I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 57



"Maafkan saya Paman. Tapi, saya benar - benar tidak memiliki waktu." Ucap Sieg sembari memberikan sedikit hormat karena Sieg itu adalah Tipe orang yang selalu hormat kepada orang lebih dewasa dari dirinya (Orang Tua) kecuali pada saat Dia berbicara dengan Kakek Daichi.


Entah mengapa Sieg merasa jika berbicara dengan Kakek Tua itu, Sieg merasa dia tidak perlu terlalu menghormatinya.


Kata - kata Sieg membuat Pak Tua Mabuk itu tersenyum karena Pak tua itu tidak menyangka kalau di dunia ini masih ada Anak Serendah Hati seperti Sieg dan Dia berpikir bahwa Sieg sama sekali tidak mengenali dirinya.


"Anak muda. Apa kau tau siapa aku?"


"Saya Minta Maaf Paman. Saya benar - benar tidak mengetahuinya. Siapa Paman?"


Pak Tua Mabuk itu masih lagi tersenyum. Biasanya Akan ramai yang selalu meminta untuk menjadi Murid dari Pak Tua Mabuk ini tapi, kini ini pertama kalinya Ia melihat Anak Muda yang sama sekali tidak berniat berguru dengan dirinya.


'Anak Muda ini sangat menarik..'


"Baiklah. Jika kau tidak menginginkannya. Mau bagaimana lagi, Tapi, jika kau berubah pikiran Datanglah Ke Kediamanku. Dan sesampainya disana, Tunjukkan Lencana ini untuk memasukinya" sembari memberikan Lencana dengan Corak yang unik.


Dengan Hati - hati Sieg menerimanya karena takut Lencana itu akan hancur karena menurutnya Lencana tersebut terlihat mudah hancur.


"Baiklah Paman."


Setelah itu, Paman itu tiba - tiba menghilang membuat Mata Sieg terbuka Lebar. Sebab, Skill maupun Sihir semacam bertipe Teleport tidak dapat digunakan Di Tempat ini namun, Bagaimana Pak Tua Mabuk itu bisa melakukannya?


'Pak Tua Mabuk itu mungkin memiliki kekuatan yang hanya mirip dengan Teleport? Atau Pergerakannya terlalu cepat?' Pikir Sieg


Sebenarnya, Sieg juga penasaran dengan kekuatan Pak Tua Mabuk itu tetapi mengingat keadaan yang sekarang, dia sama sekali tidak memiliki waktu. Palingan Yang Kakek itu inginkan kemungkinan besarnya ingin Menjadikan Sieg sebagai muridnya atau semacamnya.


Tidak lama kemudian setelah Pak Tua Mabuk itu menghilang. Para Pengunjung yang tadinya diam kini mendekati Sieg satu per satu.


Merasa itu sedikit aneh karena tiba - tiba Mendekati dirinya. Sieg menjadi waspada, jika ada serangan datang, pada saat itu juga Sieg akan bertindak.


Namun, ternyata Para Pengunjung itu hanya tersenyum melihat Sieg. Salah satu diantara mereka memegang pundak Sieg.


"Anak Muda. Kau bukan saja memiliki banyak gadis disekelilingmu. Tapi, kau juga berhasil menarik perhatian Guru Seni Bela Diri Mabuk itu."


"Benar - benar. Aku sangat iri denganmu"


"Tapi, kenapa kau menolaknya? Aku jamin kau pasti dapat menjadi kuat dengan berguru pada dirinya"


Sieg menjadi bingung dengan kalimat - kalimat itu.


"Apa Pak Tua itu orang yang berpengaruh di tempat ini?" Tanya Sieg.


Sontak membuat para Pengunjung itu saling bertukar pandang dan langsung tertawa terbahak - bahak.


"Hahaha. Ternyata kau tidak mengenalinya Anak Muda. Pantas saja kau menolaknya, mungkin kau berpikir Guru Seni Bela Diri Mabuk itu adalah orang Aneh. Tapi, aku tidak akan membantah itu, sudah ramai juga yang mengira jika Guru itu adalah orang aneh. Tapi,  itu hanya berlaku kepada orang yang tidak mengenali Dirinya termasuk dirimu." Ucapnya menjelaskan.


"Ahaha..." Sieg hanya tertawa canggung. Dia memang tidak mengenalinya, ataupun pernah mendengar namanya. Oleh sebab itu, Sieg menolaknya.


Takutnya nanti dia malah diajar Hal yang aneh - aneh mengingat Pak Tua itu adalah seorang pemabuk meskipun Pak tua itu sangat kuat.


"Dan anak muda. Apa kau akan mengikuti Turnamen muda?" Tanya Salah satu pengunjung.


Entah kenapa mereka juga langsung tiba - tiba dapat mengakrabkan diri dengan Sieg. Mungkin ini adalah pengaruh karena dapat berbicara dengan orang terkenal.


"Tidak. Saya tidak akan mengikuti Turnamen muda itu.." ucap Sieg.


"Oh, itu sangat disayangkan. Padahal aku berniat untuk memasang Taruhan besar kepada mu. Karena kata Guru Seni Bela Diri Mabuk tadi 'kau memiliki kekuatan yang menarik' berarti Jika kau mengikuti Turnamen muda itu, kesempatanmu untuk menang mungkin meningkat.. Tapi, yah jika kau tidak mau mengikutinya apa boleh buat."


"Jadi Kau cuma Memanfaatkan aku" ucap Sieg tersenyum pahit namun, kata - kata itu jelas hanya bermaksud untuk bercanda dan Candaan Sieg berhasil untuk membuat mereka tertawa sekali lagi.


"Hahaha. Kau sangat menarik Anak muda. Tapi, meskipun kau mengikuti Turnamen muda, kemungkinan besarnya kesempatanmu untuk menang sangat kecil. Karena ada juga beberapa Anak yang seumuran denganmu memiliki kekuatan yang besar untuk ikut serta dan mereka semua dijadikan sebagai Calon Pemenang ataupun Jagoan - jagoan yang mungkin akan menjadi sosok yang kuat di dunia ini"


'Jadi selain aku, Masih ada Anak yang sangat kuat. Tak disangka dunia ini sangat luas..'


"Jadi. Apa salah satunya adalah Gadis yang berasal dari Istana Es?" Ucap Sieg karena menurutnya para Pengunjung ini mungkin sudah mengetahui kabar ini soal Istana Es juga ikut serta dalam Turnamen muda.


Dan Ekspresi mereka menjadi rumit namun, wajah mereka kembali tersenyum.


"Meskipun kau adalah orang baru disini Anak muda . Tapi, kau juga mengetahuinya. Seperti yang kau katakan, Istana Es juga mengirim Wakilnya, Gadis itu juga menjadi salah satu Calon Pemenang di Turnamen muda ini."


"Oh, begitu tapi kenapa saat Kita membicarakan soal Istana Es. Kalian semua merasa sangat Canggung?"


"Ah, itu rupanya. Mungkin kau berpikir kami ketakutan Anak muda tapi, sebaliknya?"


"Maksudnya?"


"Kami semua yang ada disini sangat menghormati Istana Es dan asal Kau tau saja Anak muda. Kami sebenarnya..."


"Sebenarnya?"


""""Mencintai Para Gadis yang berasal dari Kelompok Istana Es!!"""""" Teriak mereka semua sembari menikmati bir mereka sendiri


"Ahaha..  Jika Istana Es mendengar ini. Apa kalian tidak takut? Aku dengar, Istana Es tidak akan memaafkan orang yang menyentuh Gadis dari kelompoknya.." ucap Sieg.


"Hahaha. Tentu saja kami mengetahui itu Anak Muda tapi walaupun Istana Es itu sangat kuat namun, mereka tidak akan mendengar Pembicaraan ini."


'Kata - kata itu seperti petanda kematian..' pikir Sieg tersenyum tipis.


"Dan para Pengunjung sekalian apa aku bisa menanyakan sesuatu?"


"Oh. Silahkan - silahkan. Kami semua akan menjawab pertanyaannya.."


"Kalau begitu. Apa kalian bisa menjelaskan Soal Identitas Paman tadi (Pak Tua Mabuk) ataupun tokoh - tokoh yang menjadi Calon Pemenang?"


"Baiklah. Jadi dengarkan baik - baik..."


Mumpung ada disini. Sieg berniat untuk mendapat informasi dari Para Pengunjung ini karena Sieg tidak mau terlalu mengandalkan Yui dan Kurumi karena juga mungkin kedua pencari informasi itu sudah lelah


Hanya saja.. bir - bir itu sangat menghilangkan Nafsu makan Sieg dan lainnya. Untung saja, Para Pengunjung ini tidak berpikir macam - macam dengan Para Gadis yang ada di rombongan Sieg


Jika itu terjadi mungkin akan ada pertumpahan darah disini.


Dan pada saat yang sama, Sieg mendapatkan Poin penting yaitu siapapun yang berhubungan dengan Pak Tua Mabuk itu, maka orang tersebut akan dihormati layaknya Sieg saat ini. Mungkin oleh sebab itu mereka menjadi baik dan tidak bermacam - macam dengan Sieg.


Tidak lama kemudian, Sieg mendengarkan informasi yang disampaikan dari para pengunjung itu. Akhirnya Ai pun tidak tahan dengan bau Bir tersebut dan segera meminta kepada Sieg untuk menuju ke kediaman mereka.


Mau bagaimana lagi, Sieg pun menyetujuinya. Tidak mungkin juga dia membiarkan para Gadis ini merasa tidak nyaman dengan Om - om ini.


Tapi, setidaknya Kini Sieg mendapatkan Informasi yang berguna yaitu semua identitas Tokoh Calon pemenang serta Pak Tua Mabuk itu.


Kalau soal Identitas, Tentunya para pengunjung itu sama sekali tidak menceritakan soal Asal usul Natasya. Selain mengetahui bahwa Natasya berasal Dari Istana es. Soal kekuatannya ataupun lainnya mereka sama sekali tidak mengetahuinya.


Dikarenakan Informasi yang minim soal Natasya, maka Para Pengujung itu pun tidak menceritakan soal Natasya.


Tapi, itu memang berguna karena Sieg sudah tau siapa itu Natasya. Asal usulnya. Yang jelas Sieg lebih mengetahui Soal Natasya dari para pengunjung ini.


"Kalau begitu. Terima Kasih ya, Para Pengunjung sekalian."


"Tidak apa - apa Anak Muda. Kalau lagi senggang kunjungilah Restoran ini lagi dan Bawa juga gadis - gadis itu. Dengan kehadiran mereka, Bir ini semakin bertambah Enak." Canda Salah satu Paman.


Sieg hanya tersenyum mendengar itu tapi, yah Sieg tidak akan membawa gadis ini karena para Gadis ini tidak menyukai bau - bau yang menyengat seperti Arak tersebut.


Sieg pun keluar bersama yang lainnya melewati Pria Tampan yang masih pingsan akibat Pukulan Pak Tua Mabuk tadi.


'Kalau dipikir - pikir, daripada Disebut Seni Bela Diri Mabuk, Pergerakan Pak Tua itu lebih cocok dikatakan Kung Fu Mabuk' pikir Sieg sembari menggendong Kirei yang masih Tertidur.


Sieg sendiri juga tidak mau Yukana kerepotan menggendong Putrinya. Lagian, Sieg juga tidak keberatan menggendong Gadis ini.


Dan Sieg juga terkejut dengan gadis ini. Walau Disekitar mereka banyak ribut, dan Bau yang menyengat. Kirei masih tetap tertidur pulas seakan - akan berpikir itu sama sekali tidak menganggu tidurnya.


'Satte to.. Sekarang Lokasi Kediaman kami dimana? Karena Kurumi yang mengurusinya..'


...***********...


...•Sieg Pov•...


"Oi. Kurumi. Apa ini benar - benar kediaman milik kita?" Tanya ku dengan sedikit terkejut


"Ya. Tentu saja Sieg - san." Ucapnya tersenyum lembut.


"Tapi.. Ini terlalu berlebihan. Dan apa - apaan ukurannya itu?!" Ucapku.


Yang benar saja. Ukuran kediaman ini lebih besar dari penginapan. Bahkan aku dapat merasakan kehadiran beberapa pelayan, Dan lapangan luas yang cocok digunakan sebagai tempat latihan.


Hanya saja, ini terlalu berlebihan. Menyewa Kediaman sebesar ini dan lengkap dengan semua Fasilitas. Pasti Harganya sangat mahal, meskipun aku memiliki Banyak Koin Emas ataupun Koin Platinum yang merupakan Mata Uang tertinggi di dunia ini tapi tetap saja bagiku menyewa Kediaman ini pasti butuh Ratusa - tidak Ribuan Koin Emas ataupun Koin Emas Raja.


"Jangan khawatir Sieg - san. Menyewa Kediaman seperti ini tidak terlalu menguras Koin diriku. Kalau Sieg - san menginginkan Kediaman ini, Diriku bisa membelinya."


"..."


Darimana dia mendapatkan Koin Sebanyak itu?! Aku memang pernah memberinya beberapa Koin Emas tapi itu hanya Ribuan. Jadi tidak mungkin Kurumi dapat menyewa Kediaman yang harganya Puluhan Ribuan Koin Emas apalagi Membelinya sekaligus.


"Jika Sieg - san penasaran darimana aku mendapatkan Koin Emas yang banyak itu karena aku mendapatkannya dari merampas Para Iblis yang kubunuh beberapa hari yang lalu."


"O - oh, begitu ya. Oleh sebab itu kau memiliki Koin Emas. Jadi itu adalah hasil rampasan dari Para Iblis yang kau bunuh?"


"Ya. Sieg - san."


Sudahlah. Tidak ada gunanya lagi melanjutkan pembicaraan ini. Dan mereka yang lainpun terkejut terdiam Seribu Bahasa. Aku dapat mengerti apa yang mereka rasakan...


Tapi, menurutku mungkin Kediaman Kakek Daichi lebih besar dari ini mengingat Kakek Itu berasal dari Istana Es dan sangat disegani.


"Kalau begitu kita masuk." Ucapku mengajak mereka semua.


Mereka semuapun mengikuti langkahku dari belakang tanpa berpikir panjang. Dan hal yang pertama kali kulihat adalah Puluhan Pelayan yang menundukkan kepalanya begitu aku melangkahkan kaki ke dalam Kediaman ini.


"""""Selamat Datang Tuan."""""""


Ini membuatku sedikit berdebar - debar. Kalian lihat saja mereka semua sangat cantik - cantik, ada juga beberapa Pelayan yang berasal dari Ras Elf, Demi Human, dan beberapa lainnya namun, dibalik kecantikan mereka itu. Mereka sebenarnya sangat kuat.


"Entah kenapa. Aku jadi teringat dengan Rigurd dan lainnya" ucap Rimuru


"Hahaha.. setelah semua ini selesai. Aku akan memanggil semua rekan - rekanmu kok. Jadi tidak usah khawatir."


"Benar juga"


Menurutku apa yang Rimuru pikirkan itu wajar saja. Semua bawahan Rimuru itu sangat kuat dan mungkin menandingi dengan para Pelayan ini.


Dan kami pun memasukinya. Saat aku ingin bergerak. Para Pelayan ini ingin membantuku menggendong Kirei yang berada di punggungku. Dengan Sopan aku menolaknya karena tidak mau merepotkan para Pelayan ini.


Dan sejujurnya sih, aku tidak mau mereka berada disini karena wajahku. Bisa - bisanya Para Pelayan ini malah langsung memiliki perasaan Aneh kepadaku (Bagi Yang mengerti) dan terjadi hubungan Antara Tuan dan bawahan.


Untuk pertama kalinya, aku berpikir memiliki wajah yang Tampan itu ternyata merepotkan.


Dan begitulah, Ceritaku saat berada di Tempat ini walaupun Singkat sih.


...************...


Saat ini. Aku sedang berada di luar kediaman berjalan - jalan sendirian karena lagi bosan jika terus berada di Dalam kediaman ini.


Tentu saja, aku juga sudah mengingatkan soal ini kepada Mereka yang lain walaupun pada awalnya mereka memaksa untuk ikut tapi, dengan alasan bahwa aku ingin Mengawasi sekitar jadi Merekapun menurutinya.


Namun, itu hanyalah Alasan yang kubuat - buat agar dapat berjalan - jalan sendirian di tempat ini.


Hal yang pertama kali terlintas di benakku ketika melihat luar Kediaman ini adalah Indah, Ramai, dan Menganggu.


Tempat ini sudah seperti Festival. Aku sendiri tidak terlalu mengerti, tapi tempat ini benar - benar sesak. Lebih sesak dari Di Pelabuhan


Lalu, Menganggu? Tempat ini memang sangat menganggu. Saking indahnya, Tempat ini tidak dapat dikatakan hari sudah Malam. Karena Memiliki banyak Cahaya di berbagai Tempat ini. Dan ramainya orang.. kira - kira ada berapa ya..?


[Jawab : Sekit -]


'Tidak perlu.'


[Ba - baik...]


Aku tidak mau mendengar jumlah orang yang disini. Mungkin saat aku mendengarnya, aku menjadi Gila. Setidaknya Jumlah orang disini mungkin sudah melebihi 2 juta, sangat disayangkan melihat Tempat ini menjadi tempat pembantaian dan orang yang tidak berdosa menjadi korban


Meskipun aku memiliki Shadow Soldierku. Tapi 10.000 Prajuritku tidak dapat melindungi Orang ramai ini mengingat jumlahnya sudah melebihi Jutaan.


Mungkin Populasi Makhluk hidup di Planet ini akan berkurang banyak setelah Penyerangan ini.


Sembari berjalan - jalan di Tempat ini. Aku juga sedang memikirkan Soal Informasi yang kudapatkan dari para Pengunjung di Restoran yang kukunjungi tadi.


Pertama Soal Identitas Pak Tua Mabuk itu. Seperti yang dikatakan sebelumnya, Pak Tua Mabuk itu memiliki Seni Bela Diri Mabuk. Sesuai Namanya, Seni Bela dirinya akan menjadi kuat ketika sedang dalam kedaan mabuk dan dia ingin Aku menjadi muridnya? Bisa - bisanya nanti aku malah menjadi seorang Pemabuk.


Dan Pak Tua Mabuk itu juga memiliki Latar belakang yang kuat dan memang orang yang sangat berpengaruh di Tempat ini (Gunung Dunia). Pak Tua itu adalah seorang Pemimpin dari Kelompok Bernama Clan Mabuk.


Karena itu adalah Clan Mabuk, jadi semua Anggotanya hanya mempelajari Seni Bela Diri Mabuk. Dan sama sekali tidak menggunakan Sihir maupun Skill melainkan mengandalkan Kekuatan Fisik saja.


Para Pengunjung itu juga mengatakan salah satu Anggota Clan Mabuk itu akan menjadi Salah satu Calon Pemenang atau Jagoan.


Kemudian, semua Identitas Calon Pemenang yang akan Tampil di Turnamen nanti. Saat ini yang diketahui ada 6 Orang termasuk Natasya


Pertama, Ichika Mizu, Dia adalah Anggota Clan Mabuk yang kumaksudkan tadi. Ichika Mizu ini memiliki Kekuatan yang setara dengan Divine Beast. Dikarenakan Seni Bela dirinya tidak menggunakan Mana, jadi dia digolongkan salah satu Tokoh Terkuat dan Calon Pemenang. Dia juga memiliki Sifat dan Kepribadian yang baik meskipun Dia seorang Pemabuk. Berumur 16 Tahun. Ini juga kejadian yang langka bagiku, seorang Pemabuk memiliki kepribadian yang bagus? Bukankah itu sangat aneh?.


Kedua, Kazura. Orang ini adalah seorang Biksu dari Kelompok Bernama Kuil Suci. Dia adalah seorang Yang bertarung menggunakan Tongkat dan memiliki Elemen yang sangat suci, katanya juga Elemen Suci yang dimilikinya itu sangat ditakuti oleh Raja Iblis. Kepribadiannya sih, Yah bisa dibilang sangat bagus karena dia berasal dari Kuil Suci. Berumur 15 tahun. Dan Asli Rakyat jelata.


Ketiga, Asahi Gregor dia merupakan Putra dari kekaisaran terkenal yaitu, Kekaisaran Gregor. Aku tau Soal Kekaisaran itu, Mereka merupakan salah satu Kekaisaran terkuat yang bahkan Kerajaan Felix terlihat seperti kutu di hadapan Kekaisaran. Si Asahi ini bertarung menggunakan Tombak dan terkenal akan kesombongannya karena merupakan Putera dari seorang Kaisar. Dan satu lagi, informasi Tambahan, Kaisar dari Kekaisaran Tersebut sangat mencintai Pemimpin Istana Es dahulu dan sampai sekarang. Jadi saat dia mendengar bahwa Istana Es juga turun ikut serta, Si Kaisar ini berniat untuk menjodohkan Anaknya dengan Natasya. Haa, mereka cari mati.. ah sudahlah.


Keempat Ivar. Dia juga merupakan Rakyat jelata dan dia berasal dari salah satu Kelompok yang kuat yaitu, Clan Naga Merah. Memiliki Teknik berpedang dan sihir Api membuatnya mendapatkan Julukan 'Pendekar Pedang Sihir Api' meski lumayan panjang Judul miliknya tapi, kekuatannya bukan main - main. Dia juga bisa mengeluarkan Sihir Apinya tanpa mantra, dan dapat memanggil Seekor Naga Merah tapi itu sudah jarang terjadi. Oleh sebab itu, Dia juga termasuk Calon Pemenang karena dapat memanggil Naga Merah.


Kelima Irina, kalau yang ini dia berhasil membuatku tertarik karena Gadis ini berasal dari Kelompok Bernama Clan Seribu Pedang. Kenapa aku tertarik dengannya? Itu karena Gadis ini dapat menciptakan Pedang dari kehampaan. Itu mirip dengan Skill UBW milikku namun, Kekuatan Gadis itu tentu memiliki batasan yaitu MP/Mana, Untuk menciptakan satu pedang setidaknya dia memerlukan 5% Mana miliknya dengan kata lain dia hanya bisa menciptakan 20 Pedang dalam satu hari namun, meskipun begitu, Satu Pedangnya memiliki Ketajaman yang luar biasa, dan ketahanannya. Dikarenakan juga dia seorang Gadis cantik, Cara Berpedangnya juga sangat indah dan mempesona. Membuat Para Pengunjung yang menjelaskannya kepadaku Menjadi Antusias.


Yah, palingan mereka hanya bersemangat karena Ada Gadis cantiknya yang ikut serta.


Dan yang Keenam/Terakhir, Yaitu Natasya. Asal usul tidak perlu kujelaskan lagi. Yang masalahnya kekuatan yang dimilikinya. Jujur saja, aku sama sekali tidak dapat menebak kekuatannya seperti apa. Tapi, menurutku kekuatan Gadis itu adalah menciptakan Es? Ataupun mengendalikan Es. Haa, aku tidak taulah.


Mungkin cuma itu Identitas yang kudapatkan. Ah, dan ngomong - ngomong aku juga mendapatkan beberapa Informasi lagi dari para Pengunjung itu yaitu Tokoh - tokoh yang mungkin berpotensi menjadi calon pemenang.


(Author : Ini Mungkin Bakal Lama jadi, kalian bisa Skip)


Pertama, Seorang Pria yang berasal dari Clan Pedang Tunggal. Umur 16. Dikatakan juga bahwa wakil Clannya dan wakil Clan Seribu pedang akan dijodohkan namun, Gadis dari Seribu Pedang jelas tidak menyukainya. Bagaimana tidak? Tiba - tiba dijodohkan oleh orang yang tidak dikenalinya, siapapun pasti tidak menyukainya. Jadi, Si Gadis ini (Irina), ingin melihat kemampuan Si Pria yang berasal dari Clan Pedang Tunggal, jika Kemampuan Si Pria ini memuaskan, maka Si Gadis ini akan menerima pernikahan tersebut Dan ngomong - ngomong nama dari wakil Clan Pedang Tunggal, aku sama sekali tidak tau ya, oleh sebab itu aku tidak menyebutkan namanya. (Thornya gak ada ide memberikan nama)


Kedua, Seorang Pemuda yang berasal dari Ras Dwarf, Ya, Ras ini seharusnya tidak memiliki kemampuan Bertarung tapi, entah apa ini berkah ataupun keberuntungan yang diberikan kepada dirinya karena biasanya Dwarf itu hanya memiliki kemampuan untuk menempa senjata. Oleh karena itu, Pemuda ini dikatakan mendapatkan berkah dari Dewa. Pemuda ini juga berasal dari Kerajaan terkenal Ras Dwarf yaitu Kerajaan Barataya. Informasi soal kekuatannya, aku tidak terlalu mengetahuinya sih, yang pasti dia akan bertarung menggunakan senjata yang langka karena dia berasal dari Ras Dwarf, tentu saja dia dapat menciptakan Senjata yang langka maupun Unik.


Dan yang terakhir.. Yah, kalau ini tidak perlu terlalu dikejutkan. Seorang Gadis cantik bernama Sherly. Dia berasal dari Kelompok Clan Bulan indah. Dia juga adalah seorang Gadis yang sangat membenci Pria. Gaya beryarungnya adalah menggunakan Selendang dan Pedang Tipis seperti Asuna. Berumur 12 Tahun. Diantara semua peserta, mungkin dialah yang paling muda.


Dan sebagai Informasi tambahan, Sebenarnya Gadis yang bernama Kazumi Yuna yang kini menjadi Pemimpin Clan Bulan Indah, Gadis itu sudah pernah mengikuti Turnamen Muda di beberapa tahun yang lalu dan menjadi salah satu Calon Pemenang, Namun Tahun Lalu itu dikalahkan telak oleh seseorang yang tidak diketahui.


Seandainya Kazumi Yuna bukanlah seorang Pemimpin Kelompok sekarang dan masih lagi seorang Anggota, Dia pasti dapat mengikuti Turnamen Muda ini untuk yang kedua kalinya dan kesempatannya untuk menang akan meningkat.


Bahkan Para Pria juga dikatakan sangat tergila - gila dengan Gadis itu dikarenakan Kecantikannya. Kazumi Yuna juga dimasukkan ke dalam Daftar Gadis tercantik di seluruh dunia. Mereka terlalu berlebihan. Tidak lagi Kepribadiannya yang dingin itu membuat para Pria tergila - gila dengannya.


Tapi, menurutku Wajah yang dingin seperti itu tidak cocok dengan Gadis tersebut.


Namun, yang masalahnya adalah Kazumi Yuna pasti datang ke Turnamen Muda itu disebabkan olehku. Aku pernah membuat Hatinya berdebar - debar, Jadi dia pasti kesini untuk mencariku. Sepertinya aku harus menyamar.


Yah, mungkin cuma itu saja Identitas Calon Pemenang/Jagoan ataupun Identitas Tokoh yang Berpontensi menjadi Calon Pemenang.


Sebenarnya masih ada banyak lagi namun, itu terlalu merepotkan untuk menjelaskan satu per satu.


Dan satu lagi masalah, kemungkinan besarnya diantara Calon Pemenang ini. Terdapat beberapa Anggota yang berasal dari Kelompok Sesat ataupun sudah menyusup.


...***********...


...•Normal Pov•...


Dengan rasa sedikit senang di hatinya. Sieg membeli beberapa Item yang mungkin berguna di Turnamen nanti. Dan beberapa Makanan untuk mencoba rasanya.


Sieg juga lagi sedang memikirkan soal Pak Tua Mabuk itu. Dan berpikir selain Kakek Daichi, dan Pak Tua itu. Siapa lagi orang kuat yang lainnya.


Memikirkan itu Sieg menjadi penasaran namun, meskipun begitu. Sieg yakin Kekuatan musuh lebih besar dari mereka.


'Bawahan seperti apa lagi yang kuperlukan?, hemm. Tunggu dulu. Kalau diingat - ingat, Aku masih memiliki Karakter Buatan yaitu Karakter buatan Angel dan Black Squad bukan?'


[Ada Sieg]


'Bagus, kalau tidak karakter yang berasal dari Ras Angel itu memiliki kekuatan yang setara dengan Ayu kan?'


[Ya, jadi dengan adanya Dia. Mungkin kau bisa membuatnya melawan salah satu malaikat jatuh]


'Hahaha... benar juga dan ada lagi Gilgamesh, Arturia dan Jeanne D'arc. Mereka bertiga itu mungkin dapat mengurusi Dewa Iblis itu.'


Ketika Sieg berbicara melalui pikirannya. Suara yang menyebalkan terdengar di Pikirannya.


'Apa yang kau katakan Kurosaki Sieg? Raja ini sudah cukup untuk mengurusi satu Dewa Iblis. Meskipun aku tidak tau seperti apa kekuatannya. Tapi, kekuatannya pasti hanya setara dengan Serangga.'


Yap, ini adalah aura Si Raja terkuat, dan Raja dari Uruk. Dan sebagai Tambahan, Raja tersombong yang ada.


'Raja Pahlawan. Kau terlalu percaya diri. Jika Mas- Sieg, berkata kita akan melawannya bertiga. Berarti Musuh kita kali ini sangat kuat.'


'Aku setuju dengan Saber - san. Aku juga dapat merasakan Jika Dewa di dunia ini lebih kuat dari Dewa di dunia kita..'


'Hm. Mereka hanya Dewa Biasa. Tidak ada yang perlu ditakutkan dan dengan adanya kehadiran Raja ini. Semuanya pasti dapat terurusi, Berterima Kasihlah pada Raja ini Kurosaki Sieg. Hahaha!!'


'...'


'...'


"Menyebalkan.." ucap Sieg tanpa sadar.


Dan itulah Kejadian yang Sieg alami di luar kediaman. Meskipun mereka semua sangat kuat namun, mereka juga sekaligus menyebalkan.


...*********...


Maaf. Jika terlalu banyak Penjelasan tapi, Thor memang sengaja menceritakan Soal Identitas agar kalian lebih mengerti soal Chapter - chapter kedepannya. Dan jika kurang memuaskan Thor minta maaf ya.


Dan kalau bisa berikan saran soal nama ataupun Nama - nama kelompok.


Sebab Thornya ini tidak pintar memberikan Nama.


Dan jangan lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.


See You In The Next Chapter 👋👋👋


..."Enuma Elishhhh!!!!!!!!!!!!!"...