
Sieg dan yang lainnya memulai Perjalanan mereka kembali. Dan menuju ke tujuan mereka selanjutnya Yaitu ke Kerajaan Ais'z untuk menyelesaikan Tugas mereka.
Tujuan mereka kesana adalah tidak lain demi menemukan Peta kerajaan Olivia. Dengan Peta itu, Sieg dan yang lainnya dapat mengembalikan Ayu Ke Tempat asalnya.
Kini Sieg dan yang lainnya sedang berlarian menuju ke arah Kerajaan Ais'z.
Kenapa mereka berlari?
Itu karena mereka sedikit berolahraga atau pemanasan. Bagi mereka ini berlarian seperti ini sudaj menjadi kegiatan sehari - hari mereka kecuali para Gadis yang menaiki Tubuh Phoenix terbang ke langit.
Yah, palingan yang Menaiki Phoenix hanyalah Asuna, Ai, Ayu, dan Kurumi kecuali Akame yang dari awal memang ingin melakukan itu.
Dan sembari berlari - larian. Sieg meminta Yui untuk memberikan Informasi kepada Mereka agar dapat digunakan di Kerajaan Ais'z tetapi Ternyata Informasinya sedikit buruk dari yang Sieg duga.
Saat ini Kerajaan Ais'z sedang dalam keadaan yang terpuruk sampai - sampai Raja baru Ais'z ditakuti oleh Para Rakyatnya sendiri.
Raja itu juga selalu merampas hak milik Orang lain. Mendengar itu, tentunya yang merasa marah Kirito, Rimuru, dan Akame.
"Cuma itu Informasi yang dapat kutemui Sieg - san.. dan Papa lihat di depanmu.."
Yui menunjuk ke arah Kirito yang hampir menabrak Batu besar di hadapannya karena Ia terlalu marah sampai - sampai Kirito tidak menyadari terdapat baru besar di depannya.
"Fuh. Hampir saja. Terima Kasih Yui.."
"Sama - sama papa."
"Ah. Yui. Apa kau bisa mencari beberapa informasi soal Divine Beast? Atau pun Sage yang masih ada di dunia ini?" ucap Sieg
"Bisa Sieg - san. Serahkan pada sajaku!!" Ucapnya sedikit bersemangat lalu kembali ke Asuna
Mereka pun kembali menuju ke Kerajaan Ais'z dengan Kecepatan mereka saat ini. Untuk sampai ke kerajaan Ais'z paling cepat butuh 3 Hari.
Sieg bisa saja kesana menggunakan Portal Rinnegannya tetapi, Sieg tidak ingin menggunakan cara itu. Bisa saja, Mereka ketemu monster berlevel tinggi sepanjang perjalanan mereka ke Kerajaan Ais'z. Jika itu terjadi, Akame, Rimuru bisa menaikkan level mereka karena mereka baru beberapa Hari dunia ini.
Beberapa saat kemudian. Terlihat satu Goblin dengan Jumlah yang lumayan. Para Goblin itu sedang membawa Para Gadis - gadis yang jelas dijadikan sebagai Mainan Para Goblin.
Rimuru sedikit terkejut karena Penampilan Goblin di dunia ini lebih buruk dari Rigurd dan Goblin lainnya di dunianya Dan merasa marah.
"Tenang dulu. Rimuru. Bukan tugasmu untuk membereskan Para Goblin itu.."
"Jadi sia - ah. Aku mengerti." Rimuru menjadi mengerti siapa yang akan mengurusi Para Goblin itu.
"Akame. Bereskan Goblin itu.." perintah Sieg
Sieg sendiri penasaran bagaimana Caranya Akame membereskan para Goblin itu.
"Dimengerti."
Dalam sekejap, Akame langsung melesat dengan Cepat menuju ke arah Goblin itu.
Salah satu diantara goblin langsung menghembuskan Nafas terakhirnya saat Akame setelah melancarkan serangannya dengan cepat.
Para Goblin lainnya menjadi waspada dan mencari siapa yang melakukan itu barusan.
