
Keesokan Harinya.
Mereka semua berkumpul lebih awal dan berniat untuk menuju ke Arena. Dan saat Sieg melihat semua rekannya, Sieg merasa sedikit rindu dan ingin memeluk mereka semua tapi, Yah. Sieg tidak akan melakukan itu karena akan dianggap aneh oleh mereka.
Dan Justru yang memeluk Sieg adalah Ai.
"Ehehe..."
Sieg hanya dapat mengelus - ngelus rambut Ai. Seketika rasa rindunya dan bebannya akhirnya hilang. Tanpa Sieg sadari, itu juga mengundang rasa keirian dari Gadis lainnya termasuk para Pelayan
Dan pada saat yang sama, Akame, Rimuru, Kurumi, Kirito dan Asuna merasa ada yang berbeda dari Sieg yaitu Kekuatan dan Aura di sekitar Sieg.
Sieg menyadari itu tapi, Sieg berpura - pura tidak menyadarinya.
Saat mengetahui tingkah Sieg yang berpura - pura itu. Mereka berlima hanya tersenyum kecil dan tertawa kecil.
Dan sebelum pergi Sieg juga meminta kepada mereka semua untuk tidak terlalu mencolok.
"Jangan khawatir Sieg. Aku akan mencoba sebaik mungkin agar tidak terlalu menarik Perhatian" ucap Rimuru dengan senyuman yang mencurigakan
Ini yang membuat Sieg khawatir. Dan yang dia khawatirkan adalah Akame, Cara bertarung Akame bisa dibilang mirip dengan cara bertarung Kelompok Sesat.
'Semoga tidak terjadi hal yang merepotkan nanti..'
Mereka semua juga sama sekali tidak gugup, yah ini adalah hal yang biasa bagi mereka mengingat mereka semua sudah banyak melakukan Pertarungan yang mempertaruhkan nyawa.
"Jika semua persiapan sudah selesai. Mari kita pergi ke Lokasi Arena sekarang" ucap Sieg
"Kalau begitu. Ikuti Aku" ucap Kirito. Karena Kirito sudah mengetahui lokasi Arenanya.
Sebelum pergi juga. Para Pelayan juga menghantarkan Kepergian Rombongan Sieg padahal yang mereka ingin hantarkan adalah Sieg. Hal ini juga mengundang Rasa Penasaran dari Pelayan yang tidak hadir malam tadi.
Agar Mereka tiba dengan cepat. Rombongan Sieg mempercepatkan langkah mereka. Bahkan Yukana dan Kirei sudah terbiasa dengan hal seperti ini.
Sieg juga sudah meminta mereka berdua untuk mengenakan Jubah yang dia beli. Jubah itu memiliki Aura yang dingin. Berada di sana pasti sangatlah sesak dan Panas. Jadi Sieg membeli itu agar mereka merada nyaman sekaligus sedikit menyembunyikan identitas.
"Ah, bentar dulu. Karena kita tidak terhubung dengan Kerajaan dan Kekaisaran berarti kita adalah Kelompok kan?" (Rimuru)
"Itu benar Rimuru - san. Ada apa Rimuru - san menanyakan itu?" (Asuna)
"Karena kita adalah Kelompok berarti Seharusnya kita juga harus memiliki Nama Kelompok Bukan?" Ucap Rimuru dengan wajah seolah - olah sudah menantikan ini
""""Ah."""""
Tidak ada satupun yang ingat soal itu kecuali Rimuru. Bahkan Sieg sekalipun, Sieg tidak berpikir dia harus memilih nama Kelompok untuk mendaftar.
Mau bagaimana lagi. Rombongan Sieg pun menuju ke arah Turnamen sembari memikirkan Nama Kelompok yang cocok
...************* ...
Rombongan Sieg adalah salah satu Rombongan yang tiba lebih awal dan Nama Kelompok mereka masih belum mereka putuskan.
'Sekarang bagaimana? Akatsuki? Night Raid? Seven Deadly Sins? Ah, tidak jumlah kami sangat banyak..'
Sieg sudah tidak dapat pikirkan apapun lagi.
"Hey kalian. Apa kita memang harus menyebutkan Nama Kelompok Kita? Jujur saja, aku sama sekali tidak dapat pikirkan apapun"
"Aku juga Sieg - san" ucap Kurumi
Semuanya juga setuju termasuk Rimuru yang mengingat soal tadi.
"Sebenarnya kita bisa saja sih Tidak harus meletakkan nama Kelompok kita tapi itu akan menimbulkan Kecurigaan terhadap kita." Ucap Rimuru.
"""Kau seharusnya mengatakannya dari awal!"""
Mereka menjadi kesal. Kalau Soal itu mereka tidak harus memikirkan Soal Kecurigaan karena dari awal mereka sama sekali tidak melakukan hal yang mencurigaan. Hanya saja Asal usul kekuatan mereka yang mungkin menjadi mencurigakan.
Dan mereka pun memutuskan untuk tidak memasukkan Nama Kelompok mereka untuk saat ini. Jadi bisa dibilang Kelompok Sieg hanyalah Kelompok yang coba - coba ikut serta dalam Turnamen muda, karena tidak terhubung dengan Kerajaan ataupun kekaisaran manapun.
"Peserta mendaftar disini sedangkan Para Penonton bisa memasuki ke dalam Arena melalui pintu itu" ucap salah satu Petugas
Dan mereka pun pergi dan Sieg sekali lagi mengingatkan mereka semua
"Ingat. Kirito, Asuna - san, Rimuru, terutama kau Akame. Jangan terlalu menarik perhatian"
""""Dimengerti Ketua.""""" Ucap mereka serempak.
Dan mereka pun berpisah. Salah satu Petugas sedikit terkejut melihat Ada 4 Orang dari satu Kelompok ikut serta. Karena biasanya satu Kelompok hanya akan mengirim 1 atau 2 sebagai Wakil dari kelompok mereka.
Kebanyakan Kelompok mengirim Wakil mereka hanya satu orang karena mereka tidak mau menghabiskan banyak biaya dan hanya akan mengirim orang terkuat agar Tidak mempermalukan Nama Kelompok, Kerajaan, dan Kekaisaran.
Jika orang lemah ikut serta, maka pasti akan membuat Biaya yang mahal menjadi sia - sia dan mempermalukan Nama Kelompok mereka
Tapi, Sedangkan Kelompok Sieg mengirimkan 4 Orang yang merupakan batas mengirim Anggota mereka.
Dan mereka sekaligus Terkejut saat mengetahui keempat orang itu terdapat orang cantik dan Tampan kecuali Rimuru yang mengenakan Topengnya Namun, mereka tetap menjaga sikap.
"Kalau tidak salah Kerajaan Ais'z juga mengirim 4 orang kan" (Petugas 1)
"Ah, aku tahu soal itu. Mereka adalah Kerajaan yang dalam keadaan terburuk, Raja mereka juga selalu bermain - main dengan Para Gadis termasuk para Gadis di Kelompok pahlawan." (Petugas 2)
"Pahlawan yang baru - baru ini dipanggil?" (Petugas 3)
"Ya" (Petugas 1)
"Hei, kalian semua. Sudah hentikan itu. Lanjutkan. Masih Ramai Peserta yang menunggu." (Petugas 4)
Kirito dan lainnya kemudian mendapatkan Nomor Peserta, dan diminta untuk menunggu di Ruang Tunggu.
Di Ujian Pertama, mereka harus meghancurkan Sebuah Batu yang katanya sangat keras. Yah, bagi Kirito dan lainnya menggunakan Tangan Kosong sudah cukup untuk menghancurkan Batu itu. Dan sebelum itu, Mereka diminta untuk menunggu Di Ruang Tunggu. Karena masih banyak Peserta yang mendaftar serta Puluhan Ribu batu harus disiapkan.
Sementara itu, di Rombongan Sieg juga sudah sudah menemukan Kursi mereka karena salah satu Petugas sudah membantu Sieg untuk mencari Kursi yang sudah disiapkan.
Bagi Kelompok yang tidak dikenali, Rendah, Kerajaan Kecil, atau Bangsawan Kecil. Mereka akan diminta untuk duduk Di Kursi yang terbilang menyesakkan termasuk Kelompok Sieg karena tidak dikenali.
Tetapi, Sieg sudah membuat Penghalang agar tidak ada yang dapat menabrak dirinya dan lainnya. Semua orang yang ingin mendekati Rombongan Sieg juga langsung terpental. Para Penonton menjadi bingung tapi, segera perhatian mereka menuju ke arah Arena dan Kursi Khusus untuk orang - orang yang berpengaruh atau Tamu Khusus
Sieg juga melihat ke atas sana. Dan Tanpa Sadar Sieg mengeluarkan keringat dingin saat mengetahui siapa salah satu Tamu Khusus tersebut.
Memiliki Rambut Hitam dan Mata berwarna Ungu. Wajahnya juga sangat dingin namun, berhasil menarik perhatian Para Pria.
"Hey lihat!! Itu adalah Pemimpin Clan Bulan indah!!"
"Dia benar - benar datang ke sini. Aku pikir itu hanyalah Rumor!!"
"Dia sangat cantik daripada yang dirumorkan!"
"Kita harus menghubungi Para Bangsawa!!"
Ya, Para Penonton menjadi bersemangat setelah mengetahui soal itu. Bahkan, Sieg dapat melihat Raja Felix, istrinya dan Putrinya yaitu Miya.
"Ya ampun. Ternyata mereka juga ikut serta dalam menonton Turnamen ini.." gumam Sieg.
Dia juga dapat melihat Pak Tua Mabuk dan Kakek Tua itu berdiri duduk Di Kursi Khusus itu. Sieg tebak, mungkin di sana sama sekali tidak menyesakkan dan tidak panas. Benar - benar kebalikan dari Kursi Sieg yang panas dan Menyesakkan.
Saat Sieg melihat terus kesana. Tanpa sengaja Dia bertatap mata dengan Kakek Daichi itu dan Sontak Sieg mengalihkan pandangannya.
'Apa jangan - jangan dia menydariku di Kerumunan Manusia ini? Dan aku juga sudah mengenakan Jubah ini lho! Mustahil sekali...' Pikir Sieg dan menatap kembali ke atas Arena.
Dapat dilihat kalau di atas Arena itu sudah tersedia Ribuan Batu yang akan dihancurkan oleh Peserta.
"Itu bukan Batu Biasa Sieg - san." Ucap Kurumi
"Ya, Batu itu mengandung Jumlah Mana yang sangat banyak" jawab Sieg.
Dan saat Sieg melihat itu. Mendadak Ayu menarik baju Sieg. Sieg pun menoleh, dan Terlihat Ayu yang meneteskan air mata.
Sieg terlihat panik dan khawatir tapi, Rasa khawatirnya lenyap seketika setelah mendengarkan ucapan Ayu.
"Ayah..."
Sieg pun melihat ke Arah Kursi Khusus itu. Terlihat seorang Pria Tua dengan Rambut Perak dan Telinga Runcing. Ia juga dikawali oleh orang dari ras yang sama.
'Jadi Kerajaan Olivia juga benar - benar turut ikut serta dalam Turnamen muda ini... Dan Ras Snow Elf ini sangat menarik perhatian.' Pikir Sieg.
Sieg juga dapat mengetahui bahwa Ramai orang yang sangat tertarik dengan Kerajaan Olivia. Ini adalah Pemandangan Legenda sepanjang hidup mereka.
Sieg dapat memaklumi itu, karena Ada Ramai sekali Kerajaan, Kelompok, dan Kekaisaran Dengan sejarah yang panjang hadir disini. Termasuk Divine Beast ke 3 dan ke 4. Serta terdapat 12 Sage berkekuatan besar juga menonton dari atas langit.
Jika ditambahnya kekuatan Sieg serta rekan - rekannya dan Semua orang disini. Sieg menjadi yakin kalau mereka dapat memenangkan pertarungan melawan musuh nanti.
Kembali Ke Sieg.
"Setelah pertandingan ini selesai. Kita akan bertemu dengan Ayahmu.." ucap Sieg.
"Terima kasih..."
Ayu menjadi lebih tenang. Untung saja, disini sangat ribut. Jadi tidak ada satupun Yang mengetahui soal Ayu bahwa Ayu menangis.
Di sisi lain, Kirei merasa agak tidak nyaman dengan Orang - orang ini. Meski sudah dilindungi oleh Pelindung Sieg tapi, tempat ini sangatlah berisik. Itu yang membuatnya Tidak nyaman.
Sieg yang menyadari itu langsung...
"Kirei. Kesinilah, duduk dihadapanku"
"Eh? Benarkah?"
"Ya, kesinilah."
"Yeayy"
Kirei dengan cepat lari ke hadapan Sieg dan duduk di pangkuan Sieg. Meski sama umur tapi, Tinggi Sieg bisa dibilang hampir sama dengan Anak Umur 12 Tahun. Jadi pandangan Sieg tidak akan terhalangi oleh Kepala Kirei.
"Maafkan Kirei.." ucap Yukana.
"Tidak usah dipikirkan."
"Sieg. Ai juga mau.."
"Sabarlah dulu.." ucap Sieg tersenyum kecil di balik Topeng.
"Ara - ara. Sieg - san. Aku juga iri."
"Aduh, kalian ini.."
Mereka semua tertawa kecil karena suka melihat Sieg yang Kerepotan dalam menghadapi mereka semua.
Yah, Sieg hanya bisa selalu tersenyum. Tidak peduli sesulit apapun itu, Cara menghadapinya adalah dengan Tersenyun meski itu adalah senyuman Palsu.
...************...
Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang