
Kazumi Yuna merasa terdesak. Meski ia memiliki kekuatan yang lebih besar dari Dua Sage di hadapannya ini, tetapi melawan Dua Sage tetap saja sulit baginya.
Namun, semua itu langsung lenyap seketika setelah mereka semua merasakan ada aura yang kuat berasal dari Kursi Para Penonton.
Mereka semua langsung menghentikan pertarungan dan melihat ke arah Kursi Penonton.
Terlihat seorang Anak berambut Hitam bercampur putih dengan topeng Rubah berwarna Hitam mengenakan jaket dengan lambang petir merah. Di tangan kanannya juga terdapat Tombak Yang diselimuti petir.
Namun, bukan itu yang menarik perhatian malahan yang menarik perhatian itu adalah Para Gadis di sekitar anak itu mereka semua Sangat cantik walau mengenakan jubah. Mereka juga tetap masih tenang dan Petir merah itu sama sekali kelihatan tidak melukai mereka.
Kazumi Yuna juga membuat ekspresi wajah tidak percaya saat ia mengetahui siapa orang tersebut. Meski sangat berbeda jauh, tapi Aura itu terasa akrab baginya.
Anak Halilintar itu kemudian menghilang entah kemana. Dan ketika mereka semua menyadarinya, Anak itu sudah berada di atas Arena.
Mereka semua sangat terkejut, mereka sama sekali tidak dapat melihat pergerakan anak itu.
Anak itu berbalik menatap ke arah Si Pemuda yang berniat melecehkan Anggota Clan Bulan indah tadi.
Si Pemuda Licik itu ketakutan, Ia dapat merasakan di balik topeng itu mengandung kemarahan yang lebih besar dari Kazumi Yuna.
"Ka - kau ingin bertingkah seperti seorang Pahlawan? Apa kau ingin melanggar peraturan ha'!!"
"...."
Anak Halilintar itu diam. Dan mendadak, Anak Halilintar itu menyerang Si Pemuda itu dengan sangat cepat.
Saat Tombak itu Hampir mengenai Wajah si Pemuda. Serangan itu berhasil ditahan oleh Divine Beast Ke 3.
"Anak Muda. Aku tidak tahu siapa kau. Tapi, kau sudah melanggar peraturan." Ucap Divine Beast dengan wajah serius. Dia juga mengeluarkan Aura Intimidasi kepada Anak Halilintar itu.
Jujur saja, Ia juga merasakan kalau Tangannya merasa kejang yang luar biasa karena Jumlah Listrik yang memasuki ke dalam tubuhnya. Dan rasanya seperti tersetrum
"Peraturan? Aku sama sekali bukan peserta. Jadi untuk apa aku harus mengikuti peraturan itu?" Ucapnya dingin.
Mendengarkan Perkataan Anak Halilintar itu. Divine Beast 3 Menaikkan Alisnya.
"Anak muda sebelum memasuki ke dalam Arena. Baik itu Peserta, Penonton, Raja, Pemimpin, Kaisar. Semuanya diwajibkan untuk mengikuti Aturan!" Divine Beast itu merasa marah.
Namun, Anak Halilintar itu masih tetap tenang.
"Kau sangat berbeda dari yang kubayangkan Divine Beast - sama.. Kupikir kau adalah orang yang baik tapi, ternyata kau juga sama seperti mereka. Terikat dengan Peraturan." Ucap Anak Halilintar mengejutkan semua orang.
"Kau!!" Ia berniat untuk menyerangnya tapi, sebelum ia menyerang. Anak Halilintar itu sudah terlebih dahulu, memantapkan Tendangannya dan yang benar saja, Anak Halilintar itu menendang Si Divine Beast dengan Lututnya hingga Divine Beast ke 3 terlempar menabrak Dinding pelindung Arena.
Dapat didengar juga kalau ada Suara retakan saat Tubuh Divine Beast tertabrak dengan dinding Arena
Mata mereka semua terbuka lebar. Divine Beast ke 3 adalah Makhluk yang kuat tapi, bagaimana mungkin anak berumur 10 Tahun dapat menerbangkan Divine Beast dengan mudah.
Tapi, mereka tidak tahu yang sesungguhnya. Anak Halilintar itu merasa kakinya baru saja mati rasa
'Tubuhnya sangat keras.!!' Pikir Anak itu.
[Kau seharusnya tidak melakukan itu Sieg]
'Aku pikir dengan melakukan itu. Mungkin aku akan dianggap Keren oleh Para Readers..' ucapnya dalam hati.
[Readers siapa yang kau maksudkan?]
'Tidak. Lupakan..'
Sieg Halilintar kemudian menatap ke arah Pemuda Licik. Pemuda itu benar - benar merasa takut dan dapat pingsan kapan - kapan saja.
Sieg Halilintar mendekati Pemuda itu dan Sebuah serangan datang lagi dari Tempat Divine Beast.
Dengan sigap, Sieg Halilintar Menahannya dengan Tombak Halilintar.
KAAABOOOOM!!
"Anak muda. Sepertinya kau harus diberi pelajaran. Bagi mereka yang menyerang Divine Beast, maka dia akan menjadi musuh kami."
"Oh, benarkah itu? Padahal aku hanya ingin melindungi seseorang.." ucap Sieg dingin.
"....."
Dan tidak lama kemudian, Sieg Halilintar berbalik dan melepaskan auranya. Semua Mata tertuju ke arahnya.
"Kalian semua ingat ini termasuk kalian para Divine Beast, dan Sage rendahan. Melanggar Peraturan memanglah sampah, tapi Mereka yang meninggalkan Rekan mereka lebih buruk dari Sampah!! Oleh sebab itu, Kazumi Yuna berani melakukan itu demi keamanan Anggota Clannya!!" Ucap Sieg Halilintar dengan kasar dan dingin
Mereka semua terkejut. Tidak menyangka kalau di dunia ini akan ada seorang yang berpikir demikian.
Setelah mengatakan itu, Sieg Halilintar mendekati Sherly dengan perlahan.
Merasakan kehadiran Sieg. Sherly masih merasa takut, karena Sieg adalah seorang Pria, bisa saja Anak itu mengambil kesempatan dari dirinya.
'A - apa yang dia inginkan...' pikirnya dengan wajah yang ketakutan.
"Tenanglah. Aku tidak berniat untuk melukaimu."
Tapi meskipun begitu. Sherly tetap takut dengan Sieg Halilintar
Melihat Sherly yang ketakutan pada dirinya. Mau bagaimana lagi Sieg akan menggunakan Teknik Terlarang miliknya.
Sieg Halilintar berlutut dan mendekatkan wajahnya dengan Wajah Sherly membuat Sherly semakin ketakutan.
"Lihat wajahku.." ucap Sieg Halilintar sembari membuka Topeng.
Setelah Sieg membuka Topengnya. Sontak Sherly terdiam melihat wajah Sieg dan matanya mendadak dipenuhi dengan Kehidupan.
Ia juga ingin mengatakan sesuatu tapi suaranya sama sekali tidak dapat keluar.
"A - ah.." cuma kata itu yang dapat keluar dari Tubuhnya.
"Haa, Sekarang kau sudah tenang kan?" Ucap Sieg sembari mengenakan kembali Topengnya.
Dan Sieg Halilintar langsung menggendong Sherly dengan gendongan Ala Tuan Putri dan menuju ke arah Kazumi Yuna.
Sage Yin dan Yang yang menghadang Kazumi Yuna memberikan jalan kepada Sieg Halilintar karena mereka memiliki firasat yang buruk jika seandainya mereka menyerang Sieg Halilintar dan Aura di sekitar Sieg Halilintar itu berubah menjadi dingin
Sherly yang digendong oleh Sieg Halilintar memerah. Ia tidak menduga akan terjadi kejadian seperti ini tapi, ia membiarkannya.
Semua Penonton, Peserta dan Pemimpim Kelompom sangat terkejut akan tindakan Sieg Halilintar dan tidak mengeluarkan satu Pun suara.
Saat Sieg Halilintar Tiba di hadapan Kazumi Yuna. Sieg Halilintar menyentuh tangan Kanan Kazumi Yuna membuat Pemimpin cantik itu kaget.
"Tenanglah Kazumi Yuna. Aku tidak berniat buruk..." ucap Sieg.
"Aku akan mengatakan ini sekali saja. Segera tinggalkan Tempat ini.. Tempat ini akan menjadi Tempat Pembantaian.." ucap Sieg sembari memberikan Sherly kepada Kazumi Yuna.
"Apa maksudmu Kurosaki Sieg?" Meski Sieg berubah wujud tapi, dia dapat merasakan kalau itu adalah Anak berambut putih yang ia cari selama ini.
Mungkin itu hanyalah Efek dari skillnya atau Dia merubah gaya
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan.. Segera Tinggalkan tempat ini. Dan larilah sejauh mungkin." Ucap Sieg Halilintar dengan dingin.
Setelah mengatakan itu. Ia berdiri dari Tempatnya. Dan pertama - tama ia melihat ke sekelilingnya.
'Jumlahnya sangat banyak.. Satu serangan saja tidak cukup..'
"Elemen Fusion Supra!!!"
Sebuah aura yang kuat menyelimuti Sieg Halilintar dan membuat Retakan ratusan meter di arena yang ia gunakan sebagai Pijakan.
Bahkan Semua orang disitu sangat kaget melihat perubahan Sieg Halilintar. Kini, terlihat Sieg Supra dengan 10 Lingkaran yang melayang di sekitarnya. Ia juga mengenakan sarung tangan dan jubah berwarna Perak dengan corak - corak berwarna Kuning, Merah, Putih cahaya, dan, Sebuah Simbol Yang tidak diketahui berada di tengah - tengah Jubahnya.
Sieg Supra menghentakkan Kakinya di Atas Arena sampai Arena bergetar kuat dan berteriak Lantang.
"Keluarlah Kalian Para Iblis!! Aku tahu kalian ada disini!! Percuma saja kalian menyembunyikan diri!!" Teriak Sieg Supra dengan dingin.
Sieg Supra sebenarnya tidak mau melakukan ini karena masih awal tapi, mau bagaimana lagi, Sieg Supra merasakan kalau Keadaan akan semakin berbahaya jika ia membiarkannya begitu saja.
'Aku akan membasmi semua hama - hama ini..'
...*********...
Jangan lupa dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang