I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 87 : MEMPERKUAT KEKKAI (PART 12)



"Kakek!!"


Natasya langsung menghampiri Kakek Daichi yang tidak sadarkan diri akibat pertarungan melawan Dewa Iblis dan Malaikat Jatuh tadi (Di Chapter 84)


Yang membantu Sieg Blaze, Thorn, dan Rimuru tadi adalah Natasya dan Sieg Thunderstorm tetapi, Sieg Thunderstorm masih belum bisa bergerak dengan leluasa karena masih mendapatkan Efek dari menggunakan Kekuatan Dewa Indra.


Sieg Blaze dan Thorn juga merasa sangat bersalah karena tidak mampu melindungi Kakek Daichi tetapi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena...


""..dia masih belum mati. Dia hanya kekurangan Darah saja."" Ucap Sieg Thunderstorm dengan dingin dan kemudian mendekati Kakek Daichi.


""Rimuru. Berikan Kakek ini Full Poti -""


"Tidak. Kalian tidak perlu menyembuhkannya, aku akan menyembuhkannya dengan darahku sendiri.." ucap Natasya sambil menciptakan Bilah Es di tangan Kanannya dan ia menggores jari tangan kirinya.


Ia kemudian meneteskan Darah jarinya ke Mulut Kakek Daichi dan mereka hanya tinggal menunggu sampai Luka Kakek Daichi sembuh sepenuhnya


Natasya menjadi sedikit khawatir karena di dalam hidupnya tidak ada orang yang menjadi orang yang berharga dalam hidupnya kecuali Kakeknya sendiri. Dan masih ada satu lagi.. ia tidak tahu perasaan apakah ini. Tapi perasaan itu benar - benar berbeda dari yang ia rasakan saat berada dengan Kakeknya.


'...dia tidak ada disini..' ucapnya perlahan. Ia juga merasa sedih karena orang tersebut tidak ada.


Sieg Thuderstorm yang mendengar itu tanpa sengaja langsung menghela nafas karena dia tahu siapa yang Gadis ini harapkan/Tunggu, namun ia tidak bertanya siapa yang gadis ini tunggu.


Sieg Thunderstorm kemudian meminta Sieg Thorn untuk memapah dirinya. Ia kesulitan untuk berdiri bahkan bergerak saja tidak mudah.


Dia datang membantu ke sini pun adalah dengan cara memaksakan dirinya. Memang itu terbilang Nekat, tetapi memang itulah diri Sieg Thunderstorm.


""Kita harus bergabung dengan yang lainnya. Kita tidak boleh berlama - lama disini."" Ucap Sieg Thundsrstorm dengan serius


Sieg Blaze dan Thorn mengangguk sementara Rimuru sedikit kebingungan. Sieg Thunderstorm yang menyadari itu lansung menjelaskan...


""Untuk berpecah selama lebih dari 2 Jam tentu memiliki Efek samping yaitu. Kami akan kehilangan ingatan..."" jelas Sieg Thunderstorm


"Oh begi - eh? Ap - apa? Hilang ingatan?!!" Rimuru tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sieg Thunderstorm.


"Iya, hilang ingatan. Tidak lama lagi, batas kami dalam berpencar akan berakhir. Kami boleh memaksakan diri tetapi kami akan kehilangan Ingatan." Ucap Sieg Thorn.


"Jadi ini sudah berapa Jam?


"Kira - kira sudah lebih dari 3 Jam." Jawan Sieg Blaze.


"Bukankah itu sudah lebih dari 2 jam? Kenapa kalian masih baik - baik saja?" Ucap Rimuru.


""Ini dikarekan salah satu kekuatan Elemen kami yang baru - baru ini kami ciptakan yaitu Void. Makanya kami dapat mempertahankan Wujud kami lebih lama dari yang seharusnya.""


"Jadi bagaimana dengan sekarang?"


"Kami harus mencari diri kami yang lain sekarang." Ucap Sieg Thorn dengan sedikit khawatir


"Tapi.. kita tidak boleh membiarkan Natasya sendirian disini. Kita hanya berharap kalo Void, Gempa, dan Es sendiri yang datang kepada kita" ucap Sieg Blaze.


"Begitu, apakah aku tidak boleh menjaganya sendiri?" Tanya Rimuru.


""Aku tidak meragukan kekuatanmu, tetapi masih ada musuh yang sangat kuat disini aku yakin dengan hal itu."" Ucap Sieg Thunderstorm


Saat ia menggunakan Kekuatan Dewa Indra, Sieg Thunderstorm dapat merasakan bahwa ada seseorang yang sangat kuat sedang memperhatikan dirinya dan itu sangatlah kuat. Lebih kuat dari dirinya saat memasuki ke dalam Wujud Dewa Indra.


"Baiklah, kita akan menunggu."


'""""Dimana sebenarnya diriku yang lain..."""" ucap semua Sieg Elemen dalam hati.


...************ ...


Sementara itu, Di Tempat lain.


Sieg Gempa dan Es langsung bergabung dengan Elemen Fusion menjadi Sieg Glacier karena harus membuat Benteng pertahanan yang dapat melindungi para Warga Di Gunung Dunia. Dia tidak sendirian disitu, Kirito, Akame, Asuna, Yui, Divine Beast 3, Divine Beast 4, Dan 4 Sage juga ada.


Pak Tua Mabuk, Pemimpin Kelompok, Para Calon Pemenang, Kaisar, Raja - raja (Termasuk Raja Felix), Dan Kazumi Yuna beserta Anggota Clannya juga berada di Tempat yang sama.


""Gargantua Es!!""


Golem dengan Tubuh yang berelemen Es, serta Ukuran tubuh yang tidak masuk akal itu melindungi para Manusia yang ada disitu.


""Ini tidak cukup. Pertarungan Gilgamesh dan Broly nanti dapat menghancurkan Pelindung ini dengan mudah."" Ucap Sieg Glacier.


"Kalau begitu, aku akan membantumu. Release Recollection" ucap Kirito


Es dengan Motif Bunga mawar itu membentuk dinding Es yang sangat besar dan semakin lama, semakin, besar seukuran Istana.


"Aku juga akan membantu." Ucap Asuna


Ia menggunakan Pengendalian daratannya untuk membuat Lapisan Dinding tanah agar pertahanannya semakin meningkat.


Akame dan Yui tidak memiliki Skill tipe Pelindung. Maka dari itu mereka berdua akan diam saja melihat semuanya.


"Apakah tidak ada yang bisa kami lakukan?" Ucap salah satu Divine Beast. Meski mereka adalah yang terkuat disini, tetapi Jumlah Mana yang mereka miliki sudah berkurang dratis karena sudah berusaha untun membentuk Kekkai di Gunung Dunia ini.


Namun, karena sudah tidak ada musuh lagi selain Broly. Makanya Para Divine Beast pun ikut berlindung disini


Selagi mereka membicarakn itu, Terlihat 4 sosok yang mendekati mereka. Tidak hanya Empat orang, ada juga beberapa orang Manusia yang merupakan warga Gunung Dunia.


Kirito, Asuna dan Akame lamgsung bersiaga karena menyangka itu musuh tapi, Sieg Glacier langsung menghentikan mereka.


""Aku mengenali mereka berempat."" Ucap Sieg Glacier


Keempat orang itu tidak lain adalah Benimaru, Shion, Souei, dan Hakurou.


Saat mereka tiba di Tempat Sieg Glacier. Benimaru melihat Sieg Glacier dari atas ke bawah.


""Kenapa kau melihatku seperti itu?""


"Tidak. Aku hanya penasaran dengan kekuatanmu. Kau seperti membuat Clone."


""Ah..""


Sieg Glacier mengerti apa yang ingin diucapkan oleh Benimaru. Mungkin karena Benimaru menemukan Diri Elemen lainnya disana, makanya ia mengira Sieg memiliki Skill Clone hanya saja pakaiannya berbeda.


"Kami sudah menyelesaikan Perintah dari Rimuru - sama. Kami harus segera kembali ke sana untuk membantun -"


"Itu tidak perlu. pertarungan kami sudah selesai." Potong Rimuru yang tiba - tiba muncul di atas langit dengan sayap kelelawarnya.


Merasakan kehadiran Rimuru. Benimaru, Hakurou, Shion, dan Souei seperti biasa memberikan Hormat kepada Rimuru.


Rimuru langsung menghampiri Sieg Glacier. Tentu Rimuru juga diikuti oleh Sieg Thunderstorm, Thorn, dan Blaze dari belakang. Begitu juga dengan Natasya dan Kakek Daichi namun, Kakek Daichi masih belum sadar dan Diangkat oleh Sieg Thorn dengan Akar - akarnya.


""Sepertinya semuanya sudah berkumpul.""


"Masih ada. Arturia - san, Jeanne - san, Ai, Kurumi, Ayu, Ai, Yukana, Kirei dan Void masih belum datang." Ucap Sieg Thorn


""Tidak. Selama Sieg Void bersama dengan mereka. Maka semuanya akan baik - baik saja. Oleh sebab itu, Semua Sieg Elemen akan membantu Gilgamesh yang kewalahan melawan Broly."" Ucap Sieg Glacier.


Rimuru yang mendengar itu langsung berkata..


"Begitu. Jadi kami akan bertugas untuk menjaga Tempat ini


"Yap. Selain itu, aku harap kalian memperkuatkan Pelindung ini.." Ucap Sieg Blaze.


Semua yang mendengar itu menghela nafas. Setiap kali ada Pertarungan yang akan menentukan akhirnya. Pasti Sieg yang akan mengurusinya tak terkecuali.


"Baiklah. Kalau begitu, Kembalilah dengan selamat." Ucap Kirito sambil mengangkat Kedua bahunya. Ia juga tahu kalo kekuatannya tidak akan membantu Rimuru.


"Benar. Setelah pertarungan terakhir, pasti kau akan pulang dengan Penuh luka." Ucap Rimuru.


"""Ya ya.."""" ucap Semua Sieg.


Sieg Thunderstorm, Blaze, Thorn, dan Glacier langsung pergi menuju ke lokasi Gilgamesh dan Broly berada. Untuk mencarinya tidak terlalu sulit karena Setiap kali pertarungan yang dilakukan oleh Gilgamesh dan Broly pasti ada ledakan Hijau.


Setelah meninggalkan mereka semua. Divine Beast langsung mendekati Rimuru.


"Anak muda.."


"Sudah, jangan bertanya dulu. Untuk saat ini kami harus fokus memperkuat Pelindung ini agar kita tidak terkena dampak dari pertarungan Sieg." Potong Rimuru.


"Benimaru, Souei, Hakurou, dan Shion. Bantu aku juga untuk memperkuat Kekkai ini. Kirito, Asuna - san, Akame - san, dan Yui. Aku akan menyerap Sejumlah Mana kalian untuk menggunakannya memperkuat Kekkai ini." Perintah Rimur panjang lebar.


Mereka semua langsung mengangguk. Jika tiada Sieg Disini, maka Rimuru yang akan mengambil Komando, sedangkan jika Rimuru tidak ada, maka Kirito yang akan mengambil Komando.


Mereka semua kagum dengan kinerja Rimuru dan cara memerintah Rimuru kepada rekan - rekannya.


"Sedangkan etto..."


"Natasya."


"Natasya - san. Kau harus berlindung dalam Kekkai itu."


Natasya tanpa banyak bertanya langsung mengangkat badan Kakek Daichi tetapi, karena perbedaan tinggi tubuh. Maka ia sedikit kerepotan. Untungnya ia dibantu oleh Pak Tua Mabuk.


"Ini pertama kalinya aku melihat Kakek ini terluka seperti ini.." ucap Pak Tua Mabuk sambil menikmati Birnya.


Natasya tidak membalas dan Terus memasuki ke dalam Kekkai yang dibuat oleh Rimuru.


Sementara itu, Rimuru merasakan ada yang salah dengan Tempat ini. Memang tersisa 1 musuh yaitu Broly, tetapi dia juga merasakan masih ada seseorang yang sedang mengawasi dirinya.


'Dai kenja.. apakah kau dapat mendeteksinya?'


[Jawab : Tidak sama sekali]


'Begitukah...'


Rimuru hanya bisa berharap kalo tidak ada musuh lagi selain Broly karena Kekuatannya sekarang sudah tidak mencukupi untuk diguanakan bertarung.


...**********...


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.