
Setelah Sieg meninggalkan lapangan tersebut. Sieg membawa budak lainnya berkumpul dengan Ai dan lainnya. Lantas Ia dilontarkan banyak pertanyaan dan yang merepotkan itu adala Ai. Ai cemberut melihat Sieg membawa Banyak Gadis terlebih lagi Pakaian yang dikenakan oleh budak itu membuat Kesalahpahaman semakin bertambah.
Untungnya, Sieg dapat menyelesaikan semuanya tanpa kendala. Tentu Ia menjelaskan semuanya dengan terburu - buru dan menjelaskannya secara Rinci agar kesalahpahaman itu tidak berlanjut.
Setelah Sieg menjelaskannya. Sieg sedikit beristirahat dan duduk di rumput - rumput itu.
"Haa. Aku harap tidak bertemu dengan mereka lagi."
Yang Sieg maksudkan itu tidak lain jika bertemu dengan semua Mantan Temannya itu. Jika sampai ketemu lagi Sieg sudah tidak tau lagi apa yang harus dilakukan
"Kenapa tidak serahkan saja padaku?" Ucap Akame
"Hmm? Maksudmu?"
"Aku bisa membawa kepal -"
"Tidak tidak tidak. Jika kau melakukan itu. Sama saja membunuh orang yang tidak berdosa." Ucap Sieg
Tidak perlu di dengar lebih lanjut. Yang Akame ingin sampaikan itu sudah tentu membunuh Mantan Teman Sieg. Sungguh mengerikan.
"Begitu."
Pembicaraan berakhir. Akame memang begitu. Jika selalu membicarakan sesuatu, Semua topik yang dibahas olehnya akan Singkat namun, meski Ia Tipe seperti itu. Ia selalu mementingkan Kehidupan teman - temannya.
"Jadi. Sieg. Apa kau mendapatkan Petanya?" Tanya Kirito.
"Ah. Ya. Aku mendapatkannya."
Kemudian Sieg memanggil salah satu Shadow Soldiernya dan mengambil peta itu dari tangan Shadow Soldier tersebut.
Ia lalu membuka Peta tersebut dan memperhatikannya dengan Teliti diikuti Yang lainnya.
Sieg sedikit terkejut melihat Lokasi Tempat Tinggal Ayu. Lokasinya dapat dibilang berbahaya tidak malahan Sangat berbahaya, menuju ke sana sudah dipastikan banyak Tantangan Mematikan Menunggunya.
Untuk sampai ke sana. Ia mungkin, akan berhadapan Tiga Divine Beast yang berbeda. Masing - masing Divine Beast itu juga memiliki kekuatan luar biasa. Apalagi, Ada beberapa Ras Aneh yang baru Sieg ketahui dari System dan Dai Kenja yang memiliki Potensi untuk membunuh Sieg dan lainnya.
"Aku sudah siap jika Tempat Ayu itu Sangat berbahaya tetapi tak kusangka Tempatnya sangat sulit dari yang kubayangkan" Ucap Sieg nada lemah.
Meski Sieg dan lainnya sudah dapat terbilang sangat kuat tetapi, melawan Musuh yang kekuatannya Setara dengan Divine Beastitu tetap saja sulit bagi Sieg dan yang lainnya.
Tentunya kekuatan musuh, Sieg ketahui dari System dan Dai Kenja.
"Sieg. Apa perasaanku saja atau memang Orang kuatnya bertambah sejak kedatangan kami ke dunia ini" ucap Kirito
Sieg tertawa kecil tidak menyangka akan ada yang menyadari soal itu.
"Yah. Untuk saat ini. Kita pikirkan soal budak yang kubawa tadi" ucap Sieg
"Ah. Benar juga "
Sieg, Kirito, dan Akame lalu menoleh ke belakang mereka.
Terlihat Ai, Ayu, Asuna, Kurumi memberikan pakaian untuk dikenakan oleh para budak itu.
Sedangkan Rimuru, memberikan Full Potion kepada para budak itu agar luka - luka yang berada di tubuh pada budak itu sembuh.
****************
Sieg memerintahkan para budak itu untuk berkumpul karena Sieg ingin mengembalikan Para budak itu ke tempat asal mereka.
"Ehem. Etto.. Jadi begini. Kami ingin memulangkan kalian ke tempat asal kalian. Jadi bisakah masing - masing dari kalian menulis lokasi Tempat tinggal kalian" ucap Rimuru sembari memberikan Kertas satu per satu kepada para budak itu.
Sieg sendiri yang menyuruh Rimuru memimpin semua ini. Karena Rimuru sudah terbiasa untuk berbicara di hadapan orang ramai.
Para budak itu sedikit ragu menerima kertas itu tetapi, mau bagaimana lagi Mereka menulis Alamat Lokasi Tempat tinggal masing - masing.
Mereka sebenarnya tidak mau kembali dan lebih memilih mengikuti Sieg namun, Mengingat diri mereka kemungkinan nesar hanya membebani Sieg, mereka terpaksa melakukan itu.
Tidak lagi, semua budak itu sudah jatuh hati pada Sieg dalam pandangan pertama. Siapa yang tidak jatuh dalam kejadian Klise itu.
Dan setidaknya mereka juga ingin membalas kebaikan Sieg. Tetapi, mereka saat ini tidak memiliki apa - apa selain tubuh mereka. Jika mereka memberikan Tubuh mereka kepada Sieg, maka Sieg pasti menolak itu mentah - mentah.
Mereka semua pun memberikan kertas itu satu per satu kepada Sieg dan Sieg membacanya dengan teliti lalu, mencarinya di map.
Setelah itu, Sieg pun mengeluarkan Portal Rinnegannya.
Mana yang digunakan dapat terbilang sangat boros tapi, mau bagaimana lagi. Demi kebaikan Para Budak itu, Ia harus melakukan itu meski Mananya yang menjadi Taruhannya.
Dan untuk berjaga - jaga, Sieg meletakkan para Shadow Soldiersnya ke dalam bayangan para budak itu. Anggap saja sebagai pelindungan dari Sieg meski Sieg tidak berada di sisi para budak itu.
Sangat disayangkan Jika Shadow Soldiernya terus menumpuk di bayangannya sendiri. Itu yang Sieg pikirkan, Alangkah baiknya jika semua Shadow Soldiernys melindungi semua budak itu dari bayangan.
'Kalau diingat - ingat. Aku juga meletakkan Shadow Soldier ke dalam bayangan Putri elf itu bukan?' Pikir Sieg.
Setelah memulangkan semua budak itu. Sieg sedikit beristirahat dan masih ada lagi budak yang tersisa.
"Hmm? Kalian berdua. Kalau tidak salah, ibu dan Anak Elf yang kuselamatkan tadi"
"I - itu benar pahlawan."
Anaknya hanya menganggukkan kepalanya.
"Apa kalian bisa menunggu sebentar? Saat ini aku mencoba memulihkan manaku."
"Bu - bukan itu pahlawan."
"Apa kalian ingin menyampaikan sesuatu?"
"Be - begini. Apa kami bisa diizinkan mengikuti kalian?"
Sieg berpikir sejenak. Membawa mereka berdua jelas akan membebani mereka. Sieg tidak mau mengakuinya tetapi itulah kenyataannya.
"Maaf saja. Ta -"
"Ma - manusia." Pertama kalinya Anak Elf itu berbicara.
Si Anak Elf mulai mendekati Sieg dan duduk di Samping Kiri Sieg.
Sieg sedikit bingung dengan tindakan anak Elf ini.
"Hmm?"
Wajah Anak Elf itu menjadi lebih memerah dari yang sebelumnya dan selalu menatap ke arah bawah Seakan - akan Ia tidak mau menatap wajah Sieg secara langsung.
"Ada apa dengan dia?" Tanya Sieg kepada Ibu Elf tersebut.
"Se - seperti yang anda lihat. Pu - putri saya sudah jatuh hati kepada anda.."
Sieg hanya mengangguk pelan. Tidak ada yang perlu dikejutkan soal itu. Dari awal Sieg sudah bersiap - siap jika seandainya kejadian seperti akan terjadi.
"Ja - jadi Pahlawan. Kumohon tolong bawalah kami. Anak saya sebenarnya Sangat pemalu dan saya sangat khawatir dengan masa depannya. Apalagi, setelah Ia hampir diperkosa oleh prajurit itu, Anak saya sangat ketakutan tetapi, Dengan adanya anda pada saat itu, Untuk pertama kalinya Putri saya memberikan senyuman kepada Lawan Jenis." Ucap Ibu Elf itu yang hampir bersujud namun sempat Dihentikan oleh Sieg
Tentunya. Sieg kerepotan akan hal ini. Ia harus melindungi mereka setiap saat. Meski, Shadow Soldiernya juga dapat Ia sembunyikan di bayangan Ibu dan anak itu tetapi, Makhluk yang Sieg hadapi di masa depan lebih kuat dari Shadow Soldiernya.
Masih ada Makhluk di dunia ini yang dapat menghapus Shadow Soldiernya dengan kekuatannya. Kemungkinan salah satuanya adalah Divine Beast.
'Kalian semua bagaimana menurut kalian?' Tanya Sieg kepada mereka semua lewat Telepati.
""""Kami serahkan padamu."""""
Jelas mereka semua tidak mau ikut campur dan lebih membiarkan Sieg yang melakukan semua.
Sieg merasa kesal karena mendapatkan jawaban seperti itu tapi yah.. mau tak mau, Ia harus menerimanya. Bertambah 2 orang pasti tidak akan menganggu perjalanannya.
"Baiklah."
"Te - terima kasih Pahlawan.."
"Te - terima kasih Manus -"
"Sieg."
""Eh?"" Ibu dan Anak elf kebingunan.
"Kurosaki Sieg itulah namaku. Cukup Panggil Sieg, jangan memanggil ku Pahlawan atau manusia. Itu tidak nyaman, mengerti?"
Kedua Elf itu menganggukkan kepalanya dengan pelan dan Saling tersenyum..
"Ka - kalau begitu. Nama saya adalah Yukana dan ini adalah Anak saya namanya..."
"Kirei."
Mendengarkan nama mereka saja Sieg sudah tau bahwa mereka hanyalah rakyat jelata. Di dunia ini Orang yang memiliki Nama Belakang seperti Sieg, atau Miya itu menandakan bahwa mereka keluarga kerajaan atau Bangsawan.
Dengan kata lain kita dapat mengetahui Status orang itu melalui nama. Apa mereka adalah seorang bangsawan atau tidak.
Pada awalnya Ibu dan Anak Elf itu beranggapan Kalau Sieg itu adalah bangsawan tetapi mengingat bahwa Sieg itu adalah kenalan dari pahlawan, Berarti Sieg mungkin berasal dari dunia lain.
"Kalau begitu. Selamat datang ke keluarga kami." Ucap Sieg sembari mengajak kedua Elf itu mengikutinya berkumpul bersama yang lainnya.
...**********************...
...Di Kerajaan Ais'z...
Airi dan Sensei terbangun kembali dan berusaha mencari Sieg tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari Amakusa dan Teman Sekelasnya membuat Airi dan Sensei kecewa.
Tanpa sadar Airi menangis tak menyangka jika Sieg yang ia kenali itu berubah dratis menjadi orang yang sangat dingin.
Tentunya Sensei berusaha menenangkan diri Airi meskipun Ia sendiri juga tidak tega melihat kepribadian Sieg yang sekarang.
Andai saja, Ia mengikuti para Muridnya Ke Dungeon itu mungkin akan ada perubahan?
Kembalilah Lagi Airi mengurung dirinya di kamar dan tidak akan berinteraksi dengan siapapun kecuali Senseinya dan Ishikawa Erita.
Di sisi lain, Sensei dan Amakusa merasa marah saat mengetahui bahwa Selama ini ternyata Raja Ais'z sudah melakukan Perbuatan kotor seperti memperkosa itu diam - diam. Tidak lagi, Diantaranya terdapat Murid yang ia ketahui.
Tentunya, Raja Ais'z Dapat menghindari itu dengan alasan 'Dimana Buktinya?'. Tanpa Bukti yang kuat, Raja itu dapat mempertahankan Posisinya. Tidak lagi, jika ada beberapa bangsawan Tingkat tinggi yang mendukung Raja Ais'z yang sekarang membuat semuanya semakin merepotkan.
Sembari mencari bukti, Amakusa dan lainnya berlatih mati - matian lagi. Murid lainnya tidak perlu ditanyakan Alasannya kenapa mereka berusaha keras. Mata mereka sudah terbuka, Kekuatan yang Sieg perlihatkan kepada mereka itu sangat dahsyat, kemungkinannya Raja Iblis juga sangat kuat dan kemungkinan mereka menang melawan Raja Iblis saat ini hanya 10%
Persentase yang sangat sedikit.
Sedangkan Amakusa bertekad menjadi kuat karena gara - gara kalimat yang dikeluarkan Oleh Sieg.
Tidak pantas menyebut namanya?
Tidak pantas mendekati dirinya?
Siapapun pasti emosi dan semakin bertekad untuk mendapatkan hal yang Ia inginkan.
Dengan mendengar kalimat itu, Amakusa Mirata ini akan Mencari Gadis bernama Ai itu meski nyawanya menjadi Taruhannya.
Jatuh Cinta berlebihan memang sangat menakutkan.
Argus yang merupakan Divine Beast milik Amakusa hanya menghembuskan nafasnya. Ia menyangka pasti Amakusa akan Mati dalam sekejap dikarenakan Kepribadiannya itu yang terus berusaha keras demi mencapai Hal yang Ia inginkan.
Dan Ia harus selalu melindungi Amakusa? Tugas itu benar - benar sangat sulit.
Argus sendiri menyadari sampai mana Batas kekuatannya saat ini. Cuma dirinya sendiri yang menyadari kekuatannya setingkat Apa.
'Mirata.. Kau tidak seharusnya menyentuh orang yang bukan milikmu..' Gumam Argus.
Sangat jelas sekali Kalau Ai itu lebih memilih Sieg daripada Amakusa. Tetapi, Amakusa hanya mengabaikan itu dan tetap berusaha mengejar Ai. Benar - benar merepotkan. Itulah yang dipikirkan oleh Argus
'Lihatlah Sieg. Aku pasti menjadi lebih kuat darimu dan Bertemu dengan gadis Bernama Ai itu..' Pikir Amakusa
...•Normal Pov End•...
...********************...
...•Sieg Pov Start•...
Sudah berapa hari yang terlewati sejak kejadian itu? Kira - kira sudah 5 hari? Yah, anggap saja seperti itu.
Ngomong - ngomong. Anak dan Ibu elf itu juga sudah menjadi sangat melengket denganku. Anaknya Sih wajar tetapi yang Si Ibu.. kenapa Ia juga malah ikut - ikutan. Tapi selama Ia tidak membuat masalah mungkin, Tidak apa - apa mungkin...
Dan sekarang aku sedang Duduk di luar tenda yang baru saja kami bangun tadi.
Saat ini kami Berada di dalam Dungeon yang tanpa sengaja kami Jumpa ketika Kami sedang menelusuri ruang bawah tanah.
Kira - kira 2 Hari yang lalu kami menemukan Dungeon ini. Kesulitan Dungeon ini tidak terlalu Sulit dan kami bisa Mengurusinya dengan mudah.
Tetapi, Dungeon ini memiliki banyak Lantai. Sekitar 100 - an?. Kalo gak salah, System dan Dai Kenja mengatakan itu.
Meski sedikit sulit sih karena jumlah monsternya di luar dugaan namun, kami dapat mengurusinya Seperti Membalikkan Tangan.
Tentu. Aku tidak ikut campur. Yang memburu monster - monsternya tanpa henti adalah Merrka semua. Jika aku ikut - ikutan, Nanti tidak seru jadinya.
Selain itu, Diam - diam disini tidak ada buruknya juga karena aku Melihat Mereka semua menggunakan Skill dan sihir masing - masing. Seperti sedang menonton Anime
Memang menarik melihat Karakter - karakter Anime Yang kusukai bertarung di Sampingku tetapi pada saat yang sama, aku berpikir bagaimana dengan dunia Lama mereka?
Banyak tokoh penting dari dunia Lama mereka berada disini. Yah, aku tidak mau memikirkan soal itu.
Tapi...... Diam - diam sendiri disini sangat membosankan. Aku Sih maunya juga selalu bersama dengan Ai namun, Ai lebih memilih untuk mengakrabkan Diri dengan lainnya.
Ah.. jujur saja. Aku cemburu. Waktu yang kuhabisakan bersama Ai terasa Singkat dan Itupun tidak lama.
Aku sedih... Tetapi, sebagai seorang Lelaki aku tidak bisa sedih hanya karena hal semacam itu.
Dan kenapa Kami berada di Dungeon ini?
Jawabannya tidak usah kujelaskan lagi. Karena, Dungeon ini memiliki Seratus Lantai. Tentunya, Kami tidak dapat menyelesaikannya dalam waktu satu hari.
Mungkin aku bisa menyelesaikannya Dalam satu hari jika aku Solo. Tetapi, Karena masih ada mereka yang lainnya disini. Aku tidak dapat melakukan itu.
Kebetulan juga mereka dapat menaikkan level mereka dari membunuh Monster.
Oleh karna itu, Kami memutuskan untuk bermalam di dungeon itu karena Tidak terlalu suka bolak balik ke dalam Dungeon ini.
Itu sungguh merepotkan. Asuna - san dan Kirito juga tidak terlalu menyukainya. Hingga kami memutuskan untuk bermalam di Dungeon ini sampai kami menyelesaikan semua lantai ini.
Lalu, kenapa aku berada di luar?
Karena lagi bosan seperti yang kukatakan sebelumnya.
Lagian, Semuanya lagi pada tidur semua kecuali aku. Tentunya, Tenda lelaki dan perempuan dipisahkan. Aku, Kirito, Dan Rimuru bersama sedangkan Para Gadisnya tidak perlu kukatakan.
Haaa. Para Gadisnya benar - benar banyak. Apalagi bertambahnya Kehadiran Ibu dan Anak elf itu.
Tapi ini adalah Keinginan mereka. Jadi aku terpaksa menerima keinginan mereka.
Tak
Hmm? Suara? Asal darimana? Apa jangan - jangan monster? Seingatku, aku meletakkan pelindung di Sekitar kami.
Eh? Ah.. Tidak perlu Dipikirkan lagi. Suara yang barusan itu adalah Asal dari makhluk hidup.
Dari mata Rinneganku saja. Aku dapat mengetahuinya, Mana ini berwarna biru putih. Cuma satu orang yang memiliki Warna Putih seperti ini.
"Keluarlah Ayu.." ucapku perlahan
Setelah aku mengatakan itu. Ayu pun memperlihatkan dirinya. Memiliki Rambut perak yang indah, Mengenakan Pakaian yang sangat tipis hingga kulit yang putih itu dapat kulihat dengan jelas
...•Sieg Pov End•...
...**********************...
...•Normal Pov Start•...
"Kau belum tidur Sieg?" Tanya Ayu. Dia juga penasaran kenapa Sieg masih belum tidur di tengah - tengah malam seperti ini.
"Seharusnya itu pertanyaanku. Seorang Gadis tidak baik, bangun malam - malam.." ucap Sieg sembari melanjutkan memainkan Api unggun itu dengan Ranting kayu itu.
"Dan Ngomong - ngomong. Kenapa kau mengenakan Pakaian setipis itu? Apa kau tidak merasa dingin?"
Sieg menoleh ke arah Ayu yang berdiri di dekat tenda. Dan tebakan Sieg benar. Tubuh Ayu merasa kedinginan. Jelas sekali tubuhnya gemetaran akibat sejuknya malam hari.
Wajah Ayu sedikit memerah saat Sieg menanyakan itu.
"I - ini. Karena Pakaian Favoritku. Dan.. jangan terlalu lama melihat ke arahku..." ucap Ayu dengan wajah yang memerah.
Sieg tersenyum canggung setelah mendengar Ayu mengatakan itu dan kembali menoleh ke arah Api unggun.
"Sinilah.. duduk bersamaku. Sekaligus menghangatkan diri.."
"Ba - baiklah."
Ayu mengangguk pelan lalu menghampiri Sieg dan duduk di Samping kanan Sieg.
"Jadi Sieg. Kenapa kau masih belum tidur?"
"Lagi bosan? Haha.. Mungkin itu bukan alasan yang cukup.. Tetapi itulah yang ingin kukatakan. Dan justru itulah yang ingin kutanyakan kembali. Kenapa kau masih belum tidur?"
"Aku tidak terlalu mengantuk.."
"Begitu."
Mereka saling tidak berbicara dalam beberapa Saat dan menatap Api unggun di hadapan mereka kecuali Ayu yang menatap Wajah Sieg dengan wajah Memerah Tomat.
Tentu saja, Sieg merasakan tatapan itu. Tetapi, Tidak menyadari jika Ayu memiliki Perasaan khusus kepada Dirinya.
Sieg bisa dikatakan Terkadang peka. Terkadang tidak peka. Tipe orang seperti ini jarang ditemukan.
'Kenapa dia terus menatapku?" Pikir Sieg
Dan ketika Sieg menyadari bahwa tubuh Ayu lebih gemetaran dari yang tadi meski sudah berada di hadapan Api Unggun.
Sieg pun membuka Jaket yang Ia kenakan dan memakaikan jaket Itu dari belakang Ayu.
Sontak Ayu merasa sangat malu dalam Posisinya sekarang.
"A -"
"Pakai saja... Aku tidak keberatan. Tidak mungkin bagiku, Untuk membiarkan Gadis Cantik kedinginan di sebelahku.." Ucap Sieg sembari duduk kembali.
'Ca - cantik?!' Pikirnya wajah memerah.
Ayu benar - benar sangat malu dalam keadaan sekarang dan terasa dapat pingsan kapan saja.
Ketika Ayu berusaha untuk menenangkan diri. Ayu langsung teringat hal yang ingin dia katakan kepada Sieg
'Ah.. aku ingin membicarakan sesuatu kepada Sieg.'
"Si - sieg."
"Hmm? Ada apa? Masih kedinginan?"
"Bukan itu.. Tapi.. aku ingin berbicara soal menghantarkanku kembali.."
"Soal itu. Memangnya kenapa?"
"I - itu.. bi - bisakah kau hentikan niatmu.?" Ucapnya perlahan namun, Sieg masih dapat mendengarnya dengan jelas dikarenakan posisi mereka sangat dekat
Sieg terdiam sejenak. Lalu melanjutkan lagi pembicaraan
"Kenapa kau berkata Seperti itu? Apa kau tidak ingin bertemu dengan Keluargamu lagi?"
"A - aku ingin ta - tapi..."
"Tapi?"
Ayu kesulitan menjelaskannya. Dia sebenarnya ingin sekali mengikuti Sieg namun, pada saat yang sama juga Ia ingin bertemu kembali bersama keluarganya.
Tentunya, Sieg dapat merasakan Kegelisahan dalam Hati Ayu dan Dia juga kesulitan dalam Mengambil keputusan.
Membiarkannya mengikuti kami? Atau menghantarkan Ayu kembali ke rumahnya?
Pertanyaan itu terlintas di benak Sieg.
Tidak lagi. Permintaan Ai yang ingin Ayu mengikuti mereka. Dan Sieg tidak mau membuat Ai sedih jika Sieg mengambil Pilihan Membawa Ayu kembali.
'Ini benar - benar membuatku kesulitan...' Gumam Sieg.
"Bagaimana jika begini. Nanti saat kita tepat berada di hadapan Ayahmu. Pada saat itu, kau bisa meminta Izin dari ayahmu, jika dia mengizinkanmu aku tidak akan melarangmu Mengikutiku begitu juga dengan sebaliknya." Ucap Sieg panjang lebar.
Ayu memperlihatkan senyuman puas karna senang dengan usulan Sieg dan tanpa sadar Ayu memeluk Sieg.
"Terima Kasih Sieg.." bisiknya di Telinga Kanan Sieg
"A - ahahah..." Sieg tertawa Canggung
Posisinya saat ini sangat gawat. Tidak lagi, Sieg benar - benar dapat merasakan Betapa lembutnya kulit Ayu.
"Tidak perlu berterima kasih. Ini semua juga permintaan Ai. Dan ngomong - ngomong..."
"Hmm?"
"Bisakah kau melepaskanku... posisi ini sedikit..." ucap Sieg
Ayu akhirnya menyadari dan sedikit memerah namun, Dia tidak melepaskan pelukannya dan malah mengeratkan Pelukannya.
Sieg jadi bingung. Kenapa Ayu semakin mengeratkan Pelukannya? Jika Ai atau Kurumi sih, Ia dapat maklumi tetapi Jika Ayu yang melakukan ini, Sedikit aneh bagi Sieg.
Sedangkan Ayu cuma tersenyum senang dan bepikiran ini kesempatan bagi Dirinya untuk bermanja - manja serta tidak ada orang lain selain mereka berdua.
"Bi - bisakah kita seperti ini dulu sementara..?"
"A - ah. Bi - bisa." Karna ini permintaan dari seorang Gadis yang dekat dengan Ai. Maka Sieg harus menerimanya.
Sieg menjadi gugup Karena Tidak pernah mengalami kejadian seperti ini atau bisa dibilang ini pertama kalinya Berada di posisi seperti ini.
Dan beberapa menit kemudian setelah berpelukan. Akhirnya, Ayu melepaskannya dan kali ini Ia malah bersandar di pundak kanan Sieg
"Ada apa denganmu hari ini? Kau bertingkah aneh..?"
