I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 61 : ELEMEN BARU (KEGELAPAN)?



...[Anda Menyelesaikan Lantai 51]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 52]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 53]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 54]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 55]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 56]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 57]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 58]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 59]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 60]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 61]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 62]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 63]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 64]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 65]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 66]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 67]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 68]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 69]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 70]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 71]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 72]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 73]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 74]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 75]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 76]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 77]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 78]...


...[Anda Menyelesaikan Lantai 79]...


...[Anda Memasuki Ke Lantai 80]...


"Haa.... haa..."


Untuk pertama kalinya Sieg merasa kelelahan untuk mencapai ke lantai 80 dan entah berapa Iblis yang terus menerus berdatangan menuju ke arah Sieg.


Puluhan Juta? Ratusan Juta? Entahlah. Sieg juga sudah tidak tau sudah berapa Jumlah Iblis yang dia bunuh karena terlalu fokus untuk menyelesaikan semua Lantai.


Sieg juga mulai merasa terdesak meskipun menggunakan semua Skill termasuk Rikudou Sennin Mode. Bahkan, Mana miliknya sudah terkuras banyak.


Selain itu, Para Iblis ini tidak memberikan Sieg waktu untuk istirahat dan Sieg sudah lupa waktu berapa hari dia di dalam Dunia batu ini.


Bahkan Eiko juga sudah memperingatkan Sieg untuk jangan berlebihan namun, Sieg hanya mengabaikan peringatan itu.


Dan menurut Sieg. Dia sudah berada di Tempat ini selama 1 Tahun karena saking banyaknya Iblis disini.


Sieg akhirnya mengerti dengan perasaan Sung Jin Woo yang berperang di dimensi lain selama bertahun - tahun dan betapa kesepiannya Sung Jin Woo di dimensi tersebut.


Dan mengorbankan dirinya demi kebaikan dunia dengan berperang melawan Monster - monster tapi tidak ada satupun yang mengingat jasanya.


"Jadi ini adalah perasaan yang dirasakan oleh Sung Jin Woo? Aku baru 1 Tahun di dunia ini sedangkan Sung Jin Woo bertahun - tahun.. Aku tidak dapat membayangkan seperti apa Perasaan Sung Jin Woo bertahan berperang melawan Monster - monster..."


Sieg mulai berpikir. Jika Sieg yang berada di posisi Sung Jin Woo, mungkin Sieg sudah gila karena kesepian dan sama sekali tidak ada manusia lain selain para Iblis ini.


[Sieg. Kau masih baik - baik saja kan?]


"Maaf. Aku sudah membuatmu khawatir. Aku masih baik - baik saja. Setidaknya untuk sekarang.." Ucap Sieg dengan perlahan.


Sieg menarik nafas dalam - dalam dan menoleh ke arah Jutaan Iblis yang mengelilingi. Bagi orang lain, dapat membunuh Iblis yang jumlahnya jutaan dalam setahun itu adalah pencapaian yang luar biasa.


Bahkan Sung Jin Woo saja butuh beberapa tahun membunuh 10 Juta monster.


Tapi, meski sudah membunuh begitu ramai Iblis. Sieg merasakan lelah di bagian mentalnya dan tanpa dia sadari, Rasa Rindunya dengan mereka semua di dunia nyata mulai muncul


Sedangkan, Di dunia Nyata baru berjalan beberapa menit.


Sieg juga sudah tidak lagi menggunakan Shadow Soldiers, Stormbreaker, dan Hulkbuster karena semua itu tidak lagi berguna. Bahkan petir Stormbreaker sudah tidak mampu untuk Membunuh Para Iblis sejak Memasuki ke lantai 60.


Dan Misil maupun Laser Hulkbuster juga sudah tidak berguna dan Shadow Soldiersnya tidak akan bertahan dalam semenit dan hancur begitu saja.


Shirou yang merupakan Shadow Soldiers terkuat milik Sieg pun tidak dapat bertahan dari 3 Serangan Iblis di tempat ini.


Setelah memikirkan semua itu, Sieg pun memasuki ke dalam Wujud Rikudou Senninnya dan membantai semua Iblis dengan cepat serta Menyerang dengan Gudoudama yang dia gunakan sebagai Pedang.


Setiap satu serangan yang Sieg hasilkan. Sieg berhasil membunuh Ribuan Iblis dengan mudah, tapi walaupun begitu. Para Iblis sangatlah banyak sehingga Sieg juga mendapatkan beberapa luka.


Iblis - iblis ini melompat ke arah Sieg dan Sieg hanya bisa menangkisnya dengan Shinra Tensei. Di atas langit juga terdapat 9 Bulan Chibaku Tensei yang Sieg ciptakan dari tadi.


Satu per satu Sieg menjatuhkan Bulan Tanah itu sampai - sampai Ratusan Ribuan Iblis mati namun, masih ada yang dapat bertahan.


Melihat itu. Sieg berpikir dengan kekuatannya yang saat ini tidaklah mencukup dan dia harus bertambah kuat lagi.


Sieg pun mulai menjadi gila dan harus berusaha menjadi kuat dengan cepat.


Sieg kini sudah terlihat seperti Iblis itu sendiri dan haus darah. Ketika matanya bertemu dengan Iblis yang masih hidup, mereka semua sangat ketakutan tapi, Sieg tidak akan membiarkan mereka merasa takut.


"Lagi!! Lagi!! Lagi!!!"


Sieg mulai berteriak tidak jelas, Entah apa itu penyakit mental atau Sieg memang sudah gila.


Eiko sendiri juga merasa ketakutan melihat Sieg yang membantai - bantai Iblis ini sambil tersenyum.


Sieg juga tidak sadar dengan perubahan dirinya ini dan Aura pembunuh yang kuat terpancar dari dirinya. Tidak lagi Dengan Aktifnya Rikudou Sennin Mode. Aura Pembunuh Sieg menjadi berganda - ganda.


Namun, itu tidak berlangsung lama. Saat Sieg sedang Membantai para Iblis ini. Aura Pembunuhnya langsung hilang seketika setelah mendapatkan Notifikasi System


...[Anda sudah membunuh Ramai Makhluk Hidup tanpa berkedip Mata. Bahkan Dewa sendiri tidak pernah melihat seorang Manusia yang membunuh sebanyak ini!!]...


...[Dengan ini anda mendapatkan Kekuatan baru Yaitu Wujud Elemen ]...


"Kegelapan? Elemen seperti apa itu? Aku baru mendengar Elemen yang seperti itu" gumam Sieg.


Sieg juga belum pernah mendengar itu dari Animasinya maupun Komiknya.


[Mungkin ini adalah kekuatan tersembunyi yang ada di batu ini. Jadi Kekuatan ini sudah mengakuimu. Dan menjadi milikmu]


"Hem hem.."


Sieg mendengarkan penjelasan Eiko sembari membunuh para Iblis ini. Melihat Sieg yang mengalihkan Perhatiannya, Para Iblis itu merasa terhina dan menyerbu Sieg dari berbagai Arah.


Namun, Sieg masih lagi mendengarkan Penjelasan Eiko dan tidak terlalu peduli dengan Iblis ini. Sieg sudah biasa dengan Pola Serangan Iblis ini dan Serangan Sihirpun Sieg serap dengan mata Rinnegannya.


"Apa saja kekuatannya?"


[Aku tidak terlalu secara Detail kekuatan ini tapi, menurutku Elemen ini lebih kuat dari Solar dan Rival Abadi dari Elemen Solar]


"Itu kedengarannya menarik.." Sieg mulai memperlihatkan Wajah mengerikan dan Aura Membunuhnya merembes keluar sehingga Iblis dan Eiko ketakutan


"Kalau begitu.. Aku akan mengetes kekuatannya. Kuasa Elemen "


Setelah Sieg mengatakan itu. Mendadak Sebuah Aura yang mengerikan keluar dari tubuh dan membuat Semua Iblis terpental jauh. Bahkan Terdapat Aura Kematian di tubuh Sieg.


Seketika Sosok Sieg diselimuti oleh Kabut Hitam yang tidak diketahui asalnya. Setelah Asap itu Hilang, Terlihat seorang Anak berambut Hitam Legam, Bersayap Hitam serta memegang Sabit sebagai senjatanya sedang berdiri tegak disitu.


Semua Iblis itu berhenti sejenak dan mengeluarkan keringat dingin karena merasakan bahwa Aura ini hampir sama dengan Iblis.


Dan ketika salah Satu Iblis melakukan pergerakan. Anak Berambut Hitam itu mendadak melemparkan Sabitnya itu.


Dalam sekejap, Tubuh Iblis itu langsung Mati tapi... Tubuh Iblis itu juga terlihat Tersedot ke dalam Sabit Hitam Legam itu.


Sontak semua Iblis itu menoleh ke arah Anak Berambut Hitam ini.


Mereka berniat untuk menyerang namun.. Setelah mendengar Tawa mengerikan berasal dari Anak tersebut. Mereka semua langsung tertunduk ke lantai seakan - akan tidak dapat menahan aura Anak tersebut.


"Hahahahaha!!! Ini adalah pertama kalinya aku memasuki pertarungan!! Dan kini, Raja Kegelapan akan bangkit lagi!!"


"Kalau begitu. Mari kita lanjutkan Pembantaian Massal ini!!" Teriaknya tersenyum ngeri


Eiko yang merasakan jika Kepribadian Sieg Kegelapan ini adalah Psikopat lalu berusaha berbicara dengan Sieg agar Sieg Kegelapan itu tidak berlebihan.


[Kau.. Jangan terlalu berlebihan]


"Hmm? Jadi kau adalah yang namanya Syst - maksudku Eiko. Jangan khawatir, Walaupun aku ini adalah Kepribadian yang lain yaitu Psikopat tapi, Aku hanya ingin bersenang - senang. Akan kujadikan para Iblis ini sebagai Perayaan dari kebangkitan ku. Setelah itu, Aku akan kembali"


[Ba - baiklah...]


Eiko Terpaksa pasrah sekaligus penasaran. Eiko tadi menyangka kalau Sieg Kegelapan ini adalah Wujud Elemental yang keras kepala dan tidak mau kembali ke normal, Tapi kenapa Sieg Berelemen Kegelapan ini sangat menuruti kata - katanya dan sedikit ada rasa kebaikan?


"Kalau kau penasaran kenapa Aku menuruti perkataanmu itu karena aku sudah mencintaimu." Ucap Sieg Kegelapan tersenyum lebar.


[Eh?]


"Apa aku harus mengatakannya lagi? Aku mencintaimu"


[A - a - a - a - a - a - apa yang kau katakan Sieg?!!!]


Tentu saja Eiko sangat terkejut mendengar itu. Dan terlebih lagi mendengarnya secara langsung dari mulut orang itu sendiri membuat Eiko semakin malu.


[Ti - tidak. Sieg tidak akan mengatakannya secara terang - terangan seperti itu]


"Aku tau Soal itu. Tapi, walaupun aku itu adalah diriku yang lain, tetapi, aku dapat merasakan perasaan yang sama dengan diriku yang asli. Setiap kali aku berbicara denganmu, entah kenapa aku merasa Sedikit perasaan yang nyaman mendengar suaramu"


[Ka - kau terlalu blak - blakan!! Selain itu, perasaan itu belum tentu adalah Cinta!!]


"Hem benar juga. Tapi, aku sudah memutuskan jika perasaan ini adalah Cinta


Aku tidak peduli seperti apa menurut diriku yang asli. Mungkin jika aku kembali Normal. diriku yang asli akan Malu Setengah Mati setelah mengingat ini... Aku tidak sabar menantikan itu.. Hehehe..."


[Ka - kau juga sangat kejam pada dirimu sendiri]


[Su - sudah. Cepat Selesaikan itu Sieg] lanjutnya.


Eiko sudah tidak tahan melihat kepribadian Sieg yang terlalu blak - blakkan dengan dirinya dan Psikopat ini.


"Dimengerti. Ojouu - san." Ucapnya menyeringai


[Ja -jangan memanggilku seperti itu]


"Baik - baik.. kau ni tidak boleh dibawa bercanda.."


Sieg Kegelapan tersenyum. Dia terbayang - bayangkan dengan wajah Eiko yang memerah karena Malu.


Satu Bola Hitam terbentuk di Telapak Tangan kanan Sieg Kegelapan. Dan saat Dia melemparkannya ke langit, Langit berubah menjadi malam.


Tidak lama kemudian, Sebuah Energi Hitam turun dari langit dan menyambar para Iblis sampai Menjadi debu.


Tidak sampai disitu. Sieg Kegelapan kemudian mencari musuh yang menurutku dapat menjadi Samsak Senjatanya.


Ia pun lalu melesat ke arah dimana Terlihat satu Iblis yang terlihat kuat dan menyerang dengan tebasan Malaikat maut.


Dan Iblis tersebut dapat menahan serangan Sieg Kegalapan dengan muda tapi, Iblis itu tetap saja terpukul mundur setelah terkena aura intimidasi dari Sieg Kegelapan


"Hoh. Lumayan. Meskipun setengah kekuatanku masih tersegel. Seharusnya serangan tadi dapat menebasmu. Hum, mungkin kau adalah Iblis yang setara dengan Kurumi." Ucap Sieg sembari terbang menggunakan sayapnya.


Sieg kegelapan sebenarnya ingin mengakhiri semuanya dalam sekali serang tapi, Jiwa Psikopatnya yang kambuh itu memaksa dirinya untuk menebas - nebas Iblis ini berkeping - keping dan Menyiksa mereka.


"Haa. Mau bagaimana lagi, supaya sedikit cepat Summon "


Sebuah Lingkarang yang seukuran 15 Meter terbentuk di hadapan Para Iblis dan Mendadak sebuah Kabut besar keluar membuat semua Iblis terpental jauh kecuali Sieg Kegelapan yang masih tersenyum ngeri.


Begitu, Kabut itu menghilang. Terlihat Satu Monster dengan 8 Kepala Naga yang berteriak Kuat sampai - sampai Telinga Iblis itu bermasalah.


Benar. Ini adalah Yamata No Orochi. Lawan Yang Sieg hadapi di Lantai 50. Karena memiliki Elemen Kegelapan. Tentu saja semua Skill yang berhubungan dengan Kegelapan Dapat Sieg gunakan.


Seperti Summon, Blackhole, Kutukan, Dan beberapa lainnya.


Tapi, Summonnya tentu memiliki kelemahan yaitu Monster yang dipanggilnya memiliki Batas Waktu maksimal 1 Jam dan Monster yang dipanggil adalah Monster yang sudah Ia bunuh dengan tangannya sendiri. Serta Kekuatan Monster itu hanya 50% dari yang aslinya.


Oleh karena Itu Ukurannya kurang besar dari Tubuh Kurama yang hampir mencapai 50 Meter. Yaitu ukurannya hanya 25 Meter dengan 8 Kepala berbentuk naga.


"Karena aku tidak memiliki waktu. Mungkin Kita sebaiknya melanjutkannya. Benarkan? Para Iblisku?" Ucapnya menyeringai.


Para Iblis yang mendengar itu hanya dapat melawan dengan Serangan berbagai Jenis.


Dengan Sigap Yamata No Orochi melindungi Tuannya dan menyemburkan Racun Tingkat tinggi kepada Para Iblis itu.


Melihat Yamata No Orochi bergerak. Sieg Kegelapan juga tidak dapat menahan Hasratnya untuk membunuh para Iblis.


Sekilas, kecepatan Sieg Kegelapan hampi setara dengan dirinya di Wujud Bijuu Mode.


Dan dalam beberapa detik. Puluhan Ribuan terbunuh oleh Tebasan Sabit Sieg Kegelapan dan Sieg Kegelapan juga menciptakan 3 Lingkaran Di sekelilingnya.


Dan Yang terjadi di seterusnya membuat Para Iblis terkejut, karena Ketiga - tiga Lingkaran Hitam itu terlihat menarik diri mereka untuk masuk ke dalam.


"Blackhole!!"


Lingkaran itu membesar dan menarik Ratusan Iblis ke dalamnya. Bahkan, para Iblis mulai menjauh karena tidak ingin bernasib yang sama. Namun, Sayangnya. Sieg Kegelapan tidak membiarkan itu.


Lantas Ia pun, melesat dengan kecepatan Super sembari mengayunkan Sabit Kegelapannya membabi buta. Apalagi dengan ditambahnya Blackhole, semua Sihir yang dilancarkan oleh para Iblis diserap begitu saja oleh Blackhole.


Sieg Kegelapan juga melemparkan Sabitnya dan tercipta bayangan yang seperti dirinya.


"Ten Clone..." ucapnya perlahan


Salah satu Skill yang hampir dengan Kage Bunshin. Tapi, memiliki kelemahan yaitu Jumlahnya hanya dapat mencapai 10. Tidak boleh lebih dari itu, jika ingin lebih dari itu. Maka dia harus membunuh dan menyerap Jiwa - jiwa Makhluk yang dia bunuh dengan sabitnya.


Sabitnya juga memiliki Kekuatan Khusus yaitu menyerap Jiwa orang yang mati di sekitarnya untuk membuat dirinya menjadi kuat.


Kembali Ke Sieg Kegelapan.


10 Bayangan Sieg Kegelapan melesat dan membantai - bantai musuh tanpa Berkedip. Para Iblis juga tidak sempat bereaksi dikarenakan kecepatan Sieg Kegelapan namun, dikarenakan Kalah jumlah dan Iblis dilantai ini lebih kuat dari lantai - lantai sebelumnya. Maka Sieg Kegelapan baik itu Clone ataupun Asli, mereka juga terdesak.


Bahkan, Yamata No Orochi mendapatkan Puluhan luka dan sayatan di semua bagian tubuhnya. Ada juga Beberapa kali kepalanya lepas.


"Aku Benci mengakuinya. Sepertinya aku hanya dapat bertahan di lantai ini Dengan menggunakan Rikudou Sennin Mode. Dengan wujud Elemen saja, ini tidak akan dapat menandingi kekuatan dan Jumlah Iblis ini" ucapnya dengan Senyuman menghilang dari wajahnya.


"Tapi, untuk menggunakan wujud Rikudou Sennin Mode. Berarti aku harus kembali ke wujud Normal. Aku tidak tau kapan lagi Diri Normalku akan menggunakan Wujud Elemen Kegelapan. Maksudku, aku akan Tampil."


Tentu saja Sieg kemungkinan besar dia tidak Akan menggunakan Wujud ini di lain waktu karena Sieg Normal pasti beranggapan Wujud ini sangatlah berbahaya.


Alasannya? Tidak lain adalah karena Kepribadiannya yang berbahaya yaitu Psikopat.


"Kalau begitu. Mungkin aku seharusnya kembali Normal.. Semoga Diriku yang Normal menggunakan Elemen kegelapan di lain - lain waktu.."


Tubuh Sieg Kegelapan mulai bersinar dan meredup. Dan tidak lama kemudian, terlihat sosok Sieg yang memiliki Rambut Putih, Mata Kananya kembali berwarna Biru, dan Pakaiannya berubah putih.


Sayap dan Sabit itu menghilang. Pada saat yang sama, Clone Sieg Kegelapan dan Yamata No Orochi juga hilang.


Di sisi lain, Sieg Terlihat berpikiran sesuatu.


'Wujud ku yang barusan itu.. kalau tidak salah, aku pernah melihatnya di Chapter 19? Setelah pertarungan melawan Sung Jin Woo..'


[Sieg. Akhirnya kau kembali normal...]


"...Ya....."


"........"


Di saat itu Sieg jadi teringat sesuatu. Yaitu pada saat dirinya kehilangan kendali oleh Wujud Elemen Kegelapannya. Dan Sieg Kegelapan mengatakan sesuatu yang memalukan. Meski Sieg tidak bermaksud untuk berkata seperti itu, tapi tetap saja yang berbicara itu adalah dirinya. Hanya Kepribadiannya terlalu blak - blakkan.


"Ei - eiko. Yang Kukatakan pada waktu Menggunakan Wujud Kegelapan itu jangan kau pikirkan. Ka - kau tau, seperti yang kau pikirkan. Itu hanyalah Kepribadianku yang lain. Kepribadian Sieg Kegelapan itu memang terlalu blak - blakkan.." ucap Sieg gugup dan kembali menghadapi musuhnya dengan wujud Rikudou Sennin Mode.


Eiko terlihat tidak terlalu mengerti dengan perkataan Sieg tapi setelah dia mengingat - ngingat apa yang Sieg katakan. Ia pun langsung memerah di dalam tubuh Sieg.


[A - aku mengerti... Tapi, apa kau benar - benar merasa sangat nyaman saat mendengar suaraku..?]


"...a - ah.. it - itu kah.. Yah, ka - kau bisa bilang seperti itu.."


Meski Sieg berkata jujur. Tetapi, di dalam hatinya dia sangat mengumpat kepribadiannya yang lain yaitu Kegelapan. Bisa - bisanya Dia mengatakan Hal memalukan yang seperti itu sambil tersenyum lebar?!!


[Be - begitu.. kalau kau menyukainya.. aku bisa berbicara setiap waktu denganmu..]


"I - iya. Tolong.. agar Aku tidak merasa kesepian.." ucap Sieg


Sieg tidak dapat menolaknya.


Dan Sieg pun melanjutkan pembantaiannya. Tapi, Tidak lagi seperti sebelumnya yang dingin. Kini Sieg tersenyum puas karena dapat mendengarkan Eiko yang berbicara dengan dirinya.


Meskipun dalam keadaan bertarung, Sieg tetap mendengarkan Eiko. Dan Sieg memang merasa sangat nyaman saat mendengar suaranya yang mirip Idol itu.


Tentu Sieg juga membahas soal Kepribadian Piskopat itu. Dan dia harus berhati - hari dalam menggunakannya. Takutnya akan tiba hari dimana Sieg Kegelapan tak terkendali.


Apalagi, saat Sieg mengetahui bahwa Sieg Kegelapan itu memiliki kekuatan yang melebihi Elemen terkuatnya yaitu Solar.


...************...


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang