I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 78 : PERTEMPURAN DI GUNUNG DUNIA (PART 03)



Kembali Ke Asuna


Asuna dan lainnya hanya mengikuti Yui sampai Akhirnya mereka menemukan Iblis Tingkat Tinggi yang membantai Manusia.


Ada juga beberapa Manusia dari Kelompok Sesat yang memperkosa Para Gadis terlebih dahulu sebelum membunuhnya.


Bahkan Para Shadow Soldiers Sieg sudah berkurang satu per satu karena Mana Sieg sudah tidak cukup untuk memulihkan mereka semua.


Para Manusia Dari Kelompok Sesat terkejut saat melihat Kecantikan Asuna dan Satu Ras Fairy. Dan mulai memperlihatkan Sifat asli mereka lalu menyerang Asuna.


Tapi, dengan mudahnya. Asuna dapat mengalahkan musuh - musuhnya semudah membalikkan telapak tangan


Meski Ia berada di dunia lain, tetapi Julukannya Yaitu (閃光 Senkō) arau Flash masih tetap ada pada dirinya.


Dengan kecepatan Kilat. Semua Musuh menjadi genangan darah dan membuat Para Raja dan Kaisar terkejut melihat pemandangan ini.


Yang lebih terkejutnya lagi adalah Pakaian Asuna sama sekali tidak terkena noda darah dan Rappiernya juga sama. Tidak ada bekas Noda darah sama sekali di Rappiernya.


"Kita lanjutkan."


Asuna juga berubah menjaid serius. Ia tidak mau membuat kesalahan di Saat - saat seperti ini karena Perang ini sangatlah bahaya.


Jika dalam keadaan terdesak, ia akan menggunakan Kekuatan Pengendalian Daratannya.


Mereka pun kembali mengikuti Yui hingga akhirnya mereka menemukan Lokasi Tempat Perlindungan para Warga.


Terdapat beribu - ribu Orang disana, Prajurit, Pemimpin Kelompok, dan Raja berserta Kaisar lainnya.


"Mama. Sepertinya semua Jalan keluar dari Gunung Dunia sudah ditutup. Kapal yang membawa kita pergi juga sudah tidak ada lagi." Ucap Yui.


"Penyerangan kali ini benar - benar sudah disiapkan dengan matang.." ucap Asuna


Jika Sieg mengetahui soal ini. Mungkin Sieg akan memarahi dirinya karena tidak menyadari soal ini.


Gunung Dunia adalah Lokasi yang berada di Tepat Di laut - laut dan untuk pergi dari Gunung Dunia Setidaknya mereka harus pergi lewat menggunakan Kapal Laut, terbang atau Menggunakan Skill Teleport.


Tapi, Kapal Laut sudah dihancurkan oleh Musuh dan mereka semua tidak dapat terbang dan menggunakan Skill Teleport dikarenakan Kekkai yang dibuat para Divine Beast.


Satu - satunya cara agar mereka tetap aman saat ini adalah berharap kalau semua Monster itu dapat dibasmi oleh Para Prajurit, Kesatria, Pemimpin Kelompok, Sage, Divine Beast, dan Para Petualang.


Saat Asuna dan lainnya tiba di Tempat Perlindungan. Mereka dapat lihat kalau Ribuan Shadow Soldiers sedang berperang melawan Ribuan Monster, Iblis, dan manusia.


"Mana Sieg pasti berkurang..." ucap Asuna perlahan.


"Asuna - dono. Berikutnya kita harus bagaimana?" Tanya Raja Felix.


Sejujurnya Asuna sama sekali tidak mengetahui apa yang harus ia lakukan. Ia juga berharap kalau semua ini berakhir dengan cepat.


"Untuk saat ini, kalian harus berlindung. Aku dan Yui - chan. Akan ikut serta dalam Mengalahkan semua musuh."


Asuna sebenarnya tidak mau Yui dibawa tapi, Yui pasti akan memaksa untuk ikut karena tidak mau Mama dan Papanya berjuang sementara dirinya hanya diam - diam saja.


Raja Felix tidak menghentikannya. Lagian jika dia mencoba menghentikannya pun tidak akan berguna sama sekali.


Miya menghampiri Asuna.


"A - ano... To - tolong kembalilah Dengan Aman.." ucapnya dengan sedikit malu. Ia sangat gugup saat berhadapan Dengan Kekasih Kirito.


"Ya, Terima Kasih Miya - chan." Ucapnya sambil mengelus - ngelus kepala Miya.


Asuna tidak perlu khawatir dengan Mereka semua karena di Tempat ini ada Ramai orang kuat lainnya bahkan Kaisar dari Kekaisaran Gregor pun terlihat disini beserta Putranya dan Dua pengawalnya.


Di sini juga ada 4 Sage yang bertuga memastikan Keamanan Pelindung Tempat ini. Dengan begitu, Tempat ini adalah Tempat yang paling aman untuk saat ini.


***********


Dalam perjalanan membasmi musuh. Asuna melihat Akame yang sedang kewalahan melawan 3 Manusia dari Kelompok Sesat.


Kekuatan ketiga Manusia itu memiliki level 600 yang artinya mereka adalah Pemimpin dari sebuah Kelompok.


Lantas Asuna pun menerjang dan menyerang semua musuhnya dengan sangat cepat.


KRING


TRAANG


SRRIKK


Ketiga Pemimpin itu terpukul mundur dan Akame memiliki waktu untuk menghela nafas.


Level Akame saat ini baru sekitar 300. Jadi dia sangat kewalahan melawan 3 musuh yang memiliki Level yang lebih tinggi darinya.


"Terima Kasih. Asuna.."


"Tidak apa - apa. Akame - san." Ucap Asuna.


Asuna sangat menghormati Akame karena dia menganggap Akame sebagai Gurunya. Tetapi, guru memasaknya. Terkadang dia selalu meminta Akame untuk mengajarkan dirinya untuk memasak.


"Tidak perlu Formal begitu. Panggil saja Akame." Ucap Akame.


"Baik. Akame."


Mereka berdua pun bekerja sama melawan musuh itu.


"Cik cik,. Ada Gadis cantik lainnya." Pemimpim 1


"Jangan lengah. Dia sangat kuat." Pemimpin 2


"Ya, aku juga dapat merasakan. Kekuatannya ini sangat tidak wajar." Pemimpin 3


"Ya ya. Aku tau tapi jika aku berhasil mengalahkannya. Aku adalah orang pertama yang harus bermain dengan tubuh mereka." Ucap Pemimpin 1 dengan wajah yang menyeringai.


Lalu, Mereka pun melancarkan serangan. Akame akan melawan Satu orang sedangkan Asuna menghadapi dua orang.


Bagi Pemimpin Kelompok Sesat. Mereka sangat kaget melihat gaya bertarung Akame yang Tetap tenang dan tanpa emosi.


Dan mereka anggap Kalau Akame adalah lawan yang paling merepotkan. Entah kenapa, Insting mereka mengatakan bahwa jangan sesekali bersentuhan dengan Katana Akame.


Namun, pada saat yang sama. Mereka juga semakin kerepotan melawan Asuna. Kecepatan Asuna sama dengan Kecepatan Akame.


Tusukan, dan pergerakan Asuna tidak dapat ditiru oleh mereka karena pergerakan Asuna yang sangat cepat.


Dan Mereka mulai mendapatkan luka satu per satu. Tapi, mereka lebih bersyukur mendapatkan luka dari Asuna ketimbang Akame.


Tidak lama kemudian, Segerombolan Monster berlari menuju ke Arah Asuna dan Akame.


Ini membuat Asuna dan Akame semakin waspada.


"Aku akan mengurusi mereka." Ucap Akame.


Dari pertarungan tadi. Akame sudah tahu kalau Serangannya sama sekali tidak akan mengenai tubuh ketiga Pemimpin itu karena mereka dapat merasakan Adanya bahaya dari Murasame.


Daripada menyerang Ketiga Pemimpin itu terus menerus tapi, tidak kena. Lebih baik dia menghadapi Para Monster ini.


"Baiklah. Berhati - hatilah Akame."


"Ya"


Kali ini Akame akan serius.


Matanya berubah menjadi mirip Iblis dan Tubuhnya bertato, menjalar ke seluruh tubuhnya.


