
"Apa Sieg - san pernah mendengar Turnamen Muda?" Ucap Kurumi yang tiba - tiba.
Sieg menghentikan Kegiatannya sejenak dan mengkoreksi Perkataan Kurumi.
"Turnamen Muda? Apa itu?" Tanya Sieg.
Sieg mengerti dengan kata Turnamen muda tapi Ia ingin memahaminya lebih lanjut lagi. Dan sedikit penasaran kenapa Kurumi Tiba - tiba membahas ini.
Karna Sieg bertanya. Kurumi pun menjelaskannya kepada Sieg soal Turname muda.
Turnamen muda adalah sebuah Pertandingan dimana semua kerajaan ataupun kelompok - kelompok dari seluruh dunia mengirimkan Perwakilan masing - masing.
Perwakilan yang dikirim itu akan bertarung melawan Perwakilan lainnya untuk menentukan pemenangnya agar si Pemenang bisa mendapatkan Hadiah Unik.
Dari yang Sieg ketahui di sejarah dunia Ini. Turnamen Muda juga dijaga oleh dua sosok yang kuat Yaitu 2 Divine Beast. Divine Beast ke 4 dan Ke 3. Siapapun pasti akan berpikir 10 Kali sebelum melakukan kecurangan atau Mengacaukan Turnamen itu.
Tidak lagi, dengan bertambahnya Kehadiran para Sage dan beberapa orang yang Kekuatannya Berlevel Ribuan membuat Keamanan Turnamen muda meningkat.
Pernah dahulu ada Kejadian dimana Turnamen Muda diserang besar - besaran karna banyak Anak - anak muda yang disangka berbakat akan dibunuh.
Siapa lagi kalau bukan Kelompok - kelompok yang jahat. Jika para Pemuda pemudi berada di tempat yang sama, Maka mereka pasti dapat membunuh orang yang kemungkinannya akan menghalangi mereka di masa depan.
Misalnya seperti Sieg sekarang. Di Umur Sieg yang sekarang dan memiliki Kekuatan sebesar itu sudah dapat dibilang seperti seorang Jenius. Jika Sieg dibiarkan berkembang lebih jauh lagi, Maka Sieg pasti akan menjadi sosok yang disegani oleh Manusia Di dunia itu. Walau itu tidak berguna lagi karna Sieg adalah Utusan Dewa di dunia ini.
Utusan Dewa cukup terbilang disegani oleh kelompok - kelompok jahat atau Sesat. Yang hanya mempercayai Iblis. Dan untungnya, Semua kelompok sesat itu langsung dibinasakan oleh Kedua Divine Beast dan Para Sage.
Jumlah Sage sendiri yang menjaga Turnamen Muda itu belasan. Dan masing - masing memiliki kekuatan yang setara dengan Ribuan Level karna mereka sendiri juga tidak dapat melihat level mereka jika tidak memiliki Kristal yang menunjukkan level.
"Begitu. Aku mengerti. Terus apa hubungannya denganku?" Tanya Sieg.
"Apa Sieg - san tidak tertarik untuk mengikutinya?"
"Jika aku mengikutinya. Apa ada hadiah yang bakal aku dapatkan?"
"Tentu saja Sieg - san. Menurut informasi yang kudapatkan dari diriku yang lain. Hadiahnya terlihat sangat unik. Sehingga diriku sendiri tidak dapat melihatnya"
Sieg berpikir sementara. Sejujurnya Ia sama sekali tidak mau mengikuti turnamen atau apapun sekarang karna Ingin memfokuskan Dirinya Menghantar Ayu kembali.
Tetapi, pada saat yang bersamaan. Sieg penasaran dengan hadiah yang dikatakan oleh Kurumi. Jika Kurumi sendiri tidak dapat melihatnya, Kemungkinan Hadiahnya adalah sesuatu yang penting dan berharga.
Ketika Sieg berpikir soal itu. Tiba - tiba pintu Ruangan Sieg dibuka Paksa.
"Turnamen muda? Kenapa kita tidak mengikutinya Sieg." Ucap Kirito yang tiba - tiba masuk paksa Ruangan Sieg diikuti oleh Ai, Ayu, Asuna, Rimuru, Akame, dan Yui.
"Kalian Menguping kan?" Ucap Sieg
Mereka semua tertawa canggung setelah Sieg mengatakan itu.
Kemudian, Mereka langsung membicarakan soal Turnamen muda dengan Sieg karna Mereka sangat ingin mengikuti Turnamen tersebut. Kalau mengikutinya, Mungkin Pengalaman mereka akan bertambah dan dapat membuat Kekuatan mereka juga bertambah.
Mau bagaimana lagi. Sieg pun menjelaskan semuanya kepada mereka walau sebagian besarnya dijelaskan oleh Kurumi karna Kurumi yang tiba - tiba berbicara soal itu.
Butuh sekitar 20 menit menjelaskan semuanya. Setelah itu, mereka memperlihatkan Tampang wajah penuh tertarik.
Tentunya, Sieg dapat menyadari itu.
"Kalian semua dengarkan dulu. Aku tau kalian sangat penasaran dengan Turnamen muda itu tapi kita memiliki beberapa Tugas disini dan masalah untuk mengikuti Turnamen itu."
"Apa itu Sieg?" Tanya Ai
"Pertama kita masih memiliki Tugas mengirim Ayu pulang ke rumahnya dan Kita tidak boleh Menghabiskan waktu di Turnamen itu. Kedua, Kita sama sekali tidak terjalin dengan Kerajaan apapun atau Nama Kelompok kita bahkan tidak ada, dan yang terakhir, Jika kita semua mengikutinya dan semua anggota kelompok kita menang. Jelas akan menimbulkan Keributan" Ucap Sieg panjang lebar.
Jika Dipikir - pikir itu benar juga. Itu yang mereka pikirkan. Semua perkataan Sieg itu sangat tepat sekali. Kalau masalah Yang kedua mereka dapat mengurusi itu tetapi kalau masalah Yang pertama serta yang ketiga. Itu mereka tidak dapat jawab.
Mendengar itu Kurumi lantas mengangkat Tangannya kembali dan menjelaskan beberapa hal lagi.
"Kalau begitu Sieg - san. Bukankah ini saat yang tepat?"
"Maksudmu?"
"Jika semua Kerajaan maupun Kelompok perwakilan masing - masing. Pasti Kerajaan Olivia akan datang menghantarkan Perwakilan mereka."
"Ah.."
Sieg menepuk jidatnya. Kenapa Dia tidak menyadari hal sekecil itu padahal Dia sendiri adalah Pemimpin sekarang.
Mereka semuapun langsung merasa senang. Dengan ini berarti Sieg memberikan Izin untuk ikut serta dalam Turnamen itu.
"Hey. Masih ada masalah. Yang Mengikuti Turnamen itu siapa? Dari Peraturan yang ada. Batas dalam Mengirim anggota Kelompoknya adalah 4. Dengan kata lain Yang bisa mengikutinya adalah 4 Orang." Jelas Sieg.
Mereka semua saling berpandangan. Tidak berpikir soal ini tadi dan bingung siapa yang akan mengikutinnya
Sieg pun menghela nafas lalu melirik ke arah Ai.
"Ai ingin mengikutinya?"
"Hemmm... karna Ai tidak memiliki Kekuatan Menyerang. Ai tidak mau ikut.."
Itu memang keputusan yang tepat, Ai sekarang hanya memiliki Kemampuan Penyembuh dan Full Counter. Dengan kata lain Ai tidak memiliki Skill untuk menyerang
"Baguslah. Dan Kurumi. Kau tidak boleh ikut serta."
Kurumi hanya membalas Dengan senyuman Lembut dan menerimanya tanpa keberatan
Bakalan gawat jika Kurumi ikut serta dalam pertarungan itu. Bisa - bisanya Nanti Peserta yang menjadi lawan Kurumi mengalami Trauma Akibat Melawan Kurumi.
Kemudian Sieg, berbicara dengan Rimuru melalui telepati memastikan apa Rimuru ingin Ikut serta.
'Kau ikut?' Tanya Sieg dipikirannya.
'Ya. Kau tidak keberatan kan?'
'Jika itu yang kau inginkan. Baiklah.'
Sieg menyudahi Telepatinya. Sieg sebenarnya terkejut dengan Perkataan Rimuru yang mengikuti Turnamen itu, Jika Rimuru mengikutinya maka Kemenangan berada di tangan mereka.
Sekarang yang mengikuti dalam Turnamen itu saat ini adalah Rimuru, Sisa Tiga orang lainnya belum Dijumpai.
Dan untuk berjaga - jaga. Sieg akan mengatakan sesuatu.
"Ah. Kalian semua. Aku tidak akan mengikutinya jadi jangan khawatir. Tiga Slot yang tersisa itu kalian bisa ambil" ucap Sieg
Dengan begitu. Orang yang bakal ikut serta dalam Turnamen muda itu adalah Kirito, Rimuru, Asuna dan Akame.
Karna Akame juga ikut serta. Sieg menciptakan Pedang UBW yang mirip dengan Murasame dan memberikannya kepada Akame. Kutukannya juga sudah tidak ada, Akan sangat berbahaya bukan? Jika Murasame tanpa sengaja membunuh seseorang di Arena maka Akame pasti akan dituduh sebagai Pelakunya.
Namun, saat itu Sieg merasakan Perasaan yang aneh.
'Entah kenapa.. Aku merasakan bahaya yang menanti kami di Turnamen Muda itu..' Pikir Sieg.
...******************...
...Kerajaan Ais'z...
Soal Turnamen muda juga sudah sampai ke telinga Raja Baru Ais'z. Karna ini sangat penting, tidak mungkin baginya dapat mengabaikan itu.
"Turnamen muda itu.. Kalo gak salah dimana seluruh perwakilan berkumpul bukan" ucap Raja Baru Ais'z dengan nada sombong dan Angkuh.
"Benar Yang mulia." Ucap Petinggi dengan wajah Yang Licik.
"Jika memang benar begitu. Apa ada juga gadis - gadis dari Clan Bulan Indah akan ikut serta?" Tanya Raja Itu.
Clan bulan indah. Salah satu Kelompok yang sedang naik daun saat ini dikarenakan semua Anggotanya berisi Gadis - gadis cantik dan Ketua Mereka yang memiliki Kekuatan yang setara dengan Divine Beast Urutan 8.
Dikatakan juga Ketua mereka masih muda sehingga dianggap Sebagai Jenius dan masih berumur Sekitar 16 Tahun. Sangat muda sekali bukan? Ia juga dikenal sebagai salah satu Orang jenius Terlangka Di Dunia
"Tentu saja Yang Mulia. Setiap Kerajaan ataupun Kelompok harus mengikuti Turnamen muda itu demi mendapatkan hadiah legendaris tersebut "
"Tcih. Jika bukan karna Pahlawan itu. Dari awal aku tidak akan menerima Undangan itu" ucap Raja itu kesal.