"Kau sedikit kejam mengatakannya seperti itu... Aku cuma ingin sedikit manja.."
Sekilas Sieg sedikit berdebar - debar. Mendapatkan balasan yang seperti itu benar - benar membuatnya malu dan bertanya kenapa Ayu menjadi manja?
"Selain itu.. Kita akhirnya memiliki waktu untuk berbicara.."
Sieg akhirnya ingat sesuatu. Sejak pertarungannya menenangkan Ayu yang kehilangan kendali. Sieg sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan Ayu dikarenakan Ai yang selalu ingin dekat dengan Ayu.
Di sisi lain, Sieg tidak dapat berbicara dengan Ayu karna terlalu sibuk dalam menyelesaikan semua urusannya.
"Benar juga.."
Sieg mengatakan itu tanpa sadar dan membiarkan Ayu melakukan sesukanya.
"Aku dulu.. sebelum diijebak oleh Kakakku.. Ayah selalu memanjakanku.. semua yang kuinginkan Selalu dikabulkan olehnya..."
"Jadi bisa dibilang kau rindu ingin dimanja - manja?"
"I - iya.." Ayu malu setengah mati jika Sieg berkata seperti itu. Orang biasa pasti sudah mengejek dirinya yang rindu dengan hal seperti itu. Untungnya Cuma mereka berdua disini.
Sementara itu, Sieg sedikit penasaran dengan Rambut Ayu yang berwarna Perak. Penasaran bagaimana Rasanya menyentuh rambut Ayu.
Lembut? Atau tidak? Benar - benar membuatnya sangat penasaran tapi tidak mungkin Dia meminta hal yang memalukan itu seperti Menyentuh Rambutnya.
Namun, Ayu sudah menyadari tetapan Sieg terhadap rambutnya.
"Ingin menyentuhnya?"
"Apanya?"
"Rambutku?"
"Apa tidak apa - apa?"
"Te - tentu.. Dari tadi kau melihatnya dengan serius. Jadi kupikir kau ingin menyentuhnya.."
Tanpa pikir panjang lagi. Sieg menyentuh rambut Ayu dari belakang sedangkan Ayu bertukar posisi dari yang bersandar di pundak Sieg, menjadi duduk di hadapan Sieg.
Orang lain pasti salah paham melihat itu tetapi ini sedikit mirip seperti Seorang Kakak menyisir rambut adik perempuannya.
'Rambutnya sangat lembut. Apa ini benar - benar rambut.? Tidak. Dari awal ini bukanlah tubuh Biasa melainkan Tubuh Ciptaaan Dewa. Jadi wajar saja jika tubuh ini sangat Lembut..' ucap Sieg.
Dengan segera Sieg menggelengkan kepala untuk menghapuskan pikiran yang barusan. Itu seperti seorang Mesum jika berpikir seperti itu.
"Si - sieg?"
"Ah. Maaf. Rambutmu terlalu lembut."
"Ti - tidak. Jika kau sangat menyukainya. Kau bisa melanjutknnya.."
Tentunya, Sieg menerimanya. Mustahil baginya tidak menerima kesempatan emas menyentuh Rambut selembut ini. Dia bisa saja meminta kepada Ai karena Rambut Ai tidak kalah Lembut sama Rambut Ayu. Tetapi meminta hal seperti itu kepada Seorang gadis jelas sangat memalukan.
Tidak berselang lama kemudian. Api Unggun mulai Meredup membuat Sieg dan Ayu kesulitan melihat.
Sieg pun mengeluarkan Essence Flamenya dan membakar kembali ke Kayu tersebut.
Dan pada saat yang bersamaan di Pikiran Sieg.
'Hahaha!!. Lihat itu Naga Kecil!! Api Agungmu digunakan sebagai Api Unggun!!' Ejek Kurama
'Sialan kau Sieg!! Apa kau tau siapa aku?!! Beraninya kau menggunakan kekuatanku untuk hal sepele ini!!'
'Kalian berdua sangat berisik..'
Sieg menghela nafas pelan dan kembali menatap Ayu di hadapannya untuk mengajak Ayu kembali ke tenda.
"Kembalilah ke tendamu."
"Ba - baiklah.."
Ayu sebenarnya masih ingin melanjutkannya tapi, dalam keadaan seperti ini. Mereka harus tidur. Tidak lagi kesehatan tubuh mereka akan bermasalah meski Hal yang dikatakan tadi itu tidak berguna kepada Sieg yang berlevel tinggi dan Ayu yang memiliki Tubuh Ciptaan Dewa.
Tetapi, dapat bersama Sieg meski hanya singkat. Dia sudah sangat puas.
"Selamat Malam Sieg.." ucapnya Sembari melambaikan tangannya lalu memasuki ke dalam tenda.
Sieg hanya membalasnya dengan Anggukan pelan dan berdiri kembali.
Sieg masih belum berniat untuk tidur dan memutuskan untuk memeriksa Statusnya yang sudah lama tidak terlihat.
...[Status]...
...Nama : Kurosaki Sieg...
...Level : 2.199...
...Umur : 10 Tahun...
...Ras : Manusia...
...Title : Utusan Dewa, Hero, Minotaurus Slayer, Monster Slayer, The Hunter, Penyelesai Dungeon Felix, God Of All The Element, Shadow Monarch, Manusia yang disayangi Para Dewa Dewi, White Hair Hero...
...HP : 2.500.000/2.500.000...
...MP : 2.400.000/2.400.000...
...STR : 200.000 (5.000)...
...DEF : 200.000 (10.000)...
...AGI : 300.000 (100.000)...
...VIT : 297.000 (19.000)...
...INT : 200.000 (40.000)...
...System Point : 15.000.000...
...[Skill]...
...Peringkat SSS : Necromancer (Info)...
...Peringkat SS : Storage (Info), Map (Info), All Healing (Info),...
...Peringkat S+ : Teleport (Info), Essence Flame Three Thousand Burning Flame (Info), Ruler's Hand (Info), Tomoe Rinnegan (Info)...
...Peringkat S : Bijuu Mode (Info), Rasengan Bijuu Dama (Info), Elemental Boboiboy (Info), Mangekyou Sharingan (Info)....
...Peringkat A+ : Unlimited Blade Works (Info), Tajuu Kage Bunshin No Jutsu (Info), Oodama Rasengan (Info)...
...Peringkat A : Chidori (Info), Sharingan biasa (Info), Rasengan (Info)...
...Peringkat B : All Blessing Gods (Info), Area Healing (Info)...
...Peringkat C : ...
...Peringkat D :...
...[Partner]...
...1. Kurama...
...Status...
...Nama : Kurama...
...Level : 9.000...
...Umur : ???...
...Ras : Bijuu...
...Title : Salah satu Bijuu, Makhluk yang kekuatannya setara dengan Divine Beast, Kyuubi, Teman Seorang Utusan Dewa, Makhluk yang menarik Perhatian Para Dewa...
...HP : 16.000.000/16.000.000 (7.000.000)...
...CHAKRA : 16.000.000/16.000.000 (7.000.000)...
...STR : 1.550.000...
...DEF : 1.550.000...
...AGI : 1.550.000...
...VIT : 1.550.000...
...INT : 1.550.000...
...Skill : Bijuudama (Info), Bijuu Mode (Info), Berserker Mode (Info), Crazy Power Up (Info), Tamer (Info), Destroyer (Info), Angry Power Up (Info)....
...2. Kurosaki Ai...
...Status...
...Nama : Kurosaki Ai...
...Level : 260...
...Umur : 14 Tahun...
...Ras : Manusia...
...Title : Sangat Menyukai Sieg, Terlalu menyukai Sieg, Manusia yang paling bahagia di dunia, Makhluk Ciptaan Sieg, salah satu Manusia yang tercantik di dunia, Manusia Yang Kecantikannya melebihi Dewi Kecantikan, Tetap percaya Sieg sampai akhir, Healing Hero...
...HP : 330.000/330.000...
...MP : 550.000/550.000...
...STR : 10.000...
...DEF : 20.000...
...AGI : 20.000...
...VIT : 20.000...
...INT : 55.000...
...Skill : Buff (Info), Heal (Info), Teleport (Info), Recovery (Info), Area Heal (Info), Auto Recovery (Info), Full Counter (Info), Fly (Info), Storage (Info)....
...3. Kirito...
...Status...
...Nama : Kirigaya Kazuto (Kirito)...
...Level : 350...
...Umur : 16 Tahun...
...Ras : Manusia...
...Title : Teman Seorang Utusan Dewa, Hero, Kuro No Kenshi, Pengguna Skill Nitoryuu, Blackswordman Hero...
...HP : 500.000/500.000 (100.000)...
...MP : 270.000/270.000 (70.000)...
...STR : 70.000...
...DEF : 60.000...
...AGI : 80.000...
...VIT : 100.000...
...INT : 80.000...
...Skill : Create Sword Skill (Info), Godspeed (Info), Swordmaster (Info), Stay Cool (Info), Thunder Sword (Info), Power Up (Info) Speed Up (Info), Nitoryuu (Info), Starbust Stream (Info), Skill Connect (Info), Incarnate System (Info), Auto Recovery (Info), Pedang Sihir (Info), Fly (Info)...
...4. Fudo...
...Status...
...Nama : Three Thousand Burning Flame (Fudo)...
...Level : Tidak memerlukan Level...
...Umur : ???...
...Ras : Setengah Naga, ???...
...Title : Essence Flame, Disukai Dewa Api, Api yang tidak akan pernah padam....
...HP : Tidak ada...
...MP : Tidak ada...
...STR : Tidak ada...
...DEF : Tidak ada...
...AGI : Tidak ada...
...VIT : Tidak ada...
...INT : Tidak ada...
...Skill : Fire Controller (Info), Tamer Dragon (Info), Angry Power Up (Info)...
...5. Tokisaki Kurumi...
...Status...
...Nama : Tokisaki Kurumi...
...Level : 2.000...
...Umur : ???...
...Ras : Manusia, Roh...
...Title : Nigmare, Pengendali Waktu, Pengendali Takdir, salah satu Roh Terburuk, Rekan dari seorang Utusan Dewa, Psikopat, Hero Of Time...
...HP : ???...
...Reiryoku : 10.000.000/10.000.000...
...STR : 125.000...
...DEF : ???...
...AGI : ???...
...VIT : ???...
...INT : 100.000...
...Skill : Zafkiel (Info), Hawk Eyes (Info), Pengamatan (Info), Appraisal (Info), Future Pieces (Info), Mp Recovery (Info), Storage (Info)...
...6. Asuna...
...Status...
...Nama : Yuuki Asuna...
...Level : 300...
...Umur : 17 Tahun...
...Ras : Manusia...
...Title : Teman Seorang Utusan Dewa, Hero, Senko, Mantan Wakil Ketua dari Guild 'Knight Of Blood'...
...HP : 370.000/370.000 (60.000)...
...MP : 180.000/180.000 (30.000)...
...STR : 60.000...
...DEF : 50.000...
...AGI : 89.000...
...VIT : 85.000...
...INT : 80.000...
...Skill : Create Sword Skill (Info), Auto Recovery (Info), Speed Up (Info), Mother's Rosario (Info), Fly (Info), Storage (Info)...
...7. Kuro...
...Status...
...Nama : Kurosaki Kuro...
...Level : 3.000...
...Umur : ???...
...Ras : ???...
...Title : Rekan dari seorang Utusan Dewa, Legendary Swordmaster, Legendary Blackswordman, Hero, God Of Sword...
...HP : 5.000.000/5.000.000...
...MP : 0/0...
...STR : ???...
...DEF : ???...
...AGI : ???...
...VIT : ???...
...INT : ???...
...Skill : ???, ???, ???...
...8. Phoenix...
...Status...
...Nama : Tidak memiliki Nama...
...Level : 2.500...
...Umur : ???...
...Ras : Phoenix...
...Title : Makhluk Abadi, Rekan Dari Utusan Dewa, Salah satu Hewan yang sudah punah, Dewa Burung, Dewa Api...
...HP : ABADI...
...MP : 10.000.000/10.000.000...
...STR : 500.000...
...DEF : ???...
...AGI : 100.000...
...VIT : 300.000...
...INT : 500.000...
...Skill : Abadi (Info), Resistant to Physical Attacks (Info)....
...9. Rimuru...
...Status...
...Nama : Rimuru Tempest...
...Level : 1.000...
...Umur : ???...
...Ras : Slime...
...Title : Raja Monster, Tuan dari segala monster, Satu - satunya Makhluk yang membuat Kontrak dengan Utusan Dewa, Teman Dari Utusan Dewa, Slime Terkuat....
...HP : ???...
...MP : 2.000.000/2.000.000...
...STR : 90.000...
...DEF : 50.000...
...AGI : 150.000...
...VIT : 80.000...
...INT : 190.000...
...Skill : ???...
...10. Akame...
...Status...
...Nama : Akame...
...Level : 150...
...Umur : ???...
...Ras : Manusia...
...Title : Rekan dari seorang Utusan Dewa, Gadis Polos, Samurai, Salah satu Pengguna Teigu terkuat...
...HP : 200.000/200.000...
...MP : 100.000/100.000...
...STR : 90.000...
...DEF : 33.000...
...AGI : 100.000...
...VIT : 70.000...
...INT : 45.000...
...Skill : Power up (Info), Speed Up (Info), Swordmasted (Info), Crazy Leveling (Info), Boost 10× (Info), Auto Recovery (Info), Resistance To Poison (Info), Resistant to curses (Info)...
Melihat Status OP semua Rekan - rekannya. Sieg tersenyum pahit. Terlebih lagi Status Rimuru yang Skillnya tidak diketahui, Mungkin System tidak dapat mendeteksinya karna Skill Rimuru sudah terlalu banyak. Itu yang Sieg pikirkan.
"Tapi yah. Menurutku Memang pantas sih.. dan Akame memiliki Skill yang membuatku Iri.."
Sieg melihatnya dengan teliti di Skill Akame Crazy Leveling. Skill ini salah satu Skill yang dapat membuat Pemiliknya menaikkan levelnya dengan sangat cepat.
Jadi tidak heran jika Level Akame langsung meningkat Dratis dalam Waktu secepat ini.
Sieg lalu melambaikan Tangannya dan pada saat yang bersamaan Panel Tranpar di hadapannya menghilang.
Setelah itu, Sieg kemudian mengeluarkan satu per satu Shadow Soldiernya.
"Lindungi kami selama kami tidur."
"Baik Tuan"
Habis memerintah mereka. Sieg kemudian Menghilang Essence Flame yang menyala tadi hanya dengan lambaian tangan dan memasuki ke dalam Tenda untuk tidur nyenyak walau tidak dapat dibilang seperti itu karna tidur di Dalam Dungeon itu sedikit aneh..
...*******************...
Skill Rimuru memang Thor sengaja Ditulis '???' Karena Takut nanti Daftar Skillnya salah dan Skillnya terlalu banyak. Lebih banyak dari Skill Sieg. dan Umur Rimuru juga Thor tidak tau sama Umur Akame.
Kalau kalian tau bisa diberitahu di Kolom Komentar. Daftar Skill Rimuru, Umurnya dan Umur Akame juga. Kalau bisa aja.
Mohon Maaf jika Kata - katanya tidak menarik atau ada kesalahan🙏🙏
Bisa diberikan saran dan Kritiknya di Kolom Komentar.
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang agar Thornya lebih bersemangat
See You In The Next Chapter👋👋👋
Jumlah Kata : 4595