
Pagi hari sudah tiba. Hal yang pertama kali Sieg dan lainnya Adalah sarapan. Semua makanan dimasak oleh para Gadis.
Dikarenakan Ranga dan Phoenix ikut serta makan bersama. Maka lauk yang dimasak lumayan banyak sampai Butuh sekitar 20 orang untuk menghabiskannya.
Dan semua itu baru saja Dihabiskan oleh Dua makhluk itu. Sangat mengejutkan. Mereka semua berpikir itu.
Dan Ayu juga memperlihatkan senyuman puas membuat para Gadis penasaran dan berpikir jika Ayu sedang dalam suasana hati yang bagus. Kecuali Kurumi seolah - olah sudah mengetahui alasan kenapa Ayu sedang dalam suasana hati yang bagus.
Setelah menghabiskan semua makanan yang dihidangkan. Mereka lalu melanjutkan menyelesaikan Dungeon ini.
Mereka sudah sampai di Lantai 81. Bagi orang normal, dapat mencapai 81 dalam 2 hari merupakan pencapaian yang luar biasa
Tetapi, bagi Sieg dan lainnya Pencapaian seperti itu hanyalah pencapaian biasa.
Mereka pun lanjut membunuh monster meski ada beberapa Jebakan yang tidak berguna mengenai Tubuh mereka namun, Sieg dapat menghancurkan semua jebakan dengan Shinra Tensei.
Dan akhirnya mereka mencapai ke lantai 90. Dimana Lantai 90 akan tersedia satu boss.
Setiap 10 Lantai, akan ada Boss yang menanti mereka dan mereka harus mengalahkan boss itu untuk ke lantai selanjutnya.
Sejauh ini tidak ada Boss monster yang membuat mereka kesulitan dan merasa sedikit bosan karna Boss yang mereka lawan Terlalu lemah.
Kembali Ke Topik
Sieg dan lainnya lantas membuka Pintu lantai itu dan terlihatlah sosok Yang mirip seperti Manusia namun aura yang dikeluarkan tidak main - main.
Aura itu setara dengan Manusia yang berlevel 450.
Memiliki Sayap di belakangnya dan memegang Dua pedang di tangan kedua tangannya. Giginya juga bertaring dan Di sekitarnya terdapat mayat yang berhamburan.
'Vampire?' Pikir Sieg.
Ini pertama kalinya Sieg melihat Ras Vampir. Dari yang Sieg ketahui, Ras Vampir sepatutnya sudah punah sejak dulu.
Dan sekarang kenapa bisa ada disini?
Karna Sieg tidak mau ambil pusing. Sieg membiarkannya.
"Jadi siapa yang akan melawannya?" Ucap Sieg.
Yang mengangkat tangan adalah Kirito, Asuna, Ai, Akame dan Kurumi.
"Tidak. Jika Satu melawan Lima. Nanti tidak adil.." ucap Sieg sebelum menghela nafas.
Berapa kalipun dipikirkan. Vampir itu pasti mati Tidak itu sudah dijamin. Melawan lima orang sudah merepotkan terlebih lagi, Dengan adanya Kurumi. Mereka pasti menang tanpa masalah.
Sieg sendiri tidak yakin apa dia sendiri dapat bertahan melawan mereka berlima. Jika Ia menggunakan Kekuatan Elemen dan Kurama mungkin Ia akan menang.
"Kalau begitu. Bagaimana kalau begini. Karna musuh kita pengguna pedang. Yang melawannya adalah Aku dan Akame.." ucap Kirito menjelaskan.
"Bagaimana dengan Mama, papa?" Ucap Yui yang tiba - tiba muncul terbang di sekitar.
"Benar Kirito - kun. Aku sendiri juga ingin melawannya.." ucap Asuna sedikit kesal.
Kirito menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak tau cara menjelaskan kepada mereka.
"Tidak ada yang perlu dibicarakan.. Serahkan saja padaku.." ucap Akame.
"Tidak tidak. Walau kita sangat kuat. Tetapi, musuh kita itu berlevel 450. Jika melawan dua orang kita pasti menang tapi jika cuma satu orang.. itu.." Kirito kehabisan kata - kata.
