
Sejak kejadian semalam, Ai langsung melengket dengan ku dan tidak mau melepaskanku. Aku ingin menyuruhnya tapi....
"Ehehe, Ai dapat memegang lengan Sieg, Ai manusia yang paling bahagia di dunia"
Lihat?, dia sedang Kondisi yang bagus membuatku tidak tega untuk mengatakan itu.
Dan untung saja dia tidak membahas tentang kejadian Semalam. Karna aku tidak tau cara menjawabnya. Karna ini pertama kalinya aku ditembak oleh Seorang gadis apalagi memiliki Penampilan bagus.
Biasanya cuma aku yang menembak seorang gadis. Sebagai tambahan, Kata 'Menembak' itu bukan Menembak Pistol. Tapi menembak 'memberitahu perasaan kita ke gadis yang kita sukai'. Buat jaga - jaga bagi yang tidak mengerti.
"Apa Sieg berpikiran sesuatu? kalau ada hal yang ingin Ai selesaikan dengan segera juga Ai selesaikan"
"Tidak, cuma berpikiran cara menyembunyikan wajahmu."
"Eh? Kenapa Ai harus menyembunyikan wajah Ai?"
Benar. Aku saat ini lagi sedang lagi mikiran untuk menyembunyikan wajah Ai. Akan terlalu menarik Perhatian Jika Ai keluar dari ruangan ini dengan Wajah yang Merupakan Idaman Para Cowok. Apalagi dengan Umurnya yang sekarang. Umurnya sekarang itu, kalo gak salah 14 tahun menurutku.
"Kita melakukan itu agar kau tidak akan diincar oleh ramai orang. Selain itu, kau sudah harus selalu berada disisiku."
"Be - begitu ya, Ehehe. Entah kenapa Ai merasa Senang. Terima kasih Sieg"
Tenang Sieg. Kau perlu tenang oke. Lupakan kalimat yang barusan itu
Aku merasa sangat malu sekali mengatakan tu kalimat. Yah, Ada alasan lain juga. Rasa Nafsuan dari Para Lelaki, System mendapatkan Informasi bahwa kerajaan ini Terdapat sebuah Organisasi yang menculik Para Gadis yang berumur 14 tahun kebawah.
Kenapa mereka menculik gadis di umur segitu? Kalian taulah, Gadis yang berumur segitu biasanya masih belum cukup memiliki tenaga untuk menjaga dirinya membuat diri mereka Gampang untuk diculik.
Setelah Diculik apa yang bakal terjadi kepada mereka? Aku tidak akan menjawab itu, yang pastinya para gadis yang diculik itu merasa tersiksa.
Kerajaan ini juga kelihatannya sama sekali tidak mengetahui tentang Organisasi tersebut. Beruntung sekali mendapatkan System ini.
[Aku gitu loh]
Mulai dah pamernya..
"Jadi kau harus memilih, apa kau menetap disini atau mengikutiku berkeliling di seluruh dunia"
"Ai lebih memilih yang kedua. Asalkan Ai bersama Dengan Sieg, Ai akan mengikuti Sieg kemanapun itu"
Jadi itu jawaban yang dia berikan. Dan bagaimana dia bisa tenang bahkan mengalahkan kalimat yang sangat memalukan itu. Aku sendiri belum mempunyai keberanian Untuk mengatakan itu. Apa dia juga tidak merasa malu sama sekali?
"Kalau memang itu yang kau inginkan. Aku tidak akan melarangnya. Tapi kau harus memakai topeng jika ingin keluar, tidak boleh keberatan, mengerti?"
"Ai mengerti, Ai akan mengikuti semua kata - kata Sieg" ungkapnya dengan permuh semangat. Kenapa Bisa ada Gadis Seimut dia di dunia ini?.
"Kalau begitu pembicaraan berakhir. Aku sudah lapar, apa Kau juga mau makan sesuatu?"
"Makan?, Ai tidak perlu hal yang seperti itu"
"Eh? Jadi bagaimana mana caramu hidup kalau tidak makan?"
"Bagi Ai, melihat Sieg saja sudah kenyang, karna itulah Ai tidak perlu makan makanan manusia"
"..."
Ada apa sih sebenarnya ini? Dia tidak perlu makan? Dan melihat Diriku saja Dia sudah kenyang? Aku sudah tidak tau lagi.
"Tidak - tidak, kau harus makan. Bagaimana jika kau kelaparan nanti?"
"Kan Ai sudah bilang, Ai tidak perlukan makan"
'Haaa, System aku persilahkan kau menjelaskan'
Saat seperti ini System Maha Agung ini yang dapat diharapkan
[Akhirnya kau Ingat denganku. Jadi dengarkan baik - baik Penjelasan System maha agung ini. Apa yang dia katakan itu semua kenyataan. Tidak ada satupun yang aneh dia katakan. Kesemua Karakter Buatan yang kau panggil, Mereka semua saja sudah merasa sangat diberkahi hanya dengan melihatmu. Apalagi, Jika dapat berada di dekatmu dan Menyentuhimu. Itu benar - benar sangat memberkahi hidupnya. Jadi dengan melihatmu saja, dia dapat membuat dirinya tidak merasa kelaparan, Kehausan, kesakitan dan semacamya.]
'Penjelasannya terlalu panjang. Dan singkatnya?'
[Intinya hanya dengan melihatmu saja membuat dirinya terbekahi. Mengerti?]
'Dimengerti'
Cuma itu yang dapat kujawab walau aslinya itu tetap aneh Sih. Tidak malahan ini adalah kejadian yang paling teraneh aku lihat.
"Sieg ? "
"Hem, meskipun kau tidak perlu makan. Tapi tetap saja aku mengkhawatirkan kamu."
"Ehehe, Ai sangat bahagia karna Sieg mengkhawatirkan Ai. Baiklah Ai akan makan, Tapi tolong berikan Ai sedikit makanan"
"O - oke, Tunggu dulu ya"
Aku pun segera menjauh dari situ, untuk membeli makanan dari shop. Takutnya nanti dia kaget melihat makanan tiba - tiba muncul di udara .
'Aku harus makan apa ya?'
[Beli saja apa yang kau sukai. Toh, gadis itu juga tidak pilih - pilih makanan. Semua yang kau berikan pasti dia akan makan]
'Tentu saja dia Akan menerima semua yang kuberikan kepadanya. Mengingat dirinya bawahan pasti membuatnya tidak dapat menolak pemberian dari Tuannya sendiri. Ibaratkan Kami berdua ini seorang majikan dan Budak"
[Keadaan saat ini apa perbedaannya?]
'Perbedaannya adalah aku tidak mau menjadi majikan dan Ai menganggap dirinya sebagi Budak. Aku hanya mau berinteraksi dengannya seperti orang normal'
[Ternyata kau baik juga]
'Sudah. Aku mau pesan. Pesan apa ya... hmm, kalau begitu, Ramen dari Anime Naruto. Sedikit penasaran dengan rasanya'
[Oke]
Di tanganku langsung muncul sebuah mangkuk kaca yang sudah diisi dengan Mie di dalamnya, bau makanannya sangat sedap sekali, membuat Nafsu makan Ku meninggi.
Aku kembali menuju ke arah Ai yang sudah menungguku. Dia cuma tersenyum melihat ke arahku.
Aku pun duduk di lantai dan memberikan salah satu ramen kepadanya. Meja sih ada, tapi entah kenapa aku gak ada niatan mau pakai tu meja.
Setelah memberikan Ramen itu, Ai kelihatan sedikit tidak menyukainya. Apa dia tidak suka dengan makanan seperti itu?
"Apa kau tidak menyukai makanan itu?"
"Bukan itu, cuma Ai tidak bisa menghabiskan semua makanan ini dan Ai tidak terlalu suka dengan makanan yang mirip - mirip seperti ini"
"Eh?, begitu ya, maafkan aku" ucapku sambil menundukkan kepala.
"Tidak perlu Dipikirkan Sieg, Ai tetap berterima kasih kepada Sieg, karna memberikan makanan ini. Jadi Ai akan menghabiskan makanan ini"
"Tidak perlu dipaksakan dan kau bisa makan ini saja"
Aku memberikan makanan yang namanya Es Krim. Gadis tu kalau gak salah, sukanya kayak gini biasanya.
Dengan senang hati dia menerima Es Krim yang kuberikan. Tentu aku membeli Es krim itu di Shop.
Ai menerima itu dan pertama - tama dia tidak tau cara memakannya gimana. Karna ini pertama kalinya dia melihat Es Krim. Aku pun mengatakan kepadanya yang perlu dia lakukan cuma menjilati Es krim itu. Dan dia pun melakukan seperti yang kukatakan.
Setelah dia menghabiskan Es krim itu, dia tertidur di lantai. Mungkin setelah dia makan atau lelah dia akan tidur..
"Melihat dirinya ketiduran disini. Membuatku juga ingin tertidur"
Ah.. aku terlalu melihat wajahnya. Dengan segera aku memalingkan Wajahku ke arah yang sebaliknya.
[Apa kau ingin menyerang dengan Adik kecilmu?] Ucapnya dengan nada menggoda
"Apa kau sengaja membuatku marah?, mana mungkin aku melakukan itu di kamar ini, di waktu ini, di hari ini. Selain itu, pikirkan dulu berapa umurku"
[Di dunia ini hal seperti itu diizinkan kok, jadi kau tidak perlu khawatir mengenai hal itu]
Saking sakitnya kepalaku aku pun memegang kepalaku. Dunia ini sudah sinting. Yah, ini kan dunia lain. Hal seperti itu tidak perlu dikejutkan lagi.
Aku pun merebahkan tubuhku di dekat wajah Ai, dan kembali melihat wajahnya yang imut. Entah kenapa, Wajahnya membuatku tidak dapat mengabaikannya. Apa ini yang namanya 'kekuatan Gadis Imut?' Tidak mungkin hal seperti itu ada.
Aku sedikit penasaran dengan kelembutan pipinya. Dan iseng menyentuh Pipinya dan memainkannya.
Kenyal banget dan membuatku Ketagihan. Aku pun memain - mainkan Pipinya. Dan langsung berhenti. Membuatku takut jika dia Terbangun. Bagaimana jika Dia menyangka aku ini Anak Brengsek. Berani mengambil Kesempatan dari dirinya.
"Orang yang menciptanya membuatku sangat kagum. "
Jika dapat bertemu dengan Orang tersebut. Aku harus bagaimana.
"Ah.. aku ngantuk, System aku ingin tidur. Kalau ada apa - apa kau bisa membangunkan aku nanti"
[Oke, beristirahatlah Sieg]
"Iya, ini akan menjadi lama....."
Mataku pun tertutup tidak menduga hal yang seperti ini akan terjadi.
...•Sieg Pov End•...
...**************************...
...•Ai Pov start•...
Gelap.
Itu yang ada di benakku. Setidaknya itu yang aku tau. Seluruh tempat ini dipenuhi dengan kegelapan, tidak ada satupun cahaya disini, maupun keindahan yang ingin ku lihat.
Aku cuma menutupi mataku dengan diam didalam kegelapan menyedihkan itu. Yang kuingat di dalam ingatan milikku. Ada yang mengatakan
"Kau telah dicipta oleh Manusia yang agung"
"Oleh karna itu manusia yang pertama kali kau lihat pertama kali. Manusia tersebut adalah tuanmu"
"Pasti pada suatu hari kau akan bertemu dengan orang tersebut"
Tapi hari itu tidak pernah datang. Entah berapa sudah aku menunggu di dalam kegelapan yang hampa ini, berpuluh puluhan tahun tidak beratus ratusan tahun aku menantikan hari itu akan datang. Tetapi hari yang dikatakan oleh kepalaku tidak kunjung datang. Aku sudah lelah menunggu hari itu, aku ingin melihat keindahan. Dan sudah tidak kuat lagi berada di dalam kegelapan ini.
Aku berusaha untuk bergerak tetapi ketika aku berniat melakukan itu kepalaku menjadi sangat sakit. Menunjukkan bahwa aku tidak bisa pergi dari sini. Aku merasa sedih berharap ada seseorang yang membawa ku pergi dari sini. Aku ingin sekali melihat dunia yang kuinginkan. Serta mencapai satu impian.
Impianku adalah bertemu dengan orang yang mampu menghilangkan kegelapan ini dan hidup bersamanya. Aku sadar impian ku tidak akan pernah terwujudkan, disini tidak ada yang dapat mengabulkan impianku. Tanda - tanda kehidupan juga aku tidak dapat merasakannya.
Aku akan mengikuti orang itu sehingga diriku berguna untuknya, itulah sumpah yang kulakukan ketika berada di kegelapan ini. Tapi hari itu sama saja seperti sebelumnya tidak ada satupun keinginanku terkabulkan, Aku sudah mulai ketakutan di tempat ini dan mulai mengeluarkan Air mata akibat tidak tahan di tempat ini. Ingin sekali aku hidup di dunia yang indah.
Dan pada akhirnya, aku merasakan bahwa ada seseorang yang memanggilku. Mendengar suara itu, aku pun berlari mengejar suara itu, aku tidak mau suara itu menghilang. Sehingga pada akhirnya suara itu menjadi jauh. Aku menjadi panik tidak tau harus melakukan apa?. Suara itu semakin lama semakin jauh dan tanpa sadar untuk pertama kalinya aku mengeluarkan suaraku.
"Tunggu"
Suaraku ternyata suara yang indah. Bahkan aku tidak menyangka diriku dapat mengeluarkan Suara indah seperti itu. Dan setelah aku mengeluarkan suara milikku, disitu aku dapat melihat sebuah retakan di dunia kegelapan ini. Aku pun menuju ke arah retakan itu dengan berlari berharap retakan itu membawaku ke dunia yang kuimpikan.
Setelah memasuki retakan itu, mataku pun tertutup dan akhirnya mengingat sesuatu.
'Mungkin saja aku sudah diciptakan kembali oleh Penciptaku'
Cuma itu yang kupikirkan, begitu cahaya ini memudar. Aku dapat merasakan kehadiran seseorang. Dengan sontak aku pun menunduk ke arahnya. Aku ingin menangis karna gembira tetapi jika aku melakukan itu aku akan membuat malu kepada Penciptaku.
Beberapa detik kemudian. Aku melihat sosok penciptaku, dia tidak salah lagi seorang manusia, memiliki rambut berwarna Putih serta memakai topeng rubah putih. Aku sedikit bingung dengan Tuanku kenapa memakai topeng?, mengenai itu aku akan menanyakannya nanti tapi tidak mungkin aku menanyakannya. Itu terasa sangat tidak sopan.
Selanjutnya aku tidak tau harus bagaimana. Dan di benakku terdapat kata - kata yang kuingat yaitu Ai. Ai itu adalah namaku setidaknya itu yang ada Di benakku. Aku pun memberitahu namaku kepadanya.
Setelah beberapa menit kemudian.
Penciptaku ini bernama Kurosaki Sieg. Aku tidak tau harus memanggilnya apa. Dan akhirnya aku memutuskan untuk memanggilnya dengan panggilan tuan.
Tuanku ini berkata kalau dia memanggilku dan bukan menciptaku. Aku pun langsung membantahnya. Dan mengatakan kalau dia adalah penciptaku, setelah itu dia berhenti berbicara, aku langsung merasa ketakutan karna membantahnya, bagaimana jika dia marah dan membuangku?. Tetapi Tuan langsung menghentikanku ketika aku mencoba mendekatinya dan berkata dia baik - baik saja. Aku pun menjadi tenang, tidak tau apa yang harus kulakukan kalau tuanku tidak ada, aku sedikit merasa takut jika tuanku tidak berada disisiku.
Kami berbincang - bincang untuk memperkenalkan diri kami berdua terlebih dahulu, habis kami berdua berbincang - bincang, Tuan menyuruhku untuk memanggilnya dengan panggilan Sieg. Aku tidak ada pilihan lain selain mengikuti perintahnya, untuk membiasakan dengan kata Sieg, aku mengulangi kata 'Sieg' Sebanyak 3 atau 4 kali. Dan merasakan kalau nama ini bagus
Setelah beberapa menit kemudian kami berdua sudah merasa mengantuk dan ingin tidur. Tapi Sieg bilang padaku bahwa dirinya akan tidur di sofa. Tanpa berpikir panjang aku pun menolaknya membuat kami terlihat seperti sepasang suami Istri yang sedang bertengkar walau hanya sedetik.
Ini membuatku gembira karna ini pertama kalinya aku berbicara banyak dengan seseorang. Pada akhirnya kami berdua pun berniat untuk tidur bersama - sama, ini sedikit membuatku malu. Tapi demi kebaikan Sieg sendiri aku pun menerimanya.
Dan kami berdua pun tidur bersama di ranjang. Aku merasa sedikit ada yang aku lupakan dan teringat sesuatu dengan Sieg, kenapa dia memakai topeng ketika tidur? seharusnya tidak bisa seperti itu
Aku pun menyuruh Sieg untuk membuka Topeng ketika tidur. Mendengar kata - kataku dia terlihat kesal, dan aku ketakutan, karna Sieg marah dengan kalimatku, tangannya mulai bergerak. Melihat tangannya bergerak aku pikir Sieg ingin memukulku.
Dan ternyata Sieg membuka topengnya dan memberikan topengnya kepadaku. Sekilas aku melihat Seorang anak tampan dengan mata berwarna biru indah.
Saking tampannya aku terdiam dan tidak dapat berkata apa - apa, pada saat yang sama juga Kegelapan yang menyelimuti diriku ini menghilang, dan bergantian menjadi Keindahan.
Aku dapat melihat dengan mataku bahwa tempat ini sudah menjadi indah, impianku sudah terkabulkan.
Akhirnya ada juga seseorang yang mampu melepaskan diriku dari kegelapan yang menyelimuti diriku ini. Aku terasa ingin menangis mengetahui hal itu.
Karna aku terlalu diam, Siegpun bertanya 'Ai, ada apa denganmu?' , kesadaranku kembali karena Aku akhirnya aku ingat sesuatu.
Tuanku ini, Sieg Pertama kalinya dia memanggilku dengan Namaku. Ini benar - benar membuatku Gembira.
Aku ingin menyentuhnya. Tanganku bergerak secara perlahan dan menyentuh wajahnya. Wajahnya sedikit memerah walau dia sangat terlihat berusaha untuk tenang.
Serta aroma tubuhnya Sieg sangat harum sehingga membuatku ingin memeluknya, Aku pun berpikir untuk menjadi sepasang kekasih dengan Sieg. Ini seharusnya hal yang sepatutnya tidak boleh dilakukan oleh bawahan.
Tapi impianku adalah bersama dengan Sieg. Aku pun sudah berniat dan mengatakan kalimat yang ingin kukatakan kepadanya. Dengan cepat aku memeluk Tubuh Sieg dan mengatakan kalimat tersebut dengan diakhiri penuh semangat. Akhirnya aku mengatakannya, kini yang ada di hatiku adalah perasaan yang bahagia dan rasa puas. Aku tidak akan pernah melupakan momen ini.
Aku berharap sangat Sieg menerimaku bukan sebagai bawahan, dan makhluk Ciptaannya tapi sebagai Seorang Gadis. Mulai hari ini aku berjanji bahwa aku bersama dengannya sehingga ajalku menjemput, aku tidak keberatan mengorbankan nyawaku demi dirinya. Aku akan melakukan apapun selama dirinya bahagia.
Dengan Ini Sieg adalah sosok Pria pertama yang ku yang kutemui, seseorang yang menyelamatkanku dan Pria yang kucintai. Mataku pun mulai lelah dan Tertidur bersama dengan Sieg, aku tidak akan melepaskan Sieg kemanapun itu walaupun harus ke neraka juga.
...•Ai Pov End•...
...***********************...
...•Normal Pov Start•...
'Aku merasakan tidur yang nyenyak. Pertama kalinya aku merasakan Tidur yang seperti ini. Seluruh energiku sudah pulih kembali, dan terasa mampu melakukan apapun.'
[Apa kau tidur nyenyak?]
"Iya, tentu saja aku tidur nyenyak. Ini pertama kalinya aku merasa seperti itu"
[Hahaha.... kalau begitu baguslah]
Sieg Melihat ke sekeliling dan melihat Ai yang masih tertidur lelap di atas ranjangku, melihat Ai masih berada di ranjang Sieg merasa lega.
Tidak lama kemudian Sieg memandang wajah Ai terlalu lama. Dan kembali tersadar.
"Apa - apaan ini Sieg? Tenangkan dirimu. Kau sudah terlalu lama memandangnya"
[Seharusnya tidak apa - apa kok. Lagian dia itu milikmu. Dia juga sudah mengatakan kalau dia itu milikmu]
"Meskipun begitu. Aku tidak akan melakukannya. Selain itu, Jika aku memerintahnya, apa yang kujanji tadi pasti teringkar. Dan membuat Ku terlihat seorang 'bajing**'"
[Kau sadar rupanya. Jadi kau tidak seharusnya melakukan itu. Aku yakin dia membencimu.... Mungkin...]
"Jawabanmu terdengar meragukan sekali"
[Ehem, yah sudahlah. Ni ada promo gacha nih. Apa kau mau mulai menggacha?]
"Promo Gacha. Gacha saja. Karna aku tidak mau melewatkan kesempatan ini. Eh.. tungg -"
Tidak sempat menyelesaikan kalimatnya. Terdengar suara lontre yang sedang bermain. Dan suara itu berhenti, pada saat yang bersamaan suara system kembali terdengar.
...[Anda mendapatkan...
...1. Karakter Anime dari anime SAO (Kirigaya Kazuto, Kirito) ]...
"Wow. Dapat karakter anime dari Anime SAO ternyata keberuntunganku tidak buruk juga. Terlebih lagi tokoh utamanya yang terpanggil. Tapi...."
Sieg Berharap Kalau Kirito yang terpanggil adalah Kirito yang berasal dari waktu dimana dia belum bertemu dengan Asuna. Jika Kirito yang terpanggil adalah Kirito yang berada Di waktu dimana Kirito sudah bertemu dengan Asuna. Maka Kirito yang berasal dari waktu itu pasti ingin kembali ke dunia nyatanya.
[Benar juga dengan perkataanmu. Cinta mereka berdua itu sudah terlalu berlebihan]
(Author : Maksud perkataan System disini itu seperti mereka sudah tidak dapat dipisahkan dan akan terus bersama.)
"Yah itu masalahnya. Sebab itu aku berharap kirito yang terpanggil adalah kirito waktu dimana dia belum pernah bertemu dengan Asuna"
[Daripada memikirkan itu terus, langsung aja panggil dia. Sesekali percaya juga kepada keberuntunganmu]
"Iya. Tapi kita harus mencari tempat untuk memanggilnya. Agar Ai tidak terbangun, Dimana tempat yang cocok untuk memanggilnya?"
[Tempat yang dapat kupikirkan cuma Hutan atau lapangan]
"Pilih Yang lapangan, cari tempat itu dengan menggunakan Map, dan langsung teleport ke tempat itu"
[Oke, tunggu sebentar]
Beberapa Detik kemudian. Tubuh Sieg menghilang tanpa jejak dan meninggalkan Ai sendiri di kamar itu.
...***********************...
[Apa kita mulai sekarang?]
Sieg sudah tiba di lapangan dan bersiap untuk memulai proses pemanggil karakter anime. Khusus untuk hari ini karakter anime yang terpanggil akan Mengeluarkan cahaya yang terang sehingga membuat orang - orang ketakutan. Sekian dari penjelasan System.
"Ya."
...[Oke, memulai Pemanggilan Kirito dari Anime SAO]...
...[Pemanggilan Selesai]...
Begitu kalimat System selesai, Lingkaran Berwarna putih muncul di tanah tepat di hadapan Sieg. Supaya tidak terkena dampaknya, Sieg sedikit menjauh dari lingkaran itu. Lingkaran itu semakin lama semakin terang. Dan mengeluarkan Cahaya dari bawah tanah menuju ke atas langit - langit hingga membuat awan yang ada di pangit menghilang. Melihat kejadian di depannya Sieg masih lagi tenang.
