
Setelah Kirito keluar dari Kobaran Api ungu yang diberikan jalan oleh Kurama Kecil. Kirito sedikit Kaget melihat Sekelilingnya, Dia saat ini maupun Ai dan Sieg yang masih di dalam Api Ungu itu ada segerombolan Manusia yang disekeliling mereka bertiga. Manusia itu mengenakan Armor dengan berbagai Jenis senjata, Pedang, Tombak, Panah, Dan yang lainnya. Sambil mengendarai Seekor Kuda gagah
"Jumlahnya banyak. Dan Ada orang kuat diantara mereka. 1 orang tidak ini ada 6 orang. Diantaranya ada Yang bukan manusia. Karna memiliki Kekuatan yang tidak dapat diukur" Gumam Kirito sambil memegang Dagunya.
Di Tempat Pasukan Raja
"Apa orang itu adalah Si Penyelesai Dungeon?" Tanya Raja
"Saya tidak berpikir seperti yang mulia. Jika orang tersebut adalah penyelesai Dungeon Tersebut. Maka Api ungu yang ada itu, seharusnya sudah lenyap. Kami menyangka bahwa Orang itu kemungkinannya hanyalah Pelindung atau Orang yang ditugaskan Untuk membuat Siapapun menghalanginya" jawab Prajurit yang berpangkat Tinggi.
"Hoh, begitu ya. Tetapi kita akan mencoba Mengajaknya ke Kerajaan kita. Suruh para pahlawan Bodoh itu beserta rekannya untuk bernegosiasi dengannya"
"Baik yang mulia!"
Prajurit itu meninggalkan lokasi itu dan menuju Ke Lokasi dimana Amakusa beserta temannya berada.
Di Tempat Amakusa Beserta Rekan - rekannya
"Argus, orang berpakaian hitam itu. Apa Dia kuat?" Tanya Amakusa.
"Jujur saja kekuatannya sangat kuat. Bahkan kau tidak akan dapat menang melawannya." Jawab Argus
"Begitu ya. Tapi... entah mengapa. Aku merasakan Familiar dengan Orang itu"
"Mungkin kau sudah bertemu dengannya Kali"
"Tidak, aku tidak ingat bertemu dengannya. Kalau pernah pun, maka orang itu pasti juga mengenalku"
"Hoh, pemikiran yang bagus"
Lalu seorang Prajurit yang mengendarai Kuda tiba di lokasinya dan Menjelaskan Perintah Raja Ais'z kepada mereka semua tak lupapun satu kata yang ingin disampaikannya.
"Cuma itu perintah yang mulia. Cepatlah selesaikan tugas itu" Perintah Prajurit itu sambil meninggalkan Mereka semua disitu.
"Baiklah, Siapa diantara kalian yang ingin menemaniku kesana?" Tanya Amakusa ke semua rekannya yang ada disitu. Dan seseorang mengangkat tangannya sebagai tanda dia mengikutinya.
"Sudah kuduga, pasti kau yang akan ikut denganku Akira".
Pria Bernama Akira pun keluar sembari memegang kedua belati di kedua tangannya. Hideyoshi Akira, merupakan seorang teman Akrab Amakusa Mirata yang sekarang ini Seorang Pahlawan. Hideyoshi Akira sebagai Asassin karna statusnya terbanyaknya terletak di AGI. Dan dia juga adalah orang diselamatkan Oleh Sieg di Dungeon Felix.
"Hem, Aku Hanya ingin bertemu dengan Pria Berpakaian Hitam itu karna penasaran. Selain itu, bisa saja Dia akan menyerang dengan cepat. Di saat itu, bukankah diriku dapat berguna untukmu"
"Kalimatmu sedikit aneh sih. Tapi yah sudahlah. Ayo kita pergi. Dan ngomong - ngomong Argus, kau tinggal disini dan lindungi mereka semua ya."
Lalu Airi Kaori menyela Amakusa.
"Tidak Amakusa - Kun. Kau harus membawanya bersamamu. Kami bisa menjaga diri kami sendiri"
"Benar itu, kau terlalu meremehkan kami. Apa karna kau pahlawan, kau jadi menilai kami dari penampilan" Lanjut Ishikawa Erita yang merupakan Teman dekat Airi Kaori.
