
...•Sieg Pov Start•...
"Jadi Kirito sedang Kencan dengan Putri ini. Walau dia sendiri tidak sadar."
Aku sudah menyadarinya. Tanpa sengaja aku melihatnya dengan Skill Map untuk berjaga - jaga. Karna masih ada kemungkinan ada Musuh yang menyerang di saat kami tidak waspada.
Saat ini juga aku mencari Ai dengan cara Melompati atap rumah ke atap rumah yang lain layaknya Assassin.
Aku melakukan ini karna Akan menarik perhatian. Kami berempat Sudah menjadi sangat terkenal di kerajaan ini. Tentu wajah Kami pun dikenali oleh warga Kerajaan ini.
"Mungkin aku akan mencarinya dengan Map. Search 'Ai'."
Sebuah Gelombang keluar dari tubuhku. Setelah beberapa detik kemudian, Posisi Ai sudah kuketahui.
Dia sekarang sedang memakan Makanan yang mirip Es Krim? Bersama Kurumi. Mereka berdua terlihat sangat senang. Berkat itu juga aku terlihat sangat bahagia dapat melihat mereka berdua Akrab satu sama lain.
Tapi...
"Wajah Ai sedikit Tidak senang. Dia juga terlihat sedang berharap sesuatu? Mungkin..."
Apa Ini berkaitan dengan Kalimat Kirito bahwa aku jarang bersama Ai.
Kalau apa yang dikatakan oleh Kirito itu benar, maka aku yang sudah salah. Aku sudah membuatnya khawatir terus malah aku Selalu mengucapkan Kata "maaf' setiap kali ketemu sama Ai.
Tetapi ini juga akan masalah. Jika Aku tiba disana Ai pasti bahagia walau aku sedikit tidak yakin. Tapi Bagaimana dengan Kurumi?..
Sejak kejadian itu rasa takutku kepada Kurumi sudah Hilang. Aku tidak tau kapan itu sudah hilang. Yang pastinya aku sangat bersyukur rasa takutku kepada Kurumi menghilang.
Tidak. Bukan saatnya untuk itu. Aku harus melakukan sesuatu kepada Kurumi...
Tidak mungkin aku membiarkannya sendiri disitu. Aku bisa saja membawanya untuk mengikuti kami namun, dia pasti berpikiran bahwa dirinya hanya akan menganggu kami berdua.
Dia pasti kesepian jika Aku meninggalkannya seorang diri. Aku Bersenang - senang dengan Ai sementara Kurumi?
"Haa. Ini merepotkan.."
[Ada saran ni. Mau?]
"Tentu. Mau."
[Bawa saja Kurumi ikut kalian... aku yakin Ai tidak keberatan. Ai sendiri juga tidak terlalu ingin memiliki Rasa Kasih sayangmu sendiri. Dia ingin membagikan kepada Kurumi karna Ai sadar bahwa Kurumi juga ingin memiliki dirimu. Kalau Ai melakukan itu, Kurumi pasti Akan ditaklukkan atau bisa dikatakan Game Clear]
"Kurumi.. dia menginginkanku? Apa yang sebenarnya kau katakan?"
[...]
"Kalau kau tidak bisa menjawab. Yah, akan kuikuti saranmu."
Aku pun berlari lewat atap Rumah orang lain untuk ke tempat Ai berada.
Akhirnya tiba juga. Tentu aku tidak turun begitu saja. Pertama - tama aku mengamati mereka berdua terlebih dahulu
Tidak enak bukan? Kalau tiba - tiba langsung masuk ke Permbicaraan mereka berdua?
Mereka berdua terlihat senang. Dan Terkadang juga Kurumi menghibur Ai yang terlihat sedikit sedih.
"Apa mungkin dia sedih karna aku tidak ada?"
[Pikirmu?]
Aku pikir ya. Tapi... tak kusangka Kurumi dapat menyadarinya. Sesuai yang diharapkan dari Kurumi. Dan dia ternyata dia sangat baik.
Kurumi dari dimensi lain itu kepribadiannya seperti ini ya?. Katanya juga berasal dari Dimensi lain, Mungkin saja Dia Kurumi yang berpribadian Baik disana.
Cuma akan menjadi Psikopat dalam Hal Pertarungan. Semoga pemikiranku benar.
Kalau benar apa yang kupikirkan, Aku sangat bersyukur. Dengan ini aku lebih dapat mengenali Karakter Kurumi.
"Aku turun atau tidak?"
[Turun saja. Kurumi juga kelihatan Tidak Tega melihat Ai seperti itu]
Benar juga. Kalau begitu....
Aku pun melompat Dari Atapku saat ini. Dan tidak lupa untuk menutupi Wajahku dengan Hoodie Jaketku. Walau terlihat sedikit.
Karna tiba - tiba aku melompat dari Atap yang ketinggian Beberapa Meter. Mereka pun terkejut kecuali Kurumi.
Apa mungkin dia sudab menyadariku dari tadi?
"Si - sieg.. apa itu kau?"
"Iya.." jawabku tenang.
"Cara datang Sieg - san membuat mereka semua terkejut. Apa Sieg - san berniat untuk membuat kami mati jantungan?"
"Mana mungkin aku melakukan itu."
Selain itu, Kalian tidak akan mati cuma karna itu.
"Kenapa Sieg disini" ucap Ai sambil menggembungkan Kedua pipinya.
Hmm? Apa dia sedang kesal atau marah. Dia sudah dewasa. Mungkin dia sudah terpengaruh oleh Kurumi.
Aku harus waspada.
"Tidak. Aku cuma ingin meluangkan waktu dengan kalian berdua"
Ai menunjukkan Ekspresi wajah yang senang sedangkan Kurumi sedikit terkejut.
Mungkin gara - gara kalimat 'kalian berdua'. Membuatnya sedikit terkejut.
"Oh iya. Kata Sieg, Kalau akan menerima satu permintaan Ai"
Dia mengingatnya.
"Iya."
"Permintaan Ai adalah ini. Ikuti kami berdua untuk bersenang - senang. Sieg pasti merasa lelah tapi Ai ingin menghabiskan Waktu dengan Sieg..." ucapnya dengan wajah yang sedikit memerah.
Jarang sekali dapat melihat Ai yang seperti ini. Benar - benar kawaii...
"Baikla -"
Kurumi langsung menyela
"Maaf Sieg - san, Ai - san tapi aku tidak akan mengikuti kalian.." ucap Kurumi
Sudah kuduga. Dia tidak akan mengikutinya. Betapa baiknya dirinya. Dan betapa imutnya dia jika seperti ini terus.
Sekarang akan kugunakan kata - kata yang diperintahkan Oleh System
"K -"
Ai langsung menyelaku
"Tidak. Kurumi harus ikut kami berdua. Ai tidak merasa enak jika Ai menikmatinya sementara Kurumi kesepian"
Good Job Ai. Dengan begitu, Aku tidak harus mengatakan kalimat yang lumayan memalukan.
"Apa yang dikatakan oleh Ai itu benar Kurumi. Kau bisa mengikuti kami. Aku juga ingin lebih mengenal dirimu"
Wajah Kurumi sedikit memerah.
"Kalau Sieg - san berkata seperti itu. Apa boleh buat, Baiklah Diriku akan mengikuti Sieg - san dan Ai - san"
"Cukup panggil Ai saja Cukup Kurumi - chan" ucapnya sambil tersenyum.
Yah, Kurumi juga tidak mampu menolaknya. Kekuatan Gadis cantik memang luar biasa.
"Baiklah.. A - ai - chan?"
"Unm ~"
Silau Sekali... apa - apaan dengan duo gadis cantik ini? Benar - benar menyilaukan.
"Yah, Kalau begitu. Kita pergi.." ucapku meninggalkan mereka berdua.
Tapi.. tiba - tiba saja Hoodieku dibuka oleh Ai dan Kurumi.
Kenapa mereka melakukan itu?
"Kenapa kalian melakukan itu?" Tanyaku
""Tidak ada"" ucap mereka berdua yang kelihatan sangat senang
Yah, biarlah mereka seperti ini. Mereka kelihatan sangat gembira.
Selama mereka berdua bahagia aku tidak masalah menunjukkan wajah ku.
Di sepanjang perjalanan. Banyak tatapan yang diarahkan kepada kami Bertiga.
Kebanyakan tetapan itu diarahkan kepadaku. Siapa saja?
Para Gadis dengan tatapan memangsa diriku karna terlalu tampan dan Keren. Para Cowok yang merasa Iri dengan ketampananku.
Oi oi, apa mereka lupa siapa yang mengalahkan musuh mereka?
******
Kami bertiga tiba di sebuah toko pakaian. Buat apa kita kesini? Aku memiliki banyak Stok pakaian Di Storageku.
Akan kuberitahu mereka. Tetapi mereka berdua menarik ku paksa masuk ke Toko tersebut.
Saat ini kami terlihat seperti dua Onee - san cantik membawa adik lelaki tampannya untuk berjalan - jalan atau merayakan Pesta hari ini.
"Kenapa kita kesini?" Tanya ku.
Kurumi yang mendengar itu langsung menjawab.
"Tentu. Membeli pakaian untuk kami berdua." Ucapnya dengan senyuman menggoda.
Entah kenapa aku merasa Senyuman itu memiliki Maksud tersembunyi. Jangan - jangan akan muncul kejadian Klise?
Kalau benar. Kejadian Klise seperti apa?
Wajah Ai dari tadi memerah. Dan Ketika kami tiba di daftar Pakaian.
"Pakaian dalem.."
Ini sangat bahaya. Untung saja aku sudah menjadi lebih tenang. Tapi tetap saja bakal gawat. Aku masih berumur 10 tahun saat ini dan sudah diperlihatkan hal beginian. Ini sangat tidak senonoh.
"Kalian ingin membeli pakaian dalam disini?"
"Be - benar" jawab Ai dengan wajah sangat memerah Tomat
"Benar Sieg - san. Jadi Sieg - san tolong pilihkan."
"..."
Mana mungkin aku bisa melakukan itu!! Aku tidak tau cara memilihnya. Mana yang bagus mana yang tidak. Apa Kurumi sudah mengetahui kelemahanku bahwa Aku lemah terhadap beginian.
System dimana kau? Tolong aku sekarang
[...]
Tidak berguna. System sudah tidak membalasku. Apa aku harus memilih pakaian dalam yang tertutup? Tapi...
Pemilik Toko ini memandangku dengan pandangan Aneh. Bukan aneh karna Memilih Pakaian dalam tetapi Karna aku terlalu tampan. Tatapan Memangsanya juga dapat kurasakan.
"Menyeramkan.. para Gadis sangat menyeramkan.." Gumam ku
"Si - sieg. To - tolong pilih..." ucap Ai sangat malu.
Haaa... akan kupilihkan yang tertutup. Raja Harem Itsuka Shido dalam hal seperti ini pasti memilih Yang sedikit tertutup.
"Aku pikir Ai lebih cocok dengan yang ini"
Ucapku sambil menunjuk pakaian dalam berwarna Putih. Ini sangat cocok dengan Ai yang rambutnya berwarna Putih dan matanya yang indah. Selain itu, Pakaian dalam ini terkesan Sangat normal.
"Sedangkan Kurumi yang ini"
Aku menunjuk ke pakaian dalam Berwarna Hitam dengan Warna kemerah - merahan muda yang sangat cocok dengan rambut hitamnya dan Kecantikannya. Serta terkesan normal juga.
Aku bukannya Mesum atau apa. Aku hanya memilih yang menurutku cocok untuk mereka berdua.
Setelah aku memilih kedua pakaian dalam itu. Mereka ingin mencoba memakainya untuk memastikan cocok atau tidak. Secara reflek aku menghentikannya.
"Tunggu dulu"
"Ara.. ada apa Sieg - san"
"Tidak bisakah kalian mencobanya di kamar kalian? Aku yakin seratus persen kalau Pakaian dalam ini sangat cocok dengan kalian walau tidak kalian coba disini."
"Ke - kenapa Sieg seyakin itu?"
"Benar Sieg - san"
"Karna kalian memiliki kecantikan yang tidak terhingga.."
Sontak wajah mereka berdua merah Padam.
Aku mengatakan ini bukan tanpa alasan. Alasannya adalah aku akhirnya teringat dengan kejadian Klise ini. Kurumi pasti akan memperlihatkan dirinya yang mengenakan Pakaian dalamnya begitu juga dengan Ai.
Aku harus menghindari itu. Dan aku juga sudah memikirkan kalimat kalau seandainya mereka bertanya alasannya apa?
Dan aku mengatakannya walau sedikit memalukan. Aku juga ingin sedikit melihatnya sih Kurumi dan Ai memakai pakaian dalam. Tetapi, aku tidak ingin seperti itu karna akan sama dengan Pria Mesum gila Bernama Hyouduo Issei dari Anima High School DXD.
Tapi....
"Kayaknya Kalimat tadi membuat mereka berdua terdiam terlalu lama..."
Mereka berdua terlalu diam akibat Kalimat tadi. Sebegitunyakah Kekuatan Kalimat ini?
******
Pakaian dalamnya sudah kami beli. Selanjutnya ke Toko Pakaian lagi?
Kenapa selalu ke Toko Pakaian terus? Ah, ini sedikit berbeda. Karna ini adalah Toko Pakaian khusus untuk cowok.
"Aku memiliki Banyak Pakaian jadi tidak usah" ucapku menolak.
"Tidak Sieg - san. Kita kesini bukan untuk membeli pakaian melainkan membeli Syal"
"Syal?"
"Benar Sieg. Tidak lama lagi Musim Dingin akan tiba. Jadi Ai dan Kurumi - chan ingin membeli Syal untuk Sieg."
Aku tidak terlalu memerlukannya Sih. Pasalnya di tubuhku ada Kuasa Elemental dan Essence Flame yang membuat tubuhku tetap hangat.
Yah, sudahlah.
"Baiklah."
Kami pun memasukinya lewat Pintu depan. Terdengarlah Bel ketika pintu terbuka yang menandakan Pelanggan datang.
Pemilik toko sendiri yang datang menyambut kami bertiga.
"Selamat datang Ke Toko kami. Merupakan Kehormatan bagi kami Seorang Pahlawan Datang Ke Toko Kami"
"Hentikan Itu" Ucapku
"Baiklah. Sieg - sama."
Kurumi dan Ai melihat ke sekeliling dan terlihat bahagia di saat pandangan mereka terhenti di salah satu Syal yang tergantung di Item yang terlihat meletak sebuah barang.
Mereka berdua pun langsung berlari ke arah Syal itu dan mengambilnya. Mereka mengelus - ngelus Syal itu ke pipi mereka yang mirip seperti seekor kucing.
Kenapa mereka melakukan itu? Padahal Syal itu adalah untukku.
"Apa itu yang kalian inginkan?"
"Tidak. Kami yang seharusnya bertanya, Sieg, Apa Sieg tidak apa - apa dengan Syal ini?"
"Aku tidak masalah. Malahan Aku sangat berterima kasih kepada kalian berdua"
Ucapku sambil tersenyum puas. Wajah mereka berdua kembali lagi memerah sekaligus Senyuman terpasang.
Akhirnya Syal itu dibeli oleh kami bertiga. Bukan aku yang bayar tapi Ai dan Kurumi. Entah darimana asal Koin yang mereka dapatkan. Mungkin saja mereka mendapatkannya juga.
Dan Begitu kami keluar. Mereka berdua menghentikanku..
""Sieg/Sieg - san.."" Ucap mereka berdua serempak.
Benar - benar cocok satu sama lain melihat Duo ini.
"Ada apa?"
""Apa Sieg/Sieg - san tidak masalah dengan Syal ini?""
"Tidak masalah. Jadi kalian ingin memberikanku?"
"Be - benar Sieg.." Ucap Ai
"Benar Sieg - san." Ucap Kurumi
"Kalau begitu. Terima Kasih Kalian berdua." Kali ini aku mengatakannya dengan puas sambil menerima Pemberian Syal mereka berdua.
Setelah menerima Pemberian Syal mereka berdua. Kami bertiga duduk di Kursi yang sudah disiapkan. Kami sedang Menunggu sesuatu. Ramai Para Warga kota ini juga terlihat menunggu sesuatu. Kirito dan Putri juga aku lihat. Mereka berdua sama - sama duduk di Kursi dan menunggu sesuatu.
Tidak berselang lama kemudian.
Keluarlah Kembang api yang merupakan petanda pengakhiran perayaan Pesta ini terdengar.
Sangat indah
Kata - kata yang terlintas di benakku saat melihat Kembang Api itu Berterbangan.
Aku juga tidak menyangka kalau bakal ada Kembang Api di dunia ini. Sangat mengagumkan.
Dan
Cup
Cup
Di kedua Pipiku aku merasakan sesuatu yang sangat lembut. Ketika aku menyadarinya, ternyata Kurumi dan Ai yang melakukannya. Mereka berdua barusan...
"Menciumku..."
"Anggap saja Rasa terima Kasih Sieg - san. Terima Kasih sudah membuat Diriku bertemu dengan dirimu Sieg - san"
"Ai juga sama. Ai sangat bahagia hari ini"
Aku tidak apa yang harus kujawab tapi... aku pikir jawaban yang tepat adalah..
"Iya. Aku juga"
Lalu Terdengarlah Tepukan Tangan dari berbagai Arah tepukan itu adalah Tanda mereka bahagia saat ini. Kesemua Warga terlihat bahagia dan Semua yang terjadi hari ini tak kan pernah mereka lupakan selamanya.
Begitu juga denganku. Rasa Bahagia memenuhi Di tubuhku. Aku ingin sekali waktu berhenti berjalan dan berharap kejadian seperti ini terjadi lagi.
"Satte.. Aku pasti menjadi Pahlawan di dunia ini."
Ucapku dengan Senyuman Tenangku diikuti Angin yang membuat Rambutku berterbangan. Dan Mata Sharinganku Aktif sendiri....
...•Sieg Pov End•...
...***************...
GAME CLEAR!!!
Udah selesai Chapter ini. Maaf saja jika kata - katanya tidak menarik. Thor sendiri bingung mau Buat Sieg bermesraan dengan Ai atau Kurumi.
Entahlah. Pokoknya, Terima Kasih yah karna Dilike, Komen, Vote, Rate dan Share😁😁
Di Chapter selanjutnya Akan Thor buat lebih bagus lagi.
Bisa diberikan Saran Dan Kritiknya di Kolom Komentar
Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang, Share biar Thor lebih Semangat dan Kalau Lancar akan diupdate hari - hari.
See You In The Next Chapter 👋👋👋