Ketika mereka menyadari kehadiran Akame mereka semua langsung menyerang Akame tapi sayangnya..
"Houmuru.."
(Author : Akame memiliki kebiasaan mengatakan itu saat menjalankan Misinya artinya itu Houmuru (葬る) adalah Kubur/Musnahkan)
Tidak butuh waktu yang lama. Tubuh semua tubuh Goblin itu langsung terbelah berkeping - keping oleh Pedang Murasame dan darah Goblin itu tidak mengotori Pakaian Akame.
Sieg dan yang lainnya sedikit terkejut melihat Akame dapat menyelesaikannya dengan cepat. Tidak sampai satu Menit. Akame langsung membasmi para Goblin itu.
Serta teknik berpedangnya dalam memegang Katana Murasame itu sedikit mengerikan
Setelah itu Para Gadis yang ditangkap itu dikepaskan oleh Akame.
Akame sendiri tidak menyangka kalau di dunia ini juga ada yang Namanya Penyiksaan terhadap Manusia seperti yang ada di dunianya.
"Pergilah. Dan selanjutnya kalian harus berhati - hati.." ucapnya menghancurkan Rantai yang mengunci Tangan Para Gadis itu dengan Murasame
Mereka semua berterima Kasih dengan Akame dan Akame memberikan beberapa Koin emas kepada mereka semua supaya Kehidupan mereka lebih baik lagi ke depannya.
Akame kemudian mendekati Sieg dan yang lainnya memberikan Laporan.
"Bagaimana dengan Kinerjaku tadi. Apa aku sudah berguna?" Ucap Akame tanpa basa basi
"Iya. Dan kata - katamu itu sedikit perbaiki lagi. Itu terdengar seperti kau adalah Alat"
"Begitu?" Ucapnya sedikit bingung
Sieg dan yang lainnya kembali menuju ke kerajaan Ais'z
"Anak itu. Dia bahkan tidak berkedip membunuh..' Ucap Rimuru tersenyum Tipis.
"Yah. Di dunia yang di tempati sebelumnya adalah Dunia yang dimana Pembunuhan selalu terjadi. Jadi wajar saja baginya.." balas Sieg
"Apa kalian berdua membicarakanku?" Ucap Akame yang tiba - tiba masuk ke Pembicaraan Sieg dan Rimuru.
""Tidak sama sekali"" ucap mereka berdua serempak.
"Begitu."
Dan Selama Dua hari ini. Sieg dan yang lainnya memburu Monster terus menerus biar level mereka meningkat tanpa henti.
Meski ada beberapa masalah yaitu, Para Bandit. Namun, semuanya dapat diurusi dengan mudah oleh Akame, dan Kirito.
Seorang Samurai dan pendekar pedang itu juga sudah terbiasa dengan membunuh manusia. Sieg sebenarnya tidak menginginkan itu tapi mau bagaimana lagi, Dunia ini juga untuk bertahan hidup. Kita harus membunuh
Sedangkan Sieg dan Rimuru sedikit mencari informasi Lokasi monster atau sarang Monster. Tentunya lewat System dan Dai Kenja.
...*******************...
'Ranga. Kau disana?' Tanya Rimuru dalam pikirannya.
'Ada apa Waga Aru jī?'
(Author : Artinya Tuanku. Ranga selalu manggil Rimuru kayak gitu kan? Kalo gak salah sih)
'Ah. Tidak. Karna lagi bosan. Aku ingin berbicara denganmu"
'Mendengar Anda berkata demikian. Membuat saya sangat terhormat!!'
'Tidak. Kau terlalu berlebihan!! Dan aku ingin meminta pendapatmu.'
'Soal Anak itu. Maksudku Kurosaki Sieg. Bagaimana menurutmu?'
'Jujur saja. Pertama Kali Saya melihatnya. Saya merasa marah karena Ia memanggil anda pada saat yang tidak tepat..'
'Hahaha... benar juga..'
'Tetapi. Melihat Anda dapat senang bersama Anak berambut putih itu. Saya akhirnya mengerti Tentang kepribadian Anak itu..'
'Hoh. Apa itu?'
'Anda dan Anak itu sangat mirip tidak malahan sangat Mirip. Kebaikan anda kekuatan anda. Semuanya. Sangat mirip dengan anak itu'
Rimuru sedikit senang mengetahui bahwa Bawahannya berpikir seperti itu. Dan ia sendiri senang kalau ia dan Sieg itu sangat mirip.
Dengan begitu, Rimuru dan Sieg tidak memiliki masalah saat membangun Kota kecil di hutan kematian. Dan dia sedikit harus menanyakan soal itu kepada Ranga. Apa Ranga bakal setuju?
'Ranga. Kalau aku mengatakan kita akan membangun sebuah Kota Kecil di dunia ini. Bagaimana menurutmu?'
'Saya Yakin anda dapat membangunnya. Meski membutuh waktu yang sedikit lama memanggil yang lainnya dari dunia Kita. Tetapi, Saya akan tetap menunggu sampai hari itu tiba. Tidak lagi, Dengan Bantuan Anak berambut Putih itu, Anda dan dia pasti dapat melakukannya dengan cepat'
'Mendengarmu jawabanmu membuatku menjadi sedikit bersemangat..'
...******************...
"Ne Yui - chan.."
"Ada apa Mama?"
"Apa Yui - chan tidak masalah melihat Papa dan Mama membunuh?" Tanya Asuna
"Tidak sama sekali. Yui mengerti, Papa dan Mama melakukan itu demi kepentingan dunia. Selain itu, dapat melihat Papa melawan musuh - musuhnya. Yui sangat menyukai melihat Papa seperti itu."
"Begitu. Baguslah jika begitu. Ayu - chan, Ai - chan kemarilah.."
Ai dan Ayu yang berada di atas Phoenix mendekati Asuna. Asuna ingin mereka berdua lebih akrab dengan Yui dan selalu bermain dengan Mereka berdua. Dan kini mereka sudah mulai menjadi sering bercanda.
Dan Yui juga menjadi bahagia di dunia ini meski ia mengetahui bahwa dirinya NPC tetapi mereka yang lainnya melihat Yui sebagai Manusia.
Mungkin beberapa dari kalian pikir kalau Tubuh Yui itu adalah Tubuh Asli Yui. Tetapi sebenarnya tidak seperti Kirito dan Asuna yang dari awal adalah Manusia.
Sedangkan tubuh Yui itu dari awal bukan manusia. Dan sekarang masih sama seperti Tubuh NPC pada umumnya. Tidak memiliki detak jantung, Suhu tubuh, dan pada umumnya Ia sama seperti NPC normal.
Oleh karena itu, Kirito sudah meminta kepada Sieg untuk melakukan sesuatu soal tubuh kepada Anaknya.
Meski, baru beberapa Hari. Mereka sudah menganggap Yui sebagai anak asli mereka dan rasa ingin mereka melindungi Yui sudah melekat di hati mereka.
Sieg pun sudah memiliki beberapa Caranya. Ia bisa menciptakan Tubuh tetapi, Kalau bisa Sieg ingin menciptakan Tubuh yang dimana tubuh Yui sama seperti manusia normal dan berubah wujud yang Dimana Yui dapat berubah menjadi Peri atau Navigation Pixie sesuka hatinya.
Tentunya menciptakan tubuh yang mirip manusia, memiliki Jantung, dan semacamnya itu sangat sulit.
Mungkin cuma Dewa Dewi yang bisa melakukan itu. Misalnya menciptakan tubuh seperti Tubuh Ayu yang merupakan Tubuh ciptaan para Dewa Dewi.
Meski Sieg bukanlah seorang Dewa tetapi Ia tetap bisa menciptakan tubuh Yang dapat digunakan sebagai wadah dengan bantuan System dan Dai Kenja.
Tentunya semua itu memerlukan Proses yang sedikit sulit. Bahkan, Sieg dan Kirito jadi pusing dibuatnya.
...*****************...
""Haaa. Melelahkan.."" ucap kedua lelaki tampan yang tidak lain adalah Kirito dan Sieg.
Karena mereka istirahat sejenak. Mereka melanjutkan Penelitian mereka yaitu, membuat tubuh Untuk Yui.
Tentu saja. Melakukan itu tidak mudah dan mereka perlu memahami beberapa Bagian seolah - olah sedang Membuat Game baru dan mengetik - mengetik Komputer.
Ukuran tubuh, Kulit dan banyak lagi yang harus mereka pahami. Membuat Kepala mereka berdua dipenuhi dengan Banyak Informasi yang mengalir.
Bahkan System dan Dai Kenja yang biasanya dapat menganalisasi semuanya dengan mudah juga kesulitan menangani semua itu.
'Mungkin aku harus membuat Dai Kenja berevolusi menjadi Ultimate Skill Raja Kebijaksanaan '
Tetapi itu tidaklah mudah. Di Manganya maupun di Novelnya. Pertama kalinya Dai Kenja berevolusi itu adalah pada saat Rimuru menjadi raja Iblis. Dan tidak mungkin Sieg meminta Rimuru untuk menjadi Raja Iblis di dunia ini.
Di dunia ini. Persyaratan untuk menjadi Raja Iblis sedikit mirip dengan Cara menjadi Raja Iblis di dunia Rimuru yaitu membunuh Makhluk hidup kecuali Monster dan Iblis, sebanyak 100.000. Itu jumlah yang sangat banyak. Entah butuh berapa Hari, bulan dan Tahun membunuh Makhluk hidup sebanyak itu.
Tetapi ada juga lewat jalan yang aman yaitu, Mendapatkan Anugerah dari Raja Iblis sebelumnya. Dengan itu mereka secara otomatis menjadi Raja Iblis tanpa membunuh Makhluk Hidup sebanyak 100.000 dan muncullah Raja Iblis yang sangat baik.
Kenapa dikatakan sangat baik?
Karena Raja iblis yang mendapatkan Anugerah tidak perlu membunuh Mannusia atau makhluk hidup dari Ras lainnya.
Dan ada juga Cara untuk menjadi Raja Iblis tanpa menggunakan Dua Cara Di atas.
Cara ini adalah cara yang paling berbahaya yaitu bertemu dengan Dewa Iblis. Dewa yang dapat mengubah Iblis biasa menjadi Raja Iblis. Ia juga bisa mengubah makhluk lain dari Ras lainnya menjadi Raja Iblis.
Untungnya. Ia sudah lenyap. Kira - kira begitulah yang terdapat di sejarah di dunia ini.
Namun, sayangnya Dewa Iblis yang dikatakan itu masih ada di dunia ini.....
...*********************...
Setelah Sieg memikirkan soal Skill Dai Kenja Berevolusi menjadi Raja Kebijaksanaan Rhapael. Makanan sudah siap dihidangkan
Dan mereka memakannya dengan tenang.
Yang memasak tidak lain adalah Ai, Ayu, Asuna, Akame sedangkan Kurumi masih dalam tahap pemulihan
Dan di Hari itu Sieg sudah menyadari. Bahwa Phoenix itu juga ternyata menyukai Daging.
Dan Sieg pun memberikan daging besar untuk Phoenix. Begitu juga dengan Ranga. Ia menjadi Tergiur melihat Daging yang besar.
Mau bagaimana lagi. Mulai hari ini, Kedua makhluk yang kuat itu akan makan bersama mereka. Dan Akan sedikit mengubah tubuh Beberapa Karakter Buatannya menjadi Makhluk yang mirip seperti manusia.
'Perjalanan kita masih sangat jauh..' pikir Sieg sembari menikmati Bintang - bintang indah di Langit Malam itu.
...********************...
Chapter - chapternya sudah mulai pendek ya karena Kekurangan sedikit Ide. Jadi jangan terlalu Kecewa kalau Chapternya pendek😅😅
Bisa berikan saran dan Kritiknya di Kolom Komentar.
Tolong Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.