
Mendengar kata Istana Es. Sieg semakin menjadi waspada dan menunculkan Sekitar 10 Pedang UBW di sekitarnya.
Kakek yang melihat itu tanpa sadar tertawa terbahak - bahak. Anak dihadapannya ini terlalu menarik dan kekuatan yang dimilikinya juga tidak normal apalagi setelah melihat 10 Pedang yang tiba - tiba muncul di sekelilingnya Tawa Kakek itu semakin menjadi - jadi.
Tapi, tidak untuk Sieg. Sieg masih lagi menjadi waspada dan tidak meremehkan Kakek di hadapannya.
"Jangan Khawatir Anak Muda. Aku sama sekali tidak berniat untuk bermusuhan dengamu.. tapi Malah Sebaliknya, Aku tidaklah sebodoh itu untuk mencari masalah dengan Utusan Dewa." (Kakek Daichi)
Mata Sieg terbuka lebar dan semakin waspada. Mangekyoi Sharingannya aktif dengan sendirinya dan Essence Flame mulai menyelimuti Tubuh Sieg.
Kakek itu memijat keningnya, Padahal dia hanya ingin menjelaskan jika dirinya tidak ingin bertarung dengan Sueg tapi, Ini Justru Berbalik tidak sesuai dengan keinginannya.
"Anak muda. Aku tidak berniat untuk bermusuhan denganmu." (Kakek Daichi)
"Jadi apa? Kau mengancamku?" (Sieg)
"Pengetahuanmu sepertinya masih dangkal lagi Anak Muda. Istana Es bukanlah Kelompok - kelompok Sesat dan suka membunuh Makhluk hidup sesuka hati.. Kami hanya akan membunuh makhluk tersebut jika mereka melukai Salah satu Anggota kami atau Mencari masalah dengan kami.. seperti yang kau lakukan saat ini.. Kau sendiri tidak menginginkan bukan? Berperang melawan kami?" (Kakek Daichi)
"Jadi tujuanmu kesini apa?" (Sieg)
"Tidak. Aku hanya penasaran dengan sumber Mana yang tiba - tiba muncul dan saat aku tiba, hal yang pertama kulihat adalah Pelindung dimensi itu. Sepertinya kau menyimpan banyak Rahasia Utusan Dewa.." (kakek Daichi)
"Aku tidak bertanya soal itu. Katakan tujuanmu kesini.. atau kita akan bertarung." (Sieg)
"Yare - yare. Baiklah, akan kukatakan tujuan ku kesini. Tujuanku kesini adalah untuk berkerja sama dengan mu" (Kakek Daichi)
"Bekerja sama?" (Sieg)
"Benar. Aku yakin baru - baru ini kau sudah merasakan ada hal yang aneh di sekitar kita atau tepat di Pelabuhan 3 hari yang lalu.." (Kakek Daichi)
"Aku tidak terlalu mengerti" (Sieg)
"Haaa. Maksudku adalah Pergerakan musuh atau bencana yang akan menyerang Turnamen muda nanti.." (Kakek Daichi)
"Kau sudah mengetahuinya?" (Sieg)
"Tentu saja, walaupun Kami adalah salah satu kelompok Tertutup dan tidak suka menampakkan diri tapi kami tetap saja bisa mendapatkan Informasi dari luar." (Kakek Daichi)
"Jadi kau ingin kita bekerja sama untuk mengurusi Musuh - musuh itu." (Sieg)
"Ya, dan aku mengetahui salah satu tujuan mereka menyerang Turnamen muda itu." (Kakek Daichi)
"Salah satu Tujuan mereka sebenarnya apa?" (Sieg(
"Mereka mengincari Cucuku.." (Kakek Daichi)
"Untuk apa mereka mengincari cucumu? Apa dia memiliki rahasia besar atau semacamnya?" (Sieg)
"Iya, Dia memiliki Rahasia besar dan tidak seharusnya ini diberitahukan kepada orang Luar. Tapi, karena Kau adalah Utusan Dewa Dan Sepertinya anak yang dimaksudkan itu, mungkin tidak apa - apa memberitahukannya kepadamu." (Kakek Daichi)
"Tunggu, katamu Tadi 'anak yang dimaksudkan tadi'? Itu apa artinya?" (Sieg)
"Dengarkan dulu Anak muda. Akan kujelaskan asal usul anak ini.." (Kakek Daichi)
"Baiklah. Tapi, jika kau melakukan hal yang mencurigakan. Aku tidak akan segan - segan untuk melukaimu" (Sieg)
"Aku tidak yakin soal itu Anak muda karena di kapal ini terdapat banyak orang yang tidak bersalah dan kekuatan yang kumiliki juga tidak seperti yang kau bayangkan. Lagian jika kita bertarung mungkin dunia akan hancur.." (Kakek Daichi)
"Sudah. Hentikan basa - basi ini. Cepat jelaskan.." (Sieg)
"Haa. Dasar Anak muda tidak sabaran." (Kakek Daichi)
Sieg mengerutkan alisnya mendengar itu.
"Kalau begitu dengarkan aku. Gadis itu adalah bernama Natasya, dia berumur 10 Tahun sama seperti dirimu. Dan dia berasal dari atas sana." Ucapnya menunjuk ke atas langit.
"Atas langit?"
"Benar. Saat itu ada satu Meteor Es yang jatuh di sekitar wilayah Gunung Es atau Istana Es. Dan ketika kami menghampirinya, alangkah terkejutnya kami. Ternyata ada sesuatu yang berada di dalam Bongkahan Es itu dan Anak itu adalah Natasya. Lalu, tidak seperti kau adalah Utusan Dari seluruh Dewa dewi, kami menduga jika Natasya adalah Utusan Dewi Air.." (Kakek Daichi)
"Ada utusan dewa lainnya selain aku?" Ucap Sieg sedikit kaget.
"Ya, dan salah satunya adalah Natasya. Dan kami mengetahui bahwa Natasya adalah utusan dewi Air karena dia menceritakan soal Tujuannya kesini yaitu mencari Anak yang dapat memberikan Perasaan yang nyaman.." (Kakek Daichi)
"Dan orang itu.."
"Adalah kau tentunya." Dilanjutkan oleh Kakek itu sembari tersenyum
Sieg menghela nafas pelan. Kejadian ini sedikit mirip dengan Kejadian dimana dia bertemu dengan Kazumi Yuna tapi, masih ada satu hal yang belum pasti yaitu Apakah anak yang dimaksudkan itu adalah benar - benar dirinya?
"Tapi, itu masih belum tentu apa anak yang dimaksudkan itu adalah Aku" (Sieg)
"Memang benar jika itu belum pasti. Oleh sebab itu aku akan mencoba Membuat Natansya mendekatimu." (Kakek)
"Hentikan itu Kakek. Aku yakin 1 juta persen. Dia akan membencimu" (Sieg)
"Haa. Dasar Anak muda. Dan kembali ke cerita. Alasan kenapa Mereka mengincari Natasya karena Ia memiliki tubuh Special" (Kakek Daichi)
"Tubuh Special? Apa itu seperti tubuh Efek Charm tak terkendali" (Sieg)
Jika berbicara Soal tubuh Special. Cuma itu yang Sieg pikirkan dan hal yang pertama terlintas di pikirannya.
Dan Untungnya Efek itu tidak akan menghantui Sieg lagi.
"Ternyata kau mengetahuinya Anak muda." (Kakek Daich)
"Yah, aku hanya menebaknya dan apa itu Tubuh yang sama seperti Efek Charm tak terkendali?" (Sieg)
"Tidak. Tubuhnya ini bernama Tubuh Pengendali Es, dari yang kuketahui jika tubuh berhasil diculik oleh Kelompok - kelompok Sesat dan besar. Maka Tubuh Ini akan diadakan Satu Ritual agar Tubuh ini dapat memberikan kekuatan yang dahsyat kepada di Penculik Tubuh ini." (Kakek Daichi)
Sekarang Sieg mengetahui alasan kenapa bibir Gadis bernama Natasya itu berwarna biru. Kemungkinan besarnya, Itu adalah Akibat dari tubuh Pengendali Es.
"Jadi intinya. Tubuh ini dapat memberikan Kekuatan yang maha dahsyat atau apalah kepada Si Penculik itu?" (Sieg)
"Ya, tapi.. Gadis yang memiliki tubuh ini akan Mati." (Kakek Daichi)
"Seperti apa Kekuatan yang dahsyat itu?" (Sieg)
"Kekuatannya.. Sulit kujelaskan tapi, setidaknya dari yang Pemimpin kami ceritakan. Si Penculik akan dapat mengendalikan Es sepenuhnya ataupun dapat menciptakan Tsunami Es tanpa henti dan tidak akan terbatas. Ataupun, melakukan sesuka nya dengan Elemen Es. Seperti menciptakan Pasukan Es yang terdiri dari Prajurit Es, Monster Es, dan banyak lagi.." (Kakek Daichi)
"Itu terdengar seperti biasa." (Sieg)
"Kau tidak tau satu hal lagi Anak muda. Si Penculik ini tidak perlu menggunakan Mana untuk menciptakan Pasukan Es atau menggunakan kekuatannya.." (Kakek Daichi)
"..."
"Jika Si Penculik ini sudah berhasil mendapatkan tubuh ini maka Si Penculik akan dapat menciptakan Jutaan Pasukan es hanya dalam sedetik." (Kakek Daichi)
"Kalau kalian sudah mengetahui soal itu. Jadi ngapain kalian datang kesini? Sudah tau ini akan berbahaya." (Sieg)
"Sayangnya dalam setengah perjalanan aku sudah berhadapi melawan 2 Raja Iblis beserta jumlah bawahannya yang ribuan.. jika kami kembali kemungkinan besarnya, Musuh akan menyerang kami secara Besar - besaran sebelum tiba di Istana Es.. kalau saja aku menyadari ini mungkin aku tidak akan membawa Natasya ikut ke Turnamen muda." (Kakek Daichi)
"Jadi karena akan berbahaya kalau kalian kembali, kalian berniat untuk meneruskan perjalanan ini" (Sieg)
"Ya, dan aku tidak mengira akan dapat bertemu denganmu Anak muda. Dengan kekuatanmu berserta rekan - rekanmu dan kekuatanku. Pasti kita dapat menang." (Kakek Daichi)
"Tidak, Aku sudah memberikan laporan soal ini kepada Pemimpin, pasti mereka akan kembali membawa pasukan dan semua Tetua.. tidak lagi jika ditambahnya Divine Beast, Sage, dan beberapa orang kuat lainnya di Turnamen muda. Kita pasti dapat mengurusinya." (Kakek Daichi)
"Oh Kakek.. Sepertinya anda masih lupa dengan satu hal yaitu Jumlah Musuh dan kau tau siapa saja yang ikut serta dalam penyerangan ini? Minoutaurus, Gobling King, Raja Iblis, Malaikat Jatuh, Wyvern, Kelompok Sesat, dan yang paling parahnya Lagi Dewa iblis.. dan jumlah mereka semua sekarang kemungkinan besarnya sudah melebihi 700.000." (Sieg)
Mendengar itu. Tentu saja Kakek itu menjadi sangat terkejut.
"Darimana... kau mengetahui semua ini Anak muda." (Kakek Daichi)
"Sebelum kami menuju ke sini. Sudah tentu kami mencari Informasi musuh.. jika tidak dipersiapkan matang - matang. Bisa jadi kekalahan akan menjadi milik kita." (Sieg)
"Tapi. Jika pemimpin Istana Es akan ikut serta dalam penyerangan ini. Dia yang akan berhadapan dengan Dewa Iblis." (Kakek Daichi)
"Tidak. Salah satu Rekanku yang akan mengurusinya." (Sieg)
"Hoho. Siapa itu anak muda?" (Kakek Daichi)
"Biarlah ini akan menjadi rahasia dan Soal gadis bernama Natasya itu.." (Sieg)
"Apa? Kau sudah tertarik cucuku?" (Kakek Daichi)
"Bukan itu Kakek tua. Aku hanya ingin Anak jangan dibiarkan ikut serta dalam Turnamen muda itu." (Sieg)
"Ada apa? Memangnya ada masalah jika Natasya Diikut sertakan?" (Kakek Daich)
"Ya, bisa saja nanti salah satu peserta Turnamen itu adalah Penyusup dan akan menyerang cucumu saat Dia lengah." (Sieg)
"Begitu.. Memang itu penjelasan yang masuk akal tapi.. Maaf, jika cucuku sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu. Maka dia tidak akan menarik kata - katanya kembali." (Kakek Daichi)
"Haa. Baiklah, jika begitu. Aku akan mencoba melindungi cucu anda dari kejauhan" (Sieg)
"Terima Kasih.. Anak muda." (Kakek Daichi)
"Aku ingin menanyakan satu hal lagi. Kenapa anda memilihku untuk melindungi Gadis itu?" (Sieg)
"Entahlah, mungkin karena setelah aku menyadari bahwa Natasya selalu melirik mu. Aku pikir tidak masalah jika Membiarkanmu." (Kakek Daichi)
Mendengar itu, Sieg menjadi teringat dengan sesuatu yaitu soal Tatapan yang diberikan beberapa hari yang lalu namun, dia tidak dapat mengetahuinya siapa yang selalu menatapnya dan kini, Sieg tidak menyangka jika orang tersebut adalah Utusan Dewi Air.
"Bagaimana kalau dia tidak menyukaiku? Waktu pertama kalinya kami bertemu, dia sama sekali tidak memperhatikan diriku." (Sieg)
"Ah, jika Natasya ketemu sama pria pertama kali yang tidak dia kenali. Dia memang seperti itu. Dan Dia akan mengeluarkan Niat membunuh saat melihat Pria tersebut. Tapi, jika lama kelamaan dia memperhatikan setiap tindakan Pria tersebut adalah tindakan yang baik maka Dia akan berbaik hati kepada Pria tersebut." (Kakek Daichi)
"Intinya, seiring berjalan waktu. Dia akan dapat menjadi lebih terbuka lagi kepada si Pria. Dan hanya menunggu sehingga Si Gadis akan berbicara dengan Si Pria." (Sieg)
"Benar. Tapi, menurutku. Seandainya kau tidak mengenakan topeng. Mungkin saat pertama kalinya dia melihatmu, dia melihatmu dengan tatapan yang berbeda dan akan selalu melihatmu. Aku juga yakin dia tidak akan keberatan memperlihatkan wajahnya juga kepadamu. Kau taulah Anak muda, wajah Tampan itu sangat berbahaya.. dan asal kau tau saja. Saat aku masih mudapun, Wajahku sangat Tampan sepertimu." (Kakek Daichi)
"Hei kakek tua. Kau terlalu Narsis." (Sieg)
"Yare - yare. Kata - katamu sedikit kasar Anak muda.." (Kakek Daichi)
"Dan Ngomong - ngomong soal Gadis itu tidak memperlihatkan wajahnya..." (Sieg)
"Oh soal itu. Natasya itu selalu jarang memperlihatkan wajahnya. Kau taulah alasan kenapa dia terlalu menutup wajahnya kecuali Tubuhnya. Dia selalu mengenakan Rok Pendek membuat Para Pria akan tergila - gila akan keputihan dan keindahan Tubuhnya walaupun wajahnya tak terlihat. Jadi jika kau berniat untuk melihat wajahnya, kau bisa memperlihatkan wajah Tampanmu itu yang memiliki dua warna Mata yang unik. Dijamin dia akan memperlihatkan wajahnya juga.." (Kakek Daichi)
"..."
'Yap, Aku tidak akan memperlihatkan wajahku kepada Gadis itu walaupun aku harus mati sekalipun...'
Dari awal Sieg sama sekali tidak akan berniat untuk memperlihatkan wajahnya kepada siapapun. Takutnya nanti kejadian yang sama seperti Kazumi Yuna akan terjadi setiap hari.
Walaupun Sieg sedikit ragu itu akan terjadi kepada Gadis bernama Natasya itu karena menurut pendapat Sieg selama satu kapal dengan Natasya selama ini. Natasya memiliki Sifat yang sedikit terlihat seperti Polos, dan tenang seperti Air walau terkadang terkesan dingin.
"Dan Aku ingin bertanya lagi." (Sieg)
"Anak muda kau ada banyak tanyanya.." (Kakek Daichi)
"Kakek Tua. Aku harus mendapatkan lebih banyak Informasi agar kita dapat bersiap - siap dari segala kemungkinan" (Sieg)
"Haa. Baiklah tanyakan saja.." (Kakek Daichi)
"Etto.. Ritual untuk mengambil tubuh Pengendali Es itu seperti apa?" (Sieg)
"...mudahnya.. Satu - satunya caranya adalah bersetubuh dengannya.." (Kakek Daichi)
"Uhuk - uhuk.."
Mendengar kata - kata yang Gila dari Kakek tua membuat Sieg terbatuk - batuk sehingga Kakek tersebut tertawa.
Kakek ini sudah mulai mengira jika Sieg tidak memiliki pengalaman soal itu.
"Jika memang benar bersetubuh dengannya. Lalu bagaimana dengan Suaminya?" (Sieg)
"Ah, soal itu jangan dipikirkan. Untuk mendapatkan Tubuh Pengendali Es. Selain bersetubuh dengannya. Setidaknya Si Penculik harus membuat Si Gadis putus asa, misalnya Membuat Si Gadis Melihat kematian orang berharganya (Seperti keluarga) dan di saat itu, Mereka sudah dapat bersetubuh dengan Si Gadis untuk mendapatkan Kekuatan dari tubuh tersebut.." (Kakek Daichi)
"Apa dia memiliki orang berharga yang lain selain anda?" (Sieg)
"Tidak sama sekali. Cuma aku satu - satunya yang dia anggap berharga. Kau juga dapat melihatnya dengan jelas jika Natasya selalu bersama ku." (Kakek Daichi) "Tapi, mungkin tidak lama lagi kau akan menjadi satu - satunya Sosok yang akan menjadi orang berharga terpentingnya dalam hidupnya. Oleh sebab itu jangan pernah mati tepat dihadapannya..." Lanjut Kakek Daichi..
"Kalau soal itu aku meragukannya. Mungkin sampai matipun aku...
...[Quest Utama!!]...
...1. Temui salah satu Gadis Dari Istana Es dan buat Dirimu menjadi berharga di mata Gadis tersebut!! (Belum Selesai)...
...2. Buat dirimu beserta teman - temanmu untuk menjadi kuat secepat Mungkin!! (Selesai)...
...Hadiah : ???...
...Hukuman : ???...
Tidak akan menjadi orang berharga di matanya...?"
Ucap Sieg perlahan saat melihat Quest ini yang tiba - tiba muncul tepat di hadapannya. Melihat Quest itu. Sieg sudah tidak tau lagi dan hanya bisa menghela nafas pasrah..
"Kau sepertinya memiliki masalah Anak muda. Jika tidak keberatan kau bisa menceritakannya kepada Kakek ini."
"Tidak aku hanya kepikiran sesuatu...."
"Apa yang kau pikirkan?"
"Sepertinya.. Genre Novel ini.. Akan bertambah yaitu Harem..."
Itulah kata - kata terakhir yang diucapkan oleh Si Tokoh Utama kita bernama Kurosaki Sieg. Dan pada akhirnya tanpa Sieg sadari.. di tengah - tengah malam Sieg tertidur pulas di tengah - tengah malam dengan topeng yang tiba - tiba menutupi wajahnya....
......***********......
Thornya udah lelah.. Pikiran ini sangat lelah... Jadi Tolong Dong, jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.
Dan jika seandainya ini tidak sesuai dengan apa yang Kalian bayangkan. Thornya mintaa maaf karena Thor hanya ketik aoa yang Thor pikirkan dan Thor peringatkan sekali lagi!! Ini hanyalah Khayalan/Imajinasi Thor ya.
Oke cuma itu, Dan See You In The Next Chapter 👋👋👋