
DI ATAS KURSI KHUSUS.
Kaisar langsung memrerintahkan para pengawalnya untuk mengambil Putranya dari Ruang Tunggu Peserta.
Setelah ia mendapatkan Putranya yaitu Asahi Gregor. Kaisar itu bergegas meninggalkan Kursi ini.
"Ayah. Bagaimana dengan Gadis yang berasal dari Istana Es." Ucap Asahi Gregor.
Ia kepikiran sesuatu. Jika ia berhasil menyelamatkan Nyawa Natasya, mungkin Natasya akan berhutang budi pada dirinya. Jika itu terjadi, maka Untuk memiliki Diri Natasya bukanlah hal yang mustahil.
Namun, Kaisar itu tidak berpikir demikian. Ia lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya dan Putranya.
Ia tahu, bahwa Penyerangan kali ini sangatlah berbahaya.
"Jangan bicarakan dulu tentang itu. Kita harus meninggalkan Tempat ini."
Mau tak mau, ia harus mengikuti keputusan Ayahnya karena ia tidak mau Ayahnya Marah.
Saat mereka ingin bergegas keluar dari Ruang Kursi Khusus. Tanpa di duga oleh mereka ternyata sudah ada Banyak Monster yang menerobos masuk.
Bahkan Para Petugas yang menjaga Pintu Ruang tersebut telah dibunuh oleh Monster - monster tersebut.
Monster yang menyadari kehadiran Kaisari dan Asahi langsung menyerang kedua orang itu. Beruntung bagi mereka karena memiliki 4 Pengawal berlevel 1.000 yang merupakan Level tinggi dan tidak mudah didapatkan.
"Yang mulia Kaisar. Dan Pangeran Asahi. Tolong pergi selagi kami menahannya. Meskipun kami berlevel 1.000 tapi, menahan Jumlah Mosnter yang ribuan ini sangatlah sulit.."
Mendengar kata - kata salah satu Pengawalnya. Kaisar dan Asahi pun lekas meninggalkan Ruang itu ditemani 2 Pengawal lainnya.
Para Raja dan Kaisar yang masih tertinggal di dalam Ruang Kursi Khusus itu hanya dapat berdoa. Mereka tahu, bahwa mereka tidak akan selamat dari Gerombolan Monster ini.
Diantaranya adalah Raja Felix, Berserta Keluarganya termasuk Miya.
Meski sudah tahu kalau perbedaan kekuatannya sudah jauh. Tekad Raja Felix tetap kuat untuk melindungi Keluarganya.
"Otou - sama..."
"Ayah akan Menahan mereka sebisa yang Ayah mampu. Pada saat itu, Kalian harus pergi dari sini."
"Tapi.." Istri Raja Itu khawatir.
"Cepat pergi!!".
Aura yang kuat keluar dari Tubuh Raja Felix. Meski sudah tua, tapi Kekuatannya masih sama dengan Orang berlevel 200 lebih.
Namun, dihadapan Para Monster ini. Raja Felix tidak lebih dari serangga. Karena Para Monster ini setidaknya Berlevel 300 lebih. Dan diantaranya adalah Minoutaurus yang dikatakan berlevel 600 lebih.
Serta memerlukan 10 Petualang Rank S untuk membunuhnya.
Miya meneteskan air mata melihat Ayahnya menerobos ke Gerombolan monster - monster itu. Dan berharap kalau ada seseorang datang ke Tempat ini.
Dan apa yang ia harapkan itu benar. Tiba - tiba Terdengar Suara ketika Raja Felix mencoba menyerang Para monster itu.
"Enhance Armament."
Sejumlah Es menerjang ke tubuh Para Monster lalu membekukan tubuh Para Monster tak terkecuali Minoutaurus yang terkenal akan kekuatannya.
Tidak lama kemudian, Es itu langsung retak dan menjadi serpihan - serpihan Es.
Mata Para Raja dan Kaisar terbuka lebar. Mereka kini baru saja menyaksikan Minoutaurus yang kuat mati dalam sekali serang.
Sebenarnya siapa yang dapat membunuh Minoutaurus itu? Pikir mereka semua.
Hanya Raja Felix beserta keluarganya yang tahu siapa orang tersebut dan tersenyum.
"Akhirnya kau datang pemuda.."
Setelah mengatakan itu. Terlihat seorang Pemuda Berambut hitam dengan Sayap Peri hitam dibelakangnya mata berubah menjadi warna Kuning.
Dia ditemani oleh Seorang Gadis cantik dengan Wujud yang seperti Dewi dikarenakan auranya itu serta Seekor Peri yang ukurannya lebih kecil dari telapak tangan.
Melihat adanya Sosok yang seperti Peri mereka semua sangat kaget.
Ras Peri atau Fairy di dunia ini sangatlah jarang ditemukan dan kalau mereka ditemukan pun, pasti Para Ras Fairy akan ditangkap oleh orang yang serakah karena berguna untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Oleh sebab itu, Ras Fairy jarang menunjukkan diri mereka.
Gadis yang berpakaian seperti Dewi itu kemudian menghampiri Raja Felix dan keluarganya.
"Apakah kalian bertiga baik - baik saja?" Ucapnya.
"Ya, kami baik - baik saja Asuna - dono." Ucap Raja Felix dengan sedikit senyuman. Ia sangat bersyukur melihat kedatangan Mereka.
Kirito dan Yui juga segera menghampiri mereka.
"Yui. Buat mereka tenang." Perintah Kirito.
"Baik papa."
Yui kemudian mengeluarkan serbuk cahaya yang indah dan Serbuk - serbuk tersebut ditebarkan kemana - mana sehingga orang yang terkena serbuk itu merasa tenang dan tidka panik.
Itu adalah salah satu kekuatan Yui saat ini. Sieg memberikannya kepada Yui karena berpikir karena Yui adalah makhluk yang mirip dengan Fairy, mungkin Yui cocok untuk diberikan kekuatan kayak seperti itu
"He - hebat.."
Para Raja dan Kaisar mengagumi kekuatan Yui.
"Sekarang mari kita keluar." Ucap Kirito.
"Hm. Baiklah Kirito - kun. Miya - chan, ikut kami." Ucap Asuna sambil menarik tangan Miya.
Asuna sudah mulai menyukai Gadis ini karena menurutnya mungkin dia bisa akrab dengan Gadis ini.
Miya sedikit terkejut tapi, dia hanya mengikutinya sambil tersenyum. Dia seakan - akan dilindungi oleh Kakak Perempuannya.
"Ba - baik..."
Kirito juga mengajak Raja Felix dan Istrinya untuk pergi dari sini.
"Yui. Apa ada ramai Monster diluar?" Tanya Kirito.
"Ramai Papa.. lebih dari 2.000"
"Sebanyak itu kah..?"
Mendengar jumlah yang begitu banyak. Tentu membuat Kirito Pusing. Jika saja ia sendirian disini, mungkin Ia dapat mengurusi Monster - monster itu dengan mudah.
Namun, karena di sisinya juga ada Raja Felix berserta keluarganya, maka ia tidak dapat bertarung dengan serius. Bisa saja nanti Serangannya tanpa sengaja mengenai mereka.
"Pemuda. Kalau tidak keberatan, bisakah kita membawa Raja - raja dan Kaisar lainnya?" Tanya Raja Felix.
Meski tidak akur dengan Kerajaan dan Kekaisaran lainnya. Tapi, dia masih baik hati.
Wajah Para Raja dan Kaisar langsung berubah. Terlihat jelas senyuman yang menghiasi wajah mereka semua.
Sejujurnya, Kirito sama sekali tidak berniat untuk menyelamatkan mereka kecuali Raja Felix. Dirinya yang dulu pasti akan menyelamatkan mereka karena dia baik tetapi, kini ia benar - benar berubah.
Kirito dapat mengetahui bahwa para Raja dan Kaisar ini memiliki Rencana yang licik terhadap dirinya dan ingin memanfaatkan dirinya, Asuna dan Yui.
Para Raja dan Kaisar itu mulai menghampiri Kirito.
"To - tolong bantu kami. Kami akan memberikan bayaran yang setimpal kepada anda jika anda membantu kami."
"Ka - kami akan memberikan anda Gelar bangsawan"
"Be - benar. Saya bisa menjodohkan Putriku dengan anda.."
Ucap mereka semua kecuali yang terakhir itu membuat Kirito tersenyum pahit. Bahkan ada yang ingin menikahkan putrinya? Para Raja dan Kaisar ini memang sangat brengsek, karena lebih memikirkan nyawanya.
Tetapi, karena Asuna sangatlah baik. Maka ia pun meminta Kirito untuk mengikutsertakan Para Raja dan Kaisar.
Awalnya Kirito ingin sekali menolaknya tapi, setelah didesak terus menerus. Mau tak mau ia pun harus menyelamatkan mereka.
"Baiklah. Kami akan membiarkan kalian ikut dengan kami. Tapi, jangan mencoba mengganggu kami jika tidak ingin mati." Ucap Kirito dingin di akhir kalimat.
Melihat Kirito yang sedikit dingin itu membuat Miya sedikit kaget. Selama ini ia tidak pernah melihat Kirito yang seperti ini dan bertanya - tanya... siapakah Fairy yang memanggil Kirito dengan Panggilan Papa itu?
...*************...
Setelah itu, mereka pun lari keluar dari Ruang Kursi Khusus. Dan seperti yang diduga, ribuan monster sudah menunggu kedatangan mereka.
Tidak sedikit pula ada Ratusan mayat manusia yang berhamburan di sekitar dan Shadow Soldiers yang memerangi para Monster.
Tetapi, dikarenakan kekuatan Monster ini jelas lebih besar dari Shadow Soldiers maka Shadow Soldiers dengan cepat hancur berkali - kali.
"Apa harus kugunakan kekuatanku Kirito - kun?" Tanya Asuna. Ia hendak menggunakan Kekuatan pengendalian daratannya.
"Tidak. Jangan lakukan itu dulu." Kirito tidak mau Asuna menggunakan Kekuatannya itu karena ingin menyimpannya sebagai Kartu AS milik mereka.
Kekuatan yang dapat mengendalikan daratan sangatlah jarang dan jika bisa Kirito ingin mengejutkan para Musuh dengan kekuatan Asuna.
'Terdapat beberapa manusia juga yang bergabung menghancurkan Pasukan Shadow Sodiers Sieg. Aku tebak mungkin itu adalah Manusia yang berasal dari Kelompok Sesat.. kekuatan mereka tidak masalah.. hanya saja kecepatan mereka yang masalah..' gumam Kirito dalam hati.
Ya, kecepatan manusia yang berasal dari Kelompok Sesat itu sangatlah luar biasa. Dan apalagi dengan keterampilan membunuh mereka.
Kebanyakan manusia yang berasal dari Kelompok Sesat memiliki kekuatan yang hampir mirip dengan Assassin. Oleh sebab itu banyak dari mereka memiliki kecepatan yang luar biasa.
'Mereka memang memiliki kecepatan yang luar biasa.. tapi bukan berarti aku tidak dapat mengalahkan mereka...'
Kirito mengambil Satu pedangnya yaitu Night Sky Sword.
"Aku akan membuat jalan. Setelah itu, kalian harus pergi mengerti?" Ucap Kirito.
Mereka semua pun menganggukkan kepalanya tak terkecuali Asuna. Asuna tidak perlu khawatir dengan Keselamatan kekasihnya itu karena kebelakangan ini, ia tahu bahwa kekasihnya itu sudah sangat kuat.
"Kalau begitu. Starbust Stream!!"
Seketika terlihat kilatan, Biru, Ungu, dan Kuning melesat ke arah para Monster dan manusia yang berasal dari Kelompok Sesat.
Hanya dalam beberapa detik, Ratusan mayat berterbangan dan dengan cipratan darah yang kemana - mana.
"Kita juga pergi. Yui - chan, tunjukkan jalan."
"Baik Mama.." ucap Yui
Asuna dan lainnya pergi meninggalkan Kirito di belakang.
Kembali Ke Kirito
Tersisa 10 Tebasan lagi sampai Skillnya berhenti Aktif.
Semua Monster, dan Manusia sangatlah terkejut melihat kehadiran Kirito yang membabi buat.
Hanya saja, mereka merasa aneh, meski Kirito menyerang secara membabi buta tetapi, jelas sekali Kirito tidak memiliki celah sama sekali di belakang tubuhnya maupun dibagian lainnya.
Hingga akhirnya, Kirito menuju ke arah mereka dengan pergerakan yang sangat cepat.
Merasakan kehadiran Kirito, Mereka semua tidak tinggal diam. Ribuan Sihir ditembakkan ke arah Kirito, tetapi dalam sekali ayunan Kirito langsung meniadakan semua serangan itu.
Sontak saja Mata mereka semua Membelalak. Ini pertama kalinya mereka melihat Ada seorang Manusia yang dapat menghilang bermacam - macam sihir dalam sekali serang.
Namun, Kirito sama sekali tidak memberikan waktu untuk mereka terkejut dan lanjut menyerang mereka sampai - sampai Jubah hitamnya mulai dibasahi darah Monster dan Manusia.
Saat Skill Starbust Streamnya ingin mencapai Akhir. Kirito mengayunkan pedangnya sekuat tenaga dan...
BOOOM
Ratusan mayat terlempar ke atas langit dan mulai berjatuhan layaknya hujan darah.
Kirito kemudian mengambil MP Potion untuk menyembuhkan Mananya dari Storage. Meski Skill Starbust Stream tidak terlalu menguras Mananya tapi, untuk mengaktifkannya tetap saja membutuhkan Jumlah Mana yang besar.
"Sekarang.. aku harus berkumpul dengan As -"
KAAABOOOM
Satu serangan asing melesat ke arah Kirito. Dengan sigap Kirito menahannya dengan kedua pedang yang menyilang X.
Setelah debu yang menghalangi pandangannya menghilang. Terlihat ada 10 Manusia menatap ke arah Kirito dengan sedikit senyuman.
"Meski tidak bergabung dengan Kelompok Netral, dan tidak berhubung sama sekali dengan Kerajaan maupun kekaisaran. Tapi, ternyata masih ada orang yang kuat lainnya di luar sana."
"Dunia benar - benar luas..."
Ucap kedua orang tersebut yang kelihatannya seperti Pemimpin.
"Oh, maafkan aku. Aku adalah Pemimpin Dari kelompok Sesat bernama Ular Hitam sedangkan yang disebelahku ini adalah..." Pemimpin 1
"Pemimpin Kelompok Sesat bernama Kalajengking Hitam." Ucap Pemimpin 2
(Author : Karena mereka semua juga entar akan mati. Jadi Thor gak beri nama.)
Dan 8 orang lainnya pasti Tetua - tetua dari Kedua Kelompok ini.
Kirito sedikit tersenyum tipis. Nama Kelompok mereka sama - sama memiliki Kata 'Hitam'.
Dan dia teringat dengan nama Kelompok Si Pemimpin 1 yaitu Ular Hitam.
'Jika dipikir - pikir salah satu Anggotanya dulu pernah mencoba melecehkan gadis Sieg (Ai) bukan?'
(Author : Silahkan dibaca Chapter 07)
Kirito tersenyum. Dia benar - benar ingat. Dan mungkin perbudakan yang terjadi di Kerajaan Felix adalah Ulah Kelompok Ular Hitam ini.
Kirito pun berniat untuk menghabisi Pemimpinnya karena sudah bertemu dengannya. Dia sedikit bersyukur karena Pemimpinnya sendiri yang datang pada dirinya.
Melihat Kirito yang menunjukkan tanda - tanda ingin menyerang. Pemimpin 1 dan 2 juga bersiap.
"Pemuda Tampan. Sebelum kita mulai saling membunuh. Bisakah aku memberikan penawaran?"
"Kutolak.."
"Hm? Kenapa kau langsung menolak? Aku bahkan belum mengatakannya?" Dengan Sebelah alis yang menaik.
"Pasti kalian meminta ku untuk bergabung dengan kalian agar kekuatan kalian meningkat. Apa aku salah?"
Pemimpin 1 dan 2 tertawa. Mereka benar - benar menyukai sikap Kirito.
"Baiklah - baiklah. Jika penawaran kami ditolak. Berarti matilah.." ucapnya dingin di akhir kalimat.
Kalimat itu juga membuat Kirito menjad siaga. Ia tidak menganggap remeh pertarungan melawan 2 Pemimpin dan 8 Tetua. Dia tahu, kalau 8 Tetua di hadapannya ini setidaknya berlevel 500 dan Untuk Pemimpinnya hanya berlevel 600.
Hanya beda 100 level tapi, perbedaan itu tetap saja sangat jauh.
Namun, Kirito sama sekali tidak gentar ataupun takut. Meski Levelnya baru sekitar 400 - an. Tapi, ia yakin dengan Pengalamann, Perlengkapan, dan Skill yang ia miliki dapat menandingi mereka.
Dan apa yang dipikirkan oleh Kirito itu benar - benar terjadi.
Kirito dengan mudah dapat menghindari pergerakan 4 Tetua yang mencoba menyerang dirinya.
Terlihat sangat jelas celah di bagian belakang para Tetua itu. Kirito oun mengenggam Erat gagang pedangnya lalu, menebas mereka.
Tapi, sebelum itu terjadi. Pemimpin 1 sudah terlebih dahulu menangkisnya dengan Pedang yang berbentuk Golok. Terlihat juga ada Simbol ular berwarna Hitam di Golok itu.
Serta memiliki cairan yang berbahaya di Bilah Golok itu.
'Racun...'
Kirito mulai sedikit berhati - hari agar tidak tergores sedikit pun oleh Racun itu. Sebenarnya Meski Ia tergores oleh Racun itu pun, Kirito masih tetap dapat mengatasinya.
Di Storagenya tentu ia memiliki Potion yang dapat menghilang Racun dan Kutukan. Kecuali Kutukan dari Pedang Akame Murasame, Kutukan pedang itu tidak dapat dihilangkan
Kutukan Murasame hanya bisa dihilangkan oleh Sieg dengan Essence Flame Three Thousand Burning Flame.
Pemimpin itu dapat tahu kalau Kirito menjadi berhati - hati setelah melihat Goloknya ini.
"Ternyata matamu sangat hebat pemuda. Dan aku heran kenapa Matamu kadang berubah warna hitam, dan kadang berubah menjadi warna kuning?" Tanyanya Kebingunan.
Pasalnya dari tadi ia dapat melihat Matanya selalu berubah warna. Perbedaanya hanyalah saat matanya berubah menjadi warna kuning, maka Aura yang kuat seperti Dewa Terpancar dari tubuh Kirito.
Sementara Mata yang hitam memancarkan Aura yang kuat juga tapi tidak sekuat Mata Kuning.
Bisa dibilang Mata Kuning itu lebih memancarkan Aura yang kuat.
Tapi, Kirito sendiri tidak tahu. Oleh sebab itu, dia tidak menjawab. Bahkan Sieg saja tidak tahu, apalagi dia?
Kembali Ke Pertarungan Kirito
Mata Kirito sepenuhnya berubah menjadi warna hitam kembali membuat kekuatannya berkurang namun, ia masih tetap kuat.
Buktinya adalah Kirito masih dapat bertahan walaupun diserang bertubi - tubi oleh para Pemimpin dan Tetua.
Kirito menancapkan pedangnya ke tanah dan berkata 'Enhance Armament'
Es mendadak muncul dari bawah tanah dan membekukan Kaki mereka membuat mereka semua tidak dapat bergerak sejenak.
Kirito pun segera mencoba menyerang mereka semua bersamaan. Serangannya terkena mereka namun, meraka semua sudah terlepas dari Es Kirito hingga serangannya sedikit meleset
Hanya para Tetua yang mendapatkan luka dari serangan Kirito. Sedangkan Pemimpin 1 dan 2 sama sekali tidak mendapatkan serangan dari Kirito.
Jujur saja, meraka semua sangat mengakui bahwa Kirito adalah orang terkuat yang pernah mereka lawan.
Meski levelnya masih di bawah mereka dan seorang diri namun, ia tetap dapat melawan diri meraka secara bersamaan.
Saat mereka memikirkan itu, tiba - tiba sebuah serangan berbentuk Pedang Besar menuju ke arah Kirito.
Sontak Kirito langsung menghindarinya. Ia mengira jika ia tidak akan mampu menahan serangan tersebut.
Dan Seorang Kakek Tua berdiri tepat di atas Gagang Pedang Besar itu dengan santai.
"Pemuda yang hebat. Aku sudah melihatmu dari jauh tadi dan, teknik pedangmu sangat hebat." Ucap Kakek Tua itu.
"Apakah kali ini juga aku harus berterima kasih?"
"Tidak. Aku adalah Raja Iblis yang artinya aku adalah musuhmu." Kakek itu berkata dengan wajah yang sedikit sedih.
Kirito berpikiran bahwa Kakek Tua ini sebenarnya tidak berniat untuk ikut serta dalam Perang ini dan Kakek Tua ini terlihat sangat baik.
Kakek itu menyadari apa yang Kirito pikirkan soal dirinya.
"Jangan berpikir kalau Kakek Tua ini adalah orang yang baik. Meski Aku sudah tua.. tapi aku sudah meregut banyak nyawa makhluk hidup."
"Tetapi, setengah yang kau pikirkan itu benar. Aku sama sekali tidak berniat untuk ikut serta dalam Perang ini. Aku lebih memilih untuk hidup dengan damai dan tenang. Namun, dikarenakan Dewa Iblis. Yah, Kakek Tua ini terpaksa mengikuti perang ini." Ucapnya
Mata Kirito sedikit terbuka lebar. Dia benar - benar tidak mau membunuh Kakek ini. Meski ia tahu kalau Kakek ini memang benar sudah merenggut ramai nyawa orang tapi, Kakek ini melakukan hal tersebut demi kebaikan.
'Kakek ini sangat baik ..'Ucap Kirito dalam hati.
"Hentikan basa basinya. Mari kita mulai Pemuda dan Kalian juga. Pemimpin Kelompok Sesat. Kita akan menyerang Pemuda ini bersamaan."
""Ba - baik.""
Mereka semua menjadi tegang saat melihat aura yang kuat dari Kakek Tua itu karena Aura Raja Iblis yang terpancar dari dirinya sangat luar biasa.
"Maafkan Kakek Tua ini Pemuda. Sepertinya kau akan mati disini." Ia terlihat sedih saat mengucapkan itu.
Kirito juga merasa sedih mendnegar itu. Kakau bisa ia ingin menjadikan Kakek ini sebagai Gurunya.
Namun, keadaannya sepertinya tidak memungkinkan..
Para Tetua langsung menyerang terlebih dahulu diikuti oleh Kedua Pemimpin di belakang tapi, saat mereka hampir mendekati Jarak 10 Meter dari Kirito.
Meraka melihat adanya Bongkahan Es yang jatuh dari atas mereka.
BOOOM
CRAKK
Es itu jatuh dan hancur menjadi serpihan - serpihan.
Pandangan mereka tertuju ke atas. Dan melihat seorang Anak Kecil dengan Topeng Kitsune/Rubah berwarna Biru Laut, dan putih sedang meluncur di atas Langit dengan Es.
Anak itu juga memakai Jaket yang tebal dan Hoodienya menutupi kepalanya. Sambil memegant satu Busur yang terbuat Es.
"Bukankah ini tidak adil? 11 melawan 1 orang?" Ucap Sieg Es dengan Luncuran Es yang masih melayang di udara.
"Betambah satu Bukan berarti dapat membalikkan keadaan." Ucap Kirito sambil tersenyum kecil.
"Kata Siapa? Bertambah satu saja sudah cukup untuk mengatasi Mereka semua."
"Jika Ketua berkata seperti itu. Baiklah." Ucap Kirito sambil mengangkat bahunya.
"Kalau begitu. Kita serang."
Sebelum mulai menyerang. Kirito ingin mengingatkan Sieg Es sesuatu.
"Jangan membunuh Kakek Tua itu kalau bisa." Ucap Kirito perlahan tapi, masih dapat didengar oleh Sieg Es.
"Tentu. Aku tidak akan berniat membunuh orang yang cocok hidup bersama kita. Aku justru ingin mengundang ikut bersama kita setelah ini.." ucap Sieg Es dengan tenang seperti laut.
Kirito pun tersenyum dan Sieg Es juga tersenyum tapi, hanya dibalik Topeng.
"Pembasmian dimulai." Gumam Sieg Es
...**********...
"Hey Thor, kapan aku Tampil?" Tanya Sieg Void
"Ha? Bukankah tadi kau sudah Tampil?"
"Tapi. Itu kan hanya di detik - detik terakhir? Selain itu, Yang disana itu bukanlah aku melainkan Diriku yang Es."
"Itu sama saja.. -_-"
"Dan ngomong - ngomong..." lanjut Thor
"Apa Thor?" Tanya Sieg Void.
"Kok Elu bisa ada di dunia Gue!!!"
"Memangnya kenapa? Apa salah? Tapi, yah aku bisa berada di dunia Thor dengan Kemampuan Void dan mata Rinneganku."
"Maksud elu apaan?"
"Jika Void dan Kemampuan Rinneganku digabungkan. Secara tidak langsung aku juga dapat menggunakan Kemampuan Ruang dan Waktu, jadi aku juga bisa melintasi Dimensi, - dimensi, dan dunia - dunia luar seperti dunia anime..."
"Buset. Elu sudah terlalu OP..."
"Terima Kasih Thor. Jadi, kapan aku akan tampil?"
"Entahlah, tunggu saja di Chapter selanjutnya."
"Tcih, kau sangat menyebalkan."
"Oi oi, aku adalah Penciptamu loh!! Kok bisa - bisanya kau berbicara seperti itu dengan Penciptamu?!!"
"Sudah. Aku ingin kembali duniaku dan jangan lama - lama updatenya. Para Pembaca mungkin sudah menunggu Ku yaitu Void untuk tampil."
"Pergi sana!!."
"Baik - baik."
Portal tercipta dan Sieg Void memasuki ke dalam Portal itu.
Dan Thor pun langsung baring di atas Kasur Thor sendiri. Lelah.. Ternyata memikirkan jurus - jurusnya Si Sieg Void dan adegan pertarungannya sangat sulit.
Jadi bagi Kalian yang protes kenapa lama updatenya.. Thor sangat minta maaf. Selain Pusing membuat Adegan pertarungannya, Thor juga sangat sibuk di Real World.
Dan mungkin yang paling sulit dipikirkan adalah adegan pertarungan Gilgamesh, Broly, Saitama, Dan Sieg Void karena saking kuatnya mereka berempat. Ah, termasuk sosok misterius yang memiliki System seperti Sieg.
Dan perlu diingat ya, Sosok misterius yang memiliki System seperti Sieg itu sangatlah kuat dari Seig sendiri. Aduh, ini sudah seperti Spoiler tapi tak apalah.
Nah, jadi sekarang mengerti?
Sieg Void sendiri sampai mengunjungi Rumah milik Thor. Hahaha Bercanda, percakapan antara Thor dan Sieg Void yang di atas itu hanyalah hiburan.. Thor yakin ada yang mengerti.
Dan Yang Ngevote itu minta Ampun!!! Votenya sampai lebih dari 10.000 Bjirr!!! Darimana sebenarnya kalian dapat Poin yang sampai ribuan!! Thor saja Tidak memiliki Banyak poin sampai segitu. Dan ini adalah Pertama kalinya Novel ini Divote sampai Lebih dari 10.000 Poin!!. Jujur saja, itu benar - benar membuat Thor sangat kaget.
Jadi Thornya merasa gak enak. Thornya sangat minta maaf jika Crazy Upnya terlambat Sedikit. Mungkin beberapa hari kedepannya, Thor akan seusahakan Crazy Up karena banyak yang Ngevote. Mungkin bakal Crazy Upnya 3 Hari kedepan atau lebih. Maaf saja jika memang lambat Crazy Up karena Thor tidak menduga kalau yang Ngevote itu ternyata lebih dari 10.000 Poin. Thor pikir mungkin satu Minggu ini Votenya hanya lebih dari 1.000 tapi, ternyata Votenya lebih dari 10.000 Poin
Sudahlah, Thor sangat kaget. Tidak mau bicara apa, Tapi Pokoknya terima kasih kepada mereka yang tetap mendukung Karya Khayalan/imajinasi Thor.
Seperti biasa, Jangan lupa dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.
See You In The Next Chapter. 👋👋👋