I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 64 : GILGAMESH DAN DEWI IBLIS



"Manusia Sialan!! Akan kubunuh kau dan akan cabik - cabik tubuhmu!!"


"Hmm? Jadi kau bisa bicara. Tapi.. Coba saja kalau kau bisa melukai Raja Ini. Anjing Kampung."


"Mati!!"


Api Biru menyembur ke arah Gilgamesh namun, Gilgamesh masih lagi santai - santai dan tetap tersenyum.


"Lemah."


Satu Lingkaran Emas muncul di sekitar Gilgamesh. Salah satu Lingkaran lalu menembakkan Proyektil Senjata menembusi Api biru itu sehingga melenyapkannya.


"Mustahil!! Api Biru ku dapat dilenyapkan!!"


"Berhentilah Mengonggong Anjing Kampung. Terima Saja kekalahanmu maka Aku pastikan kematianmu tidak akan menyakitkan."


"Tcih. Mati saja kau Manusia!!"


Cerberus langsung melesat ke arah Gilgamesh.


Gilgamesh kemudian Memunculkan 10 Lingkaran Emas dan dari sana keluar Berbagai Senjata, Kapak, Tombak, Dan Pedang dari Gate Of Babylon.


Proyektil Senjata itu lalu melesat juga ke arah Cerberus namun, kesemua senjata itu dapat ditangkis oleh Cerberus dengan mudah dengan menggunakan cakarannya.


Dan Cerberus menyemburkan Api yang lebih banyak dari sebelumnya.


Gilgamesh pun hanya mengunakan Gate Of Babylon untuk menahan serangan itu dan terus menembakkan Terus senjata ke arah Cerberus tanpa peduli dengan kerusakan yang dihasilkan.


Pertarungan itu berlangsung selama Beberapa menit dan Masih belum ada yang mendapatkan luka namun, Gilgamesh mulai menambahkan 20 Lingkaran Emas dan Senjata dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat dengan mata Telanjang kemudian, menusuk ke kaki Cerberus dan menembusi Kakinya.


Dan tidak lupa, Beberapa senjata Gilgamesh memotong kepala Anjing itu tapi, masih dapat pulih lagi.


Melihat itu, Gilgamesh menyerang terus menerus dengan Senjatanya dan Ada satu Lingkaran Emas yang berukuran Besar berada tepat Di Atas Tubuh Cerberus.


Lalu, sebuah Tombak yang ukurannya 10 Meter keluar dari Lingkaran itu dan jatuh tepat di punggung Cerberus.


Tombak itu pun menancap ke tanah membuat Cerberus tidak dapat bergerak dari tempatnya.


"Ahhhhhhh!!! Manusia berani - beraninya ka -!!"


Satu senjata menembusi Kepala Anjing itu membuatnya tidak dapat berbicara dan darah menyembur ke mana - mana.


Gilgamesh kemudian memanggil salah satu senjata yang dapat membuat Skill Semacam Regenerasi tidak dapat berfungsi.


Senjata itu pun melesat ke arah Tubuh Cerberus dan Tubuh Cerberus mendapatkan luka.


"Bagaimana Anjing Kampung? Ini adalah akibat dari melawan seorang Raja."


Gilgamesh merasa sedikit ini membosankan tapi, mendadak Ia merasakan aura yang mengerikan dari Tubuh Cerberus


"Hoh. Kau masih memiliki kekuatan yang menarik rupanya Anjing Kampung.."


"Aku sudah tidak peduli lagi dengan nyawaku. Aku akan membunuhmu dengan menggunakan Nyawaku sebagai Tumbalnya!! Crazy Boost!!"


Seketika. Senjata yang menancap di tubuh Cerberus menghilang dan ada yang menjadi patah maupun hancur menjadi debu.


Sieg yang melihat dari jauh hanya dapat kaget sekaligus kagum


"Kekuatan Cerberus itu sangatlah besar. Jika saja aku dapat menjadikannya Shadow Soldiersku.. tapi itu tidak mungkin.." Gumam Sieg.


Kembali Ke Gilgamesh


"Menggunakan Nyawamu untuk membunuhku? Kau benar - benar sesuatu Anjing Kampung tapi jangan berpikir dengan mengorbankan nyawamu kau dapat membunuh raja ini."


"Mati!! Super Boost, Speed Up, Attack Up!!"


Sekilas tubuh Cerberus langsung menghilang Dalam sekejap. Dan Ia langsung muncul di belakang Gilgamesh. Tapi, Gilgamesh sudah memprediksi ini dengan mudah.


Lantas Ia pun menembakkan Proyektil Senjata dari belakanganya dengan cepat dan lingkaran emasnya semakin bertambahnya dan muncul di berbagai Arah.


Cerberus juga dengan mudahnya dapat menghindarinya dan ada beberapa Senjata yang tidak dapat menembusi tubuhnya karena Kulitnya sudah diperkuat melebihi Baja.


"Lumayan juga Kau."


"Aku tidak butuh Pujianmu Manusia Sialan!!"


Ia kembali melesat namun, saat ia mencoba mendekatinya lingkaran emas mulai mengelilinginya dan dari sana keluarlah Ratusan senjata menembaki Tubuh Cerberus sampai terlihat ledakan kecil di bagian tubuhnya.


"Kita belum berakhir anjing kampung."


Gilgamesh kemudian menambahkan Lagi lingkaran emas tepat di depan Mata Cerberus dan keluarlah senjata yang mengakibatkan mata Cerberus hancur dan bola matanya keluar


Dia ingin mundur, tapi Gilgamesh sudah tentu tidak membiarkannya dan menembaki lebih banyak lagi Proyektil senjata


Kali ini Cerberus terpukul mundur karena saking banyaknya senjata yang mendorong dirinya dan mulai ada senjata yang menancap di tubuhnya kembali.


Cerberus merasa marah dan ia mengeluarkan Gelombang Angin yang memukul mundur Semua senjata yang mengarah pada dirinya dan Langsung melesat lagi ke arah Gilgamesh tapi, Bagi Gilgamesh ini hanylah terlihat seperti permainan Anak - anak.


Dan Kini Gilgamesh menarik salah satu Senjata dari Gate Of Babylon yaitu Durandal.


Dan saat Cerberus melewati Diri Gilgamesh. Secara Tiba - tiba pergerakan Cerberus terhenti dan entah kenapa Darah mulai menyembur dari bagian lehernya.


"Ja - jangan - jangan..."


"Matilah. Anjing Kampung."


Srek


Tiga kepala Anjing itu pun lepas dari tubuhnya dan Hanya menyisakan Tubuh tanpa kepala dengan darah yang menyembur dari bekas potongan Durandal tadi.


Saat Cerberus melewati diri Gilgamesh untuk memakannya teryata pada saat itu Gilgamesh sudah menebasnya dengan Durandal dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat oleh Mata Telanjang.


Hanya Sieg satu - satunya yang dapat melihat pergerakan Gilgamesh barusan karena Sharingannya langsung Aktif.


'Pergerakannya yang barusan.. sangatlah cepat..' Gumam Sieg


Setelah itu Gilgamesh menatap ke arah Sieg yang masih berada dalam keadaan sesikit bingung.


"Oi! Kurosaki Sieg! Segera bilang Yes untuk ke lantai Selanjutnya! Aku yakin kau ingin menyelesaikannya dengan cepat!!"


Sieg tersadar kembali dari Lamunannya dan jadi teringat bahwa Mereka harus cepat - cepat menyelesaikan Lantai berikutnya.


'Tapi, darimana Gilgamesh dapat tau jika aku kalau setelah aku Menyelesaikan Lantai ini Aku harus menjawab Yes atau No di Opsi dihadapanku ini?'


...[Anda Menyelesaikan Lantai 90] ...


...[Jumlah Iblis yang harus dibunuh (999.999.999/?????????] ...


...[Apa Anda ingin memasuki ke Lantai 100 ? (Y/N)] ...


"Apa lagi yang Kau Tunggu Kurosaki Sieg? Cepatlah Berkata Yes!"


'Raja ini... Terlalu memerintah.'


Sieg hanya menghela nafas malas dan Berkata.


"Yes."


...************ ...


"Hem. Sepertinya Musuh terakhir kita di Lantai ini memiliki Hobi yang lumayan Unik" ucap Gilgamesh sembari memegang dagunya dan Melihat ke sekelilingnya.


Sieg juga sama. Sieg merasa tempat ini sedikit aneh karena banyak sekali Patung Imut - imut dan tidak ada sama sekali aura Iblis ataupun Monster monster.


"Apa jangan - jangan musuh kita kali ini Anak kecil?."


"Kurosaki Sieg. Apa kau lupa kalau kau itu juga adalah Anak - anak?"


"Ah, benar juga dan kau berani melukai Anak - anak?"


"Hem, demi bertahan hidup dan menjadi kuat. Setiap manusia pasti akan saling melukai dan membunuh satu sama lain." Ucapnya dengan senyuman menghilang di wajahnya


"...."


Sieg memang merasa itu betul dan Sieg  mengingat adegan dimana Gilgamesh pernah membunuh Satu Anak Kecil berambut putih di Anime Fate Stay Night : UBW. Yang artinya Gilgamesh sama sekali tidak ragu membunuh orang meskipun Orang tersebut masih anak kecil.


'Kalau tidak salah namanya Einst? Ah, aku lupa.'


"Oi, kurosaki Sieg.  Berwaspadalah."


Mendengar Gilgamesh yang biasanya santai langsung dratis berubah menjadi Serius. Sieg merasa ada yang aneh. Sampai membuat Gilgamesh seperti ini.


"Apa musuh menyerang" Sembari memasuki ke wujud Rikudou Sennin Mode.


Gilgamesh sedikit kaget melihat Wujud Sieg dan Jumlah Mana yang ada di sekitarnya menuju ke arah Sieg seolah - olah Sieg dapat mengendalikannya dan 9 Bola Hitam yang ada di sekitarnya itu yang menarik perhatian Gilgamesh.


"Kau menggunakan kekuatan yang menarik Kurosaki Sieg."


"Hey, Bukan itu yang kutanyakan."


"Oh, Aku ingin mem -, Hmm? Sepertinya kita tidak perlu berbicara lagi."


Dan serius saja, Boneka - boneka yang Imut tadi langsung menyerang Sieg dan Gilgamesh.


"Menyerang Raja ini dengan Boneka? Jangan bercanda!!"


Semua Lingkaran itu langsung mengeluarkan berbagai senjata dan menghancurkan semua Boneka itu dengan mudah.


Sieg sedikit terkejut tapi, dia juga langsung membakar Semua Boneka ini dengan Essence Flame.


'Yah, Bagi Gilgamesh. Ini adalah Penghinaan karena diserang dengan Boneka Imut dan Lemah seperti ini..' Gumam Sieg


Tidak butuh waktu yang lama. Kesemua Boneka langsung terbakar atau ada yang hancur.


'Ini aneh.. Tidak mungkin lantai Terakhir semudah ini.' Pikir Sieg.


Namun, Semua itu langsung lenyap setelah Gilgamesh Berbicara.


"Tunjukkan wujudmu Mongrel. Aku tau kau ada disana." Ucap Gilgamesh dengan Tajam


Sieg pun menghilangkan Apinya dan menoleh ke arah dimana Gilgamesh berbicara dan tidak lama kemudian, Terlihat seorang Wanita Dewasa dengan Pakaian dewasa menatap Sieg dan Gilgamesh dengan tatapan Nafsu.


Sieg merasa merinding melihat itu.


'Dia memang menggoda sih. Tapi entah kenapa dia membuatku merasa ngeri.. Dan Aku tidak menyangka kalau Gilgamesh dapat mengetahuinya..'


Sieg memang tidak menyadari kehadiran Wanita itu meskipun Dia memiliki Rinnegan dan Sharingan.


"Oya.. aku pikir siapa. Ternyata hanya Tamu yang tidak diundang." Ucapnya menggoda.


Pikir Wanita itu mungkin yang mengunjungi dirinya adalah Cerberus tapi, saat mengetahui bahwa yang mengunjunginya adalah Seorang Manusia berarti Cerberus sudah mati.


"Tapi, biarlah. Ternyata kalian berdua Sangat Tampan dan Imut. Selama wajah kalian seperti itu, aku tidak keberatan." Lanjutnya.


Gilgamesh masih bersikap Tenang dan masih waspada dengan Wanita ini.


"Hoh, Kau Lawan yang menarik. Atau lebih tepatnya seorang Dewi?"


Wanita itu mengerutkan Alisnya. Bahkan Sieg sendiri terkejut, dapat bertemu seorang Dewi di tempat seperti ini, Mungkin ini adalah sebuah Keberuntungan, tapi Sieg merasakan hal yang Sebaliknya, Sieg merasa wanita/Dewi ini sangatlah berbahaya


'Perasaan buruk apa ini?'


Kembali Ke Gilgamesh


Dewi itu menatap Gilgamesh dari bawah sampai ke atas.


"Apa - apaan cara menatapmu itu?" Ucap Gilgamesh


"Tidak. Kau adalah Lawan yang menarik setelah 100.000 Tahun berlalu sejak aku terkurung disini. Dan aku tak sangka kau mengetahui siapa aku."


"Merupakan penghinaan bagi Raja ini jika hal sepele seperti itu tidak kuketahui. Dan Aku juga penasaran. Siapa yang dapat mengurungmu di tempat ini. Tapi, biarlah, aku datang ke sini untuk membunuhmu."


Wanita itu tiba - tiba tertawa


"Hahaha!! Membunuhku? Manusia Lemah sepertimu? Kau masih jauh lebih lemah dariku!! Lebih baik kau menjadi bawahanku daripada musuhku. Aku jamin kau akan menikmati Tubuh ini sesuka hati."


Gilgamesh Menyipitkan matanya dengan Lingkaran Emas yang mengelilinginya.


"Kata - kata itu, akan kukembalikan kepadamu Mongrel. Berhentilah melawan, dan aku akan memberikanmu kematian yang tidak menyakitkan."


"..."


Wajah wanita itu berubah menjadi mengerikan dan tubuhnya menjadi lebih menggoda. Dapat dirasakan juga kalau Gadis itu sedang dalam keadaan marah.


"Sudah kuputuskan, aku tidak akan membiarkanmu hidup dan aku akan membunuhmu."


"Coba saja kalau kau bisa. Mongrel."


"Kau benar benar membuatku kesal." Ucap Wanita itu. Sembari menyiapkan Pedang berwarna Ungu dan yang lebih mengejutkan lagi Pedang itu sangatlah besar seperti dapat membelah Hulkbuster dengan mudah.


"Pedangmu terlihat Lumayan menarik tapi, apa Pedang Kayu itu dapat menahan harta muliaku."


Gilgamesh kemudian menembakkan satu pedang berkualitas tinggi ke arah Wanita itu namun, dengan mudahnya Gadis itu hanya dapat menghancurkannya dengan Pukulan Tangan.  Dan dia sama sekali tidak menggerakkan senjatanya.


"Seperti yang di duga dari seorang Dewi Lemah, ini akan menjadi membosankan jika kau mati dengan mudah." Ucap Gilgamesh sembari tersenyum kecil.


"Lemah?!! Berani sekali kau mengatakan hal seperti itu kepada Dewi Iblis ini!!"


Mendengar kata - kata Wanita itu. Sieg terkejut dan Gilgamesh masih santai seperti biasa.


"Tunggu!! Dewi Iblis? Bukankah di dunia nyata sudah ada Dewa Iblis?"


Gilgamesh lalu menatap arah Sieg.


"Haa. Kurosaki Sieg. Sepertinya kecerdasanmu masih setara dengan Hewan. Jika ada Dewa berarti ada Dewi. Dan biasanya hal seperti itu, mereka akan menjadi pasangan. Hm, berterima kasihlah Kepadaku karena sudah memberikan Pengetahun ini! Hahaha!!"


'Seharusnya aku tidak bertanya.' Pikir Sieg.


Sedangkan disisi lain, Dewi Iblis itu merasa sedikit terkejut saat Sieg menyebutkan nama Kekasihnya dan yang paling mengejutkan Adalah Paras wajah dan Warna Putih Pada tubuh Sieg yang hampir mirip seseorang di ingatannya.


Dia lantas menatap ke arah Sieg dengan tatapan marah dan aura membunuh yang kuat dan sedikit gemetaran


Sieg merasa sedikit aneh dengan Dewi Iblis itu karena Aura membunuh itu menuju ke arahnya, bukan Menuju ke arah Gilgamesh. Dan Aura itu semakin padat dan kuat kepada Sieg.


"Ka - kau. Apa yang kau lakukan disini.. Tidak mungkin kau..." ucapnya ketakutan bercampur rasa marah.


Mendengar itu, Sieg merasa sedikit bingung.


"Ada apa dengan Dewi Iblis ini? Dia sedikit ketakutan padaku?" Ucap Sieg


Dia mencoba mengkoreksi Kata - kata itu tapi dia sama sekali tidak dapat menemukannya apa maksud kata - kata Dewi Iblis ini.


"Tidak. Bagaimana mungkin kau masih hidup!! Aku yakin kau sudah mati waktu itu!!"


Sieg dan Gilgamesh merasa sedikit terkejut sekaligus penasaran dengan kalimat yang tiba - tiba itu. Bahkan Mata Sieg terbuka lebar mendengar itu.


"Mongrel, Kau mengatakan sesuatu yang menarik. Kau mengatakan bahwa Master menyedihkan ini sudah mati?, apa itu benar Kurosaki Sieg?"


"Tidak. Aku sama sekali tidak tau apa - apa soal itu. Selain itu, bagaimana bisa dia mengatakan aku mati, kau juga lihat aku masih hidup disini."


Tapi, Dewi Iblis itu masih tetap tidak percaya dan Menatap Sieg dengan tatapan penuh marah dan benci seolah - olah memiliki Dendam pada Sieg di masa lalu.


"Hey. Dewi Iblis sepertinya kau salah orang."


"Tidak mungkin aku salah orang!. Wajahmu, auramu yang tenang, Mata Biru itu, dan namamu yang hampir mirip dengan 'Nya'. Kau jelas sekali adalah dia!"


"..Dia siapa yang kau maksudkan Mongrel?" Tanya Gilgamesh dengan penuh penasaran


"Kau. Adalah 'dia'.!! Tidak salah lagi kau adalah 'Dia'"


"Mongrel. Sudah cukup, aku sudah bertanya 'Dia' siapa yang kau maksudkan?!" Gilgames merasa geram karena pertanyaannya tidak dijawab.


"Di - dia yang kumaksudkan adalah seorang De -!!"


Tidak sempat menyelesaikan perkataannya. Tiba - tiba Sebuah Sinaran Laser jatuh dari atas langit dan menyambar tubuh Dewi Iblis itu sampai - sampai Dampak Ledakannya sangat lah kuat membuat Gilgamesh menggunakan sedikit NPnya untuk menahan serangan itu.


BOOOOM


Tidak sampai disitu, Sieg dan Gilgamesh merasakan kehadiran yang lebih kuat dari Dewi Iblis itu dan saat mereka menyadarinya, mata Sieg membelalak saat mengetahui siapa yang menyerang Dewi Iblis barusan.


"E - eiko?"


Yang benar saja, yang menyerang barusan itu adalah Eiko tapi, yang paling mengejutkan adalah Kekuatan Eiko yang melebihi Dirinya dan Gilgamesh. Apalagi setelah melihat Eiko yang dapat membunuh Dewi Iblis itu dengan mudah berarti Eiko sangatlah kuat. Namun, yang membuat Sieg bingung adalah darimana Eiko mendapatkan kekuatan sebesar itu.


Saat Sieg menyebut namanya. Eiko lalu menatap ke arah Sieg dengan wajah yang agak sedih dan masuk ke dalam Tubuh Sieg kembali.


Tapi sebelum memasuki ke dalam tubuh Sieg. Eiko mengatakan sesuatu yang mengejutkan kepada Sieg.


"Maaf, tapi belum tiba waktunya kau mengetahui soal itu. "


Itulah kata - kata yang mengakhiri Lantai terakhir ini.


...[Anda Menyelesaikan Lantai 100] ...


...[Jumlah Iblis yang harus dibunuh (1.000.000.000/?????????)] ...


...[Mendapatkan Pedang Kegelapan dari menyelesaikan Lantai 100] ...


...[Quest Selesai] ...


...[Apa anda ingin menerima Semua Shadow Soldiers? (Y/N)] ...


...[Apa anda ingin menerima Binatang Ilahi? (Y/N)] ...


...[Anda mendapatkan Poin Sebanyak 1.000.000] ...


...[Anda Mendapatkan 500.000 Koin Platinum]...


...***********...


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.