
...[Elemen Baru didapatkan!!]...
...[Elemen Petir, Angin, Tanah, Air, Dan Api didapatkan]...
...[Kelima Elemen akan Berevolusi Ke Stage 2]...
...[Memulai Proses Evolusi]...
...[Petir > Halilintar, Angin > Topan, Tanah > Gempa, Api > Blaze, Air > Es]...
...[Proses selesai!!]...
...[Mendapatkan Title 'God Of All The Element]...
...[Kepercayaan Dewa Api, Dewi Air, Dewa Tanah, Dewi Angin, Dewa Petir, Dewa Elemen kepadamu meningkat]...
...[Kepercayaan Dewi Air kepada Mu meningkat ke tahap 'Cinta!!']...
...[Mendapatkan Berkah Kelima Dewa dewi tersebut]...
...[Mendapatkan Berkah Peringkat SS dari Dewi Air!!]...
...[Berkah bernama All Healing]...
...[Memasukkan ke daftar Skill]...
...[Proses selesai. Kesemua Berkah sudah selesai dimasukkan ke daftar Skill!!]...
Setelah Panjang lebar Terdengar suara System di Otak Sieg. Tubuh Sieg yang sekarang diselimuti oleh Api yang menyala, mulai Memudar. Namun, meskipun begitu, Sieg yang sekarang dalam keadaan Emosi Amarah yang kuat tidak dapat mengontol dirinya lagi.
Lalu Mengepalkan Pukulannya, dan Memecut ke Para Bayangan Sung.
"Tumbukan Tinju berapi!!"
Tangan Sieg mengeluarkan suhu panas yang sangat tinggi. Dan keluarlah sejumlah api yang membentuk Tangan mengepal. Ukuran Pukulan itu dapat menghancurkan Istana dalam sekali serangan.
Iron pun menahannya dengan Tameng miliknya. Tapi menahannya merupakan kesalahan Fatal. Kenapa?, karna suhu panas yang dihasilkan oleh Sieg itu tidak dapat dibayangkan
Pukulan berapi Sieg mengenai Tameng Iron. Dan menyebabkan Ledakan yang super kuat.
Tubuh Iron menghilang seketika dan kembali lagi beregenerasi. Melihat Akan Iron akan pulih, Sieg pun menyiapkan Tinju berapinya lagi.
Kali ini dia sendiri akan maju, Dia tidak akan menyerang dari Jarak Jauh.
Merasakan Sieg melancarkan serangan Igris beserta Tank juga berlarian menuju ke arah Sieg.
Igris memegangi pedangnya dengan erat. Dan melesat ke Sieg sampai - sampai debu bertebaran ke mana - mana.
Sedangkan Tank cuma mengaum tidak jelas sana sini yang sama seperti Sedang dalam keadaan Mengamuk.
Pedang Igris terlihat jelas dalam pandang Sieg. Tepat pedang itu Hampir bersentuhan dengan leher Sieg.
Tangan Sieg mengeluarkan Api yang menyala dan Memukul pedang itu sehingga pedang Igris terpental ke belakang.
Jelas ini merupakan kesempatan Emas. Dalam keadaan itu, Sieg mengeluarkan Bola api yang sangat besar lalu melepaskannya ke Igris.
KABOOMM!!
Ledakan beserta kawah tercipta. Suhu panas yang kuat dapat dirasakan.
Tubuh Igris sepenuhnya menghilang. Namun, Seperti yang diduga tubuh Igris kembali lagi memulih. Pada saat bersamaan juga, Sung Menyerang Sieg sambil memegangi kedua belatinya.
Sieg juga tidak tinggal diam.
"Cakera Api!!"
Di Kedua Tangan Sieg terdapat Kedua Bentuk yang lingkaran bulat. Tapi bukan Bulat yang biasa. Di Bagian - bagiannya terdapat bentuk yang kelihatannya sangat tajam. (Susah dijelasin)
Dan bisa dibilang itu adalah Senjata utama milik dalam wujudnya saat ini.
Belati Sung bertemu dengan Cakera Sieg. Dan pergerakan mereka berhenti sesaat. Sieg membuka Mulutnya dan sebuah semburan berapi yang mirip Naga keluar.
"Semburan Berapi!!"
Sung tidak dapat menghindarinya, Tapi tubuhnya tiba - tiba saja menghilang.
Dan Serangan Sieg meleset. Serangan itu terus melurus sampai ratusan meter hingga membakar apa yang ada di hadapannya.
Sieg semakin merasa Jengkel melihat serangannya dapat dihindari. Skill yang Sung gunakan tadi itu adalah Shadow Exchange. Skill yang membuat penggunanya berpindah tempat dengan bayangannya. Dengan kata lain Mirip teleportasi. Namun, memiliki kelemahan yaitu Cooldawn miliknya.
Dan Bagaimana dengan bayangan Sung tadi? Tentu saja hancur tak tersisa karna terkena telak semburan Sieg.
Sosok Sung Terlihat berada Di samping Tank. Sieg pun langsung melemparkan Kedua Cakera. Kecepatan Itu tidak dapat dibayangkan apalagi Kedua Cakera itu diselimuti api yang menyala - nyala.
Iron yang tamengnya pulih sepenuhnya menghalangi Cakera Tersebut. Tetapi, Cakera api membelah Dua Tubuh Iron, dan Tamengnya begitu saja
Tentu saja Sung Jin Woo terkejut. Bahkan Serangan itu sedikit lagi mengenai Tubuh Sung Jin Woo. Rambut Sung sedikit terpotong. Dan menjadi lebih waspada kepada Sieg. Serangan itu tidak main - main. Cakera api Sieg dapat memotong apapun yang menghalangi karna ketajaman Cakeranya.
Sieg yang dikendalikan oleh Amarahnya. Sudah berniat ingin membunuhnya. System juga berusaha keras Untuk membuat Sieg sadar kemballi.
[Sieg sadarkan dirimu!!, kalau begini terus. Kau bisa menjadi gila!!]
Sieg tidak mendengarkan System dan hanya menatap Sung Jin Woo beserta para bayangannya dengan Penuh amarah.
Lalu api yang seukuran bola Kasti tercipta di area Sieg. Kesemua bola Api itu berada Di depan Sieg layaknya sedang mengantri.
Sieg memukul bola Api itu satu persatu dan kejadian yang tidak dapat dibayangkan terjadi. Kesemua Bola Api itu melesat dengan kecepatan gila. Sung sampai tidak sempat menghindarinya dari kecepatan itu.
Kemudian terciptalah ledakan beruntun tanpa henti.
BOOM
BOOM
BOOM
BOOM
....
Begitu Ledakan itu mereda. Tanahnya menjadi berlubang besar seolah sudah ada yang menggalinya ratusan tahun.
Sosok Sung Jin Woo terlihat dan sedang Melesat ke arah Sieg.
Sieg menyiapkan Tinju yang diselimuti api dan melesat ke arah Sung.
Pukulan diantara mereka bertemu. Setiap Satu pukulan diantara mereka menyebabkan Tanah menjadi retak, Gelombang Angin, Gelombang Kejut juga tercipta.
Kecepatan mereka berdua saat ini sangat abnormal, Terlebih lagi tekanan yang diberikan oleh mereka berdua.
Ketika mereka beradu pukulan tanpa Henti. Kekuatan Sieg semakin lama semakin meningkat. Kecepatan, Kekuatan, dan Suhu apinya terus meningkat.
Panasnya juga membuat Sung banyak keringat menetes. Baju juga sudah menjadi basah sepenuhnya.
Tidak lama kemudian. Sung sudah terlihat tidak kuat lagi untuk melanjutkannya. Para bayangan yang melihatnya pun berniat untuk menolong tuan mereka.
Namun langsung dihancurkan oleh Sieg. Caranya? Sieg mengalirkan Apinya ke tanah dan membuat Ledakan tepat di bawah dimana Tempat bayangan Sung berdiri.
