
...•Sieg Pov Start•...
Tak terasa Lima Hari sudah berlalu. Selama Lima hari itu, yang kulakukan cuma Bersenang - senang di hutan ini.
Apa saja yang kulakukan?
Diantaranya Memancing Ikan bersama Kirito. Tapi kemenangan menjadi milikku. Karna Kirito tidak pintar memancing ikan. Hahaha... sangat beruntung dapat melihat Tokoh Utama Anime SAO ini kesulitan memancing Ikan.
Dan Kurumi juga sudah sadar kembali tetapi Kurumi masih belum dapat menggerakkan tubuhnya.
Selain memancing Aku juga sempat melakukan Latih tanding atau Lebih tepatnya berlatih Teknik berpedang Dari Kirito karna aku sendiri tidak memiliki Teknik Berpedang meski Skill UBW ku ada.
Dan berikutnya, Yang kulakukan adalah Adu Sihir dengan Rimuru untuk mengetes seberapa kuat Sihir yang dimiliki Rimuru sekarang.
Tetapi dikarenakan Aku masih menggunakan Wujud Solar jadi Semua skillku selain Necromancer dan Rinneganku Terkunci
Yang artinya aku adu serangan dengan Sinaran Cahaya ku kepada Rimuru.
Dan hasilnya, Membuatku kaget. Karna Energi yang kami keluar itu terlalu dahsyat, Hutan ini sedikit menjadi Gosong. Untung saja Ada Ai yang memiliki Skill sejenis menyembuhkan Alam sekitar.
Sisanya yang kulakukan cuma tidur atau memburu monster.
Poin ku sekarang sudah mencapai 9.000.000. Dengan jumlah Poin ini. Setidaknya aku dapat memanggil Karakter Anime yang kuat tetapi Kuhentikan Dulu niatku
Masih ada lagi Beberapa Karakter Anime yang belum kupanggil berada di Storage dan diantaranya tak kusangka Bakal ada Si Botak itu. Untuk saat ini aku tidak ingin memanggilnya.
Kalian taulah, seperti apa Kepribadiannya?
Jika aku memanggilnya. Kemungkinan besar Si Botak itu tidak menuruti perintah ku. Dan Jika berakhir dalam Pertarungan. Aku bakalan langsung mati dalam satu serangan.
Wujud Solarku lagi masih aktif dari tadi. Tersisa beberapa Hari Lagi agar aku dapat kembali ke wujud Normalku.
Lalu karakter Buatan Ku yang belum kupanggil tersisa, Black Squad. Meskipun dikatakan Black Squad tetapi Anggotanya cuma 2 orang.
Namun, meski Dua Anggota tetapi anggotanya Sangat kuat. Mungkin 2 kali lipat lebih kuat dariku.
Selanjutnya Karakter Buatan Shina. Karakter buatan yang berasal dari Ras Angel atau Malaikat.
Dari Penjelasan Yang System berikan atau Dai Kenja berikan. Shina memiliki kekuatan yang setara dengan Dewa atau Kekuatan yang setara dengan Ayu. Aku sudah tidak terkejut lagi Mendengar hal itu.
Dan yang terakhir Karakter Anime yaitu Akame dari Anime Akame Ga Kill.
Satu - satunya Tokoh yang tidak mati di Animenya tetapi Alur ceritanya di Manga berbeda.
Meski ada beberapa Anggota Night Raid yang mati di manganya tetapi Tatsumi dan Mein masih hidup dan menikah begitu juga dengan Adik Akame yang bernama Kurome hidup bersama dengan Wave kalo gak salah.
Tetapi Jujur saja. Semua ini membuatku pusing. Kenapa Manganya lebih bagus dari Animenya dan ending di Manganya lebih baik dari Ending Animenya yang cuma Akame Sendiri masih hidup.
Yah, Karakter yang tersisa akan bisa kupanggil kapan - kapan. Dan saat ini aku sedang berada di atas salah satu Pohon.
Aku memperhatikan satu Monster yang kelihatan sangat kuat. Manaku sudah pulih Sebanyak 80% dan Cedera yang kudapatkan sudah pulih sepenuhnya.
Selain itu, Para Shadow Soldiers ku sudah banyak yang mencapai Level 500 dan level Tertinggi di Shadow Soldiersku adalah White Wolf. Dia memiliki Level 870. Mungkin pertarungan Melawan Iblis tingkat tinggi membuat levelnya Meningkat dratis.
Dan sisa Shadow Soldiersku. Mungkin yang mencapai Level 500 hanya 100. Sisanya yang mencapai Ribuan rata - rata level 300 ke bawah.
Dan semuanya sudah kuberikan Nama satu per satu kepada Shadow Soldiersku. Nama White Wolf adalah Shirou
Sisanya Yah, karna terlalu banyak jadi aku tidak akan menyebutkannya. Mulai sekarang Shirou akan menjadi Bayangan utamaku dan terkuat
Walau hanya Lima Hari berada di hutan ini tetapi Hutan ini sangat nyaman dan mungkin tempat ini tepat untuk digunakan Sebagai Tempat Tinggal Para Bawahan Rimuru.
Ngomong - ngomong aku juga belum memanggil semua Karakter Anime dari dunia Rimuru karna untuk sekarang kami harus fokus menyembuhkan diri.
Dan System serta Dai Kenja menyarankan kami untuk membangun Desa di Hutan Kematian.
Orang biasa pasti berpikir kami bunuh diri membangun Desa di Hutan Kematian. Siapa yang tidak berpikir seperti itu? Hutan itu memiliki sejumlah Monster yang banyak dan Kuat tetapi Hutan Kematian adalah Pilihan yang tepat selain sangat jauh dari Kerajaan manusia dan semua ras lainnya. Hutan kematian juga tidak terhubung dengan Kerajaan manapun
Dengan Kata Lain Hutan yang terbiarkan. Dan kami dapat tenang menggunakan Hutan tersebut sebagai tempat tinggal.
Kenapa kami tidak menggunakan Hutan ini?
Karna Hutan ini sudah menjadi Bagian dari salah satu kerajaan yang ada.
Kembali Ke Topik
"Bunuh mereka" perintahku.
Semua Bayanganku Langsung melesat dan membunuh kesemua monster yang ada.
Tidak sampai 1 menit semua Monster langsung menemui Malaikat Maut.
Setelah itu aku turun dan menjadikan Monster itu sebagai Shadow Soldiersku
"Bangkitlah."
Aura yang dikeluarkan itu sama seperti Pertama kali Shirou terpanggil.
Jumlah Shadow Soldierku sekarang sudah mencapai 10.000.
Jumlah yang sangat Banyak kan? Dengan Ini aku tidak perlu khawatir akan Jumlah Musuh dan aku menyesal karna tidak sempat membangkitkan Raja Iblis setelah kematiannya itu sebagai Shadow Soldierku.
Kemudian Aku pergi dari tempat itu sembari mencari Binatang - binatang yang dapat kugunakan sebagai Bahan Makan malam
Karna Kami kekurangan Bahan Makanan dan kali ini aku yang bertugas mencari bahan makanan.
Kami juga membagi - bagi Tugas siapa yang mencari Makanan dan Memasak. Kami pun bertukar - tukar Rimuru, Kirito, dan Aku mencari bahan makanan Sedangkan Para Gadis memasak Yaitu Ayu, Asuna, dan Ai.
Semuanya Berinsial A. Sangat mengagumkan. Mereka semua dapat memasak. Benar - benar Gadis Idaman
Aku juga terkadang Menyuapi Kurumi karna Kurumi tidak dapat menggerakkan Tubuhnya dan aku sudah berkata kepadanya untuk merawatnya.
"Cari Binatang - binatang Liar" perintahku kepada Shadow Soldiersku
"Baik Tuanku" ucap Shirou
Mendengar suaranya pertama kali. Aku sedikit terkejut karna Nada suaranya sedikit serak dan Terdengar Keren
Dan Tubuhnya membesar karna Levelnya meningkat. Ini mah, seperti serigala Milik Rimuru yang bernama Ranga.
Ranga dan Shirou. Jika kedua Serigala ini bertemu kira - kira seperti apa yang bakal terjadi?
Tidak berselang lama setelah aku memberikan Perintah kepada Para Shadow Soldierku. Semua binatang yang memiliki Daging dengan Kualitas tinggi sudah berhasil di dapatkan.
Yah, bagi Shirou memburu makhluk seperti ini sangat gampang.
"Kerja bagus" ucapku sembari mengelus - ngelus Kepala Shirou.
Shirou merasa sangat senang. Terlihat jelas Ekornya Bergerak ke kanan kiri.
"Terima Kasih Tuanku."
"Kembalilah."
"Baik!"
Setelah itu Shirou pun kembali ke dalam bayangan. Dan Aku akan mencari Sedikit sungai dulu untuk membersihkan Mayat Rusa ini lalu memotongnya dan mengambil dagingnya.
Jujur saja, aku sendiri tidak terbiasa melakukan itu. Tetapi dengan Bantuan System dan Dai Kenja. Entah bagaimana aku dapat melakukannya.
Dan dalam perjalanan menuju kesungai. Aku sedikit berhenti bergerak karna...
"Terdapat sejumlah Mana yang sangat besar"
Benar. Dalam Mata Rinneganku. Ada Mana dengan Jumlah yang besar. Dari penglihatanku, Jumlah Mana ini setara dengan Raja Iblis.
Manusia atau Monster? Entahlah.
Untuk memastikannya aku harus melihatnya terlebih dahulu. Dan bersembuyi di semak - semak untuk mengawasinya.
Takutnya nanti aku diserang oleh makhluk tersebut.
Tapi menurutku sih ini bukan monster melainkan Manusia dan Mana ini terkesan nyaman.
"Hmm?"
Saat aku mengintipnya disitu terlihat Perempuan Cantik bertelinga Runcing wajah yang sangat cantik sedang meminum Air Sungai.
Ia seolah - olah menikmati Air Sungai itu dan ada beberapa Kupu - kupu, Rusa dan hewan - hewan lainnya mendekati Perempuan Elf itu seperti Terhubung dengan Elf itu.
Dan Agar wajahku sedikit Tidak terlihat. Aku mengenakan Hoodieku. Dan saat aku membuat pergerakan tanpa sengaja aku..
Krak
Memijak Ranting Pohon
Perempuan Elf itu sedikit terkejut dan semua Hewan - hewan tadi melarikan diri menyisakan Perempuan Elf itu.
Perempuan Elf itu mengambil Belati di Salah satu Cincinnya. Kemungkinan besarnya Cincin itu adalah Cincin Ruang. Dan Yang memiliki itu biasanya orang Kaya.
"Si - siapa.." tanyanya dengan nada ketakutan
Perempuan Elf itu memegang Belatinya gemetaran yang artinya Ia tidak memiliki Pengalaman Bertarung. Dan seumuran denganku?
Selain Ayu yang berasal dari Snow Elf ini pertama kalinya aku melihat Ras Elf yang asli.
Mau bagaimana lagi agar Dia tidak ketakutan. Aku akan keluar Untuk menunjukkan bahwa diriku tidak berbahaya ataupun berniat mencelakainya.
"Tenang dulu. Aku akan keluar.." ucapku sembari keluar dari semak - semak
Dan kali ini aku melihatnya dengan jelas.
Ia mengenakan Pakaian yang sangat mewah serta di Kepalanya ada mahkota berlian?!!
Ini seakan - akan dia adalah Putri dari sebuah kerajaan.
Tidak. Apa dia jangan - jangan memang Putri? Tapi kenapa bisa berada disini?
"Ma - manusia!!"
Dia menjadi ketakutan dan terjatuh di Tanah itu atau lebih tepatnya di Sungai itu. Membasahi pakaian mewahnya.
Dia kelihatannya sangat ketakutan saat mengetahuiku sebagai Manusia.
"Ja - jangan mendekatiku manusia!!" Ucapnya sembari mengayunkan Belatinya kesana - sini.
Aku bingung dengan tindakannya saat ini
"Oy. Kenapa kau ketakutan denganku?"
"Ka - kata Ayahanda dan Ibunda. Manusia selalu Mencuri para perempuan Dari ras kami untuk menjadikan kami Budak!"
Ah, apa yang dia katakan itu tidak salah. Memang Kebanyakan Ras yang dijadikan Sebagai Budak adalah Ras Elf dikarenakan Kecantikannya.
Di kerajaan Ais'z juga banyak Elf yang dijadikan sebagai budak malahan sangat banyak.
Untuk saat ini aku harus menunjukkan kepadanya bahwa diriku tidak berbahaya
"Kau perempuan Elf. Jangan samakan aku dengan Manusia lainnya. Aku berbeda dengan mereka"
"Bo - bohong. Ayahanda selalu mengatakan Demi mendapatkan Ras Elf mereka selalu mengarakan kebohongan"
Ayahanda sialan. Kenapa dia tidak mengatakan hal yang baik tentang manusia juga. Mungkin ayahnya membenci manusia?
[Jawab : Setuju]
[Aku juga setuju]
Ucap Duo Maha Tahu di Pikiranku. Dan bisakah setidaknya yang menjawab itu satu orang saja?
[Jawab : Tidak mungkin]
[Tidak]
Dahlah...
"Ah. Jika kau berpikir seperti itu. Kenapa kau tidak mendekatiku dulu"
"Ti - tidak!!"
Aduh, Aku salah pilih kata - kata.
Hmm? Tubuhnya gemetaran karena kedinginan?
"Hey. Tubuhmu kedinginan. Lebih baik kau keluar dari situ dan hangatkan dirimu"
"Ba - bagaimana kau tau!!"
Itu pun kau harus terkejut!! Yah, dia itukan masih anak - anak. Apa cuma aku yang berpikir Bahwa Ayu saja yang lebih dewasa dari Perempuan Elf di depanku
Tidak. Aku harus fokus terhadap Elf ini.
Aku akan mencoba mendekati elf ini dengan cepat. Di Sampingnya itu terdapat Ranting kayu besar. Akan kugunakan Amenotejikara untuk bertukar tempat.
Dan...
"Eh? Dia hilang?"
Kelihatannya dia tidak menyadari kalau aku dibelakangnya dan saat dia menyadariku. Dia terkejut dan melemparkan Belati itu.
"Kyaa!! Manusia!! Jangan mendekatiku!! Dasar binatang!!! Mesum!"
Kata - katanya sangat kejam!! dan tanpa sengaja Pisau barusan Itu mendorong Hoodieku dan wajahku terlihat jelas olehnya.
Dan dia menjadi terdiam serta wajahnya memerah melihat wajahku.
...•Sieg Pov End•...
...**********************...
...•Normal Pov Start•...
Setelah itu Perempuan Elf itu menjadi Terdiam melihat wajah Sieg yang sangat tampan
'Ta - tampan sekali! Apa Ras manusia memang setampan ini!! Ta - tapi ayahanda mengatakan kalau Ras Manusia itu memiliki Wajah yang sangat jelek! Ayahanda tidak mungkin berbohong kepadaku!' Teriaknya di hati
Sedangkan Sieg bingung dengan Perempuan ini kenapa wajah ini memerah. Sieg tidak sadar jika Wajahnya terlihat dan Mata Rinnegannya yang membuat Perempuan Elf itu sangat tertarik dengan Sieg.
Dan Akhirnya Sieg menyadarinya bahwa Wajahnya terlihat sangat jelas oleh Perempuan elf ini dan mengenakan kembali Hoodienya membuat Perempuan Elf ini tersadar kembali.
"A - ano.." Perempuan Elf itu tidak dapat mengatakan sesuatu karena sudah mengetahui Sieg itu sangat Tampan
Sieg pindah dari tempatnya dan sedikit mundur disitu
'Aku harus kembali.'
Itulah Yang Sieg pikirkan. Niatnya Sih Sieg ingin berbicara dengan Perempuan Elf itu tetapi Setelah wajahnya dilihat oleh Perempuan Elf itu entah kenapa Moodnya menghilang.
Dan saat Sieg ingin kembali. Ia tiba - tiba ditahan oleh Elf itu dengan cara memegang Tangan Sieg membuat Sieg bingung.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah kau sangat takut dengan Manusia?" Ucap Sieg yang kali ini sangat dingin.
Sieg sengaja melakukan itu agar Perempuan Elf itu ketakutan. Bahkan Perempuan Elf itu sangat terkejut mendengar itu. Sieg yang tadi sangat ramah tapi setelah perempuan Elf itu melihat wajah Sieg. Sieg menjadi dingin.
"Ti - tidak. Karena semua itu dikatakan oleh Ayahanda... jadi aku percaya bahwa manusia itu sangat menakutkan...Tetapi cu - cuma kau yang berbeda.." ucapnya dengan wajah Memerah.
Sieg semakin bingung
'Apa yang dikatakan anak ini?'
Sedangkan Perempuan Elf itu sangat malu
'Pe - perasaan apa ini. Dapat berbicara dengannya membuatku sangat nyaman?!! Dan Kenapa tangan Manusia ini sangat Hangat dan nyaman?!!' Teriaknya dalam hati.
Dan Tanpa Perempuan Elf itu sadari. Ia menggengam Tangan Sieg dengan Erat menambahkan Situasi Disini menjadi canggung. Sieg tidak keberatan jika tangannya disentuh oleh Perempuan lain tetapi Posisi ini sedikit aneh.
Perempuan Elf cantik dengan Pakaian yang basah hampir memperlihatkan Kulit indah Elf itu menggengam Tangan Seorang Anak Yang tidak diketahui Asalnya.
Jika seseorang yang melihat ini mungkin orang akan salah paham.
Dan Sieg harus menutupi dan Menghangatkan Tubuh Perempuan itu. Sieg pun menarik tangan Perempuan Elf itu membawanya duduk ke salah satu Batu yang ada disitu untuk dijadikan sebagai tempat istirahat.
"Duduk disini. Aku akan mencari Beberapa kayu untuk membuat Api" ucap Sieg sembari meninggakan Perempuan Elf itu.
Tetapi Perempuan Elf itu tidak membiarkannya seolah - olah Ia tidak ingin Sieg meninggalkannya.
"Hey. Apa kau lupa dengan kata - kataku?"
"Bu - bukan itu. Aku takut jika kau meninggalkanku"
"Aku tidak mengerti apa yang terjadi padamu. Bukankah kau sangat takut dengan manusia tadi?. Jadi kau seharusnya merasa bersyukur jika aku meninggalkanmu disini"
"Ja - jangan pergi" ucapnya
Sieg menjadi sangat bingung dengan Perempuan Elf ini.
"Sebentar doang kok. Gak lama" ucap Sieg yang dratis menjadi ramah membuat Perempuan Elf itu menjadi memerah.
"Baik..."
Sieg pun meninggalkan Perempuan itu dan tidak butuh lama. Sieg sudah mengumpulkan banyak Kayu dan menggunakan Sinaran Cahayanya keluar dari jari telunjuknya.
Melihat Itu Perempuan Elf itu duduk di samping Sieg karena penasaran dengan Sieg.
"Ba - bagaimana kau melakukan itu?"
Tidak mungkin Sieg akan mengatakan jika Itu adalah Sinaran dari wujud Solar Sieg sekarang.
"Ini salah satu Skill Unikku" ucap Sieg
Sieg hanya diam dan fokus menyalakan api tersebut
Dan tidak berselang lama. Api akhirnya menyala dan Sieg membuka Jubah Solar dengan Corak indah yang dia kenakan diberikan kepada Perempuan Elf itu.
"Buka Pakaianmu dan kenakan Jubah ini" ucap Sieg menyondorkan Jubah Solar itu
Jubah Solar Sieg tentu memiliki Efek yaitu Membuat Penggunanya merasa nyaman.
Perempuan Elf itu menerimanya dengan senang hati dan Sieg sedikit menjauh karena Ia tidak ingin melihat Tubuh Perempuan Elf itu.
Para Perempuan Pasti tidak suka bukan? Jika ada seorang Lelaki di saat di dekatnya ketika membuka baju
'Kenapa ini berbeda dari yang dibicarakan oleh Ayahanda.. Selain dia baik.. dia juga menjauh agar Ia tidak melihatku telanjang. Bukankah Ayahanda mengatakan, Manusia itu sangat menyukai Tubuh Ras elf tetapi manusia ini tidak tertarik...' ucapnya sembari menatap Sieg dari belakang.
Perempuan Elf itu mengenakan Jubah Sieg dan sangat terkejut karena Jubah Sieg sangat Nyaman dan sangat Hangat serta memiliki Aroma Parfum yang bagus.
'Hangat..'
Setelah itu Sieg kembali berbalik dan menyelesaikan Urusannya disini yaitu Mengambil daging Rusa yang Ia buru tadi.
Sieg mendekati Sungai yang ada disitu lalu mengkuliti Tubuh Rusa itu.
Perempuan Elf itu sedikit ketakutan jika Sieg meninggalkan dirinya dan saat menyadari bahwa Sieg masih ada untuk mengkuliti Rusa yang Ia buru tadi. Membuatnya Tenang.
'Tunggu kenapa Aku merasa ketakutan jika Anak itu hilang.... padahal aku sudah terbiasa dengan Hutan ini...' Gumam Perempuan Elf
Dan tidak lama kemudian, Sieg sudah menyelesaikan urusannya dan sebelum dia kembali. Dia harus menunggu Perempuan Elf itu sudah merasa hangat dan Jubahnya dia harus ambil kembali.
Sieg pun duduk di samping Elf itu. Karena terasa sedikit canggung. Sieg pun memberikan beberapa Pertanyaan kepada Perempuan Elf itu.
"Kau.. bukan Elf biasakan? Dari Cincin Sihir, dan Mahkota Itu. Aku tebak kau adalah Putri dari kerajaan Elf? Apa aku salah?"
Perempuan Elf itu kagum dengan Pemikiran anak seumurannya.
"Benar.. aku adalah Seorang Putri... Na -"
"Tidak perlu ucapkan namamu. Aku tidak mau mengetahuinya"
Perempuan elf itu menggembungkan Pipinya karena dihalang oleh Sieg untuk memperkenalkan dirinya.
"Terus... kenapa seorang Putri bisa ada disini?"
"Hutan ini adalah Milik kami.. dan biasanya ada penghalang disini. Membuat Para Manusia tidak dapat memasuki Hutan ini.. tetapi bagaimana kau bisa melewati Hutan ini?"
Sieg tidak tau jika Hutan ini memiliki Penghalang yang artinya, Sejumlah Mana yang Sieg lihat barusan itu memang asalnya dari hutan ini.
"Untuk memasuki Hutan ini kau harus menghancurkannya dari luar tetapi Hutan ini juga bisa dimasuki oleh Manusia jika Manusia tersebut memiliki kebaikan dihatinya.." ucapnya perlahan di akhir Kalimatnya.
'Ini berarti.. Aku memiliki Kebaikan dihatiku begitu juga dengan Kirito, Ai, Asuna dan semuanya. Yah mereka dari awal memang sudah baik..' pikir Sieg tersenyum
Sedangkan Perempun Elf ini berpikir...
'Penghalang Ini masih ada Tetapi, dia masih dapat memasukinya tanpa masalah yang artinya... dia memiliki kebaikan di hatinya...' Pikirnya memerah.
Dan setelah itu. Sieg sudah mengetahui Pakaian Mewah Putri itu sudah kering dari basah terkena air sungai tadi.
"Pakaianmu sudah kering.." ucap Sieg
Tetapi, Putri Elf itu masih tidak bergerak mengambil pakaiannya atau Mengembalikan Jubah Solar Sieg.
"Apa kau mendengarnya? Pakaianmu sudah Kering" ucap Sieg meninggikan suaranya.
Dan Saat mendengar Sieg meninggikan suaranya. Putri Elf itu terlihat ragu - ragu untuk mengembalikan Jubah Sieg atau Mengambil Pakaian mewahnya
"A - aku.."
Sieg sedikit kesal jika diperlakukan seperti ini. Sieg pun mengambil Pakaian Putri itu dan memberikan Pakaian Putri itu.
"Kenakan Pakaianmu kembali.. aku sudah selesai disini.. kau juga seharusnya kembali ke Istanamu.."
"Tidak mau.."
"Ha?"
"Tidak mau!!!" Ucapnya mendorong Sieg terjatuh ke tanah dan Putri itu juga tersandung oleh Batu - batu yang ada Membuat Putri Elf itu Jatuh tepat di hadapan Sieg.
"Ugh.." mereka berdua sedikit kesakitan
"Bisakah kau berdiri..." ucap Sieg perlahan dan wajahnya terlihat kembali.
Tetapi, Putri Elf itu masih tidak menggerakkan Tubuhnya dan tetap berada di atas Sieg.
Bahkan Wajah Mereka sangat dekat hingga wajah Putri Elf itu memerah bahkan dia dapat melihat wajah Tampan Sieg dengan Jelas..
"Oi. Apa kau mendengarku?"
Sembari mendorong Tubuh Putri Elf itu dengan lembut namun, Putri Elf itu sama sekali tidak bergerak dari Atas Sieg.
"Haa ap -"
"Apa manusia itu seperti ini?"
"Hmm?"
"Apa manusia itu memang sebaik ini?" Tanya Kembali.
Pertanyaan itu seperti dia ingin memastikan apa Manusia itu baik atau tidak. Selain itu, pertanyaan sulit untuk membuat Sieg membalasnya. Manusia yang baik hati itu sangat jarang ada di dunia ini baik itu di dunia asalnya maupun di dunia Lain.
Kebanyakan juga Para Gadis lebih memilih orang yang memiliki Kepribadian yang mirip Utusan Dewa.
Meski, orang tersebut tidak memiliki Kekuatan. Asalkan, Orang tersebut memiliki kebaikan, Ia akan menerima orang tersebut sebagai Pendamping Hidupnya.
Salah satunya adalah Sieg. Dan Sieg tidak menyadari bahwa Putri elf di hadapannya ini memiliki Perasaan Khusus yang tidak dapat dijelaskan lewat kata - kata.
Dan bisa dibuktikan Lewat Tindakan. Jantung yang berdebar - debar, merasa nyaman ketika bersamanya, ingin terus hidup bersmanya, tidak membiarkannya pergi meninggalkan dirinya. Ciri - ciri itu pernah Putri elf itu dengar dari Ayahanda dan ibundanya
'Aku... Sangat menyukai Anak seumuranku di depanku ini.." Pikirnya..
Tetapi, seorang ras Elf mencintai Seorang Manusia itu sangat dilarang oleh Keluarganya.
Terlalu lama berpikir. Sieg mendorong paksa Putri Elf itu.
"Kau sebenarnya dari tadi ada apa? Ah, sudahlah, kembalikan Jubahku. Malam Hari akan tiba." Ucap Sieg meminta. Ia tidak berniat untuk menanggapi Pertanyaan yang barusan dan lebih memikirkan Posisinya dengan Perempuan Elf ini.
Putri itu kali ini benar - benar akan memberikan Jubah Sieg. Ia tidak dapat mengatakan yang sebenarnya kepada Sieg.
Tetapi, Jika dia mengatakan kepada Sieg itu sama saja Ia mengkhianati Keluarganya dan akan menjadi Buronan.
Setelah Menerima Jubahnya kembali. Sieg pun ingin segera meninggalkan tempat itu. Tetapi, untuk jaga - jaga. Sieg akan meletakkan Shadow Soldier dibayangan Gadis itu.
Bisa saja, Gadis itu diserangan oleh Monster liar yang ada. Meski tempat ini memiliki Penghalang Namun, penghalang itu hanya sekadar menahan Manusia memasukinya tetapi Tidak untuk Monster.
Jadi, Jika Gadis itu diserang dalam Perjalanannya pulang. Shadow Soldiersnya dapat melindungi Putri Elf tersebut.
Level Shadow Soldier yang terdapat pada Putri Elf itu berlevel 300. Dengan begitu, Putri Elf itu akan selamat dan meski Iblis tingkat tinggi menyerang. Putri Elf itu akan Tetap Aman.
'Tapi.. kenapa Dia memasang Raut wajah yang sedih?'
Sieg tidak mau memikirkannya dan langsung pulang.
"Lompatan Cahaya.."
Dalam sedetik. Sieg hilang tak tersisa membuat Putri Elf itu terkejut namun, Ia kembali sedih karena Tidak dapat bertemu dengan Sieg lagi.
Tidak lama kemudian setelah kepergian Sieg Beberapa Orang yang berasal dari Ras Elf muncul dihadapan Putri elf itu dan menundukkan kepalanya.
"Disini rupanya anda Hime - sama.. Yang Mulia sangat khawatir dengan anda. Sekarang mari kita pulang ke istana" ucapnya dengan Sopan
Putri Elf itu membalasnya dengan Mengangguk lembut dan mengenakan Mahkota berliannya.
"Ya.. mari kita kembali" ucapnya dan tidak meninggalkan jejak lagi Disana
...********************...
Tibanya, Sieg di Rumah Kayu yang dia bangun untuk dijadikan tempat Tinggal sementara.
Disitu terlihat Ai yang sedikit cemberut karena Sieg lambat pulang.
"Lambat Sieg"
"Ah. Maaf maaf. Tadi aku memiliki beberapa masalah"
"Jika Sieg terlambat lagi. Ai akan marah"
"Hahaha.. nah ini Bahan Makan malamnya" ucap Sieg memberikan Daging Rusa yang Ia buru tadi.
Pada saat yang bersamaan. Rimuru dan Kirito juga sudah kembali.
"Kalian berdua darimana?"
"Ah. Aku mencoba beberapa Skillku" ucap Rimuru
"Aku mencari Lebih banyak Bahan Makanan karena disuruh Asuna" ucap Kirito.
"Hahaha.. Kalau begitu mari kita masuk. Malam hari juga sudah tiba"
"Yosh. Ayo!!"
Mereka semuapun memasuki Rumah Kayu itu bersama - sama. Dan Memberikan Bahan Makan Malam kepada Asuna.
Yang memasak adalah Ayu, Ai, dan Asuna. Ketiga Gadis ini sangat terampil dalam hal memasak membuat Para Lelaki tidak dapat mengalihkan perhatian dari ketiga Gadis itu.
"Masakannya sudah siap. Khusus untuk hari ini. Aku, Ai - chan dan Ayu - chan memasak Makanan yang lebih sedap dari biasanya karena Sieg dan Kirto - kun sudah berjuang keras"
"""Woah"""
Sieg, Kirito, Dan Rimuru memperlihatkan Mata yang sedikit berbinar - binar dan mulailah mereka melahap semua makanam itu dengan Cepat.
"Ah. Sieg. Sisa makanan ini berikan kepada Kurumi - chan" ucap Asuna sembari memberikan Lauk yang masih tersimpan.
"Ya. Terima Kasih"
Sieg kemudian berdiri dari tempatnya menuju ke Kamar Kurumi berada. Meski, Rumah Ini Rumah Kayu. Rumah ini lebih mirip dengan Penginapan. Karena di dalamnya dapat menampung Lebih dari 10 orang dan Memiliki AC, serta Onsen.
Benar - benar Rumah Kayu yang mengagumkan. Sungguh disayangkan Rumah itu akan ditinggalkan oleh Sieg dan yang lainnya setelah Dua hari kemudian
Setibanya Sieg di Pintu Kamar Kurumi. Yang Sieg lakukan terlebih dahulu tentu mengetok pintunya.
Tok
Tok
Tok
"Silakan"
Mendapatkan Balasan dari Kurumi. Sieg memasuki Kamar Kurumi didahului dengan Kata Permisi.
Dan terlihatlah Sosok Kurumi yang mengenakan Pakaian yang mirip seperti Pasien, Jendela Kamarnya terbuka membuat Rambutnya sedikit berterbangan, dan Mata Yang kuning itu sedikit bercahaya.
"Ara.. Sieg - san. Kali ini Sieg - san membawa Makanan yang berbeda dari yang biasanya"
Seperti Biasa. Kurumi sangat peka dalam hal seperti ini. Pikir Sieg.
"Yah. Karena Kami membawakan Bahan Makanan yang lebih berbeda dari yang biasanya. Ngomong - ngomong. Keadaanmu bagaimana? Apa kau sudah baikan?" Tanya Sieg sembari duduk di atas kasur Kurumi agar mempermudahkan dirinya menyuapi makanan Kurumi
"Sebagian besar ya. Tetapi, Diriku masih tidak dapat bergerak terlalu banyak"
"Jika begitu. Aku akan merawatmu sampai kau sembuh"
"Sieg - san Sangat baik hati ya."
"Aku sudah sering mendengar itu."
"Fufu.. dan Sieg - san datang kesini tidak lain untuk memberikanku Makan?"
"Tentu saja. Memangnya apa yang kau pikirkan?"
"Tidak. Jadi Sieg - san. Bisa suapkan Diriku ini?" Ucapnya membuka Mulutnya.
Sieg tersenyum kecil dan mengambil makanan itu lalu memasuki ke Mulut Kurumi dengan Pelan
"Makanan ini masih panas. Jadi pelan - pelan saat menelannya." Ucap Sieg
Setelah memasukkan Makanan itu. Kurumi memperlihatkan senyuman lembutnya kepada Sieg.
"Makanan ini sangat sedap.."
"Hahaha... Baguslah kalau begitu.."
Sieg kembali menyuapi Kurumi hingga piring itu menjadi bersih dan Sieg sedikit mengelap Mulut Kuruki karena ada sedikit noda - noda makanan yang tersisa.
Melihat Kurumi yang seperti ini. Sieg menjadi teringat dengan Kucing.
'Tidak. Kurumi itu sangat menyukai Kurumi bukan?'
"Apa Sieg - san barusan memikirkan sesuatu tentang ku?"
"Ah. Tidak. Melihatmu entah kenapa aku jadi teringat dengan kucing"
Kurumi sedikit terkejut dan tidak menyangka. Kalau dirinya akan memperlihatkan Sosoknya yang seperti itu.
"Ah.. Diriku memang sangat menyukai Kucing tetapi.. Kelihatannya kucing yang tidak menyukaiku.."
"Begitu."
Setelah itu mereka menjadi terdiam dan Angin mulai masuk lewat jendela. Sieg ingin menutupinya namun, Dihalang oleh Kurumi
"Ada apa Kurumi?"
"Menurut Sieg - san. Kenapa kucing tidak menyukai diriku" ucap Kurumi dengan wajah sedikit Sedih..
Sieg sedikit kesusahan menjawab Pertanyaan dari Kurumi yang barusan. Kemungkinan besarnya Kucing ketakutan Dengan Kurumi karna, Kurumi sudah membunuh banyak Orang.
Dan jika dia mengatakan itu. Perasaan Kurumi mungkin akan tersakiti namun, jika dia membohonginya juga sama.
Satu - satunya yang tepat di saat seperti ini adalah...
"Entahlah. Aku sendiri tidak mengetahuinya.." ucap Sieg
Dan Kurumi terkejut sekaligus sedikit tersenyum mendengar jawaban Sieg yang seperti itu.
"Jika kau memerlukan sesuatu. Kau bisa memanggilku atau kau ingin aku tetap disini?"
"Ara. Sieg - san. Bukankah, Biasanya Sieg - san selalu menghindariku agar tidak terkena godaan malam?"
Apa yang dikatakan oleh Kurumi itu tidak ada yang salah. Semuanya itu kebenaran. Selama ini Sieg berusaha mencari cara agar Kurumi berhenti Menggodanya apalagi Di Malam - malam hari. Takutnya, Malah Sieg melakukan hal yang gila kepada Kurumi. Meski, Ia ragu kalau itu akan terjadi
Tapi...
"Apa yang kau katakan itu tidak sepenuhnya salah. Tetapi, Kau sudah sangat terluka bertarung melawan Ayu dan kau satu - satunya yang terluka parah. Selain itu, Aku sudah menggapmu sebagai orang berhargaku dan menjadi keluargaku. Jadi jangan mengatakan hal seperti itu. Cepatlah tidur dan aku akan berada disisimu" ucap Sieg sembari menyelimutkan Tubuh Kurumi
"Itu.. Kata - kata yang tidak kuduga.."
"Hahaha... aku cuma mengatakan apa yang bisa kukatakan di saat seperti ini"
"Kata Sieg - san barusan Akan selalu berada disisiku kan?"
Mendengar itu. Sieg sedikit merasa merinding dan menyangka, Jika Kurumi ingin Sieg melakukan hal yang sedikit gila pada dirinya.
"I - itu benar." Ucap Sieg sedikit ragu.
"Kalau begitu. Sieg - san. Pasien ini meminta Sieg - san untuk tidur disebelahku malam ini"
"Eh?"
"Tidak sopan lho Sieg - san. Meminta Seorang Perempuan mengulangi perkataannya."
"Haa. Baiklah tetapi, cuma kali ini!! Kali ini saja!"
"Ufufu. Jangan Khawatir Sieg - san. Diriku tidak akan berbuat hal yang aneh - aneh pada Diri Sieg - san. Mungkin..."
Sieg sedikit meragukan soal itu. Mustahil Kurumi yang sangat suka Menggoda itu tidak akan melakukan apa - apa kepada Sieg. Itu terlihat sangat jelas di wajahnya apalagi kata Mungkin itu yang sangat meragukan...
Sieg pun naik ke Kasur Kurumi dan Sieg sudah menyampaikan Ini kepada yang lain lewat telepati Tentunya.
Dan pada saat Itu Kurumi Menedekap Sieg dari belakang.
"A - apa yang ka -"
"Cuma memeluk."
Mendapatkan Jawaban Singkat dari Kurumi. Sieg terpaksa pasrah dan mulai menutup matanya.
"Selamat Malam Kurumi."
"Selamat Malam Juga Sieg - san"
Setelah itu mereka pun menutup mata mereka sepenuhnya.
...***********************...
Bisa berikan saran dan Kritiknya di Kolom Komentar.
Dilike, Komen, Share, Vote, Dan Rate 5 Bintang
See You In The Next Chapter 👋👋👋