
Tidak ada satu pun yang memiliki keberanian bergerak untuk melawan Manusia itu. Begitu juga dengan Argus yang merupakan Divine Beast. Dia sudah tidak sanggup melawan Manusia itu. Setelah mengetahui kekuatan Manusia itu dia tidak bisa bergerak lagi. Karna untuk pertama kalinya dia melihat Kemampuan Membangkitkan Orang yang sudah mati.
Yang mereka lakukan saat ini cuma duduk terdiam. Menunggu ajal mereka semua datang. Tidak ada niatan untuk lari atau meninggalkan Tempat itu. Tidak peduli seberapa kuatnya dirimu, tetap mustahil untuk mengalahkan Manusia itu.
Ai juga sama seperti yang lainnya. Tapi, walau dia merasa sangat Takut. Dia masih percaya dengan sieg pasti Akan sadar di saat - saat terakhir.
Manusia itu Mengarahkan Jarinya ke Ai. Sontak Ai terkejut dan dia berusaha memegang Pedang Dark Repulser milik Kirito. Tapi itu percuma, karna Status Ai yang sekarang tidak cukup ditambah lagi Rasa Takut, dia tidak bisa bergerak sama sekali.
Salah satu Bayangan Pria itu datang. Yang datang kali ini adalah Bayangan Prajurit yang dibelakangnya terdapat Surai Merah. Prajurit itu terus mendekati Ai sambil memegang Erat pedang hitamnya. Namun begitu, Ai masih tetap berusaha Untuk mengangkat Pedang Dark Repulser. Walau tidak memiliki Kekuatan yang cukup.
Amakusa yang melihat itu. Memegang Erat kuat Pedang Sucinya. Dan tanpa dia sadari dia berlari menuju ke arah Ai dimana Ai berada.
'Hah.. aku akan mati kali ini.. tapi setidaknya aku dapat melindungi gadis ini. Padahal aku ingin berbicara dengannya.' batin Amakusa.
Tinggal beberapa Meter jarak diantara Amakusa dan Prajurit Surai Merah itu. Dan Pedang Prajurit itu menargetkan Leher Amakusa. Dan Pedang itu tiba - tiba ditahan oleh Pedang hitam lagi. Tapi pedang itu sedikit berbeda, Pedang nya tidak hitam Seperti bayangan Milik Prajurit itu malahan hitam biasa, cuma yang anehnya Pedang tersebut mengeluarkan Cahaya Putih.
Dan Pedang Hitam biasa itu membuat Prajurit itu terpental.
Setelah beberapa saat kemudian, Terlihat Sosok Kirito yang menghalangi serangan Itu.
"Kirito, kau sudah sadar?" Tanya Ai
"Begitulah. Walau masih sedikit lelah juga. Tetapi aku tetap tidak boleh diam melihat Mereka semua dibunuh. Dan Kau pahlawan, Kerja Bagus."
"Eh?, a - ah. Iya"
Kirito mungkin terlihat Biasa - biasa saja tetapi Dia masih lelah. Sangat lelah. Tidak lama lagi mungkin kali ini dia pingsan dan tidak sadarkan diri.
'Jika seperti ini terus. Kami tidak akan dapat bertahan. Cepatlah Sadar Sieg. Kami tidak akan dapat menahan mereka lebih lama lagi'
Lalu Pria yang Merupakan tuan dari Semua para bayangan ini. Menghilang dan berada tepat Di Hadapan Kirito. Secear Reflek, Kirito pun langsung berniat menebasnya. Tetapi Itu tetap saja percuma, Pasalnya Pedang Kirito berhenti bahkan seluruh tubuhnya juga tiba - tiba berhenti.
'Tu - tubuhku tidak boleh bergerak!!'
Setelah itu Kirito melihat Tangan kanan Pria itu. Tangan Pria itu, terlihat Sedikit mengeras, mungkin saja Tangan Pria itu memiliki kemampuan Mengontrol Sesuatu. Pikir Kirito.
Pria itu menatap Mata Kirito
"Kau memiliki Kekuatan yang menarik. Siapa sebenarnya dirimu ini. Apa kau juga bukan manusia dari dunia ini?"
'Ap -, katanya 'juga' apa itu berarti dia juga bukan dari Dunia ini?'
"Kau juga. Apa kau dipanggil seseorang kesini?"
"..."
Pria itu menatap tajam kirito. Ai dan Amakusa cuma melihat Adegan Kirito yang tubuhnya tidak memiliki Kekuatan untuk bergerak.
Pria itu kemudian mengepalkan tangannya. Dapat dilihat jika Pria itu ingin melancarkan Serangan. Lalu Pria itu, Langsung mengarahkan Pukulannya ke Perut Kirito. Jika pukulan sampai terkena Perut Kirito, Pukulan itu pasti Akan menembusi perut Kirito dan Mengakibatkannya Mati. Kirito yang mengetahui Hal itu, Berusaha sekuat tenaga untuk menggunakan Skillnya.
'Be - bergeraklah!!'
Setelah Itu Kirito pun menghilang dari Serangan itu. Pria itu, membuka matanya lebar - lebar, sekaligus sedikit kaget. Tidak menyangka ada seseorang yang mampu bergerak dari Kekuatannya.
Kirito Mulai terlihat di Dekat lokasi Sieg yang sekelilingnya Dipenuhi Api ungu yang menyala - nyala. Pernafasan Kirito tidak beraturan, banyak Keringat Menetes di dahinya. Kirito berusaha untuk ke tempat Sieg. Dia juga sedikit khawatir dengan Ai, meninggalkannya Sendiri di sana. Oleh sebab itu, dia berusaha sekuat tenaga ke lokasi Sieg untuk membuat Sieg kembali Tersadar.
Akhirnya setelah beberapa Menit. Kirito tepat berada Di hadapan Sieg. Kirito memegang Pundak Sieg.
"Sieg. Cepatlah sadar, Orang berhargamu dalam bahaya.." Kirito kembali lagi tidak sadarkan diri.
Sieg yang masih duduk mulai menunjukkan tanda - tanda bahwa dirinya akan tersadar. Api yang menyala di sekitarnya juga sudah terlihat berkurang. Tubuh Sieg menyala menjadi Putih. Pakaiannya Berubah menjadi terlihat seperti jubah. Di sekitarnya ada sembilan Bola Api ungu keputih - putihan yang melayang.
Mata Sieg mulai terbuka secara perlahan - lahan. Dan Matanya yang indah itu terlihat sedikit berbeda. Mata Kanannya Ada pola aneh yang. Polanya memang Mata sharingan Biasa, tapi warnanya berwarna Biru Putih.
Dan mata Kirinya adalah Mata yang mirip Kurama. Warna matanya juga sama seperti warna Mata Sharingan Biasa. Warna Biru Putih.
(Author : Mirip - mirip dengan Naruto yang dalam Wujud Bijuu mode. Hanya saja Thor ubah sedikit seperti Wujudnya menjadi Putih bukan Oranye)
Setelah matanya terbuka, Sieg menyadari Kirito di sampingnya. Dia mendekati Kirito, dan Memegang Pundaknya.
"Kerja Bagus. Sisanya akan kuurus. Istirahatlah sementara.."
Kemudian Sosok Sieg menjadi buram. Dan menghilang.
...***********************...
Pria itu langsung terhenti ketika merasakan sesuatu yang tidak wajar. Argus juga melakukan hal yang sama seperti Pria itu.
'Kekuatan ini...'
Api yang ungu yang menyala tadi langsung menghilang seketika tanpa jejak. Dan terlihatlah sosok Sieg yang tampan yang wujudnya Seluruh Putih beserta Api ungu yang menyala di sekelilingnya walau Tingginya masih sama dengan Anak 10 tahun.
Mata Sieg bertatapan Dengan Pria itu.
'Pria ini. Aku seperti pernah melihatnya tapi dimana itu? Aku tidak ingat..'
[Apa perlu aku yang jawab]
'Tidak tunggu sebentar..'
Setelah beberapa Saat kemudian. Sieg tersenyum. Dia sudah tau siapa di depannya itu. Dan tidak menyangka orang tersebut berada disini.
'Kenapa orang sepertinya bisa berada disini?'
Lalu Sieg berada di samping Ai.
"Apa Ai baik - baik saja?"
"Sieg.."
Ai pun memeluk Sieg dengan Erat dan Kuat. Sieg hanya membiarkannya seperti itu. Salahnya juga membuat Ai khawatir.
"Maaf."
"Unm ~, Ai sudah memaafkan Sieg. Tapi sebagai gantinya. Sieg harus menerima satu permintaan Ai.."
'Permintaan ya... walau ini merugikan ku tapi... melihat Ai yang sangat berharap aku akan terima..'
"Iya"
"Terima ka...sih".
Kesadaran Ai pun menghilang. Melihat Ai yang seperti ini, benar - benar membuat Sieg merasa sakit. Dia sudah tidak akan selalu meninggalkan Ai lagi. Dan membawanya kemanapun itu di saat dia ingin pergi. Sieg lalu Meletakkan Tubuh Ai secara perlahan - lahan di dekat Amakusa. Dan Sieg sedikit terkejut melihat Amakusa, dan kemarahan Di tubuhnya meluap - luap.
Amakusa Juga sama. Walau Wujud Sieg yang sekarang Berubah dratis. Tapi Auranya tetap sama
"Si - sieg. Apa itu kau"
Melihat Amakusa. Wajah Sieg yang tadi lumayan menjadi sangat dingin. Jubah yang dia kenakan saat ini Berkibar - kibar layaknya Bendera yang tertiup angin.
"Amakusa Mirata" Sieg menyebut namanya dengan dingin.
"Ba - bagaiman -"
"Diam kau. Aku tidak ingin berbicara denganmu saat ini."
Sieg tau, Bukan saatnya untuk menyinggung tentang masa lalu. Saat ini dia perlu pikirkan Menyelesaikan Tentang keadaannya yang sekarang. Mengenai Masa lalu dibelakang dulu. Kemudian Sieg berdiri dan Tidak lupa juga Sieg memperingati Amakusa.
"Jangan berani kau apa - apakan Ai, dan menyentuhnya dengan Tangan Kotormu itu" ucap Sieg dengan Mata yang mengancam.
"Ap -"
Karna terlalu Terkejut dengan Kepribadian Sieg. Amakusa tidak dapat membalasnya.
Sieg menoleh ke arah Pria yang ada Di depannya dan mengabaikan Amakusa
"Maaf sudah membuatmu menunggu."
"..."
'Ada yang aneh darinya. Dia tidak membalasku dan aku tidak merasakan Emosi dari dirinya. Perasaan dan sebagainya. Ini seolah - olah bahwa dia seperti boneka. System apa kau bisa jelaskan?'
[Sepertinya dia dikendalikan]
'Dikendalikan ya. Ini sungguh membuatku terkejut. Apa ada seseorang yang dapat mengendalikannya?, siapa sebenarnya yang bisa memiliki kekuatan itu? Kalau begitu ini akan sulit. Mengingat kekuatan yang Opnya. Aku sendiri saja tidak dapat mengurusi walau dalam Bijuu mode. Divine Beast juga tidak berguna. Mantan temanku juga sama tidak berguna. Dan Airi - san... kenapa kau mengikuti sampai sini... aku harap dia tidak mengenal ku.. tidak. Aku harus fokus sekarang!! Dan System.. panggil dia.."
[Benaran nih. Jika ada masalah aku tidak dapat mengurusinya]
'Iya, ini sudah menjadi Keputusanku.'
...[Baiklah. Memulai Pemanggilan Karakter Anime Tokisaki Kurumi. Roh terburuk dari Anime Date A Live]...
...[Pemanggilan Selesai. Sekarang Sieg pikirkan Apa yang bakal kau lakukan ]...
'Iya'
Langit menjadi Gelap. Pria itu cuma sedikit kaget dan melihat Langit yang menjadi Gelap. Dan melihat lihat Langit itu. Begitu juga yang lainnya. Dan Muncullah Satu Portal Besar. Di langit.
Setelah Itu terdengar suara yang sangat Sieg tidak ingin dengar
"Kihihihi."
'Kenapa sih. Dia mengeluarkan suara yang mengerikan seperti itu? Suaranya itu membuatku Merinding..'
Lalu Keluarlah Seorang gadis yang mengenakan Gaun Gothic Lolita berwarna Oranye hitam. Tinggi 157 Cm.
Gaya rambutnya mirip Twintails, Di tangan Kirinya Ada senjata yaitu Pistol. Di mata Kirinya berwarna Kuning dan Sama dengan Jam. Wajahnya tidak perlu ditanyakan lagi sangat Imut dan cantik.
Setelah menyadari Keberadaan Sieg. Kurumi sedikit kaget, dan portal di belakangnya menghilang. Lalu menghampiri Sieg dengan Anggun.
Tepat di depan Sieg. Kurumi Memegang Roknya ala Putri dari bangsawan. Dan memberi hormat kepada Sieg.
"Salam kenal. Karna ini pertama kalinya kita bertemu. Akan kuperknalkan Namaku dulu. Namaku Tokisaki Kurumi. Senang bertemu denganmu. Kurosaki Sieg - san"
'Waduh...' ucap Sieg dalam hati.
...**********************...
MOHON MAAF JIKA KATA - KATANYA TIDAK MENARIK.
KALIAN BISA MEMBERIKAN SARAN DAN KRITIK DI KOLOM KOMENTAR
TOLONG DI LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 5 BINTANG DAN SHARE
See You In The Next Chapter 👋👋