
Pertarungan dimulai. Langkah pertama dilakukan oleh Kirito dengan menyerang secara Horizontal dari Kanan ke kiri. Raja menangkis serangan itu menggunakan Pedangnya. Dan mereka berdua menyebabkan Bunga Api. Raja juga mulai menyerang Kirito dengan pedang besarnya. Dan dengan Mudah Kirito mampu menghindarinya.
Di saat itu, Kecepatan mereka berdua meningkat dratis. Kirito menyerang dan Raja juga menyerang kirito. Kedua pedang kuat itu bertabrakan tidak henti - henti. Dan pedang Raja dapat melukai tubuh lengan Kirito. Kirito mundur ke belakang untuk membuat Luka sedikit pulih.
'Karna ini pertama kalinya dia mendapatkan luka seperti itu. Pasti dia sedikit berpikir ini berbahaya jika dilanjutkan' Gumam Sieg
'Sakitnya sangat terasa. Sasuga, dunia lain' Gumam Kirito sambil tersenyum
Kirito Memandang Tajam ke Raja dan mengarahkan Pedang hitamnya ke depan lurus layaknya sedang menunjuk Ke Arah Raja itu.
"Oii Ojii san persiapkanlah Dirimu. Akan kuselesaikan pertarungan ini dengan cepat. Karna aku juga tidak mau merasakan sakit" Ucap Kirito
"Hoh, Baiklah. Lancarkanlah Serangan mu Pemuda!" Kata Raja sambil mempersiapkan Posisinya.
Pedang Kirito bercahaya dan Sieg sedikit Terkejut melihat Pedang Itu bercahaya.
'Itu... Light Effect. Sejak kapan Dia memiliki Sword Skill yang lain?'
[Yah, yang kau bicarakan itukan kirito loh. Hal seperti itu bukan masalah baginya. Jika Sword Skillnya yang lain tidak ada, Dia kan cuma perlu menciptakan Skill miliknya]
'Haahh, dia membuatku sedikit kagum kepadanya. Kekuatannya sedikit mengerikan, Dia mampu melanggar hukum. Di dunia ini tidak ada seorangpun yang mampu Menciptakan Sihir ataupun Skill. Tapi Dia baru saja mengubah Fakta itu dengan mudah'
[Kau juga seperti itu kan. Rasengan dan skillmu yang lain. Itu bukan Dari Dunia ini dengan kata lain sama saja kau yang menciptakannya]
'Yah, daripada pusing terus. Mending nonton aja pertarungannya. Lagian yang kita bahas ni adalah Kirito. Hal seperti itu dia bisa melampauinya dengan mudah. Mungkin saja suatu hari dia bisa kekuatannya akan mencapai Tingkat melebihi diriku.'
[Heh, tak sangka Juga. Kalau Orang seperti mu berpikiran seperti itu] Ejek System
'Apa kau sedang mengejekku atau memujiku?'
Setelah itu, Sieg kembali Menyaksikan pertarungan antara Raja dan Kirito. Dengan Cepat Kirito langsung melesat ke Arah Raja disertai dengan Sword skillnya. Raja hanya bingung melihat Kirito mengeluarkan Cahaya. Awalnya Raja menyangka bahwa itu adalah Pedang Sihir tetapi setelah dilihat baik - baik Pedang itu hanya mengeluarkan Cahaya dan mungkin saja Itu hanya memperkuatkan Serangan Miliknya.
Dengan Sigap Raja berniat menahan serangan Kirito tapi menahannya sama saja membuat kekalahannya pada dirinya. Semua Sword Skill dari Kirito mampu memantulkan Serangan dengan tebasannya.
Dan apa yang dipikirkan benar. Saat pedang Kirito bertabrakan dengan Pedang Raja yang dalam posisi bertahan, Pedang Raja mengarah Ke atas akibat terdorong.
Menahan Sword Skill dengan kuat membuat Raja terdorong sangat jauh hingga terjatuh. Namun begitu, Kirito masih melancarkan serangannya dengan tebasan Vertikal dari atas ke Bawah. Para prajurit dan yang lainnya dengan cepat berlari menuju Ke Area pertarungan mereka berdua. Tidak mungkin mereka hanya duduk diam menyaksikan Raja mereka di bunuh.
Tepat saat pedang Kirito ingin menebas Raja menjadi Kuat. Pedang Kirito pun terhenti, dan memasukkan Kembali Pedang Elucidator miliknya ke Sarung pedangnya yang ada di belakang miliknya.
Setelah memasukkan pedangnya, Kirito mengulurkan tangan kanannya
Raja bingung dengan Tindakan Kirito. Dan setelah melihat Senyuman tulus Kirito. Yang menandakan bahwa dia ingin membantu dirinya.
Raja pun hanya tersenyum dan Menjabat tangan Kirito. Kirito pun menarik Raja Berdiri dari tempatnya.
'Akhirnya selesai juga. Tapi yah, Pertarungannya dari awal Kirito pasti yang akan menang. Pertarungan Duel seperti ini baginya mah enteng saja'
Sieg pun menuju ke Arah Kirito dan Tidak lupa Juga membawa Ai dengan tangan kanannya. Ai hanya mengikuti Sieg dan menjawab Manis. Hingga tatapan Seringai dan Jijik prajurit di tujukan kepada Ai. Seperti biasa Sieg membuat mereka terdiam dengan tatapan mautnya. Tentu dengan auranya hingga membuat Raja Berkeringat Dingin. Ai hanya tersenyum Kecil melihat kelakuan Sieg yang seperti itu.
'Kawai...' Ucap sieg dalam Hati
************************
Kini Sieg, Kirito dan Ai sedang berada Di Ruang Singgasana Raja beserta dengan Para Petinggi Kerajaan ini. Bahkan Manusia yang berlevel tinggi. Setelah pertarungan Raja dan Kirito berakhir. Raja Ingin Sieg dan yang lainnya datang ke Istana untuk meminta penjelasan. Karna Kerajaan Felix memiliki Aturan tersendiri. Diantaranya 'dilarang membunuh'.
Dengan rasa Enggan Sieg pun terpaksa mengikuti Raja, Kirito dan Ai ikut aja dengan Sieg. Karna mereka berduapun tidak tau apa yang mau harus dilakukan. Dengan kata lain seluruh beban akan diserahkan Kepada Sieg.
'Seharusnya dalam keadaan seperti ini. Kirito yang memimpin'
[Tidak masalah juga kan. Toh, dia juga kelihatan tidak mau mengurus. Mungkin Cuma malas]
'Kau pikir aku juga tidak malas? Aku juga sama seperti Kirito. Sedang Tidak Mood nih'
Mereka berdua kembali memandang Raja yang duduk Di Kursinya.
Perilaku mereka Berdua membuat para orang yang ada di ruangan marah. Hingga ada satu orang yang memakai pakaian mewah, lebih mewah dari yang lain.
'Orang ini mungkin seorang bangsawan tingkat Tinggi'
Orang tersebut mendekati Sieg dan yang lainnya. Dan berkata dengan nada marah.
"Woy!!!, Raja ada di depan kalian. Kenapa kalian tidak menunduk ha!!"
"Apa kami harus memberi alasan kepadamu?, Dan kau memiliki Keberanian yang cukup berbicara seperti itu padaku" Ucap Sieg.
Kirito hanya memegangi kepalanya, tidak tahan melihat Sikap Sieg yang seperti itu.
'Yah, dia bukan anakku juga. Terserah dia deh mau melakukan hal yang dia inginkan' Gumam Kirito. Dan itu terdengar oleh Sieg.
'Sejak kapan Kirito berpikir seperti itu?.'
Sedangkan bangsawan Di depan Sieg menjadi kesal.
"Be - berani sekalinya kau berkata seperrti itu kepadaku. Apa kau tidak tau siapa aku ha!!!"
"Hahh, Kenapa sih setiap kali aku bertemu dengan Orang di kerajaan ini. Pasti ada yang ingin sekali memaperkan dirinya. Apa tidak ada yang lain selain itu"
"Si - sialan kau Bocah!!"
"Cukup!!!" Ucap raja.
"Te - tetapi Ra -"
"Kau berbicara dengan santainya di depan Raja mu ini. Apa kau menganggapku tidak ada disini!!"
"Ma - maafkan Hamba yang mulia"
Dengan segera bangsawan itu meninggalkan Sieg, Kirito dan Ai disitu dan mengutuk - ngutuk mereka kecuali Ai.
Raja menatap serius Sieg, dan yang lainnya. Hingga akhirnya Sieg yang memulai percakapan.
"Raja, Sebenarnya ada apa sih kami dibawa kesini..." ucap Sieg dengan Malas
""""Lancang!!!"""" Pada saat yang bersamaan, Seluruh tombak Diarahkan ke Sieg dan Di saat mereka ingin menusuk Sieg. Raja langsung menghentikan Serangan itu, tetapi sudah terlambat jarak tombak dan Sieg sudah berdekatan.
Tapi pada detik - detik Tombak itu ingin mengenai Sieg. Tombak itu patah seketika, seolah - olah ada yang memotongnya.
"Kecepatan yang mengagumkan. Seperti yang diharapkan dari seseorang yang percaya diri dengan kecepatannya.."
"Bukankah perkataan mu berlebihan. Aku sudah menyelamatkanmu "
"Aku tidak ingat meminta mu melakukan itu tapi terima kasih"
"Hahaha... sekaligus mencoba kecepatanku. Tetapi tiba - tiba mengarahkan Ke Tamumu sendiri itu sedikit keterlaluan Yang mulia.." ucap Kirito dengan nada dingin sambil mengarahkan Senjata ke Raja. Karna Para prajurit tidak tahan dengan Sikap Kirito. Mereka pun berniat untuk menyerangnya. Tapi Mereka langsung dihentikan oleh Raja.
"Hentikan!!!"
"Te - tetapi..."
"Ini perintah" Ucap Raja
Mereka semua kembali terdiam
"Maafkan Kami atas perlakuan para prajurit kami. Tapi kami tetap tidak bisa diam jika kami dihina - hina"
"Sejak kapan aku menghina kalian. Aku hanya mengatakan Yang sebenarnya Raja"
"Hoho, Menarik. Pemuda kau kelihatannya tidak takut sama kerajaan ini"
"Aku tidak akan takut meskipun Seluruh dunia menjadi musuhku. Selama kau memusuhi rekan - rekan ku, aku juga akan langsung menghancurkan Kerajaan ini dengan mudah"
'Shimatta.. Kirito darimana sebenarnya kepercayaan dirimu itu datang? Kalimat itu memang keren tapi memiliki resiko juga'
[Kalau dia mengatakan kalimat itu. Berarti dia memang mampu mengurusi Satu kerajaan ini]
'Apa dia memiliki recana. Sepertinya tidak sama sekali. Yah, untuk sekarang akan kuserahkan kepada Kirito. Aku sedikit penasaran Caranya Mengurusi semua ini. Karna aku akan pusing jika seperti ini. Semoga tidak ada kejadian Klise...'
"Pemuda, memang benar jika kita berdua bertarung, kau sudah dipastikan akan menang. Tetapi apa kau memiliki kekuatan untuk bertarung dengan seluruh prajurit ku dengan jumlah yang melebihi 60.000?" Ucap Raja
"Aku bisa"
Hanya mendengarkan kalimat Kirito, membuat mereka semua terkejut.
'Waduh. Kirito ini benar - benar....' pikir sieg
"Sudahlah Kirito, ayo kita Switch. Kali ini aku yang urus" Kata Sieg dengan memegang punggung belakang Kirito dan maju ke depan.
"Tidak kali ini aku yang urus, Aku memiliki Rencana sendiri"
"Baiklah jika begitu" Sieg menyerah. Jika Kirito sudah memutuskan sesuatu, dia tidak akan menyerah bahkan nyawanya menjadi taruhan. Seperti menyelamatkan Asuna Yang terkurung di Pohon Dunia. Dia pasti akan menyelamatkannya tidak peduli apapun itu.
'Mah, walaupun memiliki Masalah seperti mengetahui Identitas sebenarnya Leafa atau yang lain'
"Selesaikan dengan Cepat Kirito"
"Iya, ini pasti selesai dengan cepat"
Kata Kirito dengan tersenyum.
Kirito juga menyuruh Sieg dan Ai keluar dari ruangan Singgasana itu, hingga menyisakan Kirito, Raja dan para petingginya saja.
'Yah, serahkan saja deh masalah ini kepada Kirito. Jika dia urus ini pasti tidak apa - apa. Mungkin....."
...•Normal Pov End•...
...*************************...
...•Sieg Pov Start•...
"Lama juga Kirito di dalam"
[Tentu sajalah lama. Dia itu kan Kirito, Mungkin diselesaikan lewat pertarungan atau mulut]
"Hoahh, aku ngantuk System. Apa tidak ada hal yang yang bisa dilakukan?"
[Hal lain?, aku tidak terpikirkan satu pu -, ah mungkin ada]
"Apa itu?" Tanya Sieg dengan sedikit bingung
[Bagaimana jika kau taklukkan Three Thousand Burning Flame?]
"Menaklukkan sekarang itu bukannya bahaya. Selain itu, Emangnya tu Three Thousand Burning Flame berada Dimana?"
[Dia berada di tubuhmu]
"Kenapa bisa ada disitu?"
[Mau ditempatkan dimana lagi kalau bukan di tubuhmu. Tidak mungkin kau mau keluarkan di dunia nyata. Bisa hancur dunia ini jika dia mengamuk]
"Kau juga sudah tau tentang kekuatannya, Ini namanya bunuh Diri jika aku taklukkan sekarang. Aku juga khawatir dengan Ai, Jika dia menghilang saat aku menaklukkan Dia. Bagaimana kau bertanggung jawab?"
[Ciptakan aja Bunshinmu dan Dia pasti akan melindunginya]
"Ditolak"
[...]
"Kok tidak berkata - kata apa lagi"
[Apa lagi yang ingin dibicarakan?]
"Setidaknya bicarakan sesutu untuk membuat suasana menjadi menyenangkan"
[Tidak ada]
"Hah, Ini sangat membosankan"
"Sieg, Apa Sieg baik - baik Saja. Jika ada yang Sieg maukan. Ai kan mengabulkan dengan senang hati" ucap Ai
Yah, tidak apalah. Melihat Ai saja sudah membuat rasa lelah dan Bosan ku hilang. Bersama dengan Ai membuatku gembira. Dan kalau bisa aku ingin memelukmu biar rasa bosan ini hilang.
[Kalem dulu bro, kau bisa membuat anak nanti setelah menjumpai tempat]
'Kau itu seorang Cewek system, tidak cocok untuk menggunakan Kata 'Bro', dan aku tidak akan melakukan Hal sekeji itu kepada Ai'
[Kalau begitu ya udah]
"Sieg?"
Ahh aku terlalu lama berbicara dengan System.
"Tidak ada apa - apa"
Kalau begitu aku harap dapat melakukan apa yang para Cowok idamkan. Yah, mana mungkin aku meminta hal seperti itu kepada Ai itu sama saja dengan seorang Pria yang tidak tau malu. Disaat seperti ini aku lebih tepatnya mungkin lebih meminta..
"Tidur di pangkuanmu.."
"Eh?"
Hem, kenapa dia tiba - tiba seperti itu?. Aku melihat wajahnya sangat merah. Dan Ai memegang rambutnya dengan lembut. Ah gawat sekali ini. Dia benar - benar Sangat Kawai.. bagaimana caranya aku menahan apa yang kurasakan saat ini.
[Sieg, kau sangat mesum sekali. Tak kusangka kau berpikiran seperti itu ke seorang Cewek, dasar sampah]
'Kata - katamu terlalu kasar. Apa salah Jika aku memiliki Rasa yang seperti itu. Wajar sajakan seorang Cowok rasa seperti itu kepada Gadis. Apalagi Gadi - tidak hentikan itu Sieg. Kalau begini terus aku nanti terhasut dengan Iblis' untuk saat ini aku harus tenang. Kalau Ai mengetahui apa yang kupikirkan, Ekspresi seperti apa yang bakal dia tunjukkan?
"Si - sieg..."
Ahh Kawai....
"A - apa?"
"Kau bisa tidur di pangkuan ku.."
Eh? Serius nih. Apa keinginanku dikabulkan oleh Dewa?
[Dewa apanya. Tidak ada dewa yang mampu mengabulkan keinginanmu]
Aku mengabaikan Perkataan System
"Be - benaran nih?"
"Unm..."
Dia menjawab berarti aku bisa menikmati Pangkuanmu begitu? Tapi apa ini tidak apa - apa?
Melihat wajahnya Yang Terlihat tidak keberatan membuatku tidak dapat menanyainya lagi.
Aku menaruh kepalaku perlahan - lahan Ke Paha Ai. Dan tepat Di Pipiku menyentuhi Pahanya. Ini terasa sangat lembut, dan Aroma wanginya sangat nyaman membuatku ingin waktu terhenti dan selalu seperti ini.
"A - apa ini terasa nyaman. Ini pertama kalinya Ai melakukan seperti ini"
"Tidak perlu khawatir, ini terasa sangat - sangat nyaman. Kok bisa tau aku menginginkan ini?" Aku tekankan kata 'sangat' buat dia tidak Takut jika Pangkuan nya tidak nyaman.
"Itu karna Sieg mengatakan menginginkan ini waktu Ai bertanya"
Begitu ya, kalimat ku terdengar tadi. Sedikit malu sih didengar oleh Gadis, tapi Daripada merasakan Malu, aku lebih merasakan Senang yang luar Biasa. Dan rasanya sedikit nyaman juga berada di Sisi Ai.
[Sieg kau benar - benar sampah!]
'Bagian mananya yang sampah? Dan ini sedikit terasa nyaman. Apa ada hal yang bagus selain Menikmati Pangkuan Seorang Gadis imut?'
Dan akan kukatakan sesuatu kepada kalian. Aku itu Bukan berpikiran yang tidak - tidak kepada Ai. Walau terkadang berpikiran seperti itu sih.
[Kau mungkin sudah lupa tapi kau pernah merasakan seperti ini. Ketika bersama dengan Dewi pen - Arggggg!!!]
'Sy - system?, ada apa denganmu barusan ka -'
[Tidak ada hah... hah... hah...] Ucap System dengan nafas yang tidak beraturan
'Tapi barusan...'
[Tidak ada apa - apa. Barusan Aku disiksa oleh seseorang]
'Maksudnya?'
[Ehem, sudahlah lanjutin sono. Nikmati pangkuan Ai]
Aku sedikit penasaran dengan Perkataan System. Apa mungkin dia menyembunyikan sesuatu dari ku?
Suara Ai kembali terdengar
"Si - sieg.."
"Ada Apa?"
"A - ai ingin menyentuh rambut Sieg. Apa bisa"
"I - iya, sentuh saja"
Karna aku juga menikmati pangkuanmu maka kau juga dapat menikmati Rambutku.
[Sampah]
Tidak ada kata - kata lainkah dari itu system???..
Saat tangan Ai menyembuh Rambutku, aku dapat merasakan betapa lembutnya tangan miliknya. Orang yang menciptakan Ai pasti orang yang sangat hebat. Ingin sekali aku bertemu dengan orang itu.
Suasananya terasa tegang. Aku perlu Menemukan Topik pembicaraan, untuk mencairkan suasana..
"Ai bagaimana Menurutmu dunia ini?"
"Menurut Ai?, Dunia terasa indah dan nyaman. Namun, terkadang dunia ini terlihat seram dan Membuat Ai ketakutan"
Jadi begitu Yang Ai pikirkan tentang dunia ini. Tapi apa yang dikatakan Oleh Ai itu benar. Dunia ini memang terlihat seperti itu. Teman - temanku sendiri juga mengkhianatiku. Jika aku bertemu dengan mereka semua, aku sendiri tidak tau apa yang harus kulakukan.
[Jangan terlalu memikirkan itu Sieg. Daripada itu, Nikmati saja Rasa Nyaman Pangkuan Ai]
'Seperti biasa, kau selalu ikut campur'
Setelah beberapa detik kemudian, Ai mengatakan sesuatu yang mengejutkanku.
"Dunia ini memang seram, Dan Ai sangat takut jika memikirkan itu. Tapi memikirkan Sieg tidak ada disisi Ai. Ai merasa sangat takut, lebih takut dari dunia ini."
Begitu ya. Sepenting itukah diriku di matanya
Aku pun berdiri dari Posisiku dan memandang wajah Ai dengan serius.
"Mengenai itu, Ai tidak perlu khawatir, Aku akan selalu bersama denganmu"
"Unm ~ Ai sangat gembira mendengar kalimat itu dari Sieg"
Ai pun memelukku, dan ini terasa sangat nyaman. Apalagi dengan tubuhku Umur 10 tahun, Seluruh kehangatan tubuhnya dapat kurasakan, aku merasakan sesuatu yang kenyal di depanku dan Tidak memikirkannya.
Tidak lama kemudian Ai memelukku, Terdengar Suara hingga membuatku Kaget.
"Ahem, Apa kau sangat menikmati Pelukan itu?"
"Ah, Ki - kirito. Kau disana!! Sejak kapan!!"
"Tidak perlu memikirkan Tentangku. Akan kutinggalkan sekarang" ucap Kirito dengan sedikit menjauhi Sieg dan Ai
"Tu - tunggu dulu!!!"
Aku pun melepaskan pelukan Ai dariku. Dan aku harap dapat dilanjutkan lagi. Itu pun kalau benar - benar terjadi.
[Sampah] Ucap system dengan kesal
...•Sieg Pov End•...
...*************************...
...•Normal Pov Start•...
Sieg, Kirito dan yang Ai Kini sedang berjalan bersama
"Emangnya apa yang kau bicarakan dengan Raja?, Aku sedikit penasaran"
"Tidak terlalu penting. Hanya saja membicarakan tentang diri kita"
"Diri kita?" Ucap Sieg dengan sedikit bingung
"Iya, dia bertanya kepada Kita apa kita utusan Dewa?"
Sieg Shock mendengar kalimat Kirito sekaligus khawatir, jika ramai orang mengetahui tentang dirinya pasti ramai yang mengincarnya juga. Kalau dia sendirian dia dapat mengatasinya tetapi, Kalau Ai dia sangat khawatir. Bagi Kirito mah, tidak perlu ditanyakan lagi.
"Jadi jawabanmu?"
"Tentu saja aku menyangkalnya dengan Jawabannya yang cukup meyakinkan. Tapi seperti yang kau pikirkan, Mereka tidak percaya dengan kita semudah itu. Sekarang juga aku merasakan kalau Ada seseorang yang sedang mengawasi kita"
Kirito memegang pedang belakangnya dan segera melepaskannya. Dengan Sontak Sieg juga sedikit kaget
"Tiba - tiba bergerak spontan begitu, membuatku Kaget. Pikirku ada musuh yang menyerang tadi"
"Hahaha... " kirito cuma tertawa Kecil Melihat Sieg yang seperti ini.
"Sieg, Kirito. Lihat Ada Toko yang indah. Ayo kita masuk bersama" ucap Ai dengan senyum riang di wajahnya sambil menarik Kirito dan Sieg dengan kedua tangannya.
"A - aku tidak perlu..." ucap Kirito
"Tidak perlu terlalu Formal begitu dengan Ai. Ai hanya ingin berteman dengan Kirito."
Ucap Ai sambil tersenyum
Kirito tidak akan terpengaruh seperti ini meskipun Ai itu sangat Kawaii. Sieg juga sedikit terkejut, Kirito tidak dapat terpengaruh dengan hal seperti ini.
Sieg hanya tersenyum dan lalu memegangi tangan belakang Kirito.
"Benar, itu Kirito. Sekarang ini kita sudah seperti keluarga"
"Ta - tapi.."
"Lihat.. Bukankah Itu sangat indah. Ayo Kita masuk"
Ai pun menarik Sieg dan Kirito masuk ke dalam toko tersebut dengan paksa. Kirito tidak ada pilihan lain selain mengikutinya.
'Biarlah, Terkadang melakukan seperti ini tidak buruk juga' Gumam Kirito sambil tersenyum.
Sieg yang melihat Kirito tersenyum hanya merasa lega di hatinya. Karna Kirito yang berasal dari SAO Season 1 hanyalah Kirito yang tidak terlalu mempercayai orang, atau sedikit dingin. Tapi semenjak Kirito bersama dengan Asuna, hidupnya sedikit berubah dan menjadi lebih terbuka meskipun mendapatkan Beberapa Masalah.
'Oh iya ngomong - ngomong tentang pernikahan Kirito dan Putri kerajaan ini bagaimana. Bukankah Raja itu mengatakan jika Kirito menang melawannya Putrinya akan menikahinya?'
[Kau kan tau sifat Kirito itu bagaimana, Tentu saja dia menolaknya]
'Tau darimana'
[Hanya sekadar tebakan]
Sieg menghela Nafas dan mencoba melupakan yang tadi.
Mereka bertiga pun duduk bersama. Ai duduk seorang diri. Sedangkan Sieg dan Kirito duduk bersebelahan. Pelayan datang dan mereka pun memesan makanan. Seperti yang diduga Ai memesan yang manis dan dingin karna sejak memakan Es Krim yang Sieg berikan kepadanya dia menjadi menyukai Hal - hal yang manis dan dingin.
Kirito dan Sieg memesan makanan yang paling pedas di toko ini. Dan membuat Pelayan tergoda dengan wajah Sieg dan Kirito. Sieg sudah dipastikan Tampan begitu juga Kirito. Bagi para manusia disini, Kirito itu sudah termasuk dalam kategori orang tampan. Jadi tidak heran Pelayan yang tadi tergoda dengan Kirito juga. Apalagi dengan dua pedang indah di belakangnya. Seluruh pakaian yang berwarna hitam. Ini terlihat sangat cocok dengan Kirito yang rambutnya berwarna Hitam.
Makanan sudah tiba di hadapan Sieg, Kirito dan Ai. merekapun memakannya. Untuk pertama kalinya Kirito banyak bicara, dan Sieg pun tersenyum mendengar Kirito yang seperti ini.
Sieg pikir Kirito akan kesepian tidak ada Asuna. Dan apa yang Sieg pikirkan itu benar. Walaupun Kirito dari luar terlihat bahagia karna dapat bersama Sieg dan Ai. Tapi di dalamnya berharap kalau Asuna juga ada disini berkumpul bersama.
'Aku merasa kasihan sih melihat Kirito Yang tidak ada Asuna disisinya. Rasanya tidak ada Asuna di sisi Kirito bagaimana mengatakannya..... hah. Mah, masalah Asuna akan ku urusi nanti setelah aku mengendalikan Three Thousand Burning Flame'
[Akhirnya kau berniat]
'Meskipun masih ragu sih'
[Tidak perlu ragu. Kau bisa meminta Kurama untuk membantumu]
'Woah, aku Mengerti, tapi memikirkan Tentang Three Thousand Burning Flame membuatku sedikit merasa kasihan'
[Karna kau sudah tau Tentang masa lalunya. Tentu saja kau merasa kasihan. Apa kau ingin membuat dia bekerja sama dengan mu hanya dengan kata - kata?]
"Niatnya sih ingin menaklukkannya dengan kata - kata tapi mengingat dirinya keras kepala. Hatinya tidak akan bergerak cuma itu. Dan aku harus membuktikannya dengan Tindakan" Ucap Sieg sambil tersenyum
Kirito dan Ai hanya membiarkan Sieg tersenyum sendiri. Kirito tau kalau Sieg pasti memiliki Rencana yang menarik. Dan membuat Kirito menantikan rencana Sieg tiba. karna baginya, Sieg seperti seorang Rival walaupun Kirito tidak sadar kalau dia berpikir seperti itu
Malam tanpa disadari sudah tiba. Sieg masih memikirkan Rencananya. Ai masih melanjutkan memakan Manisan yang ada di meja. Dan Karna Kirito merasa ingin melihat langit indah itu. Kirito keluar dari Toko itu dan mencari tempat - tempat yang cocok untuk melihat langit indah itu. Saat sudah menjumpai tempat yang Dia inginkan Kirito pun duduk tempat Tersebut lalu Kirito melihat Langit - langit yang indah gelap itu. Sembari berpikir.
'Asuna apa kau baik - baik saja disana?' Ucap Kirito dan diakhiri dengan nada yang sedikit sedih....
...***********************...
Jika kalian ingin memberikan saran atau kritik kalian bisa memberitahunya di kolom komentar.
tolong Di like, Komen, Vote Rate 5 bintang dan Share ya.
See you in the next chapter 👋👋👋