
Maaf Karna Gak Update kemarin. Karna lagi mikirin Adegan Pertarungannya dan ini adalah Hasilnya. Silakan Dinikmati. 🙏🙏🙏
Dan jangan Lupa dukung Cerita Saya dengan Cara Like, Komen, Vote, Rate 5 Bintang, dan Share
...**********************...
Kurama Langsung mengayunkan Katananya secara Vertikal dari bawah Ke atas untuk menebas Ayu yang berada di udara tanpa mempedulikan keradaan Iblis yang berada di sekitarnya.
Katana yang Kurama Ayunkan itu sangat kuat sehingga Langit yang gelap tadi menjadi Gelap namun...
KRING!!!
Katana Essence Flame Kurama ditahan oleh Dinding Tak terlihat saat Katana Kurama Hampir bersentuhan dengan tubuh Ayu.
Tentu saja Kurama sangat terkejut melihat Ini bahkan Kirito dan Asuna yang menyaksikan Itu dari Pundak Kurama sangat Terkejut.
Kirito dan Asuna pun lalu terbang dengan sayap Springgan dan Sayap Malaikatnya sembari Menyiapkan Sword Skill serta menggunakan Beberapa Sword Skill dan Mengaktifkan Beberapa Skill yang mereka semua Miliki.
Auto Recovery, Power up, Speed Up, Godspeed, dan banyak lagi untuk meningkatkan Kekuatan mereka berdua.
Phoenix pun menyerang Dengan Menggunakan Bola Api raksasa yang dapat menghancurkan Satu Kerajaan dalam satu kali serangan.
Kirito Langsung melesat menuju ke arah Ayu dengan Niat membunuh yang kuat
Di sekeliling Kirito muncul berbagai Panah yang berbeda Elemen.
Kesemua Panah tersebut langsung melesat dengan Kecepatan Yang luar biasa.
Tetapi, Semua Panah Elemen itu dipatahkan Oleh Ayu karna masih memiliki Pelindung Tak Terlihat.
Karna Panah Elemen tidak berguna untuk melawannya. Kirito sendiri yang menghadapinya dengan Pedang Yang tadinya Elucidator berubah menjadi pedang Night Sky Sword.
Ketika, Pedang Kirito ingin menyentuhi Kulitnya. Lagi - lagi Dinding tak terlihat itu menghalangi semua serangannya
Dan Tepat, Kirito menatap Mata Ayu. Di saat itulah Tubuh Kirito langsung terasa seperti terkoyak dan muntah darah.
Tentunya Asuna dengan segera mendekati Kirito karna khawatir dengan Kirito. Namun, Serangan yang terkena kepada Kirito tadi beralih kepada Asuna.
Apa Yang Asuna rasakan saat ini sama seperti Keadaan Kirito. Tubuh mereka Terasa Terkoyak - koyak dan bahkan Muntah darah. Tapi, lebih parah dari dari Kirito.
Pemandangan ini sangat mengerikan. Meski Kirito dan Asuna menggunakan Wujud Terkuat mereka berdua. Mereka masih tidak berdaya untuk melukainya Walaupun menyentuhinya.
Melihat Pemandangan Ini. Kurama merasa marah dan mengeluarkan Bijuu dama tapi, dia akan mengurangi Dampak ledakannya karna Kirito dan Asuna masih berada di dekatnya.
"Mati!!"
Bola Hitam keluar dari Tubuh Kurama dan Saat Dia ingin menembakkannya entah Mengapa. Di perutnya terasa sangat sakit dan ketika menoleh ke arah perutnya.
Mata Kurama menjadi Terbelak karna Di Perutnya ada Satu Ular besar yang memasuki Perut Kurama.
"Ular Sialan!!"
Kurama Berniat untuk menebasnya Namun, Ayu langsung mengeluarkan Bilah Angin yang besar dan Bilah Angin tersebut mengenai Tubuh Kurama.
Kurama yang terkena Oleh Bilah Angin dahsyat itu terlempar sangat Jauh. Bahkan Essence Flame yang melindunginya kini Memudar akibat menahan Bilah Angin barusan.
Sulit dibayangkan. Kurama yang dalam Wujud Bijuu Mode itu terlempar jauh hanya karna Disebabkan Oleh Gadis kecil!!
Kurama yang berada dari Kejauhan ingin menyerang Namun, Dia sama sekali tidak dapat menggerakkan Tubuhnya dikarenakan Ada Akar menjerat Tubuhnya serta Tiga Golem besar seukuran Tubuh Kurama tercipta.
Ketiga - tiga Golem itu mulai meninju - ninju ke arah Kurama. Kurama yang merasa kesal menembakkan Bijuu dama.
Dan Apa yang Kurama lakukan itu tidak membuahkan hasil karna, Tubuh Golem itu bisa beregenerasi. Melihat Golem itu dapat beregenerasi. Kurama menjadi Teringat dengan Tusk yang merupakan Shadow Soldiers Sung Jin Woo.
Yang Tersisa Saat ini cuma Phoenix. Ia tidak perlu khawatir dengan Kondisi Kirito dan Asuna saat ini karena Mereka berdua akan abadi sementara.
Dan Menargetkan Para Golem yang meninju Kurama.
Phoenix pun mengeluarkan 3 Bola Api raksasa sesuai dengan Jumlah Golem yang menyerang Kurama.
Bola Api itu lalu melesat Ke Golem itu satu per satu hingga Ledakan Beruntun terdengar yang bahkan Dapat membunuh Dewa.
Makhluk Biasa pasti sudah mati oleh Bola api itu tapi, Ketiga Golem itu masih dapat pulih walau sudah terkena Bola Api dari Phoenix.
Para Golem itu menukar sasaran Dari Kurama tadi ke Phoenix dan Mendekati Phoenix.
Tentunya Phoenix tidak akan duduk diam melihat dirinya akan diserang oleh Para Golem dan terbang ke langit - langit.
Di atas langit - langit. Phoenix terus mengeluarkan Bola Api dengan Tujuan untuk mengulurkan Waktu.
Pada Kesempatan itu. Sekali Lagi, Tubuh Kurama Diselimuti oleh Essence Flame. Akar Yang menjerat Tubuhnya langsung terbakar begitu menyentuhi Essene Flame.
Kurama Pun memanggil Katananya kembali dan menebas Para Golem itu. Tapi, tidak peduli berapa Kali Bola Api diledakkan oleh Phoenix dan Ditebas oleh Kurama.
Para Golem itu masih dapat Pulih dan Tanpa mereka sadar bahwa Jumlah Golem bertambah menjadi Sepuluh.
Kini keadaan Berbalik. Kurama yang merasa yakin Dengan kemenangannya mulai Merasa Ragu untuk sesaat.
Begitu Juga dengan Phoenix.
Di Tempat Kirito dan Asuna
Kirito dan Asuna sangat beruntung karna sudah mengaktifkan Skill Auto Recovery mereka dan mendapatkan Tubuh Abadi Sementara.
Namun, meski mereka dapat Pulih. Tetapi, Rasa sakit yang mereka dapatkan itu sangat mereka ingat.
Akan terdengar Bohong jika Rasa Sakit seperti itu dilupakan begitu saja.
Kini, Kirito dan Asuna terus menyerang Ayu. Tetapi, Tidak ada yang bisa mereka berdua lakukan dikarenakan Oleh Kekuatan Musuh.
Pertama mereka harus menghindari bertatapan mata dengan Ayu dan Harus menghancurkan Pelindung tak terlihat itu.
Tapi, mereka masih lagi Ragu. Meski Pelindung Tak terlihat itu sudah hancur
Bagaimana dengan Kekuatan Sejati Ayu?.
Kemungkinan Besarnya. Ayu Masih belum serius Untuk memperlihatkan Kekuatan yang sesungguhnya.
"Kirito - kun. Aku akan mencoba mengancurkan Dinding itu dengan seluruh kekuatanku" ucap Asuna menetapkan Hatinya.
Kirito menjadi ragu dengan Asuna karna sangat khawatir terhadap Diri Asuna. Karna Dinding tak terlihat itu Berada di dekat Ayu dan Jika Asuna bertatapan Mata dengan Ayu dalam jarak sedekat itu. Pasti Asuna akan merasa sangat Terluka yang paling parah.
Tetapi, Melihat Asuna yang bersungguh - sungguh ingin melakukan Hal tersebut. Kirito terpaksa pasrah.
"Baiklah." Ucap Kirito mengigit Bibirnya.
Asuna Mengerti dengan Perasaan Kirito saat ini. Siapa yang tidak berperilaku seperti Kirito saat melihat kekasihnya akan mendapatkan luka parah.
Mendapatkan Izin dari Kirito. Asuna lalu Membuat Dirinya terselimuti oleh Aura Ungu indah.
Separuh Aura Ungu itu menyelimuti Pedang Asuna yang bernama 'Radiant Light'
Dan Melesat dengan Kecepatan yang tidak dapat dibayangkan.
Asuna menatap Tajam ke arah Dinding itu walau tidak terlihat namun, Asuna dapat merasakannya. Dinding itu mungkin akan Otomatis Aktif jika Ada serangan Datang.
Oleh Karena itu, Asuna akan menggunakan Satu - satunya yang menjadi Kartu Asnya selain Wujud 'Stacia Mode'. Yaitu, 'Mother's Rosario'
Original Skill yang menggunakan Belasan Tusukan Beruntun dan mematikan.
Meski musuh memiliki Pertahanan mutlak. Tetapi, Setiap satu Tusukan itu dapat menembusi Pertahanan Mutlak
Dan Yang berada Asuna hadapi ini adalah Pertahanan yang melebihi Kata 'Mutlak'. Dan Dia akan menggunakan Kesemua MPnya untuk Skill ini agar Kerusakan yang dikeluarkannya Meningkat.
Tanpa Buang masa lagi. Asuna langsung Melancarkan Serangannya dan Mengaktifkan Mother's Rosario
Lalu, Pedang Asuna yang bercahaya itu Menusuk 5 Tusukan Beruntun ke Dinding itu dan meski hanya sekilas, Tetapi, Asuna dapat mendengarkan Suara yang retak - retak.
Dan langsung melanjutkan Tusukan Selanjutnya.
Asuna Berpindah tempat dari yang berada di depan Ayu ke Belakang Ayu dan setelah berpindah tempat Asuna pun melancarkan Tusukan Mematikan itu yakni 5 Tusukan Beruntun yang menargetkan Bagian yang berbeda.
Tusukan yang Asuna lakukan Barusan seharusnya digunakan kepada Manusia. Tetapi karna yang dia lawan ini bukanlah Makhuk Hidup.
Maka dia akan membayangkan Dinding tersebut sebagai Makhluk Hidup yang harus dibunuh di dunia ini mau bagaimanapun!!
Dua tusukan menusuk ke atas, Duanya lagi Menusuk ke Bawah dan Tusukan Satu yang satunya lagi menusuk ke depan.
Semua tusukan itu benar - benar membuat Retakan pada Dinding karna terdengar jelas dari suara yang dinding itu keluarkan.
Tapi, Ayu juga membuat Pergerakan dan ketika matanya bertemu dengan Mata Asuna.
Tubuh Asuna mengeluarkan Darah dari mata Kirinya, Tangan Kirinya putus, dan beberapa Anggota Tubuhnya juga terluka parah.
Asuna terlihat sangat Tersiksa mendapatkan Luka itu. Semuanya terlihat sangat Jelas di wajahnya yang menahan Rasa Sakit.
Dan Melanjutkan Tusukan Terakhir yang mengandungi semua MP Asuna.
Asuna Menusukkan Pedangnya ke arah Dinding itu dan Terjadilah Gelombang Angin.. yang sangat kuat atau bahkan Tusukan Itu sampai menembusi Dinding tersebut dan Hampir mengenai Wajah Ayu.
Krak
Terdengarlah Suara Retakan yang menandakan jika apa yang Asuna lakukan tadi Membuahkan Hasil.
Dan Asuna pun kehilangan kesadarannya dan Lukanya tidak dapat pulih karna Luka itu hanya dapat disembuhkan Dengan Sihir Penyembuh Tingkat Tinggi.
Kekuatan Abadinya pun hanya dapat memulihkan beberapa Bagian tubuhnya.
Asuna jatuh dari langit dan Ditangkap oleh seorang Pemuda berambut Hitam dengan Mata yang hitam itu berubah menjadi Kuning.
Pemuda Itu lalu turun ke darat Dan meletakkan Tubuh Asuna di Tanah itu
Setelah Meletakkan Tubuh Asuna itu dengan Perlahan - lahan
Pemuda itu mengeluarkan Aura yang mengerikan dan bibirnya berdarah seakan - akan Ia sudah mengigit bibirnya dengan Kuat.
Aura itu dapat dimengerti jika aura itu adalah Aura kemarahan, Kebencian, dan Niat Membunuh.
"Tidak akan Kumaafkan" Ucap Kirito dengan dingin.
"Kau!! Tidak akan pernah Kumaafkan!!!" Ucap Kirito yang pertama Kali Marah sembari dengan Dua pedang yang bercaya diaktifkan Sword Skill.
Kirito langsung terbang ke arah Ayu karna cuma ini satu - satunya kesempatan bagi dirinya untuk menyerang Habis - habisan setelah pelindung tersebut Hancur.
"Aarrrrrggg!!"
Kirito mulai menebaskan Pedangnya namun, Begitu Dia melihat Mata Ayu. Tubuhnya mengeluarkan darah tapi, walaupun begitu. Kirito tetap Melanjutkan serangannya.
"Starbust... Stream!!"
Kecepatan Kirito meningkat dratis dan dia menggabungkan Beberapa kesemua Skill Pasif atau Aktif kepada tubuhnya membuat kekuatan yang berada di tubuhnya meningkat berkali - kali lipat.
Kirito mengayunkan kedua pedangnya dan menargetkan Titik Buta Ayu.
Setiap tebasan itu dapat membuat musuh mati Menggenaskan. Dan baru saja Ayu menahannya dengan membuat Dirinya terbang menjauh.
Kirito tidak membiarkan Ayu terbang menjauh dan Terus melancarkan serangannya karna Kebencian yang menyelimuti dirinya saat ini.
Pedang biru Kirito bernama Blue Rose Sword itu hampir mengenai Tubuh Ayu namun, Ayu dapat menghindarinya dengan meningkatkan Kecepatan Menghindarnya.
Tetapi, Meski begitu. Kirito tetap melancarkan serangan. Tentunya, Ayu langsung terbang menjauh.
"Tidak akan kubiarkan!!"
Kirito memutarkan tubuhnya seperti Gasing dan Terus berputar hingga Pedang Night Sky Sword itu hampir mengenai Leher Ayu.
Dan di saat itu juga. Ayu, mengeluarkan Petir menyambar Dari langit tanpa menggerakkan jarinya.
Bisa dibilang, Jika Ayu memikirkan apapun yang dia inginkan maka itu akan benar - benar terjadi. Tetapi, itu hanya berlaku selama dia Mengendalikan Alam.
Tentunya, Kirito tidak menduganya. Padahal sedikit lagi, Pedangnya ingin menebas Ayu.
Petir yang menyambar dari langit membuat Kirito terpaksa Menggunakan Tebasan Terakhirnya untuk menahan Petir itu.
Tebasan Kirito mulai menahan Petir itu dan Tiba - tiba..
"Guhakk..."
Kirito mengeluarkan setengguk darah dari mulutnya. Dan dia melupakan, Kehadiran Ayu yang di depannya karna berusaha untuk Menahan Petir yang menyambar.
Saat melihat ke sumber alasan dirinya mengeluarkan darah. Matanya menjadi Terbelak.
Bagaimana tidak? Karna Tangan Ayu saat ini menembusi Jantung Kirito dan Tangan Ayu mulai membekukan Tubuh Kirito.
Setiap Detik yang terlewati, Kirito meneteskan Darah - darah dari tubuhnya seperti air hujan yang turun dari langit.
Dan skill Auto Recoverynya berhenti aktif, Begitu juga dengan berkah keabadian yang diberikan oleh Phoenix.
Tapi....
"Tidak akan kubiarkan semuanya berakhir disini!!" Ucap Kirito dan Mengangkat Kedua pedangnya meski Tangan Ayu masih menembusi Jantungnya.
"Release Recolection!!!"
Pedang Blue Rose Sword mengeluarkan sejumlah Es serta Bunga - bunga yang indah lalu mengikat Tubuh Ayu
(Author : Gif ☝️☝️☝️)
Tetapi, bagi Ayu yang dapat mengendalikan Elemen Es. Es itu langsung Hancur seketika
Namun, Kirito masih lagi melanjutkan hntuk menyerang.
Tangan Kanan Kirito yang memegangi Pedang Night Sky Sword mengeluarkan Energi Hitam keungu - unguan. Lalu mengangkatnya ke atas Langit.
"Belum cukup.." Ucap Kirito dingin
Kemudian, Energi Night Sky Sword itu naik ke atas langit menembusi awan - awan dan langit menjadi gelap seperti Malam Hari.
(Author : Gif ☝️☝️☝️)
Serta ada banyak Bintang Berkedip - kedip membuat Malam hari menjadi sangat indah.
"Akan Kuakhiri.."
Kirito lalu Membuat Langit malam tersebut mengeluarkan Sejumlah Energi yang lebih besar dari Energi Night Sky Sword Tadi.
Energi itu mengenai Telak Tubuh Ayu dan Tanpa sengaja Ayu melepaskan Kirito untuk menahan Serangan berbentuk Energi Hitam Keungu unguan.
Kirito yang jatuh dari langit mulai memejamkan matanya secara perlahan - lahan akibat tidak tahan untuk menahan Rasa sakit di dadanya dan Darah yang mengalir dari Jantungnya.
Bahkan dia pun tidak dapat mendengarkan Jantungnya berdetak lagi.
Dan tidak dapat merasakan kesemua inderanya layaknya orang Yang akan bertemu dengan ajalnya.
Dalam Kondisi tubuhnya seperti itu. Ada seseorang yang datang menangkapnya.
Sosok itu memiliki warna mata kuning di bagian mata Kirinya dan banyak sosok seperti dirinya terbang layaknya memiliki Saudara kembar.
Namun, Tidak mungkin ada makhluk di dunia ini yang memiliki saudara Kembar sebanyak itu.
Sosok itu adalah Kurumi.
Kurumi segera menuju ke sini karna tanda - tanda kehidupan Kirito berkurang dan Dirinya sedikit kesal duduk diam melihat Pertarungan dimulai.
Kemudian Kurumi memerintahkan Dirinya yang lain untuk menjaga Tubuh Asuna dan Kirito.
Tidak lupa juga Dia memundurkan waktu kepada Tubuh Kirito dan Asuna tapi, hasilnya nihil Karna setiap luka yang didapatkan dari Ayu itu sangat tinggi yang sudah mencapai ke tingkat dimana yang bahkan Kurumi tidak dapat menyembuhkan Luka tersebut.
Pertama kalinya dia mendecakkan lidahnya dan menatap ke arah Ayu yang masih lagi Terkena Energi Night Sky Sword.
Dan ketika Energi Itu berakhir. Kurumi mulai memperlihatkan wajah Psikopat khususnya karna tidak tau mau terkejut atau ketakutan pasalnya bahkan setelah terkena serangan Mematikan dari Kirito.
Ayu, sama sekali tidak mendapatkan Luka di Tubuhnya bahkan memarpun tidak ada.
Darah di tubuh Kurumi terasa seperti mendidih dan Ingin sekali dirinya membunuh Gadis di depannya dengan kedua tangannya sendiri.
Kurumi kemudian Terbang ke langit dan menggalkan Kirito dan Asuna di tanah datar itu. Tidak lupa juga dia meninggalkan Dirinya yang lain untuk melindungi Tubuh Kirito dan Asuna.
"Berhati - hatilah diriku".
"Ara. Jarang sekali, diriku yang lain memperingati diriku yang asli"
"Ufufu. Meski kita tidak dapat mati. Tetapi, menahannya juga memiliki Batas.."
"Apa yang kau katakan itu tidak salah.. untuk saat ini, yang harus kita lakukan adalah Mempercayai Diri kita yang lain"
Setelah mengatakan itu. Kurumi yang asli terus menatap ke arah Ayu dengan wajah Psikopatnya.
Tepat di hadapan Ayu. Kurumi menyiapkan Pistol dan senapannya serta beberapa Klon atau dirinya yang lain berkumpul di sekelilingnya.
"Sekarang. Mari kita mulai Ayu - san. Kihihihi!!"
Setelah mengatakan itu. Kurumi asli beserta Klonnya menembakkan Pistol dan senapan.
Ayu seperti biasa hanya diam di langit dan terlihat seolah - olah sengaja memberikan Kesempatan kepada Musuh.
Tapi, meski Kurumi tau serangannya Tidak berguna kepada Ayu. Dia masih lagi menembakkan Pelurunya
"Zafkiel Peluru Pertama "
Kecepatan Yang Kurumi miliki itu meningkat meski tidak seberapa.
Sekilas. Ribuan Petir menyambar Tubuh Kurumi satu Per satu diikuti menyambar Dirinya yang lain
Tentunya Kurumi tidak akan mati oleh serangan Seperti ini. Ia lalu Menggunakan Peluru Peluru Ketujuh.
"Zafkiel Peluru Ketujuh "
Peluru yang membekukan Waktu target atau lebih jelasnya membuat Musuh tidak dapat menggerakkan Tubuhnya.
Peluru itu Tepat mengenai Ayu namun....
Crakk...
"?!!!"
Kurumi sangat Kaget melihat serangan yang barusan itu dipatahkan. Satu kata yang cocok musuh di depannya ini yaitu Monster Tak Terkalahkan
Ayu sudah memiliki kekuatan yang setara dengan Dewa atau sudah melebihi kekuatan Dewa.
Habisnya, Peluru Kurumi yang barusan itu setidaknya dapat Membuat Dewa Berhenti dan Peluru itu baru saja dipatahkan Oleh Ayu.
"Kelihatannya. Diriku tidak dapat bertahan lama" ucap Kurumi tersenyum pahit.
Kurumi sudah mempersiapkan segala kemungkinan jika Peluru Ketujuh tidak berguna maka yang tersisa adalah Peluru keempat. Peluru memundurkan waktu target.
Dan oleh karna itu. Dia akan menggunakan Rencana yang sama melawan Beru akan dia gunakan Melawan Ayu.
"Buat dia Lengah.. Diriku yang lain.." Perintah Kurumi
Lalu keluarlah, Diri Kurumi yang lainnya dari bawah Kakinya.
Kemudian, Menembaki Ayu tanpa henti. Selama dirinya (Ayu) ditembaki oleh Kurumi.
Ayu pun memperlihatkan Tatapan kematiannya dan ketika bertemu matanya bertemu dengan Mata Para Klon.
Diri Kurumi yang lain langsung Hancur lebur.
Namun, Ayu melupakan satu Lagi yaitu Kurumi yang asli kini berada di belakang Ayu.
"Zafkiel Peluru Keempat < Da -"
BANG
BANG
Kurumi yang tidak sempat menyelesaikan kata - katanya tubuhnya langsung hancur.
Dan Karna Kurumi tidak akan mati semudah itu. Maka dia kembali Muncul dari bawah tanah.
'Ini... Memang sulit dari yang kuduga'
Kurumi sangat kesulitan untuk mendekati Ayu karna, Jika Kurumi mendekatinya maka tubuhnya akan Hancur.
'Kalau begitu. Cuma ini satu - satunya Pilihan yang tersisa."
"Zafkiel. Keluarlah Diriku yang lain. Waktunya sudah Tiba" Perintah Kurumi kepada Dirinya yang lain tapi, Dengan nada yang sangat berbeda..
Dari Bawah Tanah. Keluarlah diri Kurumi yang lain dengan Jumlah yang bahkan Mencapai Ratusan.
"Tak kusangka. Diriku yang asli, Akan menjadi serius" ucap Klon Kurumi.
"Ma'. Kita tidak ada pilihan lain."
"Jika Begitu. Apa boleh buat."
"Kalau begitu. Diriku akan mengatakan kata - kata yang membuat diri kita menjadi bersemangat"
"Hmm? Apa itu Diriku?"
"Aku hanya mencoba mengikutinya"
"Ufufu. Sudah sejak lama, Diriku tidak melihat diriku yang asli terlihat sangat serius. Baiklah, Katakan saja Diriku yang asli"
"Kalau boleh aku meminjam kata - kata dari diri kita di dimensi Lain. Mungkin seperti ini...
"
Kurumi asli menarik nafas dan Karna dia sedikit malu juga sih ingin mengatakannya.
"Sā, Watashitachi dēto o hajimemashou"
(Author : Ini artinya karna di atas itu adalah bahasa jepang 'Ayo, Kita Mulai Kencan Kita' sengaja pakai kalimat seperti itu supaya bagus)
Para diri Kurumi yang lain hanya tersenyum lembut dan melesat ke arah Ayu dengan Niat membunuh yang kuat
...**********************...
Di Tempat Kurama
Kurama memotong Para Golem itu dengan Katananya dengan sangat cepat.
Saat ini Kurama benar - benar marah. Tidak tau betapa Jatuhnya harga dirinya karna Dapat dipukul mundur oleh Golem.
Tentunya harga Dirinya tidak akan membiarkan itu dan membalasnya.
Tapi, Kurama yang sedang dalam Keadaan Marah tetap tidak dapat menandingi Para Golem itu dikarenakan memiliki kemampuan Regenerasi yang luar biasa.
Meski Kurama lebih kuat dari mereka tetapi yang masalahnya itu adalah Jumlah dari mereka serta Kemampuan Regenerasi.
Walau Tidak seperti dirinya. Kurama berpikiran mungkin Kesemua Golem ini memiliki Kelemahan.
Dengan Menggunakan Kelemahan Golem itu maka pasti mereka tidak akan dapat bertahan dan Hancur menjadi debu.
Namun, Kurama tidak menemukan Kelemahan itu dan hasilnya, Dia ditinju berkali - kali oleh Golem.
Kesal dengan semua Tinju yang diberikan pada Dirinya. Kurama lalu Memegang kedua Kepala Golem tersebut dan menghantamkannya ke tanah.
Ia kemudian, Mengalirkan Esence Flame ke tubuh Golem itu. Tapi karna Tubuh Golem itu terbuat dari Tanah.
Tentunya elemen Api tidak terlalu berefek kepada Tubuh Golem
Sembari Kurama Membakarnya. Tentu saja Golem lainnya tidak tinggal diam melihat Rekannya dibakar oleh Kurama lalu melancarkan serangan.
Kurama sudah memprediksi ini dan Menembakkan Bijuu dama dari mulutnya.
Bijuu dama Kurama menembusi Tubuh Golem itu dan sama seperti sebelumnya Tubuh Golem itu masih beregerasi.
Kurama Meninggalkan 2 Golem yang dia bakar tadi untuk mengurusi Golem tersebut dan mengayunkan Sembilan Ekornya.
Ekor Kurama tepat mengenai Tubuh Golem tersebut dan terlempar jauh.
Tidak sampai disitu. Kurama memanggil Katananya dan melompat ke arah Golem tersebut.
Setelah Melompat Kurama pun menebasnya menjadi Terbelah dua.
Dan tanpa ia sadari. Golem menjadi bertambah dan Golem yang bertambah itu menangkap Ekor Kurama lalu menarik Ekor kurama dan melemparkannya.
Tidak pernah sekalipun, Dia diperlakukan seperti itu. Dan mengangap itu adalah Pertarungan yang sangat Menantang.
Jika Dia kalah disini bagaimana dia akan menghadapi Sieg nanti?
Tapi, sejujurnya bagi Kurama ini sangat merepotkan dengan Kemampuan Golem dan jumlahnya.
Dan Kalau saja dia Bisa menggunkan Bijuu dama 100% maka Golem itu pasti sudah hancur sepenuhnya namun, Saat ini dia masih lagi bertarung di dalam Kota.
Jika, dia melepaskan Bijuu dama dengan 100% maka, Sieg dan lainnya pasti terkena dampak ledakan itu.
Tidak lagi para Warga Kota yang masih belum terlalu jauh meninggalkan Kota.
Kurama tidak terlalu memikirkan Para Warga kota tapi yang dia pikirkan itu adalah Kehadiran Sieg disini.
Satu - satunya Pilihan yang tersisa baginya adalah bertahan selama yang dia bisa. Setidaknya Sampai Sieg bangun, Dan para Warga Kota sudah sangat Jauh
"Jika.. Jī Jī Melihat ku kerepotan melawan Golem ini. Apa dia akan tertawa?"
(Author : Maksud Kurama disini, Adalah Hagoromo dan bahasa artinya JI ji itu adalah Pak Tua <じい じい> karna Kurama selalu memanggil Hagoromo kayak gitu)
...*********************...
Di Tempat Para Raja Iblis dan Iblis Tingkat Tinggi.
Tidak ada satupun dari mereka dapat membuat pergerakan melihat semua kejadian ini.
Bahkan Raja Iblis Peninju yang biasanya suka bertarung sangat Ketakutan dan Kehilangan Niat untuk bertarung.
Yang bisa mereka lakukan saat ini hanya Duduk diam menunggu Malaikat Maut datang.
Namun, Mata Mereka tergerak saat melihat masih ada beberapa Orang yang ternyata masih memiliki Keberanian untuk melawan Makhluk Dewa.
Yang tidak lain adalah Kurumi, Kurama, dan Phoenix yang melawan Ayu dan Golem.
"Ke - kenapa mereka masih ingin melawan?" Ucap Raja Iblis Tombak.
"Nee - san.. Aku ketakutan.." ucap Raja Iblis Cilik.
Ia sendiri ketakutan melihat Akan semua kejadian ini dan Bahkan Tidak tau dimana Raja Iblis Yang selalu bersamanya.
Sayangnya, Raja Iblis yang Gadis Cilik itu tunggu - tunggu tidak akan kembali dikarenakan Raja Iblis tersebut mati menjadi debu dibakar oleh Essence Flame Sieg.
Cuma 4 Raja Iblis yang tersisa disana.
Raja Iblis Tombak tidak mengeluarkan Keringat dingin, Raja Iblis Peninju hanya dapat terdiam menyaksikan semuanya, Gadis Cilik Itu masih ketakutan melihat semua ini, satu raja Iblis sudah Sieg bunuh dan Raja Iblis terakhir disitu dan Merupakan Pemimpin atas Kelompok ini, Ia merasa sangat Takut lebih Parah dari Gadis cilik itu.
Dan jika Dia tidak bisa menaklukkan Ayu maka setidaknya Dia harus membunuh Utusan Dewa
Raja Iblis itu, berdiri dari tempatnya dan menyampaikan apa yang baru saja dia Rencanakan.
"Semuanya. Daripada Kita pulang dengan Tangan Kosong. Kita setidaknya harus membunuh Utusan Dewa"
Mereka semua sedikit ragu sesaat namun setelah mengingat Kondisi Utusan Dewa sekarang mungkin itu adalah satu - satunya Keputusan yang tepat karna Selain Sieg mengalami luka yang parah. Rekan - rekannya juga sangat Sibuk.
Apalagi, Kirito dan Asuna mengalami Luka yang parah atau mendekati Kematian.
Bahkan Kurumi tidak akan dapat mengurusi Ayu sambil menyerang Raja Iblis.
Sedangkan Kurama Dan Phoenix tidak dapat melakukan apa - apa Kepada Golem.
Dan keamanan yang berada di dekat Sieg saat ini sudah menjadi sangat Longgar.
Jelas mereka semua akan memanfaatkan semua kejadian ini. Karna cuma ini satu - satunya kesempatan untuk membunuh Utusan Dewa.
"Ba - baiklah. Aku akan mengikutimu.. " ucap Raja Iblis Peninju.
Bagi Raja Iblis Peninju mengikuti apa yang dikatakan oleh Raja Iblis perempuan itu sangat terhina baginya.
Karna, dalam Ajarannya Ia tidak boleh menyerang diam - diam dan harus bertarung layaknya Petarung sejati. Tapi mau bagaimana lagi. Kondisi saat ini sudah seperti ini.
"A - aku akan membalaskan dendam kepada Nee - san" ucap Gadis cilik meski masih ketakutan
"Baiklah..." ucap Raja Iblis tombak sembari berdiri dari tempatnya.
"Jika semuanya setuju. Kita akan kesana sekarang juga!!"
Mereka semuapun melesat menuju ke arah Sieg berada.
...*********************...
Di Tempat Sieg
[Lapor : Terdeteksi Beberapa Raja Iblis]
Rimuru yang masih lagi dalam Proses penyembuhan Sieg sangat terkejut.
Dan cuma bisa Berharap kepada orang yang melindungi mereka saat ini. Mustahil baginya untuk bertarung melawan Musuh sembari menyembuhkan Sieg walau menggunakan Bantuan Veldora.
Dan Rimuru akan mencoba memperingati mereka..
"Ka - kalian berdua.. Ada beberapa Majin menuju kesini. Bersiap - siaplah.." ucap Rimuru dengan lemah karna menahan rasa Getaran Otak.
Kuro dan Ai hanya menganggukkan pelan dan menyiapkan sanjata masing - masing.
Dan Ai akan mencoba memanggil bala bantuan
"Datanglah. Misaki"
Setelah mengatakan itu dari bayangan Ai. Keluar satu sosok. Sosok itu berwujud seorang Manusia Cantik dan memiliki Ekor ular.
Rimuru cuma terkejut melihat itu dan satu kata terlintas di benaknya...
'Wujudnya mirip dengan Sosok Medusa tidak itu benar - benar medusa!!' Gumam Rimuru dalam hati.
Benar, yang berada di hadapan Ai sekarang adalah Medusa yang dimana juga Ia adalah Sosok Divine Beast yang berada di urutan Kesembilan.
Pada Awalnya Wujud Medusa hanyalah Ular namun, setelah dia mendapatkan nama dari Ai. Ia akhirnya berevolusi dan menjadi Medusa sesungguhnya.
Mengetahui Dirinya dipanggil. Medusa lalu memberikan Hormat kepada Ai.
"Hormat kepada Ai - sama."
"Unm. Sekarang kita sedang berada di situasi yang tidak baik.. oleh karna itu Ai membutuhkan Kekuatanmu"
"Sesuai Dengan Keinginan Anda Ai - sama"
Medusa atau Misaki lalu merubah wujudnya menjadi Mausia sepenuhnya dan mengenakan Pakaian Perempuan dewasa.
Dan....
Fusshh
Misaki mengeluarkan tekanan Mana yang kuat.
'Dunia ini sangat mengagumkan. Tak kusangka di dunia ini banyak makhluk yang kuat dariku.. Dari penglihatanku, Gadis ini memiliki jumlah Mana 4 kali lipat dariku...'
Kuro juga tidak akan diam saja melihat Misaki mengeluarkan sejumlah Mana dan menyerap Mana yang ada di sekitarnya.
"Manusia bernama Kurosaki Ai. Kelihatannya kita sama - sama dipanggil oleh Tuan"
"Cukup Panggil Ai saja sudah cukup"
"Saya tidak akan selancang itu untuk memanggil Nama depan anda karna anda adalah Sosok yang sangat Penting bagi Tuan. Dan maafkan saya jika lancang tapi bisakah anda memberikan Buff kepada Diri saya"
"Unm ~. Baiklah."
Ai kemudian memberikan semua Buff yang dia miliki, Dan tidak lupa juga memberikan Beberapa Buff kepada Misaki.
"Ai - sama. Tolong sedikit menjauh. Kelihatannya musuh sudah tiba" ucap Misaki yang berdiri di hadapan Ai.
Begitu juga dengan Kuro yang menciptakan Sayap Hitam di belakangnya dengan menyerap Mana di sekitarnya. Aura yang terpancar dari dirinya sangat kuat.
"Berhati - hatilah. Kalian berdua. Dan jangan terlalu jauh dari Ai karna Ai akan menyembuhkan kalian berdua kalau kalian berdua mendapatkan luka" ucap Ai
Mereka berdua hanya menganggukan kepala dan langsung melesat dengan Kecepatan tinggi untuk menghadapi Empat Raja Iblis terkuat.
Sedangkan Rimuru masih lagi mempertahankan Kesadarannya.
'Dai Kenja berapa lama lagi agar Anak itu sembuh..?'
[Jawab : 23 Menit]
'Itu.. sangat lama. Apa tidak ada cara lain untuk mempersingkatnya?'
[Jawab : Untuk mempersingkatnya. Anda harus menggunakan Bantuan Veldora dan anda harus bersama - sama memasuki ke dalam Alam Bawah Sadarnya. Dengan Memasuki Alam Bawa Sadarnya, Anda akan bertemu dengan Sosok seperti Saya]
Rimuru sedikit bingung dengan kata sosok seperti diri Dai Kenja.
'Seperti dirimu? Apa maksudmu?'
[Jawab : Anda akan mengerti saat Bertemu dengan Sosok tersebut]
Rimuru saat ini tidak ada pilihan lain selain mengikuti Kata - kata Dai Kenja.
'Baiklah. Yosh, Veldora kita akan menuju ke alam Bawah Kesadaran Anak ini'
'Ya. Tapi tetap Waspada Rimuru dan jika Setelah semua ini selesai. Mungkin Aku sudah bisa keluar dari Tubuhmu dan jika itu terjadi, ceritakanlah apa yang kau dapatkan selama ini'
'Hahaha... Mungkin tidak diperlukan. Karna kau sudah melihat semuanya dari tubuhku kan..??'
'Ternyata kau sudah mengetahuinya...'
'Ma'. Tidak perlu dipikirkan Veldora. Untuk saat ini mari Fokus untuk menyelamatkan Anak ini'
'Ya!!"
'Dai Kenja. Lakukan..'
[Baik]
Setelah Dai Kenja membalas. Pada saat itu tubuh Rimuru mencair dan tidak sadarkan diri karna kasadarannya dipindahkan secara Paksa ke alam bawah sadar Sieg untuk bertemu dengan Sosok yang Dai Kenja katakan yang tidak lain Adalah System....
...**********************...
Vote Vote vote!!, Like like like!!, Komen Komen Komen!!
See You In The Next Chapter 👋👋👋
Jumlah kata : 4319