I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 07



...•Flashback Ai Start•...


"Fuaahh~"


Aku menguap begitu aku bangun dari Tidur nyenyakku. Dunia ini terasa sangat nyaman dan indah ketika melihat Pemandangan di luar, untuk tidak menarik perhatian dengan wajah milikku aku cuma melihat dari dalam kamar. Walaupun aku berniat Ingin keluar, tapi Sieg memesan kepadaku untuk tidak keluar sampai dia kembali.


Ketika aku menyadarai Sieg tidak ada di kamar, aku menjadi panik dan Mendapatkan Informasi dalam kepalaku bahwa Dia baik - baik saja. Informasi yang ada di kepalaku itu berasal dari Sieg, mungkin Sieg meninggalkan Pesan ini di kepalaku ketika dia ingin keluar.


Aku juga ingin sekali keluar, tapi ini merupakan Perintah dari Sieg. Selain itu Sieg pasti baik - baik saja meskipun Seluruh Dunia melawannya. Sieg pasti memiliki Urusan sebentar, yang perlu kulakukan sekarang cuma menunggunya.


2 jam kemudian sudah berlalu, Sieg tidak pulang - pulang ke kamar ini. Mengetahui hal itu, Ini sangat membuatku khawatir dan Panik. Dan pikiran yang negatif muncul di pikiranku 'bagaimana jika dia sudah membuangku dan tidak memerlukanku?' Mengingat rasa itu saja sudah membuatku ketakutan itu. Aku merasakan bahwa kegelapan yang meninggalkanku mulai kembali menyelimuti tubuhku. Merasakan kegelapan ini akan kembali, aku langsung meninggalkan Kamar ini dan berlari mencari Dimanapun Sieg berada.


Karna tindakan yang kulakukan, Pelayan, Pemilik Penginapan ini, dan Pengunjung yang datang terkejut. Begitu mereka melihatku yang panik, semua yang ada disitu baik itu cowok atau cewek, mereka semua menjadi terdiam ketika Melihatku, dan melihat mereka semua terdiam membuatku Bingung, ada apa dengan mereka.


Sekilas aku merasakan kalau ada yang melihatku dengan tajam. Jumlah mereka sangat ramai yang melihatku seperti itu. Pengunjung yang ada disini juga melihatku seperti itu. Di saat itu, aku merasa takut dipandang oleh orang - orang itu.


Aku pun segera meninggalkan Penginapan ini untuk mencari Sieg. Aku seharusnya tidak bisa melanggar perintah Sieg untuk tetap tinggal di Kamar itu. Tapi dengan keinginan kuat milikku, aku bisa melanggar perintah itu.


Jika Sieg ingin memarahiku nanti, aku akan menerimanya dengan senang hati. Selama aku bersama dengannya aku sudah lega. Aku sudah merasakan Perasaan yang bahagia denganya, Mengetahui bahwa Sieg tidak ada disampingku, sesuatu yang ada di diriku menghilang. Dan membuatku merasa tidak nyaman.


Sieg merupakan Penciptaku, orang yang berharga bagiku, dan orang kucintai. Demi bersama dengannya, aku akan melakukan apapun itu.


Aku merasa sedikit bersalah karna tertidur tadi, seharusnya aku tetap sadar dan selalu bersama dengan Sieg. Dengan begitu, aku tidak akan merasakan perasaan yang tidak nyaman ini lagi.


Ketika aku ingin melangkahkan Kakiku keluar dari Penginapan Ini, Tanganku tiba - tiba dipegang seseorang. Aku melihat ke arah tanganku, dan terlihat seorang Pria dengan wajah yang menyeringai dan jijik. Tubuhnya 2 kali lipat dariku. Tidak lama kemudian beberapa orang yang terlihat seperti temannya mulai berkumpul di sekelilingku.


Pelayan maupun Pemilik Penginapan ini mengabaikannya. Dan ini membuatku sangat ketakutan, bukankah dunia yang indah ini sesama makhluk hidup membantu satu sama lain. Tapi kenapa mereka malah mengabaikannya, para pengunjung tidak terlihat mempedulikanku dan Memasang Wajah yang sama dengan Pria dengan di depanku ini. Pria yang di depanku ini mulai berkata dengan wajah yang sangat menjijikkan.


"Tubuhnya sangat lembut!!!, Serta aroma tubuhnya sangat wangi!!!" Pria besar dengan wajah menyeringai


Karna Pria besar ini berkata seperti itu. Para teman - temannya juga terlihat gembira.


"Benarkah bos?!!" Preman 1


"Jika seperti itu, buat apa lagi bos, ayo kita mulai party!!!" Preman 2


"Perempuan Ini milikku!!!, Dan siapapun yang ingin memilikinya harus menang bertarung melawanku!!"


""""Hohhh!!!!""""""


Mereka menjadi bersemangat, kalau orang lain yang melihat ini, mereka mungkin berpikir mereka ini terlihat bersemangat sedangkan bagiku ini terlihat sangat menakutkan. Aku segera berusaha melepaskan tanganku, dan berkata dengan suara merduku kembali.


"Lepaskan...." kataku dengan pelan


Mereka kembali melihatku kembali dan terkejut, wajah jijik itu kembali muncul.


"Bos, Suaranya sangat merdu dan sedap di dengar. Kita akan rugi menjual perempuan ini" preman 1.


Setelah mengatakan itu Seorang lelaki menerobos kerumunan orang - orang ini, dan berlari menuju ke arahku dengan membuka bajunya. Kali ini aku sangat ketakutan melihat Orang itu berlari ke arahku. Tinggal beberapa meter antara jarak denganku dan orang itu. Orang itu pun langsung mati. Itu karna dia dibunuh oleh pria besar yang memegang tanganku.


"Perempuan Ini sudah menjadi milikku" Katanya dengan nada yang dingin disertai dengan lidah yang keluar ketika melihatku. Dia mengelus - ngelus tanganku dengan jarinya seolah olah dia menikmati Kulit tubuhku.


Tidak ada satupun yang mengatakan apapun dan mengabaikanku. Aku sudah sangat ketakutan, Tubuhku mengigil, aku seharusnya tidak melanggar perintah Sieg. Karna aku kembali mengingat Sieg, Aku pun tersadar bahwa Tubuhku ini cuma Milik Sieg dan tidak akan membiarkan Siapapun Menyentuhku.


Aku pun langsung berusaha melepaskan tanganku. Pria besar ini menyadarinya dan kembali tersenyum. Orang - orang yang melihat Ini, cuma tersenyum dan terlihat berharap kalau Pria besar ini melakukan hal yang seperti mereka harapkan.


Karna aku mengetahui apa yang mereka Harapkan, Air mataku mulai turun, dan tidak kuat lagi menahan ini. Aku cuma maukan Sieg yang melakukan hal itu kepadaku. Mereka semua tertawa, seperti mereka menantikan ini, Pria besar ini menjatuhkanku ke Lantai Penginapan ini. Dan mulai membuka bajunya satu persatu. Sehingga tersisa Satu Celana dalam.


Mereka yang melihat inipun Menjadi sangat bersemangat dan mengatakan 'Terobos', 'Lanjutkan!!', dan hal - hal yang para perempuan tidak inginkan.


Pada saat itu juga, Kegelapan yang seharusnya sudah Sirna, Kini Kembali Menyelimuti diriku. Aku mengeluarkan banyak air mataku. Aku dapat merasakan Kehidupanku berkurang. Dan berharap kalau orang yang Kucintai segera menyelamatkanku layaknya yang kuinginkan.


Pria itu mulai mendekatkan wajahnya. Dan aku berkata...


"Sieg selamatkan aku...."


Diakhiri dengan nada sedih. Dan aku mulai memejamkan mataku...


Ketika Pria itu ingin melakukan itu kepadaku. Terdengar sebuah ledakan di pintu penginapan serta sekilas aku dapat melihat satu pedang Hitam yang sedang menuju ke arah Pria di depanku ini untuk menebas pria ini.


Pria di depanku melihat seranganku itu dan menghindari serangan itu. Tapi tidak sepenuhnya dia dapat menghindarinya, tangan kanannya hilang. Dan segera menjauh dari Pedang hitam itu. Aku melihat kalau ada seorang Pria dengan rambut hitam, pedang Biru terletak di belakangnya dan memakai jubah hitam itu. Wujud nya yang seperti itu, mirip dengan pendekar Pedang Hitam, dan aku merasakan Aura yang Akrab tertempel di tubuh Pria ini.


"Memperkosa Seorang perempuan di tengah - tengah Kerumunan, Bukankah Hobimu terlalu buruk. Melihat kalian melakukan itu membuatku kesal dan membuatku tanpa ragu untuk membunuh kalian. Yah, tapi yang melakukan Itu bukanlah aku melainkan orang yang seharusnya kalian tidak ganggu" kata pria berambut hitam


Setelah itu kali ini aku merasakan kalau ada seseorang yang berada di sampingku. Aura itu sudah dipastikan lagi milik Orang yang berharga bagiku.


Di sampingku tiba seorang Lelaki dengan tubuh Umur 10 tahun, Kali ini Dia tidak memakai Topeng dan terlihat wajah yang sangat tampan disitu. Memiliki Rambut Putih dan Mata yang seharusnya berwarna Biru kini berubah menjadi warna Merah dengan Pola yang aneh di matanya.


Aku tau siapa dia, orang ini adalah satu - satunya orang yang kucintai. Melihat dia disini, aku pun menangis dan berlari sambil berkata.


"Sieg!!!!!.."


Aku memeluk tubuhnya dan tidak salah lagi ini adalah Sieg.


...•FlashBack Ai End•...


...***********************...


...•Normal Pov Start•...


'Baguslah Aku sempat' kata Sieg dalam hati. Sieg Pun kembali memeluk Ai, dan Membuat Ai merasa nyaman dan mengeluarkan Air Mata.


"Apa kau masih kesakitan Ai?"


"Emm ~, tidak sama sekali. Melihat Sieg saja rasa sakit tadi sudah hilang. Tapi... " ucap Ai sambil mengelengkan kepalanya


"Tapi?"


"Kumohon... kumohon... Jangan tinggalkan Ai lagi, Ai merasa Sangat takut. Takut kalau Sieg tidak ada Di sisi Ai" ucapnya dengan Air mata yang mengalir


Rasa bersalah yang tinggi ada di hati Sieg. Dia tidak seharusnya meninggalkan Gadis ini sementara walau itu semenit, Sejam, dan Sehari. Gadis yang baru saja terlahir ke dunia ini. Ketika melihat apa yang dia lihat pertama kali. Dia pasti menganggap orang Yang penting baginya


Kejadian ini bisa dibilang mirip dengan Kejadian Sieg dan Ai ketika bertemu pertama kali. Sekaligus, Rasa Sakit memenuhi Di Hatinya. Rasa itu sangat menyakitkan... sangat menyakitkan... Sieg tidak tau perasaan apa itu dan harus fokus dengan di depannya saat ini.


Tapi sebelum itu....


"Iya, aku pasti akan selalu... selalu... selalu.. berada di sisimu" ucap Sieg


"Hontou ni.."


"Ya."


"Terima Kasih Sieg..."


"Aku ingin menyelesaikan Urusanku sebentar. Apa kau bisa menunggu?..."


"Ai akan menunggu Sieg disini"


Sieg ingin memindahkan Gadis itu ke Ruangan kamar Tetapi sepertinya itu sudah tidak berguna lagi


"Baiklah. Ai bisa tunggu disini. "


"Unm ~"


Sieg berdiri dari tempatnya. Dan berjalan ke samping Kirito.


"Kelihatannya kau sudah selesai" ucap Kirito


"Yah, begitulah. Aku serahkan perlindungan Ai kepadamu"


"Iya, Segera selesaikan"


"Tidak perlu kau ingatkan"


Kirito pun mundur ke belakang dengan mengambil pedang Dark Repulser yang tentempel Di Belakangnya. Buat Untuk berjaga - jaga jika Ada Musuh kuat yang menyerang.


Sieg melihat Pria besar itu dengan mata Sharingannya. Sedangkan Para Teman - temannya dan Orang yang melihat itu cuma tersenyum menganggap Sieg seolah - olah bukan Masalah Bagi Mereka.


Mereka kembali terlihat melihat Ai yang saat ini sedang dilindungi Kirito. Wajah yang menjijikkan itu kembali. Mengetahui Hal itu Sieg menjadi marah dan Rasa Sakit di hatinya benar - benar membuatnya tidak nyaman....


Tidak lama kemudian, Pria besar yang ditebas oleh Kirito berjalan menuju Ke Arh Sieg dengan wajah menyeringai.


"Yo, Bocah Tampan. Aku tidak tau apa hubunganmu dengan Gadis cantik ini. Tapi menganggu Kesenangan orang itu tidak baik. Apalagi Bocah berambut Hitam tampan itu mencoba Menebasku tadi. Jika Kau menyayangi Nyawamu, Kau bisa serahkan Gadis cantik itu sebagai permintaan maaf. Dan suruh Bocah berambut Hitam Tampan itu menyerahkan kedua pedangnya."


Medengar kalimat Si Pria besar itu


Sieg malah bertambah marah. Karna Si Pria Besar itu, beranggapan Ai itu hanyalah Mainan hasrat seksual.


"Oii, Ossan. Aku tidak tau siapa dirimu itu. Tapi berani menganggu Orang berhargaku sama saja cari mati" ucap Sieg dengan Nada Dinginnya.


Mereka semua tertawa mendengar kalimat Sieg.


"Begitukah Bocah tampan. Kau tidak tau siapa kami" Preman 1


"Kalau begitu akan kuberitahu kepadamu Bocah Tampan. Kami ini berasal dari Kelompok Ular Hitam. Kelompok ini dipimpin oleh Seseorang yang kuat berlevel 500. Bahkan pahlawan maupun kerajaan Tidak akan berani menyentuh kami." Ucap Pria besar dengan bangga.


"Jadi serahkan Gadis itu kepada kami" ucap Preman 1 sembari mendekati Ai dengan wajah yang jijik.


Saat preman itu mendekati Ai, Kepalanya tiba - tiba putus, dan mengeluarkan Sejumlah Darah dari Lehernya.


Mereka semua pun terkejut melihat Darah keluar dari Leher Preman itu. Pria besar itu mengubah cara berbicaranya.


"Bocah, aku tidak tau siapa kau. Tapi membunuh anggota kami sama saja dengan berperang dengan kami apa kau mau mati."


"Mati? Bukankah itu seharusnya kau!!. Walaupun kau membawa Pemimpin Sialanmu itu, dia tidak akan pernah berani menyentuh


ku meskipun dengan satu jarinya"


Pria besar itu menjadi marah dan berusaha sekuat mungkin untuk tenang.


"Bocah, kau memiliki Lidah yang tajam. Apa kau pikir kau bisa melarikan diri kami?, Jumlah kami sangat banyak. Dan kami sudah mengerumuni Temanmu Dan Gadis cantik itu. Dalam kondisi seperti ini. Memilih untuk menyerah adalah jalan yang terbaik bukan?"


"Jumlah yang sangat banyak?, sejak kapan kalian ada banyak. Seharusnya kebalikan."


"Si -"


Poof


Poof


Poof


Poof


....


Di saat itu asap berwarna putih muncul entah darimana dan menutupi Mata mereka semua. Saat Asap itu sudah mulai memudar terlihat sejumlah anak yang mirip dengan Sieg. Jumlahnya bahkan mencapai 200 lebih. Mereka semua ternganga melihat klon Klon Milik Sieg.


Kesemua Sieg melihat menatapi Kesemua yang melihat Ai dengan jijik tadi. Dengan mata tajam. Aura yang dingin membuat Bulu Keruduk mereka merinding. Apalagi mata Sharingan Dengan tomoe yang berputar - putar.


"Ap - apa ini!!"


"Bocah sialan itu ada banyak"


"Apa ini ilusi?"


"Jangan lengah, palingan ini hanya salah satu Trik miliknya. Selain itu, kita orang dewasa mustahil kalah sama dengan Bocah itu"


"""""Kalian percaya diri sekali. Apa pikir kalian, bisa mengalahkanku. Baiklah, kalau begitu Persipkan diri Kalian Preman Sialan"""""" Kata Para klon Sieg bersamaan.


Ai dan Kirito juga tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Jumlah Sieg bertambah banyak, bukan itu saja tapi mereka semua sangat mirip dengan Sieg dan kepribadiannya.


"Ini salah satu kekuatan Sieg?" Ucap Kirito


Orang yang merupakan boss Kesemua Preman itu pun memerintah Para Bawahan untuk menyerang Klon Sieg.


"Seluruhnya serang bocah sialan itu. Siapapun yang berhasil membunuh Bocah itu, aku akan memberikan Peluang untuk bermain Dengan Gadis cantik itu pertama"


"Begitu dong boss. Dengan begitu kami semua bersemangat!!!!"


"Demi Mendapatkan kesempatan!!!"


Mereka pun mulai bertarung.


Dalam beberapa detik kemudian, Pria besar itu melihat Kalau seseorang di depannya tidak bergerak. Pria besar itu penasaran kenapa orang itu tidak bergerak. Seharusnya Orang itu mengikuti perintahnya. Dan saat pria besar memegang pundak orang tersebut, dia menjadi terkejut melihat.


Karna Seorang anak berumur 10 tahun berambut putih membuat Lubang di tubuh Orang tersebut dengan Tangan kanannya. Di tangannya terlihat kalau petir biru. Itu adalah milik Chidori Sieg. Yang dia gunakan menyerang Musuhnya. Saat mata Sharingan Sieg bertemu dengan mata Pria besar itu


Pria besar itu tanpa sadar mengompol di celananya dan terjatuh. Dia merasakan ada yang basah di tangan kanannya. Dan melihat sumber basah itu. Ketika melihat sumber itu, dia memasang espresi tidak percaya, dalam sekejap Seluruh orang yang berada di pihaknya langsung lenyap seketika, dan tidak menyisakan Satu pun orang Untuk hidup. Orang yang berada di depannya ini sebenarnya siapa?!!, Dia mampu membunuh ramai orang dalam sekejap bahkan tidak sampai Semenitpun


"Bagaimana rasanya dimangsa?"


"Si - siapa kau sebenarnya bocah sialan???"


"Hah, Aku memberikan kau pertanyaan kau malah menjawabnya dengan pertanyaan kembali. Kau harus menjawab kembali jika Seseorang bertanya kepadamu kan?"


Setelah menyelesaikan Kalimatnya, Aura yang Sieg tahan selama Ini keluar layaknya air yang sudah bocor. Kirito dan Ai mampu merasakan aura Itu dan mereka berdua Merasa merinding. Sedangkan Pria besar itu, Tidak tahan lagi menahan Aura itu dan terasa mau Pingsan.


Pria besar itu pun menundukkan kepalanya kepada Sieg.


"Ma - maafkan Aku.. aku cuma bercanda saja. Aku tidak ada niatan sama sekali ingin menyakiti gadis cantik itu"


'Pria ini sangat lucu. Dia sudah menyakiti Ai dan sekarang dia ingin menyangkalnya.


Jangan bercanda denganku Sialan. Membiarkan Orang sepertimu berkeliaran, Dunia ini akan hancur hanya karna orang sepertimu'


Di saat Hati Sieg sedang diselimuti hal yang negatif dan rasa marah. Suara yang jarang terdengar mulai terdengar oleh Sieg.


'Oi, Sieg. Kau mengeluarkan emosi yang tidak nyaman. Kau harus menahannya, atau emosi yang kau keluarkan mengambil Alih Tubuhmu' ucap Kurama


'Iya aku tau "


Sieg sebenarnya sudah tau. Dia mengingat kejadian Dengan naruto saat naruto Kehilangan sesuatu yang berharga. Waktu melihat hal berharga baginya hilang ataupun terluka. Ia akan hilang kendali dan Ia hanya menghancurkan apa - apa saja yang dilihatnya. Cuma orang kuat saja mampu Menghentikan Naruto jika Ia dalam Mode hilang Kendali


"Oi Sieg. Tolong setidaknya tahan auramu. Ini gadis yang bernama Ai tidak tahan. Takutnya nanti Dia sudah...." ucap Kirito dengan tenang walaupun terlihat sedikit tidak kuat menahan aura Milik Sieg


"I - iya, maafkan Aku Kirito"


"Setidaknya menahan dirilah"


"Sudah lah aku akan menyelesaikan Urusanku kali ini"


Saat Sieg melihat Ke Arah Pria besar itu. Pria besar itu sudah hilang tanpa jejak. Ini mungkin dikarenakan Berbicara tadi. Biasanya Ketika seseorang melihat mangsanya kabur, dia akan merasa kesal. Tapi Sieg malah tersenyum


"Aku tau kau akan Melakukan itu"


Setelah Sieg mengatakan Itu, langit berubah warna gelap dan terlihat Ada Satu pedang keluar dari awan gelap itu. Pedang itu merupakan Skill UBW, Sieg menciptakan pedang itu dengan otaknya. Kirito tidak tau apa yang terjadi. Dan Sieg hanya menjelaskan kalau Itu hanyalah kekuatan miliknya.


Kirito sudah tidak terkejut lagi dengan kekuatan Sieg, dan mengagumi Sieg.


"Sebenarnya dia mendapatkan Kekuatan Ini darimana?" Gumam Kirito.


Sieg menujukkan jarinya ke arah Langit itu dan menurun kan jarinya ke bawah. Begitu Sieg menurunkan Jarinya pedang itu melesat menuju ke lokasi yang tidak diketahui. Tepat pedang itu menyentuh apa yang ditargetkan olehnya, Sebuah kilat berwarna biru muncul dan Kilatan itu besar sekali, hingga membuat para Rakyat menutupi matanya. Tidak berselang lama kemudian ,Kilat itu sudah menghilang, Dan terlihat kalau ada mayat yang sudah hangus terkena pedang Kilat itu. Mayat tersebut adalah Si Pria besar yang melarikan diri tadi


"Kali kau benar - benar sudah selesai" Kata Kirito


"Begitulah" jawab Sieg


Sieg kembali menuju ke Arah Ai. Dan tidak lupa untuk menyembuhkan Ai dengan Potion yang dia beli Dari Shop


[Dengan ini Questmu selesai]


'Iya, aku sangat berterima kasih. Dan System seharusnya kau menteleport kan kami berdua dengan cepat'


[Kau kan sudah sangat jauh. Terpaksa deh melakukannya sangat lama]


'Haa. Yah, setidaknya Ai sudah tidak apa - apa dan baikan'


[Fufu, berterima kasih lah kepada System agung ini. Berkat bantuanku kau bisa sampai tepat waktu]


'Tepat waktu apanya?, Kita hampir saja terlambat. Seandainya Kirito tidak menerjang masuk tadi ciuman pertama Milik Ai sudah direbut'


[Sudahlah, ceritanya dihentikan dulu. Dan segera tinggalkan tempat itu]


"Sepertinya untuk kesempatan untuk meninggalkan tempat sudah terlambat. karna beberapa orang sudah tiba di depan pintu penginapan ini. Aura ini tidak bisa diremehkan, Setidaknya kekuatannya setara dengan Kirito. Dan seingatku Satu - satunya yang memiliki Aura ini hanyalah raja walaupun aku tidak pernah bertemu dengannya. Aura ini sudah dipastikan Milik Raja. Habisnya satu - satunya yang kuat disini hanya dia"


Tidak lama kemudian seseorang dengan pedang yang diikat di samping Pinggangnya tiba, dengan wajah yang sedikit sudah tua beserta beberapa orang yang terlihat seperti prajurit


Melihat mayat serta darah yang bertaburan kemana - mana. Para prajurit itu ketakutan dan tidak tau siapa yang melakukan ini.


'Mereka pasti menyangka, orang yang melakukan ini adalah orang yang keji' pikir Sieg


Setelah itu, beberapa dari mereka Mulai memandang ke Kirito dan Orang tersebut menyiapkan pedangnya diikuti dengan yang lainnya juga. Karna Berapa kalipun dipikir, Cuma Kirito yang dewasa disini. Mereka tidak mungkin berpikir bahwa yang melakukan ini adalah Sieg karna Wujud Sieg sekarang hanyalah Anak kecil tampan.


Tapi Raja menghentikannya.


"Ke - kenapa Yang Mulia?"


"Mereka ini adalah orang yang membunuh para rakyat disini, dan mereka pantas mendapatkan hukuman"


Di saat mereka berbicara Kirito memandang Sieg sebentar dan tersenyum ke Sieg.


'Dia seolah - oleh menyampaikan pesan kepadaku untuk kali ini serahkan kepadaku. Yah, menyerahkan dia juga tidak buruk'


Tanpa sadar Sieg terlalu kuat mengeggam tangan Ai.


"Si - sieg, Jangan terlalu menyentuh Ai dengan kuat, ini terasa sangat sakit"


"Ma - maaf, aku bukan sengaja. Cuma takut kehilangan dirimu"


"Ti - tidak apa - apa. Ai malah merasa senang Sieg mengkhawatirkan Ai"


'Selama dia senang. Tidak apa - apa juga mengatakan kalimat seperti itu. Sekalian biar rasa takutnya sedikit berkurang'


Sieg bergembira dalam hatinya. Dan Kirito melihat Sieg dengan pandangan Aneh.


"A - apa?" Tanya Sieg


"Tidak, hanya saja. Tak kusangka dalam keadaan seperti ini, kau masih bisa bermesraan" Ucap Kirito


"Terkadang lelucon mu buruk juga"


"Kuanggap itu sebagai pujian."


"Jika kau tidak mampu mengurusinya. Jangan segan - segan untuk meminta bantuanku"


"Yah, aku tidak memerlukannya, aku pasti aku akan menang"


"Aku penasaran dari mana kepercayaan dirimu itu datang"


"Entahlah, mungkin karna aku seorang Beater"


Setelah itu Kirito memandang Ke arah Raja. Dan terlihat kalau Kirito memberikan duel kepada Raja itu. Banyak yang merupakan Prajurit ataupun pengawal raja itu marah karna Kirito terlihat menghina Raja tersebut. Tapi Kirito bukanlah tipe seperti itu dan cuma mengabaikan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya.


Raja itu mengeluarkan pedang dari sarungnya dan melihat Kirito dengan Tajam.


"Sudah berapa lama aku merasakan tegang seperti ini Pemuda"


"Ma, mungkin dikarenakan kau menjadi raja, kau sudah tidak merasakan hal seperti ini"


"Hahahah, menarik pemuda. Jika kau berhasil mengalahkanku Aku akan menikahkan putriku kepadamu"


Biasanya orang akan terkejut tapi Kirito memasang raut wajah terlihat sedikit marah.


"Ada apa Pemuda"


"Aku tidak menyukainya"


"Apanya"


"Caramu memperlakukan Anakmu. Ini terlihat kalau kau sama sekali tidak peduli dengan anakmu dan cuma menganggapnya Alat. Dan ini membuatku benci kepadamu"


Mendengar Kalimat Kirito Mereka terkejut bahkan raja pun terkejut. Tidak ada yang pernah memiliki Keberanian mengatakan kalimat itu kepada Raja.


sedangkan Sieg hanya bergumam


'Heh.. dia baik juga. Jadi tidak heran bahwa Ramai Gadis yang menyukainya. Akan kebaikan yang dimilikinya dan Karisma dirinya?' Gumam Sieg.


Raja itu hanya memandang Kirito dan tidak mempedulikan Sieg. Di saat Raja memandang Kirito, Raja ingin memperjelaskan sesuatu.


"Kelihatannya kau salah paham Pemuda. Aku bukannya tidak terlihat peduli dengan anakku. Hanya dia pernah mangatakan kepadaku Bahwa dia akan menikahi seseorang jika orang tersebut mengalahkanku"


"Be - begitu ya. Maafkan saya atas kelancangan saya tadi"


"Tidak apa - apa Pemuda. Malahan aku sangat menyukai orang sepertimu. Mari kita hentikan Pembicaraan yang tidak berguna ini dan langsung aja memulai pertarungannya"


Karna Kirito tidak ada niatan untuk melawan musuhnya dengan Serius, Kirito akan menggunakan pedang hitamnya saja. Raja hanya tersenyum melihat Kirito.


Ai yang berada di samping Sieg mulai berkata


"Sieg, tidak akan membantunya"


"Iya, dia pasti akan menang"


"Kalau Sieg yang mengatakan itu, maka Orang itu pasti menang. Dan Sieg Ai merasa takut diliatin oleh orang - orang itu" kata Ai sambil menunjukkan Jarinya ke Arah para prajurit itu.


Dengan sontak Sieg pun melihat ke arah mereka dengan tajam dan mengeluarkan Auranya. Dan mereka semua takut. Bahkan rajapun berkeringat dingin merasakan Aura Sieg.


"Kelihataannya kau memiliki Dua Anak yang berbahaya"


""Hah?"" tanya kirito dan Sieg dengan wajah yang sedikit kesal


"Tidak, mereka berdua bukan anakku. Dan selain itu aku ini berumur 16 tahun. Aku bahkan belum menikah bagaimana bisa aku memiliki anak??!!" Teriak Kirito


"Apa?!!, Kau sudah seumur itu tapi masih belum memiliki menikah!!, Kau tidak bisa membuang masa lagi kita akan bertarung sekarang dan aku mengalah hingga membuatmu menikahi Putriku!!"


"Apa?!!!" Kata Kirito dengan tidak percaya


'Yah, jelas saja Kirito berteriak. Saat aku mengetahui fakta itupun membuat sangat kaget. Mungkin aku harus mengajarinya tentang dunia ini dan jelaskan semua yang kuketahu. Tapi.. Pak tua ini ternyata memiliki keberanian mengatakan aku anaknya Kirito. Entah kenapa membuatku ingin sekali membunuhnya!!"


[Woy, Sieg Tahan Jiwa Psikopatmu.]


'Aku tidak ingat memiliki hal yang seperti itu. Sudahlah aku penasaran dengan pertarungan mereka berdua, Aku ingin lihat apa Si Pak Tua ini mampu mengalahkan Kirito dalam Mode tidak seriusnya?'


"Raja tidak perlu mengalah dari tu pemuda. Aku yakin kok kalau Pemuda di depan mu itu tidak akan kalah. Meskipun kau menggunakan Seluruh kekuatan Mu"


"Hoh, Menarik aku semakin penasaran dengan Mu Pemuda."


"Begitu ya. Kalau begitu berusahalah Sekuat tenaga untuk mengalahkanku Ojii san."


"Sudah lama aku tidak mendengar panggilan itu. Namun meskipun begitu, aku pasti akan mengalahkanmu. Aku tidak akan menunjukkan wujud menyedihkanku kepada Rakyatku"


"Kalau begitu majulah Ojii san"


'Tunggu dulu. Pak tua ini sebenarnya untuk apa datang kesini?, mereka ingin menangkap kami atau apa sih. Waduh, aku tidak dapat menebak Tujuan nya datang kesini, Jika mereka berniat untuk menangkap kami seharusnya tidak perlu berduel dengan Kirito, Tapi dia malah menerimanya. Ini kelihatan kalau Pak Tua itu memastikan Sesuatu. Memangnya apa yang pak Tua ini ingin pastikan.'


[Jika ada yang ganjil, aku akan memberitahumu Sieg]


'Iya, aku mengharapkanmu. Dan kau juga Kirito segera selesaikan ini. Karna aku sudah merasa sangat lelah'


...************************...


Jika kalian ingin memberikan saran atau kritik kalian bisa memberitahunya di kolom komentar.


tolong Di like, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share ya.


See you in the Next Chapter 👋👋👋