
"Hahaha!! Menarik, menarik!! Sudah sekian lama aku tidak pernah mendengarkan cerita semenarik itu! Ini pertama kalinya aku menemukan Master Menarik sepertimu! Kau bukan saja kuat, tetapi Kau juga mempertemukanku dengan Raja Kesatria manisku. Benarkan Arturiaku?"
"Kenapa aku harus setuju denganmu dan aku sama sekali tidak senang bertemu denganmu walaupun kita berdua menuju ke alam baka sekalipun."
"Tidak perlu berkata seperti Arturiaku. Aku tau kau juga kagum dengan Master kita sendiri tapi... Ingat ini satu Hal Kurosaki Sieg bahwa Kekuatan kita Tidak akan pernah sebanding dengan kekuatan Raja Terkuat dari Uruk ini!"
"Sebagai Servant, Aku sangat menghormatimu Kurosaki Sieg. Jadi apakah aku diizinkan untuk menebas Raja Pahlawan dan berisik ini?"
"Kau mengatakan sesuatu yang menarik Arturiaku. Menebasku? Aku ragu kau memiliki kekuatan untuk melakukan itu, Bertahan 10 Menitpun kau tidak akan mampu. Aku bertaruh dengan itu."
"Raja Pahlawan. Kau sangat menyebalkan. Bisakah kau setidaknya diam sementara?"
"Hoh, Kesatria biasa sepertimu ingin Memerintahkanku?"
"Kau meremehkanku?"
"Tidak perlu ditanyakan lagi. Aku memang meremehkanmu."
"Ka - kau?!! Akan kutebas kau berkeping - keping!!"
"Hei hei!! Berhenti - berhenti! Jika kalian bertarung dengan serius. Dunia akan hancur!!" Teriak Seorang Anak Tampan berambut putih.
"Jika Master berkata seperti itu baiklah." Ucap Gadis yang tadi menghilangkan pedang tak terlihat miliknya. Walaupun dia masih kesal.
"Untuk apa aku harus mendengarkanmu?"
Tapi, ada yang menyebakan yaitu Si Pria berambut Emas ini yang selalu keras kepala dan memiliki Kesombongan kelewatan.
"Tidak. Aku tidak memaksa kalian untuk tidak bertarung atau apa. Tapi jangan disini." (Sieg)
"Jadi Master mengizinkanku untuk menebas Raja Pahlawan ini saat berada di tempat yang lain?" Ucap Gadis itu yang tidak lain adalah Arturia.
"Hoh, apa itu benar Kurosaki Sieg?"
"Haaa. Aku tidak peduli lagi.."
Setelah memeanggil semua Servantnya. Sieg pun menjelaskan semuanya tentang kekuatannya dan Dunia ini.
Tentunya, mereka sedikit terkejut sementara Gilgamesh masih santai - santai.
Tapi, buktinya adalah Mana yang ada di sekitar mereka Sangat Melimpah dan jumlahnya menjadi banyak seiringnya berjalannya wakti.
Itu tentu saja jumlah Mana itu berasal dari Lokasi Turnamen muda yang akan mereka datangi.
Sieg juga menjelaskan ada Tugas yang ingin mereka lakukan yaitu Membunuh para Monster dan Melawan satu Dewa Iblis.
"Berarti Master memanggil kami ke dunia ini untuk melawan para Musuh itu?" Ucap seorang Gadis berambut pirang berkunci kuda.
Ada satu lagi Servant terakhir yang Sieg panggil yaitu Random.
Dan anehnya, Gadis itu selalu menatap Sieg bukan karena Suka akan ketampanan Sieg tapi, Nama yang dimiliki oleh Sieg.
Ya, Gadis itu adalah Jeanne D'arc. Tentunya Sieg menyadari itu karena Nama yang pernah menjadi Kekasih Si Servant itu juga bernama Sieg.
"Itu benar Jeanne - san.."
