I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 47 : ELEMEN VS KARAKTER



...•Normal Pov Start•...


Di sisi lain, Kirito dan Lainnya sedikit terkejut ketika Menyadari terdapat 5 Sieg di hadapan mereka. Meski mereka sudah mengetahui Tentang Kekuatan Elemen Sieg, Tetapi melihat dengan Mata Kepala mereka sendiri, Mereka sedikit merasa Kagum.


Dan Masing - masing Sieg mengeluarkan Aura yang berbeda. Dan ditambahnya Beberapa Pakaian keren yang dikenakan Setiap Sieg. Membuat mereka semakin Kagum


Dan yang Paling Menarik diantara Sieg adalah Sieg Solar karna Pakaian yang Ia kenakan dan Auranya terasa sangat berbeda dari Yang lainnya.


Karna mereka tidak menganggap remeh pertarungan melawan Sieg dan sudah dipastikan Akan Mendapatkan luka lumayan berat. Mereka pun, langsung menjadi serius di awal - awal Pertarungan.


Sekaligus juga, Mereka akan membahas Rencana Mereka lewat telepati.


'Rimuru - san. Apa Sudah pernah melihat kekuatan Sieg yang mengenakan Pakaian Bercahaya itu seperti Apa?'


Sudah pasti Mereka ingin mengetahui seberapa Besar kekuatan Sieg solar karna cuma Solar yang berbeda dari yang lainnya serta dapat menembakkan Sinaran Cahaya dari seluruh Tubuhnya.


'Aku tidak terlalu tau soal Kekuatannya yang Solar.. Tapi, Menurutku kalian tidak dapat melawannya. Jadi serahkan saja Dia padaku.'


Mendengar itu. Tidak ada yang keberatan dan menganggukkan kepala mereka masing - masing.


'Kalau begitu. Aku akan mengurusi Sieg Halilintar' (Kirito)


Karna Kirito sudah melihat Seperti apa kekuatan Sieg Halilintar dan Sieg Halilintar dapat menggunakan Teknik Dua pedang seperti Nitoryuu maka Cuma Kirito yang dapat menandinginya dengan Skillnya.


'Sieg yang berapi - rapi itu. Aku ingin melawannya..' (Akame)


'Yosh. Dengan ini sudah diputuskan. Jadi, Ai tolong jaga jarak dari kami dan Support dari Belakang. Sedangkan Asuna, aku tidak perlu Bilang siapa yang akan menjadi lawanmu kan?' (Kirito)


'Aku tau Kirito - kun. Aku juga dapat menebak Siapa yang akan kulawan'


Tentunya, yang akan Asuna lawan adalah Sieg Taufan. Dan Sieg Es akan membantu dari jarak jauh juga karna Sieg Es tidak terlalu berguna dalam pertarungan Jarak Dekat.


Anggap saja Sieg Es itu seperti Todoroki Shoto. Yang tidak memiliki kemampuan menyerang di Jarak Dekat.


'Kalau begitu. Kita mulai.'


""Ya""


...****************...


'Sepertinya sudah selesai'


Sieg hanya membiarkan mereka menyusun rencana mereka karna Sieg juga ingin melawan mereka. Nanti tidak seru jika Sieg langsung menyerang Mereka ketika Mereka memikirkan Rencana.


"Jangan serang Ai karna Dia memiliki Skill Full Counter." ucap Sieg Halilintar yang sudah memanggil Tombak Halilintar miliknya.


"Mengerti. Halilintar." ucap Solar.


Semua Sieg kemudian angkat bicara kepada Kirito dan lainnya membuat Mereka menjadi waspada Tak terkecuali Ai meski Ia memiliki Skill Full Counter.


"Kami mulai kalian semua" ucap Sieg Halilintar memimpin karna Ia adalah Elemen cocok dalam hal seperti ini.


Dan Pertarungan pun dimulai


Yang pertama kali memulai Pergerakan adalah Sieg Halilintar yang langsung melesat arah Kirito. Halilintar memang sengaja Menargetkan Kirito karna menurutnya Kirito memang pantas untuk dijadikan sebagai Lawan yang seimbang.


Kirito pun tidak tinggal diam. dan langsung menggunakan God Modenya. Sekilas, Udara di sekitarnya berubah dan Memunculkan Sayap Springgan di belakangnya serta matanya yang tadinya Hitam Kini berubah menjadi Berwarna Kuning.


Kirito langsung mengayunkan Sky Night Swordnya ke arah Sieg Halilintar. Namun, Dikarenakan Kecepatan Sieg Halilintar lebih cepat dari yang lainnya. Kirito hanya terpental jauh beberapa Meter ke belakang dan mengeluarkan Seteguk darah dari Mulutnya.


'Kuat!!'


Meski Ia sudah melihat seperti apa kekuatan Sieg Halilintar ketika Melawan Ayu tetapi Kekuatan Sieg Halilintar sudah Meningkat jauh setelah Pertarungan itu.


Melihat Kirito terpental jauh. Yang lainnya juga tidak tinggal diam. Rimuru langsung ingin Menyerang Sieg Halilintar tetapi, Saat Itu Ia dihalangi oleh Sinaran Cahaya yang entah dari mana asalnya.


Sinaran itu menembusi Tubuhnya beberapa Kali dan dengan segera Rimuru menjauh agar Tubuhnya dapat Pulih.


'Walau aku cuma terkena sedikit Tetapi, Sinarannya terlalu mengerikan!' Rimuru sendiri tidak menyangka jika Kekuatan yang sebanding dengan Ayu kini akan menjadi lawannya.


Karna Kirito mendapatkan luka. Ai ingin segera menyembuhkannya namun, pada saat yang sama. Sieg Es mengeluarkan Sejumlah Es Dari Kedua kakinya dan Es itu menerjang ke arah Ai.


Melihat itu. Asuna dan Akame tidak tinggal diam. Akame langsung menggunakan Oku No Te Milik Teigunya dan Asuna menggunakan Stacia Mode.


Lantas Asuna menggunakan Skill Khususnya dalam wujud Stacia Mode yaitu, Mengendalikan daratan untuk menghalangi Es yang menerjang ke arah Mereka.


Sieg Blaze juga tidak akan duduk diam melihat diri - dirinya yang lain bertarung. Jadi Sieg Blaze langsung Melesat ke arah Asuna dengan Kedua Cakeranya.


Ketika Jarak mereka hampir beberapa meter. Sieg Blaze langsung melemparkan Cakeranya ke arah Dinding Tanah tersebut Tapi hasilnya Hihil. Karna Akame langsung bergerak saat melihat Cakera api Sieg yabg melesat dan Menghancurkannya dalam sekali tebasan.


Sieg Blaze juga dapat dikatakan sebagai Elemen yang suka bertarung. Maka dari itu, melihat Akame yang dapat menghancurkan Cakeranya tanpa masalah. Sieg Blaze langsung merasa tertantang dan menyiapkan Pukulan Berapinya, agar Kutukan Murasame tidak berguna kepada dirinya.


Sieg Blaze pun melesat ke arah Akame dengan Tinju berapinya. Akame hanya menerimanya dan Mencoba menebasnya tapi, Tidak berguna. Karna Saking tebalnya Api yang menyelimuti Tubuh Sieg Blaze maka Katana tipis seperti Murasame tidak dapat menembusi tubuh Sieg Blaze.


Sieg Blaze kemudian mengangkat kedua tangannya dan menciptakan Puluhan Bola api dari atas dan menembakkannya dari atas.


Akame tidak dapat menghindarinya dan Ia lantas Menebas semuanya. Tetapi naasnya, ketika Ia menebas semua Bola Api Sieg, Bola Api Sieg langsung mengeluarkan Ledakan yang kuat membuat Tubuh Akame terlempar jauh dan membuat Luka bakar di tubuhnya.


Untungnya, Ia memiliki Skill Auto Recovery yang dapat menyembuhkan luka bakarnya secara Otomatis namun, Untuk menyembuhkan Luka Bakar sebesar itu membutuhkan waktu yang lumayan lama.


Saat Ai menyadari luka yang dialami oleh Akame. Ai pun langsung mencoba mendekati Akame tetapi, Sieg Es tidak mungkin membiarkan Ai melakukan itu.


Dan Sieg Es pun langsung mengeluarkan dinding Es untuk menghalangi Ai. Dan Tidak akan mencoba melukai Ai karna Serangannya pasti akan terpantul kembali pada dirinya.


Melihat dirinya dihalang oleh Sieg Es. Ai menggambungkan pipinya karna kesal. Sieg Es sedikit memerah melihat Ai yang sangat menggemaskan.


Tetapi, sekarang mereka berada di Pertarungan hidup dan mati. Oleh karna itu, tidak ada yang namanya Kata Belas kasihan.


'Tetap tenang diriku..'


Untung saja. Sieg Es memiliki kepribadian Tenang. Jadi ia tidak akan terpengaruh oleh hal seperti ini.


Di sisi lain Sieg Taufan dan Asuna juga memulai pertarungan mereka. Asuna hanya dapat terbang dengan sayap malaikatnya karna Ia tidak memiliki kesempatan untuk menyerang Sueg Taufan.


Mereka memang cocok dapat bertarung di udara karna Sieg Taufan memiliki Hoverboard kerennya.


Asuna ingin menyerang Sieg Taufan tapi, Ia tidak memiliki kesempatan untuk menyerang Sieg Taufan karna Sieg Taufan selalu jaga jarak dan menyerang dari jarak jauh.


Serta beberapa Tornado disekitarnya layaknya bencana Alam selalu mengikuti Asuna.


'Jika begini terus. Aku akan kalah..' Pikir Asuna


Sieg Taufan kemudian mengeluarkan Bola Spiral besar di tangannya dan Segera melesat ke arah Asuna.


Asuna tidak akan melewatkan kesempatan ini karna Sieg Taufan sudah menuju ke arahnya. Asuna pun menggunakan Sword Skillnya dan langsung terbang dengan kecepatan tertingginya.


"Oodama Rasengan!"


Bola Spiral Sieg bertabrakan dengan Sword Skill Asuna namun, karna Tusukan Asuna sangat mematikan maka Rasengan Sieg langsung ditembusi oleh Rapier Asuna.


Sieg tidak sempat menghindari itu tapi, Sieg Taufan langsung mengeluarkan Pelindung Angin tak terlihat hingga membuat Asuna Terdorong karna Pelindung itu.


'Bertarung melawannya di udara tidak menguntungkanku. Aku harus membawanya Ke Tanah supaya aku dapat menggunakan Kemampuan pengendalian daratan ku.' Pikir Asuna


Tapi Sieg Taufan sudah menyadari apa yang Asuna rencanakan.


"Aku tau apa yang kau pikirkan Asuna - san. Kau ingin membawaku turun ke sana dan bertarung melawanku kan? Tapi, Asuna - san. Kau lupa dengan satu hal"


"Apa?"


"Meski aku berada di daratan tetapi, Aku masih tidak terkalahkan!"


Setelah Itu. Di Tangan Kanan Sieg Taufan tercipta satu Bola dengan bentuk seperti Shuriken.


Sieg Taufan lalu melemparkan Ke arah Asuna karna jarak mereka sudah sangat dekat membuat Serangan Sieg Taufan mengenai Tepat di perut Asuna.


Asuna langsung terlempar jauh menuju lurus ke tanah dan ketika tubuhnya menyentuh Daratan. Sebuah ledakan Biru seperti pusaran Angin tercipta.


Ledakannya lumayan besar tetapi, itu saja sudah cukup untuk membuat Asuna tidak dapat bergerak dengan leluasa lagi.


Di bawah Tanah itu, Terlihat Asuna yang sudah terluka parah. Namun, Skill Penyembuh Asuna langsung aktif menyembuhkan tubuhnya secara perlahan.


Tentunya Sieg Taufan tidak akan membiarkan itu. Jika Ia tidak bisa membunuhnya. Maka Ia hanya Harus membuatnya pingsan.


Saat Sieg Taufan ingin melancarkan serangan. Tiba - tiba terlihat Awan - awan menjadi gelap dan turun satu Petir hitam menyambar menuju ke arah Sieg Taufan.


Karna Sieg Taufan merasakan kalau Petir Hitam itu berbahaya. Sieg Taufan pun langsung membuat Tornado dan bertabrakan ke arah Petir Hitam tersebut.


'Petir ini adalah Milik Rimuru...'


Tentu saja Sieg Taufan tau Soal petir ini. Tidak ada yang memiliki Petir hitam seperti ini bahkan Sieg sendiri.


Ketika Sieg melihat ke arah Rimuru. Di sana, Terlihat Rimuru Sedang bertarung melawan Sieg Solar.


Mungkin, Rimuru menyerang Sieg Taufan karna merasakan bahwa Asuna terluka.


'Walau dia juga terpojok, tetapi Ia tetap berpikir keselamatan Rekan - rekannya..'


Sieg Taufan dapat melihat Kalau Rimuru kewalahan melawan Sieg Solar. Dan pertarungan itu mereka lakukan di udara


Rimuru terbang dengan sayap kelelawarnya sedangkan Sieg Solar dapat terbang karna Kekuatan Solarnya.


'Yah, Pokoknya lawanku sekarang adalah Asuna - san' Sieg Taufan melihat ke arah Asuna tetapi, Ia tidak dapat menemukannya dimanapun.


Ketika Ia menggunakan salah satu Kekuatan Taufan yang Ia miliki. Ia dapat merasakan kalau Asuna Sekarang sedang bersembunyi di salah satu Tanah dengan kekuatan Pengendalian Daratannya.


'Sayangnya. Jika Asuna - san melawan Diriku yang lain. Mungkin Asuna - san dapat bersembunyi dengan baik tetapi, mencoba untuk bersembunyi dariku itu mustahil...'


Sieg Taufan pun langsung menuju ke arah Asuna yang bersembunyi di Bagian - bagian tanah.


Sementara itu, Di Tempat Rimuru dan Sieg Solar.


Rimuru langsung kehilangan salah satu Tangannya akibat dari Sinaran Sieg solar yang dapat menembusi Tubuhnya bahkan Jika Rimuru menggunakan Skill Zirah Tubuhnya.


"Walau kau dalam keadaan seperti ini. Keamanan Rekan - rekanmu masih kau pikirkan.." ucap Sieg Solar.


"Apa aku harus merasa terhormat? Tapi, aku terkejut juga. Kepribadian benar - benar berbeda dari dirimu yang Normal.."


"Mari kita hentikan basi basi ini dan langsung lanjutkan. Tangannmu juga sudah pulih."


"Baiklah."


Rimuru langsung melapisi Katananya dengan Hell Flarenya untuk membuat Pedangnya Tidak akan hancur ketika menangkis Tembakan Cahaya Sieg.


'Dia benar - benar kuat. Dai Kenja juga tidak dapat menemukan cara untuk mengalahkannya.' Gumam Rimuru.


Melihat Katana Rimuru yang dilapisi oleh Api Hitam itu. Sieg Solar masih diam seperti biasa dan dingin sesuai Dengan Kepribadiannya.


Setelah beberapa Menit kemudian. Rimuru langsung menghilang entah kemana. Di penglihatan orang lain, Sekilas Rimuru seperti Teleport tapi Aslinya Rimuru hanya mengandalkan Kecepatan miliknya sehingga terlihat seperti Berteleport.


Ketika Sieg menyadari kehadiran Rimuru. Dengan segera Sieg Solar langsung menembakkan Cahaya dari jari - jarinya.


Cahaya Sieg Solar bergerak layaknya Misil karna Jumlah Cahaya yabg dikeluarkannya tidak masuk akal dan Saking Kecilnya.


Sinaran Cahaya itu Menuju ke berbagai arah. Ada yang ke atas, Ke bawah, Ke belakang dan ke depan.


Dikarenakan Jumlah cahaya itu sangat banyak. Rimuru tidak dapat menghindarinya. Akibatnya, Rimuru langsung terlempar jauh dan turun dari langit hingga ke daratan.


Tidak sampai disitu, Sieg Solar lalu mengarahkan semua Sinaran cahayanya tadi menjadi Menyatu sehingga Tercipta Energi Cahaya yang kuat dan padat.


Sieg Solar kemudian melepaskannya dan Menembakkannya pada Rimuru


Kecepatan Sinaran itu sangat tinggi sampai - sampai Sinaran itu hanya menyisakan Kawah di sekitarnya.


Rimuru yang tidak dapat bergerak karna tubuhnya hancur berusaha menyerapnya Dengan Gluttony namun, Energi cahaya itu terlalu besar untuk diserap. oleh sebab itu, Cahaya itu hanya menembusi Gluttony dan menyapu bersih tubuh Rimuru.


Sieg Solar masih lagi tenang. Mungkin Rimuru sudah terlihat Mati tapi, Sieg Solar itu tau. Tidak mungkin, Rimuru akan mati oleh Tembakan Itu.


Sieg Solar sendiri tidak yakin. Apa dia bisa membunuhnya? Pasalnya, Tubuh Rimuru itu terbuat dari Slime. Dan Jika tubuhnya terluka, Dengan Cepat Regenerasi Supernya langsung bekerja.


Apalagi, Rimuru Tidak akan pernah merasakan sakit ataupun Merasa lelah. dan Ditambahnya lagi Dengan Jumlah Mana Rimuru. Itu sangat merepotkan.


'Jika aku tidak dapat membuatnya menyerah. Aku hanya perlu menyegelnya.'


Karna Ini adalah Elemen Solar. Jadi Semua Teknik - teknik suci seperti Penyegelan. Sieg Solar dapat menggunakan semua itu, Termasuk Menciptakan Pedang Suci karna Elemen Suci juga termasuk dari Elemen Cahaya atau Solar.


Lalu, Di Tangan Sieg Solar tercipta pedang Panjang dengan bentuk yang unik. Pedang itu Sangat indah karna Memiliki Cahaya yang bersinar - sinar serta terlihat memiliki Ketajaman yang luar biasa.


Bisa dibilang juga kalau itu adalah Pedang Solar. Ketika Sieg Solar memikirkan soal ini beberapa hari yang lalu, Sieg Solar mencoba - coba mencipta Pedang dengan Elemen Cahaya dan ternyata Itu bisa dilakukan.


Selain menembakkan Cahaya dari tubuhnya, Ia juga bisa menciptakan Pedang.


Jika Ada yang bertanya kenapa Sieg Solar tidak memakainya tadi?


Itu karna Sieg Solar takut kehilangan kendali atas pedang itu. Bisa jadi, Pedang itu akan meledak akibat Energi yang dibuhtuhkan untuk mempertahankan Wujudnya dengan pedang itu tidak mudah.


Jika Sieg Solar memasukkan banyak Energinya ke dalam maka Sudah dipastikan akan terjadi ledakan besar layaknya Meteor jatuh sedangkan Jika Energinya kurang maka Wujud pedangnya tidak akan tercipta.


Oleh sebab itu Sieg Solar tidak menggunakannya dari awal. Dan sekarang keadaannya seperti ini, Sieg Solar hanya bisa menyegel Rimuru dengan pedang Solarnya karna itu satu - satunya cara membuat Rimuru kalah.


Setelah beberapa menit kemudian. Sosok Rimuru akhirnya terlihat, Rimuru sudah menyiapkan Beberapa Sihir tingkat tinggi di kedua tangannya. Jumlah Energi Sihirnya juga tidak main - main.


Sieg Solar menyangka bakal gawat jika Pedangnya menyentuhi Sejumlah Energi Sihir sebanyak itu, Tetapi Tempat ini adalah Dunia UBW, Tidak ada yang perlu ditakutkan meski Dunia ini hancur Ratusan atau Ribuan Kali.


'Aku harus cepat - cepat menyerang Sieg. Jumlah Sihirnya terlalu banyak..' Pikir Rimuru karna dia sendiri Juga kewalahan mengontrol Jumlah Sihir tersebut.


Sieg Solar pun langsung menyiapkan Kuda - kudanya tetapi, kuda - kudanya terlihat sedikit santai karna Ia tidak memegang Pedang Solarnya dengan kedua tangannya melainkan memegang pedang dengan Tangan kanannya.


Melihat Itu. Rimuru juga langsung Mengangkat kedua Tangannya.


Pada saat yang sama. Sieg Solar dan Rimuru langsung melesat dengan kecepatan mereka.


Saat itu, Ratusan Petir menyambari dari langi menargetkan Sieg Solar namun, Sieg Solar dapat menghindarinya dengan Pedang Solarnya.


Ketika Sieg Solar melakukan satu Ayunan.


SWOOSSH!!


Pedangnya akan mengeluarkan Bilah Cahaya membelah Semua Petir yang menyambar ke arahnya.


Rimuru sempat terkejut tetapi, ini adalah saat - saar yang genting. Tidak ada waktunya untuk Terkejut. Rimuru pun memunculkan Katananya kembali dan melapisi dengan semua Energi itu.


Dan mulailah bentrokan senjata antara Sieg dan Rimuru. Setiap Tebasan yang mereka lakukan, Pedang mereka akan mengeluarkan Energi cahaya dan hitam. Kedua Energi itu saling bertabrakan sehingga Tanah - tanah mereka menjadi retak seketika. Mereka bahkan Menciptakan Percikan Petir antara mereka akibat Energi yang bertabrakan itu terlalu besar.


Rimuru sedikit terpukul mundur beberapa Langkah namun, Ia Memaksa dirinya untuk tetap maju melawan Sieg Solar dengan Katananya.


Sieg Solar juga sebenarnya, tidak menyangka kalau Rimuru memiliki Keterampilan pedang Seperti ini. Keterampilan pedangnya dapat dibilang sangat kuat atau bahkan setara dengan Kirito. Seingatnya, Rimuru tidak pernah mempelajari Teknik Berpedang bahkan di dunianya sendiri.


Sedikit demi sedikit, Mereka akan mendapatkan luka dari tebasan mereka masing - masing namun, Secara Otomasis luka mereka langsung sembuh.


Kesal dengan semua ini, Sieg solar pun menambahkan Energinya lagi ke pedang Solarnya sehingga pedangnya sedikit menjadi retak. Bahkan, Katana Rimuru menjadi retak karna terus menerus membenturkan Katannya ke pedang Solar Sieg.


Setelah menambahkan Energinya. Seg Solar kemudian meningkatkan kecepatannya.


'Gerakan Cahaya.' Ucapnya perlahan


Gerakan Sieg Solar langsung meningkat dratis Secepat Cahaya sehingga Rimuru tidak dapat melihatnya.


Sekilas, Tubuhnya Tergores beberapa kali dan Katananya langsung Patah atau sudah hancur sepenuhnya.


Melihat Katananya hancur, Rimuru ingin mundur ke belakang Tapi, Sieg Solar tidak membiarkannya. Sieg Solar pun langsung menusukkan pedangnya menembusi Perut Rimuru.


Pergerakan Rimuru berhenti seketika. Ketika, Ia mencoba menggerakkan Tubuhnya, Tiba


- tiba saja Kepalanya merasa sakit layaknya serangan mental. Rimuru langsung merasa bingung.


Cuma Sieg satu - satunya yang mengetahui apa yang terjadi pada Rimuru karna ini adalah Skillnya.


Tetapi, Satu yang pasti. Rimuru sudah kalah melawan Sieg Solar. Melawan Sieg Solar memang pilihan yang buruk menurut Rimuru.


"Untuk sementara Tetaplah seperti ini.."


Rimuru hanya terpaksa pasrah dan membiarkan Posisinya tetap seperti ini. Dia juga sudah tau, tidak gunanya lagi melawan.


"Ini kekalahan pertamaku di dunia ku.." Ucap Rimuru.


Selama ini, Baik itu di dunia asalnya maupun di dunia ini. Dia sama sekali tidak pernah merasa kalah. Tetapi, Kini Ia benar - benar sudah tau seperti apa itu rasanya kalah dan pertama lainnya bagi Rimuru merasa sedikit kesal karna kalah melawan Sieg Solar.


"Dunia sudah berbeda. Kau akan melawan musuh yang lebih kuat lagi dariku." ucap Sieg Solar pergi terbang menjauh.


Rimuru pun menghela nafas saat melihat Sieg Solar pergi menjauh darinya dan meninggalkan dirinya yang tersegel sementara di Tempat itu.


'Setidaknya sebelum kau meninggalkan Tempat ini. kau seharusnya membebaskan aku dulu...' Gumam Rimuru.


[Jawab : Teknik Penyegelan ini tidak dapat dihilangkan oleh siapapun bahkan pemiliknya sendiri. Ini akan hilang dengan sendirinya setelah Beberapa menit kemudian.]


'Ah. Aku benar - benar kalah telak.. Aku merasa kagum dengan Sieg karna dapat menciptakan Teknik berbahaya seperti ini dengan mudah..'


...***************...


Sedangkan Kirito yang melawan Sieg Halilintar menjadi kewalahan karna Kecepatan Halilintar jelas sangat tinggi dari Kecepatan Dirinya.


Kirito sekarang dapat dibilang dalam keadaan terpojok. Dan Sieg Halilintar sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Kirito untuk menggunakan Seni Mulia Kendali Persenjataan Penuh kedua pedangnya yaitu Blue Rose Sword dan Night Sky Sword.


Menyerangnya terus menerus hingga Kirito mendapatkan luka yang parah. Itulah rencana Yang Sieg Halilintar dapat gunakan walaupun aslinya Ia ingin melawan Secara Adil dengan Kirito tetapi, Mau bagaimana lagi. Sieg Halilintar benar - benar tidak mau bertarung melawan serius dengan mereka semua.


Oleh sebab itu, Sieg Halilintar akan membuat mereka kelelahan namun, ternyata terjadi hal yang tak terduga.


Kirito menjadi sangat serius. Terlihat jelas dari matanya yang hitam tadi kini berubah menjadi Kuning dratis.


Jika Matanya berubah Kuning berarti Ia benar - benar bertekad untuk menang. Maka dari Itu Sieg Halilintar akan mengakhiri semuanya dalam sekejap namun, sudah terlambat. Ketika Sieg Halilintar ingin menyerangnya, Kirito langsung Memunculkan Berbagai panah dari berbagai Elemen.


Ini hanya terlihat seperti Panah Mainan Bagi Sieg Halilintar tapi, Sieg Halilintar merasakan firasat yang buruk dengan semua panah itu.


Dan Ternyat Firasat Sieg Halilintar benar. Ketika Ia melihat dengan Jelas Panah - panah itu. Tepat di belakang Panah itu, terdapat Es mawar biru yang mengikuti panah itu dari belakang panah - panah tersebut.


Dan sekarang Sieg Halilintar menjadi penasaran. Sejak Kapan Kirito mengeluarkan Release Recollection miliknya?


Tapi, tidak ada waktu untuk berpikir. Sieg Halilintar pun mengubah Tombaknya terbelah menjadi Dua dan mengambil kuda - kuda Pengguna Dua pedang.


Setelah menyiapkan kuda - kuda. Tubuh Sieg Halilintar diselimuti oleh Petir Merahnya sendiri dan langsung menghilang meninggalkan Bekas Listrik merah tadi.


Walau kecepatannya hampir setara dengan Kecepatan Sieg Solar tapi, Kirito masih dapat melihatnya dan ketika Kirito menyadarinya, Kirito langsung membuat Pelindung Es bermotif mawar untuk melindungi dirinya karna Ia tau, Ia tidak akan sempat untuk menghindari itu.


Es Mawar yang melindungi Kirito seketika hancur begitu bersentuhan dengan Tubuh Sieg Halilintar karna Listrik merah itu sangat mematikan dan tidak dapat disentuh oleh sembarangan orang.


Jika, Mawar Esnya tidak bekerja. Maka Kirito langsung mengayunkan pedangnya.


Dua Pedang Halilintar Sieg dan Dua pedang Kirito akhirnya bertembung dan mengeluarkan Gelombang kejut yang kuat sehingga pergerakan Kedua - duanya terhenti dan terpukul mundur kebelakang.


Kirito lantas mengeluarkan Sword Skillnya Beserta semua Skillnya yakni Power Up, Speed up dan Tunder Sword


Sieg Halilintar juga melakukan hal yang sama. Meski Ia tidak memiliki Skill tetapi, Ia dapat menandingi semua itu dengan menambahkan Kekuatan Listriknya pada dirinya.


Kekuatan mereka benar - benar berkembang jauh dan Memulai pertarungan Pedang mereka masing - masing.


Pedang Sieg Halilintar dapat menangkis semua Tusukan Kirito dengan pergerakan Halilintarnya sedangkan Kirito masih menyerang Sieg tanpa henti.


Bisa jadi masalah nanti jika Sieg Halilintar memiliki kesempatan untuk menyerang dirinya.


Sieg Halilintar langsung mengayunkan pedangnya secara diagonal ke Atas ke bawah menebas Kirito namun, Night Sky Swordnya langsung terselimuti oleh Energi Hitam Keungu - unguan.


Ketika Kedua Pedang itu bertemu. Baik itu Sieg Halilintar maupun Kirito. Mereka berdua langsung menciptakan ledakan besar karna kedua Energi itu.


Secara Reflek mereka langsung mundur kembali Tapi, Sieg Halilintar mulai menjadi Agresif menyerang Kirito.


Dua Pedang Halilintarnya Ia sambung kembali sehingga Menjadi Tombak seperti semula.


Sieg Halilintar langsung Mengayunkan Tombak itu sekuat tenaga menembusi Bekas ledakan yang masih ada dan Kirito mengalanginya dengan Menyilangkan Kedua pedangnya hingga dirinya terdorong jauh.


Tangannya sedikit gemetaran ketika Mencoba mengangkat Kedua pedangnya dan merasa tubuhnya sedikit kejang - kejang.


Memang itu yang akan dia rasakan karna Jika Tubuhnya terlalu banyak terkena Listrik lagi maka sudah dipastikan Kirito akan langsung tumbang.


'Aku tidak boleh Menerima Listrik dari Sieg Lagi.'


Meski Ia memiliki Skill Auto Recovery namun, Skill itu tidak dapat menyembuhkan Elemen Petir yang berada di tubuhnya.


Kirito pun langsung mengangkat Night Sky Swordnya menuju ke atas langit dan..


"Release Recollection.."


Mendengar itu, Sieg Langsung ingin menyerangnya namun, Sudah terlambat karna Night Sky Sword langsung diselimuti oleh Energi Hitam itu kembali. Energi itu langsung menuju ke arah Langit hingga langit berubah menjadi gelap.


Langit yang menjadi gelap itu pun mengeluarkan Sejumlah Energi yang sangat besar. Sudah sangat mustahil bagi Sieg Halilintar untuk menghindari itu. Jadi Sieg Halilintar juga akan menggunakan Jurus terkiat miliknya.


Tombak Sieg Halilintar seketika diselimuti oleh Energi Listriknya hanya saja.. Petir itu sedikit berubah - rubah menjadi bentuk naga.


Bahkan Kirito merasa kagum melihat itu.


Kedua - duanya pun menyiapkan Jurus masing - masing dan setelah mendengarkan Petir bergumuruh di atas langit.


Dengan Segera mereka pun melepaskan serangan mereka.


Sieg Melemparkan Tombaknya ke atas langit sedangkan Kirito memfokuskan dirinya dengan Sejumlah Energi yang menuju ke arah Sieg Halilintar.


Kedua serangan itu akhirnya bertemu dan hal yang mengejutkan pun terjadi. Saking kuatnya serangan itu, Dunia UBW bergemetar kuat hingga mereka yang lainnya dari jauh juga dapat merasakan getaran itu.


Dan...


KAAABOOOMMM!!!


Ledakan itu sangat besar sampai Gelombang Angin yang kuat itu menerbangkan Tubuh Kirito dan Sieg Halilintar jauh dari situ.


Sieg Dapat menghentikan tubuhnya terbang dengan menancapkan Pedang Halilintarnya tapi.....


Kirito sudah terbaring Di Atas tanah itu dan di pandangan Rinnegan Sieg, Kirito sudah tidak memiliki Mana yang tersisa lagi. Dan tidak dapat bertarung lagi.


Dengan kata lain Kemenangan akhirnya menjadi milik Sieg lagi. Sieg Halilintar pun mencoba memapah Tubuh Kirito karna sudah tidak ada artinya melanjutkan semua ini.


"Kehabisan MP itu adalah akhir yang menyedihkan.. Tidakkah kau berpikir demikian?" Tanya Sieg Halilintar dengan senyuman Tenangnya.


"Ya.. Jujur saja. Itu sedikit.. Menyedihkan."


Kirito tidak mau mengakuinya tapi, Kehabisan MP atau Mana di pertarungan itu sangat memalukan.


...******************...


Di Tempat Sieg Blaze dan Akame


Mereka saling bertukar serangan dalam waktu yang lumayan lama namun, belum ada satupun luka Yang Sieg Blaze dapatkan kecuali Akame yang mendapatkan beberapa Luka bakar di Tubuhnya. Skill Penyembuhnya juga mulai melambat dikarenakan Mana yang Ia miliki Mulai Berkurang.


Namun, meskipun begitu. Akame masih mempertahankan Sikap tenangnya dan masih berpikir walau dalam keadaan bertarung. Sikapnya itu benar - benar menunjukkam bahwa Dirinya itu sangat Pro dalam bertarung.


Ia juga sangat berkeringat karna Suhu Panas yang dikeluarkan oleh Sieg Blaze itu tidak masuk akal.


Beberapa kali juga Ia sudah mencoba menebas tubuh Sieg Blaze tapi Tidak berguna. Api itu terlalu tebal. Bisa - bisanya Nanti Murasame malah akan Mencair karna Itu juga masih terlihat seperti besi.


Bertukar serangan dalam waktu yang lama itu juga jelas membuat Akame sudah kelelahan. Akame cuma memaksakan dirinya melawan Sieg Blaze.


'Aku harus selalu mencapai Batas tubuhku dalam bertarung..'


Cara ini kebanyakannya dihindari oleh ramai orang tetapi, Bagi Akame ini adalah cara tercepat agar Dirinya dapat meningkat dengan pesat. Satu - satunya cara untuk meningkatkan kekuatannya dengan cepat adalah Mencapai Limit atau batas tubuhmu agar ke depannya lagi, Tubuhmu akan merasakan perubahan dratis.


Tapi, Akame masih lagi kesulitan dalam membuat dirinya mencapai Limit. Kesadarannya juga mulai memudar dan Ia tetap memaksakan dirinya. Jika Terkena satu serangan saja, Mungkin dirinya langsung pingsan.


Sieg Blaze juga tentu menyadari Keadaan Akame serta alasan Akame memaksakan dirinya. Melihat Akame yang seperti ini, Sieg Normal pasti tidak menginginkan itu, tetapi karna ini adalah Sieg Blaze yang memiliki kepribadian Semangat, Maka dia akan dengan senang hati meladeni Akame.


Setelah beberapa kali bertukar serangan. Sieg Blaze langsung membuat Suhu area disekitarnya semakin memanas. Pernafasan Akame mulai Memburu dan sesak untuk bernafas akibat udara disini kurang.


"Bagaimana? Masih ingin melanjutkan?"


Jika Pertarungan itu dilanjutkan, Takutnya nanti Akame bisa Mati karna kehabisan Oksigen tetapi, Akame tidak mungkin mundur hanya karna itu. Akame sudah banyak melalui pertarungan hidup dan mati, Hal seperti ini tidak akan dapat menghalangi dirinya


"Tidak. Aku tetap akan melanjutkannya.."


Sieg Blaze cuma tersenyum menanggapi Balasan Akame.


Akame lalu menarik nafas dalam - dalam dan menahannya agar kekuatannya meningkat. Tetapi, Itu tidak akan bertahan lama. Menahan Nafas di Suhu - suhu panas seperti ini, Serta menggunakan Oku No Te Teigunya bersamaan. Itu tidak mungkin dilakukan oleh manusia bahkan Dewa sendiri pun tapi, Bagi Akame yang dapat melakukan ini. Ia memiliki Potensi yang lebih tinggi dari Dewa.


Karna Ia tidak akan dapat bertahan dalam waktu yang lama. Akame pun langsung mengayunkan Katananya secara beruntun sehingga Tidak dapat dilihat dengan Mata Telanjang.


Sieg Blaze juga tidak dapat melihatnya namun, Ia bisa menahan semua tebasan Akame dengan Lapisan Api yang tebal di tubuhnya.


Tapi, pada saat itu juga. Akame melompat ke atas dan Menggunakan semua kekuatannya menebas Sieg Blaze habis - habisan.


Sieg Blaze mulai merasakan hal yang berbahaya melihat Akame menyerang mati - matian kepada dirinya.


Sieg Blaze mencoba menjauh tapi saat itu Ia merasakan perasaan aneh dan ketika Ia menyadari sumber perasaan aneh itu. Ternyata Ia mendapatkan Sedikit goresan di tubuhnya.


Dan Kutukan yang asalnya dari Murasame mulai bekerja. Tubuh Sieg Blaze langsung terjatuh dan Mulai bertato.


Jika ini dilanjutkan mungkin Sieg Blaze akan mati tapi, tidak ada yang perlu ditakutkan. Akame dapat menghentikan Kutukannya sesuka hati sejak datang ke dunia ini.


Kutukan itu pun berhenti bekerja dan Sieg Blaze menghela nafasnya dengan Lega. Ia penasaran Bagaimana bisa Tebasan Murasame bisa menggores tubuhnya?


Tapi, Ketika Ia ingin menanyakan itu kepada Akame Ia hentikan niatnya karna Akame sudah tidak sadarkan diri lagi dan di wajahnya itu terpasang senyuman puas karna berhasil mengalahkan Sieg? Entahlah. Sieg sendiri tidak tau apa maksud dari senyuman Puas Akame yang sudah pingsan..


'Jika mereka semua benar - benar Tersenyum puas karna dapat mengalahkan aku.. itu mungkin sedikit membuatku kesal...' Pikir Sieg Blaze sambil Tersenyum pahit.


...*******************...


Di Tempat Asuna Dan Sieg Taufan


Setelah menemukan Tempat Persembunyian Asuna. Sieg Taufan pun langsung Mengeluarkan Bilah Angin untuk menebas dinding - dinding tanah yang melindungi tubuh Asuna.


Menyadari datangnya serangan. Dengan Cepat Asuna keluar dari tempat persembunyiannya dan Berlarian di Dataran dengan tujuan agar Sieg Taufan mengejarnya.


Jika Sieg Taufan mengejarnya tentu saja Sieg Taufan akan berada di daratan Tetapi, Ketika Asuna berlarian di darata, Sejumlah Es langsung menerjang ke arahnya.


Asuna yang tidak sempat menghindari itu Terkena telak dan tubuhnya membuka.


Saat Ia membuka matanya. Ia melihat Sieg Es yang mengeluarkan sejumlah Es untuk membekukan dirinya.


Sieg Taufan hanya berdiri di samping Sieg Es.


"Aku tidak ingat memintamu untuk melakukan itu Es."


"Tidak. Kita harus menyelesaikan semua ini dengan cepat."


Meneruskan semuanya ini akan lebih berbahaya. Sieg Taufan juga menyadari itu. Asuna pasti akan mendapatkan luka yang parah jika Ia melanjutkan pertarungan ini.


"Ngomong - ngomong. Bagaimana dengan Ai?" Tanya Sieg Taufan.


"Ah. Aku mengurungnya di Penjara Esku. Karna aku tidak dapat menyerangnya. Aku hanya bisa mengurungnya dari jauh.."


"Hem. Itu keputusan yang tepat"


Sieg Taufan setuju dengan Rencana Sieg Es. Jika tidak dapat menyerangnya dikarenakan Skill Full Cpunter Ai maka Ia hanya perlu membuat dinding Es di sekitar Ai untuk mengurungnya.


Tapi, alasan lainnya mereka tidak ingin melukai Ai.


Ketika mereka membicarakan Ai. Es yang membekukan Tubuh Asuna hancur. Sieg Es dan Taufan menjadi waspada. Mungkin serangan selanjutnya akan datang.


Dan Ternyata Serangan itu benar - benar datang. Hanya saja serangan itu menargetkan Sieg Es ataupun Es Taufan melainkan serangan itu menargetkan Lokasi Ai.


Sieg Taufan langsung melesat ke arahya. Hanya dengan melihat Target serangan itu saja Sieg Taufan sudah menyadarinya. Asuna pasti berniat untuk menghancurkan dinding Es yang mengurungi Diri Ai Agar Ai dapat menyembuhkan diri Asuna dari jauh.


Sieg Es juga langsung melakukan pergerakan. dan Langsung mengeluarkan dinding Es untuk mengahalangi itu. Tetapi, sudah terlambat. Es yang mengurung Ai sudah hancur secara beruntun.


Setelah Es yang mengurung Ai hancur sepenuhnya. Terdengar suara yang lembut.


"Heal, Recovery, Boost,"


Lantas Ai mengeluarkan semua Skill Tipe penyembuhnya serta beberapa Buff kepada Asuna dari kejauhan.


Pada saat yang sama. Asuna langsung diselimuti berbagai Cahaya. Merah, Putih, Emas dan Hijauh. Itu adalah Warna yang menyinari Tubuh Asuna.


Sieg Es pun membuat dinding Es untuk menghalangi Ai untuk memberikan Beberapa Buff lagi kepada Asuna tapi, Sieg Es terlambat, Ai sudah muncul dibelakang Asuna dengan Skill Teleportnya.


Sieg Es lupa dengan Skill Teleport Ai.


'Terima Kasih Ai - chan.' Kata Asuna kepada Asuna lewat Telepatinya


Ai hanya menggelengkan kepalanya. Ia juga merasa bersalah karna dirinya tidak terlalu berguna dalam pertarungan ini.


Ia dan Asuna sudah mengetahui bahwa Mereka yang lainnya sudah tumbang dan hanya menyisakan mereka berdua.


'Ai akan menyembuhkan Asuna dari jarak jauh.. Asuna bisa fokus dengan Sieg.'


'Baiklah..'


Setelah membicarakan beberapa Rencana mereka berdua.


Asuna langsung menggunakan Skill Stacia Modenya yaitu Pengendalian daratan


Daratan disekitar Sieg menaik dan membuat pergerakan Kedua Sieg terbatas. Sieg Taufan langsung ingin terbang ke atas tapi, Asuna tidak membiarkan itu, Asuna pun langsung menggunakan Pengendalian Daratannya untuk mengunci pergerakan Sieg Taufan.


Tanah itu Seketika menjalar ke seluruh tubuh Sieg Taufan. Sieg taufan hanya bisa Menghancurkan semua tanah itu dengan Dinding Udaranya.


Sedangkan Sieg Es menciptakan Busur Es miliknya dan dalam sekejap, 10 Panah Es Melesat ke arah Asuna dengan kecepatan luar biasa.


Melihat serangan datang, Ai Langsung berada di belakang Asuna dan mengaktifkan Skill Full Counter.


Panah yang melesat ke arah Asuna tadi berbalik ke arah Sieg Es dengan kecepatan Dua kali lipat. Karna kecepatan itu sangat tinggi, Sieg Es langsung tertusuk oleh Panahnya sendiri.


"Ugh..."


"Ah. Sieg apa baik - baik saja"


Bahkan dalam keadaan seperti ini Ai masih mengkhawatirkan keadaan Sieg. Benar - benar Gadis yang baik hati.


"Tidak perlu khawatir denganku. Kita sekarang adalah musuh...." ucap Sieg Es


Ai pun menghela nafas lega. Jika Sieg dapat menjawab dengan nada yang sedikit bercanda. Maka Sieg pasti baik - baik saja.


Namun, pada saat itu. Terlihat tornado yang menyelimuti Tubuh Sieg Taufan. Sieg Taufan langsung Menerobos ke arah Asuna. bahkan, Asuna tidak dapat menghalangi serangan Sieg Taufan dengan Puluhan Tanah di hadapannya.


Kini Sieg Taufan terlihat seperti Bor yang dapat menembusi Apapun yang menghalangi di depannya. Ai langsung berada di hadapan Sig Taufan dan menggunakan Skill Full Counternya sekali lagi.


Tornado Yang menyelimuti tubuh Sieg Taufan Seketika berhenti dan terlihat melawan Sieg Taufan sendiri. Tetapi, Sieg Taufan melawan kembali Tornadonya sendiri.


Saat ini Terlihat Sieg Taufan berusaha menembusi Full Counter Ai namun, Tornadonya semakin kuat melawan Sieg Taufan sendiri.


Tapi, meskipun mengetahui Tornadonya sendiri ingin melawan dirinya. Sieg Taufan masih lagi menambahkan kekuatanya sehingga terlihatlah Tornado Sieg Taufan melawan Tornado Full Counter Ai.


Sieg Es merasa kagum dan Akan mencoba menyerang Asuna dari belakang Namun, Semua Es yang Ia ciptakan langsung hancur seketika ketika mendekati Tubuh Asuna karna Lokasi Asuna sendiri berada tepat di belakang Ai.


Karna Tornado yang saling bertabrakan itu terlalu kuat Maka Elemen Es Sieg sudah tidak terlalu berguna tetapi, Sieg Es masih memiliki harga Diri. Jadi Sieg Es akan mengeluarkan semuanya dalam satu serangan.


Asuna juga menyadari Jika Sieg Es akan mulai menyerang. Asuna pun akan menggunakan semua Mana yang Ia milik dan mengalirkan semuanya ke dalam Rapier miliknya.


Setelah persiapan mereka sudah siap masing - masing. Sieg Es dan Asuna pun melancarkan serangan terakhir mereka.


Sieg Es mengeluarkan sejumlah Es seperti Tsunami sedangkam Asuna memanjangkan Rapiernya terus melurus ke arah Sieg Es.


Dan Ledakan pun langsung terjadi hanya saja ledakan itu berbeda dari yang biasanya karna warna ledakan itu berwarna Ungu dan Biru dari ledakannya saja sudah dapat diketahui asal nya darimana. Ledakan Ungu itu berasal dar Asuna Dan Ledakan Biru itu berasal dari Sieg Es.


Akibat dari ledakan yang Asuna dan Sieg Es sebabkan. Sieg Taufan dan Ai pun terkena dampak ledakan itu sehingga Tornado Sieg Taufan dan Tornado Ai meleset dan menuju ke arah Langit membuat Awan - awan menghilang seketika menjadi cerah.


Dan Awan pun menunjukkan ledakan Angin yang kuat sampai - sampai mereka semua terlempar jauh seperti terkena Shinra Tensei milik Sieg.


Tidak Lama kemudian, Sieg Halilintar, Solar dan Blaze pun tiba di lokasi sembari membawa Kirito dan Akame yang tidak sadarkan diri. Sementara Itu, Rimuru sudah bebas dari Segel Sieg Solar dan mengikuti Sieg dari belakang dengan Ekspresi wajah yang kesakitan karna Jumlah Mana yang Ia miliki hanya 3%


Setelah tiba di lokasi itu. Debu - debu yang menghalangi pandangan akhirnya menghilang dan terlihat Sieg Taufan dan Sieg Es tumbang disana, Asuna Juga tidak sadarkan diri seperti Akame da sudah memasuki Wujud Normalnya.


Dan Ai masih lagi berdiri Tegak disitu karna Ia terlindungi Oleh Skill Full Counternya. Oleh sebab itu Ia tidak terlempar jauh meski ledakan itu dapat menerbangkan Sieg Taufan, Es dan Asuna.


Semua Sieg Elemen tersenyum pahit melihat ini. Dengan kata lain, mereka semua Seri tidak ada yang kalah maupun menang diantara mereka semua


'Karakter - karakter ku sangat mengagumkan..." Gumam Sieg Halilintar.


...*******************...


Setelah Itu. Sieg kembali ke wujud Normalnya dan Dunia UBW pun hilang. Pandangan itu berganti dari tempat yang kelihatan Bekas medan perang kini hanyalah Tempat Lapangan indah.


Sieg tidak menyangka jika pertarungan mereka akan berakhir Seri. Sieg Solar, Halilintar Menang. Sieg Taufan, Blaze kalah. dan Sieg Es Seri melawan Asuna dikarenakan kedua - duanya tidak sadarkan diri.


Ketika Dunia kembali normal. Terlihat Kurumi, Ayu, Yukana dan Kirei sudah menunggu mereka dengan Senyuman mereka masing - masing.


Sieg, Rimuru dan Ai saling bertukar pandangan dan hanya tersenyum tipis.


"Hey. Jangan diam saja. Bantu kami" ucap Sieg


Mereka semuapun membantu Sieg dan lainnya membawa masuk ke dalam Penginapan mereka.


Sieg Dibantu oleh Kurumi, Ai dibantu oleh Ayu dan Kirei karna Meski Ai tidak mendapatkan luka tetapi, Pikirannya sangat lelah dan Ia harus memulihkan mananya.


Asuna dibantu oleh Yukana sedangkan Rimuru dan Kirito saling memapah karna keduanya masih memiliki kesadaran. Yui juga langsung mendekati Kirito dan Kirito hanya Membiarkan Yui hingga di kepalanya. Tentunya Yu meminta penjelasan dari Kirito dan Kirito menjelaskannye kepada Yui. dan Yuipun tidak keberatan dan tidak bertanya lebih jauh lagi soal kejadian Hari ini.


Pertarungan hari ini sangat mengagumkan dan sangat mematikan. itu yang ada dipikiran mereka semua tak terkecuali Sieg sendiri.


'Yah, ternyata Seru juga melawan mereka semua dengan kekuatanku..." Pikir Sieg yang tersenyum tipis


Melihat Sieg yang tiba - tiba tersenyum Tipis Kurumi hanya menggelengkan kepalanya sembari sedikit tersenyum seolah - olah tau apa yang dipikirkan oleh Sieg.


...[Quest Selesai]...


...********************...


Buset dah.... pikiran Thor merasakan rasa lelah yang luar biasa saat Thor memikirkan Seperti Apa adegan pertarungannya. Apalagi Adegan pertarungannya yang mau dijelaskan dengan kata - kata, membuat Thor merasa sangat pusing


Selain pertarungan Sieg melawan Ayu, Ini adalah Chapter yang tersulit Thor pikirkan karna sangat sulit menjelaskan adegan pertarungannya.


Jadi Maaf saja.. Jika kalian tidak terlalu mengerti soal pertarungannya🙏🙏😅😅


Sekaligus pesan buat kalian, Karena ini hanyalah khayalan/Imajinasi Thor semata - mata jadi wajar saja jika Alurnya kayak Alur maju mundur. Selain itu, Thor juga masih Pemula.


Thor buat novel ini karna Thor tidak mau rasa penasaran selalu memenuhi pikiran Thor. Misalnya, Jika Ada Karakter Seperti Saitama muncul di dunia Lain? kira - kira seperti apa yang akan terjadi? Nah, Rasa penasaran seperti itu selalu Membuat Thor merasa gelisah.


Anggap saja Novel ini adalah novel yang dapat membuat Rasa Penasaran Thor hilang dan merasa puas/lega.


Kalian suka atau tidak. Yah, kalian bisa memberi tau di Kolom Komentar.


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.


See You In The Next Chapter 👋👋👋


Jumlah Kata : 5820