Sung yang tidak kuat lagi. Terkena telak di perutnya, dia tidak terdorong jauh dari situ malahan Dia terdorong ke tanah. Sieg menghantamkannya ke tanah dengan pukulannya. Meninjunya bertubi - tubi seperti samsak pribadi miliknya.
Amarah itu sudah tidak dapat dikendalikan oleh Sieg. Karna ketahanan tubuh oleh Sung, di Bekas pukulan Sieg sedikit memar.
Tentu saja dia Bertambah sangat kesal. Dia mengangkat tangannya ke Atas. Setelah melakukan itu, Sebuah Bola api yang tidak beraturan tercipta di tangan Sieg.
Sieg membesarkan bola api itu terus menerus. Dan berhenti tepat, mencapai ukuran Tubuh Sung. Bola api itu pun dihempaskan ke Sung.
BOOM
Satu ledakan yang kuat terdengar. Kurama maupun Kurumi. Dapat merasakan suhu panasnya begitu juga dengan kerajaan yang dekat dari mereka.
Beberapa Menit kemudian. Sosok Sung terlihat. Sosoknya sudah menjadi menyedihkan. Satu tangan kanannya hilang dan darahnya terus menetes.
Di Wajahnya yang tanpa emosi itu terpasang senyuman. Melihat Senyuman itu, Sieg menyangka bahwa itu sebuah ejekan kepada dirinya. Lalu Menyerang Sung dengan kedua pukulan berapi.
"Ledakan Berapi Maksimal!!"
Begitu Jari - jari Sieg menyentuh Di perut Sung. Sebuah ledakan yang dapat menghancurkan satu kerajaan Muncul.
Setelah melancarkan serangannya itu. Tubuh Sieg tiba - tiba saja merasa sangat lelah. Dan menunduk ke tanah. Tetapi, Dia masih lagi bersikeras untuk tetap Berdiri di tempat.
[Sieg sudah hentikan itu!! Kumohon!!]
Tidak mendengarkan Ucapan System. Sieg terus memandang Tempat Sung berada dengan tatapan yang penuh amarah. Namun, Tidak sebelumnya. Amarahnya sudah terlihat Mereda.
Dan matanya menjadi Terbelakkan. Ketika melihat Tubuh Sung yang terluka parah tapi kesadarannya masih ada. Dapat dilihat kalau Sung sudah tidak lama lagi akan sirna dari dunia ini.
Sieg dapat mengetahuinya karena Tubuhnya menunjukkan tanda - tanda memudar. Tubuh Sung itu seiring berjalannya waktu, Tubuhnya mengerluarkan Debu Hitam yang mirip saat sebuah sampah dibakar maka Sampah itu menjadj debu sepenuhnya.
Sung berjalan ke arab Sieg. Jelas membuat Sieg semakin waspada dan terkejut. Bahkan dalam kondisi tubuh begitu, dia masih dapat bergerak. Apa dia ini monster? Kalimat itu terlintas di benak Sieg.
Sieg pun berusaha Untuk menggunakan Serangan apinya lagi. Tapi sudah tidak berguna, karena Sieg pertama kalinya menggunakan Kuasa elemen. Dan menggunakan sampai melebihi batas. Efek samping nya muncul.
Tubuh Sieg bertukar - tukar menjadi normal dan Wujud Blazenya. Pertukaran wujud itu berubah - rubah terus sampai - sampai Tubuh Sieg sudah tidak mampu bergerak mirip seperti mainan yang sudah rusak. Dia menunduk ke tanah, dan dia mengalirkan Apinya ke tanah. Karna cuma itu saja yang bisa dilakukannya.
Tapi tiba - tiba saja jantungnya terasa sangat sesak. Dan Nafasnya mulai tidak beraturan.
Sieg tidak tau apa yang terjadi. Dia menatap ke wajah Sung dengan ekspresi yang tersiksa.
Keringatnya menetes sedikit demi sedikit.
Dan Sung sudah berada di hadapan Sieg sambil memegangi tangan kanannya agar darahnya tidak menetes.
Sung menurunkan tubuhnya dan Hal yang tidak diduga terjadi.
Kenapa? Itu dikarenakan Sung Jin Woo itu menyentuhi kepala Sieg dan Terlihat ingin memberikan sesuatu kepadanya.
[Ini...] System terlihat sedang memproses sesuatu.
Dan beberapa detik berlalu, Sung Jin Woo pun mengeluarkan Kalimat yang membuat Sieg tersadar kembali.
"Kau sudah berusaha sangat keras... Cuma kau satu - satunya yang dapat membunuhku... oleh karena itu, Kalahkan Orang yang memanggilku.. kalau tidak orang yang berharga bagimu akan dalam bahaya.. dan peringatan buatmu, jangan membuat dirimu jatuh ke dalam kegelapan dan tetaplah kuat..."
Kalimat itu membuat Sieg tersadar kembali. Wujud Blazenya sudah berubah menjadi ke wujud Normalnya Sieg. Wujud yang dimana Matanya sudah berubah menjadi Biru indah. Rambut putih yang sangat cocok dengan penampilan Sieg saat ini. Namun, pakaiannya sudah sedikit robek Lengan - lengan bajunya sudah hangus terbakar.
Begitu juga dengan Jaket yang dia pakai.
Wajah Sung Jin Woo memperlihatkan senyuman Puas kepada Sieg. Sieg yang melihat itu hanya dapat diam, dalam keadaan seperti ini apa harus membalasnya atau tetap seperti ini?
Dan Tubuh Sung yang menunjukkan tanda - tanda menghilang. Membuat Sieg menangkap Tangan Kirinya.
Dan terdengarlah Suara yang sangat puas.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan. Aku cuma akan terkirim kembali ke dunia yang seharusnya aku berada..."
Tangan yang Sieg sentuh sekarang menghilang menjadi retak lalu bertukar menjadi debu.
Sosok Sung Jin Woo menghilang tanpa jejak. Dan satu - satunya kalimat yang Sieg dengar adalah kata.
"Terima kasih..."
Awalnya Sieg tidak mengerti tentang dua kata itu. Berterima kasih kepada Musuhmu, Apa dia memiliki maksud tersembunyi. Jelas tidak ada, Dan satu jawaban dari maksud kalimat itu muncul di otaknya.
"Dia terlihat menantikan kematiannya..."
Setelah itu suara system pun terdengar kembali.
...[Menyelesaikan Quest. Kesemua hadiah Quest telah disimpan di Inventory]...
...[Kepercayaan para dewa dewi kepadamu Meningkat]...
...[Pertarungan yang kamu tunjukkan saat ini membuat Para Dewa Dewi Tertarik Kepadamu. Kepercayaan Para Dewi kepadamu berada di tahap !!]...
...[Mendapatkan Title Shadow Monarch!!]...
...[Skill Ruler's Hand didapatkan]...
...[Item Devil King's Dagger didapatkan]...
...[Item Devil King's Longsword didapatkan]...
Sieg mengehela Nafas dan merebahkan tubuhnya ke rumput walau tidak pantas disebut rumput lagi karna Sudah tidak ada lagi keindahan di tempat itu. Karna tempat - tempat itu sudah hancur sepenuhnya.
"Aku.... sangat lelah..."
[Kau sudah berjuang Sieg...]
"Ma - maafkan mengenai yang tadi. Emosi ku yang tadi tidak dapat kutahan lagi. Aku ingin melampiaskan kemarahanku jadi Ma - maaf.."
[Ti - tidak perlu dipikirkan] pertama kalinya Sieg mendengar kalimat System yang terkesan gugup.
Tapi dia tidak akan membasnya.
[Belum saatnya Sieg...]
"Apa ada hal yang harus kulakukan lagi...?"
[Iya. Pasti kau dapat menyelesaikannya.]
...[Quest]...
...Kembali Ke Kerajaan Felix dalam keadaanmu yang sekarang sebagai Bukti bahwa kau sudah berjuang keras!!...
...Hadiah : Semua manusia di kerajaan Felix mempercayai bahwa diri anda adalah seorang pahlawan beserta rekan - rekan!!...
