I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 25



Sieg masih lagi bingung dengan kejadian ini. Dan berusaha untuk mengingat - ngingat apa ada Asuna yang seperti ini di seri SAO?


'Tidak ada sama sekali. Apa mungkin Asuna dari Dimensi Lain?' Pikir Sieg.


Begitu Kedua Kaki Asuna menyentuhi tanah. Dia melihat ke sekeliling dan mendapati anak berambut Putih tampan.


Yang kedua matanya Memiliki warna mata berbeda. Bagian Kanannya memiliki Mata Biru indah dan mata Kirinya pula berwarna Ungu dengan Pola yang unik.


Melihat Sieg. Dia tersadar kembali dan bertanya - tanya dimana dia berada saat ini.


Sieg yang menyadari Itu langsung berkata...


"Etto.. Asuna - san?" Ucap Sieg sambil memiringkan Kepalanya sedikit


"Eh?"


Tentu saja dia terkejut mendengar namanya disebut oleh orang yang tidak dikenali. Walau Sieg itu tampan tapi Asuna tidak akan Goyah cuma karna itu.


Dia menjadi waspada dengan Sieg dan memegangi Rapiernya.


"Siapa kau?, kenapa kau bisa mengetahui namaku?" Tanya Asuna.


Sieg menjadi terkejut melihat Asuna yang pucat tadi berubah dratis menjadi orang yang memiliki kehidupan.


"Tenang dulu Asuna - san. Akan kujelaskan semuanya dari awal." Ucap Sieg sambil mengangkat kedua tangannya yang berarti tidak ingin melukainya.


Sieg sendiri juga tidak mau semua ini berakhir dengan Pertarungan. Kalau mereka berdua bertarung maka sudah dipastikan Kemenangan berada di tangan Sieg.


Asuna yang merasakan tanda - tanda bahwa Sieg tidak ingin melukainya menjadi tenang dan membiarkan Sieg menjelaskan semuanya


"Jelaskan.." ucapnya walau masih lagi waspada kepada Sieg.


"Kalau begitu. Akan kumulai dari.."


Hal yang pertama Sieg katakan adalah Tentang kemampuan pemanggilannya. Berbeda aliran waktu dan dimensi atau Lebih dikenali Dunia Pararel Tetapi, kesempatan untuk mendapatkan Karakter Anime dari Dimensi lain sangat sulit atau mencapai tingkat Mustahil.


Sieg merasa beruntung juga karena mendapatkan Karakter Anime dari dimensi yang berbeda yaitu Kurumi. Namun, berkat itu juga Sieg sendiri tidak tau Masa lalu Kurumi di Dimensinya. Mungkin karna berasal dari dimensi yang berbeda, alur cerita di dalamnya berubah. Sieg juga sempat menyangka kalau Kurumi ini adalah Dari Light Novel/Anime (Belum Rilis Animenya) Date a Bullet. Tetapi, itu tidak mungkin karna Pertama kalinya Sieg memanggilnya yang tertera itu bukanlah 'Date A Bullet' melainkan 'Date A live'.


Jadi sudah dipastikan Tokisaki Kurumi yang bersama dengan Sieg saat ini adalah Kurumi yang berasal dari Dunia 'Date A Live' namun dimensi yang berbeda karna dunia itu sama sekali Tidak memiliki tokoh utamanya yaitu Itsuka Shido.


Yang artinya Alur cerita di Dunia Kurumi itu juga berubah Dratis. Sieg sendiri juga tidak dapat menebak seperti apa alur Ceritanya di dunia Tersebut.


Sieg juga menjelaskan bahwa Kirito berada di dunia ini. Tentu saja dia kaget. Sieg masih lagi melanjutkan Penjelasannya tentang kemampuan miliknya kecuali fakta bahwa mereka adalah Fiksi yang diciptakan melalui Khayalan Penulis ceritanya.


Yang mengetahui tentang Fakta tersebutpun adalah Kurumi karna Kurumi menggunakan Yuddo atau Peluru Kesepuluh. Ke cahaya ketika dia ingin terpanggil.


Sieg juga ingin memberikan Pengetahuan Umum tentang dunia ini namun langsung dipotong oleh Asuna.


"Tunggu dulu. Ki - kirito - kun ada disini?, apa maksudmu?"


"Seperti yang kukatakan. Kirito ada disini. Aku juga tanpa sengaja memanggilnya"


'Kelihatannya dia masih belum mengerti'.


"Baiklah. Kalau begitu dengarkan baik - baik Asuna - san.." ucap Sieg


Dan Asuna menjadi serius sebagai Tanda dia akan mendengarkan semuanya baik - baik.


Penjelasan Sieg pun dimulai. Mulai, dari pemanggilan Kirito ke dunia ini, Pertarungan Sieg bersama Kirito, dan banyak lagi pengalaman yang mereka dapatkan selama mereka bersama saat ini.


Dan cuma satu masalah Yang Sieg tidak ceritakan kepada Asuna. Cerita itu adalah Tentang Seorang Putri bernama Miya Felix itu mencintai Kirito.


Sieg sendiri ragu. Apa dia harus mengatakannya atau tidak?


Sieg pun memutuskan untuk membiarkannya dan Akan menyerahkannya kepada Kirito soal ini. Kirito itu pasti dapat mengurusinya mungkin....


...******************...


"Sampai sekarang apa masih ada yang tidak kau mengerti?"


"Ti - tidak"


"Kau gugup?"


"..."


Asuna tidak menjawab. Tentu dia seperti itu karna masih tidak mempercayai Tentang Kirito dan dirinya terpanggil ke dunia ini.


Dan Sieg juga meminta untuk menceritakan tentang dunia asal Asuna seperti apa? Untuk memastikan Dia berasal dari dimensi lain atau Dari Seri ceritanya?


Asuna pun menceritakan tentang dunia asalnya dan Hal yang membuat Sieg terkejut adalah Asuna mengatakan bahwa Kirito di dunianya mati karna melawan Boss Lantai 74. Ini sama seperti saat pemanggilan Kirito.


'Jadi ini bisa diartikan. Kalau Asuna ini adalah Asuna yang berasal dari waktu dan dunia yang benar - benar sama dengan Kirito?'


'Benar - benar kebetulan yang sangat mustahil. Sekarang aku tebak - tebak. Asuna - san menjadi Pucat dan tidak memiliki tanda kehidupan di matanya pasti karna dia mengurung dirinya di kamar. Dia tidak dapat Menerima fakta bahwa Kirito Sudah mati saat melawan Boss Lantai 74. Kalau itu benar, aku sangat merasa bersalah. Yah, yang penting mereka kembali bertemu lagi walau di dunia ini..' Pikir Sieg.


"Sekarang. Apa kau ingin bertemu dengan Kirito di dunia ini?" Tanya Sieg.


Asuna menarik nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya kembali. Wajah Asuna juga sudah menjadi tersenyum yang menandakan bahwa Asuna sudah baikan sepenuhnya.


"Be - begitu. "


Kenapa Sieg menjawabnya seperti itu?


Yah, itu karna Sieg tidak tau kejadian seperti apa yang terjadi jika seandainya Asuna melihat Kirito bersama Miya Felix.


'Semoga tidak terjadi hal yang merepotkan' pikir Sieg berharap.


Sieg juga jadi teringat dengan Adegan dimana Asuna melawan Alice karna Alice meragukan Asuna yang mendekati Kirito. Dan berakhir dalam pertarungan.


"Jadi kita akan pergi dari sini. Pegang bahuku kita akan Teleport." Ucap Sieg


"Apa kau menggunakan Item atau semacamnya?"


Tentu saja Asuna tidak tau tentang Skill Sieg dan menyebabkannya Menanyakan itu.


Sieg memegangi Dahinya lagi


'Apa aku harus menjelaskan tentang Sihir dan Skill di dunia ini?'


"Tidak. Bukan Item. Yang akan kita gunakan itu adalah salah satu Skill milikku Yaitu Teleport. Kegunaannya tidak perlu kujelaskan lagi kan?"


"Ah. Be - begitu ya. Ma - maaf."


"Tidak perlu meminta maaf. Jadi pegangan Di bahuku dengan erat Asuna - san"


Sieg juga sebenarnya ingin menggunakan Portal Rinnegannya Tapi mengingat dia belum terbiasa dengan Mata Rinnegannya sendiri. Dia urungkan Niatnya, Masih ada kemungkinan saat dia menggunakan Portal, Mananya langsung terkuras habis dan akan menambah waktu untuk memulihkan Semua mananya.


Waktu itu sangat berharga.. Itu salah satu Prinsip yang Sieg yakini selama ini.


Asuna memegangi Pundak Sieg dan memasang Wajah Seriusnya seperti akan bertarung melawan sesuatu.


'Yah. Tentu saja dia memasang Ekspresi wajah seperti itu. Dia akan berhadapan dengan Kirito yang merupakan kekasih tersayang (Di Masa Depan). Dan aku merasakan kalau akan muncul kejadian Klise lagi. Apa perasaanku saja?' Gumam Sieg dalam hati.


"Kalau begitu. Teleport." Ucap Sieg dan tubuh mereka bercahaya lalu menghilang tanpa jejak di Hutan Kematian itu.


...********************...


Setelah Kepergian Sieg dari Hutan Kematian


Pada saat yang bersamaan. Sosok yang memakai pakaian berwarna Hitam serta memiliki Sayap berwarna Hitam di belakangnya datang entah darimana.


Sosok itu langsung keluar begitu Sieg dan Asuna meninggalkan Hutan tersebut.


"Hmm. Tak kusangka ada manusia sekuat itu di dunia ini. Mata Manusia itu sangat unik. Apa aku bisa mengambilnya?" Ucap Sosok tersebut sambil menyeringai.


Tidak berlangsung lama dia mengatakan itu. Sosok yang seperti dirinya tanpa sayap datang dan berdiri di samping pria bersayap itu


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya orang yang baru sampai tadi.


"Tidak aku cuma menyangka. Kalau akan ada kejadian yang menarik"


Orang itu terkejut.


"Apa kau ingin memasuki Ke kerajaan manusia lagi? Hentikan itu!! Kau tau berapa banyak masalah yang kau buat!!!"


Pria bersayap itu menatap Pria tidak bersayap itu dengan Niat Membunuh.


"Kau berani berbicara seperti itu kepadaku. Apa kau tau hukuman yang akan diberikan kepadamu jika Berbicara dengan nada tinggi kepada Atasanmu"


Pria tak bersayap itu langsung terdiam dan menggertakkan Giginya.


"Baiklah. Lakukan sesukamu.." ucapnya terpaksa.


"Baguslah jika kau mengerti. Kalau begitu ayo segera tinggalkan tempat ini. Takutnya Beliau memarahi kita. Lagian kita kesini hanya untuk memeriksa asal jumlah yang besar itu"


Lalu mereka Berdua langsung menghilang lagi.


...β€’Normal Pov Endβ€’...


...*******************...


Dikit? Memang.


Karna Terburu - buru Soalnya. Dan Kenapa Jarang Update? sudah Thor bilang itu karna Lagi Sibuk. Tapi tinggal beberapa hari lagi setelah Thor sibuk.


kalau Hari Sibuk Thor berakhir. Yah, mungkin akan Diupdate Sesuai dengan Mood.


Seperti biasa. Kalian bisa memberikan Saran dan Kritiknya di Kolom Komentar.


Dan jangan Lupa untuk Dilike, Komen, Share, Vote, dan Rate 5 Bintang. Yah, kalau Vote itu mah ada yang Membuat Thor sedikit terkejut.


Kelihatannya orang tersebut pembaca baru di Novel Thor.


See You In The Next Chapter πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ˜πŸ˜πŸ˜