"Houmuru"


(Kubur/Musnahkan)


Akame pun lari menuju ke arah Rombongan Monster itu. Menurut Akame, Jumlah Monster ini hanya Ratusan. Jika Ribuan maka ia akan mundur karena ia tahu Batas kekuatannya.


Saat memasuki ke dalam medan pertarungan. Sekilas, Belasan Kepala Goblin terlepas dari tubuhnya.


Bahkan Minoutaurus langsung mati meski hanya terkena Sedikit goresan dari Akame.


Tentu saja itu karena Kutukan Akame.


"Sekarang.. Kita hanya harus menunggu.."


...**********...


Di Tempat Sieg Halilintar dan Taufan


Mereka semua sudah tiba dilokasi Dimana Seluruh Anggota dan Tetua Clan Bulan Indah berada.


Seperti yang diprediksi oleh mereka. Kesemua Anggota dan Tetua lagi diseran oleh Monster dan Manusia


Kebanyakannya adalah Monster yang berasal dari Ras Goblin. Sieg Tahu itu pasti dikarenakan Gadis - gadis dari Clan Bulan Indah sangatlah cantik, rasa nafsu Goblin - goblin itu meningkat.


Kazumi Yuna ingin segera membantu Anggota Kelompoknya. Namun, Sieg Halilintar menghentkannya dan memberikan Sherly yang ada di gendongannya kepada Kazumi Yuna.


"Biar aku yang bunuh mereka." Ucap Sieg Halilintar dingin


"Ba - baik.."


Kazumi Yuna sedikit kaget ternyata Sieg Halilintar menyadari apa yang ingin dia lakukan barusan. Ia pun menerima Sherly tubuh Sherly yang tubuhnya masih lagi tidak dapat digerakkan.


Sieg Halilintar kemudian memanggil Tombak Halilintarnya lalu menghilang dalam sekelip mata.


Dan sekilas, Terlihat sinaran merah yang melewati tubuh - tubuh Goblin tersebut.


Begitu, Pergerakan Sinaran Merah itu terhenti. Semua Goblin berserta Manusia dari Kelompok Sesat langsun tumbang denhan warna tubuh yang gosong dan Tubuh mereka mengeluarkan Listrik berwarna merah seakan - akan tersentrum Listrik Tegangan Tinggi


Melihat semua itu. Para Anggota dan Tetua dari Clan Bulan Indah sangat terkejut dan akhirnya menyadari kehadiran seorang Anak Halilintar yang menyelamatkan salah satu Anggota Clan mereka di atas panggung tadi Yang bernama Sherly.


Dan mereka berbalik, dan menemukan Kazumi Yuna yang sedang menggendong tubuh Sherly yang tidak berdaya dan Sieg Tafuan yang menggendong Tubuh Natasya.


Mereka pun segera menghampiri mereka meninggalkan Sieg Halilintar di belakang.


"""""Pe - pemimpin.."""""


Meski takut dengan Pemimpin mereka, tetapi mereka juga mulai menghormatinya. Terbukti kalau Kazumi Yuna itu sangatlah baik saat Ia berusaha menyelamatkan Sherly yang hampir dipermalukan.


"Angkat kepala kalian.."


Mereka semua mengangkat kepala dan menoleh ke arah Sieg Taufan lalu, berpindah ke arah Sherly.


"Pemimpin. Bisa saya yang mengangkatnya."


"Iya."


Gadis itu menerima Sherly dan saat ia menerima Sherly. Dia menjadi bingung dengan Sherly yang wajahnya sangat memerah.


"Ada apa Sherly?"


Meski tidak dapat menggerakkan tubuh mereka, bukan berarti dia tidak dapat berbicara. Dia sudah dapat bicara sejak tadi namun, dia tidak berani mengeluarkan satu katapun saat berada di Gendongan Sieg Halilintar.


Mendengar kata - kata Sherly mengejutkan mereka semua. Bagaimana tidak? Kepribadian Sherly sama dengan Kazumi Yuna yaitu membenci Pria


Tapi, kini Sherly membicarakan seorang Pria? Terlebih lagi, dia sudah cinta sama Pria tersebut.


Sekarang mereka penasaran siapa Pria tersebut. Dan mereka melihat tatapan Sherky yang terus menuju ke arah Sieg Halilintar yang sibuk memburu semua Monster itu.


'"""""Sh - sherly - sama mencintai Anak itu.."""""" gumam mereka semua dalam hati.


Tatapan Sherly saja sudah cukup untuk membuktikan kalau Anak yang seumuran dengan dirinya adalah Anak yang ia cintai.


Kembali Ke Topik


Setelah membasmi semua hama - hama itu. Sieg Halilintar langsung berkumpul dengan Kazumi Yuna beserta lainnya.


"Sekarang apa yang harus kami lakukan. Sieg?" Tanya Kazumi Yuna kepada Sieg Halilintar karena dia pikir mungkin lebih baik mengikuti perintah Sieg Halilintar.


Lagipula, Sieg Halilintar adalah sosok yang Ia anggap berharga hanya saja Yuna sama sekali tidak mengetahui kalau Dia mencintainya. Dia hanya menganggap kalau Sieg Halilintar adalah orang yang dapat memberikan dirinya perasaan hangat.


Sedangkan disisi lain. Sieg Halilintar yang merasa dirinya ditanya oleh Kazumi Yuna merasa sedikit bingung sejenak. Pasalnya, Yuna seenaknya memanggil nama depannya.


Tapi, dia tidak membahasnya.


"Kita harus pergi jauh - jauh dari Tempat ini. Ada Ribuan Monster yang mengarah Kesini." Jelas Sieg Halilintar.


Kazumi Yuna mengangguk dan seperti yang dikatakan oleh Sieg Halilintar sebelumnya, Kazumi Yuna pun menjelaskan semuanya kepada Anggota dan Tetua Clannya.


Sampai Penjelasan itu berhenti begitu salah satu Anggota Clan Bulan Indah mengangkat tangannya.


"Hm? Ada apa? Apa masih tidak jelas?"


"Ti - tidak. Bukan begitu Pemimpin, maafkan saya jika saya lancang. Tapi.. kenapa Pemimpin mengikuti Perintah Seorang Pria? Meski dia masih anak - anak tapi dia tetap seorang Pria."


Tentu ini membuat mereka semua sangat penasaran dan bingung. Clan Bulan Indah adalah Kelompok yang tidak terlalu percaya dengan Pria, apalagi Kazumi Yuna yang menentang berar untuk mengikuti perintah Pria.


Tapi, sekarang. Dia benar - benar mengikutinya.


"Aku.. Juga tidak tahu." Jawab Kazumi Yuna Singkat.


Dan hasilnya, membuat mereka semua semakin bingung.


Dan Sieg Halilintar pun menghela nafas dan maju ke depan untuk menyelesaikan semuanya.


Dia merasakan kalau bahaya akan datang terus menerus kalau mereka membahas hal yang tidak berguna seperti ini.


"Aku langsung ke intinya saja. Kita tidak dapat membuang waktu lagi. Perhatikan Topengku baik - baik..."


Mau bagaimana lagi, Sieg Halilintar terpaksa menggunakan Teknik Terlarang yang harusnya ia segel beribu - ribu tahun.


Mereka semua penasaran. Apa mungkin ada Maksud tertentu di balik Topeng itu? Dan rasa penasaran itu langsung lenyap begitu melihat Sieg Halilintar yang membuka Topengnya.


Mereka semua terdiam. Ya, terdiam. Mereka sudah takluk dengan Ketampanan yang tidak manusiawi Sieg Halilintar.


Perlahan - lahan wajah mereka merona tak terkecuali Sherly dan Kazumi Yuna.


Dan pada saat yang sama dipikirannya...


...[Selamat!!]...


...[Rasa Cinta Kazumi Yuna kepada Anda sudah mencapai 100%!!]...


...[Dengan ini, Ia akan selalu mencintai anda, Merindukan anda, dan dapat menikahinya tanpa masalah]...


...[Rasa Cinta Semua Gadis dari Clan Bulan Indah baik itu, Tetua ataupun Anggotanya. Rasa Cinta mereka kepada Anda sudah mencapai Maksimal]...


...[Mulai sekarang. Anda akan Selalu menjadi satu - satunya Pria yang berharga di Clan Bulan Indah]...


...[Mendapatkan Julukan : Playboy]...


'Sialan!!! Kenapa aku mendapatkan Julukan Sampah seperti ini?!! Padahal aku baru sekali pacaran dan bahkan belum pernah berselingkuh!!' Teriak Sieg Halilintar dalam hati.


Ekspresi wajah Sieg Taufan tidak berbeda jauh. Ia juga sangat kaget. Karena Semua Sieg ini terhubung dengan System, maka mereka pun secara otomatis mendapatkan notifikasi.


Sieg Void, Blaze, Thorn, Es, dan Gempa juga ikut serta mendapatkan Notifikasi dari System soal ini.


'Yah.. hebat sekali Bang Hali...' ucap Sieg Taufan dalam hati sambil tersenyum kecil di balik Topeng itu.


Kembali Ke Topik


Karena sudah menganggap Sieg Halilintar sebagai orang berharga mereka alias Cinta. Maka mereka pun mengikuti Sieg Halilintar dari belakang


Saat mereka sedang menuju ke lokasi yang lebih aman lagi. Sieg Halilintar langsung memanggil Tombaknya dan mendadak Ia maju ke depan lalu mengayunkannya hingga keluar Kilatan Merah menuju ke Arah Target yang ia incar.


KAAABOOM


Mereka menjaid bertanya - tanya. Ada apa dengan Sieg Halilintar. Tapi, rasa itu langsung menghilang setelah mendengarkan suara.


"Hmmm. Padahal aku yakin sekali sudah menyembunyikan auraku dengan baik..." ucap Seorang Makhkuk Humanoid dengan 2 sayap berwarna hitam.


Dan ia sedikit tersenyum. Sontak mata mereka semua terbuka lebar melihat itu.


"Kita kedatangan musuh yang merepotkan.." ucap Sieg Halilintar dengan sedikit keringat dingin.


Ya, musuh yang berada di hadapan mereka ini adalah Salah satu Malaikat Jatuh dan yang benar saja, Jumlah Mananya sangatlah besar. Bahkan setara dengan Mana Ayu yang kehilangan kendali. Kira - kira begitulah menurutnya di pandangan Rinnegan


Sieg Halilintar yakin dapat menahannya dan memberikan Luka yang fatal kepada Malaikat Jatuh itu tapi, jika bertarung sambil melindungi mereka semua. Maka ia tidak akan dapat melakukan.


"Taufan. Bawa mereka semua pergi dari sini." Ucap Sieg Halilintar berubah menjadi serius.


"Sayangnya Halilintar... Kita sudah dikepung.." ucap Sieg Taufan yang juga ikut berubah menjadi serius.


Serius saja. Mereka kini dikelilingi Ribu - tidak, mungkin lebih tepatnya Puluhan ribuan Monster di sekeliling mereka


Sieg Halilintar mengenggam Erat Tombaknya sedangkan Sieg Taufan menggigit Bibirnya di balik Topeng.


Namun, rasa Tegang itu langsung hilang begitu Kazumi Yuna berkata...


"Jangan khawatir. Kami tidak semudah itu untuk dikalahkan.." ucap Kazumi Yuna sambil mengeluarkan Semua Auranya dan Tekanan Mananya.


Diikuti dengan 2 Tetua dan Anggotanya. Mereka tidak mau kelihatan lemah dihadapan orang berharga mereka.


2 Tetua lainnya bertugas melindungi Sherly dan Natasya.


"Maaf, aku mengandalkan kalian."


"Benar. Kami berdua sangat minta maaf."


Mereka semua tersenyum menanggapi perkataan kedua Sieg yang kelihatan seperti Adik beradik.


"Jika kita berhasil keluar dari sini hidup - hidup. Aku ingin kau menikahiku." Ucap Kazumi Yuna tanpa rasa malu sekalipun


Semua Pandangan tertuju ke Arah Kazumi Yuna yang sedang tersenyum.


Tapi, Sieg Halilintar hanya menanggapinya dengan kata - kata yang mungkin sangat menusuk...


"Jangan Gila. Aku sudah memiliki orang yang ingin kunikahi. Satu atau dua saja sudah lebih dari cukup" ucap Sieg Halilintar Dengan dinginnya.


"Aku tahu kau adalah orang yang tipe Setia. Mendengar jawabanmu saja sudah cukup tapi itu artinya kau menolak lamaranku kan?"


"Apakah masih belum jelas?"


"Tidak. Tapi, aku akan membuatmu menyesal karena tidak menerima Lamaranku.." ucapnya sambil tersenyum lembut.


Perubahan Dratis itu benar - benar membuat Semua yang ada disitu kaget. Tapi, mereka hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Aku menantikan itu." Ucap Sieg Halilintar yang maju ke depan diikuti oleh Sieg Taufan.


"Jadi apa sudah selesai Romantisnya?" ucap Malaikat Jatuh tersebut dengan nada yang sedikit menyindir


"Ya." Balas Sieg Halilintar dengan singkat.


"Sebagai Malaikat jatuh. Kau baik juga, karena memberikan kami waktu." Ucap Sieg Taufan.


"Yah, aku bukanlah Antogonis yang sangat jahat sampai tidak memberikan waktu kepada lawanku Malahan aku sangat suka melihat orang - orang Romantis." Ucapnya sambil mengangkat bahu.


"Jadi. Apa kau juga akan memberikan kami waktu untuk berubah?" Sindir Sieg Taufan.


"Hm. Ya, lakukan saja. Aku tidak akan menganggumu, selain itu, aku penasaran kekuatan seperti apa yang kau tunjukkan."


"Kau jangan menyesalinya." Ucap Sieg Halilintar dengan dinginnya.


"Ya. Cepatlah, aku ingin melihat kekuatanmu seperti apa." Ucap Malaikat jatuh itu


Sieg Halilintar dan Taufan kemudian saling bertatapan dan mengangangguk bersamaan. Lalu, berteriak bersama - sama.


""Elemen Fusion !!""


Mereka berdua bergabung dan alangkah terkejutnya Malaikat Jatuh itu saat melihat Gelombang Angin yang bercampur Petir merah saling berbenturan.


Udara di sekitar juga bergetar - getar dan Daratan juga tidak berbeda jauh..


Namun, Malaikat Jatuh itu tiba - tiba tersenyum mengerikan.


"Ya ya. Sepertinya aku akan mendapatkan lawan yang sangat menantang!!" Dia menjadi bersemangat. Terlihat jelas dari Sayapnya yang bertambah 2. Dan Tanduk mulai muncul di Bagian dahinya.


Kini Penampilannya Seperti Iblis yang bercampur malaikat karena memiliki Sayap yang sama dengan Malaikat dan Tanduk yang sama dengan Iblis.


Tidak lupa juga ia mengeluarkan aura yang dapat membuat orang Normal pingsan seketika.


Sedangkan disisi lain. Sosok Sieg sudah terlihat dan berbeda dari aura yang jahat dari Malaikat Jatuh itu. Aura Sieg Yang ini terlihat sangat menakutkan karena Setiap kali ini melangkahkan kakinya, maka tercipta percikan Petir di sekitarnya.


Dan Tubuhnya terlihat melayang. Ia mengenakan Jubah dengan simbol yang tidak dapat mengerti, serta warna Rambutnya bercampur yaitu Hitam dan Biru. Berserta kedua Matanya berwarna Hitam di bagian Kanan sedangkan bagian Kiri bagian berwarna Biru.


Sama sekali tidak terdapat mata Rinnegan disini. Selain kedua warna mata tadi.


Bahkan Topeng Kitsunenya sudah hancur berkeping - keping akibat tidak dapat menahan Petir yang terus tercipta di sekitar Sieg.


Para Gadis semakin terpesona dengan Sieg Thunderstorm dan terdiam.


"Hebat.. hebat.., sudah kuduga. Kau adalah satu - satunya lawan yang kutunggu!!" Dia menambahkan aura yang kuat lagi.


""Sekarang. Sudah tiba waktunya untukmu mati. Iblis."" Terdengar dua suara yang berbicara bersamaan.


......***********......


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang