I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 04



Setelah Sieg melarikan diri dari kerumunan Perempuan yang mengejarnya. Sieg mencari Penginapan untuk mengistirahatkan tubuhnya. Dia bisa saja Membeli Skill Pengembalian Stamina di Shop Tapi Poin yang dipakai lumayan banyak jadi dia hentikan niatnya.


Sieg sudah tiba di salah satu penginapan. Sieg memasuki penginapan itu. Dan terdengar Bel setelah pintunya dibuka oleh Sieg.


"Selamat datang ke penginapan kami Tuan" terdengar suara pelayan sambil tersenyum.


Sieg disambut oleh Pelayan yang kelihatan seperti Tipe orang yang suka menggoda.


"I - iya. Apa saja layanan yang diberikan di Penginapan ini?" Tanya Sieg dengan gugup. Karna ini pertama kalinya dia disambut seperti itu. Dan juga tidak terbiasa dengan sambutan seperti ini.


"Kami menyiapkan makanan, Minuman, Bir, Ruang untuk beristirahat dan sebagainya. Tapi kami tidak menyiapkan Hal - hal yang aneh.." ucap Pelayan penginapan itu. Tentu saja Sieg tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Pelayan tersebut.


Dan System pun memberitahunya apa yang dimaksudkan oleh pelayan itu kepada Sieg.


[Kau ni.. tidak peka sama sekali. Hal - hal yang aneh dia maksudkan itu adalah Hal - hal yang Mesum]


Sieg terkejut mendengar kalimat System. Dan Menggelengkan kepalanya untuk membuat Ingatan tadi hilang dari otaknya. Pelayannya pun bingung dengan Perilaku Sieg. Sieg langsung menjadi Tenang.


"Kalau begitu. Aku memerlukan Kamar untuk beristirahat."


"Ah. Baik. Anda ingin menginap berapa hari?"


"???" Sieg sedikit bingung. Dan Pelayan menyadari itu langsung menjelaskan


"Satu hari anda hanya perlu membayar 1 Koin Perak. Disini juga terdapat berbagai Macam Kamar yang memiliki Fasilitas terbaik. Tapi Harganya lebih Mahal dari yang lain. Apa anda ingin memesannya?"


Akhirnya Sieg mengerti.


"Kamar terbaik di Penginapan ini Harganya Berapa?" Tanya Sieg dengan Sopan.


"Eh? Ah, Kamar terbaik di Penginapan ini Adalah 1 Koin Emas."


"Aku memesannya." Ucap Sieg Spontan. Sontak membuat Siapapun terkejut yang ada disitu. Bahkan pelayanmu terkejut. Pasalnya belum pernah ada yang mengeluarkan Koin sebanyak itu hanya Karena Untuk memesan kamar. Bagi Bangsawan Tinggi, Itu biasa Tetapi Bangsawan tinggi tentu memiliki Ruang Istirahat yang lebih bagus. Hingga membuat mereka tidak perlu memesan Kamar yang memiliki Fasilitas terbaik di penginapan.


Pelayan itu tetap mempertahankan Sikapnya.


"Ka - kalau begitu. 1 hari 1 Koin Emas. Apa tidak masalah?"


"Tidak masalah. Aku memesannya"


Dengan segera Sieg mengeluarkan 1 koin emas di kantung jaketnya. Dan memberikan 1 Koin Emas kepada Pelayan itu dengan lembut. Mengingat pelayan itu adalah seorang gadis, Tentu kita harus memperlakukan gadis itu dengan lembut. Sieg mengetahui cara memperlakukan gadis dengan baik karna dia sudah terbiasa dengan Pacarnya yah walau pacarnya itu juga meninggalkan Sieg.


Melihat Koin Emas ditangannya Pelayan itu pun terkejut dan segera membawa Sieg menuju ke ruangan Sieg.


Pengunjung yang melihat Sieg mengeluarkan uang mulai berniat untuk mencuri uang milik Sieg karna memikirkan ada mangsa mudah disini.


'Bukankah kerajaan ini sangat damai kenapa bisa ada orang yang ingin mencuri uang milikku?'


[Tidak semua semua apa yang ada di buku itu benar Sieg. Semuanya itu bisa saja kebohongan yang dibuat - buat. Di setiap tempat pasti ada yang namanya Pencurian, pembunuhan dan hal - hal keji yang lain. Bisa saja buku yang kau baca itu palingan berisi kebohongan]


"Iya benar juga. Karna buku yang kubaca itu adalah buku dari kerajaan itu"


"Ada apa tuan?" Tanya Pelayan itu. Dan rasanya Sikap pelayan itu sedikit berubah dari yang tadi. Dia bertambah lebih lembut.


"Tidak, aku cuma merasa sedikit lelah" jawab Sieg


Ketika sieg sampai di kamarnya. Tanpa membuang masa lagi Sieg langsung berbaring di atas ranjang miliknya. Pelayan yang melihat tingkah Sieg tertawa kecil karna Mirip dengan anak - anak. Memang aslinya dia masih anak.


"Jika ada keperluan, anda dapat memanggil saja tuan"


"Iya, akan kupanggil nanti"


Pelayan itu pun keluar dan menutup pintu kamar Sieg. Sieg cuma memeluk bantalnya karna ini pertama kalinya dia tidur di atas ranjang setelah sekian lama. Alasan Sieg memilih Kamar ini adalah kata System tempat ini membiat siapapun tidak dapat Diintip, Dan jika itu benar Sieg tidak perlu Ragu untuk melepaskan Topengnya. Selain itu, Sieg dapat tidur dengan nyenyak di kamar ini.


Di kerajaan Aiz's dia cuma disuruh tidur di kuar, karna selalu tidur di luar. Sieg sakit karna masuk angin, bahkan tidak ada satupun yang merasa kasihan dengan Sieg kecuali Dua Orang. Kedua orang itu selalu Merasa kasihan dengan Sieg. Pacarnya sendiri juga mengabaikan, kecuali kedua orang yang Sieg Pikirkan tadi. Seorang Siswi terkenal, dan satunya lagi seornag sensei. Keduanya memiliki Paras yang bagus. Sampai sekarang Sieg tidak mengerti 'ada apa sih dengan mereka, Mereka selalu Mengkhawatirkanku?', pertanyaan itu terus menerus Sieg pikirkan. Sebelum datang ke dunia ini juga Sieg memikirkan itu.


Tapi Dewi itu memberikan Sieg kesempatan untuk melanjutkan kehidupannya lagi. Dia tidak akan mengecewakan Dewi itu. Ketika pertama kali Sieg melihat Dewi itu, untuk kedua kalinya di menyukai Dewi itu, dia sangat berharap dapat bertemu kembali dengan Dewi itu. Ma, itu cuma khayalan Sieg saja. Mustahil hal seperti itu akan terjadi.


...*************************...


...•Sieg Pov Start•...


[Sieg aku ada saran nih. Apa kau mau dengar?]


"Kenapa tiba - tiba berbicara seperti itu?"


[Mestilah itu karna kau masih memiliki Tugas. Kalau kau tidak melakukan apa dan cuma bersantai, kau akan menjadi Pengangguran saja. Untuk menjadi seorang pahlawan kau perlu membuat namamu terkenal]


"Benar juga, jadi apa yang kau saranin?"


[Aku saranin kau menjadi petualang saja]


"Menjadi petualang kah?, jika aku menjadi pertualang. Bukankah Pergerakan ku akan dibatasi? Selain itu, akan sangat merepotkan jika Rank semakin naik. Maka pergerakanku Semakin dibatasi"


[Terus apa yang ingin kau lakukan.?]


Aku berpikir sejenak dan menjawab....


"Hmm, Aku pikir aku akan berkeliling dunia. Entah mengapa, Kalimat itu terlintas di benakku. Seolah aku pernah melakukan sebelumnya"


[Lumayan juga rencanamu. Kenapa tidak lakukan itu saja]


"Berarti kau setuju ni?"


[Iya aku setuju. Tapi sebelum itu kau memerlukan persiapan dan melakukan perjalananmu. Kau pasti akan bertemu dengan monster - monster yang kuat dalam perjalananmu]


"Selama Kurama dan kau disisiku, Dewa pun pasti kalah melawanku"


[Begitu ya....]


"System?"


[Tidak ada apa - apa. Apa kau ingin memeriksa status mu?]


"Iya tolong perlihatkan Statusku dan Skillku sekalian"


...[Status]...


...Nama : Kurosaki Sieg...


...Level : 1.670...


...Umur : 10 Tahun...


...Ras : Manusia...


...Title : Utusan Dewa, Hero, Minotaurus Slayer, Monster Slayer, The Hunter, Penyelesai Dungeon Felix....


...HP : 700.000/700.000...


...MP : 800.000/800.000...


...STR : 59.000...


...DEF : 60.000...


...AGI : 70.000...


...VIT : 68.000...


...INT : 60.000...


...System Point : 260.000...


...[Skill]...


...Peringkat SSS :...


...Peringkat SS : Storage (Info)...


...Peringkat S+ : Teleport (Info)...


...Peringkat S :...


...Peringkat A+ : Unlimited Blade Works (Info), Tajuu Kage Bunshin No Jutsu (Info)...


...Peringkat A : Chidori (Info), Sharingan biasa (Info), Rasengan (Info)...


...Peringkat B :...


...Peringkat C :...


...Peringkat D :...


"Dengan statusku yang sekarang, aku bisa mengalahkan raja iblis. Yang perlu kuwaspadai cuma makhluk yang dibilang Divine Beast"


Didunia ini ada yang nama Divine Beast. Dari sejarah yang kulihat Divine Beast ini adalah makhluk berlevel 5.000. Merupakan Makhluk Ciptaan dewa. Jumlah binatang Divine Beast yang dicipatakan oleh Dewa ada 10. Salah satu Divine Beast berada dengan si Pahlawan itu yang merupakan mantan Temanku. Aku sudah menganggap mereka sebagai mantan temanku. Sebagai bukti bahwa aku tidak pernah berhubungan dengan mereka lagi.


Kembali ke topik. Kekuatan Divine Beast dikatakan melebihi kekuatan dewa dan Raja Iblis. Alasan kenapa Divine Beast diciptakan masih menjadi misteri. masih belum ada yang tau alasan kenapa Divine Beast diciptakan. Karna itulah aku akan berhati - hati dengan mereka (Divine Beast).


"System apa aku bisa membeli mata Rinnegan Sasuke?"


[Bisa. Tapi kau akan merasakan rasa sakit yang luar biasa selama 3 jam]


"Kalau begitu tidak usah, dan Kenapa bisa begitu? Mata Sharingan saja sudah membuatku kewalahan"


[Yah tentu sajalah, di dalam animenya . Sasuke perlu bersusah payah untuk mendapatkannya. Jadi sebagai ganti bersusah payah mendapatkan mata itu. Kau akan mendapatkan rasa sakit yang tidak pernah terasa oleh orang]


"Be - begitu ya. Kalau begitu lain kali aja deh. Takutnya nanti aku malah tidak sadarkan diri dan mati"


[Kenapa tidak skill lain saja?]


"Skill lain yah...."


"Aku berpikir ingin membeli Skill yang lain Sih. Tetapi aku juga perlu Memerlukan bantuan dari orang lain. Aku tidak boleh terlalu bergantung dengan Kurama. Dikarenakan Ukurann Tubuhnya"


[Oke]


...[Gacha...


...1× 10.000...


...5× 45.000...


...10× 80.000]...


"..."


Aku menjadi Terdiam. Orang biasa pasti sudah emosi melihat ini. Untung saja yang melihat ini adalah aku.


[Apa ada yang salah Sieg?]


"Aku tidak ingin menanyakan ini. Tapi Bisakah kau jelaskan kenapa Harganya meningkat?" Tanyaku. Pasalnya tidak peduli berapa kalipun kau melihat Ini. Tetap saja kau memerlukan penjelasan.


[Oh iya. Kau mengingatkanku waktu itu cuma Promosi atau semacamnya hehehe]


"Kau sengaja untuk tidak memberitahuku bukan?"


[Entahlah]


Aku menghela nafas. Tidak tau apa bereskpresi apa saat ini. Jadi aku memutuskan untuk memilih....


"System tolong Pilihan yang kesepuluh"


[Baik - baik]


...[Anda mendapatkan...


...1. Karakter buatan perempuan cantik bernama Ai...


...2. Pasukan karakter buatan bernama Black Squad...


...3. Tidak mendapatkan apa - apa...


...4. Tidak mendapatkan apa - apa...


...5. Tidak mendapatkan apa - apa...


...6. Karakter buatan Pendekar Pedang Petir bernama Kaminari....


...7. Karakter buatan Ras malaikat bernama Shina...


...9. Karakter buatan legendary Black Sword bernama Kuro...


...10. Tidak mendapatkan apa - apa]...


"Dilihat dari namanya. Aku sudah tau bahwa mereka sedikit kuat. Jadi System diantara mereka siapa yang terkuat?"


[Mengenai itu aku tidak tau?, habisnya semua karakter yang kau dapatkan itu kekuatannya melebihi dari dirimu]


"Jadi gimana mau kendalikan mereka? Nanti aku harus bagimana jika mereka tiba - tiba menyerangku?"


[Kau tidak perlu khawatir, Karakter buatan berbeda dengan karakter anime. Pada waktu pertama kali Karakter buatan melihatmu, mereka akan menggapmu kau yang menciptakan mereka]


"Begitu rupanya. Jadi ini artinya aku bisa melakukan apapun kepada mereka?"


[Yah, mengenai itu aku tidak yakin. Kepribadian mereka dipilih secara acak mungkin saja kepribadian yang aneh dipilih]


"Dipilih secara acak ya. Kalau begitu untuk langkah pertama. Panggil Karakter Buatan yang katanya itu cantik?"


[Apa kau bersemangat mendengar kata 'cantik?'. Setelah bertemu dengannya. Apa kau ingin meminta yang aneh - aneh darinya?]


"Pikirmu Aku ini apa? Aku tidak seburuk itu untuk meminta yang aneh - aneh pada dirinya. Selain itu, aku akan dianggap sebagai masyarakat yang terburuk. Ah sudahlah, Ngomong - ngomong panggil dia langsung. Aku tidak mau terlalu menghabiskan waktuku"


...[Oke, pemanggilan dimulai]...


Dan di ruanganku muncul sebuah cahaya yang silau sehingga cahaya itu membuat mataku tertutup


Beberapa detik kemudian. Aku dapat mencium aroma bau Parfum yang kuat membuatku sedikit kehilangan kendali meski hanya sesaat. ini sangat aneh, gara - gara Parfum aku kehilangan kendali? itu memang sangat aneh.


Setelah Cahaya itu mereda. Aku melihat sosok perempuan yang cantik sedang menunduk di hadapanku. Memiliki warna mata dan Rambut yang tidak dapat dijelaskan dengan kata - kata serta memiliki Kulit yang sangat putih. Kini Gadis itu sedang menundukkan kepalanya kepadaku seolah - olah sedang menghadap ke rajanya.


"Salam kenal Tuan, Nama saya adalah Ai."


Suaranya sangat indah di dengar. Suaranya bahkan melampau suara milik idol. Mendengar suaranya saja sudah membuatku sangat nyaman. Dan Dia membuatku ingin melindungi senyumannya dan wajahnya.


"Tuan?"


Aduh.. Siapa Gadis ini? dia benar - benar cantik. Ah, Tidak aku harus tenang.


Tapi, Karakter buatan itu memangnya seperti ini


Melihatku terlalu lama diam. Gadis itu sedikit khawatir denganku dan mencoba mendekatiku


"Apa anda dalam masalah tuan?"


Mendengarkan suaranya kembali. aku pun kembali tersadar dan berusaha untuk menjadi tenang.


"Tidak jangan mendekatiku." Ucapku dengan tenang sambil mengalihkan wajahku


Setelah beberapa Menit kemudian. Aku langsung menjadi tenang.


"Kalau begitu namaku Kurosaki Sieg. Aku adalah orang yang memanggilmu"


"Memanggil? Bukan mencipta?"


Imut. Ah tidak aku harus membuang pikiranku yang barusan. Aku tidak mau menjadi orang Brengsek seperti Karakter - karatker Antogonis gara - gara cuma Gadis itu Imut.


"Sayangnya aku bukanlah orang yang menciptamu melainkan memanggilmu" ucapku sambil meneguk Secangkir Teh. Ngomong - ngomong teh ini aku beli dari Shop. Karna aku lagi bosan dan pikirku keren sih..


"Tidak. Ai diciptakan oleh Tuan tidak salah lagi. Karna orang yang pertama kali Ai lihat adalah Tuanm


Hmm, Tak kusangka dia bisa memberikan jawaban penuh keyakinan seperti itu. Tapi, yah, Apa yang dia katakan Itu memang tidak salah. Walau aku sudah menebaknya mungkin dia akan membantahnya, Tetapi tetap saja jawabannya mengejutkanku


"Yah, Terserah kau menganggap ku seperti apa. Aku tidak terlalu peduli dengan semua itu"


"Baik. Ai mengerti" ucapnya dengan Senyuman indah.


Aku pun merebahkan tubuhku di atas kasur karna Udah lelah. Dan Malas untuk bergerak. Tapi, rasa lelah itu menghilang seketika ketika aku melihat Gadis bernama Ai. Entah kenapa Kecantikannya itu Membuat rasa lelah Di tubuhku Menghilang. Kalau dipikir - pikir juga Kecantikannya, Hampir sama dengan Dewa Pencipta? hahaha.. Tidak mungkin..


"Apa tuan mau Ai membuat Tuan merasa nyaman?"


"Maksudmu?" Tanyaku. Aku tau kalimat yang dia maksudkan itu, Bukan Merasa nyaman seperti itu karna bagiku Gadis ini terlihat seperti Gadis polos yang masih tidak terlalu mengerti apa - apa.


"Tuan mungkin merasa pegal bukan. Jadi Ai berniat memijat tubuh Tuan supaya tidak pegal lagi"


"Oh, yang kau maksudkan itu ya"


"Memangnya apa yang Tuan pikirkan Tadi?"


"Tidak. Aku merasa bersalah tadi memikirkan hal yang tidak pantas kepadamu"


"???"


Dia bingung dengan Kalimatku. Tentu saja dia bingung.


[Cieee. Kau tadi berpikiran yang tidak - tidak kan?]


Bisakah kau jangan ikut campur sekarang? sejujurnya itu membuatku kesal.


"Tidak perlu. Aku tidak merasa pegal sama sekali"


"Ah, begitu ya. Jika merasa pegal Tuan cuma perlu Meminta Ai untuk membuat Tuan nyaman"


"Akan kupikirkan"


Oke, Mulai hari ini aku tidak boleh terlalu dekat dengannya. Dan Untuk jaga - jaga aku harus membuat dia mengingat hal yang tidak boleh dia lupakan..


"Ano sa.. kau tidak bisa mengatakan Kalimat seperti kepada cowok. Entar membuat mereka salah paham dengan kalimatmu."


"Eh? Apa ada yang salah dengan perkataan Ai?"


Dia masih tidak mengerti juga. Yah biarlah. Kalau aku lanjutkan juga, mungkin dia tidak mengerti. Jika dia tidak mengerti, Tidak ada gunanya Memperingati Dirinya.


"Tidak juga. Cuma jangan berkata kalimat seperti itu lagi ke lelaki lain"


"Dengan kata lain. Kalimat ini cuma untuk Tuan"


Haa. Gadis ini benar - benar merepotkan


"Ya sudahlah kembali ke yang tadi"


"Seperti yang kukatakan tadi. Namaku adalah Kurosaki Sieg. Kau bisa memanggilku dengan panggilan Sieg."


"Sieg sieg sieg... umn, nama yang bagus."


"Hahaha..."


Aku cuma bisa tertawa kecil. tidak tau Bagaimana merepon


Aduh, Aku juga sudah lelah.. Entah kenapa rasa kantuk ini semakin kuat ketika aku berbicara dengan Ai


"Aku sudah lelah. Aku ingin tidur dulu. Kau bisa -"


Tunggu. Memangnya meminta seorag gadis tidur bersama kita itu hal yang wajar ya. Ah, Tentu saja tidak, semua orang Normal di dunia ini pasti menganggap itu tidak wajar. Walaupun, tubuh ini adalah Tubuh Anak 10 tahun tapi, isinya adalah 16 Tahun.


"Haaa, kau bisa tidur di ranjangku dan aku akan tidur di sofa itu"


"Eh? Tidak bisa. Sebagai pencipta Ai, tu - tidak Sieg harus tidur di ranjang biar Ai saja yang tidur di Sofa"


"Tidak - tidak aku tidak bisa membiarkanmu melakukan itu. Aku ini seorang lelaki sedangkan kau itu gadis. Sudah sepantasnya lelaki yang berkorban untuk Gadis."


Kalimat ini lumayan memalukan sih. Pasalnya, Aku belum pernah menggunakannya bahkan kepada Pacarku sendiri.


"Tidak!! Tu - Sieg harus tidur di ranjang sudah sepantasnya Ai harus mengorbankan diri untuk penciptanya"


Sudah kuduga. Dia akan melawan dia benar - benar memiliki keberanian melawan Tuannya sendiri. Aku tidak tau kalau ada juga bawahan yang melawan Tuannya di dunia ini. Tapi, mungkin aku adalah Kasus yang langka


Tapi, aku sudah tidak ada cara lain untuk membuat Gadis ini pergi dari sini.. Mau, bagaimana lagi. Aku akan tidur bersama gadis ini. Oh... Dewi Pencipta, Jika anda melihatku tolong maafkan Hamba jika terjadi hal yang terduga antara diriku dan Gadis ini....


"Haa. Kalau begitu ayo kita tidur bersama - sama..." ucapku


"Eh?, Ba - baiklah. Demi membuat Tu - Sieg nyaman. Ai akan tidur bersama Sieg"


"Ya udah. Kau tidur aja duluan. Aku masih memiliki hal yang harus kulakukan."


"Tidak bisa!!. Nanti sieg lari bagaimana"


Dia benar - benar keras kepala. Yah, memang benar sih aku juga sudah memikirkan cara itu tadi. Jika Gadis ini tertidur duluan mungkin aku memiliki kesempatan untuk lari darinya


"Ya udah. Kita sama - sama merebahkan tubuh Kita berdua. Aku akan menghitungnya"


"Ba - baiklah"


"Satu"


"Dua"


"Tiga"


Dan aku langsung menjatuhkan tubuhku, Ai juga melakukan hal sama sepertiku. Aku menghadap ke arah kanan sedangkan Ai terlihat gembira Melihat wajahku.


"Tu - Sieg, Kenapa masih memakai topengmu?"


"..."


"Tidak baik jika tidur dengan topeng. Sini Ai bukakan topeng milik Sieg"


Dia mengarahkan kedua tangannya ke wajahku. Dia sedikit membuatku kesal tapi, merasa kesalpun tidak ada gunanya. Aku juga tidak mau memarahinya..


Aku pun membuka Topengku dan memberikan topeng itu kepada Ai.


"Ni sudah puas.." ucapku


Setelah aku mengarahkan Topengku kepadanya. Dia tiba - tiba terdiam. Selain itu, wajahnya Itu langsung menjadi merah, serta diam tak sama seperti sebelum yang sangat keras kepala. Ada apa dengannya yang tiba - tiba diam? Apa ada sesuatu yang aneh dengan wajahku?


"Oii ada apa?"


Aku melambaikan tanganku ke Arah wajah Ai. Dan kesadarannya sedikit kembali.


Kemudian, Dia tiba - tiba saja menyentuh wajahku dengan wajah yang memerah. Jelas ini sangat membuatku merasa malu. Dan meski hanya sesaat, tapi aku dapat merasakan Hal yang aneh di tubuhku.


"Ai? Ada apa denganmu?"


Pertama kalinya aku memanggilnya dengan namanya. Kenapa aku tidak memanggil namanya dari awal karna pikirku Akan tidak sopan bukan? Jika langsung memanggilnya dengan Namanya. Itu terasa sedikit kurang sopan dan membuat orang tidak nyaman. Oleh sebab itu, supaya dapat memanggil Nama orang yang ingin kalian Panggil. Terlebih dahulu perkenalkanlah nama kalian. Agar Suasana sedikit berubah.


Dan tak berselang lama aku menanyai dia. Dia langsung berkata...


"Apa ini wajahmu Sieg?"


Bisa dibilang tidak, Bisa juga dibilang ya. Karna Wajahku yang kudapatkan ini berasal dari System. Tapi, apa wajah ini benar - benar berasal dari System? Maksudku wajah ini terlalu Tampan bahkan aku sendiri tidak percaya apa ini benar adalah wajahku. Untuk saat ini aku akan menjawab ya.


"I - iya ini wajahku. Emangnya ada apa?"


Kali ini dia memasang Senyuman seolah sudah bertemu dengan Orang yang sejak lama dia ingin temui. Dan tiba - tiba memeluku dengan sangat erat.


"Ai sangat menyukaimu!!."


Na - nani?!!


"A - apa yang kau lakukan?!!" Ucapku


"Ehehe, Ai sudah tidak peduli dengan Hubungan kita berdua sebagai pencipta dan bawahan. Ai mau bersama dengan Sieg selama - lamanya!!. Ai mau hidup dengan Sieg sebagai Sepasang kekasih!!, Ai tidak akan melepaskan Sieg, mulai hari ini Sieg milik Ai, dan Ai juga milik Sieg."


"O - oi..."


Setelah aku mengatakan itu. Dia tiba - tiba saja tertidur di dadaku. Mungkin sedang lelah atau bagaimana. Tetapi, aku juga merasakan hal yang sama.


Ha, sebelum dia tertidur. Setidaknya dia harus melepaskan ini. Ah gawat.. aku juga sudah sangat mengantuk. Perlahan - lahan mataku mulai memejam.


Aku melihat wajahnya untuk sementara. Dan wajahnya itu benar - benar sangat I......


"Mut..."


Tanpa sadar Kalimat Imut terlintas di benakku.


...*************************...


Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang, Dan Share


See You In The Next Chapter 👋👋👋