
Satu Jam berlalu sejak Sieg, Kirito, Kurumi dan Ai tertidur. Dan akhirnya terbangun dari tidur mereka.
Bagaimana dengan Ai?, tentu saja Dia langsung berlari menuju ke arah Sieg dan memelukinya.
Sieg cuma diam saja. Dan membiarkannya saat ini. Sedangkan Kirito hanya tersenyum melihat Situasi Sieg. Dan Kurumi, mengubah Pakaian biasanya menjadi Gaun Wujud Rohnya.
Ai yang memeluk Sieg cuma mengatakan satu kalimat.
"Jangan membuat Ai khawatir lagi..." ucapnya secara perlahan
Sieg mengerti apa yang dimaksud dengan kalimat Ai. Siapapun pasti mengerti, Bahwa kalimat itu menandakan kalau kita melakukan sesuatu yang membuat orang tersebut khawatir pada diri kita.
Apalagi Jika Orang tersebut adalah pemarah mungkin Sieg akan dimarahi, Untung saja Orang tersebut Adalah Ai. Gadis yang masih lagi Polos dari kelihatannya.
Jika dipeluk oleh Ai tentu saja Sieg pun membalas pelukan itu..
"Iya, Aku tidak akan membuatmu khawatir lagi.."
10 menit kemudian sejak Ai memeluk Sieg. Ai terlalu lama Memeluk Sieg. Apalagi dari tadi diliatin terus oleh Kirito. Kirito saat ini Membersihkan pedang miliknya sambil Melirik Sieg. Dan terlihat dia sedang Ingin menjahili Sieg.
Karna terlalu lama dipeluk Oleh Ai. Sieg pun Menyuruh Ai untuk melepaskannya. Tapi Ai malah mengeratkan Pelukannya.
"Biarkan Ai seperti ini dulu..."
Sieg tidak akan menghela nafas, dan membiarkan Ai melanjutkan Pelukannya.
Setelah Kirito membersihkan pedangnya. Pada saat yang bersamaan juga, Ai melepaskan pelukannya.
"Sieg. Ayo kita, Kembali" ucap Kirito
"Iya.."
Sieg berdiri dari tempatnya. Dan menyuruh mereka semua, berkumpul di sekitarnya lalu menyentuhi tubuhnya.
"Kita akan teleport ke tepat di depan gerbang. Pegangan yang erat" ucap Sieg.
Kirito memegangi Pundak Sieg dari belakangnya. Ai, Merangkul tangan Kanan Sieg dan Kurumi juga sama. Dia merangkul Tangan Kiri Sieg.
'Mereka berdua.. yah biarlah..' Gumam Sieg dalam hati. Bingung dengan tindakan Mereka Berdua. Ai sih dapat dimaklumi tapi kalau Kurumi memangnya seperti ini ya?
Sieg mengabaikan mereka semua dan segera menggunakan Skill Teleportnya
Tubuh mereka pun dikelilingi cahaya dan menghilang.
...******************...
Setibanya Di gerbang dimana Laluan yang digunakan para Rakyat biasa.
Tidak ada sama sekali Pengawal yang menjagai Gerbang itu.
Sieg yang merasa sedikit curiga, Langsung memasuki Kota Kerajaan Felix.
Dan setelah membukanya Sieg maupun yang lain sangat kaget, Karna mereka semua disambut oleh para Warga di Kota ini.
Raja juga terlihat sangat jelas disitu yang tersenyum sambil mengusap - ngusap Janggutnya.
Teriakan terdengar dimana - mana. Dan Seluruh warga itu terlihat gembira Seolah - olah melihat penyelamat hidupnya. Kesatria yang gagah itu memberi hormat kepada Sieg dan yang lainnya.
Sieg yang bingung dalam keadaannya sekarang. Mendapatkan Notifikasi dari System
...[Quest selesai!!]...
...[Semua warga di Kota ini mempercayaimu bahwa dirimu adalah seorang Pahlawan begitu juga dengan yang lainnya!!]...
...[Selamat Sieg!!!]...
Sieg hanya bisa tersenyum melihat situasi ini sekarang. Dia tidak tau ekspresi apa yang harus dia perlihatkan.
"Kyaaa!!! Pahlawan itu sangat Tampan!!"
"Kedua pedang yang sangat keren."
"Hem, gadis - gadis yang cantik itu sangat cocok menjadi Pahlawan."
"Anak itu sangat imut!!"
Banyak Pujian yang dilontarkan kepada Sieg, Kirito, Kurumi, dan Ai. Bahkan Kirito, Kurumi, dan Ai tidak tau apa ekspresi wajah yang harus dia pasang.
Dan Raja mendekati Sieg beserta yang lainnya. Raja itu menundukkan kepalanya kepada Sieg. Tindakan yang dilakukan oleh Raja ini benar - benar membuat Sieg bingung. Kirito yang melihat itu berusaha untuk membuat Raja berdiri dari tempatnya.
Menundukkan kepalanya di depan para Warganya. Orang biasa pasti merasa panik melihat kejadian ini. Selain itu, Biasanya nama Seorang raja akan tercoreng jika melakukan itu. Tetapi, Kelihatannya Para Petinggi itu tidak keberatan.
"Tolong diangkat kepala anda yang mulia. Seorang raja tidak pantas menundukkan kepala di tengah - tengah kota ." Ucap Kirito sambil memegangi Pundak Raja itu untuk membuat Raja berdiri dari posisinya saat ini.
"Anda menjadi lebih Rendah hati dari pertama kali Kita bertemu" ucap Raja
"Iya, aku memiliki alasan tersendiri."
"Kalau begitu, Mari kita kembali Ke Istana Saya."
Kirito memandangi ketiga rekannya untuk menyuruh Sieg yang memimpin mereka semua. Sieg hanya dapat Tersenyum dan begitu juga Ai dan Kurumi hanya mengangguk setuju.
"Baiklah." Jawab Sieg
...*****************...
Mereka bertiga pun berada ruang singgasa Raja. Di samping Raja itu, ada Seorang wanita yang terlihat Seperti Istri raja itu. Dan Seorang gadis cantik yang cantiknya menyamai Ai. Memiliki warna rambut Cokelat, Berkuncir kuda. Gadis itu melihat Kirito terus, serta tubuhnya gemetaran?
Sieg yang mengetahui tatapan Gadis itu kepada Kirito Sedikit memasang Raut wajah yang sedikit aneh. Lalu memandangi Kirito. Kirito hanya mengalihkan wajahnya saat Sieg memandanginya.
Sieg pun mengabaikannya.
"Jadi Yang Mul -"
"Tidak perlu seformal itu."
Sieg menghela nafas dan melanjutkan perkataannya.
"Baiklah. Jadi.. Alasan kami dibawa kesini sebenarnya ada apa?"
"Tidak ada juga. Pertama saya ingin meminta maaf kepada anda karna tidak memberikan Bantuan kepada anda." Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
"Kami benar - benar minta maaf."
"Sudah, Permintaan maafmu ku terima."
"Terima Kasih wahai Utusan Dewa."
Sieg sudah tidak terkejut lagi begitu juga semua yang ada Di tempat ini.
"Lalu. bagaimana kalian Tau kalau kami yang mengalahkan Musuh kami itu?"
"Ahh, Itu. Sebenarnya Ini adalah kekuatan Putri kami."
"Hmm, kekuatan apa sebenarnya itu"
"Kekuatannya dapat membuat Dirinya merekam kejadian di tempat yang bisa dia Capai. Saat aku kembali Ke Kerajaan ini dia sangat marah, dan membenciku. Karna aku meninggalkan orang dia cintai berusaha Sekuat Tenaga. Karna itulah, dia menggunakan kekuatannya untuk melihat semua kejadian itu. Tentu saja Semua Warga juga melihat kejadian itu."
"Jatuh cinta..." ucap Sieg sembari memandangi wajah Kirito.
Kirito berdehem, lalu memimpin Pembicaraan tersebut.
"Ma, intinya kemenangan menjadi milik kita. Dan yang mulia bisakah kami Beristahat di ruangan kami. Aku beserta rekan saat ini sangat lelah." Ucap Kirito. Kirito terlihat tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini lebih lanjut lagi.
Raja pun menganggukan kepalanya. Dan sebelum itu, entah kenapa dia menyuruh Kesemua Orang di dalam itu meninggalkan Singgasana tersebut. Dan menyisakan Kirito, Sieg, Ai Dan Kurumi. Serta Raja dan Keluarganya. Lalu Putri kerajaan Ini berlari Menghampiri Kirito dengan Air Mata yang menetes dan memeluk Kirito.
Sontak Sieg menjadi terkejut. Raut wajahnya terpasang jelas. Kurumi dan Ai yang melihat kejadian itu kembali lagi merangkul tangan Sieg walau tubuh Sieg rendah dari tubuh mereka berdua. Sambil tersenyum lembut. Mungkin karna mereka berdua juga tidak ingin diam menyaksikan kejadian Kirito
Kirito mulai terlihat panik. Tentu dia sama sekali tidak membalas pelukan Putri itu. Dan tangannya bergerak kesana sini, dia ingin membuat gadis itu melepaskan gadis itu. Tapi ragu menyentuh gadis itu. Karna Putri itu terkesan Suci dimatanya. Ketika pertama kali Sieg bertemu dengan Ai juga begitu.
"O - oi..." ucap Kirito yang gugup. Walau Kirito terlihat Sangat terbiasa dengan gadis di dalamnya sebenarnya tidak. Dia itu sama sekali tidak berpengalaman Dengan Gadis apalagi gadis itu memiliki Paras Wajah yang bagus.
Putri itu sama sekali tidak berhenti menangis di Pelukan Kirito.
Raja serta Istrinya tersenyum puas. Dan mengatakan yang membuat Sieg dan yang lainnya menoleh ke raja.
"Ternyata pandangan Kami tidak salah kepada kau Pemuda.."
"Hah?, sebenarnya apa yang kau maksudkan Yang Mulia?" Tanya Kirito yang kebingunan saat ini.
"Jangan memanggilku Yang Mulia. Panggil aku Otou - san" ucap Raja. Dan tertawa Terbahak - bahak.
Sieg sudah tau arti dari kalimat Raja itu. Dan disisi lain, Ia juga berpikir.
'Sekarang aku harus bagaimana. memangil Asuna atau tidak?'
Benar, Sieg sangat ragu untuk memanggil Asuna ke dunia ini. Jika Sieg memanggil Asuna dan Melihat Kirito dekat dengan gadis yang lain bagaimana? Plot cerita baru antara Kirito dan Asuna mungkin terjadi (di dunia ini). Dan Sieg tidak ingin itu terjadi. Sieg lebih menyukai Melihat Happy Ending.
Berpikir sangat keras. Akhirnya Suara Kirito terdengar.
"Maafkan aku Yang Mulia. Aku sudah memiliki seseorang Yang berharga buatku.." ucap Kirito walau ada sedikit rasa bersalah di hatinya.
Kirito lalu menatap Sieg seolah menyampaikan pesan yang berarti 'kau mengerti siapa yang kumaksudkan kan?'
Sieg pun membalasnya dengan senyuman.
'Ternyata dia memikirkannya. Dia pasti berpikir sangat keras mengenai itu. Kalau saja aku mengetahui itu. Mungkin aku memangil Asuna pada awal - awal. Dengan begitu, Kirito dan Asuna pasti bersama saat ini' pikir Sieg.
Kemudian Raja dan Istrinya memperlihatkan Wajah yang masih lagi tersenyum. Sieg dan Kirito masih lagi bingung, Kenapa Raja masih lagi memperlihatkan senyuman itu?
"Tidak perlu khawatir Pemuda. Kami tidak akan memaksamu. Tapi memiliki banyak Istri, itu adalah hal yang wajar di dunia ini. Oleh sebab itu, Apa kau Mau membuat Putriku menjadi Istri keduamu. Tentu kau juga akan mendapatkan keuntungan jika menikahi Putriku."
Kirito Memperlihatkan wajah yang sangat - sangat tidak percaya.
Sieg pun memegangi Kepalanya.
'Aku lupa kalau ada cara itu. Tapi.. Kirito apa dia memangnya mau?'
Kirito tidak tau bagaimana caranya menjawab. Di dalam hatinya dia sama sekali tidak ingin membuat hal yang seperti itu.
Melihat Kirito yang kebingunan. Raja pun terlihat menyerah.
"Baiklah. Jika kau tidak begitu ingin memiliki Istri lebih dari satu. Aku tidak akan memaksamu"
"Haa, terima kas -"
Tidak sempat mengucapkan kalimatnya. Tiba - tiba saja Putri itu memotong kalimat Kirito.
"Ti - tidak. Aku tidak akan membiarkanmu pergi sebelum kau membuatku, Ikut denganmu.." ucap Putri dengan wajah yang memerah.
"Hime - sama. Aku tidak tau apa yang kau pikirkan tentangku. Tapi... Tetap saja aku tidak boleh.." ucap Kirito
Putri itu memeluk Erat kirito seakan - akan tidak akan pernah melepaskan Kirito. Jelas Kirito tidak dapat melawannya. Jika dia melawan, sudah dipastikan Gadis itu Akan terluka.
Dan Akhirnya Raja pun menyela
"Bagaimana jika begini Pemuda. Di dunia asalmu pasti kau tidak dapat menikahi orang yang lebih muda dari kan?"
"Itu.. memang benar."
"Kalo gak salah di dunia mu Cowok harus mencapai Umur 18 tahun dan Gadis 16. Umur Miya sekarang sudah 14 tahun. Jadi tersisa 2 tahun sebelum kalian berumur 18 dan 16 tahun bukan?"
"Jangan - jangan. Anda Ingin .."
"Benar. Dalam waktu dua tahun ini. Aku ingin kau memberikan Miya kesempatan"
"..." Kirito terdiam.
Putri yang bernama Miya pun gembira. Dan Tersenyum. Lalu mengelap Air matanya yang tadi. Sieg hanya dapat menghela nafas.
Dan Kalimat yang Raja Keluarkan membuat Sieg serta Kirito kaget.
"Jadi karna itu. Tolong biarkan Miya mengikuti Pertualangan Kalian semua." Ucap Raja
""Hah?!!"" Kirito dan Sieg mengeluarkan Nada Suara yang tinggi.
...**********************...
Tolong Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share.