I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 26



...•Sieg Pov Start•...


Akhirnya selesai juga. Setelah pulang aku bisa beristirahat sebanyak mungkin.


Saat ini kami sudah berada di taman dimana Taman tersebut yang kupakai untuk berlatih tadi. Inginnya sih mau melanjutkan berlatih tapi aku sudah sangat lelah.


Dan aku akan tidur satu hari ini sampai besok. Dan sebelum melakukan itu, aku harus Mengurusi tentang Asuna - san terlebih dahulu lalu Tidur nyenyak hari ini sampai besok.


Dan kenapa aku memakai kata 'San' kepada Asuna? Sedangkan pada Kirito tidak?.


Itu karna aku sangat menghormati Asuna - san.


Kirito juga aku hormati tapi, aku tidak mau Memakai Kata 'san' kepada Kirito. Menurutku lebih cocok untuk memanggilnya Langsung dengan namanya karna mengingat diri kami sangat dekat dan aku mempercayainya.


"Jadi apa kau mau bertemu dengan Kirito?" Tanyaku.


Asuna - san kembali menenangkan dirinya dan langsung berkata..


"Iya. Akan kukatakan semuanya kepada Kirito - kun"


"Baguslah jika begitu."


Padahal bukan itu yang ingin kutanyakan.


Sekarang Kirito berada dimana?.


Untuk jaga - jaga aku akan mencarinya dengan Map sekaligus untuk memastikan apakah Kirito bersama dengan Putri atau Miya saat ini.


Bakalan gawat jika Asuna melihat Kirito bersama dengan Gadis lain. Gadis itu sangat menyeramkan saat marah. Setidaknya begitulah Menurutku.


Airi - san juga pernah memarahiku karna tanpa sengaja aku melihatnya di Ruang Ganti Baju (Kalian taulah).


Dan untuk menghindari itu. Aku harus membuat Otakku berpikir lebih keras walau aku bukan tipe orang yang seperti itu.


"Map, Search 'Kirito'" ucapku.


Sama seperti sebelumnya. Sebuah gelombang keluar dari Tubuhku dan tidak lama kemudian Posisi Kirito aku temui.


Yang Kirito lakukan saat ini adalah Dia sedang memakan Hamburger?


Hamburger itu terlihat sangat pedas. Kenapa dia tidak mengajakku. Yah, akan kutanyai dia nanti.


(Author : Sieg sangat menyukai makanan pedas apalagi sangat pedas)


Selanjutnya aku akan mencari Miya. Bisa saja Kami akan berpapasan dengan Miya ketika bertemu dengan Kirito.


Aku mau lihat alur Cerita tentang pertemuan Asuna - san dan Kirito di dunia ini. Aku merasakan cerita baru akan terbuka begitu Asuna - san dan Kirito bertemu di dunia ini.


"Map. Search 'Miya Felix'"


Dan setelah aku mengatakan itu. Lokasinya juga sudah kutemui. Dia saat ini sedang mencari Kirito tapi tidak Dijumpai dimana - mana.


Putri ini bukankah dia terlalu keras kepala?. Selalu mengganggu Kirito dimanapun. Yah, aku tidak punya hak untuk mengatakan itu.


Ai juga terkadang memaksaku juga.


Lokasi antara Kirito dan Miya Felix lumayan jauh.


Apa aku langsung gunakan Skill Teleport?


Karna terlalu lama Berpikir. Asuna pun sedikit ingin bertanya.


"Etto... Sieg - chan?"


Itu panggilan yang tidak ingin kudengar. Aku tidak keberatan sih tapi harga diriku yang keberatan.


[Apa bedanya -_-]


Ada. Banyak bedanya.


Memanggil Kata 'chan' kepadaku membuatku tidak nyaman dan Membuatku tidak suka. Chan hanya bisa digunakan kepada Gadis cantik kepada Ai dan Kurumi.


Dan kata 'chan' itu baru saja digunakan kepadaku.


Harga diriku sangat menolak.


"Jangan panggil aku 'Sieg-chan'. Sieg saja sudah cukup"


"Baiklah. Kalau begitu. Sieg"


"Kita akan langsung Ke Lokasi Kirito. Dan pegangan sekali lagi di bahuku"


Asuna - san melakukan hal yang kukatakan dan Aku langsung menggunakan Teleport.


...******************...


"Kirito - kun.." Ucap Asuna - san.


Kami akhirnya berada di depan Toko Makanan. Asuna - san langsung mengeluarkan Air mata begitu melihat Kirito. Benar - benar Reuni yang lumayan.


Tapi, Karna Kirito tidak menyadari kami berdua berada tepat Di Depan pintu Toko. Dia masih melanjutkan memakan makanan yang sangat pedas itu. Membuat suasana menghilang seketika.


Aku sangat iri ..


"Kau bisa masuk Asuna - san. Aku akan menunggu disini." Ucapku sambil terrsenyum kecil


"Terima Kasih Sieg."


Asuna - san langsung berlari ke Pintu Toko makanan Tersebut. Dan Asuna - san membuka Pintu Toko tersebut dengan keras.


Sontak aku terkejut. Habisnya Pintu itu sedikit retak saat Asuna - san membuka pintu itu. Benar - benar kekuatan yang mengerikan. Aku penasaran seperti apa Status miliknya di dunia ini. Akan kuperiksa nanti.


Karna Tindakan yang dilakukan Asuna - san itu. Ramai yang menyadari Kehadiran Asuna - san dan menatapnya dengan wajah yang terkejut.


Bukan Karna Pintu Yang retak tadi melainkan Kecantikan serta aura yang terpancar dari Asuna - san.


Kalau bisa sejujurnya, Melihat Asuna - san dari jarak sangat dekat. Dia benar - benar sangat Cantik. Jadi karna itulah Ramai yang menatap Asuna - san dan Tatapan itu adalah Tatapan yang penuh hawa Nafsu.


Dan Sepertinya kejadian Klise sudah keluar. Orang yang tidak menyadari bahwa Kirito ada di toko tersebut atau Asuna - san itu adalah Kekasih tersayang Kirito (Di Masa depan) mulai Mendekati Asuna dengan wajah yang sangat menjijikkan.


Sekarang bagaimana? Aku harus ikut campur atau tidak?


Tentu saja jawabannya adalah Tidak!! Bukan diriku jika langsung ikut campur di saat Kejadian Klise ini terjadi.


Cepatlah Sadar Kirito.. Kekasih Terseyangmu dalam bahaya. Yah, Walau Orang Yang yang mendekati Asuna - san bakal Tamat. Pasalnya, menurutku kekuatan Asuna - san di depanku ini lebih kuat dari Kirito saat Kirito terpanggil pertama kali.


Dan ketika Si Pria itu ingin mendekati Asuna - san. Tentu saja Pria tersebut memperkenalkan Dirinya sebagus mungkin untuk membuat Para Gadis tertarik pada Dirinya.


Tapi, Asuna - san menghiraukannya seolah orang itu Angin yang melewati dirinya.


Yah, Asuna - san benar - benar mengagumkan. Tidak takut sama sekali dengan hal seperti itu walau pertama kali Berada di dunia lain.


Asuna - san pun menuju ke arah Kirito yang sedang melanjutkan memakan Hamburger.


Melihat Kirito makan, Membuatku sedikit kesal sekaligus Nafsu makan ku meningkat.


Sesuai dugaanku. Pria itu merasa marah dan Ingin memegangi pergelangan Tangan Asuna - san namun langsung dihentikan sosok berambut Hitam memakai Pakaian Normal pada umumnya.


Siapa lagi, Kalau bukan Kirito Tokoh Utama dalam cerita i - tidak. Tokoh yang berperan penting dalam Cerita ini. Karna Tokoh utamanya adalah Aku. Masa aku harus menyerahkan posisi Tokoh Utama kepada Kirito.


Kirito menatap Dingin Pria itu. Pria itu langsung ketakutan saat mengetahui siapa pria di depannya. Siapa yang tidak takut saat Pria yang dihormati Raja berada di depannya.


Ngomong - ngomong kami juga mendapatkan Title Setiap Satu Orang.


Sieg \= White Hair Hero


Kirito \= Blackswordman Hero


Ai \= Healing Hero


Kurumi \= Hero Of Time


Kenapa Ai menggunakan 'Healing'?. Itu karna Di Daftar Skill Ai. Dia memiliki Skill Penyembuh. Mungkin tidak terlalu diperlukan karna Di Kelompok Kami ada Kurumi yang dimana juga diantara pelurunya ada yang memiliki kemampuan untuk memundurkan waktu.


Namun, aku tidak akan bergantung kepada Kurumi. Aku akan menggunakan kekuatan Kurumi sebagai Kartu Asku. Bisa saja ada musuh yang mengawasi kami dari jauh atau diantara para Dewa dewi ada yang sangat mengawasiku.


[Para Dewa Dewi kagum dengan Pemikiranmu. Tetapi ada pesan dari dewa dewi. 'Jangan khawatir, Kami tidak akan memusuhimu']


Lihat? Mereja benar - benar mengawasiku. Pikiranku juga dapat dibacanya. Bagaimana aku bisa tenang kalau selalu di awasi..


Kembali Ke Asuna - san dan Kirito.


Kelihatannya Kirito tidak menyadari kalau Orang yang dia lindungi saat ini adalah Asuna - san.


Aku akan mempertajamkan Pendengaranku untuk mendengar apa yang dikatakan Oleh Kirito


Dan Saat mendengar kalimat Kirito.


"Memaksa Seorang gadis untuk mengikutimu. Itu tidak baik.." ucap Kirito sambil mengeluarkan Niat membunuh Kepada Pria itu.


Seketika Pria itu langsung lari ketakutan.


Setelah Pria itu keluar lari ketakutan. Melihat kejadian itu, Para pengunjung dan Pemilik Toko tersebut menjadi tegang.


Kirito yang menyadari Ketegangan itu langsung menepuk kedua telapak tangannya untuk menghancurkan suasana tegang tadi.


"Yosh. Lupakan semua itu tadi. Mari kita lanjutkan!!"


Dan Apa yang Kirito lakukan itu berhasil. Semua pengunjung langsung meminum Bir memakan makanan yang dipesan dan ada juga adu panco.


Kirito benar - benar pintar melakukan hal seperti itu.


Kirito kembali melihat ke belakangnya untuk memastikan apa orang di tersebut baik - baik saja.


"Apa kau baik - baik sa -!!"


Perkataan Kirito terhenti saat melihat orang tersebut di belakangnya. Ekspresi Wajahnya benar - benar terkejut melihat orang tersebut.


Dia sama sekali tidak dapat bergerak.


"A - asuna? " Ucap Kirito yang kebingunan dengan Keadaan sekarang. Tidak menyangka kalau ada orang yang dia lindungi adalah Asuna.


Begitu namanya Disebut. Air Mata Asuna menetes dan langsung menuju ke dada Kirito.


Tidak seperti Kejadian Dimana Kirito Tidak membalas Miya Felix saat dirinya dipeluk. Kirito memelukinya dan mengelus - ngelus rambut Asuna untuk membuatnya tenang.


"Sadarnya Lambat..." ucap Asuna tersenyum walau Air mata menetes.


"Iya. Maaf karna terlambat menyadarinya.." ucap Kirito sambil tersenyum tenang.


Suasana kembali menegang. Pemilik Toko Tersebut juga menjadi tegang dan berniat untuk meninggalkan Mereka berdua.


Beberapa Menit Kemudian. Para Pengunjung meninggalkan Asuna dan Kirito di sana berdua.


Dan begitulah. Reuni Asuna - san dan Kirito di dalam Toko. Aku akan menghentikan Mengintip karna tidak sopan bukan? Kalau mengintip Tanpa seizin orang tersebut.


Sekarang aku akan meninggalkanny -. Tidak. Aku masih penasaran.


Aku lihat. Asuna - san dan Kirito sedang duduk di Tempat mereka masing - masing. Dan Mereka berdua terlihat sangat canggung. Yah, aku juga seperti itu jika Bersama dengan Ai.


Dan Pembicaraan di Mulai dengan Kirito.


"Apa kau dipanggil oleh Sieg juga?" Tanya Kirito yang meminum Secangkir Teh.


"I - iya.."


""....""


Mereka berdua semakin canggung dan tidak ada Topik yang ingin dibicarakan. Melihat mereka berdua seperti itu. Aku merasa itu sedikit lucu. Karna tidak pernah aku lihat Kirito dan Asuna - san seperti ini.


Ngomong - ngomong dalam hati Kirito itu ada hanyalah ini..


'Are? Kenapa saat mengetahui Asuna ada disini. Aku sangat bahagia. Tidak bukan bahagia 'yang itu' malahan aku sangat bahagia sampai ingin memeluk Asuna. Dan terasa ingin mengatakan sesuatu tapi apa yang ingin kukatakan?'


Sedangkan Asuna - san yang ini.


'Aku harus mengatakannya kepada Kirito - kun kalau aku menyukainya tapi.. aku tidak memiliki keberanian yang cukup untuk mengatakannya.'


Tentu saja aku dapat menebak apa yang mereka katakan di dalam hati. Wajah Asuna - san menjadi merah tomat dan tangan Kirito bergemetaran saat memegang Cangkir Teh itu.


'Ta - tanganku bergemetaran? Sebenarnya ada apa denganku?'


'Aku harus mengatakannya.'


Asuna - san menarik nafas dalam - dalam dan Kirito yang menyadari itu juga mempersiapkan dirinya seolah sudah menunggu sesuatu dari Asuna - san.


'Kenapa? Aku seperti ingin mendengar Asuna mengatakan hal yang kuinginkan. Tapi.. hal yang ingin kudengar Dari Asuna itu sebenarnya Apa?'


Sekarang yang pertama kali memulai Pergerakan Adalah Asuna - san. Karna terlihat jelas dia berusaha Menenangkan dirinya.


"Ki - kirito - kun.."


"I - iya. Ada apa?'


"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.."


"Si - silahkan.."


Cepat katakan. Katakan. Katakan Asuna - san..


"Ki - Kirito - kun. Se - sebenarnya dari dulu. A - aku men - men - men..."


Kirito juga menjadi Gugup.


"Men' apa?"


"Men - mencin"


"Mencin?"


"Aku mencintaimu.." ucap Asuna - san perlahan namun dapat didengar oleh Kirito.


Seketika itu juga dunia langsung terasa hening. Kirito juga langsung terdiam sedangkan wajah Asuna - san menjadi memerah terdiam.


Aku juga langsung terdiam dan Tidak tau bereaksi Seperti apa seharusnya.. aku sudah Mengintip Hak Privasi seseorang. Tindakan yang kulakukan ini adalah sebuah Kejahatan yang sangat besar. Jadi jangan Ditiru ya para Readers.


Kirito tidak tau apa yang harus dia katakan kepada Asuna. Tetapi, jauh di dalam Lubuk Hatinya. Entah mengapa dia merasa gembira membuatnya tidak mengerti ada apa dengan rasa yang dia rasakan saat ini.


Kirito pun Berpikir sangat keras namun dia tidak dapat menemukan jawabannya. Cara mendeskripsikan Rasa Senangnya.


Dan Kirito akhirnya mendapatkan jawabannya.


'Begitu. Aku juga sama seperti Asuna.'


Kirito Tersenyum. Dia melihat Asuna - san di depannya yang wajahnya memerah Tomat. Dia merasa itu sangat lucu.


Kirito yang tidak terlalu suka membuang masa. Langsung menjawab.


"Aku juga."


Jawaban Kirito membuat wajah Asuna - san dipenuhi Kehidupan. Dan sekali lagi, air mata menetes dari wajahnya. Dan senyuman yang terpasang di wajahnya.


Kirito yang melihat itu memasang Raut wajah Tersenyum dan memegangi Tangan Asuna - san dengan erat.


Tindakan itu tentu membuat Asuna - san terkejut.


"Kita mungkin tidak dapat kembali ke dunia kita. Tapi.. Jika kita, Sieg dan rekan - rekannya terus bersama. Aku yakin Kita akan baik - baik saja. Dan kita akan mengisi banyak kenangan di ingatan kita. Dan Oleh sebab itu, Aku akan mengatakannya dengan jelas. Asuna... apa kau ingin menjadi Pacarku?"


Ucap Kirito.


Asuna - san juga tersenyum


"Iya. Aku ingin menjadi orang Terpenting dalam Hidup Kirito - kun"


Dan begitulah kisah mereka berdua menjadi pacar di dunia ini.


Jujur saja aku juga tidak menduga akan seperti itu. Ini terlalu Romantis menurutku dan tiba - tiba ingin mengatakan hal yang sama kepada Ai namun aku tidak akan melakukan itu.


Bisa saja Ai menyukai ku karna menganggapku penciptanya. Dan Begitu juga dengan Kurumi.


Jika dalam beberapa tahun ini, Entah itu Seratus, Seribu, berjuta - juta tahun. Mereka memiliki Orang yang mereka sukai daripada aku. Aku tidak akan melarangnya, aku akan membiarkan mereka Melakukan hal yang mereka sukai kecuali Hal yang buruk.


Kalau itu benar mereka berdua memiliki orang yang berharga bagi mereka daripada aku. Pasti aku merasa tersakiti namun, Kebahagian mereka lebih penting daripadaku. Bisa dibilang Aku semacam orang Tua mereka yang mementingkan kebahagian mereka karna mereka sudah kuanggap sebagai keluargaku.


Dan pengintipanku ke Kirito dan Asuna - san Kuakhiri. Selanjutnya kalian bayangkan saja bagaimana.


Dan Dengan begitu, Asuna - san sudah memasuki dalam ke keluargaku. Sekarang Semuanya sudah sempurna. Seluruh persiapan ku sudah selesai.


Rinnegan sudah kumiliki, Asuna - san dan Kirito menjadi Sepasang Kekasih di dunia ini, Kekuatan Elemen dapat kukendalikan walau hanya sedikit, Kekuatan Kami semua akan pulih tidak lama lagi.


Chapter ini sampai sini saja diakhiri dengan Kirito dan Asuna - san yang mulai berpacaran.


Seharusnya begitu...


BANG


Pintu Toko yang Kirito dan Asuna - san tempati tiba - tiba saja Terbuka Paksa oleh seseorang.


Sosok itu adalah seorang Gadis berambut dan bermata coklat. Berumur sama dengan Ai. Dan memiliki Kecantikan luar biasa yang dapat memikat lelaki manapun kecuali Aku, Kirito dan orang tuanya sendiri.


Yap, Siapa lagi kalau bukan Putri Kerajaan ini atau lebih dikenali Miya Felix. Salah satu Gadis yang Menyukai Kirito sejak Dia datang ke dunia ini.


Baik itu di dunia lain atau Dunia asalnya. Pasti akan ada yang menyukainya. Benar - benar Pesona yang mengagumkan dari Kirito.


Dan juga salah satu Karakter yang Berpontensi menjadi Raja Harem. Untung saja Kirito bukan Tipe yang seperti itu. Bagi Kirito Satu orang sudah cukup untuk ditempati di hatinya


Aku juga sudah lengah. Jika saja aku tidak menurunkan kewaspadaanku. Pasti aku sudah menyadari kehadirannya dengan Mata Rinnegannya melalui Mana Yang dimiliki Miya.


Di dalam pandangan Mata Rinnegan ku juga setiap Mana akan berwarna - warni membuatku dapat membedakan Asal Mana itu darimana.


Misalnya warna mana Kirito sedikit Unik di pandanganku. Karna Warna mananya Berwarna Hitam Keemas emasan. Sedangkan Asuna - san berwarna Putih Keemas - emasan. Kalau Miya, berwarna Coklat biasa.


Kembali Ke Topik


Miya menatap ke Kirito dengan Senyuman. Tetapi senyuman itu bukanlah senyuman kebahagian melainkan senyuman yang terkandung kemarahan.


Dia menatap ke Tangan Kirito yang menyentuh Tangan Asuna - san. Kirito langsung terdiam melihat gadis Berambut coklat itu menetapnya dengan Tajam.


"Kirito.. Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak mungkin menduakan aku bukan?" Ucapnya dengan Senyuman menyeramkan.


Mendengar Kalimat Miya. Wajah Asuna - san menatap Ke Kirito sambil memasang senyuman yang sama seperti Miya. Dia juga menatap tajam Ke Kirito.


"Ki - Ri - To - Kun.." ucap Asuna - san.


Kirito mengeluarkan Keringat Dingin melihat kedua gadis di depannya.


"A - asuna. Aku bisa jelaskan." Ucap Kirito yang ketakutan melihat Kedua Gadus tersebut.


""Cepat jelaskan/Jelaskan Kirito - kun!!"" Ucap mereka serempak.


"Ba - baik..." ucap Kirito


Dan Begitulah. Kejadian Kali ini Diakhiri dengan Kedatangan Gadis bernama Miya Felix. Dan Hari dimana Kirito dan Asuna - san akhirnya berpacaran di dunia ini.


Penjelasan yang dilakukan Kirito akan di skip oleh Pencipta Novel ini.


Ehem. Sisanya yang harus kulakukan adalah tidur pulas satu hari sampai besok.


"Fuh... kalau Begitu semuanya sudah selesai. Aku ingin tidur..." diakhiri dengan nada yang lemah.


Sosok Sieg menghilang kembali ke Kamarnya di Istana kerajaan...


...•Sieg Pov End•...


...*********************...


Udah Selesai!! Maaf saja jika tidak sesuai apa yang kalian bayangkan karna Thor sendiri juga mengalami Kesulitan membuang adegan² seperti ini.


Jika kalian tidak puas. Kalian bisa bayangkan Sendiri.


Dan Akhirnya!!! Hari Kegabutan Thor sudah dimulai Besok!! Tapi walau Thor gabut bukan berarti Thor akan selalu Update ya. Tolong Di ingat itu!!


Thor akan update sesuai Mood saja atau mendapatkan Inspirasi. Thor sendiri juga mendapatkan Inspirasi dari membaca Novel yang lainnya


Curhatnya sampai Sini saja.


Kalian Bisa Memberikan Saran Dan Kritiknya Di Kolom Komentar.


Di Like, Komen, Share, Vote, dan Rate 5 Bintang


See You In The Next Chapter👋👋👋