I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 81 : PERTEMPURAN DI DIMENSI LAIN (PART 06)



Di Suatu Dimensi


Terlihat seorang Anak berumur 10 Tahun dengan pakaian Gelap bercampur putih.


Anak itu terlihat sedikit menjerit kesakitan.


[Sieg. Kau masih baik - baik saja?]


""Y - ya.. hanya sedikit sakit saja. Tapi, tidak kusangka Thunderstorm mengambil Resiko yang sangat besar untuk mengalahkan Satu malaikat jatuh..""


Anak tersebut adalah Sieg Void. Dia saat ini sedang mencari Dimensi dimana Ai dan lainnya berada.


Ketika ia mencarinya, ia benar - benar dapat merasakan rasa sakit yang dialami oleh Sieg Thunderstorm tapi itu hanya sebagian. Untungnya entah bagaimana dia dapat menahannya.


Setelah beberapa menit membuat rasa sakit di tubuhnya mereda. Sieg Void melanjutkan mencari Dimensi tersebut.


Tapi. Ini juga membuat Sieg Void Pusing karena tepat dihadapannya ini terdapat Milyaran atau bahkan Triliun Dimensi yang berbeda.


Ada dimensi yang dipenuni dengan Monster, Dimensi dengan suhu panas yang tinggi, Dimensi dengan seluruh penduduk yang dihuni oleh Dewa dewipun dapat ia temukan disini.


Namun, bukan itu yang ia cari. Dimensi yang ia cari itu adalah Dimensi yang Ai dan lainnya berada.


Dia juga sudah tidak dapat menghubungi Beru sejak memasuki ke dalam Dimensi ini.


Ini membuat Sieg Void semakin khawatir dengan mereka. Tapi, dia hanya bisa bersabar. Dia harus benar - benar fokus mencari Dimensi tersebut.


""Kalau seperti ini terus....""


Sieg Void mulai ragu. Dia tidak tahu bagaimana mencari satu Dimensi yang ia cari di Kerumunan Dimensi ini.


[Sieg...]


Eiko juga merasa khawatir dengan Sieg Void tapi, mau bagaimana lagi. Dia sendiri juga tidak dapat membantu Sieg Void karena Kejadian kali ini di luar batas kemampuannya.


[Saran : Hancurkan Semua Dimensi Yang ada]


""Itu tidak semudah yang dikatakan.. meski Void adalah Energi yang hampir tidak terbatas dan Elemen Terkuat tapi, setiap Tekniknya memiliki Resiko yang besar""


Sieg Void menghela nafas dan kemudian membuka Topeng Kitsunenya lalu, memperlihatkan matanya yang berwarna Hitam di Bagian Kiri dan Kuning Putih di bagian Kanan.


Sieg Void berniat untuk menggunakan salah satu Kekuatan Wujudnya saat ini. Tetapi, mungkin akan mendapatkan Efek Samping karena saking besarnya kekuatan miliknya.


Dia juga masih belum terbiasa dengan kekuatannya saat ini karena masih baru.


""Mata Kebenaran dan Mengetahui segalanya ""


World Eye. Salah satu kekuatan Sieg Void. Dengan mata ini Sieg dapat mengetahui segalanya yang bahkan Dewa tidak ketahui.


Dia juga bisa melihat Masa Depan, Masa Lalu, Informasi seseorang dan dengan mata ini, Semua Pengetahuan akan memenuhi Ingatannya.


Namun, memiliki Resiko yaitu Sieg Void tidak dapat mengendalikan Kekuatan Mata ini karena Saking banyaknya Informasi memasuki ke dalam Kepalanya dan saking hebatnya.


Dalam 0.1 Detik. Kepalanya langsung dipenuhi Informasi yang bahkan tidak ia ketahui.


Dan Itu terbukti saat Sieg Void sedikit menahan sakit dengan cara memegangi Kepalanya.


Tapi, Sieg Void tidak peduli dan langsung mengatakan...


""Lokasi Ai dan lainnya berada..""


SRIIK


Kepala Sieg Void langsung dipenuhi dengan berbagai Informasi namun, semua Informasi itu berhubungan dengan Ai.


Untungnya Sieg Void segera menonaktifkan Mata itu dan ia langsung tertunduk. Matanya seakan - akan Ingin meledak, begitu juga dengan Kepalanya.


""Aku menemukannya...""


Sieg Void memanggil satu Pedang di Tangan Kanannya. Dan memegang Gagang pedang Pedang itu tapi, mungkin lebih tepatnya itu disebut dengan Katana.


Sieg Void langsung melesat ke arah Dimensi dimana Ai berada. Dan Dia langsung membuat sedikit retakan Di Dimensi Tersebut lalu memasukinya dengan Was - was.


...***********...


Pergerakan Sieg Void terhenti saat melihat Pertarungan dahsyat di hadapannya.


Pertama kalinya ia melihat Dunia yang bersimbah darah disini. Tidak luput juga dari pandangannya di sana terdapat Ada Ratusan mayat Monster dan Manusia yang berhamburan disana sini.


Namun, yang membuat Sieg sangat kaget adalah Pertarungan di hadapannya ini. Dia dapat melihat Seorang Gadis dengan Telinga Elf, Rambut Perak, dan Wajah tanpa emosi sedang bertarung melawan seseorang.


Dan Orang tersebut adalah orang Yang Sieg Void kenali, namun sedikit berbeda karena aura sosok tersebut terlihat sangat berbeda atau mungkin bisa dibilang mirip dengan Iblis.


Sosok tersebut tersenyum menyeringai. Sesekali ia menjilat bibirnya seperti tidak sabar ingin menikmati makanannya saat melihat Si Gadis Elf tanpa emosi itu.


""Ayu?!! Dan Amakusa Mirata?!!""


Sieg Void menjadi bingung dibuatnya. Kenapa Ayu kehilangan Kendali disini? Dan Dimana Ai dan lainnya?


Tapi, bukan saatnya untuk memikirkan itu. Jika Amakusa Mirata berada disini berarti Ai dan lainnya baik - baik saja.


Dan Ia harus memasuki ke dalam pertarungan itu. Dia dapat melihat Pertarungannya tidak seimbang. Pertarungan itu juga membuat Sieg Void kaget, karena Pertarungan itu diungguli oleh Amakusa Mirata.


Malahan yang terlihat Terdesak adalah Ayu karena meski Ayu terlihat tidak memiliki Emosi, di bagian - bagian Tubuhnya terdapat bekas goresan.


Tentu Ini membuat Sieg Void kaget. Ayu adalah Sosok yang membuat dia Terdesak dulu? Dan bahkan dia sama sekali tidak dapat menyentuh Sehelai Rambutpun dari Ayu.


Waktu itu dia beruntung karena Menggunakan Kekuatan Solar. Tapi, kini dia dapat melihat dengan jelas bahwa Ayu sangat kewalahan meski kehilangan kendali.


""Aku harus menghenti -""


'Itu Tidak perlu Kurosaki Sieg'


Tiba - tiba, di sekitar Sieg Void mulai bermunculan Belasan Lingkaran Emas dan dari sana keluar Berbagai Senjata.


Belasan Senjata itu melesat ke arah Amakusa Mirata dan Ayu menjadi penengah diantara mereka berdua.


Dan Pada saat yang sama. Dari tubuh Sieg Void, keluar satu Bola cahaya dan Bola cahaya itu berubah wujud menjadi seorang Manusia.


Manusia itu memiliki Rambut Emas, Mata berwarna Darah dan mengenakan Armor berwarna Emas.


Dia juga terlihat sedikit dingin karena tidak memperlihatkan senyuman sama sekali. Melainkan Hanya mata Menyipit dan matanya menjadi serius.


""Gilgamesh..""


"Sungguh ini mengejutkanku. Meski pun aku tidak mau mengakuinya, tapi kejadian ini, kau benar - benar membuat Raja Ini terkejut. Manusia yang memiliki Kekuatan Dewa?, dan Dewa Iblis yang kau maksudkan itu ternyata sekuat ini. Yah, meski tidak sekuat Dewa di Alam Semestaku (Universe)"


""Apa maksudmu?""


Sieg Void sedikit bingung dengan kata - kata Gilgamesh. Pasalnya, Dia sama sekali tidak melihat Adanya Dewa Iblis yang dimaksudkan itu.


"Buka Matamu dengan bagus. Lihat Orang yang dihadapanmu itu dengan mata Menyedihkanmu itu."


Sieg Void melihat ke arah depannya. Awalnya dia tidak terlalu mengerti, namun setelah ia menggunakan Kekuatan Voidnya, dia akhirnya mengerti. Dan wajahnya berubah menjadi Dingin.


""Tak kusangka....""ucap Sieg Void perlahan.


Kemudian Gilgamesh langsung terbang ke atas langit mendekati Ayu dan Amakusa Mirata.


"Jadi kau adalah Dewa Iblis? Kekuatanmu benar - benar mengagumkan. Berbeda jauh dengan Istrimu. Hm? Apakah itu bisa dibilang istrimu lagi?" Ucap Gilgamesh dengan sedikit angkuh.


Orang yang dikatakan Dewa Iblis itu tertawa dan mengarahkan senjatanya ke arah Gilgamesh.


"Kuahahaha!!! Jadi begitu! Kau memiliki mata yang bagus. Siapa yang mengira bahwa ada seseorang yang menyadari kalau aku Adalah seorang Dewa Iblis, padahal aku berada di tubuh Pahlawan yang Gila Cinta ini.." ucap Dewa Iblis yang tidak lain adalah Amakusa Mirata.


"Tidak hanya aku. Tapi, master Menyedihkan disana itu juga yang menyadarinya. Yah, Walaupun aku harus memberitahunya."


Dewa Iblis itu menengok ke arah Kurosaki Sieg. Dan ia memperlihatkan senyuman yang mengerikan.


Merasa dirinya di tatap Sieg Void juga ikut berdiri di Samping Gilgamesh.


"Jangan mendekatiku Kurosaki Sieg. Kau belum mendapatkan Izin dariku untuk berdiri di Sampingku." Ucap Gilgamesh sambil menatap remeh ke arah Sieg Void.


"Si - sialan.. kalau kau berada di Pihak musuh. Aku sudah dari tadi membabat Habis tubuhmu. Kau kira meski kau mempunyai Jutaan Noble Phantasm, aku akan ketakutan? Dihadapan Void kau bukan apa - apa.." ucap Sieg Void dalam hatinya.


Ketika mereka berbicara. Sekali lagi, Dewa Iblis tertawa terbahak - bahak membuat Mata Sieg Void dan Gilgamesh tertuju ke arahnya.


"Hahaha!! Apakah aku sedang bermimpin hari ini?! Aku melihat orang yang seharusnya sudah mati kini berada di hadapanku!! Sepertinya Dewi Pencipta sudah melakukan Hal yang melanggar aturan Dewa Dewi!!" Ucapnya dengan senyuman mengerikan sambil menatap ke arah Sieg Void.


Ucapan itu membuat Sieg Void dan Gilgamesh menaikkan alis mereka.


''Perasaan ini.. sama seperti Dewi Iblis hari itu.."


Sieg Void menjadi teringat kembali kejadian di Dunia Batu yang dia selesaikan hari itu. Waktu itu Dewi Iblis ingin mengatakan sesuatu tapi, Langsung dihentikan oleh Eiko entah kenapa.


"Apa maksudmu Mongrel?" Tanya Gilgamesh dengan serius. Sejujurnya ia juga sangat penasaran dengan Sieg.


Kenapa? Karena sejak pertama kali melihatnya, dia merasakan adanya kehadiran asing di Tubuh Sieg seperti ada suatu Roh yang mengawasi diri Sieg. Tentu saja, itu terjadi setelah ia menggunakan salah satu Noble Phantasmnya.


"Mana mungkin akan kukatakan. Ini adalah Rahasia Dewa Dewi. Kalau kau ingin mengetahuinya, kalahkan aku dulu, setelah itu akan kukatakan." Ucapnya dengan Pedang yang panjangnya gak masuk akal.


Pedang itu berwarna Ungu, dan Ukurannya melebihi lebih dari 1 Meter. Sangat besar jika dihadapan Orang lain.


""Kenapa kau bisa berada di Tubuh Amakusa Mirata?"" Tanya Sieg Void dengan waspada.


"Kenapa? Orang yang ada di dalam tubuh ini benar - benar Gila kau tahu? Aku tau kalau cinta adalah perasaan yang kuat karena aku sudah merasakan perasaan yang sama. Namun, orang yang didalam tubuh ini sangat berbeda."


""Berbeda?""


"Ya, orang ini benar - benar tergila - gila dengan Gadis bernama Ai itu. Dia memintaku untuk membawa Gadis itu sebagai gantinya, dia akan memberikan tubuh i-!!!"


Belum sempat menyelesaikan perkataannya. Dewa Iblis dan Gilgamesh membuka mata mereka lebar - lebar.


Ini pertama kalinya mereka merasakan aura yang kuat. Untuk pertama kalinya Gilgamesh menyeringai.


'Menarik....'  gumam Gilgamesh saat melihat Sieg Void


Sementara itu, Ayu yang dalam Mode Kehilangan Kendali juga tersentak kaget merasakan aura yang kuat dari Sieg Void.


'Apakah Anak itu yang kau cintai?'


'E - eh?!! Ke - kenapa tiba - tiba kau membahas itu..?'


'Su - sudah hentikan itu..'


Ayu yang dalam Mode Kehilangan Kendali ini bisa dibilang adalah Kepribadian lain dari Ayu.


Atau lebih tepatnya Kepribadian Ganda. Beberapa waktu yang lalu, Ayu yang Normal memohon kepada Dirinya yang lain agar membantunya dirinya dan Ai.


Dia tahu bahwa Beru, Kurumi, dan Misaki (Divine Beas 9) tidak akan mampu melawan Dewa Iblis. Maka dari itu dia pun memohon agar dirinya yang dimana kehilangan Kendali atau Kepribadian lainnya menolong dirinya.


Kekuatan 'Tubuh Ciptaan para Dewa Dewi' hanya bisa digunakan secara penuh dengan bantuan dirinya yang lain karena Dirinya yang lain lebih terbiasa dengan kekuatan itu.


Sedangkan Jika Ayu yang normal tidak akan dapat mengontrol kekuatannya karena tidak terbiasa.


Dan seperti itulah kejadian sekarang. Namun, sekarang dia sudah tidak tahu dimana Lokasi Ai dan lainnya berada karena terlalu fokus melawan Dewa Iblis.


'Aku tidak mengerti kenapa kau mencintainya..'


'Y - yah.. mungkin saja kau akan mengerti suatu hari nanti..'


'Itu tidak akan pernah terjadi....'


...*********...


Kembali Ke Topik


Sieg Void saat ini merasa marah. Ya, merasa marah. Meski Sieg Void mengetahui bahwa Ai masih baik - baik saja tapi, mendengar Tujuan Amakusa Mirata dan meminta Bantuan dari Dewa Iblis itu benar - benar membuatnya marah.


Dengan Amarah yang menyelimuti Dirinya. Sieg Void berbicara dengan Suara sedikit serak.


""Oi. Dewa Iblis. Apakah Pria Brengsek itu mendengar dan melihat semua kejadian ini?""


"Kuahaha!! Benar. Dia melihat dan mendengarnya dengan jelas. Meski aku dapat mengontrol tubuhnya sepenuhnya tapi, jiwa atau kesadaran Pemuda Gila Cinta ini masih ada karena kami berdua terjalin Kontrak. Tetapi....sepertinya kau benar - benar sudah melupakannya 'Tentang Kontrak Iblis'..."


""Aku tidak mengerti apa yang kau katakan di kalimat terakhir tadi itu. Tapi, masa bodoh dengan semua itu. Aku akan mengatakannya dengan jelas. Amakusa Mirata, setelah semua ini kau akan kusiksa. Tak kusangka Pahlawan sampah ini benar - benar berubah menjadi Seorang Baji*gan dalam Sekejap.."" ucap Sieg Void dengan kasar. Rasa Psikopatnya mulai kambuh, dia benar - benar ingin menyiksa Amakusa Mirata.


"Kau tahu? Dia sejujurnya juga membencimu. Aku juga sama, sejak pertama kali bertemu denganmu.


"Hoh, apakah kau memiliki Dendam kepada Master Menyedihkan ini?" Tanya Gilgamesh


"Ya, aku memilikinya. Orang itu, aku benar - benar membencinya.. Meski namanya berubah tapi namanya hanya berubah sedikit.."


"Hm? Namanya?"


"Kurosaki Si - ,tidak Shirosaki Sieg dan Dewa Kehancuran. Aku benar - benar membencimu!!!" Seketika Aura yang kuat meledak - ledak keluar dari tubuh Amakusa Mirata atau Dewa Iblis.


"Tak akan Kumaafkan! Kau tidak hanya menyegelku!! Kau juga sudah merebut cinta pertama ku!!" Lanjutnya.


Tanpa sadar, Dewa Iblis itu mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak diucapkan. Tentu ini benar - benar membuat Sieg Void Kaget.


"Shirosaki Sieg? Dewa Kehancuran?"


Saat Sieg memikirkan itu. Tiba - tiba tubuhnya terkena sengatan Listrik dan kepalanya juga tidak berbeda jauh.


"A - apa?!! Eiko apa yang kau lakukan!!"


Meski hanya sekilas, ia benar - benar tahu Kalau rasa Sengatan tadi berasal dari Eiko seakan - akan tidak mengizinkan Sieg Void untuk berbicara soal itu.


[Ka - kau tidak boleh memikirkan itu]


""Me - memangnya ke -""


"Tcih, Kurosaki Sieg!! Pergi sana! Kau menganggu Raja ini!!" Potong Gilgamesh


Sieg Void langsung melupakan masalah yang tadi dan langsung mundur.


Untuk saat ini dia tidak perlu memikirkan itu walaupun dia benar - benar sangat penasaran dengan kata - kata Dewa Iblis.


Dia pergi menghampiri Ayu yang masih terdiam.


Tibanya dia tepat dihadapan Ayu. Sieg Void sedikit bingung lalu bertanya..


""Kau Ayu bukan?"" Tanya Sieg Void memastikan. Karena Wujud Ayu dihadapannya ini sama seperti saat ia melawannya (Di Chapter 36)


"Setengah benar dan setengahnya lagi salah." Ucapnya dengan datar dan Wajah tanpa emosi Namun, Sieg Void tidak terlalu memikirkannya.


""Aku ingin bertanya. Dimana Ai dan lainnya berada?"" (Sieg Void)


"Aku tidak tahu. Karena aku terlalu fokus melancarkan serangan kepada Dewa Iblis itu." (Ayu Dingin)


""O - oh.. dan apakah kau benar - benar Ayu?"" (Sieg Void)


"Sudah kukatakan Setengah benar dan setengah Salah." (Ayu Dingin)


""Gimana sih maksudnya?"" (Sieg Void)


"Singkatnya aku adalah Kepribadian lain dan Ayu Olivia dan Aku jugalah Sosok yang melukaimu dengan parah hari itu" (Ayu Dingin)


""Ja - jadi begitu.. tapi, apakah kau tidak akan menyerangku?"" (Sieg Void)


"Untuk apa? Waktu itu aku memang hanya kehilangan kendali dan sekarang Emosi ku sudah tenang sejak Gadis ini mencintaimu." ucapnya datar


'Ja - jangan mengatakan sesuatu yang memalukan seperti itu!' Teriak Ayu yang asli dalam hati.


'Su - sudah, mari kita tukar Tempat!!' Lanjut Ayu yang asli.


'Tidak, aku masih ingin lihat kenapa kau mencintai Pria ini. Dia memang Tampan dan Seumuran denganmu, tapi aku benar - benar tidak mengerti alasan kau mencintainya..' ucapnya dengan datar dalam pikiran.


'I - itu...'


Di sisi lain, Sieg Void hanya menganggap kata - kata Ayu Dingin yang barusan seperti angin yang baru lewat saja dan melanjutkan mencari Ai.


Sieg Void mengubah Mata Kirinya menjadi mata Rinnegan dan langsung menemukan warna Mana milik Ai, Yukana, Kirei, Beru, Kurumi, dan Misaki.


Namun, ada juga beberapa Mana yang asing dan Jumlahnya sangatlah banyak.


"Sepertinya mereka sedang bertarung..."


Sieg Void langsung memanggil Katananya kembali. Dia yakin, Bahwa Dewa Iblis dapat diatasi oleh Gilgamesh mengingat Gilgamesh itu sangatlah OP dan ingin membunuh Dewa Iblis dengan tangannya sendiri


Sieg Void melesat dengan kecepatan Suara diikuti oleh Ayu Mode Tanpa Emosi.


...********...


Kembali ke Gilgamesh


"Apakah kau yang membunuh Istriku?" Tanya Dewa Iblis.


"Aku memang berniat untuk membunuhnya namun, karena beberapa alasan Mongrel itu justru bukan terbunuh olehku."


"Aku tebak. Kurosaki Sieg itu yang membunuhnya?"


"Bisa dibilang begitu, bisa juga dibilang tidak."


"Aku mengerti. Mungkin yang melakukan itu adalah Entitas misterius bernama System."


"Hoh. Kau tahu soal itu? Boleh juga kau Mongrel."


"Dewa Bodoh mana yang tidak tahu sosok terkuat. Dan malahan seharusnya aku yang bertanya soal itu. Sepatutnya di dunia ini tidak ada siapapun yang mengetahui soal ini. Apakah kau adalah manusia dari dunia lain?"


"Pertanyaan itu akan kujawab jika kau memiliki kemampuan untuk memaksaku."


"Hahaha!!! Menarik!! Dari semua musuhku, kau yang menarik kecuali Kurosaki Sieg!"


"Kau benar - benar mengenali Master Menyedihkan itu?"


"Kalahkan aku dulu. Baru kujawab pertanyaan itu."


"Tcih, Istri dan Suami tidak ada bedanya. Baiklah, Mongrel rendahan. Jika itu keinginanmu, maka akan kukabulkan. Akan kubuat kau bersujud menangis dihadapanku sambil memohon untuk minta dibunuh!" Ucap Gilgamesh dengan sombong sambil memunculkan Puluhan Emas di sekitarnya.


"Begitu dong!!! Majulah!!" Sambil mengambil kuda - kuda.


"Hiburlah Raja Ini Mongrel. Dan akan kutunjukkan kepada Para Readers Sialan ini bahwa aku adalah Karakter Terkuat disini."


...(Note : Jangan Dipikirkan apa yang dikatakan oleh Gilgamesh ya, hanya sekadar Hiburan wkwkwk)...


...**********...


"Sialan kau Thor!!! Padahal aku hampir menunjukkan Kehebatanku kepada Para Readers sialan itu!!"


"Hei hei, Kalem Bro. Jangan ngegas begitu dong!!"


"Tidak boleh Dimaafkan!! Rasakanlah! Gate Of Babylon!!"


"Ahhh!!!. Maaf - maaf!! Di Chapter berikutnya. Aku berjanji akan membuatkan Pertarungan untukmu!!"


"Cih, kalau Kau membohongiku. Ingatlah bahwa kau tidak akan melihat matahari terbit besok!!"


Fuh.. Gile nih orang. Gimana caranya mau buat Adegan pertarungan untuk Gilgamesh kalau perilakunya aja udah kayak gitu. Benar - benar merepotkan.


*Ehem* *Ehem*, Lupakan yang diatas itu. Pertama - tama Thor Minta maaf kalau Lambat atau chapter kali ini kurang memuaskan.


Dan Maaf kalau Chapter yang ini bukan soal pertarungan Broly karena setelah Pertarungan melawan Dewa Iblis alias Amakusa Mirata mati. Thor mau buat adegan pertarungannya Si Gilgamesh saling bekerja sama dengan Sieg buat ngalahin si Broly.


Dan Si Botak? Jangan khawatir, bakal Muncul kok. Mungkin munculnya setelah Si Gilgamesh Menggunakan Ea kepada Broly tapi gak mempan. Di saat itu Si Sieg akan manggil si Botak di detik - detik terakhir biar kedengaran Epik dan Klise gitu Wkwkwk.


Dan Dunia Astral Hancur setengah akibat pertarungan Broly, Efek Enuma Elish, dan pertarungan Si Botak. Lalu Si Sieg akan gunakan kekuatannya untuk memulihkan Dunia kembali (Waduh udah kayak Spoiler aja nih...)


Dan Bagi kalian yang ingin Sieg Manggil Karakter Kuat lainnya misalnya, Anos, Vegeta, Goku, dan sebagainya. Tidak segampang itu bossku, Itu mungkin bakalan lama lagi karena apakah kalian tahu seberapa banyak Jurusnya dan Skillnya?


Untuk saat ini Thor ingin fokus ke Ainz Ooal Gown dari Anime Overlord. Thor sudah mikirkan Alurnya cara nyambungin Ceritanya ke Anime Ainz Ooal Gown dan mungkin berhasil kayaknya.


Entar Si Tengkorak itu akan datang tapi, dengan cara yang berbeda yaitu Dipanggil Ke Dunia lain dengan cara ala - ala Isekai gitu beserta Nazzarick, dan Bawahan Ainz ikut terpanggil. (Mereka tidak dipanggil oleh Sieg tapi, Terdampar ke dunia lain, makanya Thor bilang 'Terpanggil Ala - ala Isekai')


Terus mereka semua Gelud Cuy. Ainz Versus Sieg. Yah, siapa yang keluar menjadi pemenangnya tentu saja kalian tahu. Terus mereka menjadi rekan.


Yah, kalau tidak setuju katakan saja di Kolom Komentar sebelum Terlambat.


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang


See You In The Next Chapter 👋👋👋