Tidak lama kemudian Cahayanya mulai sirna. Terlihat sosok Pemuda berambut hitam yang sedang memegang dua pedang. Satu ditangan kanannya memegang Pedang berwarna Hitam dan satunya pula pedang berwarna Biru laut keputihan. Tampak terlihat kalau Pemuda itu sedang melawan sesuatu sekuat tenaga. Pedang Di tangan kirinya melurus ke depan dan raut wajahnya sangat pucat seperti sedang menghadapi melaikat maut.
Sieg mengingat adegan ini. Ini adalah Adegan Dimana Pemuda tersebut melawan Boss monster di lantai 74 bernama The Gleam Eyes.
(Author : Entah lah ini benar atau tidak. kalau salah yah, bisa beritahu di kolom komentar, Thor akan mengubahnya nanti. Informasinya palingan Thor cuma dapat dari mbah google)
"Kuda - kuda itu adalah kuda - kuda dimana Nitoryuu Skill Berakhir?, dan satu - satunya orang yang mendapatkan Skill itu tidak salah Kirigaya Kazuto, atau lebih tepatnya Kirito"
Setelah Sieg mengatakan kalimat itu. Kirito melihat sekelilingnya serta terlihat bingung sesaat. Tidak lama kemudian Kirito Pingsan dan terjatuh di tanah. Dengan sontak Sieg pun menahannya supaya tidak terjatuh.
"System Apa mungkin dia Ini Kirito dimana Kirito sedang melawan Melawan Boss monster itu?"
[Kayaknya sih iya, habisnya cuma adegan itu dimana dia hampir sakratul maut]
"Kalimat mu tuh terlalu berlebihan. Tapi, yah ini juga sedikit bagus. Setidaknya Dia ini Kirito yang terpanggil dimana dia belum berpacaran dengan Asuna. Walaupun dia belum berpacaran dengan Asuna, pasti dia sudah memiliki perasaan yang namanya 'Suka' kepada Asuna"
[Jadi bagaimana kau mau jelasin kepadanya nanti setelah dia tersadar?]
"Aku juga tidak terlalu tau. Yah, aku akan berusaha untuk menjelaskan segampang mungkin kepadanya"
Sieg kemudian Menyandarkan Tubuh Kirito di bawah Pohon. Sieg juga tidak lupa untuk melepaskan Dua pedang yang dia masih sentuh di kedua tangannya. Dan supaya tidak merasa bosan ketika Kirito tidak sadarkan Diri, Sieg memain - mainkan pedang milik Kirito.
"Sasuga Pedang dari Kuro No Kenshi, Pedang ini terasa sangat kuat"
Sieg mengatakan kalimat itu sembari melihat penampilan Kirito.
"Wajahnya terlihat sangat pucat HP miliknya juga pasti tersisa sangat sedikit. Yah, mungkin adegan itu baginya merupakan mimpi buruk, tapi adegan itu bagiku terlihat sangat keren dan ingin sekali berkata 'Starbust Stream'. Tapi jika aku melakukan itu, entah mengapa itu sedikit terasa memalukan. Jadi kuhentikan niatku"
"Yang perlu kulakukan sekarang menunggu Kuro No Kenshi ini terbangun dan menjelaskan semuanya. Semoga dia berniat untuk membantuku"
Sieg pun menyandarkan tubuhnya sembari melihat - lihat langit yang sudah kehilangan awan - awan putih tadi.
...***********************...
Bagi yang tidak mengerti ni.
Nitoryuu : Aliran pedang Ganda
Kuro no Kenshi : Pendekar Pedang Hitam
Sengaja pakai seperti itu. Karna keren bagi Thor.
Jika kalian ingin memberikan saran atau kritik kalian bisa memberitahunya di kolom komentar.
tolong Di like, Komen, Vote, Rate 5 bintang dan Share.
Oke itu saja deh.
See you In The Next Chapter👋👋👋.