I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 30



...•Normal Pov Start•...


Setelah Sieg menyampaikan Tentang undangan Raja Felix makan bersama kepada yang lainnya.


Sieg pun menuju ke Lapangan untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu karna lagi bosan. Selain itu, makan malam bersama raja akan dimulai malam hari.


Sempat juga Ai mengajak Sieg untuk mengikuti dirinya tapi Sieg menolaknya dengan alasan ingin melakukan sesuatu. Ai pun lansung murung


Melihat Ai murung, Sieg langsung menenangkan Diri Ai sambil berkata. Dia akan menemaninya nanti malam.


Mendengar itu. Ai menjadi senang. Sedangkan Kurumi, Sieg menyuruh Kurumi untuk menggunakan Klon dirinya untuk mencari Informasi sebanyak mungkin.


Karna cuma dia satu - satunya yang dapat mencari Informasi lebih luas.


Kirito dan Asuna sudah menjadi Dekat, dan Sieg sedikit terkejut. Baru satu hari pacaran, mereka berdua langsung menjadi lebih dekat.


Sieg tidak mempermasalahkannya sih tapi sedikit merepotkan karna Tatapan Iri dari Ai.


Kembali Ke Sieg


Setiba di Taman, Sieg harus pindah ke Tempat lain terlebih dahulu.


"I Am The Bone Of My Sword"


"Unknown To Death"


"Nor Known To Life"


"Unlimited Blade Works.."


Setelah mengucapkan mantra bahasa Inggris itu. Sieg pun langsung dipindah ke Dunia yang terlihat bekas medan Perang serta Ribuan pedang yang tertancap Tanah.


Sudah lama Sieg tidak mendengar Mantra ini. Karna Kebiasaannya yang mampu menciptakan Pedang. Dan Jarang menggunakan Dunia pedang ini untuk melawan Musuhnya.


Dan Pemandangan Ribuan pedang itu sangat mengganggu. Jadi Sieg menghilangkan dulu kesemua pedang yang ada karna dunianya sendiri.


Tapi. Walau itu dunianya sendiri, Bukan berarti dia dapat melakukan apapun ketika berada di dunia ini. Jika bertanya apa Sieg bisa menciptakan Makanan, Makhluk Hidup di dunia UBW?


Maka jawabannya adalah Tidak. Skill ini hanya bisa menciptakan Pedang. cuma itu satu. Tidak bisa menciptakan Yang lain lagi.


Selain itu, Sieg berpikiran untuk menggunakan Dunia Pedang ini sebagai Tempat berlatih dirinya.


Seharusnya itu bisa dilakukan Itu yang Sieg pikirkan.


Tapi, Sieg hanya mencoba beberapa Skill barunya. Dia tidak mau menggunakan Banyak Mana yang dimilikinya. Walau dia memiliki Mana Potion tingkat tinggi, Namun Potion itu tidak cukup untuk memulihkan Kesemua Mana Sieg, Mengingat Level Sieg yang sekarang.


"System Perlihatkan Statusku dan Skillku"


...[Status]...


...Nama : Kurosaki Sieg...


...Level  : 1.990...


...Umur  : 10 Tahun...


...Ras     : Manusia...


...Title    : Utusan Dewa, Hero, Minotaurus Slayer, Monster Slayer, The Hunter, Penyelesai Dungeon Felix, God Of All The Element, Shadow Monarch, Manusia yang disayangi Para Dewa Dewi, White Hair Hero...


...HP   : 1.500.000/1.500.000...


...MP  : 2.000.000/2.000.000...


...STR : 100.000   (5.000)...


...DEF : 100.000   (10.000)...


...AGI  : 200.000   (100.000)...


...VIT  :  99.000     (19.000)...


...INT  : 150.000   (40.000)...


...System Point : 700.000...


...[Skill]...


...Peringkat SSS  :...


...Peringkat SS    : Storage (Info), Map (Info), All Healing (Info)...


...Peringkat S+    : Teleport (Info), Essence Flame Three Thousand Burning Flame (Info), Ruler's Hand (Info), Tomoe Rinnegan (Info)...


...Peringkat S      : Bijuu Mode (Info), Rasengan Bijuu Dama (Info), Elemental Boboiboy (Info)...


...Peringkat A+   : Unlimited Blade Works (Info), Tajuu Kage Bunshin No Jutsu (Info), Oodama Rasengan (Info)...


...Peringkat A     : Chidori (Info), Sharingan biasa (Info), Rasengan (Info)...


...Peringkat B     : All Blessing Gods (Info)...


...Peringkat C    :...


...Peringkat D    :...


Sambil memeriksa Daftar Skill yang dimlikinya. Mata Sieg lebih terfokus ke Skill Ruler's Hand. Skill Peringkat S+.


Skill yang pada awalnya milik Igris tapi setelah Kematiannya bertarung melawan Sung Jin Woo. Skill ini diberikan kepada Sung Jin Woo dalam bentuk Rune.


Begitu juga Dengan Sieg. Skill ini juga diberikan kepada Sieg oleh Sung Jin Woo.


Dan kini, Sieg ingin mencoba Skill ini dan sebelum itu dia harus membaca Deskripsi tentang Skill ini.


...(Ruler's Hand)...


...- Skill yang awalnya milik seorang Shadow Monarch, tapi sudah diberikan kepada Kurosaki Sieg....


...- Dapat menggerakkan sebuah benda Tanpa menyentuhnya...


...- Skill yang tidak memerlukan Mana sama sekali...


Walau deskripsinya sangat singkat sekali. Tetapi, Sieg sudah sangat mengerti.


Lalu Sieg memeriksa Title yang dimilikinya.


...(Shadow Monarch)...


...- Julukan yang pada awalnya Berada Tangan Sung Jin Woo tapi Diberikan kepada Kurosaki Sieg...


...- Membuat Pengguna dapat menciptakan Mayat Hidup tanpa batas...


...'Shadow Extraction (0/∞)...


...- Membuat Pengguna dapat menyimpan Mayat Hidup di Bayangan tanpa batas...


...'Shadow Storage (0/∞)...


...- Membuat Pengguna dapat meningkatkan Kekuatan Bayangan sebanyak 2 kali lipat...


...'Area Of Monarch'...


...- Dapat berpindah Tempat dengan bayangan...


...'Shadow Exchange...


Atau Singkatnya seperti ini.


...(Shadow Monarch)...


...- Membuat Pengguna menggunakan Skill...


...  • Shadow Extraction (0/∞) (Info)...


...  • Shadow Storage     (0/∞) (Info)...


...  • Area Of Monarch               (Info)...


...  • Shadow Exchange            (Info)...


...- Informasi Tambahan : Harus memiliki Skill "Necromancer"...


Setelah memeriksa tentang Title Shadow Monarch yang dia miliki. Sieg tidak terlalu terkejut dan Langsung memperbarui statusnya.


"System Gabungkan kesemua Skill Book dan Magic Book yang ada Di Storage ke tubuhku." Ucap Sieg


[Ba - baik]


...[Memulai Pembaruan status dimulai]...


...[Pembaruan status sudah selesai]...


[Apa kau ingin melihat statusmu Sieg] Ucap System dalam tubuh Sieg dengan merdu.


Jujur saja Sieg masih belum terbiasa dengan Suara System dan masih sedikit ketakutan dengan efek Charm yang dimiliki System.


"Tidak perlu. Dan ngomong - ngomong, apa aku bisa membeli mayat di Shop?"


[Ada. Harganya Cuma 10 Poin satu mayat tingkat rendah.]


"Kalau begitu aku beli. Cuma satu"


Tidak berselang lama kemudian. Di depan Sieg sebuah lingkaran tercipta dan Keluar satu makhluk yang mirip seperti Serigala.


"Hmm? Monster ini kalo tidak salah White Wolf?, yah biarlah. Aku harus mencoba kekuatanku"


"Apa aku harus mengatakan 'Bangkitlah' seperti Sung Jin Woo" Pikir Sieg sejenak


[Iya benar Sieg]


Tanpa buang masa lagi. Sieg langsung mengarahkan Tangannya ke White Wolf di depannya. Lalu...


"Bangkitlah"


Tubuh White Wolf langsung mengeluarkan aura yang mengerikan begitu Sieg mengatakan itu.


Aura itu sangat kuat. Aura tersebut lebih kuat dari Orang yang berlevel 200.


"Apa - apaan dengan auranya?" Ucap Sieg.


Siapapun pasti bingung dengan keadaan saat ini. White Wolf biasanya, berlevel 30 tapi White Wolf yang Sieg bangkitkan ini tidak biasa. Pasalnya Aura yang dikeluarkan Oleh White Wolf di depannya setara dengan Orang berlevel 300.


Mata White Wolf tersebut terbuka dan kemudian berdiri dari tempatnya. Ukuran tubuhnya juga berbeda dari yang tadi


"Kira - kira 2 meter?" Pikir Sieg


Bulu White Wolf itu berwarna Hitam, Putih, dan matanya berwarna biru.


Jika dilihat baik - baik. Dia terlihat sangat keren menurut Sieg.


White Wolf itu menundukkan kepalanya ke tanah begitu dia menyadari kehadiran Sieg. Kini di mata White Wolf, Sieg adalah sosok yang harus di lindungi dan Hormati.


Tidak tau seberapa bahagia dirinya karna Dia adalah makhluk yang pertama kali dipanggil oleh Tuannya


Tentunya Sieg juga merasakan kebahagian White Wolf. Setiap mayat yang dia bangkitkan, Semua perasaan Bayangannya akan Terhubung dengan Sieg begitu juga dengan sebaliknya.


"Berdiri lah" ucap Sieg sambil menduduki Tanah.


White Wolf itu mengangkat kepalanya.


"Jadi. Apa kau bisa jelaskan kenapa level -"


'Eh.. Tunggu dulu. Apa dia bisa berbicara?'


"Ehem. Apa kau bisa berbicara?" Tanya Sieg.


Pasalnya ada beberapa pertanyaan yang ingin dia berikan.


White Wolf menggelengkan Kepalanya yang menandakan dia tidak bisa. Tapi  dia bisa mengerti kata - kata Tuannya melalui Perasaan yang terikat diantara mereka berdua.


Kenapa Sieg tidak bertanya kepada System?


Alasannya mudah, Sieg masih lagi teringat dengan Efek Charm.


Sesuai dengan sejarahnya, orang yang terkena Charm Tak Terkendali. Dia akan merasa gelisah dan berpikiran Untuk memiliki Tubuh orang yang memiliki Efek tersebut.


Seperti itu kondisi Sieg yang sekarang. System sendiri tidak sadar kondisi Sieg yang sekarang. Dan tidak mengetahui, kalau Sieg saat ini benar - benar ingin memiliki Tubuh System.


Membayangkan dirinya akan menjadi hewan buas. Sieg merasa ketakutan. Bisa saja dia menyakiti perasaan System jika dia melakukan Hal yang tidak wajar kepada System.


Oleh karena itu, dia tidak bertanya kepada System untuk sementara. Dia harus membuat dirinya melupakan Rasa Gelisahnya.


System menyadari kalau Sieg tidak ingin bertanya kepada dirinya dan System pun berniat untuk menanyakannya tapi..


'Hentikan itu Gadis bernama System ..'


[Kau... Kurama. Apa maksudmu?..]


"Saat ini Sieg tidak mau berbicara denganmu sementara. Ini semua karna Efek yang disebut 'Charm' itu. Aku dapat merasakan, Sieg merasa sangat gelisah dan ingin memilikimu." Ucap Kurama dengan nada yang terkesan Intimidasi.


System sangat kaget mendengar kalimat Kurama. Dia tidak menyangka Efek Charm itu masih berlangsung. Merasa takut, atau sedih. Dia tidak tau dintara kedua itu. Dia harus merasa apa?


[Ba - baiklah..]


Kembali Ke Sieg


"Apa aku bisa memberimu nama?"


White Wolf kembali menggelengkan Kepalanya.


"Haa. Sedikit sulit sih jika tidak dapat memanggilmu. Apa ada persyaratan? Atau semacamnya?" Tanya Sieg kepada White Wolf.


White Wolf ingin menjelaskan Namun, dia sedikit merasa takut jika Penjelasannya tidak dimengerti oleh Sieg.


White Wolf pun langsung menajamkan kukunya dan mencakar Tanah - tanah di depan Sieg.


Pertama kali melihatnya Sieg merasa bingung tetapi, setelah membuat otaknya berpikir sejenak. Dia akhirnya mengerti.


Yang White Wolf lakukan ini adalah menyampaikan pesan lewat menulis. Tentu menulis menggunakan Kukunya sendiri.


Sieg merasa kagum dengan White Wolf di depannya karna dapat berpikir layaknya Manusia normal.


Ketika Sieg memperhatikan baik - baik apa yang White Wolf tulis. Di situ tertulis 500.


Butuh beberapa saat untuk mengkoreksi kata '500' bagi Sieg.


"Apa kau mau mengatakan. Agar para bayangan dapat berbicara dan Mendapatkan nama. Bayangan tersebut harus mencapai Level 500? Begitu?"


White Wolfnya menganggukkan kepalanya karna pesannya dapat dimengerti.


Mengetahui jawabannya benar. Sieg berdiri dari tempatnya dan tidak lupa untuk memerintah White Wolf di depannya untuk bersembunyi di bayangannya.


"Bersembunyilah.." perintah Sieg


Tubuh White Wolf langsung tersedot ke bayangannya sendiri lalu bersatu dengan bayangan Sieg.


Sisanya, Sieg harus mencoba Ruler's Hand.


Sieg mengarahkan Tangannya ke Tanah yang datar itu dan...


BOOM


Tanah itu langsung keluar menjadi Beberapa Bongkahan Tanah. Tentunya Sieg sangat terkejut tapi dia tidak mau memikirkannya.


Sieg mengepal tangannya dan pada saat yang bersamaan juga Bongkahan Tanah itu langsung hancur menjadi debu.


"Dengan Ini sudah selesai." Ucap Sieg menghela Nafas.


Yang Tersisa untuk Sieg lakukan. Masih ada 2.


"Pertama aku harus ke Alam bawah kesadaranku"


Sieg duduk Bersila dan Memejamkan Kedua kelopak matanya.


Tidak lama kemudian Kesadaran Sieg pun hilang dan terbawa Ke Alam Bawah Sadarnya sendiri.


...********************...


...Alam Bawah Sadar...


"Yo. Sieg" Ucap Kurama


Sieg saat ini berada di alam sadarnya dan Yang pertama kali menyambutnya adalah Kurama. Tentunya, Kurama juga dapat mengetahui kedatangan Sieg.


Dan biasanya Alam Bawah Sadarnya hanya mirip - mirp Ruang Angkasa tapi Kini Alam Bawah Sadar yang dia tempati adalah Tempat yang sangat indah.


Ada juga beberapa Kupu - kupu yang berterbangan. Bagaimana bisa ada makhluk hidup di tempat seperti ini?


Makhluk hidup Yang Sieg ketahui di alam bawah sadarnya hanyalah Kurama dan Three Thousand.


"Bagaiman -"


"Hem. Aku yang melakukannya."


"Aku tidak tau hal seperti itu bisa Dilakukan."


"Yah. Aku bisa melakukan itu karna semua bantuan yang diberikan Oleh Gadis System itu"


Mendengar kata System keluar dari Mulut Kurama Membuat Sieg tidak ingin membahasnya lagi dan melanjutkannya tujuannya kesini.


"Jadi kenapa kau kesini?"


"Bertemu dengan Three Thousand Burning Flame. Aduh, panjang banget namanya"


"Hahaha!!. Kenapa tidak panggil dia Naga Kecil"


Sieg hanya tertawa Kecil


"Jadi dia dimana?"


"Memangnya apa yang ingin kau lakukan setelah bertemu dengannya?"


"Yah. Aku hanya ingin mengatakan yang sebenarnya."


Yang Sieg maksudkan itu adalah Fakta tentang Hidup dan mati Tuannya. Baru - baru ini Sieg jadi teringat soal itu dan Tidak mau menunda - nunda waktu ingin memberitahu yang sebenarnya kepada Three Thousand.


Mungkin Three Thousand Tidak akan terima dan memberonrak melawan Sieg. Tapi.. Sieg setidaknya dapat mengatakan yang sebenarnya.


Ketika Sieg ingin mencari Three Thousand.


Tiba - tiba saja di bagian Pundak bagian Kiri Sieg muncul Api Ungu yang menyala dengan Bentuk Naga Kecil.


"Three Thousand.."


"Hem. Aku sebenarnya tidak ingin keluar tapi ini semua gara - gara si Rubah besar itu.."


"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu" ucap Sieg


Three Thousand langsung memasang wajah yang sedikit serius.


"Hem. Baiklah"


...******************...


Setelah Mengatakan yang sesungguhnya kepada Three Thousand Burning Flame. Three Thousand menjadi terdiam tapi yang membuat Sieg sedikit aneh disini.


Three Thousand Tidak marah atau tidak terima jika Tuannya dikatakan mati Oleh Sieg atau tidak dapat bertemu dengan Tuannya lagi.


Dari Manhua yang dia baca atau Novelnya. Three Thousand Sangat marah dan tidak terima sejak Xiao Yan mengatakan bahwa Tuannya sudah mati.


Dan tentu Membuat Sieg sangat curiga. Hingga membuatnya untuk memutuskan bertanya soal ini.


"Kau tidak terlalu terkejut.."


"Aku sudah tau."


Sieg terkejut mendapatkan balasan Dari Three Thousand. Dan mulai ingin bertanya - tanya 'Sejak Kapan?', 'Bagaimana dia tau'?


Daripada Pusing terus, Sieg pun melanjutkan untuk bertanya namun dipotong oleh Three Thousand.


"Kalau kau Bertanya bagaimana aku mengetahuinya. Ini semua diceritakan Oleh Si Gadis bernama System itu"


"Jadi..."


"Jika Kau berpikir aku akan marah dan tidak ingin membantumu maka kau berpikir sangat salah. Meski sedikit kesal sih kau tidak mengatakannya awal - awak tapi... Terima Kasih karna mengatakan yang sebenarnya." Ucap Three Thousand sedikit perlahan


Sieg cuma memasang senyuman tenangnya.


"Begitu. Aku juga terima kasih karna kau tetap mau membantuku dan menjadi kekuatanku."


"Hem. Tentu saja. Karna aku ini Api Yang Tidak Pernah Padam" ucapnya dengan nada Sombong


"Apa ini yang dinamakan Tsundere." Ucap Kurama yang tiba - tiba muncul di hadapan mereka.


Hanya saja, tubuhnya sangat kecil seukuran telapak Tangan dan dapat melayang seperti Three Thousand.


Mendengar Kata Tsundere dari Kurama. Three Thousand menjadi Kesal.


"Apa katamu. Rubah sialan!!"


"Apa? Kau ingin melawanku? Sini!!"


"Oi. Stop. Jika kalian melanjutkan tempat ini bakalan hancur"


""Hem""


Mereka berdua mengalihkan Wajah mereka.


'Mereka berdua kenapa tidak bisa akrab?' Pikir Sieg.


"Urusanku disini sudah selesai." Ucap Sieg yang berniat untuk keluar dari tempat ini.


Namun langsung dihentikan oleh Three Thousand


"Apa?"


"Tidak. Aku cuma mau kau memberikan aku nama!!"


"Nama?"


"Benar. Terlalu merepotkan jika Kau selalu memanggilku dengan nama yang tidak jelas itu."


"Meski Nama itu adalah nama yang diberikan oleh Tuanmu?"


"Oleh karna itu aku memintamu memberikan ku Nama. Kau tidak layak untuk memanggilku dengan nama Yang diberikan oleh Tuanku" ucap Three Thousand


"Bukankah kau terlalu sombong untuk seekor Naga Kecil."


"Apa katamu!!"


"Sudah. Baiklah, aku akan memberikanmu nama. Tapi nama seperti apa yang kau mau?"


"Terserah. Asal yang bagus."


Sieg sebenarnya memiliki banyak daftar nama yang ingin dia berikan nanti kepada para Shadownya tapi khusus untuk Three Thousand dia lebih memilih untuk menggunakan Nama yang lebih bagus baginya.


"Kalau begitu. Bagaimana dengan Fudo. Kalo gak salah, Nama Ini memiliki Arti Dewa Api dan Kebijaksaan"


"Ternyata bagus juga. Baiklah!!" Ucapnya dengan sedikit bahagia.


Karna tidak ada lagi yang harus dilakukan di alam sadarnya. Sieg memutuskan untuk keluar dan menyelesaikan urusan terakhirnya.


"Aku keluar dulu."


""Iya"" ucap Kurama dan Fudo serempak


Sieg menutup matanya kembali


...*****************...


...Dunia UBW...


"Selanjutnya. Yang harus kuselesaikan adalah Masalah Asuna - san"


Saat ini Sieg sedang berpiki untuk menyelesaikan tentang Asuna. Pertama, Senjata untuk Asuna tidak ada. Karna Ketika pertama kali terpanggil Rapier miliknya tidak terbawa.


Lalu, Skill yang dimilikinya. Sieg tidak ada waktu untuk memeriksanya karna Lelah dan tertidur selama beberapa jam.


"Partner Asuna"


...6. Asuna...


...Status...


...Nama : Yuuki Asuna...


...Level   : 1...


...Umur   : 17 Tahun...


...Ras      : Manusia...


...Title    : Teman Seorang Utusan Dewa, Hero, Senko, Mantan Wakil Ketua dari Guild 'Knight Of Blood'...


...HP   : 120.000/120.000 (60.000)...


...MP  : 60.000/60.000 (30.000)...


...STR : 9.000...


...DEF : 9.000...


...VIT  : 9.000...


...INT  : 9.000...


...Skill : Create Sword Skill (Info), Auto Recovery (Info), Speed Up (Info)...


"Yah. Walau sedikit rendah dari Status Kirito pertama kali dipanggil tapi Status Tertingginya Yaitu AGI. Kecepatannya juga setara dengan Kirito" Gumam Sieg


Memang kecepatan Yang dimiliki Asuna sangat tinggi namun itu tidak akan cukup. Pertama, Senjata biasa yang digunakan Asuna tidak ada. Kedua, Skillnya terlalu kurang.


Walau Asuna itu sangat kuat dengan statusnya sekarang yang dapat menandingi Pahlawan Tetapi yang Sieg takutkan itu adalah musuh yang dikatakan oleh Sung Jin Woo


Sieg akhirnya memutuskan untuk Membeli Pedang Tipis biasa Asuna. Jika ada Di Shop serta Skill khusus milik Asuna.


"Skill yang digunakan Oleh Asuna - san itu namanya 'Mother's Rosario?"


Sieg berusaha untuk mengingat untuk memastikan apa benar Namanya seperti itu?


Dan karna Sieg tidak terlalu suka memikirkan hal yang ribet - ribet. Sieg pun membiarkan namanya seperti itu.


Untuk membeli Skill itu dia harus meminta pertolongan System. Dengan Enggan dia memutuskan untuk berbicara dengan System.


"Sy - system?"


[....]


Tidak mendapatkan balasan dari System. Sieg sedikit merasa sedih.


System yang merasa Sieg sedikit sedih karna Ia tidak membalas Sieg pun akhirnya menjawab


[A - Apa?]


Mendapat balasan dari System. Sieg menjadi tenang walau hanya satu kata.


"Apa kau bisa membeli Original Skill yang dimiliki Asuna - san. Skill yang diberikan oleh Konno Yuuki Kepada Asuna - san"


Sieg sangat mengingat adegan itu. Baginya, Adegan itu salah satu Scene yang tersedih. Scene itu terus terukir di ingatannya. Banyak lagi Scene tersedih yang dia ingat Namun, Ia tidak mau terlalu terus memikirkannya


[Bi - bisa. Apa kau ingin membelinya sekarang]


"Iya. Dan Kalo bisa. Beli juga Rapier yang biasa digunakan oleh Asuna - san."


Tanpa Rapier biasanya. Nanti, Style Asuna yang biasa akan hilang. Pikir Sieg


...[Skill 'Mother's Rosario' Dibeli]...


...[Rapier 'Lambent Light Dibeli]...


...[Kesemua Item dan Skill yang dibeli disimpan di Storage]...


"Fuh. Selesai juga akhirnya. Akan kuberikan Skill dan Item ini kepada Asuna - san setelah makan bersama dengan Raja"


Tidak berselang lama Sieg mengatakan itu. Tempat Yang awalnya Bekas Medan Perang berubah menjadi Taman Yang sangat indah.


Cuma Sieg seorang yang berdiri Tidak jelas disitu. Dan untuk membuat Rasa Bosannya sedikit terisi, Dia berniat untuk istirahat di Taman itu karna Pikirnya tidak buruk Juga sesekali berada di taman dan menikmati pemadangan ini.


Kupu - kupu berterbangan, Kicauan Burung, Dan Suara yang dilakukan oleh hewan - hewan lainnya.


Sambil menikmati Pemandangan. Sieg mencoba untuk melihat Warna Mananya seperti apa.


Selama ini dia sedikit penasaran dengan Warna mananya. Dengan Mata Rinnegannya, dia bisa Melihat warna mana seseorang seperti yang dijelaskan sebelumnya.


Warna Mana Kirito      \= Hitam Keemasan


Warna Mana Asuna    \= Putih Keemasan


Warna Mana Ai            \= Putih kebiruan


Warna Mana Kurumi  \= Hitam kemerahan


Warna Mana Kurama \= Oranye, Tapi terlihat sangat menakutkan


Warna Mana Fudo      \= Tidak ada


Dan ketika dia memusatkan mata Rinnegannya kepada Dirinya sendiri. Dia sangat terkejut melihat Mananya sendiri.


Habisnya, warnanya berwarna Warni, Warna merah, Biru, Putih, Hitam, Ungu dan Banyak Lagi warna Mana lainnya mengalir keluar dari tubuhnya.


"Untung saja. Yang memiliki kekuatan Mata ini ini cuma aku. Jika orang yang memiliki mata sepertiku lalu melihat warna mataku. Bagaimana reaksinya nanti?" Ucap Sieg sambil tersenyum pahit.


Tapi, itu sedikit mustahil. Sangat jarang ada seseorang yang memiliki Mata seperti itu.


"Mungkin Aku akan tidur sejenak"


Sieg menyandarkan tubuhnya ke salah satu Pohon yang ada lalu memejamkan matanya


...************************...


Tanpa disadari Malam hari sudah tiba. Baik itu, Sieg dan yang lainnya. Mereka semua sudah bersiap - siap untuk menuju Ke Istana Raja.


Karna akan menarik perhatian jika mereka lewat jalan biasa. Sieg pun menggunakan Portal Rinnegannya untuk menuju Ke Istana


Kirito dan Sieg sebenarnya ingin mengenakan Pakaian Biasa Namun setelah dipaksa Ai dan Asuna. Mereka pun mengenakannya.


Sedangkan Kurumi, entah kemana dia pergi. Sieg sudah menyampaikan soal ini Namun, Kurumi membalas Dia memiliki sedikit urusan.


Walau merasa khawatir kepada Kurumi itu percuma. Tapi, Sieg tetap merasa khawatir jika seandainya Kurumi bertemu dengan Musuh yang Sung Jin Woo maksudkan.


Bisa saja Musuh itu memiliki kemampuan mengendali Karakter.


Tapi, setelah mendapatkan Kabar Dari Kurumi. Ia merasa sedikit tenang.


Kurumi melaporkan bahwa dia memerintahkan dirinya yang lain untuk mencari Informasi sebisa mungkin tentang dunia ini. Mau itu Lokasi Divine Beast atau semacamnya.


Kurumi sendiri tidak terlalu tertarik dengan Undangan Makan malam bersama Raja. Dan lebih memilih untuk mencari Informasi untuk perjalanan mereka nanti.


Terkadang Informasi itu sangat berguna dan dapat menyelamatkan Nyawa kita bukan?


Setibanya Sieg, Kirito, Ai dan Asuna di depan Gerbang Istana. Banyak Bangsawan tingkat tinggi - tinggi yang datang.


"Kelihatannya mereka juga diundang." Ucap Kirito.


"Heh. Aku pikir cuma kita yang akan diundang"


"Haaa. Sieg dan Kirito - kun benar - benar mirip"


""...""


"Sieg. Lihat. Ada Manisan!!"


Sieg terkejut mendengar kata Ai. Bagaimana tidak? Lokasi mereka sangat jauh dari dalam Istana tapi Ai dapat mengetahuinya walau jarak mereka jauh.


Mungkin saking sukanya sama manisan. Ai sampai memiliki skill Pelacak Manisan. Pikir Sieg


"Apa kita berpencar?" Tanya Kirito


"Menurutku. Lebih Bagus jika memasukinya bersama - sama. Kirito - kun" ucap Asuna


"Yah. Kalau begitu. Ayo" ucap Sieg sambil memegang Tangan Ai dan menariknya.


Wajah Ai memperlihatkan senyuman biasanya dan menjawab .


"Unm~"


Kirito dan Asuna yang terlihat tidak mau kalah juga berpegangan Tangan


"Ayo masuk. Asuna"


"Baiklah. Kirito - kun"


Mereka berdua pun memasuki Gerbang Istana itu. Banyak Gerobak yang terlihat mewah yang dapat dimengerti bahwa Gerobak Mewah itu pasti milik Bangsawan Kaya.


Dalam perjalanan menuju ke Istana. Prajurit yang menyadari kehadiran Sieg dan lainnya memberikan Hormat khas milik Prajurit.


Sudah wajar jika Sieg dan lainnya dihormati. Mengingat mereka semua sudah berperan besar dalam Kejadian yang dinamakan 'Necromancer'.


Nama kejadian yang diberikan oleh Raja sendiri dan tercatat dalam sejarah kerajaan ini.


Namun, tidak untuk kerjaaan lain. Karna tidak mempercayai bahwa Sieg dan lainnya yang melakukan itu


Setibanya mereka di dalam Istana. Banyak juga yang menyambut Sieg dan lainnya.


Sieg cuma dapat membalasnya dengan Senyuman dewasanya. Meski tubuhnya anak - anak.


Banya yang tergoda dengan senyuman Sieg. Begitu juga dengan Kirito. Ramai juga yang tertarik kepada Kirito.


Dan apalagi, Mata Rinnegan Sieg yang berada Bagian mata Kiri. Membuat orang bertanya - tanya namun tidak berani mendekatinya.


Sebuah Lagu yang indah dimainkan. Disitu Asuna Dan Kirito berdansa. Sedangkan Sieg dan Ai tidak karna tidak pintar berdansa.


Namun, Ai tetap memaksa Sieg untuk berdansa. Mungkin berbeda umur mereka berbeda Tapi Tinggi badan Sieg hampir menyamai Tinggi tubuh Anak berumur 10 Tahun dan Tinggi Ai juga tidak terlalu tinggi hingga membuat mereka cocok satu sama lain.


Sieg bersama Ai dan Kirito bersama Asuna. Ketika Lagu mulai dimainkan, Mereka pun berdansa bersamaan sampai membuat diri mereka menarik perharian para Bangsawan.


Tidak terlalu lama mereka berdansa. Walau ini pertama kalinya bagi mereka berdansa Tapi mereka dapat mempelajari dengan mudah.


Gerakan mereka mulai menjadi Elegan dan indah sampai - sampai membuat para Bangsawan tidak dapat mengalihkan perhatian mereka dari Sieg dan lainnya.


Begitu Lagu mencapai Klimaks.


Sieg, Ai, Kirito dan Asuna mengakhirinya dengan Anggun.


Setelah itu terdengar Tepukan tangan meriah yang ditujukan kepada Sieg dan lainnya. Wajah mereka semua memerah tidak sangka jika mereka menark banyak perhatian.


[Mendapatkan Title Penari Handal, Ai, Kirito dan Asuna mendapatkan Title yang sama]


Sieg tidak menyangka jika Title bisa didapatkan melalui Tindakan.


Tapi dia lebih memilih untuk saat ini menikmati Makan Malam bersama Raja.


Tidak lama setelah mendapatkan Pemberitahu dari System. Raja pun memperlihatkan dirinya.


Lalu menyampaikan pidato - pidato yang membuat mereka semua menikmati Pesta makan Malam ini.


Habis menyelesaikan Pidato. Mereka semua pun menikmati makanan yang ada di Dalam Istana tersebut.


"Sieg. Lihat. Makanan ini terlihat manis"


"Iya. Iya. Makan saja. Lagian semuanya ini semua dibuat untuk dinikmati" ucap Sieg yang melihat Ai antusias karna mendapatkan banyak Manisan di Istana ini.


Mereka pun memakannya. Sieg, Kirito, Ai dan Asuna berbagi meja. Karna setiap satu meja maka yang ditempati hanya Empat orang.


Sambil menikmati Makanan mereka berempat. Sempat juga Kirito dan Asuna saling menyuapi makanan. Melihat mereka berdua Sieg sedikit tersedak.


'Bisa - bisanya mereka saling Romantis di dalam Istana. Apa mereka sengaja?'


Tentunya Kirito dan Asuna tidak menyadari apa yang mereka berdua lakukan saat ini sangat menarik perhatian.


Ketika mereka berdua menyadari jika saat ini diperhatikan oleh semua yang hadir di istana. Wajah Asuna menjadi memerah. Dan Kirito melanjutkan memakan makanan pedas meski masih malu soal tadi.


Yang teringat soal tadi hanya Ai. Karna merasa sangat Iri apa yang dilakukan oleh Kirito dan Asuna. Ai mencoba untuk menyuapi Sieg.


"Sieg. Aaa~..."


Sieg sangat kaget melihat Ai menyuapinya. Tapi mau tak mau. Dia harus menerimanya.


"Aum..."


Sieg memakan manisan itu dengan wajah sedikit memerah. Kirito mulai memasang wajah jahil dan Asuna jadi memerah karna teringat Soal tadi.


Ai merasa sangat senang karna berhasil dapat menyuapi Sieg.


"Ada apa? Kau terlihat sangat senang?"


"Hehehe... Ai dapat menyuapi Sieg pertama kali. Ai sangat bahagia di dunia" ucapnya sambil merangkul tangan Kanan Sieg.


"Be - begitu.. jika kau bahagia baguslah." Ucap Sieg yang tidak terbiasa dengan posisinya.


Memang Sieg sudah berpacaran tapi tidak sampai ke tahap dimana dia dirangkul oleh Ceweknya sendiri.


"Oh iya. Aku lupa menyampaikan sesuatu kepadamu Asuna - san"


"Hmm? Apa yang ingin kau sampaikan?"


"Aku ingin memberi senjata kepada Asuna - san dan Beberapa Skill. Karna kita akan memulai perjalanan kita."


"Baiklah. Aku mengerti. Terima kasih Sieg."


Kirito menjadi sedikit khawatir Tentang Asuna mendengar kata Skill. Karna Prosesnya sangat menyakitkan seakan terkena serangan mental.


Bagi Kirito yang sudah bertarung Boss mempertaruhkan nyawanya di Lantai 74. Rasa Sakit yang didapatakan olehnya berkurang Namun bagaimana dengan Asuna?


"Soal Rasa sakit itu kau tidak perlu khawatir Kirito"


"Haa. Baiklah."


Mereka kembali menikmati makanan yang disediakan di hadapan mereka semua.


'Aku harap Kurumi juga menikmati ini... dan System juga...'


...*********************...


Begitu, makan bersama selesai. Sieg dan yang lainnya dipanggil oleh Raja untuk membicarakan sesuatu yang penting.


Dengan senang hati mereka menerimanya dan menuju ke Ruangan yang terlihat Ruang Tamu biasa pada umumnya.


Tibanya mereka disana. Tanpa basa basi mereka langsung memasuki kamar itu sambil berkata permisi...


Setelah Pintu dibuka oleh Sieg. Terlihat, Pak Tua, Istri di sampingnya dan Gadis Cantik sedang memasang wajah kesal.


"Ah. Sudah datang. Silakan duduk disini" ucapnya sambil mempersilahan Sieg dan lannya duduk di Sofa lembut.


"Jadi ada apa Yang Mulia." Ucap Sieg ke intinya.


"Jadi besok kalian akan berangkat?"


"Begitulah. Aku harus menjadi Lebih Kuat karna ini adalah Janji dengan seseorang"


"Pasti sulit memegang Tugas Sebagai Utusan Dewa."


"Yah. Memang Sulit Sih tapi.... Aku memiliki Rekan - rekanku yang dapat kubagikan beban yang kutanggung" ucap Sieg sembari menatap Ai, Kirito dan Asuna.


Mereka bertiga cuma membalas dengan Senyuman.


"Begitu. Jadi ini adalah Sifat yang dimiliki seorang Utusan Dewa. Baiklah, Aku tidak akan menganggu mu lagi. Tapi jika kalian memerlukan bantuan. Dengan senang hati, 60.000 Prajuritku akan segera membantu"


"60.000? Itu terlalu Berlebihan" ucap Sieg sambil tersenyum pahit.


"Hahaha. Cuma ini yang dapat kami lakukan kepada Utusan Dewa. Selain itu, dapat mati sebagai Prajurit Utusan Dewa saja membuat kami merasa terhormat. Dan asal anda tau, dapat berbicara dengan anda depan mata sudam membuatku dapat Mati dengan Tenang"


"Jika saat itu tiba. Maka aku akan mengunjungimu. Dan menyelamatkanmu" Canda Sieg


Raja kembali tertawa terbahak - bahak. Sudah sekian lama sejak dia dapat bercanda dengan seeeorang.


Istrinya juga tersenyum melihat suamminya seperti ini sedangkan Si Putri atau Miya. Terlihat sedikit sedih melihat Kepergian Kirito.


"Lalu. Bagaimana dengan Tentang -"


"Tunggu dulu Yang Mulia. Sebelum itu aku  akan mengatakan sesuatu"


"Hmm. Apa itu" sambil memainkan janggutnya


"Apa tempat ini memiliki Yang namanya 'Perbudakan'?" Ucap Sieg memastikan


"Aku sudah mendengar itu namun, aku tidak dapat menemukan siapa yang melakukan itu. Meski aku mengerahkan semua Prajurit ku"


"Jadi Begitu." Sieg merasa sedikit kecewa Karna Tidak dapat mengetahui apa - apa tentang itu.


Kenapa Sieg menanyakan itu? Itu dikarenakan untuk memperingatkan untuk berjaga - jaga kepada Raja. Tentang keselamatan Anaknya.


Entah kenapa Sieg tidak dapat menemukan Lokasi mereka dengan Map. Pasti ada dalang yang luar biasa di belakang Kelompok yang dimaksudkan itu.


"Tak kusangka. Bahkan Utusan Dewa tidak dapat menemui mereka semua."


"Yah. Daripada Bergantung pada aku terus mending Bergantung pada Diri kalian sesekali"


"Hahaha!! Benar juga. Jika kami bergantung pada Diri anda terus. Maka Kerajaan kami tidak pantas disebut salah satu kerajaan terkuat. Terima Kasih sudah mengingatkan si Pak Tua ini"


"Sama - sama."


Mereka ke Topik selanjutnya. Topik selanjutnya sudah tentu soal Tentang Miya


"Sekarang. Tentang ini. Akan dijawab Oleh Kirito" ucap Sieg sambil berdiri dari Tempatnya namun langsung dihentikan oleh Kirito.


"Hmm?"


Kirito menarik Nafas dalam - dalam lalu menghembuskannya keluar.


"Tidak perlu. Aku akan memberikan jawaban sekarang juga Yang Mulia."


Raja tersenyum melihat Tatapan serius Kirito.


Ketika Kirito ingin memberikan jawaban. Semua itu langsung dihentikan Oleh Miya Felix


"Ti - tidak perlu menjawab. Aku sudah tau.."


"Putriku. Apa kau tidak apa - apa dengan ini?"ucap Ibunya


"I - iya..."


Kirito memperlihatkan wajah yang sedikit Bersalah. Asuna yang menyadari itu langsung berada di samping Kirito.


"Haa. Kirito - kun. Jika soal Perempuan, pasti merasa lemah. Tidak boleh seperti itu Kirito - kun" ucapnya sambil bertingkah Seorang emak - emak memarahi Anaknya.


Kirito cuma terdiam mendengar Ceramah dari Asuna Okaa - san.


Dan Ketika ceramahnya selesai. Dia melirik ke arah Miya.


"Kalau tidak salah. Kau bernama Miya Felix kan?"


"I - iya. "


"Perkenalkan. Namaku Yuuki Asuna. Seperti yang kau lihat. Aku kekasih Kirito - kun. Tapi aku tak menyangka. Selain diriku, ada orang lain juga menyukainya."


"..."


"Ah. Jangan takut. Aku tidak memarahimu. Tapi sangat berterima kasih denganmu. Dengan ini, aku dapat mengetahui lebih dalam tentang Kirito - kun. Dan sebagai Rasa Terima Kasihku, Kau dapat mendekati Kirito - kun tetapi, jangan melebuihi Batas. Dan jika kau dapat membuat Kirito - kun Menyukai mu. Aku tidak keberatan akan hal itu. Bagaimana dengan itu?"


"A - asuna - san. Ini berarti kau tidak keberatan jika Kirito memiliki Istri lain" ucap Sieg kaget.


"Aku sendiri juga tidak mau. Kirito - kun memiliki Istri kedua. Tapi setelah melihat Mata Perempuan ini yang bersungguh - sungguh ingin bersama dengan Kirito - kun. Aku tidak masalah Soal itu. Selama Kirito - kun juga menghabiskan Waktu bersamaku dan Ingat!!. Itu akan terjadi jika Kirito - kun juga menjadi Menyukai mu. Aku tidak mau Kirito - kun menjadikanmu Istri keduanya hanya karna merasa kasihan"


"Te - terima kasih karna memberikan saya kesempatan"


"Hmm. Seperti itu bagus" Ucapnya sambil tersenyum lalu kembali menuju ka Ai dan memainkan mengelus - ngelus rambut indah Ai.


Raja itu tersenyum begitu juga dengan Istrinya.


"Oh iya. Tapi bagaimana caranya Putriku memiliki Kesempatan untuk membuat Pemuda itu menyukai Putriku jika Pemuda itu tidak ada disini?"


"Ah. Soal itu anda tidak perlu khawatir. Kami juga akan sering - sering Mengunjungi kerajaan ini."


"Begitu. Jika memang benar begitu kami sangat bersyukur."


Sieg cuma tertawa Kecil. Sedangkan Kirito masih tidak percaya apa yang Asuna katakan.


"Jadi. Karna sudah tidak ada lagi urusan yang harus kami lakukan disini. Kami akan pulang."


"Baiklah. Dan Ngomong - ngomong sebelum itu bisakah Saya bertanya sesuatu?"


"Apa yang ingin kata tanyakan?"


"Sebenarnya.... apa yang terjadi Dengan mata Kiri anda?" Ucap Raja dengan wajah Yang penuh tertarik


Seketika itu juga semuanya menatap Ke Sieg kecuali Kirito yang sudah tau dari awal Kekuatan Mata itu.


Sieg pun terpaksa menjelaskan Tentang matanya


***********************


Sesampainya Sieg dan yang lainnya di Mansion mereka semua. Mereka semua langsung memasuki Kamar mereka masing - masing tapi khusus untuk hari karna hari ini adalah hari terakhir mereka tinggal.


Mereka memutuskan untuk tidur bersama. Namun, tidurnya itu berbeda dari tidur yang dipikirkan yaitu Asuna Dan Kirito akan  tidur sekamar. Sieg dan Ai akan tidur bersama di kamar Sieg sendiri.


Walau Sieg dan Kirito merasa sedikit keberata tetapi mau bagaimana lagi? Semua ini permintaan Seorang Pacar dan Gadis Imut.


Terpaksalah mereka tidur bersama.


Sieg pun memasuki kamarnya Bersama Ai tapi....


Begitu Kamar Sieg terbuka. Terlihat sosok yang Sieg kenali. Siapa lagi kalau bukan Kurumi.


Dan karna Ai sangat ingin tidur bersama Sieg. Dia pun menarik Sieg naik ka atas Kasur tanpa menyadari kehadiran Kurumi.


Jadi ketika Mereka bertiga bersama - sama berada di atas Kasur. Ai pun menyadari kehadiran Kurumi namun, Ai cuma tersenyum pikirnya tidak ada salahnya tidur bersama asalkan Ada Sieg di sisinya.


Tapi, Setelah Ai tidur dalam mimpi indah. Di saat itu juga mulailah Kurumi menggoda Sieg sampai Tidak kuat menahan Godaan Kurumi  yang dewasa itu.


Untung saja Ai berada di kamar itu. Jika tidak ada mungkin akan terjadi hal yang tidak dapat dibayangkan.....


...***********************...


Keesokan Harinya


Pagi sudah tiba. Semua persiapan mereka sudah selesai. Pemberian Skill kepada Asuna dan Senjatanya selesai.


Dan Tidak terasa sakit sama sekali karna level Sieg meningkat.


Setelah semua alat - alat yang mereka miliki perlukan sudah dimasukkan kedalam Storage mereka pun Mulai berangkat. Sieg memakai Topeng Kitsunenya, Ai diberikan Jubah penyihir, Kurumi Seperti Biasa hanya berada di samping Sieg seperti seorang Pelayan pribadi, Kirito dan Asuna memakai perlengkapan mereka seperti biasa.


Ramai Yang menghantarkan Sieg dan lainnya. Ada merasa sedih, Bahagia karna Kepergian Sieg. Mungkin, yang paling parah adalah Si Putri karna Lelaki yang dia cintai akan pergi.


Setiba di dapan Gerbang yang biasanya dilalui orang Normal. Mereka semuapun mengucapkan Kata Perpisahan kepada mereka semua.


"Sampai ketemu lagi di masa depan" ucap Sieg sambil melambaikan tangannya.


Begitu Juga, Ai, Kirito, Kurumi dan Asuna mereka berlima melambaikan tangan mereka.


Prajurit yang gagah itu memulai gerakan yang Menandakan mereka tidak akan lupa kejadian ini. Dan Menghormati mereka semua.


Raja sendiri juga yang Menghantarkan Sieg dan lainnya sampai ke luar gerbang.


Melihat Utusan Dewa Dan Orang yang mungkin jadi calon menantunya meninggalkan kerajaannya merasa sedikit sedih namun dia harus tetap Kuat. Karna Sieg dan lainnya pasti mengunjungi Kerajaannya kembali.


...*********************...


Setelah Jarak Mereka antara Kerajaan Felix sudah jauh. Mereka pun langsung berlari - larian mencari Monster.


"Apa benar ada Monster yang kuat Kurumi?"


"Ya. Tidak salah Lagi Sieg - san dan Ini adalah Salah satu Divine Beast yang berada di Urutan 9"


"Jadi Kita akan menjadikan Divine Beast itu sebagai percobaan. Untuk kali ini biar Asuna - san dan Ai yang melawan Divine Beast itu. Dan Asuna - san jangan membunuhnya dengan Skill 'Mother's Rosario"


"Benar Asuna. Jangan terlalu berlebihan"


"Kau pikir Aku ini apa Ki - ri - to - kun" ucap Asuna sambil tersenyum mengerikan


Sieg dan lainnya tertawa Kecil.


"Ai tidak masalah dengan Ini kan?" Tanya Sieg.


"Tidak sama sekali. Ai juga tidak ingin selalu berlindung di belakang Sieg"


"Bagus. Jika Ai dalam Bahaya. Aku akan melindungimu"


"Unm~ terima kasih Sieg."


"Ehem. Ai - chan, Sieg - san. Kelihatannya kita akan tiba tidak lama lagi"


""Eh??""


Mereka tesenyum canggung


Sieg menggelengkan kepalanya. Dia harus menyelesaikan ini semua lalu ke tujuan selanjutnya...


"Yosha. Semuanya mari Kita mulai pertualangan Kita!!" Ucap Sieg dengan Penuh semangat.


Mendengar Sieg mengucapkan kalimat itu dengan semangat Mereka semuapun menjawab.


"""""Iya!!"""" Jawab mereka semua bersemangat


Dan Petualang mereka yang pertama dimulai disini......


...******************...


Akhirnya!!! selesai Juga!!. Dan Thor memecahkan Rekor terbaru. 5550 Kata!!!


Buset.. Gila Banget. Ini Chapter sampai 5000 Kata lebih. Makanya Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang. Thor akan update jika Likenya memuaskan, atau Votenya.


Dan Akhirnya Sieg mulai Mengelilingi Dunia. Thor sendiri juga Penasaran Dengan Petualangan Sieg sendiri walau Thor yang Buat. Mungkin ada yang sama dengan Thor.


Jika kurang memuaskan. Kalian bisa beritahu di Kolom Komentar dan Jika Likenya dikit, Thor bakal lama Update.


Makanya Dilike.. Jangan Mampir Baca Doang. Taukah kalian Butuh berapa Jam untuk Tulis 5000 lebih kata?


Supaya Updatenya sangat Cepat. Lakukan seperti Yang Thor katakan di atas☝️☝️


See You In The Next Chapter 😁😁😁👋👋👋