimuru dan Akame masih lagi santai - santai sehingga banyak tatapan diarahkan kepada mereka.


Sieg hanya menghela nafas dan memikirkan soal Ujian Pertama itu.


'Ujian Pertama jelas sekali bertujuan untuk mengurangi Jumlah Peserta. Pasti Ramai yang gagal menyelesaikan Ujian pertama ini.' Gumam Sieg. Batu dengan Jumlah Mana yang sangat banyak itu setidaknya setara dengan level 100. Meski itu terdengar sangat sedikit seperti debu bagi Sieg tapi, bagi para Peserta lainnya itu sangatlah tinggi


Kebanyakan para Peserta di Turnamen muda adalah peserta berlevel 100 Ke bawah. Dan level terendah peserta yang ikut adalah Level 30. Sangat rendah bukan?


Sieg kembali menoleh ke arah Atas Arena. Divine Beast sendiri yang akan menjadi Wasitnya beserta Sage Yin dan Yang.


"Kalau begitu, Kita Mulai!!" Teriak Divine Beast.


Begitu Divine Beast mengumumkannya. Terdengar Ratusan Terompet dan Genderang sebagai Tanda bahwa Turnamen muda Dimulai. Dan tidak lupa sorakan dan Jutaan Suara Tepuk tangan terdengar di berbagai Arah. Tanda mereka semua sangat menantikan ini.


'Semoga tidak ada musuh yang menyerang di awal - awal...' Pikir Sieg.


...^^^***********^^^...


Langsung Up 4 Chapter? ya, sebagai Permintaan maaf dari Pembaca yang Vote hari - hari yang lalu. Ternyata ada yang sampai Ngevote 600 dan 1000. Itu membuat Thor sangat terkejut.


Kenapa Thor tidak langsung up setelah kalian Vote sampai Ribuan? karena Thornya merasa sangat pusing memikirkan Alurnya, semakin jauh Chapternya, semakin Sulit mau pikirkan cerita selanjutnya.


Dan Cara mau Nyambungkan cerita dengan Identitas Sieg juga ternyata tidak mudah juga.


Dan maaf saja jika Chapter kali ini membosankan tapi, di Chapter berikutnya Thor akan membuat menjadi menarik mungkin....


Jangan lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan rate 5 Bintang. Bagi kalian yang ngevote Thornya berterima Kasih. Berkat kalian Thor bisa dapat up banyak Chapter.


Tetap dukung Cerita Thor.


See You In The Next Chapter 👋👋👋