"Ti - tidaklah. Aku hanya khawatir dengan kalian semua, Bagaimana jika kalian diserang musuh diam - diam" jawab Amakusa dengan terburu - buru
"Y - yah, sudahlah. Mari hentikan pembicaraan ini. Kita langsung saja pergi bertemu dengan orang itu dan bernegosiaai dengannya" lanjut Amakusa
"Berhati - hatilah" ucap Airi Kaori
Amakusa Kemudian menaiki kuda yang diberikan oleh Raja padanya. Dan rekan - rekannya menyemangati Amakusa. Cuma itu yang bisa dilakukan mereka, Jika mereka yang pergi, maka mereka tidak akan tahan akan Intimidasi dari Kirito. Karna mereka semua sangat lemah walau Sieg yang lebih lemah dari Mereka semua
"Berhati - hatilah Amakusa'
"Jangan sampai mati"
"Jika kau tidak ada, Kami tidak dapat mengurusi Raja Iblis"
"Kalian semua ini sialan sekali ya. Mana mungkin aku mati, aku tidak berniat untuk mati disini"
""""Hahahaha""""" tawa mereka semua.
Amakusa Pun mengendarai kudanya menuju ke sana dengan Akira yang berdiri di belakangnya, dan Ichinose Keiko menatap Kesal ke arah Airi Kaori.
"Perempuan Sialan, Dia pasti berniat untuk mengambil Amakusa.."
Di Tempat Kirito
"Mereka mengirim Dua orang Kesini?" Karna sedikit bingung, Kirito memiringkan Kepalanya ke samping. Dan setelah beberapa saat berpikir. Dia akhirnya mendapat jawaban.
"Jadi begitu, mereka berniat untuk bernegosiasi dengan kami. Baguslah juga karna tidak ada pertumpahan darah mungkin..."
"Dan apa - apaan dengan Armor mencolok yang dipakai Orang mengendarai kuda itu. Armornya terlalu silau, dan Emas sekali. Mungkin dia pahlawan dan Orang yang bertingkah keren berdiri Di belakang orang itu, dia pasti Assassin. Apa dia memaperkan belatinya?"
Setelah mengendarai Kuda Amakusa turun dari kuda dan Berjalan Menuju ke arah Kirito
'Dia benar - benar terasa Familiar tapi kami pernah bertemu dimana?' Pikir Amakusa
"Amakusa jangan lengah"
"Aku tau"
Beberapa meter diantara mereka bertiga, akhirnya mereka bertiga bertatapan serius. Amakusa duluan yang memperkenalkan dirinya. Karna dirinya itu Pahlawan, dia akan mempernalkan dirinya sebaik mungkin
"Salam kenal, Namaku Amakusa Mirara. Aku adalah seorang pahlawan yang dipanggil oleh Kerajaan Ais'z., dan yang disampingku ini adalah Hideyoshi Akira. Kami ingin bertanya apa boleh?"
"Kirito. Salam kenal. Tanyakan saja"
Mendengar Nama Kirito, Akira Maupun Amakusa terasa aneh. Tapi mereka tau bukan saatnya untuk melakukan itu.
"Pertama - tama, Yang Penyebab Api Ungu. Apa itu adalah Ulahmu"
"Daripada mengatakan diriku, penyebab Api ungu ini adalah Temanku"
"Te - temanmu?"
"Iya, temanku" jawab singkat Kirito. Akira sedikit kesal melihat Kirito yang seperti itu
"Ta - tapi bagaimana dia dapat bertahan di Api ungu itu?"
"Aku tidak tau, yang pastinya penyebab Api ungu ini adalah Dia. Yang dia lakukan dia dalam Api Ungu ini, dia sedang..."
"Sedang?"
"Tidak lupakan yang barusan."
Kirito sedikit tersadar, dia tidak bisa membocorkan Tentang kejadian ini kepada orang Asing. Karna Kirito masih belum mengetahui apa orang ini Musuh atau Tidak
'Hampir saja.'
Karna Kirito tidak menyelesaikan Klimatnya. Akira sudah tidak kuat tahan lagi Emosinya dan langsung mengatakan Kalimat yang dapat mengundang permusuhan
"Oii, Omae!!, Jika melanjutkan kalimatmu. Selesaikan sampai selesai. Jangan malah menjelaskannya secara setengah - setengah!!"
Amakusa maupun Kirito terkejut melihatnya. Karna Amakusa ingin menyelesaikan ini secara baik, dia sedikit panik dan berusaha menenangkan Akira. Takut jika Kirito bertarung dengan mereka.
"Apa yang kau lakukan kepadanya. Bagaimana jika kita malah berakhir dengan pertarungan!"
"Kita tidak bisa membiarkan kita terlihat lemah di matanya. Kau juga pasti merasa kesal karna diperlakukan seperti itu kan?!"
Kirito tersenyum kecil melihat mereka berdua. Dan Mereka berdua menyadarai itu.
Akira sudah tidak tahan menahan Emosinya dan Menodongkan Belatinya ke arah Kirito.
"Apanya yang lucu?"
"Akira!!, sudah hentikan itu!!, kita kesini untuk bernegosiasi bukannya bertarung!"
Akira tidak Mendengarkan Amakusa dan menatap tajam Kirito dengan penuh amarah
"Kau serius menodongkan senjata denganku?, Apa kau tau akibat dari bertarung melawanku. Aku tidak akan menahan diriku hanya karna Dirimu itu Rekan seorang pahlawan"
"Ka - kau meremehkan ku"
Kirito memegang dahinya dan melanjutkan perkataannya
"Bagian mananya di kalimatku memiliki maksud meremehkanmu?"
"Si - sialan kau!!"
"Sudah hentikan itu Akira!!" Bentak Amakusa tapi itu sudah terlambat karna Akira sudah menghilang tanpa jejak entah kemana. Dan yang menyadari itu hanyalah Kirito
'Di belakang.'
Kirito kemudian mengeluarkan Pedang Elucidator dan menahannya di belakang bahkan tidak menatap ke belakang.
Ting!!
"Ap -"
"Aku tidak ingin melakukan ini, tapi aku yang memintanya"
Pedang Kirito langsung mengeluarkan Cahaya berwarna biru dan melesat menuju ke arah Akira. Melihat pedang Kirito bercahaya, Amakusa sedikit panik dan berniat untuk menghentikannya. Tapi dia terlambat karna pedang Kirito itu sangat cepat menebas Akira.
Dan Saat Kirito sudah habis menebas Akira. Akira tidak mengeluarkan darah, dan menghilang lagi.
"Ini... Bayangan?, atau Ilusi"
Kirito langsung menyadari ada serangan yang meluncur ke arahnya di samping. Sekilas terlihat satu belati yang di bilahnya terdapat Cairan ungu. Kirito sudah apa Cairan ungu itu, dan menggunakan Swors Skill dan menebas Belati itu hingga pecah tak tersisa.
"Oi oi, kau ternyata cuma pengecut yang menyerang dari jarak jauh. Kata Assassin tidak pantas untukmu"
Mendengar Provokasi Kirito dia bertambah marah dan kembali melancarkan serangannya. Terdapat 10 belati yang dilemparkan ke Arah Kirito.
"10"
Dengan mudah Kirito bisa menangkis Belati itu, dan pecah berkeping - keping. Dan ada satu yang meleset hingga hampir mengenai Kirito. Tapi belati itu tiba - tiba saja pecah. Sontak Kirito maupun Akira terkejut melihat Belati itu pecah.
Akira pun langsung menunjukkan Dirinya dan melihat Apa yang menghentikan serangannya. Dan kembali Terkejut.
"Amakusa!!, apa yang kau lakukan!!"
"Kita disini bukan untuk bertarung dan kita disini bernegosiasi!!"
"Tapi, kau sudah liat bukan?!, dia meremehkan kita!!"
"Bagian mananya dia menganggap kita seperti itu?!!, aku bahkan tidak ingat dia mengatakan hal yang seperti itu!!"
Melihat sesama Rekan berkelahi. Kirito merasa pusing dan tidak tau apa yang harus dilakukan dalam keadaan seperti ini.
"*Menghela Nafas*, Kalian berdua tadi katanya berniat untuk bernegosiasi Bukan?"
"I - iya, karna itu tujuan kami kesini"
"Amakusa tidak perlu berbicara dengannya!!"
"Diam dulu Akira!!, biar aku yang mengurusinya.!!" Bentak Amakusa dan membuat Akira terdiam
'Ini mengejutkanku. Daripada menyelesaikan ini lewat pertarungan, dia lebih suka menyelesaikan ini secara damai. Tapi, kenapa dia begitu bersikeras ingin menyelesaikan secara damai?, apa mungkin dia memiliki alasan khusus atau...'
'Kami tidak dapat bertarung melawannya disini karna perbedaan kekuatan kami sangat jelas' Pikir Amakusa
Benar, itu yang yang kirito pikirkan beserta Amakusa. Amakusa karna terlalu percaya dengan kalimat Argus, dia sudah mulai mempercayai apa yang Argus katakan termasuk dengan Kalimat yang mengetahui bahwa dirinya tidak akan mampu mengalahkan Kirito meskipun bekerja sama dengan Akira. Yang bisa menandinginya palingan Pasukan yang mereka bawa, atau Divine Beast.
"Jadi seprtti itulah. Kami disini hanya bernegosiasi denganmu bisakah?"
'Negosiasi kah?, dalam keadaan seperti ini, pilihan yang paling tepat adalah adalah menerimanya. Tapi entah kenapa Firasatku mengatakan Jika Mereka tidak dapat dipercayai dan Ossan yang terlihat Angkuh itu dia hanya melihat kami dari sana. Hah, aku lebih memilih mempercayai Firasatku'
"Jadi jawabanku adalah Aku menolak. Aku tidak dapat mempercayai kalian sedikit pun. Karna aku merasakan Aura yang sedikit aneh diantara kalian."
""Eh?""
'Yah, tentu saja mereka terkejut'
"Pembicaraan ini berakhir. Silakan kembali ke kelompok kalian."
Amakusa kaget, dan Akira sudah tidak dapat pikirkan apa - apa.
"Ke - kenapa kau menolak?"
"Sudah kukatakan tadi, Kalian tidak dapat kupercay -"
Tidak sempat memberikan jawaban, Kirito merasakan aura yang aneh. Dan Kirito melihat ke arah sumbernya. Dan kaget melihat Sumber itu. Bahkan Amakusa sama seperti Kirito
"Gawat!! Kirito lari sekarang!!" Ucap Amakusa
'Aura ini..'
Kirito tidak memperdulikannya dan hanya memandang Akira.
Lalu Akira kembali Menghilang
'Cepat!!' Kaget Kirito
"Akira hentikan!!" Teriak Amakusa
Tiba - tiba di belakang kirito Terlihat Belati hita melesat ke arahnya dengan kecepatan luar biasa. Seperti biasa Kirito mampu menghancurkan Belati itu.
Tapi Kirito sedikit terdorong dari Situ, dan Serangan datang lagi
Kirito yang tidak mau mendapatkan luka hanya bisa membalas serangan itu. Tubuh Akira mulai terlihat dengan kedua belati di tangannya.
Kirito karna tidak berniat melukainya, dia akan menggunakan satu pedang saja.
Pedang kirito bertembung dengan Belati Akira dan menyebabkan Bunga api, dan gelombang Angin diantara mereka.
Amakusa hanya terdiam melihatnya. Ini pertama kalinya dia melihat yang seperti ini.
'Ugh.., ini sedikit sakit'
Karna tidak ingin Memberikan Kirito sedikitpun kesempatan, Akira terus - menerus menyerang Kirito
'Dia sama sekali tidak memberikanku istirahat!!'
Belati kanan Akira menargetkan Mata kirito dan Kirito hanya Mengelak serangan itu, dan menyebabkan rambutnya sedikit terpotong.
'Ada apa sebenarnya dengan dirinya, Kekuatannya meningkat dratis. Apa mungkin dia memiliki Skill yang meningkatkan statusnya?'
Karna belati kanannya dapat dihindari, dia menukar serangan dari Kanan ke Belati Kiri dan menyerang dari Bawah ke atas. Kirito berpikir keadaan itu sangat gawat. Dan menggunakan pijakannya untuk membuat dirinya terdorong jauh, demi Mengindari serangan mematikan itu. Sepatu Kirito mengeluarkan Light Effect. Dan menguatkan pijakannya, dan melepaskannya hingga Kirito terlihat bersalto. Dan membuat Akira lengah.
Karna Akira lengah. Kirito pada saat yang bersamaan juga Kirito menggunakan kakinya yang masih memiliki Light Effect menendang dagu Akira. Dan Akira terlempar ke atas. Karna penjagaan Akira terbuka, Kirito menggunakan Sword Skill lagi untuk menyelesaikan pertarungan ini. Namun, disaat ingin melakukan itu. Belati Akira tiba - tiba terlihat ratusan yang dilempar dari atas.
Karna sedang dalam terdesak Kirito langsung mengambil pedang Dark Repulser. Dan membuat Amakusa kembali tersadar sekaligus terkejut melihat Kirito memiliki kemampuan untuk memegang dua pedang secara bersamaan.
Belati itu turun dari atas layaknya hujan. Dan Kirito mengeluarkan Light Effect atau sword Skill di kedua pedangnya. Dan Mengayunkan kedua pedangnya ke arah langit sambil memutar penuh tubuhnya. Dan menyebabkan Gelombang angin yang besar. Gelombang angin itu bertabrakan dengan Ratusan belati dan Belati itu hanya pecah. Akira terkejut lagi melihat kejadian itu.
Kirito tidak mau buang masa lagi, Kirito langsung melompat ke Arah Akira dengan kedua pedangnya. Pedang Dark Repulser Kirito Mengeluarkan Light Effect dan Segera mengayunkan sekuat tenaga ke arah tubuh Akira, dan mengakibatkannya terlempar jauh dari atas langit ke tanah. Tubuh Akira terus melurus ke arah tanah. Dan menyebabkan sedikit ledakan debu saat Tubuh Akira Jatuh dari langit.
Di tubuh Akira dapat dilihat dengan Jelas kalau di dadanya itu, ada luka dengan sejumlah darah yang bertetesan. Karna Kirito pikir mungkin akan berbahaya jika dilanjutkan lagi. Kirito berniat untuk langsung saja mengakhiri semua ini. Pedang Kirito Elucidator kirito bercahaya merah, dan tiba - tiba saja pedang kirito menjadi memanjang dalam sekejap. Kirito terus mengarahkan Pedang memanjang itu setidaknya pedang nya memanjang terus menuju ke jantung Akira dengan kecepatan tinggi.
(Author : Liat di SAO Alicization episode 22. Ada adegan dimana Kirito membuat Pedangnya memanjang. Dan jika kalian liat itu, seperti itulah Teknik yang kirito gunakan)
Akirapun dengan sigap berniat untuk menahannya dengan kedua belatinya. Akira Membuat silang X dengan belatinya untuk menahan serangan itu. Dan Pedang Elucidator kirito yang memanjang bertabrakan Dengan kedua belati akira. Karna Setiap Sword Skill yang Kirito keluarkan itu dapat memantulkan kembali semua serangan kecuali serangan bertipe Sihir, maka kedua belati Akira juga terpantul dan menyebabkan Dirinya terdorong ke belakang, tapi karna tiba - tiba Terdorong ke belakang. Serangan Kirito meleset dan hanya mengenai Menembusi lengan Kanan Akira sampai ke tanah. Dan membuat Akira tidak bergerak dari situ karna jika Akira memaksa untuk melepaskan Dirinya, maka tangan kanannya menghilang.
Kirito pun turun dari Langit dan untuk tidak membiarkan Akira berlarian sana sini dan menyerangnya lagi. Kirito membiarkan pedang Elucidator terus memanjang.
Kirito mendekati Akira dengan kedua pedangnya. Dan Pedang Dark Repulser Mengeluarkan Cahaya Light Efeect lagi. Kirito sudah berniat untuk mengakhiri semua ini tapi disaat kirito berniat untuk mengakhiri semua ini. Terlihat Katana Untuk menebas Kirito. Sontak Kirito mengarahkan pedang Dark Repulser ke arah Katana itu untuk menangkisnya. Dikaranekan yang digunakan Kirito itu Sword Skill. Si pengguna Katana Itu terdorong jauh dengan Retakan di katananya.
Kirito sedikit kagum dengan orang tersebut karna masih memiliki tenaga untuk berdiri.
Dan Terlihat Seorang gadis yang cantik yang berusaha untuk Memperbaiki posisinya. Dia menggunakan Katananya untuk membuat tubuhnya tidak jatuh. Tubuhnya juga bergemetaran karna menahan Serangan Kirito. Gadis itu Ishikawa Erita yang merupakan Teman akrab Airi Kaori
Lalu Amakusa berlari ke samping Ishikawa.
"Ke - kenapa.." tanya Amakusa
"Kenapa katamu?!!, apa kau pikir aku bakal duduk diam melihat teman sekelasku Mati!!, bukankah kita berjanji untuk tidak Membuat Teman sekelas kita hilang lagi dan mati!!"
Amakusa terdiam. Apa yang dikatakan Oleh Ishikawa itu benar. Pahlawan itu untuk pertama kalinya dia merasa takut untuk bergerak. Karna pertarungan Kirito itu terlalu berlebihan untuknya. Dia tidak akan dapat mengalahkan Kirito maupun menyentuhnya sedikitpun. Walau dirinya adalah Pahlawan, dia masih memiliki Yang namanya rasa Takut.
Kirito tersenyum melihat Gadis itu.
'Gadis itu kuat, Dia memiliki Keteguhan hati yang kuat. Walau dia ketakutan, dia tetap menerjang masuk menyelamatkan teman sekelasnya'
Kirito mengembalikan pedang Eludatornya seperti semula. Dan Akira yang tadi sudah Pingsan akibat dari kehilangan banyak darah.
Ishikawa dan Amakusa yang masih ketakutan hanya sedikit bingung melihat Kirito yang tidak menunjukkan tanda - tanda perlawanan.
"Tidak perlu khawatir, aku tidak akan membunuhnya. Yang kulakukan hanya membuatnya pingsan secara paksa"
"Pi - pingsan?"
Tentu saja mereka berdua hanya bingung.
Dan untuk menjelaskan secara singkat Kirito mendekati tubuh Akira. Dan Mengambil sesuatu di tubuhnya dan memperlihatkan Kepada mereka. Di tangan Kirito ada sesuatu yang terlihat Ulat hitam. Ishikawa Merasa ingin muntah melihat itu, habisnya Ulat itu sangat menjijikkan.
"Ulat ini kemungkinan adalah penyebab kekuatannya meningkat dan Menjadi gila"
"Gila?"
"Tidak perlu kujelaskan lagi. Dia dikendalikan dari jauh, seseorang mungkin meletakkan Ulat ini di tubuhnya sebelum datang kesini"
"Be - begitu ya."
Mereka berdua pun menduduki rumput itu merasa lega. Karna mereka berdua duduk, prajurit yang menonton dari jauh maupun Raja beserta rekan Amakusa dan yang lainnya. Hanya terdiam menyaksikan pertarungan yang dilakukan Kirito. Karna pertama kalinya juga untuk mereka menyaksikan pertarungan seperti itu.
Divine Beast atau Argus Hanya tersenyum kecil, seolah dia tau akhir dari pertarungan ini.
Raja memasang Ekspresi wajah tidak percaya
'Ke - kekuatan apa itu!!. Dia bisa memanjang kan pedangnya, bisa memakai kedua pedang sekaligus, Mengeluarkan cahaya yang mirip pedang sihir, dan gelombang yang kuat. Si - siapa sebenarnya orang ini?!!' Pikir Raja Ais'z
Lalu Teman - teman Amakusa mendekati mereka semua, Yang mendekatinya hanyalah Airi Kaori untuk menyembuhkan Rekan - rekannya. Hanya dia Dan Ishikawa bisa bergerak bahkan setelah menyaksikan pertarungan epik itu. Sedangkan Ichinose Keiko merasa sangat takut melihat itu, dan berpikir dia perlu nyawanya selamat dan tidak peduli yang lainnya. Emang Gadis sialan.
"Ka - kaori.."
"Jangan terlalu banyak bergerak. Aku akan menyembuhkanku"
"Tidak Kaori, daripada aku. Sembuhkan Dulu Akira."
"Ehm, baiklah"
Di saat Airi ingin mendekati Akira, Kirito tiba - tiba memegang pergelangan tangan Airi. Karna Kirito melakukan itu, Amakusa menjadi waspada begitu juga Ishikawa, meski Ishikawa sudah tidak mampu bergerak tapi dia masih tetap memegang Kuat Gagang katananya.
"Tidak perlu khawatir, aku tidak akan menyakitinya. Aku hanya sedikit merasa sedikit Aura yang akrab pada dirinya"
"A - apa?" Tanya Air sambil meronta sekuat tenaga untuk melepaskan tangannya.
Kirito merasa sedikit sedih karna dianggap seperti dia yang penjahat disini. Jadi Kirito pun melepaskannya.
"Tidak, akan kutanya nanti. Kau bisa pergi"
"Ba - baik"
Kemudia Airipun berada menggunakan Sihir penyembuhnya untuk menyembuhkan Akira. Amakusa Mendekati Kirito.
"Ma - maafkan saya karna tidak sopan kepada anda"
'Dia langsung berubah dratis. Ini mengejutkanku'
"Tidak, malahan aku yang seharusnya berkata seperti itu. Karna baru saja kau berniat untuk membunuh Rekanmu dan Gadis yang disana.."
"I - iya, ada apa?"
"Kau kuat, bahkan dalam keadaan seperti itu, kau masih bisa bergerak menyelamatkan Teman sekelasmu sendiri. Kau juga sangat heroik tadi"
"Te - terima kasih.." Dengan wajah yang merah
Amakusa mengepalkan kedua tangannya. Padahal dirinya adalah Pahlawan, tapi dia sama sekali tidak bergeming dan ketakutan. Argus hanya melihat sedih ke arah Amakusa
'Maafkan Aku Mirata, tapi aku akan mengatakannya dengan jelas. Kau sama sekali tidak cocok menjadi seorang pahlawan' Ucap Argus dalam hati.
Setelah Airi menyembuhkan Akira. Airi merasa sangat lelah. Ishikawapun mendekatinya.
"Apa kau baik - baik saja Kaori?"
"Emn, Aku baik - baik saja. Hanya kekuarangan Mana saja"
"Kalo begitu, Istirahatlah"
"Tidak, kita masih harus mengurusi Naga itu"
"""Ahh.""" Ucap Amakusa, Ishikawa dan Kirito. Karna terlalu terbawa dengan Pertarungan tadi. Mereka sampai melupakan tujuan mereka kesini.
Jadi Kirito pun langsung saja memulai topik pembicaraan.
"*Ehem*, Aku langsung saja ke intinya. Ada apa kalian semua kesini?"
"Ka - kami semua kesini tidak lain hanya perintah, karna Raja itu menyuruh kami kesini untuk bernegosiasi denganmu" jawab Ishikawa. Airi spontan kaget melihat Rekannya dan melihatnya dengan pandangan aneh. Ishikawa pun menyadari tatapan Aneh Airi.
"A - apa Kaori, apa ada yang aneh diwajahku"
"Ti - Tidak. Melihat Erita - Chan, berbicara dengan lelaki, bagaimana ingin mengatakannya... Ini mengejutkanku" ucap Airi
"Bu - bukan. Di - dia kan bertanya maka kita seharusnya menjawabnya!" Jawabnya terburu - buru.
"Iya - iya" jawab Airi seolah tidak mendengar yang tadi dan tersenyum melihat temannya seperti ini.
Kirito tidak memperdulikan pembicaraan Airi Dan Ishikawa
"Satte to. Kalian kesini untuk bernegosiasi denganku bukan?, setelah itu apa yang kalian lakukan"
"Kami tidak tau. Raja itu yang mengirim semua pasukan itu kesini" jawab Amakusa sembari melihat Ke arah dimana Raja berada.
Melihat Dirinya dipandang. Raja beserta Para prajurit tersadar kembali.
"Ya - yang mulia. Apa yang kita lakukan?"
"Aku akan kesana sendiri. Jika membawa seseorang mengikutiku. Dia pasti berpikir aku akan menyerangnya."
Raja pun mendekati Kirito dengan menaiki Kudanya
Setelah Sampai di hadapan Kirito.
"Kalian semua kerja bagus. Biar aku yang urus. Pergilah kembali bergabung dengan pasu -"
"Tunggu. Aku masih ingin membicarakan sesuatu dengan Mereka berempat"
Karna tidak ingin membuat Kirito marah. Dia terpaksa menuruti keinginan Kirito
"Baiklah"
"Jadi langsung saja ke intinya. Tujuan mu kesini apa?"
"Kam -"
Tidak sempat menjawab. Kirito melihat sesuatu yang sangat mengerikan seekor Semut yang berjalan layaknya manusia. Bukan itu yang masalahnya tapi aura yang dikeluarkan Oleh semut. Terlihat Aura kehitam - hitaman terpancar dari semut itu.
Diantara para prajurit ada yang Pingsan dengan busa di mulutnya akibat tidak menahan aura itu.
Sontak Amakusa, Airi, Ishikawa, Raja, Divine Beast dan Kirito. Tubuh mereka tanpa sadar mengeluarkan Keringat dingin. Argus segera ke samping Amakusa tentu tidak lupa juga, dia menunjukkan wujud aslinya. Seekor naga dengan ukuran 15 meter.
""Kalian Semua Mundur"" ucap Kirito dan Argus bersamaan
"Ar - argus, sebenarnya apa itu?" Tanya Amakusa
"Aku tidak tau apa itu, tapi yang pastinya makhluk itu berbahaya. Aku tidak mau mengakuinya tapi kekuatan semut itu setara dengan Divine Beast atau lebih kuat lagi"
"""Ap -""" karna tidak terlalu percaya Mereka hanya dapat mengucapkan kata - kata itu.
Raja Hanya terus melihat semut itu dengan tajam bukan karna kagum melainkan Takut. Bahkan bola Matanya mau keluar karna melihatnya dengan sangat serius. Mulutnya ternganga.
Semut itu menatap mata Raja itu dan semut itu tiba - tiba menghilang. Sontak mereka semua kirito maupun Divine Beast kaget. Kaget mereka berdua bukan main.
Jika dalam pandangan Orang lain. Sekilas Semut itu hanya menghilang. Tapi Bagi Kirito dan Argus. Mereka dapat melihatnya. Kirito langsung menyiapkan Kedua pedangnya. Begitu juga Dengan Argus yang bersiap mengeluarkan semburan dari mulutnya. Tapi disaat mereka ingin melakukan itu. Di pipi mereka semua tiba - tiba terdapat noda darah. Airi, Amakusa, Ishikawa, Kirito, Argus (Ditubuhnya). Di saat mereka melihat sumber asal darah itu. Mereka semua langsung memasang Ekspresi tidak percaya. Karna Raja yang merupakan Raja Dari kerajaan Ais'z yang tubuhnya masih utuh, kini hanya tubuh tanpa kepala dan darah berkeluaran.
Yang paling ketakutan disitu adalah Airi, Ishikawa dan Amakusa karna mereka pertama kalinya melihat kematian dekat di mata mereka. Ditambah lagi dengan aura yang kuat dan mengintimidasi, mereka semua tidak mampu bergerak seinci meter pun. Dan Seekor semut tadi ada di samping kanan Raja, dengan satu kepala manusia di tangannya dan memakannya.
"Huahhhhh!!"
Amakusa langsung berlari dengan teriakan yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Airi Dan Ishikawa juga sama, tapi Kirito menghentikannya dengan memegang pundak mereka berdua.
"Jangan bergerak.." ucap Kirito dengan perlahan
Karna Aura yang kuat, mereka berdua tidak dapat menjawab. Yang pastinya mereka harus tetap diam.
Saat Amakusa berlarian terbirit - birit, Para Prajurit dan Mantan Rekan Sueg, juga kembali tersadar kembali. Dan kuda mereka juga ketakutan.
Kirito mengigit Bibirnya dan menyiapkan kedua pedangnya tidak mungkin Kirito yang baik hati membiarkan Semut itu membunuh mereka semua, apalagi di depan matanya sendiri. Kirito menyangka, Jika seseorang yang tidak bersalah akan dibunuh, dan orang itu pantas diselamatkan.
"Oi!!, Divine Beast, kita akan melawannya!!" Ucap Kirito dengan tegas
Divine Beast juga kembali tersadar, dan Membuka mulutnya dengan semburan. Dia tidak peduli dengan kehidupan Para Prajurit, tapi yang dia pedulikan hanyalah nyawa Amakusa Mirata. Jika Amakusa mati maka dia juga akan mati. Ini disebabkan dari Kontrak yang dibuat oleh Raja Ais'z, tapi sekarang dia sudah mati. Dan pasti kerajaannya akan mendapatkan masalah.
"Aku akan menembakinya dari sini. Buat dia lengah!!"
"Aku tau!!"
Kirito melesat ke arah Semut yang berniat membunuh Amakusa. Kedua Pedang Kirito mengeluarkan Light Effect, dan Di saat pedangnya ingin mengenai tubuhnya. Hanya dalam sedetik, Kuku Semut itu berubah menjadi tajam mirip seperti belati, Dan menghalangi serangan Kirito. Biasanya lawan Kirito akan terpental setelah terkena Sword Skill, tapi ini malah Kirito yang terpental, dan sangat jauh. Karna perbedaan kekuatan yang sangat jauh Kirito terpental sangat jauh hingga menembusi Beberapa Pohon disitu.
Serangan yang kuat itu sampai membuat Kirito mengerluarkan Setengguk Target dan tidak dapat bergerak sementara.
Sekarang Semut itu berubah target dari Amakusa ke Kirito.
Semut itu pun melesat ke arah Kirito dengan kecepatan yang tidak dapat dibayangkan. Tapi tepat di saat Semut itu ingin membunuh Kirito, Semburan Api datang dari arah kanannya. Dan kembali lagi menghilang
'Ke - kecepatan apa itu!!, dia bisa dapat mengontrol kecepatannya sesuka hati!!, setahuku yang dapat melakukan itu hanyalah Salah satu Divine beast!!, tapi kenapa dia juga bisa melakukannya!!'
Karna terlalu kaget dengan Kekuatan Semut itu. Argus tidak menyadari jika semut itu berada Di samping kanannya dengan kuku yang mirip belati. Semut itu pun melukai tubuh Divine Beast dengan kecepatan Luar biasa dan tubuh Divine Beast mengeluarkan banyak darah dari bagian tubuhnya yang dipotong. Baik itu sayap, Kaki, lengan. Semuanya sudah dipotong dan Argus terbaring ke tanah akibat kehilangan banyak darah.
'Se - semut ini kuat!!. Bahaya!!, aku tidak bisa bergerak lagi!!'
Semut itu kembali lagi melancarkan serangannya, dan Kirito yang tidak membiarkan itu, langsung melesat ke arah semut itu.
Kirito memegang Kuat gagang kedua pedangnya, dan berniat untuk membunuh Semut itu. Kirito menggabungkan kedua pedangnya dan Berkata...
"Starbust Stream!!!"
...************************...
Halo semuanya para Reader, Maaf ya jika pertarungannya tidak epik. Karna lagi bingung mau buat kayak gimana. Jadi Thor buat kayak seperti ini aja.
Dan SEPERTI BIASA, MOHON MAAF JIKA KATA - KATANYA TIDAK MENARIK.
KALIAN BISA MEMBERKAN SARAN DAN KRITIK DI KOLOM KOMENTAR
TOLONG DI LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 5 BINTANG DAN SHARE
See You In The Next Chapter 👋👋