I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 86 : PERTEMPURAN DI GUNUNG DUNIA (PART 11)



"Satte... apakah pertarungannya bisa dimulai?" Ucap Rimuru.


SWOOSH


Semua Aura yang mereka miliki langsung dilepaskan dan aura mereka saling mendorong dan salin bertabrakan.


"Souei, Benimaru, Hakurou, dan Shion. Aku perintahkan kalian berempat untuk melindungi para Warga yang ada di Tempat ini. Kalian berempat bukan tandingan mereka berdua." Ucap Rimuru sambil mengambil Katananya.


"""Te - tetapi.."""


"Jangan khawatir, Dewa Iblis dan Malaikat Jatuh seperti mereka tidak ada apa - apanya bagiku." Ucap Rimuru dengan percaya diri.


Rimuru mengerti alasan kenapa mereka seperti itu. Itu dikarenakan mereka tidak mau Tuan mereka berpisah dari diri mereka.


"Di Tempat ini ada banyak lagi orang yang masih belum mengungsi. Jadi selama kami melawan mereka berdua, Aku harap Kalian dapat menyelesaikan Tugas kalian."


Mereka berempat pun mengikuti Perintah Rimuru meski masih ragu karena Dewa Iblis yang ada dihadapan mereka ini sangat kuat dari Tuan mereka yaitu Rimuru.


"Dimengerti."


Souei langsung menghilang dan menjalankan Perintah.


Begitu pun dengan yang lainnya.


"Rimuru - sama.." Benimaru ingin mengatakan sesuatu tapi, Rimuru sudah terlebih dahulu memotong perkataannya..


"Akan kujelaskan setelah semuanya berakhir."


Benimaru pun langsung pergi meninggalkan dan Sieg Thorn yang masih memeluk Anak Kecil dipelukannya mendekati Shion.


"Etto Shion - san bisakah kau membawa anak ini?"


"Te - tentu.."


Ia sedikit kaget saat melihat Wajah Sieg Thorn yang terlalu Tampan itu tapi, dia tidak banyak bertanya dan langsung Mengangkat Anak tersebut.


""Rimuru - sama. Tolong Berhati - hatilah."" Ucap Hakurou dan Shion lalu menghilang.


"Ya."


...********** ...


"Ini sungguh menakjubkan. Tak kusangka di Pihak Kurosaki Sieg memiliki banyak Bawahan yang kuat." Ucap Dewa Iblis sambil tersenyum.


Rimuru Mengerutkan dahinya lalu menoleh ke arah Sieg Blaze.


"Kau mengenalinya?"


"Nggak."


"Lalu kenapa cara bicaranya seolah - olah mengenalimu?"


"Jangan bertanya kepadaku. Aku sendiri tidak tahu siapa dia. Kecuali Identitasnya kalo dia adalah Dewa Iblis."


Jujur saja Kesemua Sieg Elemen juga penasaran dengan Dewa Iblis ini karena Ia berbicara seakan - akan mengetahui siapa Sieg.


"Begitu, jadi kau penasaran kenapa aku betingkah seperti mengenalimu?"


"Yah, siapa yang tidak penasaran setelah kau berbicara seperti itu" ucap Sieg Blaze sambil menyiapkan Kuda - kuda.


"Benar juga. Tapi kalau kau bisa mengalahkanku, aku akan memberitahumu tentang masa lalu sebenar atau Identitasmu"


"Bentar, aku tidak terlalu mengerti arah pembicaraan ini." Ucap Rimuru bingung. Yah, tentu saja dia bingung karena selama ini dia tidak terlalu rinci soal Sieg dan Dewi/Dewa Iblis


Termasuk Jeanne dan Arturia. Mereka juga dari tadi dibuat Pusing oleh pembicaraan ini.


Namun, mereka langsung dibuat terkejut oleh Malaikat Jatuh terakhir yang tiba - tiba menyerang Arturia.


"Tanpa aba - aba? Kau bukan seorang Kesatria Sejati." Ucap Arturia dengan wajah yang serius.


"Aku dari awal bukanlah seorang kesatria melainkan Malaikat Jatuh!!" Sambil mengangkat Tangannya dan terbentuk Satu Tombak cahaya lalu, Tombak itu langsung dilemparkan ke arah Arturia tapi, berhasil ditangkis oleh Jeanne.


"Apakah kau baik - baik saja Arturia - san?"


"Malaikat Jatuh sepertinya tidak terlalu kuat bagiku."


"Kalau begitu, kita akan melawannya"


"Baiklah."


Sieg Blaze dan Thorn merasa sangat tenang karena jika Arturia dan Jeanne yang bekerja sama maka mereka pasti dapat melakukan semua itu dengan mudah. Berbeda jauh dari Gilgamesh yang terlalu sombong itu.


"Kau melihat kemana!!" Dewa Iblis langsung melesat ke arah Sieg Blaze.


Dengan sigap, Sieg Thorn menumbuhkan akar - akar dari tanah dan menjerat tubuh Dewa Iblis dengan tujuan untuk membuat Pergerakan Dewa Iblis itu terhenti tapi, dengan mudahnya Iblis itu membakar Akar itu dengan Api Ungu yang ada di tubuhnya.


""Api lawan api!!"" Ucap Sieg Blaze dan Rimuru bersamaan.


Rimuru sudah menyelimuti Katananya dengan 'Api Hitam' sedangkan Sieg Blaze sudah menggunakan 'Amukan Berapi' hingga kekuatannya saat ini meningkat berganda - ganda.


Sieg Blaze langsung menyerang terlebih dahulu sambil melemparkan Cakeranya sedangkan Rimuru juga menembakkan Sihir untuk membuat Dewa Iblis sedikit terkecoh.


Sieg Blaze langsung melompat ke atas Langit sambil menyiapkan Tendangan yang diselimuti berapi. Saat Ia mencoba menendang Dewa Iblis, Dewa Iblis langsung menggunakan Pedangnya sebagai Tameng tapi, itu juga membuat celah di bagian belakangnya, dan Rimuru memanfaatkan celah tersebut. Dengan Katananya yang sudah dilapisi Api Hitam, setidaknya Ia dapat memberikan Luka yang berarti kepada Dewa Iblis.


Sieg Blaze juga langsung meningkat Suhu Panas Tubuhnya agar Dewa Iblis ini merasa kepanasan, Tapi itu juga membuat Sieg Thorn terkena Dampaknya karena Sieg Blaze adalah Musuh Alami bagi dirinya. Apalagi Akar - akarnya sama sekali tidak dapat menyentuh Sieg Blaze karena Api Milik Sieg Blaze.


Sieg Thorn langsung mundur beberapa langkah, dan membiarkan Sieg Blaze dan Rimuru mengatasinya. Jika kedua orang OP itu melawan Dewa Iblis bersamaan, maka tidak ada yang perlu dikgawatirkan namun...


KAAABOOOOM


Mendadak Tubuh Dewa Iblis itu meledak atau lebih tepatnya, Dewa Iblis mengalirkan Sejumlah Mana ke Pedangnya sehingga Pedang itu meledak karena saking banyaknya Mana yang dimasukkan. Tapi, Sieg Blaze dan Rimuru tidak akan cedera hanya karena itu dan terus melancarkan serangannya.


"Semburan berapi!!"


Semburan yang berbentuk naga itu langsung mengelilingi Sekitar Dewa Iblis layaknya tornado. Dan Rimuru juga menambahkan Suhu panas Api Sieg Blaze dengan Api Hitamnya.


"Dengan serangan yang tadi. Seharusnya akan memberikan luka kepadanya." Ucap Rimuru


"Itu mungkin saja."


"Ya, itu mungkin. Apakah mau pikir kekuatan dari Sang Pahlawan Legendaris sebesar ini? Maka kau salah besar!!" Ucap Dewa Iblis


Tornado api yang menyelimuti Dewa Iblis langsung lenyap seketika. Dan itu membuat Sieg Blaze dan Rimuru sedikit kaget. Mereka tahu kalo Dewa Iblis pasti dapat membebaskan diri Dari Tornado Api, tetapi mereka tidak mengira kalo Api mereka tidak dapat memberikan Cedera kepada Dewa Iblis.


"Sepertinya kekuatan Sang Pahlawan Legendaris bukan omong kosong ya?" Ucap Rimuru


"Itu sudah tentu!!"


Ia menghunuskan Pedang besarnya sampai Tercipta dorongan angin yang mengakibatkan seluruh Tanah mereka langsung hancur seketika. Dan Serangan itu berhasil menghentikan Sieg Thorn yang menumbuhkan Akar besar untuk melindungi diri mereka.


"Thank you Thorn" ucap Sieg Blaze.


"Sama - sama tapi, Elemen ku sama sekali tidak berguna untuk melawan dirinya. Jadi aku hanya akan melindungi kalian dengan Akar - akarku"


"Itu saja sudah cukup" ucap Rimuru


Rimuru dan Sieg Blaze kembali menyerang dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat dengan mata Telanjang tapi, di Mata Dewa Iblis itu terlihat seperti pergerakan orang yang amatir. Salah satu Keuntungan meminjam Kekuatan Sang Pahlawan Legendaris adalah penglihatannya akan meningkat dratis (Seperti Sharinggan). Tetapi, Amakusa Mirata sama sekali tidak menyadari Potensi Kekuatannya ini dan hanya mengandalkan kekuatan Divine Beast ke 10. Entah kemana Divine Beast yang selalu menemani dirinya selama ini.


