I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 66



"Aduh.. kepalaku sedikit pusing.." ucap Seorang Anak Muda berumur 14 Tahun.


Anak itu memegang kepalanya karena merasa sedikit Sakit namun, yang paling anehnya lagi adalah Topeng Kitsune berubah menjadi berwarna Hitam.


Memiliki Rambut berwarna Hitam serta Dua warna mata yang berbeda. Mata Kirinya berwarna Ungu dengan Corak yang unik sementara Mata Kanannya berwarna Orange.


Benar Anak muda itu bernama Kurosaki Sieg. Kini dia sedang memakai Wujud Karakter Keduanya atau Akun Keduanya.


Sieg lalu berdiri dari tempatnya dan jalannya sedikit terhuyung - huyung karena masih belum terbiasa dengan tubuhnya itu dan dia lebih terbiasa dengan Tubuh Akun Pertamanya.


"Ah. Aku harus segera keluar dari Tempat ini. Tidak lama lagi tempat ini akan runtuh.." ucap Sieg


"Dan sebelum itu.. kenapa Topengku berubah menjadi berwarna Hitam? Dan Penglihatan, pendengaranku. Semuanya menjadi lebih jelas dari sebelumnya. Oh, iya Status."


...[Second Accounts] ...


...[Status] ...


...Nama : Kurosaki Sieg...


...Level  : 1...


...Umur  : 14 Tahun...


...Ras     : Setengah Rubah (Dinonaktifkan)....


...Title    : Utusan Dewa, Hero, Shadow Monarch ...


...HP   : 10.000/10.000...


...MP  : 15.000/15.0000...


...STR : 10.000...


...DEF : 10.000...


...AGI  : 10.000...


...VIT  : 10.000...


...INT  : 11.000 ...


...Skill : Tomoe Rinnegan (Info), Rikudou Sennin Mode (Info), Essence Flame (Info), Necromancer (Info), Ilusi (Info) ...


...System Point : 26.400.000 ...


"Second Accounts kah?, aku tidak sangka itu bisa dilakukan dan rasku sudah bukan lagi manusia melainkan setengah rubah. Lalu Statusku memang terlihat lemah.. namun Memiliki Jumlah Status seperti ini meskipun berlevel 1. Itu sudah bisa dianggap jenius. Dan aku 10 kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan Ai yang berlevel 1. Dan Tata cara letak Skillku juga berbeda, tidak ada Rank A, S Atau SSS lagi disini."


Sieg pun mencoba membuka Topengnya dan Alangkah terkejutnya Sieg saat mendengar Suara Eiko di pikirannya setelah membuka Topengnya.


[Si - sieg.. wa - wajahmu..]


Mendengar suara Eiko. Sieg mulai berpikir bahwa Wajahnya mungkin sangatlah jelek dan aneh.


"Eiko, berikan aku Cermin!"


[Ba - baik..]


Seketika satu Cermin melayang tepat di hadapannya. Sieg memperhatikan wajahnya dengan teliti dan setelah melihat wajahnya. Sieg terdiam. Bukan karena jelek melainkan sebaliknya.


"Ini... Kenapa wajahku seperti ini..."


[Sepertinya Instingku benar...]


"Benar.. wajah ini. Apa aku sedang dikutuk oleh seseorang? Kenapa aku justru mendapatkan Wajah ini. Ah sudahlah.. Menyesalpun tidak ada gunanya. Poinku terbuang sia - sia. "


Benar wajah Sieg saat ini bisa dibilang sangat tampan menurut para Gadis - gadis


[Kau benar - benar beruntung Sieg. Kesempatan untuk mendapatkan Status, dan wajah seperti itu secara kebetulan sangat kecil.]


"Aku tahu..."


Sieg sangat mengetahui itu karena dia dapat merasakan perasaan yang hangat di tubuhnya dan Sieg tidak terlalu benci juga dengan Akun keduanya, karena Akun keduanya bisa dibilang lumayan lemah. Kalau lemah berarti, Sieg sudah dapat merasakan tantangan - tantangan mematikan.


Tentu jika Sieg menghadapi pertarungan mempertaruhkan nyawanya, Maka Dia akan menggunakan Akun keduanya.


Selain itu, Akun ini dapat digunakan sebagai Akun Penyamarannya.


Setelah itu, Sieg pun langsung mengenakan Topengnya dan mengubah pakainnya dengan sebuah pakaian yang cocok dengan dirinya.



(Author : Anggap aja kayak gini)


"Dan aku merasa sedikit tenang saat menggunakan Akun keduaku.."


[Tubuh ini adalah Tubuh yang dapat memberikan ketenangan kepada Pemiliknya]


"Kedengarannya seperti Ain Ool Gown ya.. Dia juga selalu dipaksa untuk tetap tenang karena Tubuhnya ataupun karena dia Skeleton"


[Kurang lebih seperti itu]


"Tapi aku lebih mengharapkan wajah yang biasa saja. Aku sama sekali tidak mau Wajah tampan tapi yah biarlah, lagian Wajah ini tidak terlalu Tampan. Jika dibandingkan dengan Wajah Akun Pertamaku, mungkin Wajah Akun Pertamaku lebih tampan."


[Itu menurutmu.. jika di pandangan orang lain, pendapat mereka akan berbeda.]


"Apa kau mengatakan sesuatu?"


[Tidak lupakan saja.]


Sieg mulai merasakan jika Sekitar 50 Lantai Sudah hancur dan Itu sangat jelas dari Getaran Lantai ini


"Daripada membuang masa lagi. Mungkin aku sebaiknya keluar dari Tempat ini. Tempat ini juga sudah hancur setengah. Semoga aku terdampar di tempat yang aman.."


[Baiklah. Kalau begitu.... mengeluarkan Kurosaki Sieg dari Dunia Batu]


"Ngomong - ngomong. Aku masih belum memeriksa Status Akun Pertamaku setelah menyelesaikan Lantai ini bukan? Yah, aku bisa pikirkan itu nanti. Saat ini aku harus melakukan soal Tempatku terdampar nanti..."


...************* ...


Di Kediaman Istana Es


Di dalam sebuah Kamar. Terlihat seorang Gadis berambut biru, mata biru, dan Bibir biru sedang berbaring di Atas Kasurnya.


Dan Gadis itu juga tengah melihat - lihat kamarnya yang keseluruhannya hampir berwarna Biru langit.


Gadis itu sedang berpikir.


Gadis itu kemudian berdiri dari Tempatnya untuk keluar dan mencoba Kekuatannya alias Berlatih. Meskipun dia tahu akan mengikuti Turnamen Muda dan besar kemungkinan akan menjadi Juara. Namun, dia berpikir bahwa dia harus menjadi kuat secepat Mungkin karena dia tahu soal bencana yang akan melanda Tur - tidak Gunung Dunia ini.


Saat dia keluar, dia melihat seorang Kakek yang sudah beruban menuju ke arahnya namun, walaupun dia sudah Tua, aura berwibawa terpancar dari dirinya dan kelihatannya dapat dijadikan Sebagai Teman Bicara.


Kakek itu adalah Arnius Daichi. Kakek itu berniat untuk mengunjungi Cucunya karena ingin melihat - lihat cucunya itu apa sudah tidur atau tidak?


Gadis itu langsung menghampiri Kakek itu.


"Natasya. Kau masih belum tidur."


"Belum Kakek. Aku masih tidak merasa mengantuk.."


"Tapi, kau harus tidur. Besok Turnamennya akan dimulai."


"Baiklah."


Gadis itu tidak dapat menolak Perintah dari Kakeknya.


Setelah membicarakan itu. Kakek itu pun berniat untuk kembali ke dalam kamarnya tetapi, dia dapat melihat Cucunya ini ingin berlatih.


"Haa. Kau bisa berlatih tapi jangan terlalu larut. Meskipun tidak ada orang yang berani mencari masalah dengan kita. Tapi, Kelompok Sesat berani. Oleh sebab itu hati - hatilah. Jika musuh sampai dapat menangkapmu. Dunia ini akan hancur. Bahkan Pemimpin tidak akan dapat mengalahkannya." Ucap Kakek Daichi.


"Terima Kasih Kakek" dengan sedikit senyuman namun, tidak terlihat karena masih menggunakan Cadar.


Natasya ingin segera menuju ke Halaman tapi, dia menghentikan Langkah kakinya lalu berbalik menatap ke arah Kakek Daichi.


"Kakek.. Aku punya permintaan. Tapi setelah mendengarnya tolong jangan marah..."


"Hoho, Jarang sekali cucuku meminta sesuatu. Baiklah, Kakekmu ini akan mengabulkannya selama itu bukanlah hal yang mustahil" ucapnya bersemangat.


'Apa jangan - jangan. Natasya meminta untuk bertemu dengan Anak Muda itu? Kalau itu benar, maka Aku akan langsung ke sana juga.'


Karena Kakek Daichi itu sangat ingin mempertemukan Natasya dengan Sieg. Jadi, Dia sudah sangat tau soal Informasi Diri Sieg meskipun Informasinya masihlah Minim.


Dan tentunya, Lokasi Kediaman Siegpun dia ketahui. Dia berniat untuk menuju ke Lokasi Kediaman Sieg setelah Babak Terakhir selesai.


Dan jangan salah paham, Kakek itu bukanlah seorang Penguntit, dia mendapatkan Informasi lewat kekuasannya di Istana Es. Meski merupakan Kelompok Tertutup, namun Informasi Soal dunia luar termasuk diri Sieg dapat dia ketahui.


Tapi, ternyata apa permintaan Natasya tidak sesuai dengan harapannya.


"Besok.. beberapa hari lagi. Kita akan diserang oleh musuh... jadi aku ingin Ikut serta melawa -"


"Natasya!!" Bentak Kakek Daichi


Mendengar Kakeknya marah. Natasya mundur beberapa langkah karena ketakutan. Selama ini, dia sama sekali tidak berani membuat Kakeknya marah. Jika itu terjadi, ada hukuman yang berat akan diberikan kepada dirinya.


Dia sama sekai tidak takut jika Dia diberi Hukuman oleh orang lain, namun jika Dia diberi hukuman oleh Kakeknya sendiri. Maka dia merasa ketakutan.


"Ma - maaf Kakek.. a - aku.."


"Haa. Tidak apa - apa. Maafkan kakek karena sudah memarahimu tapi kau tidak boleh Ikut melawan mereka. Jika mereka sampai mendapatkanmu, apa kau tahu Akibatnya?"


"A - aku.. Tahu.."


"Sudahlah. Kakek Masuk dulu."


"Baiklah.. Kakek." Ucapnya perlahan.


Kakek Daichi merasa sedikit kecewa saat mengetahui ternyata permintaanya adalah itu.


'Tapi, aku masih memiliki kesempatan untuk mendekatkan dirinya dengan Natasya. Jadi tidak perlu terburu - buru. Tunggu saja aku Anak Muda.'


Sedangkan di sisi lain, Natasya sudah menuju ke Halaman untuk melatih kekuatannya.


Meski memiliki kekuatan yang Hebat dan dapat mengeluarkan Elemen Es tanpa mantra namun, Dia tidak dapat mengendalikan Kekuatannya dengan baik dikarenakan Tubuh Specialnya itu.


Dia juga sudah diberikan informasi soal Tubuh Special miliknya. Untuk mendapatkan kekuatan Tubuhnya maka dia harus Melihat seseorang Berharga mati tepat di hadapannya lalu Dia akan bersetubuh dengan orang tersebut.


Dan itulah Penyebab dia ingin ikut. Dia ingin ikut dalam pertarungan itu adalah demi Melindungi Kakeknya karena Cuma Kakeknya yang merupakan satu - satunya orang berharga di matanya.


'Aku harus menjadi kuat...'


Dia memutuskan untuk tidak lari dari bencana itu nanti. Dia tidak peduli, meskipun dia diincari oleh Ribuan orang tapi, Dia tidak ingin Kakeknya itu mati.


Natasya lalu, mencoba mengendalikan Es dengan mengecilkan bola Es. Saat dia melakukan itu Bola Es itu langsung hancur saat dia mencoba mengecilkannya.


"Ini sulit.. Bagaimana caranya mereka dapat mengendalikan Mana?" Tanyanya dengan wajah sedikit polos namun, wajahnya tetap menebarkan Pesona dirinya.


Cara bertarungnya selama ini bisa dibilang sedikit unik. Karena dia hanya perlu berdiri dan membiarkan Esnya bekerja sesuai keinginannya.


Jika dia ingin menciptakan Tombak Es, maka Tombak Es akan tercipta, jika dia ingin menciptakan Naga Es, maka Naga Es juga akan tercipta.


Namun, tentunya semua itu memerlukan Jumlah Mana yang banyak.


Untuk menggunakan Sihir Tanpa Mantra akan mengakibatkan penggunaan banyak Mana dan Untuk Sieg itu terkecuali. Oleh sebab itu agar penggunaan Mana lebih hemat, maka dia harus berlatih mengendalikan Mana.


"Mungkin.. Aku harus membayangkan?" Ucapnya


Dia kemudian memperlihatkan Telapak Tangannya dan sedikit melayang..


Dia pun menutup Matanya dan membayangkan jika ada Mana Yang mengalir di tubuhnya dan ternyata Mananya justru meledak hingga membuatnya Terlempar jauh.


"Uhuk..." dia mengeluarkan seteguk darah segar.


Jika seorang Pria melihat ini. Maka Orang tersebut akan menangis darah melihat seorang Gadis cantik terluka parah.


"Ini.. sakit..."


Dia mencoba mengobati lukanya dengan Menghisap darahnya sendiri.


Salah satu Kemampuan Tubuh Special miliknya adalah dapat menyembuhkan seseorang dengan Darahnya termasuk dirinya sendiri.


"Mengendalikan Mana sangat sulit... mungkin sampai sini saja aku dapat melanjutkan.."


Dia pun meninggalkan Halaman itu dan memasuki ke dalam Kamarnya kembali.


...*************...


Udahlah. Thornya langsung Up 3 Chapter karena ada yang minta untuk Up banyak dan banyak Yang Vote lebih dari 15 orang mungkin, jadi Thor hanya bisa Up sebanyak ini.


Dan maaf jika kata - katanya berantakan. Thornya Ngantuk soalnya.


Dan Jangan lupa dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang


See You In The Next Chapter 👋👋👋