"Eh? Ma - master sudah mengetahui Namaku?!" Dia menjadi kaget setelah Sieg menyebut namanya.
Ngomong - ngomong para Servent juga belum memperkenalkan dirinya. Jadi wajar saja mereka terkejut.
"Bukan hanya kau. Yang disana itu adalah Raja Pahlawan Gilgamesh, dan yang disana Arturia Pendragon" ucap Sieg sambil menunjuk mereka satu per satu.
"Apa? Ternyata kau mengetahuinya? Ini jadi tidak menyenangkan. Aku ingin melihat Ekspresi Terkejut Masterku saat mengetahui ternyata pemegang pedang Excalibur itu adalah seorang Gadis." (Gilgamesh)
"Jangan bicara dulu Raja Pahlawan. Itu menyebalkan." (Arturia)
"Hahaha. Sepertinya kau bisa Tenang Arturiaku. Jika dia sudah mengetahui Identitas mu berarti kau dapat menggunakan seluruh kekuatanmu." (Gilgamesh)
Sieg sudah melihat cukup lama adegan ini bahkan Eiko yang tadinya bersama Sieg sudah memasuki ke dalam tubuh Sieg karena Eiko sendiri tidak mau ikut campur dengan Kedua Servant itu.
Jeanne juga terlihat sudah lelah melihat Kedua Servant yang ingin berkelahi itu.
"Maaf Master. Mereka memang seperti ini."
"Ah, tidak apa - apa Jeanne - san."
"Jadi soal Melawan musuhmu tadi Master Setelah menghabisi musuhmu. Apa kami akan dikirim kembali ke dunia kami?" Tanya Jeanne.
Pembahasan ini berhasil membuat Arturia dan Gilgamesh melihat ke arah Sieg.
"Kembali ke dunia? Apa yang kau katakan Ruler? Untuk apa kita harus kembali ke dunia membosankan itu? Berada di dunia ini lebih menarik." Ucap Gilgamesh.
"Apa Raja Pahlawan baru saja mengakui ingin tinggal di dunia ini?"
"Aku memang mengakuinya Arturiaku, apakah telingamu bermasalah? Aku sudah mengatakannya dengan jelas bahwa Aku ingin tinggal dunia semenarik ini."
"Ka - kau.. Aku sudah tidak tahan lagi. Master! Tolong izinkan aku untuk menebasnya!!"
"Sudah kalian berdua. Kalian membuat Master kerepotan.." ucap Jeanne.
"Hem. Jangan memerintahkan Ku Ruler., kau hanyalah servant biasa di mataku. Kau bahkan tidak layak untuk memerintahkanku."
"Eh? Ti - tidak bukan itu maksudku.." (Jeanne)
Kesombongan yang dimiliki oleh Gilgamesh itu membuat Sieg merasa sangat kesal dan jika ingin dia mau menghancurkan si Gilgamesh ini berkeping - keping. Tapi, kekuatannya yang sekarang mungkin sedikit lebih kuat dari Gilgamesh.
"Haaa. Oke dengarkan. Setelah semua ini selesai. Aku tidak akan dapat mengembalikan kalian dan kalian akan tetap mengikuti ku?"
"Setelah itu. Apa yang harus kami lakukan Master?" Tanya Jeanne.
"Setelah ini, kita akan berkeliling ke dunia bersama - sama rekanku yang lain."
"Kurosaki Sieg. Apa kau juga memanggil Servant lainnya sebelum kami?" (Gilgamesh)
"Tidak. Kalian ada Servant pertama yang kupanggil ke dunia ini." (Sieg)
"Begitu. Dan Soal Melawan Para Dewa apa itu benar?" Tanya Jeanne lagi.
"Ya, kita akan melawannya. Tapi, Jumlah Dewa yang kita lawan hanya satu mungkin"
"Hm. Dunia dimana Ada Dewa dan Raja Iblis. Aku ingin mencoba melawan mereka." (Arturia)
"Hahaha, Sepertinya pemikiran kita sama Arturiaku. Aku sendiri memang ingin melawan Para Dewa di dunia ini. Aku ingin mencoba seberapa kuat para Dewa dewi di dunia ini" (Gilgamesh)
"Hei. Kalian berdua. Selain para Dewa di dunia ini masih ada makhluk yang lebih kuat dari Para Dewa." (Sieg)
"Tidak peduli apa makhluk tersebut kuat atau tidak. Tapi, tidak ada satu pun makhluk yang dapat melukai Raja Uruk ini." (Gilgamesh)
"Kau terlalu percaya diri Raja Pahlawan. Master kita yang berada di hadapan kita lebih kuat darimu" (Arturia)
"Hahaha. Apa yang kau katakan Arturiaku? Dihadapanku dia tidak lebih dari Serangga."
Tentunya Gilgamesh Menyadari soal kekuatan Sieg. Tadi dia mencoba menilai kekuatan Sieg dengan Menggunakan Salah Satu NP miliknya yaitu Sha Nagba Imuru. Karena Kesombongannya yang sangat luar biasa. Dia tidak ingin mengakuinya jika Sieg sebenarnya memiliki kekuatan yang lebih besar dari dirinya tapi itu hanya sedikit....
Dan saat menyadari itu. Dia ingin mencoba melawan Sieg tapi sebelum itu terjadi Jeanne sudah melanjutkan pertanyaannya..
"Menemanimu berpetualang? Dunia ini seberapa luasnya jika dibandingkan di Jepang?" (Jeanne)
"Kira - kira 5 kali lipat. Tapi jangan khawatir Jeanne - san, Aku pasti kalian akan mendapatkan Pengalaman yang tidak pernah kalian dapatkan di dunia ini." (Sieg)
"Hoh, aku menantikan itu Kurosaki Sieg. Tapi, jika apa yang kau katakan ternyata tidak sesuai dengan fakta. Di saat itu ingatlah!! Nyawamu yang akan menjadi taruhannya!"
"Kau tidak pantas dibandingkan dengan Master" (Arturia)
Arturia juga sudah kesal dari tadi mendengarkan Ocehan - ocehan Dari Gilgamesh oleh sebab itu dia mengatakan kalimat itu dengan Jelas.
"Ehem. Jadi Master. Apa kita bisa melanjutkan Ritual Kontrak Master? Kita sudah terlalu lama menghabiskan waktu disini" (Jeanne)
"Ah. Benar juga.." (Arturia)
Mereka semua kemudian lalu menatap Sieg dan melakukan gaya seperti menghormati kecuali Gilgamesh.
"Servant Saber, Arturia Pendragon"
"Tcih, Servant Archer, Gilgamesh"
"""Kami bertanya kepadamu. Apakah kau adalah master kami?"""
'Mantap...' Pikir Sieg
"Ya. Aku adalah master Kalian"
Setelah itu, Tangan Sieg mulai memancarkan Sinaran cahaya dan begitu cahaya memudar. Terlihat simbol aneh yang berada tepat di tangannya
Ya, itu adalah Command Seal. Yang dimana Sieg dapat memerintahkan mereka semua tak terkecuali walaupun itu kelihatannya tidak berguna sama sekali terhadap Gilgamesh.
Selama yang Sieg ketahui soal Gilgamesh. Gilgamesh memiliki banyak Harta Mulia atau NP di dalam Gate Of Babylionnya. Jadi bisa saja ada NP yang dapat menghancurkan Command Seal tersebut.
"Dengan ini Kontrak antara kita sudah terjalin Master. Dan Master, aku ingin bertanya sesuatu." (Jeanne)
"Hm?. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Kenapa Jumlah Mana yang berada di tubuhku melimpah - limpah." (Jeanne)
"Oh, aku juga baru menyadarinya. Ruler." (Arturia)
"Kalian menyedihkan. Dari awal Mana yang berada di tubuh kita ini adalah Tubuh Manusia dan ini bukanlah lagi Tubuh Roh." (Gilgamesh)
""...""
Mereka berdua terdiam
""Eh?!!"""
Yah, tentu saja mereka terkejut.
"Be - benar sekali Raja Pahlawan. Aku dapat merasakan Jantungku, Darah yang mengalir dan Suhu tubuhku.." (Arturia)
"Ta - tapi bagaimana kau dapat melakukannya Master?" (Jeanne)
"Soal ini aku tidak dapat memberitahukan kalian. Dan tidak perlu Formal begitu, cukup panggil Sieg saja"
""Ta - tapi Master..."" Arturia dan Jeanne menjadi ragu
"Atau kalian ingin aku menggunakan Command Seal?"
""Ba - baiklah...""
"Etto.. Sieg - kun"
Sieg menjadi teringat dengan Pria di dunia Jeanne ini yaitu Sieg. Yah, di dunia itu Jeanne jatuh cinta dengan pria atau mungkin lebih tepatnya Homunculus yang memiliki kekuatan setara dengan Sevant bernama Sieg di dunia itu.
Jadi dia sedikit gugup menyebut nama Kurosaki Sieg.
"Oke. Jadi sekarang kalian memiliki setidaknya sekitar 60% kekuatan Asli kalian dan dapat menggunakan Noble Phantasm kalian tanpa masalah tapi memiliki batas dan jangan terlalu sering menggunakannya. Aku juga sedang mencari cara agar Kalian mendapatkan tubuh Asli kalian. Maksudku mereinkarnasikan kalian sepenuhnya." (Sieg)
"Hahaha. Jadi kau mereinkarnasikan kami? Bukankah kau sendiri sudah seperti Dewa Kurosaki Sieg?" (Gilgamesh)
"Tidak. Kekuatanku masih jauh dari Kata Dewa. Seharusnya itu kalian.."
"Kami?. Apa maksudmu Sieg?" (Arturia)
"Kalian tidak menyadarinya? Dikarenakan Aku mereinkarnasikan kalian semua. Jadi semua kekuatan kalian sudah meningkat dratis dan itu akan dapat terus berkembang.." (Sieg)
"Aku kurang mengerti Sieg - kun?" (Jeanne)
"Ya, kalian akan mengetahuinya suatu saat nanti. Dan untuk sekarang, kalian tidak perlu menunjukkan diri kalian terlebih dahulu. Aku ingin menyimpan kalian sebagai Kartu tersembunyiku untuk melawan musuh. Akan merepotkan lagi jika aku harus menjelaskan siapa kalian atau memperkenalkan kalian" (Sieg)
"Aku kurang setuju dengan itu Kurosaki Sieg. Aku sebagai Raja, dan Terkuat tentu saja tidak akan sembunyi - sembunyi seperti seorang Pengecut. Aku lebih suka dengan memperlihatkan diriku." (Gilgamesh)
"Raja Pahlawan. Aku tau perasaanmu, Tapi Sieg - kun menggunakan cara ini agar kita dapat menyembunyikan kekuatan kita. Kita bisa saja dalam masalah jika Musuh mengetahui keberadaan kita, dan Mereka akan menjadi waspada." (Jeanne)
"Apa yang Dikatakan oleh Ruler itu benar. Raja Pahlawan" (Arturia)
"Tcih, mereka hanya seperti Serangga di hadapanku. Meskipun mereka sudah mengetahui mengetahui kekuatanku tapi, mereka tetap tidak akan dapat melukaiku." (Gilgamesh)
"Haa. Bagaimana jika begini. Nanti aku akan membiarkanmu melawan Dewa Iblis itu.. bagaimana dengan itu?" (Sieg)
"Hoh, penawaran yang lumayan menarik Kurosaki Sieg. Baiklah, untuk saat ini aku tidak akan memperlihatkan diriku sementara tapi, Kapanpun jika aku ingin memperlihatkan diriku Itu terserah diriku. Paham? Kurosaki Sieg?" (Gilgamesh)
"Ya ya..."
Setelah itu Gilgamesh pun menghilang dari sini. Tapi, Sieg mengetahui jika Gilgamesh itu hanya bersemayam di tubuhnya.
"Kalau begitu Mas- ehem, Sieg. Aku juga akan berada di tubuhmu."
Tubuh Arturia memudar menjadi Satu Bola cahaya lalu memasuki ke dalam tubuh Sieg menyisakan Jeanne dan Sieg disitu.
"Apa kau ingin mengatakan sesuatu Jeanne?"
"Ya, Sieg - kun. Apa namamu ini adalah Kebetulan atau kau.. adalah... Reinkarnasi dari Sieg di duniaku?"
"Hmm. Atas alasan apa kau berpikir jika aku adalah Sieg yang berasal dari duniamu? Kau tidak ingat dengan penjelasanku tadi? Jika kita berdua ini berada di dunia yang berbeda, atau mungkin Dunia Pararel Dan dimensi lain. Kebetulan seperti ini jika aku adalah Sieg yang kau maksudkan itu hampir mustahil.."
"Tapi, Auramu, Dan kepribadianmu hampir sama."
"Bisa jadi itu hanyalah kebetulan. Jadi itu tidak mungkin, apa kau merindukan dengan Sieg di dunia aslimu? Dia sudah mengorbankan dirinya demi kebaikan dunia?"
Wajah Jeanne menjadi memerah padam. Sieg tertawa kecil melihat salah satu Karakter Favoritnya seperti ini dan berpikir itu sedikit imut.
"Tidak.. sepertinya aku memang salah paham.. maafkan aku Sieg - kun"
"Yah, tidak apa - apa. Kau bisa kembali ke tubuhku.." ucap Sieg sembari membalikkan badannya.
Jeanne lalu tersenyum dan menjadi sebutir cahaya dan memasuki ke dalam tubuh Sieg.
Setelah ditinggal sendirian disitu. Sieg akhirnya menghela nafas.
"Dari perkataan Jeanne, dan berpikir aku adalah Reinkarnasinya. Sepertinya dia merindukan Sieg yang berasal dari Universenya... Apa aku harus memanggilnya sekalian?"
"Mungkin"
"Woah. Kau buat aku kaget. Jangan tiba - tiba muncul seperti itu, kau dari tadi kemana?"
"Ah, maaf. Tadi aku selalu memperhatikanmu. Tapi karena sepertinya kau kerepotan, aku pikir mungkin aku bisa membantu."
"Tidak perlu. Jadi sekarang aku ingin keluar dari tempat ini. Kau bisa menghilangkan Kekkai ini."
"Kalau begitu. Cancel.."
Setelah penghalang yang dari tadi menghalangi Sieg mulai memudar dan menghilang.
Sieg menghela nafas lega dan di sekitarnya sama sekali tidak satu orang pun di sini. Kecuali Dirinya.
Sieg pun berniat untuk kembali ke kamarnya tapi dia terkejut saat melihat ada seorang Kakek yang sedang duduk bersila di hadapannya.
Kakek itu terlihat sedang tersenyum saat merasakan kehadiran Sieg.
"Kau akhirnya keluar."
Mendengar itu. Sieg kaget bukan main dan mundur beberapa langkah sambil mempersiapkan dirinya jika Kakek ini menyerangnya.
"Kau.. dari awal bukanlah Kakek biasa. Siapa kau?"
Kakek itu kemudian Membuka Topi jeraminya dan terlihat Wajah yang sudah keriput, serta janggut putih di wajahnya itu.
Namun, meskipun begitu. Kakek itu masih lagi tersenyum melihat Sieg.
"Perkenalkan. Namaku Arnius Daichi, salah satu Tetua yang bintang 9 dan berasal dari Kelompok bernama Istana Es.."