Memang meski mereka sangat kuat tetapi melawan Musuh yang berlevel 450 sendiri. Itu terlalu berisiko. Mereka mungkin akan keluar sebagai pemenang tetapi cedera yang didapatkan pasti bukan main - main.
"Serahkan saja pada Diriku. Aku bisa menghabisinya dalam satu menit." Ucap Kurumi sembari memainkan Pistolnya.
Kebanyakan dari mereka sangat ingin melawan Vampie itu. Kenapa Rimuru tidak ikut serta?
Karna sudah pasti Rimuru akan keluar sebagai pemenang. Lagipula, Sieg juga meminta Rimuru untuk melindungi Ayu serta ibu dan Anak elf itu. Ayu yang sekarang tidak memiliki kekuatan melindungi diri begitu juga dengan Ibu dan Anak Elf itu.
Melihat semua rekan - rekannya saling berdebat. Rimuru tersenyum tipis.
'Sieg pasti kerepotan dalam menghadapi ini.. Ma' aku sendiri juga sudah pernah merasakannya..'
Rimuru merasa lega dapat bertemu dengan orang yang mengalami kejadian yang sama dengan dirinya.
Sedangkan Sieg menghela nafas pelan. Karakter yang Ia kagumi malah Sedang berdebat tanpa alasan jelas. Gara - gara ingin melawan Vampir itu, mereka harus berdebat? Sangat mirip dengan anak - anak.
Sieg kemudian menepuk tangannya dan Memutuskan siapa yang akan melawan Vampir itu.
Kurumi terlalu OP jadi Ia tidak akan ikut serta, kemudian Ai memiliki kekuatan suci yang jelas membuat ras Seperti Vampir akan ketakutan dengan kekuatan Suci Ai, lalu Asuna karna Sieg tidak mau Kekasih Kirito akan mendapatkan cedera Sieg tidak akan membiarkan Asuna ikut serta.
Dengan kata lain yang akan melawan Vampie itu adalah Akame dan Asuna. Sieg memiliki dua alasan memilih mereka berdua. Pertama Karna Kirito memiliki Nitoryuu dan yang kedua demi menaikkan Level Akame.
Dari semua karakter yang Sieg panggil. Saat ini Akame yang terlemah diantara mereka semua.
Mereka sedikit kecewa sedangkan Kirito dan Akame memperlihatkan senyuman penuh kemenangan.
Sieg juga langsung menenangkan Ai yang terlibat murung. Bagi Sieg lebih bagus jika Dirinya mati daripada membuat Ai sedih.
Tentunya Ai merasa senang melihat Sieg sangat mengkhawatirkan dirinya. Sedangkan Ayu, dan Kirei memperlihatkan tatapan yang mengandung keirian.
Sementara itu disisi lain, Vampir itu sangat marah karna Sieg dan lainnya sangat santai meski sudah berada di hadapan dirinya.
Mereka juga seolah - olah meremehkan dirinya.
"Manusia brengsek!! Beraninya kalian bercanda sementara aku masih berada di hadapan kalian!!" Teriak Vampir itu
Akibat teriakan itu. Kirito dan Akame kemudian memandang ke arah Vampir itu.
"Kalau begitu. Kita mulai. Akame." Ucap Kirito mengambil kedua pedangnya Yaitu Elucidator dan Excalibur.
Akame mengangguk pelan dan menyiapkan Murasame.
Melihat Kirito dan Akame menyiapkan senjata masing - masing. Vampir itu juga tidak tinggal diam. Ia juga mengenggam erat gagang pedangnya.
Tidak Lama kemudian. Pertarungan mereka dimulai begitu terdengar suara retakan.
'Akan kubunuh para manusia sialan ini!!' Teriak Vampir itu dalam hati.
Yang pertama kali memulai serangan adalah Akame karna kecepatannya lebih tinggi dari Kirito.
Akame mengayunkan katananya dari bawah ke atas secara Vertikal diikuti Kirito yang sudah mengaktifkan Sword Skill dari belakang.
Vampir itu hanya menangkis Tebasan Katana Akame dengan kedua pedangnya namun, pada saat yang bersamaan itu juga menyebabkan dirinya terpental jauh ke belakang.
Melihat itu, Kirito langsung memutar tubuhnya seperti Gasing dan menebas Tubuh Vampir itu tanpa kesulitan.
Sieg sedikit terkejut dan Heran. Kenapa Makhluk yang berlevel 1.000 dapat dikalahkan semudah itu? Seharusnya tidak akan berakhir sampai sini.
Dan Apa yang Sieg pikirkan itu ternyata benar.
Vampir itu lalu mengeluarkan Sihir Angin dan Memiliki Skill Regenerasi Super membuatnya salah satu makhluk yang sangat merepotkan.
Terlihat Tornado angin yang melesat ke arah Kirito dan Akame namun, Tornado itu seketika menghilang ketika Kirito memakai Wujud God Mode.
Kedua pedangnya langsung berubah ke Night Sky Sword dan Blue Rose Sword.
"Enhance Armament."
Setelah mengatakan itu, Blue Rose Sword langsung mengeluarkan Sejumlah Es menerjang ke arah Vampir itu.
Tsunami Es itu hampir mengenai Tubuh Vampir itu tapi, Pada saat bersamaaan Terlihat Akame yang sudah menggunakan Oku No Te milik Teigunya.
Bagi Akame Vampir ini sangat merepotkan meski Ia sudah memotong berkeping - keping tubuh Vampir itu. Dengan kata lain Kutukan yang berada di Murasame tidak berguna terhadap makhluk abadi.
Dalam sekejap. Mata Akame berubah menjadi mirip dengan Iblis dan Tubuhnya Mulai bertato.
Pedang Akame memotong rapi leher Kepala Vampir itu namun, masih dapat pulih lagi.
Lantas Akame langsung Memotongnya menjadi kepingan kecil membuat Regenerasi Tubuh Vampir itu melambat.
Akame sendiri juga terkejut. Bahkan setelah dipotong berkeping - keping seperti itu, Vampir itu masih dapat pulih? Sangat mengerikan.
Tapi, Vampir itu merasa sangat kesakitan dikarenakan Kutukan Murasame yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Meski Ia abadi bukan berarti Kutukan Murasame akan hilang malahan Kutukan itu akan semakin Kuat jika orang tersebut abadi.
Hanya saja Akame tidak menyadari itu.
Setelah Tubuh Vampir itu pulih sepenuhnya kembali. Ia terlihat sedikit kesakitan dari wajah yang Ia tunjukkan. Dan marah kepada Akame.
Dengan cepat Vampir itu menyerang Akame secara beruntun dengan kedua pedangnya.
Akame tidak dapat menghindari serangan itu dikarenakan perbedaan Status meski Ia menggunakan Oku No Te Murasame.
Kirito yang melihat itu, tidak tinggal diam dan mengeluarkan Sejumlah Es kembali lewat Lantai - lantai sekeliling.
Tidak Butuh waktu yang lama. Pergerakan Vampir itu melambat dan Tidak dapat bergerak sama sekali karna Es yang membekukan kakinya dari bawah.
Vampir itu meronta sekuat tenang namun, Kirito tidak mungkin membiarkan Itu. Dia pun melesat ke arah Vampir itu sembari mengayunkan Night Sky Sword secara terus melurus ke depan.
Dan Tepat pada saat Night Sky Sword menembusi perut Vampir itu. Vampir itu tidak bergerak dan Justru menangkap Pedang Kirito dengan kedua telapak tangannya.
"Kau termasuk ke dalam jebakanku.."
Kirito menjadi Kepikiran jika Vampir ini memiliki Skill yang mirip Skill bunuh diri. Tetapi, Vampir itu tidak berpikir seperti itu. Ia memang memiliki Skill seperti itu namun, Skill yang Ia akan gunakan kepada Kirito adalah Skill Ledakan. Dengan Skill ini, Ia tidak perlu mengorbankan nyawanya.
"Kalian semua ak -!!"
"Release Recollection.."
Seketika tubuh Vampir itu dibekukan oleh Es dengan Bentuk mawar yang indah namun, Mawar Es itu sangat mematikan.
Seiring berjalannya waktu, Es Mawar itu membuat suara retakan. Petanda bahwa Es itu akan hancur tidak lama lagi.
Walau Vampir itu memiliki Skill Abadi tetapi, jika dibekukan oleh Es, Skill semacam itu tidak akan aktif lagi dan dianggap tidak berguna jika melawan Musuh yang memiliki Elemen Es kecuali Makhluk seperti Phoenix.
Vampir itu hanya dapat mengumpat dalam hati dan berjanji akan membalas kepada Kirito dan Akame di kehidupan selanjutnya meski itu adalah hal yang paling mustahil untuk dilakukan kecuali Dia seorang Dewa.
Setelah Vampir itu hancur berkeping - keping menjadi serbuk Es. Sebuah Gerbang seukuran yang tidak masuk akal muncul di hadapan mereka.
Sieg dan lainnya terkejut. Sekaligus berpikir jika Gerbang seakan - akan membawa mereka ke dunia lain.
Mereka semua kemudian melirik ke Sieg seperti penasaran dengan Lantai berikutnya dan untuk ke lantai berikutnya. Mereka harus meminta Izin dari Sieg.
Merasa dirinya ditatap. Sieg menghela nafas perlahan dan memberi izin menuju ke lantai selanjutnya. Padahal Dia ingin Kirito dan Akame sedikit beristirahat tapi melihat mata mereka yang bersemangat, Ia tidak ada pilihan lain.
...*****************...
Mereka akhirnya mencapai Lantai terakhir yaitu Lantai 100. Selain Lantai 90, Lantai 91 dan seterusnya tidak terlalu sulit dan sangat mudah untuk diselesaikan oleh mereka.
Karna terlalu mudah. Mereka menjadi sangat bosan dan ingin mencari lawan yang setara seperti Vampir di lantai 90.
Oleh karna itu, mereka sangat berharap jika Lantai 100 adalah lawan yang dapat membuat mereka kewalahan agar pengalaman mereka dapat meningkat.
Namun, ketika mereka membuka gerbang terakhir dari lantai Tersebut. Yang ada di dalamnya ternyata hanyalah Segunung Emas serta Item - item yang Unik di dalamnya.
Tentunya, Sieg dan yang lainnya merwsa bingung akan kejadian ini. Padahal yang mereka harapkan adalah Monster yang kuat. Tapi, ini justru Segunung Emas.
Sontak Mereka yang lainnya Mengerutkan dahinya karna kesal tidak sesuai harapan. Mereka semua kini merasa ingin menghancurkan dungeon ini.
Orang Normal pastinya akan bahagia karna mendapatkan Segunung Emas dan Item unik di dalamnya. Tetapi, Bagi Sieg dan lainnya Segunung Emas seperti ini tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan kekayaan yang mereka miliki saat ini.
Mungkin setiap satu orang memiliki 10 Kali lipat kekayaan dari segunung Emas ini kecuali Sieg yang bisa dibilang memiliki Banyak Uang yang hampir tidak terbatas.
Yang merasa kagum dengan pemandangan ini hanyalah Ibu dan anak elf itu serta Ayu karna mereka pertama kalinya melihat Segunung Emas seperti ini.
Mereka hanya menghela nafas perlahan dan menyimpan kembali senjata masing - masing.
Karna Sieg sudah tidak memerlukan Lebih banyak harta lagi seperti ini. Maka Sieg akan memberikannya kepada Yukana, Kirei dan Ayu.
Tidak ada yang keberatan dengan hal itu mengingat mereka memang tidak memerlukannya.
Daripada mereka yang mengambilnya lebih baik memberikannya Kepada yang lebih membutuhkan.
"Ka - kami Ti - tidak perlu.." ucap ibu elf itu atau Yukana.
Tentunya mereka tidak dapat menerima semudah itu.
Begitu juga anaknya yang mengangguk setuju dengan ibu. Namun pada akhirnya mereka pasrah setelah Sieg memaksa mereka.
Karna Dungeon sudah selesai. Jadi Sieg dan lainnya tidak memiliki urusan lagi di Dungeon itu.
Sieg dan yang lainnya pun berniat untuk meninggalkan tempat itu tapi tiba - tiba saja Ai...
"Ah. Sieg lihat ini!"
Ai langsung teriak. Sontak Sieg dan yang lainnya berlari menuju ke lokasi Ai.
"Ada apa Ai?" Ucap Sieg
"Lihat ini Sieg.." ucapnya sembari memberikan benda berbentuk kunci.
'Kunci? Apa ini Kunci untuk sebuah pintu?' Pikir Sieg.
Karna Sieg tidak tau itu kunci Apa. Sieg pun meminta Yui untuk mencari Informasi Tentang Kunci tersebut.
"Emmm. Kunci ini sepertinya Adalah Kunci untuk membuka sebuah Segel Sieg - san. Tapi aku tidak tau pasti Ini segel apa." Jelas Yui.
Sieg hanya mengangguk pelan lalu menyimpan kunci tersebut ke dalam Storagenya.
"Kalau begitu. Mari keluar.." ucap Sieg.
Mereka semuapun meninggalkan tempat itu dan Tidak lupa Sieg menjadikan Para Monster yang ia bunuh di lantai - lantai sebelumnya menjadi Shadow Soldiernya.
Setelah itu, Tiba - tiba saja Dungeon itu bergetar kuat membuat Sieg dan lainnya menjadi waspada.
'Ada apa i -!!'
Mata mereka semua terbelak saat melihat Naga yang ukuran tubuhnya seukuran dengan tubuh Kurama. Karna ukuran tubuhnya yang besar itu, Langit - langit serta lantai - lantai di dalam Dungeon menjadi hancur beberapa bagian.
"Oi Sieg. Kita harus meninggalkan Tempat ini" ucap Rimuru menyadarkan Sieg.
Dengan cepat Sieg membuka Portal Rinnegannya dan Mereka semua langsung memasuki ke dalam Portal tersebut.
Dan Ketika mereka memasuki ke dalam Portal tersebut. Naga itu langsung berbicara.
"Manusia biadab!! Beraninya kau merampas sesuatu yang bukan Milikmu!!"
Naga itu langsung menyemburkan Api dengan Suhu panas yang luar biasa dan dilepaskan ke arah Sieg dan lainnya.
Dengan Sigap Sieg mengeluarkan Rho Aias karna tidak mungkin baginya mengeluarkan Shinra Tensei saat berada di dekat yang lainnya dan Tidak dapat menggunakan Susanoo karna belum terbiasa.
"I Am The Bone Of My Sword"
"Steel Is My Body"
"I Have Created Over A Thousand Blades"
"Rho Aias!!"
Sebuah Pelindung berbentuk Bunga muncul di hadapan Sieg dan lainnya. Semburan itu dan Rho Aias akhirnya bertabrakan. Tetapi, dikarenakan Dampak semburan itu sangat kuat, Rho Aias menunjukkan Retakan setiap detiknya.
"Cepat Masuk!! Aku tidak akan dapat bertahan!!" Teriak Sieg
Mereka semua pun memasuki ke dalam Portal tersebut menyisakan Sieg sendiri di lantai terakhir.
Setelah mengetahui semuanya sudah Tidak ada, Sieg pun langsung memasuki ke dalam Portal Rinnegannya.
...*******************...
Di Luar Dungeon
BOOOOOMMMM!!!
Terlihat sebuah Semburan Api menembusi Dinding - dinding Dungeon yang Sieg tempati tadi.
Dinding Dungeon biasanya tidak akan dapat dihancurkan semudah itu dikarenakan Dungeon diciptakan oleh sosok yang kuat tetapi baru saja Dinding tersebut Dihancurkan oleh seekor Naga dengan ukuran yang tidak masuk akal.
"Manusia!!!"
Naga itu meneriakkan kata Manusia dan saat Ia mengepakkan sayapnya.
Swooshh
Tekanan Angin tercipta membuat Pohon - pohon serta Dungeon itu hancur beberapa Lantai. Bahkan Lantai atas hancur beberapa lantai ke bawah dan berhenti tepat pada saat mencapai Lantai 37.
Sekitar 63% Dungeon itu hancur dan Dungeon itu hancur sepenuhnya dikarenakan Ukuran tubuhnya serta berat badannya yang Lantai Dungeon itu tidak dapat menampungnya.
Sementara itu, Di Tempat Sieg.
Sieg dan lainnya langsung menjadi waspada setelah melihat kekuatan Naga itu.
"Sieg. Kita harus menghentikan Naga itu.." ucap Kirito meski Ia sendiri tidak mau ikut campur. Tapi, karna mereka yang menyebabkan kejadian ini maka Mereka harus melakukannya. Mungkin cuma mereka yang dapat melakukan itu di dunia ini.
"Haaa. Baiklah. Tapi, tidak usah ramai - ramai yang ikut denganku.. Cukup beberapa orang saja.." ucap Sieg
Setelah berbincang - bincang beberapa menit. Yang akan Mengurusi Naga itu adalah Sieg, Kirito, dan Rimuru. Mereka bertiga yang akan mengurusinya naga itu karna Mereka memiliki kemampuan terbang.
Untuk kali ini Sieg juga tidak akan membawa Kurumi karna kekuatan Kurumi tidak terlalu berguna melawan Ukuran Monster tang seperti itu.
"Apa kita tidak memerlukan Rencana?" Ucap Rimuru.
"Tidak. Kita tidak memerlukan Rencana. Karna musuh kita hanya satu. Ah tapi kalau bisa sih jangan membunuhnya. Aku ingin bertanya soal Barang apa yang dia maksudkan. Mungkin dia adalah Penjaga dari barang yang dimaksudkan itu."
"Hmm. Mengerti."
Sebelum Sieg pergi menuju ke sana. Sieg memanggil Phoenix untuk dijadikan kendaraan miliknya.
Sedangkan Kirito dan Rimuru menyiapkan Sayap Springgan dan Sayap Kelelawar mereka.
Setelah Itu, mereka pun langsung melesat ke arah Naga itu. Sieg tidak perlu khawatir soal keselamatan Ayu dan lainnya karna mereka semua sudah pada Kuat. Apalagi dengan adanya Kurumi, maka kekhawatiran Sieg tidak akan berguna.
...****************...
Setibanya Sieg, Rimuru dan Kirito di hadapan Naga itu. Tentunya Naga itu sangat terkejut. Bukan karna Kirito dan Rimuru dapat terbang melainkan Makhluk yang seharusnya sudah punah yaitu Phoenix berada di hadapannya.
Melihat itu, kemarahan naga itu mereda.
"Kau.. Bagaimana Makhluk yang sudah seharusnya punah bisa berada disini?"
Tentu saja. Sieg tidak akan langsung menjawab.
"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu. Aku ingin kau menjawab pertanyaanku."
"Baiklah. Apa yang ingin kau tanyakan?"
'Untuk seekor naga. Dia lumayan tenang. Biasa Naga akan menolak Dalam keadaan seperti ini'
[Jawab : Makhluk Phoenix adalah Makhluk yang akan menjadikan orang tersebut sebagai Tuannya jika orang tersebut memiliki kebaikan]
'Maksudmu?'
[Artinya begini Sieg. Dengan kata Lain, secara tidak langsung, Kau membuktikan dirinya adalah orang yang baik kepada Naga itu. Buktinya adalah Phoenix yang berada di pihakmu. Siapapun pasti tau jika Phoenix memilih Tuannya berdasarkan kebaikan yang dimilikinya.]
Sieg justru baru mengetahuinya tapi Ia memilih untuk diam.
"Kalau begitu. Barang yang kau maksudkan itu adalah Apa?" Tanya Sieg.
Naga itu tanpa ragu menjawab.
"Barang itu berbentuk kunci."
"Memangnya ada apa dengan Kunci itu?"
"Kunci itu adalah kunci untuk membuka Suatu segelan yang didalamnya terdapat sesuatu monster yang setara dengan Divine Beast Pertama."
Sieg sedikit terkejut. Kekuatan Kurama saat ini setara dengan Divine Beast 4, Dengan kata Lain Divine Beast 1 jauh lebih kuat dari Kurama.
System sendiri tidak dapat mengukur seberapa jauh kekuatan Divine Beast. Yang pastinya, kekuatan Divine Beast dapat menghancurkan dunia. Dari sejarah yang diketahui juga Divine Beast pertama juga memiliki Kekuatan untuk mengendalikan Pikiran seluruh makhluk hidup.
'Jika Kunci ini jatuh kedalam tangan orang yang salah.. aku tidak dapat membayangkan seperti apa ke depannya.'
"Oleh karna itu. Aku harus mengambil kembali kunci itu."
"Dan siapa orang yang dapat menyegel Monster yang berbahaya itu?"
"Dia adalah Utusan Dewa Dewi."
Sieg menepuk jidatnya. Misteri soal Utusan Dewa sebelumnya terlalu banyak sampai Ia sendiri merasa pusing.
Seberapa banyak sebenarnya musuh yang dilawan oleh Utusan Dewa sebelumnya dan seberapa besar kekuatannya sehingga dapat bertahan melalui semua itu. Sieg memikirkan itu terus, Kekuatannya yang sekarang pasti tidak dapat dibandingkan dengan kekuatan Utusan Dewa Sebelumnya.
Selain itu, Sieg juga bertanya - tanya. Utusan Dewa yang sebelumnya itu siapa? Jika Memang Utusan Dewa itu sekuat yang dibayangkan maka Pasti Utusan Dewa Akan masih ada di dunia ini atau Abadi. Namun, sejarah mengatakan bahwa Utusan Dewa sudah menghilang tanpa jejak. Yang bahkan Para Dewa Dewi tidak mengetahui Dimana Ia menghilang.
"Jika kunci ini sepenting itu. Kenapa Kunci ini bisa berada di luar - luar. Seharusnya Kunci ini dijaga dengan baik - baik atau Kau bisa saja membuat Penghalang yang tidak mudah dihancurkan" ucap Kirito memberikan saran
Sieg dan Rimuru setuju dengan saran Kirito. Jika apa yang dilakukan oleh Naga itu sesuai dengan saran Kirito. Maka Kunci ini tidak Akan Dapat ditemukan oleh Ai.
"Manusia sepertinya kau salah paham. Dari awal memang ada Penghalang yang dapat menghalangi apapun yang menyentuhnya atau Memasukinya. Tetapi, Kunci itu bisa disentuh oleh Kalian. Setahuku selama aku hidup. Satu - satunya yang bisa menyentuh kunci itu tanpa masalah adalah Orang Suci serta Seorang Gadis."
'Hmm? Apa dia berkata jika Ai itu adalah Orang Suci? Tapi dari penampilannya Ai sih memang cocok dikatakan Orang Suci itu tapi, Ai itu dari awal tidak memiliki masa lalu. Jadi bagaimana....'
Di saat Sieg terlarut dalam pikirannya Naga itu masih melanjutkan perkataannya.
"Tetapi, Di antara kalian jelas - jelas tidak ada gadis pun kecuali Kau yang disana.." ucpanya menuju ke arah Rimuru.
"Aku?"
"Benar. Meski kau seperti seorang Gadis tapi Kau memiliki Aura yang berbahaya. Kau sangat beruntung karna memiliki Kebaikan di hatimu. Jika tidak, Aku sudah melenyapkanmu." Ucapnya Mengintimidasi
Rimuru sedikit kaget dengan Intimidasi Naga itu dan bersiaga jika seandainya Naga itu menyerangnya.
"Jika seperti itu. Aku akan mengembalikan Kunci ini padamu." Ucap Sieg dengan Niat untuk menyelesaikan semuanya Tanpa pertarungan.
Sieg mungkin akan memenangkan pertarungan ini dengan adanya Bantuan Kurama ataupun Chibaku Tensei tetapi, Sieg tidak terlalu suka mencari banyak musuh. Bisa dibilang Sieg adalah orang yang suka menggunakan cara Damai.
Naga itu juga pasti sudah menyerang Sieg dan lainnya jika makhluk Phoenix itu tidak ada di Sisi Sieg. Naga itu juga mengetahui Tingkat kekuatannya.
Naga itu setidaknya selevel dengan Phoenix itu dan kekuatan mereka sebanding dengan Divine Beast Urutan Ke - 5.
Naga Itu hanya Membuat Kunci itu terbang ke udara dan kembali Ke tangannya.
Sieg dan lainnya menghela nafas lega. Bersyukur karna Pertarungan mereka tidak terjadi namun semua itu langsung menghilang pada saat Naga itu melanjutkan Perkataannya...
"Kalau begitu. Aku mengulangi pertanyaanku yang sama. Kenapa Bisa ada Makhluk yang sudah punah disini?" Tanya Naga itu sembari melihat tajam ke arah Phoenix.
Sieg hanya menghela nafas Sebelum akhirnya menjelaskan beberapa Soal dirinya, kemampuan Memanggil Karakternya kecuali Soal System. Kenapa Sieg tidak keberatan menceritakan semua itu? Karna menurut Sieg, Naga itu tidak jahat dan Sepertinya Naga itu adalah salah satu Makhluk Peliharaan Utusan Dewa sebelumnya. Atau lebih tepatnya, Itu adalah Hobi dari utusan Dewa sebelumnya. Utusan Dewa sebelumnya sangat menyukai memelihara hewan - hewan langka.
Dan Setelah Sieg menjelaskan semuanya. Di akhirnya, Ternyata diluar dugaan. Naga itu tiba - tiba saja bersujud saat mengetahui Kebenaran diri Sieg yaitu Sieg sendiri juga salah satu Utusan Dewa.
"Ma - ma - ma - maafkan Hamba!!! Karna Telah lancang kepada anda!!"
Tentunya Naga itu sangat terkejut. Tidak mempercayai jika Utusan Dewa yang ia hormati kini berada di hadapan matanya.
Tindakan ini juga membuat Sieg dan lainnya sedikit pusing. Sieg juga dapat melihat naga itu gemetaran saat mengetahui Fakta Soal Sieg.
"Tidak perlu diambil hati. Dan kami harus meninggalkan Tempat ini karna masih memiliki urusan."
Sieg sudah mengerti dari tindakan Naga itu. Dengan melihat ini, Naga itu bisa dibilang sangat menghormati Utusan Dewa karna Utusan dewa sendiri adalah Penyelamat hidupnya.
"To - tolong tunggu dulu Yang Mulia.!"
"Jangan memanggilku 'Yang Mulia'. Itu tidak nyaman sama sekali." Ucap Sieg
"Ba - baiklah."
"Terus. Apa yang ingin kau katakan?"
"A - anda bisa mengambil kunci ini kembali."
Kunci yang tadi kembali muncul melayang menuju ke arah Sieg. Dan Sieg menyambutnya dengan Tangan Kirinya.
"Kenapa kau memberikan ini kembali?"
"Menurut hamba. Kunci ini akan menjadi lebih aman jika berada di Perlindungan Anda."
"Baiklah jika begitu. Dan Kupikir kau sudah tidak memiliki Tugas disini.. Apa kau ingin mengikuti kami?"
Sieg mengajaknya. Dengan bertambahnya Naga itu, kekuatan di Pihaknya akan meningkat. Selain itu, Naga itu juga kelihatan tidak memiliki tugas lain lagi selain Menjaga Kunci itu. Dan kunci itu sekarang berada di tangan Sieg yang artinya Naga itu sudah menjadi pengangguran.
"Diundang mengikuti menjadi sebagian dari anda membuat Hamba sangat terhormat tetapi.. Maafkan Hamba. Hamba akan tetap berada di tempat ini karna Tempat ini memiliki banyak kenangan indah Hamba bersama Utusan Dewa sebelumnya."
Sieg tidak akan memaksanya dan membiarkan.
"Begitu. Tapi kalau kau berubah pikiran kau bisa datang ke Hutan Kematian. Kami akan menunggumu. Dan Jaga dirimu." Ucap Sieg sembari mengajak Kirito dan Rimuru kembali bersama.
Naga itu kaget mendengar Sieg dan lainnya menunggu dirinya di Hutan kematian. Tetapi, Naga itu sudah dapat menebak soal alasan Sieg dan lainnya menunggu dirinya di Hutan Kematian. Kemungkinan besarnya Sieg dan lainnya membangun sebuah Kota, Atau Sampai membangun kerajaan di hutan Kematian.
'Seperti biasa. Anda masih sama seperti yang sebelumya..' Gumamnya saat Sieg dan lainnya sudah menghilang dari pandangan....
...*********************...
Maaf jika Chapter ini tidak menarik. Thor sekarang lagi Badmood, Jadi Tulisannya mungkin berantakan atau Gimana.
Thor akan perbaiki lebih baik di Chapter selanjutnya.
Jangan Lupa Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share.
See You In The Next Chapter👋👋👋