...Hukuman : Tidak ada....
"Dapat bukti darimana Kalau mereka mengetahui kalau aku lah yang mengalahkan mereka?"
[Ini semua berkat negosiasi yang dilakukan oleh Kirito]
"Begitu ya. Ternyata tidak menyerahkannya kepada Kirito. Tapi.. aku... ingin...beristirahat sebe...."
Mata Sieg pun memejam dan tidak lagi sadarkan lagi. .
...******************...
...Alam Para Dewa Dewi...
Terlihat banyak Dewa Dewi yang kelihatan sedang berdiskusi sesuatu. Semuanya memasang Ekspresi wajah gembira.
"Hahahaha!!. Anak itu benar - benar menarik perhatianku!!, Dia masih dapat mengalahkan musuh yang berada di tingkat dewa walau dia masih manusia biasa!!" Ucap Seorang Pria dengan Tubuh yang berotot
"Be - benar juga dia sangat Luar biasa!!"
Ucap seorang Pria yang memakai Kacamata
"Ternyata tidak salah mengembalikan kekuatannya kembali kan. Dewi Pencipta - sama..." kesemua dewa pun memandangi ke arah dimana Dewi Pencipta berada.
Dewi Pencipta itu adalah Dewi yang Sieg temui. Benar, Dewi yang satu - satunya memberikan Sieg kekuatan System Untuk membuat diri Sieg kuat. Dan juga satu - satunya orang yang sangat mengenal Sieg.
Wujud Dewi Pencipta tidak dapat dilihat oleh kesemua dewa dan dewi disitu itu dikarenakan Dewi Pencipta hanya melihat dari kejauhan. Dia Berada di dalam tempat yang ditutupi oleh Tirai dan membuat wajahnya tidak dapat dilihat.
Itu dikarenakan kecantikannya. Jika seseorang yang melihatnya maka dia pasti bakal menyukainya dalam pandangan pertama tak terkecuali Para dewa. Kecantikannya juga masih di atas dewi kecantikan. Namun, tidak ada yang iri maupun benci kepadanya. Karna Sudah sepantasnya Dewi Pencipta itu memiliki Penampilan yang bagus.
Mengingat posisinya saat ini. Dia adalah yang berkuasa diantara para Dewa Dewi. Baik itu dalam hal sihir, fisik, Kepintaran dan kecantikan. Benar - benar seorang gadis idaman para cowok.
Dan suara merdunya yang melebihi Suara Dewi Suara mengatakan sesuatu.
"Benar juga. Aku tau Sieg akan membuat dunia Menjadi lebih bagus dari sebelumnya.. selama itu dirinya, dunia yang sudah ingin hancur, dia dapat memulihkannya..."
Kalimat itu membuat para Dewa dewi terkejut. Bukan karna apa. Tapi bagi mereka ini pertama kalinya Dewi Pencipta menyebut nama seorang manusia dengan lembut. Biasanya dia tidak akan menyebut nama orang tersebut dan hanya mengatakan kalimat
'Orang', 'Manusia' begitu juga dengan para dewa dewi. Dia tidak akan menyebutkan nama orang yang dia tidak anggap berharga baginya.
Dan seorang Dewi yang cantik. Dengan air yang mengelilinginya tiba - tiba mengatakan sesuatu yang mengejutkan.
"Walau Anak itu seseorang yang berharga bagimu.. tapi aku tidak akan membiarkannya jatuh kepadamu. Orang yang memilikinya adalah Aku.."
Tidak ada satu pun Para Dewa yang mengeluarkan sepatah kata pun.
Dan mulailah adu Bacotan Para Dewi untuk memiliki anak itu. Para Dewa merasa ngeri melihat kejadian itu.
"Anak itu hanya akan menjadi milikku. Kau tidak lihat betap kejamnya dunia kepadanya"
"Tidak Dewi Cahaya. Anak itu harus mengikutiku, Dia memiliki keterampilan yang bagus"
Dewi cahaya, Dewi Panah, dan banyak lagi macam - macam dewi mereka mulai membuat tempat yang tenang tadi menjadi ribut.
Dan Dewi Pencipta menghentikan mereka semua. Dan tentu saja mereka menurutinya.
"Jangan cuma memikirkan tentang Sieg. Pikirkan juga tentang rekan - rekannya. Walau mereka lebih lemah dari Sieg, tapi mereka memiliki kekuatan yang kuat. Musuh Sieg yang seterusnya akan membuat Sieg kerepotan, dan Sieg tidak dapat mengurusinya."
"Benar juga. Takutnya nanti Orang tersebut datang ke alam dewa dan menaklukkan kesemua Alam semesta..."
"Hmm, Tapi musuh Anak itu lebih dari satu bukan? Jadi kita sebagai bukankah harus turun tangan untuk membuat Musuhnya tidak menjadi lebih kuat? Karna ini berhubungan dengan hidup kita. Jika musuhnya menjadi kuat ke tahap dimana Dirinya bisa berpindah banyak dimensi maupun dunia. Ini akan membuat dunia Kehilangan keseimbangan"
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Selama Sieg memiliki kekuatan System disisinya. Dia bisa memanggil bantuan.."
"Oh iya aku teringat tentang itu, Bantuan yang kau maksudkan adalah Karakter buatan dan ami, aki, alu?"
"Anime.."
"Benar yang itu.!!"
"Benar juga aku sedikit penasaran tentang itu. Memangnya sekuat kah? Kekuatan Karakter a - Anime?, aku pikir yang lebih kuat itu adalah Karakter Buatan saja"
"Kalian kelihatannya meremehkan kekuatan para Karakter Anime. Bagaimana jika begini, Kalian gunakan kekuatan kalian untuk cari Informasi mengenai karakter yang bernama Saitama, Goku, Anos Voldigoad, Gilgamesh, Ains Ooal Gown, Rimuru dan yang terakhir Zeno."
Para Dewa Dewi itu melakukan hal yang sama ketika pertama kalinya Dewi Pencipta mencari Informasi tentang karakter Saitama. Dan Ngomong - ngomong yang berbicara tadi adalah Dewa Otaku Akut.
Dia satu - satunya Dewa yang sangat Menyukai Anime. Kekuatannya tentu saja dapat menggunakan kekuatan karakter animenya selama dia mengetahui asal kekuatan itu, kekuatan apa saja yang dia ketahui. Misalnya jika dia ingin memakai kekuatan Saitama yang merupakan Satu Pukulan itu, dia tidak bisa menggunakannya.
Kenapa? Itu karna asal kekuatan Saitama itu tidak diketahui dan Kok bisa menjadi sekuat itu? Asal kekuatannya pasti bukan berasal hanya dari latihan tubuh Biasa. Kalo memang Saitama mendapatkan Kekuatan seperti itu hanya dengan latihan Otot biasa. Maka seharusnya Manusia yang lainnya juga bisa menjadi sekuat itu. Kira - kira begitulah Kekuatan Dewa Otaku itu.
Setelah beberapa saat kemudian. Kesemua dewa Dewi itu memasang Raut wajah yang sama ketika pertama Kalinya Dewi Pencipta mengetahui hal tersebut.
"Pe - pedang Ea yang dapat membunuh Dewa!!"
"Satu pukulan bakalan ******!!"
"Dan seorang Chibi yang bisa menghancukan Alam semesta hanya dengan gerakan imut itu!!"
""""Apa - apaan itu?!!!""""
Kesemua dewa Dewi sangat terkejut. Dan yang mereka terkejut adalah Si Chibi itu. Anak itu satu - satunya dapat menghancurkan Alam semesta dengan mudah. Walau diatasnya alam semesta masih ada tempat yang tidak dpaat dijangkau oleh Dewa Dewi ini.
"Bagaimana? Kalian sangat terkejut kan?"
"Ini bukan hal yang pantas ditertawakan!!"
"Bagaimana jika anak itu memanggil Si Chibi bernama Zeno itu kesini?!!"
Dan Jika didengar hanya para Dewa yang kelihatan membenci Sieg jika seandainya memanggil Zeno - Sama. Sedangkan Para Dewi hanya terdiam menikmati Secangkir Teh. Karna sudah ke tahap yang pertama kalinya 'Cinta!!', maka Para Dewi itu percaya bahwa Anak itu tidak akan melakukan itu.
Tapi Dewi Pencipta kelihatan sangat marah jika Sieg diburuk - burukkan oleh mereka. Mereka semua yang menyadari itu langsung merasa tegang. Dan Dewi Pencipta pun berkata sesuatu...
"Sieg tidak akan melakukan hal sekeji itu.. Sieg adalah satu - satunya yang hatinya berbeda dari yang lain..."
Dewa pun tidak ada pilihan selain menghela nafas.
"Baiklah. Tapi jika anak itu ada sedikit niatan buruk aku akan membunuhnya. Tidak masalah bukan?" Kalo didengar kalimat itu sangat lancang kepada Dewi Pencipta, tapi itu tidak masalah bagi Dewi Pencipta karna memiliki kebaikan.
Dia cuma Akan marah di saat Sieg diburukkan oleh mereka. Maupun Dihina - hina. Mengenai Kalo membunuh tadi. Kalo benar - benar Sieg akan dibunuh olehnya, Dewi Pencipta pasti akan turun tangan. Seolah - olah itu adalah sumpahnya. Jadi dia tidak akan menjawab pertanyaan tadi.
"Hah, sudahlah. Karna anak itu masih dalam tahap pengembangan. Kita juga harus mendukungnya dan Rekannya. Jadi Kita sebagai Dewa dewi harus memilih diantara mereka semua untuk memberikan berkah kita kepada mereka"
Ucap Si Dewa Berotot.
""""Baiklah"""" jawab mereka semua secara serentak.
Dan mulailah Pemberikan Berkah mereka semua ke Sieg dan rekan - rekannya. Dewi Cinta, Kecantikan, Kebaikan, Manja, Penyembuh memberikan keberkahan mereka ke Ai.
Dewa Binatang, Penghancur, Kekuatan, Gila, Amarah memberikan berkah mereka Kepada Kurama.
Dewi Waktu, Kecepatan, Ruang, Pistol, kecantikan, takdir memberikan berkah mereka ke Kurumi.
Dewa Api, Elemen, Amarah, Sombong, Naga memberikan berkah mereka ke Three Thousand.
Dewa Kecepatan, Pedang, Ketenangan, Perang, Air, Angin, Petir memberikan berkah mereka ke Kirito.
Dewi Kebijaksanaan, Dewa Otaku Akut memberikan berkah mereka semua kepada System.
Dan Semua para Dewa Dewi Memberikan berkah mereka Kepada Sieg kecuali Dewi Pencipta. Karna Dewi Pencipta itu adalah Dewi Tertinggi jadi dia tidak boleh terlalu measuk campur.
"Fuh, semoga saja berkah ini berguna untuk mereka. Walau tidak berarti sih, dan Dewi Air!!! Kenapa kau malah memberikan setengah kekuatan mu kepada Anak itu?!! Apa kau tidak takut jika anak itu menggunakan kekuatan mu untuk melakukan Kejahatan?!!"
"Alasannya mudah anak itu tidak akan melakukan hal sekeji itu seperti yang dikatakan oleh Dewi Pencipta. Dan kau sebaiknya segera tinggalkan Tempat ini karna Kayaknya bakalan gawat.."
"Apa yang kau maks -!!"
Mereka semua terkejut melihat Ke Arah Dewi Pencipta. Mungkin dia terlihat tenang tapi di dalamnya itu sangat marah. Dan Dewi Pencipta mengeluarkan tekanan yang menyebabkan mereka semua berkeringat dingin. Itu karna mereka semua memburukkan Sieg lagi..
""""Ka - kalau begitu kami pamit dulu ya hehehe...""""" ucap Dewa Dewi secara bersamaan lalu meninggalkan Dewi Pencipta dan Air berdua disitu.
Mulai hari ini mereka berjanji untuk tidak membuat Dewi Pencipta marah..
Setelah meninggalkan Mereka berdua disitu.
Dewi Air membuka Tirai Itu dan terlihatlah Wujud Dewi Pencipta yang indah.
"Cuma... cuma kita berdua saja yang mengetahui fakta tentang Sieg..."
"Unm..."
Mereka kemudian melihat ke Arah Bola Kristal itu dan Terkejut melihatnya.
Kenapa? Itu dikarenakan ada Gadis yang sangat luar biasa cantiknya bernama Kurumi. Sedang mendekati Sieg...
Jelas ini membuat Dewi Air dan Dewi Pencipta kesal, iri melihat kejadian itu karna Tidak dapat berada di sisi Sieg.
Kristal itu pun pecah seketika ketika mereka berdua mengeluarkan tekanan mereka.
"Tak kusangka Kita sudah terlambat.. tapi cepat atau lambat Sieg pasti akan tiba di tempat ini..."
"Benar. Dan Air..."
"Tak perlu memanggilku Air, jika berdua panggil saja nama asli"
"Baiklah. Jadi Elise, anak yang kau pungut waktu itu bagaimana?"
"Aku sudah mengirimkannya kembali. Sayangnya Aku tidak bisa menurunkannya ke tempat yang ku inginkan Anak itu berada. Niatnya sih ingin membuat Anak itu bertemu dengan Sieg tapi dia malah ke Istana Es itu..."
"Istana Es yang maksudmu itu..."
"Benar Istana itu. Untung saja aku sudah memberikannya pesan sebelum kuturunkan."
"Pesan apa?"
"Pesan itu adalah 'akan ada suatu hari seorang anak Berumur denganmu datang menjemputmu. Ikutilah Anak itu karna Anak itu akan mengubah hidupmu...'"
"Kalo berumur dengan Sieg sakarang, berarti dia berumur 10 tahun?"
"Ya. Aku tidak tau kalo anak itu memiliki Bakat yang melebihi Dewa, memliki Pengendalian Es sepenuhnya. Memiliki paras wajah yang sangat bagus. Hanya saja Kepribadiannya... hah..."
"Dia sangat tidak mempercayai Cowok. Dan Sangat dingin. Bukannya itu akan menjadi masalah. Karna anak yang dimaksudkan Itu adalah Cowok atau Sieg.."
"Benar itu yang kumaksudkan. Tapi selama Itu Sieg dia pasti dapat membuat Gadis itu takluk pada Akhirnya. Kau juga percaya dengannya kan?"
Dewi Pencipta Mengalihkan wajahnya dan menjawab dengan lembut...
"Iya, tentu saja.."
"Hum?, ada apa kau kelihatan Murung?"
"Tidak. Hanya saja..."
Dewi Pencipta langsung berlari ke pelukan Dewi Air.
"Aku... merindukannya.. aku ingin berbicara dengannya lagi..." Ucapnya dengan perlahan
Dewi Airpun membalas pelukannya dan Mengelus - ngelus Kepalanya.
"Kau tidak perlu Sampai begini.. Nanti tugas - tugasmu bagaimana?, Tunggu saja, Sieg pasti akan sampai kesini..."
"Unm..."
Setelah itu wujud mereka pun menghilang seakan - akan tidak terjadi apa - apa....
...********************...
Oke akhirnya selesai ni Chapter.. dan berikan saran nama yang bagus untuk diberikan kepada Dewi Pencipta karna Thor tidak pintar memilih Nama...
Maaf saja jika pertarungannya tidak Epik ato gimana. Dan akhirnya Sieg memasuki Chapter yang sangat gila dimana mendapatkan Rinnegan Sasuke, memanggil Karakter anime Baru, dan Karakter buatannya.
Serta akan diusahakan dibuat pertarungannya seepik yang Thor bisa. Memasuki Bab baru mungkin...
Mau lanjut cepat? Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang, Dan Share. Kalo mau😏😏
Bisa diberikan saran dan kritiknya di Kolom Komentar
See You In The Next Chapter 👋👋👋