I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 33



Petir keluar awan hitam itu menyambar ke arah Sieg dan Kirito.


Sontak mereka berdua menghindarinya dengan Berpindah tempat ke tempat lainnya.


Tapi. Tidak peduli berapa Kali Sieg dan Kirito terus menghindari Petir itu.


Petir itu terus mengikuti Kedua orang itu hingga Sieg Halilintar menjadi kesal.


Sieg Halilintar langsung mengengam Erat Tombaknya dan melesat menuju ke arah Gadis Snow Elf bernama Ayu dengan kecepatan suara.


Tinggal beberapa Meter antara jarak Tombak Sieg dan Ayu. Sebuah Es langsung menutupi Tubuh Ayu dan membuat pergerakan Sieg berhenti sementara.


Pada saat itu juga. Kirito mulai menyerang dengan Sword Skillnya.


Dia melompat dan Memutar tubuhnya seperti Gasing dan Membenturkan Kedua pedangnya ke Es yang melapisi tubuh Ayu.


Tetapi, apa yang Kirito Lakukan itu percuma karena Es pelindung itu tiba - tiba mengeluarkan Sejumlah Es dan membuat Kirito terlempar jauh.


Begitu juga Sieg. Petir Hitam yang menyambar dari Langit mengenai Tubuh Sieg dan kedua - dua yang dianggap Pahlawan terkuat san Dikagumi Oleh Para Readers itu dengan Gampang dilemparkan oleh Satu Gadis.


Baik Itu Sieg dan Kirito. Keduanya mengeluarkan Seteguk darah segar.


"Ah. Ini benar - benar membuatku kesal!!" Ucap Sieg


"Uhuk. Ini sangat menyakitkan. Apa sebenarnya yang terjadi Sieg?" Tanya Kirito sembari mengelap Mulutnya yang masih ada Noda darah.


Sieg ingin menjawabnya tetapi.. Ayu kembali Melancarkan serangan.


"Dia datang!!"


Spontan Sieg dan Kirito menjadi Waspada dan Tidak sempat bereaksi karna puluhan bola Api melesat ke arah mereka berdua.


Terdengarlah suara ledakan beruntun.


BOOM


BOOM


BOOM


.......


Tidak berhenti disitu. Ayu menciptakan Tiga naga dengan Elemen yang berbeda yaitu Petir Hitam, Es, Dan Tanah.


Ketiga Naga yang warnanya berbeda itu melesat ke arah Kirito dan Sieg


Sieg pun memisahkan Tombaknya menjadi Pengguna dua pedang. Lalu menghilang.


Begitu juga dengan Kirito yang sudah mempersiapkan Sword Skillnya.


Jarak antara Kirito dan Sieg berdekatan dengan Ketiga naga itu.


Sieg langsung menebaskan Pedang Halilintarnya ke Naga Tanah. Tetapi, dihalangi oleh Naga Es yang membekukan Pedang Halilintar Sieg.


Sedangkan Kirito sedikit kerepotan melawan Naga Petir karna Kecepatan Naga petir sembari mengeluarkan Semburan Listrik - listrik dengan Tegangan Tinggi.


Kirito hanya menebas Listrik itu agar tubuhnya tidak terkena Listrik itu.


Tetapi, Kirito tidak melupakan Kehadiran Ayu yang dari tadi berdiri dari belakangnya.


"Ap -" Secara Reflek. Kirito ingin menebas Ayu Namun, Ayu mengeluarkan Petir dari atas langit dan menyambar Kirito.


Tubuh Kirito langsung terasa sangat kejang karena Tersetrum. Walau Tidak mengeluarkan Darah Tapi Petir itu membuat Kulit Kirito menjadi pucat dan terjatuh ke tanah.


Sieg Halilintar merasa geram dan mengarahkan Tangannya ke atas langit.


"Kirin!!"


Sekali lagi. Naga berwarna Merah keluar dari langit dan melesat ke Kedua naga yang menghalangi Sieg tadi. Hingga kedua naga itu menjadi Debu.


SRINGG


Kilatan Merah itu sangat terang dan dalam kesempatan itu juga. Sieg langsung menebaskan Kedua pedangnya ke arah Ayu dengan Niat Membunuh.


Namun, dengan Gampangnya. Kedua pedang Halilintar Sieg dapat ditahani oleh Naga Petir hitam


"Kau sangat merepotkan!!"


Sieg benar - benar kesal serangannya dari tadi ditahan


"Mati!!" Sieg menyambungkan kedua pedang itu menjadi Tombak kembali dan membuat Ledakan Kilat kepada Naga Petir itu hingga naga itu terdorong.


Pada saat yang bersamaan. Sieg mengarahkan Tangannya ke Arah Ayu.


"Chibaku Tensei"


Karena Sieg sangat marah tanpa disadari dirinya menggunakan Jurus yang sangat berbahaya yang bahkan Kota ini dapat dia hancurkan.


System yang sudah lama tidak berbicara dengan Sieg menjadi Panik.


[Sieg!!]


Mendengar Suara merdu System. Sieg sedikit tersadar kembali.


Dan langsung menghentikan Proses Chibaku Tensei barusan.


Dan di saat itu juga Ayu mengambil kesempatan menyerang Sieg dengan Es mematikannya.


Es itu Benar - benar terkena telak Sieg sampai - sampai dia terlempar jauh dan bahkan Menembusi Puluhan Rumah.


"Ugh.. " Sieg Halilintar menahan rasa sakit yang ada di perutnya. Masih ada Sisa Es yang terus membekukan Perutnya.


Sieg berusaha untuk berdiri dari tempatnya dan matanya menjadi Terbelak melihat Naga Petir itu berniat untuk menyerang Kirito.


"Kirito!!" Ucap Sieg sembari Menciptakan Chidori versi Sieg Halilintar.


Ketika Sieg menyerangnya. Ayu menghalanginya dengan Dinding Es.


Sieg tidak mempedulikan itu dan menghancurkan Dinding Es itu dengan Chidori merah.


"Chidori!!"


SRINGG!!!


Seketika itu juga dinding Es langsung hancur dan Sieg kembali menciptakan Chidori merah itu dan melesat Dengan Kecepatan Kilat Halilintarnya.


Sieg menyerang Naga Petir Hitam dari samping kanan Naga Petir itu dan serangan Sieg terkena telak kepada Naga Petir itu hingga Naga Petir itu sendiri yang hancur dan terlempar.


Sieg pun menundukkan Salah satu Lututnya dan mengambil Potion tingkat tinggi. Tetapi, Ayu sama sekali tidak memberikan waktu istirahat.


Ia kembali mengeluarkan Bilah Angin tak terlihat dan melesat ke arah Sieg dan Kirito.


Sieg yang menyadari datangnya serangan itu. Memanggil Tombaknya dan berusaha sekuat tenaga mengayunkan Tombaknya.


Setelah Mengayunkan Tombak Halilintarnya. Tombak itu langsung mengeluarkan Energi Merah dan bertabrakan dengan Bilah Angin tersebut.


Kedua Energi itu sangat kuat hingga Kaca - kaca Rumah pecah. Atau Bahkan Gelombang Angin yang dapat menerbangkan Tubuh Manusia.


Tetapi, Meski serangannya tertahan oleh Sieg Halilintar. Ayu tetap melanjutkan Serangannya tanpa Henti dan tidak mau memberikan Kesempatan kepada Sieg untuk menyembuhkan Kirito.


Jelas, Sieg sangat kesal.


Sieg Kemudian menggunakan Kecepatannya untuk menghindari Petir yang menyambar dari Atas langit


Setiap Petir yang menyambar dari Atas langit itu akan mengakibatkan Kawah di sekitarnya.


Sieg Halilintar sebenarnya Ingin menggunakan Kekuatan penuhnya tetapi mengingat Dirinya berada di Tengah - tengah Kota. Itu sangat Mustahil. Mungkin Kota ini menjadi rata jika Sieg Halilintar menjadi serius.


Entah sudah berapa kali Sieg Halilintar menghindari Petir Hitam Yang dikeluarkan Oleh Ayu.


Sieg Halilintar sudah sangat kesal karna dirinya diincar terus


Ia lalu menciptakan Chidori di tangannya dan melakukan Pergerakan Zig zag untuk mencapai Lokasi Ayu sembari Menghindari Petir yang menyambar dari atas langit.


Hanya dalam beberapa Detik. Jarak antara Sieg dan Ayu menjadi dekat.


Sieg Pun langsung menggunakan Chidori Merahnya untuk menyerang.


Ayu dengan Sigap memanggil dinding Es. Serangan Sieg tertahan namun, Sieg sudah memprediksi Hal ini


Dan Mengangkat Tangannya.


Sebuah Petir merah di Tangannya tercipta dan Memanjang hingga menembusi Awan - awan di Langit.


Sieg pun Langsung menghayunkan Petir itu ke arah Ayu.


Petir merah Sieg dan Pelindung Es Ayu bertemu. Dengan Mudahnya, Dinding Es itu hancur seketika dan Petir merah tersebut mengenai Telak ke tubuh Ayu.


Ayu terpental jauh dari situ dan kali ini dia yang menabrak Puluhan rumah.


Namun, meski sudah terkena Telak. Luka yang dia alami barusan kembali pulih.


Sedangkan Sieg tidak memikirkan hal yang barusan dan Menghampiri Kirito untuk meminumkan Potion


"Minum ini" ucap Sieg sembari Membuka Penutup Potion. Kemudian meminumkannya.


Dan Tidak disangka - sangka. Ayu menciptakan Naga Es dengan 4 Kepala lalu menyerang Sieg dari kejauhan


Keempat Kepala Naga itu menyemburkan Semburan Es yang dapat membekukan Apapun di depannya.


Sieg dengan Sigap mengeluarkan Pelindung Aliran Listrik merah.


Dan Sayangnya Es itu lebih kuat dari Pelindung Listriknya dan mengakibatkan Listrik Sieg ditembus.


Karna Ditembusi. Tubuh Sieg Halilintar Dibekukan olehnya.


Ayu mendekati Sieg dengan Tangan kanan yang berubah menjadi Bilah Es.


Tapi...


KRING


Pedang Berwarna Hitam yang tidak diketahui asalnya menyerang Ayu. Tentunya Ayu dapat menangkisnya.


Dan Terlihatlah Sosok Kirito yang menusuk Es membekukan Sieg tadi. Kirito menghancurkan Es itu.


TASS


Sieg langsung keluar dari Es yang mengurungnya barusan. Dan kembali Memanggil Tombaknya.


"Sieg. Apa kita bisa mundur dulu?"


"Dalam keadaan seperti ini? Tentu saja tidak. Para warga masih belum Mengungsi oleh Ai, Kurumi dan Asuna"


Sieg mengerti alasan kenapa Kirito mengatakan itu.


Memang, Dalam keadaan ini Seharusnya pilihan Mundur adalah pilihan yang tepat tetapi, Mengingat masih ada beberapa Warga Kota Mustahil, Kirito dan Sieg membiarkannya.


Dan Timingnya sangat Pas karna Sieg dan Kiruto mendapatkan Kabar dari Kurumi


'Sieg - san, Kirito - san Disini kami sudah mengurusi semuanya tapi...'


'Ada apa?' Tanya Sieg dalam pikirannya


'Ada beberapa manusia yang menghalangi Kami bertiga dan menuntut penjelasan. Benar - benar merepotkan..' balas Kurumi dengan Nada yang terkesan ingin membunuh seseorang


'Sebisa Mungkin jelaskan Secara Singkat kepada mereka. Mau bagaimana pun kita haru -'


Belum selesai menjawab Ayu langsung mengeluarkan Tombak es yang jumlahnya Ratusan. Bahkan di atas langit tercipta Tombak Berelemen Angin.


Sieg dan Kirito diserang dari dua arah berbeda.


'Sieg - san?'


'Tcih. Kurumi lakukan saja sesukamu. Aku dlaam keadaan yang gawat!!'


Kurumi yang mendapatkan balasan menjadi sedikit serius.


'Baiklah. Sieg - san'


Ratusan Tombak itu mulai melesat ke arah Sieg dan Kirito satu per satu.


Sieg dan Kirito juga tidak tinggal diam melihat serangan datang. Kedua Orang itu menebasnya Dengan senjata masing - masing.


Sieg dengan Tombaknya. Kirito dengan Kedua Pedangnya.


Ada juga beberapa Luka yang mereka dapatkan karna tidak mungkin bagi mereka dapat menangkis kesemua Tombak itu apalagi dengan Kecepatan yang dimiliki setiap Tombak.


"Sieg. Bagaimana?" Tanya Kirito


"Aku benci mengatakannya tapi.. kita harus mengulurkan Waktu lebih lama"


"Aku mengerti"


Baik Itu Sieg atau Kirito. Mustahil bagi mereka dapat serius bertarung melawan Ayu.


Dan Terlebih lagi, Mana yang dimiliki Ayu itu terlihat tidak habisnya.


Tentunya. Sieg juga menyadarinya.


'Apa aku harus menggunakan beberapa Skill berdampak besar?' Pikir Sieg.


Tapi, tidak mungkin Sieg bisa melakukan itu. Jika dia ingin menggunakan Skill Dengan Dampak besar. Maka, Tempat ini tidak perlu dikatakan lagi. Bakal hancur sepenuhnya.


Pada saat itu. Sieg dan Kirito merasakan beberapa Kehadiran asing di sekitarnya


"?!!!"


Mata Sieg dan Kirito menjadi Terbelak melihat ke atas langit. Yang benar saja di Atas Langit itu terlihat beberapa Lingkaran Sihir. Dan, keluarlah Pulu - tidak atau mungkin Ratusan Makhluk yang tidak dapat dijelaskan dengan Kata - kata.


Habisnya, Setiap satu makhluk itu memiliki kekuatan yang setara dengan Manusia Berlevel 250. Apalagi Jumlah Makhluk yang keluar dari Lingkaran Sihir itu.


Dan yang paling menakutkannya lagi. Di hadapan Para Makhluk mengerikan itu. Terdapat 5 Makhluk dengan Kekuatan yang mengerikan. Setiap satu makhluk itu, memiliki Kekuatan Yang setara dengan Level 500.


Sieg sangat mengenali Aura itu malahan sangat mengenalinya. Begitu juga dengan Kirito.


"Ada lima..." ucap Kirito


"Raja Iblis..." Dilanjutkan Sieg.


...********************...


Di Tempat Ai, Asuna dan Kurumi


Setelah membuat para warga kota sedikit menjauh dari area pertarungan. Ketiga Gadis cantik dan Imut itu langsung dihalangi oleh Para Petualang dan prajurit.


Dan sesuai dengan Perintah Sieg. Kurumi pun menjelaskan apa yang terjadi namun, Mereka semua tidak mempercayainya dan yang paling parahnya lagi.


Para Cowok menatap ketiga gadis itu dengan Tatapan nafsu dan mendekatinya. Untung saja, Kurumi menahannya dengan menodongkan senjatanya.


"Sepertinya.. Ada seseorang yang ingin mati di tempatnya.." ucap Kurumi dengan senyuman lembut. Walau sebenarnya Ia ingin sekali membunuh sampah di depannya. Dan beberapa Manusia sampah lainnya.


Para petualang itu hanya membalas dengan senyuman. Karna sangat yakin mustahil seorang Gadis seperti Kurumi tidak dapat melukainya.


"Hey. Gadis kecil. Apa kau ingin bermain - main dengan ku. Jangan khawatir. Kau bakal merasa enak kok" ucapnya dengan wajah Menjijik.


Kurumi masih lagi  mempertahankan senyumannya dan dia benar - benar ingin membunuhnya.


Dan ketika dia ingin melakukan itu. Orang yang terlihat Guild Master keluar.


"Hentikan itu!! Kita dalam situasi yang tidak diketahui!!"


"Oi oi. Guild Master. Apa kau iri?"


"Kau.. memiliki keberanian untuk berkata seperti itu padaku"


Ucap Guild Master dengan aura pembunuh. Tetapi, Lelaki tidak ketakutan.


Tetapi, Guild Master juga terkejut melihat Ketiga Gadis cantik nan imut ini baik - baik saja dengan Aura Pembunuh yang dia keluarkan dan mulai menyangka Jika apa yang mereka katakan itu benar.


Di saat itulah mereka merasakan keberadaan Mana yang luar biasa di belakang mereka. Dan ketika mereka semua Menoleh, baik itu Prajurit atau Para Petualang.


Semuanya menjadi ketakutan karna melihat asal Mana itu. Pasalnya, yang mereka lihat itu adalah sosok yang sangat mengerikan atau Bahkan sosok yang jarang di pandangan mereka.


Seketika, mereka semua tidak dapat menggerakan Tubuhnya dan Mengeluarkan Keringan dingin.


Guild Master yang merupakan Petualang Rank S juga ketakutan melihat Sosok yang menakutkan itu.


Benar, Sosok yang mereka lihat itu berada di atas langit. Semua itu adalah Iblis. Dan Ada lima Raja Iblis dengan Wajah Mirip manusia.


Yang menjadi perbedaannya adalah Karna Tanduk yang dimiliki Iblis tersebut.


Terlebih lagi.


Ada 5 Raja Iblis kuat berada di Sana dan yang paling bahayanya lagi. Jumlah Iblis Tingkat tinggi yang setiap satu Iblis itu memiliki Level 250.


Ai dan Asuna sedikit merinding karna Ini pertama kalinya mereka melihat hal seperti ini.


Selama ini mereka berdua tidak pernah membunuh Iblis jadi mereka tidak tau seperti apa rasa sensasinya. Kecuali Kurumi yang mulai menunjukkan Senyuman Psikopatnya sedikit demi sedikit.


"I - iblis!!" Teriak salah satu Petualang.


Karna Teriakan yang dilakukan itu. Mereka semua kembali tersadar atau bahkan langsung lari meninggalkan tempat itu.


Para Petualang pria Itu langsung mengampiri Ai, Asuna dan Kurumi. Tentunya dengan Niat yang sangat buruk.


Jika mereka menyelamatkan para Gadis itu pasti mereka dapat membuat Gadis itu terhutang budi pada mereka dan membuat para Gadis itu untuk membalasnya dengan Tubuh mereka tak terkecuali Pria yang berbicara Dengan Kurumi tadi.


Cuma Kurumi yang menyadari itu dan kali ini dia melepaskan Aura pembunuhnya


"Kihihi!!!"


Tawa yang Kurumi keluarkan itu membuat mereka semua ketakutan beserta aura Yang Kurumi keluarkan..


Sudah sekian lama Kurumi tidak mengeluarkan Tawa Yang mengerikan itu. Sontak Guild Master merasa merinding.


Dan Mulailah, Kurumi memperlihatkan wajah Psikopatnya. Kalau Asuna dan Ai tidak terlalu memikirkan itu karna Mereka sudah melihat Kurumi yang seperti ini


"Ah. Ah. Seperti apa Teriakan yang kau keluarkan jika kau terluka" ucap Kurumi sambil menodongkan senjata Pria yang pertama kali berbicara dengannya tepat di dahinya.


"Zafkiel"


Kurumi menarik Pelatuk Pistolnya dan Peluru itu menembusi Kepala Pria itu


Semua Para Petualang dan Prajurit tidak dapat bergerak jatuh per satu akibat dari Aura yang Kurumi keluarkan


Dan tepat Pada saat seseorang Melarikan diri dari tempat itu. Semuanya juga melakukan hal yang sama yaitu 'Selamatkan Dirimu!!' Kecuali Guild Master.


Merasakan Mereka semua melarikan diri. Kurumi masih mempertahankan Senyuman Psikopatnya.


"Apa kau pikir. Diriku akan membiarkanmu pergi?" Ucap Kurumi dan bayangan kakinya meluas.


Tiba - tiba saja Tubuh mereka semua menjadi lelah dan tidak kuat untuk berlari


"Asuna - san. Ai - chan. Mari kita meninggalkan tempat ini" ucap Kurumi


"Baiklah. Kurumi - chan. Dan Ai - chan jangan membuka matamu dulu~" ucap Asuna menutup mata Ai yang tidak mau Ai melihat Kejadian ini karna bisa jadi Trauma bagi Ai.


Tetapi, Sejujurnya. Asuna juga tidak kuat melihat ini karna darah yang bertebaran dimana - mana dan merasa mual.


Untung saja Kurumi mampu memundurkan waktu kepada Asuna untuk membuat Asuna melupakan Rasa Mualnya barusan


"Maaf. Asuna - san. Pasti Asuna - san tidak kuat Melihat ini" ucap Kurumi dengan wajah yang sedikit khawatir.


Bagi, Asuna ini pertama kali untuknya melihat Kurumi meminta maaf dan Wajah bersalah.


"Tidak apa - apa Kurumi - chan. Aku tau kok. Kau melakukan ini untuk melindungi Kami berdua jadi tidak perlu dipikirkan" ucap Asuna sambil tersenyum.


Kurumi pun membalasnya dengan Senyuman Lembutnya.


"Ayo. Kita Ke Tempat Kirito - kun dan Sieg berada" ucap Asuna


Ketiga Gadis itu berpindah Tempat dengan Skill Teleport dan Kurumi menggunakan Aleph.


Sedangkan Para Petualang dan Prajurit yang tersisa Tercenggang melihat Ai, Asuna dan Kurumi tiba - tiba menghilang


...********************...


...Di Tempat Para Iblis...


"Jadi itu Yang Si Perempuan Gila itu segel. Ras Snow Elf?" Tanya salah satu Raja Iblis.


Bawahannya pun menjawab


"Benar Baginda"


"Hmm. Dan Ini benar - benar kebetulan!! Ada utusan dewa disini!!" Ucap Salah satu Raja Iblis dengan semangat


Sontak semua Iblis itu penasaran dengan Utusan Dewa yang dikatakan itu dan menoleh ke arah Sieg.


Tapi, sedikit berbeda karna Sieg memakai Wujud Halilintarnya.


"Tak Kusangka. Akan terjadi kebetulan disini padahal kita kesini Untuk membuat Snow Elf itu tunduk kepada kita" ucapnya dengan aura pembunuh.


Semua iblis yang ada disitu sangat bahagia karna dapat bertemu dengan Utusan Dewa.


Tetapi bahagia yang mereka rasakan itu adalah Kebahagian dapat membunuh Utusan Dewa.


Benar, semua Iblis itu adalah Iblis yang sangat - sangat membenci Sieg dan rekan - rekannya. Begitu juga dengan Raja Iblis.


"Ne ne~. Nee - san. Apa anak itu adalah Utusan Dewa~" ucap salah satu Raja Iblis dengan tubuh yang kecil.


Namun, meski tubuhnya seumuran dengan Sieg tetapi, Dia adalah seorang Raja Iblis.


Gadis raja iblis itu bertanya kepada Raja Iblis Perempuan dengan wajah yang lumayan


Raja iblis itu adalah Raja Iblis yang menganggap Farha sebagai Pedoman Hidupnya serta alasannya hidup.


Tetapi, dia sangat Membenci Sieg yang telah Membuat Orang yang dia kagumi menyukai para Manusia.


Oleh karena itu, dia ingin membalas Sieg.


Dan Sisa Raja Iblis itu hanya membenci Sieg karena dirinya Utusan Dewa dan manusia.


"Kelihatannya. Perempuan Gila itu sudah mati. Makanya Gadis Snow Elf itu dapat terlepas dari Penjaranya?" Ucap salah satu Raja Iblis dengan Tombak di tangannya.


"Hahaha!! Aku tidak peduli dengan apapun. Yang kuinginkan sekarang adalah Melawan Utusan dewa itu dan membunuhnya!!" Ucap salah satu Raja Iblis sembari mengambil Gaya Petinju.


"Jangan Lengah. Walau Menggunakan kekuatan semua Iblis yang ada dan menggabungkan dengan kekuatan kita untuk menundukkan Snow Elf itu dan melawan Utusan dewa beserta Teman - temannya tidak akan semudah itu" ucap Raja Iblis yang merupakan Ketua diantara para Raja Iblis itu.


"Kami tau" ucap Raja Iblis Peninju


"Tidak perlu kau ingatkan lagi"


"Jadi Rencananya. Kita akan gunakan Bawahan kita untuk menyera -!!" Tidak sempat mengatakan Rencanya


Mereka semua merasakan kehadiran yang kuat.


Lalu, di Belakang Sieg dan Kirito muncul Ketiga Gadis cantik yang tak lain Adalah Asuna, Ai dan Kurumi


Raja Iblis itu terkejut. Melihat orang Kuatnya bertambah tetapi, mereka tidak akan mengurungkan niatnya untuk menundukkan Ayu dan Membunuh Sieg.


"Hahaha!! Orang kuatnya bertambah!!" Ucap Raja Iblis peninju dengan semangat.


"Tidak perlu membicarakan Rencana. Yang penting orang kuat adalah Pemenangnya!!"


"Nee. Nee - san. Apa kita harus membunuh mereka semua?" Tanya Raja Iblis Cilik


"Benar. Kita harus membunuhnya bagaimanapun" ucap Raja Iblis perempuan tersebut dengan melepaskan Auranya


"Hey. Tunggu kita bicarakan rencananya dulu!!" Ucap Raja Iblis perempuan yang merupakan Ketua.


"Tidak perlu bicarakan rencanya. Langsung terobos!! Lepakas semua aura kalian semua!!" Perintah Raja Iblis peninju.


Para Iblis tingkat tinggi langsung mengeluarkan Semua auranya dan semua aura itu benar - benar terasa sangat menakutkan!!


"Aah. Mou!! Kenapa mereka tidak mendengarkanku!!"


Pada saat itu juga Iblis Tingkat Tinggi dan Raja Iblis menyerang Kelompok Sieg dan Ayu.


...*******************...


"Mereka menyerang.!!" Ucap Sieg Halilintar


"A -!!"


Mereka semua menjadi terkejut melihat Ribuan Sihir menyerang mereka semua. Atau bahkan ada yang menyerang Ayu.


Mereka memisahkan menjadi Dua bagian Kelompok yang berbeda. Satunya menyerang Sieg dan lainnya. Satunya lagi menyerang Ayu.


Sieg Halilintar menghentikan Wujud Elementalnya dan kembali menjadi wujud Sieg yang Normal


"Kurumi. Bantai sesuka hatimu kepada para Iblis itu" ucap Sieg dengan dingin. Sudah bukan waktunya untuk main - main.


Dia harus menjadi serius bagaimanapun juga. Dan tidak perlu menahan diri.


"Ai gunakan Buff kepada kami semua dan pertahankan sebisa mungkin. Dan biarkan Skill Full Countermu aktif terus menerus"


"Baik Sieg" ucap Ai


"Lalu, Kirito dan Asuna - san. Kita akan terobos. Sihir - sihir itu aku akan Serapnya dengan mata Rinneganku" ucap Sieg sembari membuka Topengnya. Dan terlihatlah wajah Tampannya dengan Mata Rinnegan


"Baiklah Sieg" ucap Kirito dan Asuna serempak.


"Kita Mulai!!" Ucap Sieg yang langsung memakai Wujud Bijuu Mode 30%


Karna tidak ada lagi Orang di kota ini. Maka dia tidak perlu menahan dirinya lagi.


Pada saat yang bersamaan. Ai memberikan Buff kepada Sieg yang diantaranya Meningkat Kecepatan, kekuatan, dan Kecepatan memulihkan HP/MP.


Semua sihir yang iblis itu lancarkan. Dengan mudahnya Sieg serap dan pada saat itu juga. Sieg mengeluarkan Skill yang dimilikinya.


"Bangkitlah"


Bayangan Kaki Sieg bergoyang - goyang dan  terpisah dari dirinya. Skill itu adalah Skill Necromancer


Dalam waktu sedetik. Ribuan Shadow Soldiers Sieg keluar dari bayangan Sieg sendiri.


Dan tentu saja Kekuatan Sieg membuat para Iblis terkejut. White Wolf, Tiga Naga Putih, dan Shadow Soldiers bermacam ras mulai menyerang Para Iblis itu


Bahkan Kirito dan Asuna terkejut.


"Sieg.. skill ini.." ucap Kirito


"Akan kujawab nanti. Kita sekarang berada di medan perang"


Sieg meningkatkan kecepatannya dan melesat maju ke arah Ayu berada meninggalkan Asuna dan Kirito di belakang.


Sedangkan Kirito dan Asuna yang Sieg tinggalkan di belakang. Merasakan Aura Iblis Raja Iblis melesat ke arahnya


"Kirito - kun!!" Ucap Asuna mengingatkan


"Aku tau!!" Kirito dengan Sigap mengaktifkan Sword Skillnya


Kedua Pedang Kirito menebas ke arah Raja Iblis yang tak terlihat karena Kecepatannya.


Sekilas Terlihat Tusukan Tombak beruntun dan Kirito sempat Menahannya dengan Kedua pedangnya.


Kringg


Kringg


Kringg


Pergerakan antara Kirito dan Raja Iblis itu terhenti


Asuna yang mengetahui bahwa pergerakan mereka bedua terhenti langsung menarik Rapiernya dari sarungnya yang tajam itu dan mengaktifkan Sword Skill.


Kemudian menusukkan Rapiernya secara beruntun Ke arah Raja Iblis itu.


Namun, dengan mudahnya Raja Iblis itu dapat menangkisnya dengan Tombak Kerasnya.


Hingga gelombang diantara Asuna dan Kirito tercipta.


'Dia menangkisnya!!' Kaget Asuna


Asuna tidak menyangka. Bahkan setelah membuat pergerakan Raja Iblis terhenti tetapi dia masih dapat bergerak.


"Asuna. Switch!!" Karna Kebiasaan mereka berdua di SAO. Maka tanpa sadar mereka akan mengatakan itu.


Kirito yang tidak menganggap remeh musuh di hadapannya menggunakan Skill Connect yang dimana Pengguna menggunakan Dua Sword Skill berbeda.


Tebasan Pertama Kirito adalah Tebasan Diagonal dari arah Kanan ke kiri.


Raja Iblis itu menahannya dengan Tombak hingga Pijakannya menjadi retak.


Kirito melanjutkan Tebasan keduanya di pedang Excalibur yaitu Tebasan Diagonal dari Kiri ke kanan.


Sekilas. Raja Iblis tombak itu memasang senyuman yang mengerikan lalu membuat Tombak itu diselimuti Aura Kemerahan dan mengayunkan Tombak ke arah Pedang Excalibur Kirito hingga Kirito terpental ke belakang.


Tombak itu terus melurus menuju ke jantung Kirito yang termundur belakang tetapi pada saat itu juga Asuna Menusukkan Lambent Lightnya dari belakang Raja Iblis Tombak tersebut.


Raja Iblis itu menyadari itu dan menangkis tusukan Rapier Asuna dengan Tombaknya tanpa menoleh ke belakang.


Tentunya Asuna terkejut. Bahkan Iblis itu dapat menangkis Tusukan Asuna yang kecepatannya luar biasa dua kali!!


Raja Iblis itu lalu mengeluarkan Tombak Cahaya melayang di sekitarnya dan Melepaskannya menargetkan Ke arah Asuna dan Kirito.


Tombak Cahaya itu menembusi Perut Asuna dan Kirito hingga keduanya mengeluarkan Jumlah darah yang banyak.


Untuk pertama kalinya bagi Asuna dan Kirito mendapatkan Luka separah ini.


Dan rasa nyaman tiba - tiba menyelimuti Asuna dan Kirito


"Heal, Area Heal" Ucap Suara Gadis lembut yaitu Ai yang berusaha menyembuhkan Kirito dan Asuna.


"Ai - chan." Ucap Asuna


"Serahkan masalah Luka kepada Ai. Kirito dan Asuna tidak perlu memikirkan tentang luka" ucap Ai sembari memberikan beberapa Buff lainnya yakni Pereda rasa sakit.


Kirito dan Asuna hanya membalas dengan menganggukkan Kepala dan kembali Fokus ke arah Raja Iblis Tombak


"Jadi ini adalah Kekuatan Raja Iblis?"


"Sepertinya memang begitu Kirito - kun"


Mereka berdua sangat mengakui bahwa Raja Iblis di depan mereka berdua ini sangat kuat.


Meski, Mereka berdua menggabungkan Kekuatan mereka berdua.


Cara membunuhnya mungkin hanya Dengan Starbust Stream dan Mother's Rosario. Tetapi mereka tidak akan menggunakan itu terlebih dahulu karena masih ada kemungkinan jika Raja Iblis itu abadi.


Raja Iblis Tombak itu tersenyum dan mengangkat Tombaknya.


"Kalian berdua sangat kuat. Walau aku tidak dapat membunuh Utusan dewa dengan Tanganku sendiri. Tetapi dapat membunuh kaian berdua sudah merupakan Kehormatan bagiku"


"Heh. Ternyata ada juga Iblis yang menghormati lawannya" ucap Kirito tersenyum kecil.


"Bukan waktunya untuk bercanda Kirito - kun"


"Ma' kita harus membunuhnya."


"Hoho. Tak kusangka bahkan setelah mengetahui siapa aku. Kalian berdua masih memiliki Keberanian"


Setelah Itu. Mulailah Kirito menyerang dengan pedang Elucidator dan Asuna yang mengikuti di belakang.


Kirito menangkis sedangkan Asuna Menusuk. Dan Ai yang menyumbuhkan Kirito dan Asuna


Raja Iblis itu kagum dengan Kekompakan Kerja sama mereka bertiga.


Raja iblis Tombak itu  juga merasa sangat tertantang dengan Serangan Yang Asuna berikan


Dan menjadi sedikit serius sampai - sampai Kawah di sekitarnya tercipta


"Karna kalian sedikit kuat. Aku akan menjadi sedikit serius. Jangan khawatir aku tidak akan membunuhmu sebelum kalian membuatku merasa bosan"


"Rendah hati sekali!' Ucap Kirito Sembari mengayunkan Pedangnya tanpa henti. Diiringi dengan Asuna.


...********************...


Kembali Ke Sieg


Sieg saat ini dihalangi oleh Dua raja Iblis dengan kekuatan yang luar biasa.


Dan pertarungan mereka tidak berlangsung lama


"Boleh juga kau Utusan Dewa" ucap Raja Iblis Peninju


"Kau sangat mengganggu!!" Ucap Sieg dengan Pukulan yang dilapisi Api Essence Flame lalu meninju Ke arah iblis tersebut


Raja Iblis itu juga melapisi Tinjunya dengan Api biasa


Tinju diantara mereka bertemu. Tetapi dikarenakan Kekuatan Sieg Bijuu Mode lebih besar dari Iblis itu maka Iblis itu mendapatkan beberapa luka


"Benar!! Pertarungan seperti ini yang kuinginkan!!" Ucap Raja Iblis itu.


Sieg merasa sangat kesal terlebih lagi dirinya yang diserang dengan Ratusan panah yang berasal dari Raja Iblis yang seumuran Dengan Sieg.


Tapi, meski sudah mengetahui Bahwa Anak itu seumuran dengan Sieg. Sieg tidak akan segan - segan untuk melukainya.


Sieg melapisi Tinjunya dengan Bijuu Mode 100% dan membenturkan Tinjunya dengan Tinju Raja Iblis tersebut hingga Tangan Raja Iblis hancur berdarah.


Namun, walaupun begitu. Raja iblis masih mempertahan senyuman bahagianya yang dapat melawan orang yang lebih kuat darinya


Sieg benar - benar merasa marah sekarang dan berniat untuk menggunakan pemanggilan Karakter Buatan.


Di saat - saat seperti ini dia harus memanggil Karakter buatannya dan Satu Lagi Karakter Anime...


Mungkin Jika Sieg menggunakan Kekuatan Bijuu Mode. Raja Iblis ini bakal mati dalam sekali serangan tetapi untuk beberapa alasan Sieg tidak menginginkan itu.


Sieg langsung menggunakan Shinra Tensei kepada Kedua raja iblis dan Terpental jauh dari Situ.


Kedua Raja Iblis itu tidak ketakutan dan malah menjadi bersemengat kecuali Raja Iblis seumuran Sieg yang dari tadi ingin membunuh Sieg..


Perlu diketahui, Raja Iblis itu Kecil itu dari tadi mengeluarkan Panah mematikan kepada Sieg tapi sedikit dia kurangi dampaknya karena Raja Iblis Peninju itu berada dekat dengan Sieg.


Karena Mereka sedikit jauh. Sieg menggunakan Kage Bunshin untuk membuat Kedua Raja Iblis itu sibuk sementara


"Kage Bunshin No Jutsu"


Muncul Kepulan Dua asap putih dan Keluar Sosok Sieg Yang keduanya terlihat mirip.


Kedua Bunshin Sieg membuat Raja Iblis melawan Bunshi Itu dan Di saat itu juga Sieg melakukan Proses Pemanggilan Karakter buatan


'Sekarang System!!'


...[Baik. Proses pemanggilan Karakter Buatan Bernama Kuro. Selesai!!]...


Setelah itu. Sebuah Lingkaran Sihir berwarna Gelap muncul Di langit - langit dan keluarlah sosok yang seperti Kesatria dengan Tubuh yang sepenuhnya berwarna Hitam serta memegangi Pedang Hitam panjang.


Tidak Butuh waktu yang Lama kesatria Hitam itu menyadari Kehadiran Sieg dan karena Sieg tidak mau kesatria Hitam itu memberikan hormat kepada Sieg di saat - saat seperti ini.


Sieg langsung memerintahkan Prajurit Hitam itu.


"Dimengerti. Tuan"


Suaranya terkesan serak namun, Suara itu benar - benar cocok dengan Wujudnya yang sekarang dan sangat keren bagi Sieg


Dan pada saat yang bersamaan. Kedua Bunshin Sieg mati oleh Kedua raja Iblis tersebut lalu mendekati Sieg asli.


Kesatria Hitam itu mengalirkan Pedang Hitamnya itu dengan Mana Hitam. Pokoknya semuanya berwarna Hitam


Dan melesat ke arah Raja Iblis tersebut sembari Mengayunkan Pedang Hitamnya.


Tidak butuh waktu yang lama. Kedua Raja Iblis langsung terkejut dengan Aura yang Kesatria Hitam itu keluarkan.


Bahkan Sieg kaget. Aura yang dia rasakan dari Kesatria Hitam tersebut setara dengan Kurumi


'Apa ini adalah Kekuatan aslinya?!!' Sieg sangat kaget dalam Hatinya.


Sieg mencoba untuk memeriksanya dengan Parnter dan setelah memeriksanya. Dia sedikit terkejut melihat Statusnya.


...Kuro...


...Status...


...Nama : Kurosaki Kuro...


...Level   : 3.000...


...Umur   : ???...


...Ras      : ???...


...Title    : Rekan dari seorang Utusan Dewa, Legendary Swordmaster, Legendary Blackswordman, Hero, God Of Sword...


...HP   : 5.000.000/5.000.000...


...MP  : 0/0...


...STR : ???...


...DEF : ???...


...AGI  : ???...


...VIT  : ???...


...INT : ???...


...Skill : ???, ???, ???, ???...


Status yang dimiliki Kuro tidak jelas dan yang paling Menarik perhatian Sieg adalah, MPnya yang kosong. Berarti Kuro adalah Karakter Buatan yang tidak dapat menggunakan Mana dan Sihir.


Dan ketika Sieg mencoba memastikannya dengan Mata Rinnegan.


Sieg benar - benar terkejut. Kuro sama sekali tidak memiliki MP yang berada di tubuhnya.


Mana yang menyelimuti Pedang Hitamnya itu pun adalah Mana di sekitarnya.


Dari pandangan Sieg. Kemungkinan Kuro memiliki kemampuan Yang dapat membuat dirinya (Kuro) menyerap Mana yang ada di sekitarnya dan menjadikannya sebagai Sumber kekuatan.


Jika memang benar begitu, maka itu artinya Kuro sama tidak memiliki Batas Mana sama sekali. Pikir Sieg.


'Sekali lagi. Aku sudah memanggil Karakter Buatan Yang OP. Dan yang terakhir akan kupanggil karakter Anime yang OP lagi' pikir Sieg


Seharusnya kekuatan Kuro saja sudah cukup. Namun, Meski begitu. Sieg harus memanggil karakter Yang lainnya.


Sisa karakter Buatannya akan dia panggil di belakang.


Kurumi juga akan susah untuk melawan Raja Iblis ini secara bersamaan apalagi Kurumi masih membunuh Iblis Tingkat tinggi.


Walau dia dibantu oleh Klonnya tetap saja itu akan sulit bahkan bagi Kurumi.


"Raja Monster melawan Raja Iblis. Kira - kira seperti Apa pertarungannya?" Gumam Sieg penasaran


'System beli. Karakter Anime yang 'itu'' ucap Sieg dalam Pikirannya.


System Kaget mendengar Kata - kata Sieg dan untuk sementara Dia harus mengikuti Kata - kata Sieg.


[Ba - baiklah. Membeli Karakter Anime]


Sembari menunggu System membeli karakter Anime dan memproses pemanggilan Karakter.


Sieg dan Kuro harus menahannya kedua Raja Iblis seharusnya tidak ada masalah sama sekali


Tetapi .. Raja Iblis Cilik itu mulai mengeluarkan Panah yang dahsyat hingga Kuro sedikit terpental beberapa Meter ke belakang.


Sieg sendiri menggunakan Essence Flame untuk melindungi dirinya dan Kuro biar dampak serangannya berkurang meski tidak seberapa.


Raja Iblis peninju semakin merasa bersemangat melihat Dua orang kuat bersamaan menyerangnya.


Secara Reflek. Kedua tangan yang mengepal itu diselimuti Oleh Api merah dan langsung meninju Sieg dan Kuro.


Dan Terjadilah Bentrokan Serangan antara Sieg dan Kuro dengan Raja Iblis itu.


Tidak peduli seberapa luka yang dia dapatkan. Raja Iblis peninju itu masih bersemangat karena dirinya memiliki Skill Pasif yaitu Abadi.


Skill yang paling merepotkan yang pernah ada.


Saat Kuro menebas Tangan Raja Iblis itu. Tangan Raja Iblis itu juga masih dapat mememulihkannya sedia kala.


Begitu juga dengan Sieg yang menembakkan Bola api secara beruntung untuk membakar habis Tubuh Raja Iblis tersebut.


Namun, Kekuatan Abadi itu sangat cepat memulihkan Bagian tubuh yang putus ataupun terluka.


Di dalam pertarungan antara Mereka berempat


Sebuah Portal yang ada di sekitar Sieg muncul.


Tentunya. Sieg berhenti sejenak melawan Iblis itu dan menatap Ke arah Portal yang tadi dengan Senyuman kecil di wajahnya.


Lalu didahului dengan Kaki Kanan. Dan kaki kiri. Keluarlah Sosok dengan Topeng yang sedikit berbeda dari Sieg.


Memiliki Rambut Biru muda, Panjang. Mengenakan Pakaian yang terlihat terbuat dari Kulit Serigala.


Mengenakan Syal yang keren. Dan tidak dapat dijelaskan dengan kata - kata saat melihat Auranya.


Sosok yang seperti perempuan itu bingung dan Melihat sekelilingnya yang hancur dan Berhamburan mayat.


"Are? Ini dimana? Bukankah, tadi aku bersama dengan Rigurd dan yang lainnya?" Ucap Bingung sosok Itu.


Sedangkan dalam Pikiran Sieg saat ini. Suara System terdengar.


...[Pemanggilan Karakter Anime Rimuru Tempest dari Anime Tensei Shitara Slime Datta Ken selesai]...


...[Quest Baru!!...


...Bunuh Raja Iblis, Iblis Tingkat Tinggi, Tenangkan Ayu Olivia dengan Bantuan semua Karakter Anime, Buatan dan Skill yang kau Miliki...


...Hadiah : ???...


...Hukuman : Tidak ada]...


'Satte. Apa ada hal baru yang akan terjadi jika bertambah satu Karakter OP?'


Pikir Sieg sembari tersenyum


...********************...


Udah Gak tau mau Ngomong apa😑😑 Yah pokoknya Don't forget likes, comments, Vote, Rate 5 Stars and Share


Oh dan Di Tolong Follow juga jika bisa.


See You In The Next Chapter 👋👋👋


Jumlah Kata : 4966