Semuanya berawal dari paksaan Amakusa yang ingin mengikuti Turnamen muda itu.
Amakusa memaksa untuk ikut serta karna Pikirnya bisa menambahkan kekuatannya serta Kemampuannya padahal alasan aslinya adalah mungkin Dia dapat bertemu dengan Sieg atau lebih tepatnya Kurosaki Ai.
Tentunya Raja itu tidak menerimanya begitu saja. Ia memberikan syarat yaitu Amakusa harus memenangkan Turnamen Muda itu dan Harus memikat para Gadis - gadis dari Kelompok - kelompok lainnya yang mungkin akan hadir di Turnamen muda itu dengan Ketampanannya lalu membawa Gadis itu ke Depan Raja itu.
Benar - benar Baji*gan. Amakusa sendiri kesal dengan syarat kedua itu, Ini seolah - olah Amakusa adalah Pembawa Gadis ke atas Kasur Raja itu. Tetapi, Karna Amakusa benar - benar ingin bertemu dengan Ai walau kemungkinannya sangat rendah. Ia terpaksa menerima Syarat Keji itu dengan bibir yang mengeluarkan darah.
Raja Baru Ais'z itu hanya memperlihatkan senyuman Jijik dan memerintahkan kepada Amakusa untuk segera mengumpulkan semua anggota terbaik dan akan segera dikirim ke sana.
'Dengan ini.. pada Gadis di dunia ini akan berada di tanganku.. Tetapi aku tidak akan menyentuh satupun gadis dari Istana Es...' pikirnya Yang jijik tadi berubah menjadi Serius karna ketakutan
...*****************...
Di sebuah Ruangan yang gelap. Disana terlihat beberapa orang dengan kekuatan yang luar biasa. Masing - masing diantara mereka setidaknya berlevel 1.000 dan juga ketua dari kelompok - kelompok yang sesat ataupun Jahat.
"Kita akan menyerang pada saat Turnamen mencapai Babak Terakhir." Ucap salah satu lelaki paruh baya.
"Hem. Baiklah". Jawab seorang Pria dengan Cakar di Tangan kanannya.
Semua yang hadir di dalam Ruangan itu tidak perlu ditanyakan lagi adalah Kelompok - kelompok Sesat dan Jahat yang akan menyerang Turnamen muda demi membunuh para pemuda pemudi yang ikut serta dalam Turnamen tersebut. Meski dulu Mereka gagal melakukannya tetapi, Kini kekuatan mereka yang sudah berkembang pesat sudah dapat melakukan itu.
"Tapi apa kita bisa melakukannya? Karna di sana juga terdapat divine Beast dan Para Sage terlebih lagi Pengawal dari perwakilan kerajaan masing - masing kerajaan akan muncul. Bahkan jika meminta Bantuan Iblis, dan semua kekuatan anggota kita. Semua itu sangat mustahil. Terlebih lagi, Utusan dewa akan muncul disana."
"Tidak perlu khawatir. Meski Ia seorang Utusan Dewapun Dia yang sekarang tidak terlalu kuat. Dan Kita sudah mendapatkan Ribuan Bantuan Iblis tingkat tinggi dan 10 Raja iblis ikut serta dengan kita nanti"
Sontak semuanya sangat terkejut.
"Ji - jika itu benar - benar. Maka kesempatan kita untuk menang akan meningkat"
"Benar."
"Selama Iblis berada disisi kita dan ditambahnya dengan kekuatan kita. Kita pasti bisa membunuh Mereka semua."
Setelah itu terlihat sosok yang kuat dengan aura mengerikan keluar dari tanah. Mereka semua yang kekuatannya setara dengan Level 1.000 langsung menunduk.
Sulit dipercaya, Kekuatan mereka yang sangat kuat itu menunduk ke arah Makhluk itu.
"Selamat datang kembali Cris - sama." Ucap Pri baruh baya tersebut.
"Hmm. Aku sudah mendapatkan kelompok - kelompok kecil untuk ikut serta dalam membantu kita dan aku membawa 3 bawahan terpercaya ku mengikutiku"
Lalu muncul sebuah lingkaran Sihir di Tengah - tengah dan keluar 3 sosok yang kelihatan Mirip. Ketiga - ketiga memiliki Sayap seperti malaikat maut dan setara dengan kekuatan tuan mereka sendiri.
"Ke - kenapa anda sampai mempersiapkan sebanyak ini" ucap Pria paruh baya itu karna ketakutan bertanya.
"Ah. Aku lupa menyampaikan sesuatu. Istana Es akan ikut serta dalam Turnamen ini"
Sontak semuanya memperlihatkan Wajah yang sangat pucat karna mereka sangat mengetahui, Kekuatan Istana Es itu seperti apa.
"Jika kalian ketakutan dengan mereka jangan khawatir. Biar aku yang mengurusinya selain itu aku memiliki Item yang bahkan dewa tidak dapat hancurkan.." ucapnya menyeringai.
Mereka menghembus Nafas lega meski masih ragu lagi.
"Dan berapa anggota yang sudah bersiap untuk menyerang Di Saat Pertandingan nanti?"
"Untuk saat ini. Kamu hanya mampu mengumpulkam Sekitar 100.000 Anggota. Semua dari Kelompok Sesat Besar, Menengah, dan kecil. Dan ditambahnya dengan kekuatan Iblis, Raja Iblis serta kekuatan anda maka kemungkinan kita menang sangat tinggi."
"Itu masih belum cukup. Kumpul juga Kelompok Sesat Yang ahli dalam Racun, Atau Monster - monster tingkat tinggi yang dapat kita jadikan sebagai sekutu kita"
Mereka sedikit terkejut dengan permintaan itu. Seharusnya kekuatan mereka saat ini setidaknya hampir sebanding dengan Divine Beast pertama atau memang setara.
Namun, Kekuatan mereka masih lagi tidak mencukupi. Itu benar - benar sangat gila tetapi karna ini adalah Perkataan dari orang yang penting maka mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk menyanggupinya.
"""Baik""""
"Bagus dan ah aku lupa lagi.."
Mereka kembali terdiam berharap kalau Kata - kata orang tersebut bukan memerintahkan mereka untuk melakukan hal - hal yang mustahil.
"Nanti Salah satu Perwakilan Istana Es adalah seorang Gadis berumur 10 tahun. Jika kita ketemu dengannya, Maka Sebisa mungkin jangan membunuhnya karna gadis itu memiliki Tubuh Yang Spesial." Ucapnya
Bagi mereka itu sangat sulit. Karna Setiap Perwakilan dari Istana Es itu sangat luar biasa tidak lagi pencipta Kelompik itu dan memimpinnya. Itu sangat kuat.
Membunuh saja mereka tidak akan bisa apalagi disuruh untuk menangkapnya itu sangat mustahil..
"Apa? Tidak bisa melakukannya?" Ucapnya Dingin
Secara Reflek mereka menganggukkan kepala mereka dengan cepat.
Setelah Sosok menakutkan itu menghilang kecuali Tiga Malaikat yang dibawa oleh sosok itu. Mereka semua lantas menghembuskan nafas dan menjelaskan rencana mereka.
Mendengar bahwa Istana Es ikut serta membuat semuanya Menjadi Rumit karna kekuatan Istana Es yang Super Gila di ingatan mereka masing - masing. Dan harus dipikirkam matang - matang
...*********************...
...Istana Es...
Istana Es. Adalah Nama dari sebuah kelompok yang dimana Semua Anggotanya dapat menggunakan Elemen Es.
Kenapa mereka menamakan Dengan nama Istana Es?
Karna Tempat yang mereka semua Tinggali Dalam Istana dan tepat di atas - atas Gunung. Dimana Lokasi Istana Es itu juga sangat gila. Lokasinya dapat dibilang 100 kali lipat lebih berbahaya dari Lokasi Tempat tinggal Ayu Olivia.
Disana Setiap hari akam turun salju dan tidak akam pernah ada yang namanya musim panas ataupun musim - musim lain. Yang ada mereka hanya bisa melihat Salju turn tanpa henti. Orang biasa tidak akan dapat bertahan lebih dari 10 Detik karna mati kedinginan di Tempat itu.
Selain itu, Setiap Anggotanya memiliki Kekuatan dalam mengendalikan Elemen Es tanpa masalah dan Kebanyakan anggotanya bersifat dingin
Anggota mereka cenderung lebih memilih Gadis daripada Pria. Dan Gadis - gadisnya memiliki paras wajah yang luar biasa.
Istana Es saat ini, dapat dikenali sebagai Kelompok terkuat di dunia ini atau salah satunya. Karna masih ada lagi Kelompok - kelompok yang dapat menandingi kekuatan Istana Es.
Menurut orang lain, itu pasti gila. Siapa lagi yang dapat menandingi Kekuatan Istana Es? Bahkan Sieg dan Teman - temannya pasti tidak dapat menandinginya meski Sieg menggunakan Seluruh kekuatannya.
Ini Juga Kelompok yang sangag diktakuti oleh Kelompok Sesat dikarenakan kekuatan Yang luar biasanya.
Dan Kini mereka membahas siapa yang akan menjadi perwakilan dari Kelompok mereka sendiri.
"Yang Mulia. Saya Sarankan untuk Kirim Natasya untuk ikut serta ke sana. Kebetulan juga, Natasya bisa melihat Dunia luar seperti apa" ucap Seorang Pak Tua berjanggot putih dan Terlihat sangat berwibawa. Auranya juga sangat mengagumkan.
Pak tua itu bertanya kepada orang yang Ia hormati di Balik Tirai tersebut. Di dibalik Tirai tersebut adalah Sosok yang merupakan Pemimpin Kelompok ini. Terlihat seperti seorang Gadis muda tetapi aslinya Ia adalah seorang Perempuan Yang sudah berusia Ratusan tahun.
Dapat mempertahankan Wujud Masa Mudanya, Gadis itu pasti sudah berada di Tingkat Kekuatan yang Tingkatnya luar biasa. Atau mungkin Setengah Dewa.
"Hem. Kalau bisa sih. Aku tidak mau Natasya ikut serta. Karna Kalian taulah seperti apa tapi itu benar juga, Natasya seperti Seorang Bayi yang baru lahir tetapi, Natasya Memiliki Pemikiran dewasa membuat dirinya mirip dengan Jenius.."
Gadis itu berpikir dengan sangat keras. Ia harus mengambil Tindakan yang pintar dalam hal ini, Kekuatan Natasya dapat juga dibilang Setara dengan Ayu yang kehilangan Kendali dan Ia akan mengikuti Turnamen itu? Jika Sieg dan lainnya ketemu sama Gadis ini, mungkin mereka tidak percaya.
"Ini juga bisa jadi kesempatan bukan Yang Mulia? Natasya itu juga bisa menemukan Pendamping Hidup yang dimaksudkan oleh Para Dewa Dewi, Maksud hamba seorang Anak yang seumuran hidupnya. Dan Kesempatan untuk kita semua..."
"Kesempatan apa yang kita dapatkan?"
"Anak Yang dimaksudkan oleh Natasya mungkin memiliki Kecocokan dengan Elemen Es 100%. Jika Anak itu belajar di bimbingan kita mungkin kekuatan Kita dapat bertambah dan tidak perlu khawatir lagi dengan dunia luar."
"Hmm. Baiklah. Panggil Natasya sekarang. Aku ingin mendengar Keputusannya.."
""Ha''"" ucap Kedua Tetua yang ada langsung menghilang tanpa jejak.
...****************...
Di dalam Kamar Dingin, Disitu terlihat seorang Gadis seumuran Sieg yang sedang duduk bersila seolah - olah menyerap Mana berelemen Es di sekitarnya.
Wajah Gadis itu tidak dapat dilihat pleh siapapun Dikarenakan Ia mengenakan Cadar Putih yang Tranpar. Tetapi, siapapun yang melihatnya, sudah pasti Akan berpikir Jika gadis itu cantik.
Namun, wajah Gadis itu Terlihat dingin dan tidak memiliki Emosi. Ia juga memiliki Warna Mata Biru Indah seperti Sieg dan Rambut Biru panjang Terurai.
Serta Aura yang dingin. Setiap satu Hembusan Nafas, Ia akan mengeluarkan Asap tetapi Asap Dingin.
Ketika Gadis itu sedang Menyerap Mana Di sekitarnya. Terdengar ketokan dari Pintu Kamarnya.
"Natasya - sama. Yang Mulia memanggil anda." Ucap Tetua dari luar karna Ia sendiri tidak berani mencari Masalah dengan Natasya. Ia sendiri Tau, seberapa Jauh kekuatannya dan Kekuatan Natasya. Ibaratkan satu semut melawan Satu Ikan Paus.
Gadis itu tidak langsung menjawab. Ia langsung berdiri dari Tempatnya dan bertukar pakaiannya.
Kini wajahnya benar - benar terlihat jelas. Hanya saja. sedikit aneh melihat Bibirnya yang berwarna Biru. Kemungkinan besar orang pasti berpikir Jika Itu penyakit. Oleh karna itulah, Bibirnya membiru padahal Aslinya Bibirnya membiru karna Tubuhnya sendiri
Tubuhnya adalah Tubuh Special yang dimana Ia tidak perlu membunuh Monster untuk menjadi kuat tetapi, Ia hanya perlu duduk diam menyerap Mana di sekitarnya membuat dirinya Orang yang mungkin akan menjadi Terkuat di masa depan.
Setelah menukarkan Pakaiannya. Kini Ia wajahnya tertutup oleh Kain Mirip Tranpar sepenuhnya. Tidak ada satupun yang akan dapat melihat Wajah itu karna Kain tersebut.
Ia lalu membuka Pintu kamarnya dan disitu terlihat 2 Tetua yang sudah menunggu Kehadiran Natasya dalam posisi Menundukkan kepalanya.
"Mari kita pergi..." ucapnya perlahan namun sangat merdu jika Didengar oleh orang lain dan pada saat yang bersamaan itu juga terdengar dingin.
...************...
Setibanya di hadapan Orang yang mereka hormati. Dua Tetua tadi menundukkan kepala mereka kembali kecuali Natasya.
"Bagus kalian berdua. Kalian bisa kembali ke tempat kalian" ucap Gadis itu
2 Tetua itu langsung kembali ke tempat mereka tanpa banyak Bertanya.
Gadis itu lalu menatap ke Natasya dan Menjelaskan alasan kenapa Dirinya dipanggil soal Turnamen Muda ataupun Perjalanan kesana.
"Jadi Natasya.. apa kau ingin ke dunia luar? Dan melihat semuanya?"
"Aku...." Gadis bernama Natasya itu terlihat ragu.
"Kenapa Natasya? Apa kau takut dengan dunia luar?"
"Bukan itu.. Aku hanya tidak mau kesana sendiri.." ucap Natasya Perlahan Namun, masih dapat didengar oleh mereka karna Jangkuan pendengar mereka sangat Jauh.
"Begitu. Jangan khawatir. Aku tidak akan mengirimmu sendiri. Tidak lagi, kau sangat penting bagi Istana Es. Kau bisa membawa siapapun yang kau inginkan."
"Aku.. ingin membawa Kakek ikut bersamaku." Ucap Natasya Sembari menunjuk ke arah Pria tua berganggot putih tadi.
"Hem hem. Baiklah. Jika itu yang kuinginkan. Apa kau mendengarnya Pak Tua."
"Haaa. Aku harap kau bisa cepat Tua juga Yang Mulia"
Biasanya itu akan dianggap lancang tapi Posisi Pria Janggot itu tidak berbeda jauh dengan Gadis itu. Jadi mereka dapat berbicara layaknya Teman Lama. Atau mereka memang Teman lama.
"Dasar Pak Tua. Sudah sana. Selama perjalanan ke sana Lindungi Natasya.."
Pak Tua Berjanggot putih itu langsung mengubah Sikapnya dratis.
"Jika itu yang Dinginkan oleh Yang Mulia. Hamba Yang merupakan salah satu Tetua Bintang 9, Arnius Daichi, akan melakukan Perintah Yang Mulia.." ucapnya Dengan Berwibawa.
"Hem. Bagus, sekarang semuanya Bubar!"
Setelah itu semua Tetua ataupun petinggi disana langsung menghilang termasuk Gadis tersebut menyisakan Natasya dan Pak Tua berjanggot itu yang bernama Arnius Daichi.
Daichi kemudian mendekati Natasya dan mengelus kepalanya. Sekilas Wajah Natasya yang dingin sedikit berubah..
"Kakek..."
"Tidak perlu dipikirkan. Kau menerima untuk pergi adalah Demi bertemu dengan Anak yang dimaksudkan oleh Dewi Air kan?"
"Ya..."
"Dan Bagaimana jika anak itu adalah Cowok?"
"A - aku.."
Melihat cucunya kesulitan menjawab. Daichi hanya tersenyum karna suka melihat Cucunya seperti ini dan Gugup. Meski Pemikiran Natasya itu seperti orang Dewasa tetapi fakta bahwa Ia masih anak - anak itu masih ada di dalam dirinya.
Natasya juga bukanlah cucu aslinya tetapi, Baik Itu Natasnya ataupun Daichi mereka sudah seperti Keluarga.
Dan mereka saling memanggil Kakek dan Natasya dianggap sebagai Cucu Daichi
Biasanya Juga Natasya tidak mempercayai lelaki tetapi, entah Kenapa Cuma Kakeknya satu - satunya Yang Ia dapat percayai dan Sangat ia Hormati.
"Semoga dalam Perjalanan nanti. Kau dapat bertemu dengan anak yang dimaksudkan itu" ucap Daichi.
Ia juga sudah menganggap Natasya lebih penting dari siapapun dan akan melindungi Natasya dengan Semua kekuatannya meski nyawanya menjadi taruhan.
"Terima Kasih Kakek.." ucapnya.
'Dewi Air.. Apa setelah aku bertemu dengan Anak yang anda maksudkan itu.. Aku akan menganggap Anak itu spesial untukku..?' Ia lalu memperlihatkan wajah yang sedikit sedih.
Daichi menyadari Wajah sedih itu tetapi, Ia tidak dapat membuat Wajah Sedih itu hilang dan hanya berharap jika Anak yang dimaksudkan oleh Dewa mereka itu benar.
'Semoga Anak yang dimaksudkan itu dapat mengubah diri Natasha..'
Pada awalnya, Natasya hanyalah Seorang Gadis yang terkurung dalam Bongkahan Es dan Jatuh dari langit tepat mengenai Istana Es.
Tentunya kejadian itu membuat mereka semua Tetua dan petinggi lainnya dengan segera menuju ke arah Bongkahan Es itu.
Dan hal yang mengejutkan mereka adalah seorang Gadis cantik berambut biru di dalamnya. Namun, dikarenakan Kecantikannya itu, Pemimpin mereka sendiri yang akan pertama kali mengurusi Gadis tersebut.
Karna jika yang mengurusinya adalah Cowok maka Gadis itu pasti akan dalam masalah namun, untungnya saat mengetahui bahwa Gadis itu sangat membenci cowok. Pemimpin itu merasa sangat lega dan cocok untun dijadikan sebagai salau satu Anggota Istana Es.
Dan tidak menyangka bahwa Gadis itu memiliki Pengendalian Es sepenuhnya. Yang pastinya kekuatan Gadis itu membuat Para Dewa Dewi Iri akan kekuatan gadis tersebut.
Dan ditambahnya lagi Tubuh Special Gadis itu membuat Gadis itu lebih berharga dari nyawanya sendiri. Oleh karna itu, Pemimpin itu menjadikan Gadis itu sebagai harta terpenting mereka dan tidak boleh membiarkan Gadis itu mati atau sakit.
Banyak Juga Cowok dari Istana es mengincari dirinya. Namun, setelah Natasya mengatakan bahwa dirinya datang kesini adalah demi bertemu dengan anak seumuran dirinya. Mereka semuapun berhenti untuk mengejar Gadis itu. Meski alasan sebenarnya itu, Ia sangat membanci Cowok
Gadis itu tidak lain adalah Natasya. Pertemuannya dengan Daichi juga sangat mengagumkan. Karna Natasya membenci Cowok maka tentunya Ia tidak mempercayai Daichi.
Namun, setelah keduanya bertarung selama satu hari penuh tak henti - henti. Kemenangan berada di tangan Daichi. Dan Natasya kalah.
Akhirnya Natasnya pun mempercayai dengan Daichi, Pak Tua itu. Dan seiiring berjalannya waktu, Natasya mulai menganggap Bahwa Daichi berbeda dari siapapun.
Dengan begitu. Natasya pun mempercayai Daichi sebagai Kakek dan tidak ada yang perlu ditakutkan dari Kakeknya meski Ia seorang Cowok.
Selama ini juga. Natasya selalu mencari Anak yang dimaksudkan oleh Dewi Air namun, Hasilnya Nihil. Ia tidak dapat menemukannya karna Tempat tinggalnya tidak mungkin ditempati oleh orang biasa.
Untuk ke Lokasi Natasya atau Istana Es. Orang tersebut akan menemukan Rintangan mematikan dan semua Monsternya memiliki Elemen Es.
Meski, Hanya memiliki Elemen Es tetapi, setiap satu Monster itu setara dengan Divine Beast ke 9.
Tidak lagi dengan Suhu dingin dan Turunnya Saljut layaknya Tornado. Tempat Istana Es berada saat ini merupakan tempat yang sangat berbahaya dan harus dihindari.
'Anak yang dimaksudkan oleh Dewi Air... itu seperti apa? Aku harap kami benar - benar dapat bertemu..' Pikir Natasya.
...*****************...
...Kerajaan Felix...
"Otou - sama. Tolong biarkan prajurit terkuat kita mengikuti Turnamen Muda itu.." ucap Seorang Gadis berambut Coklat berkuncir kuda.
"Haaa. Miya. Putriku, Ayah tau kau ingin ikut Dan bertemu dengan Pemuda itu.." ucap Pak tua yang tidak lain adalah Raja dari kerajaan Felix.
Benar, Gadis itu adalah Miya Felix. Satu - satunya juga Gadis yang mencintai Kirito.
Setelah mendengarkan Undangan untuk ke Turnamen Muda tersebut. Siapa yang tidak tertarik dengan Itu. Namun, lain kalau dengan Miya Felix. Ia ingin sekali pergi ke sana bukan untuk bertanding melainkan Hanya ikut - ikut saja melihat Pertandingan
Tunamen muda juga dapat ditonton untuk Orang - orang namun, itu juga tidak mudah.
Untuk ikut dalam menonton mungkin hanya orang - orang berkepentingan seperti Raja, Pangeran, dan Putri yang bisa menontonnya.
Miya Felix juga tidak tertarik dengan ini tapi kemungkinan Kelompok Sieg atau Orang yang Ia cintai mungkin ikut serta itu tidak sedikit.
Jika Bisa Ia ingin melihat orang yang Ia cintai bertarung tepat dihadapan matanya.
Mereka juga selalu mendengarkan Rumor soal kelompok Sieg selama ini, Menaklukan Divine Beast dan Meratakan satu Kota.
Cuma Raja Felix berserta Rajanya yang percaya dengan Itu karna mereka sendiri sudah melihat kekuatan Sieg dengan mata mereka sendiri meski hanya dari kejauhan
"Tolong Ayahanda. Biarkan aku ikut menontonnya.."
"Haa. Dasar putriku ini, Apa kau tau seberapa bahayanya menuju ke sana? Dan jauhnya kesana? Ayah sangat mengkhawatirkan dirimu.. Ayah sendiri juga ingin ikut menonton.."
"Kalau begitu kenapa Tidak pergi bersama - sama dan bawa Prajurit terkuat kita?" Ucap Miya dengan nada memohon.
Ibunya hanya Tertawa kecil melihat Suami dan Anak tersayangnya saling berdebat demi Turnamen Muda itu.
"Benar itu sayang. Ikut serta saja. Lagipula Kerajaan ini.. Sudah ada yang bisa mengurusinya"
"Haa. Jika Istri dan anakku setuju baiklah."
Ayah Felix itu hanya bisa pasrah tidak dapat melanjutkan lagi.
Miya serta ibunya saling berpelukan. Senang karna Rencana mereka berhasil.
'Tunggulah Kirito... kita mungkin akan dapat bertemu kembali dalam waktu yang dekat...'
...*******************...
Tempat Para Raja Iblis dan Iblis tingkat Tinggi
Setelah Farha menyampaikan soal Bahwa Dewa Iblis akan bangkit. Tidak ada satupun Yang mempercayainya kecuali 10 Raja Iblis yang mendapatkan bantuan Dari Utusan Dewa
"Ini merepotkan dan akan bahaya..."
"Hey. Farha, Kenapa Raja Iblis lainnya terlihat sedang merencenakan sesuatu?"
"Ah. Benar juga. Aku akan mencoba melihat masa depan." Farha lalu melihat Masa Depan dan Kristal itu pecah lagi.
10 raja iblis itu sangat pensaran karna pertama kalinya juga Melihat itu.
Farha lalu memijat kepalanya.
"Aduh.. aku sudah tidak tau harus bagaimana lagi.."
"Ada apa Farha?"
"Begini.."
Kemudiam Farha mengatakan apa yang Ia lihat di masa depan. Kebangkitan Dewa Iblis mungkin berkaitan dengan sikap Raja Iblis lainnya.
Dan Ia juga mengatakan bahwa Raja Iblis- raja iblis sedang Berhubung untuk menjalin hubungan dengan Kelompok - kelompok bahaya di dunia ini untuk mengacaukan Turnamen Muda yang akan diadakan. Bahkan ada beberapa Malaikat Jatuh yang ikut serta Dalam Rencaa itu.
Mereka semua menganggap itu gila namun, setelah mendengar bahwa Banyak Kekuatan besar ikut serta dalam menghancurkan para pemuda pemudi yang ikut serta dalam Turnamen itu. Mereka terdiam.
Tidak lupa juga, Farha mengatakan bahwa tujuan pemimpim dari Rencana ini adalah untuk mendapatkan Tubuh Special seorang Gadis dari Istana Es.
Mereka sangat kaget seolah - olah Dada mereka tertusuk seribu jarum. Mereka juga sangat mengenali kekuatan Istana Es, namun Farha menjelaskan lagi Tujuan Asli dari Ketua rencana itu adalah Demi membangkitkan Sosok yang berbahaya. Mungkin saja Dunia akan hancur jika sosok itu ada muncul di dunia.
Tentunya, Utusan Dewa beserta Teman - temannya akan berada di Turnamen muda itu dan yang paling mengejutkan lagi adalah Farha sudah tidak dapat melihat lagi masa depan.
Farha sudah tau jika Sieg dan rekan - rekannya akan bertaruny demi melindungi para Pemuda pemudi yang ikut serta namun, hasil seperti siapa yang Menang atau yang kalah. Soal itu, Farha tidak tau.
"Ini... benar - benar masalah serius.." ucap salah satu Raja Iblis.
Farha juga langsung terdiam setelah menjelaskan semuanya.
"Kebangkitan Dewa Iblis, Penyerangan Turnamen muda, Malaikat Jatuh, Istana Es, Masa Depan tidak Jelas dan Sosok berbahaya. Semua ini baru pertama kalinya terjadi di sejarah.. jika semua ini terjadi dunia pasti hancur tak tersisa..." ucap Farha mengeluarkan keringat dingin.
"Kita tidak boleh duduk diam ketakutan disini. Kita harus cari cara bagaimana menghentikan ini"
"Menghentikan? Bagaimana? Itu semua hampir bisa dilakukan."
"Tentunya, jika kita ikut serta dalam Utusan dewa. Kita pasti..."
"Ah itu benar."
Ketika saling memgutarakan Pendapat dan cara menghentikan semua ini. Farha langsung menyela.
"Tunggu... Aku mendapatkan pecahan masa depan lagi... ini..."
"Ada apa Farha?"
"Aku sudah melihat masa depan dengan kekuatan terakhirku. Dan aku tidak dapat menggunakan Penglihatan Masa depan ku untuk sementara."
"Eh? Kau melakukan itu?"
"Mau bagaimana lagi. Kita dalam situasi yang terdesak"
"Kalau begitu. Apa yang kau lihat di masa depan?"
"Kita tidak perlu Ikut campur.. Itu yang kulihat di masa depan"
Seketika ruangan itu menjadi hening.
"""Haa!!!!"""" Mereka semua teriak serempak
"Kau yang benar saja Farha!"
"Dengarkan dulu. Karna masa depan Tidak jelas, Jadi aku cuma bisa menyampaikan Itu.. Yang pastinya kita tidak perlu ikut serta..."
"Apa jangan - jangan semuanya Utusan Dewa yang mengurusinya?"
"Tapi.. meskipun dia seorang Utusan Dewa. Ia pasti tidak dapat mengurusi semuanya.."
Farha juga menyadari itu tapi Ia tidak dapat menjelaskannya dengan baik. Masa depan menjadi tidak jelas dikarenakan Oleh Utusan Dewa atau Kurosaki Sieg akan dihadapi dalam Pilihan
Pilihan yaitu Memanggil Karakter itu atau tidak.
'Kurosaki Sieg. Karakter apa lagi yang kau miliki? Sehingga karakter itu dapat menganggu masa depa - tidak.. Takdir.'
"Yah, Pokoknya percaya saja padaku. Jika Perhitunganku salah. Maka aku akan memberikan kekuatanku kepada kalian semua.."
Mereka semua memasang ekspresi wajah rumir. Jelas tidak setuju dengan Itu karna mereka sudah menganggap Farha sebagai Keluar mereka sendiri.
"Jika kau berkata begitu. Baiklah. Kami tidak akan ikut campur dalam hal itu."
"Terima Kasih karna sudah mau mendengarkan Permintaanku.."
Mereka hanya tersenyum tipis melihat Teman mereka sekaligus orang mereka hormati berkata seperti itu pada diri mereka.
...****************...
Pada saat yang bersamaan Sieg mendapatkan Quest yang paling aneh ia pernah lihat.
...[Quest Utama!!...
...1. Temui salah satu Gadis Dari Istana Es dan buat Dirimu menjadi berharga di mata Gadis tersebut!!...
...2. Buat dirimu beserta teman - temanmu untuk menjadi kuat secepat Mungkin!!...
...Hadiah : ???...
...Hukuman : ???]...
...[Quest Darurat!!...
...1. Dunia sebentar lagi akan dalam bencana yang pertama kali terjadi di sejarah. Lindungi dan Bunuh semua yang terlibat dalam Rencana itu. Kejadian itu akan terjadi di Turnamen muda....
...2. Gunakan seluruh kekuatanmu serta kekuatan rekan - rekanmu berusaha mati - matian melindungi dunia....
...3. Bunuh Dewa Iblis....
...4. Bunuh Iblis tingkat Tinggi dan Raja Iblis (Jumlah : 000000/???)...
...5. Bunuh Para Malaikat Jatuh yang ikut serta dalam rencana itu (Jumlah 0/3)...
...6. Bekerja samalah dengan Para Sage, Divine Beast, dan Orang kuat lainnya dalam menghadapi Musuh tersebut...
...7. Bunuh salah satu Sosok yang membahayakan para Dewa Dewi...
...Hadiah : Error, ???, ???, ???...
...Hukuman : Error]...
"Apa - apaan dengan Quest ini?" Ucap Sieg dalam keadaan yang sangat bingung.
...*************...
Ya udah, Jangan lupa Dilike, Komen, Vote, Rate 5 bintang dan Share
See You In The Next Chapter 👋👋👋
Jumlah Kata : 4884