Sieg Blaze menciptakan 10 Bola Api seukuran bola Basket di sekitarnya dan menembakkannya satu per satu dengan sangat cepat. Tetapi, Dewa Iblis masih dapat menhindarinya. Ia juga sesekali melenyapkan Bola Api Sieg Blaze dengan Pedangnya.


"Oi oi, yang serius saja? Apakah kau berpikir Api Kecil seperti ini mampu melukaiku?"


"Siapa yang bilang kalo aku akan melukaimu dengan Bola Api itu? Lihat ke atasmu?"


"Hm?"


Dewa Iblis melihat ke atas dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Sejumlah Lendir yang sangat besar seperti ini menelan Tubuhnya.


"Walau kau sangat kuat tetapi, di hadapanku yang merupakan seorang pelahap segalanya. Kau tidak ada apa - apanya." Ucap Rimuru sambil tersenyum. Tetapu, dikarenakan ia memasuki ke dalam Mode Slime maka tidak ada yang tahu kalo Rimuru tersenyum.


"Apa?!!"


Begitu Sejumlah Lendir yang menyamai Ukuran 100 Meter itu menyentuh tubuh Dewa Iblis, Dewa Iblis itu langsung merasa tubuhnya seperti dihisap seperti Ada Blackhole yang kuat ingin menelannya tapi, memang seperti itulah yang dirasakan oleh Dewa Iblis karena siapapun yang terkena oleh Skill Predator maka ia tidak akan dapat melepaskan diri dari Rimuru.


Namun, meskipun begitu. Dewa Iblis meronta untuk membebaskan dirinya dari Rimuru. Tentu saja Rimuru merasa kewalahan karena ia sendiri mengakui bahwa Dewa Iblis lebih kuat dari dirinya. Mungkin 10 Kali lipat lebih kuat. Untung saja ia memiliki Skill Predator, andai ia tidak memilikinya maka sudah dipastikan Mereka akan kalah.


Dari awal Sieg Blaze dan Rimuru sudah tahu kalo dengan kekuatan mereka berdua saja tidak akan cukup untuk mengalahkan Dewa Iblis, maka dari itu Mereka menggunakan Skill Predator milik Rimuru untuk menumbangkan Dewa Iblis.


Selain itu, Sieg Blaze tidak mau kedua orang ini mati. Dan ingin menangkap mereka. Terlebih lagi, ia ingin menginterogasi Amakusa Mirata. Dan Dewa Iblis untuk membicarakan Soal Identitas dirinya.


Tapi....


"Ugh.. apa - apaan dengan Jumlah Mananya ini?!!" Ucap Rimuru yang kaget karena Jumlah Mana Dewa iblis semakin lama, semakin membesar.


"Aku tidak akan membiarkanku kalah di tempat seperti ini!!" Teriak Dewa Iblis.


Sieg Blaze dan Thorn juga tentu juga sangat terkejut saat mengetahui tentang itu karena tak menyangka Dewa Iblis masih belum terserap oleh Rimuru. Padahal Semua musuh yang terserap oleh Rimuru pasti tidak dapat melawan.


"Bagaimana ini Blaze?" Ucap Sieg Thorn.


"Jangan bertanya kepadaku. Aku sendiri juga tidak tahu."


Raut wajah Sieg Blaze dan Thorn berubah menjadi Pucat. Jika Dewa Iblis ini dapat melepaskan diri dari Skill Pemangsa Rimuru. Apa yang terjadi Seterusnya, Sieg Blaze dan Thorn tidak dapat membayangkannya.


""!!""


DUAARRR


Tiba - tiba Sebuah Petir biru turun dari atas langit dan menyambar tubuh Dewa Iblis tetapi tidak hanya itu, Tubuh Dewa Iblis juga langsung Membeku dan membuat Pergerakan Dewa Iblis tidak dapat bergerak lagi.


Sieg Blaze dan Thorn menghela nafas lega karena mengetahui siapa yang melancarkan serangan yang barusan itu. Sedangkan Rimuru langsung menggunakan kesempatan  ini untuk memangsa sepenuhnya Dewa Iblis.


[Lapor : Entitas bernama Dewa Iblis sudah dimangsa]


[Lapor : Mendapatkan Keterampilan Sang Pahlawan Legendaris]


Dengan ini, Penaklukan mengalahkan Dewa Iblis selesai.


...*************...


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang