
Di Atas Arena
Karena Divine Beast adalah Makhluk suci, tentunya mereka juga dapat merasakan Aura yang jahat dari tubuh Amakusa Mirata. Begitu juga dengan kedua Sage Lainnya.
Saat merasakan itu. Mereka menjadi berhati - hati dengan Amakusa Mirata.
"Anak Muda. Kau..."
"Hm? Ada apa?"
Divine Beast 3 Menatap Sage Yin dan Yang. Hingga akhirnya mereka menghela Nafas.
"Tidak. Kau lumayan hebat tadi." Ucap Divine Beast 3 Kepada Amakusa karena tidak tahu apa yang harus Ia ucapkan lagi.
"Oh, Terima Kasih." Ucap Amakusa sambil tersenyum.
Ia pun pergi menurun ke Arena. Dan ketika ia turun, Amakusa tiba - tiba menatap ke arah Kursi para Penonton dengan senyuman Aneh.
Divine Beast dan Kedua Sage merasa aneh dengan Senyuman itu. Lantas mereka pun ikut menatap ke arah Kursi Para Penonton tapi, mereka sama sekali tidak dapat menemukan apa Yang Amakusa tatap barusan.
'Sebenarnya ada masalah apa dengan Anak Muda ini..?'
...************...
Tidak lama setelah itu, Ujian Pertama pun berakhir. Jumlah peserta yang lolos kali ini adalah 1.000. Sangat berbeda jauh dengan Jumlah Peserta yang mendaftar tadi.
Divine Beast tidak boleh menahan rasa menghela nafasnya. Jumlah Pesertanya yang lolos terlalu sedikit.
'Jika kekuatan Peserta seperti ini di tahun ini, lalu bagaimana dengan Tahun - tahun kedepannya.'
Divinr Beast 3 tidak mau memikirkannya. Dan langsung melanjutkan ke Ujian Kedua karena tidak mau berlama - lama lagi.
"Kalau begitu, Kita akan melanjutkan Ke Ujian Kedua! Apa kalian Sudah siap!!" Teriak Sage Yang karena dia memiliki nada suara yang tinggi.
Keributan yang dibuat oleh para penonton berhenti dan melihat ke atas Arena. Mereka sudah menantikan Ujian Kedua.
""""Ya!! Kami siap!!"""" Ucap Penonton beserta para Peserta.
"Bagus. Kalau begitu, kita akan masuk ke Ujian Kedua. Dan sebelum memasuki ke Ujian Kedua. Sage Yin yang akan menjelaskannya apa yang harus kalian lakukan di Ujian Kedua." Sembari mempersilahkan Sage Yin maju ke depan.
"Saya akan mulai menjelaskannya. Pada Ujian Kedua, kita akan menguji kecepatan kalian semua. Dan kalian akan mulai berlari dari sini dan mengelilingi Kota Gunung Dunia ini sebanyak 1 kali, lalu larilah kesini. Siapapun yang pertama berhasil sampai ke Arena. Maka dia adalah Pemenangnya."
"Dan satu lagi, kami para Sage akan mengawasi kalian dari atas langit. Jadi mustahil kalian dapat berbuat Curang. Pikirkan itu baik - baik."
"Kami juga hanya akan menerima 100 Peserta yang berhasil Sampai kesini duluan. Bagi mereka yang baru tiba ke Arena dari urutan 101 sampai 1000. Maka dia akan gagal."
"Apa kalian mengerti?!"
"""Ya Kami mengerti!!""
"Bagus. Kalau begitu, Ujian kedua. Dimulai!!"
Dan mereka semua pun langsung menghilang entah kemana.
...************...
DI KURSI SIEG
'Waduh. Kalau bicara soal kecepatan.. Bukankah Justru ini adalah sebuah Keuntungan bagi Asuna, Kirito, Akame dan Rimuru? Mereka adalah yang tercepat disini mungkin...'
Sieg banya bisa tersenyum pahit mengingat semua itu. Kecepatan Mereka berempat sudah diatas - atas orang Normal. Melakukan Ujian Kedua seperti ini pasti terlihat permainan Anak - anak di hadapan mereka berempat.
Hanya saja, Sieg merasa penasaran dengan Natasya. Karena dari yang Sieg ketahui, Natasya adalah Gadis yang bertarung dari jarak jauh. Dan tidak terlalu memiliki kecepatan.
'Hmm. Memangnya dia bisa melakukan apa dengan Elemen E -!!'
Para Penonton termasuk divine beast, Sage, dan Sieg merasa terkejut. Tidak malahan sangat terkejut, mereka melihat ada Naga yang terbuat dari Es yang dikendarai seorang Gadis di atasnya.
'Yang benar saja... Dia sampai memikirkan itu..'
Sieg tidak menduga kalau Natasya sampai menggunakan cara ini. Natasya menjadi peserta pertama Yang lolos di Ujian Kedua ini dengan cara mengendarai Naga Es yang dia cipta dengan kekuatannya Sendiri.
Bahkan Kakek Daichi sangat terkejut melihat ini. Semua Orang yang melihat kekuatan Natasya merasa jantung Mereka hampir tercopot dan yang paling mengerikan adalah Natasya langsung lolos bahkan belum 1 Jam sejak Ujian dimulai.
"Ka - kau Lolos." Ucap Divine Beast dengan rasa keterkejutan di hatinya.
"Terima Kasih..." Natasya kembali masuk ke Ruang Tunggu untuk menunggu Ujian Ketiga atau Terakhir dimulai.
...************...
Satu per satu peserta juga sudah Lolos termasuk Kirito, Asuna, Akame dan Rimuru. Bahkan Semua Calon Pemenang lolos tapi, mereka merasa sangat lelah terlihat jelas dari nafas mereka yang memburu itu.
Amakusa Mirata juga termasuk tapi, dia kelihatan sama sekali tidak lelah dan dia kembali melihat ke arah Kursi Sieg.
Untungnya Ai sudah tidur sejak Sieg menenangkan Diri Ai. Jadi Ai tidak akan ketakutan seperti sebelumnya.
Merasa di tatap, Di balik Topeng itu Mata Kanan Sieg berubah menjadi Mangekyou Sharingan.
"Sieg - san tenangkanlah dirimu.." ucap Kurumi.
"Ah, benar juga.." Sieg menghela nafas. Ia tidak boleh terbawa Emosi. Jika Ia sampai terbawa Emosi, maka Dia yang akan dianggap sebagai Musuh.
'Tapi kenapa.. kenapa yah.. Aku merasakan Ada yang salah dengan Amakusa..'
Sieg mencoba menenangkan dirinya. Ia tidak perlu pikirkan Soal Amakusa selama Pria itu tidak menyentuh Ai ataupun rekan - rekan lainnya.
Divine Beast ke 3 Kemudian memimpin Arena lagi.
"Baiklah. Ujian Kedua selesai. Kalian semua berjuang sangat bagus. Sebelum kita memasuki ke Ujian Ketiga. Kalian bisa istirahat terlebih dahulu"
Divine Beast ke 3 juga terkenal akan kebaikannya. Pernah suatu hari Ada seorang Iblis yang sudah membantai Ratusan Manusia, dan Divine Beast pada waktu itu Membiarkannya pergi dan memaafkannya karena mengira mungkin Iblis itu tidak akan melakukan hal yang sama lagi di masa depan
Kebanyakan orang keberatan dengan hal itu namun, mengingat siapa Orang tersebut. Mereka harus menerimanya karena Itu adalah Divine Beast
Dikarenkan mereka akan diberikan kesempatan untuk beristirahat. Mereka harus memanfaatkan waktu ini dengan baik dan tidak boleh membiarkan sedetikpun hilang.
Cuma Natasya, Kirito, Akame, Asuna dan Rimuru yang masih baik - baik saja setelah bekeliling. Yah, itu tentu saja karena mereka selalu berlari seperti kegiatan mereka sehari - hari.
Di Atas Arena (Rimuru)
'Dai Kenja. Apa kau bisa memeriksa sesuatu tentang Orang itu..?' Tanya Rimuru dalam pikirannya.
Orang yang Rimuru maksud tidak lain adalah Amasusa Mirata. Sama seperti Sieg, Ia merasakan ada yang salah dengan Amakusa Mirata. Karena tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi, maka dia harus memeriksa soal Amakusa.
[Jawab : Saya sama sekali tidak merasakan ada yang salah tapi, Terdeteksi beberapa Aura Iblis di tubuhnya]
'Sudah kuduga... Apa dia termasuk Kelompok Sesat yang Sieg maksudkan?'
[Jawab : Tidak tahu]
'Tidak. Kau tidak harus menjawabnya..' ucapnya dengan nada Malas.
Rimuru sengaja mengatakan itu biar Suasananya menjadi bagus.
'Yah, jika dia berniat melakukan sesuatu. Aku yakin Sieg yang akan mengurusinya atau kalau diizinkan, aku yang akan mengatasinya..' Pikir Rimuru
Kirito dan Asuna seperti biasa selalu dekat dan tetap bersama dimanapun juga. Melihat mereka berdua sangat dekat mengundang rasa penasaran dari Para Penonton dan Peserta.
"Kirito - kun sudah bertemu dengan Orang itu?" Tanya Asuna.
"Ya, aku sudah bertemu dengannya. Kalau tidak salah namanya, Amakusa Mirata."
"Seperti apa Orangnya Kirito - kun?"
"Entahlah, Penakut?"
Asuna menatap ke arah Kirito dengan tatapan datar.
"A - apa..?"
"Tidak baik lho Kirito - kun. Mengatakan orang seperti itu."
'Itu benar Papa..'
Mereka berdua juga dapat mendengar suara Yui meskipun mereka berada di dalam Penghalang dimana Skill secaman Telepati tidak berfungsi
Tapi, mungkin dikarenakan mereka bertiga selalu bersama. Makanya mereka bertiga dapat berkomunikasi melalui Telepati.
"Tidak - tidak. Aku tidak berniat untuk mengejeknya. Tapi, aku cuma mengatakan apa yang kulihat saat pertama kali bertemu dengannya. Saat kami bertemu pertama kali, dia terlihat seperti seorang Penakut dan Pengecut."
"Hemm. Benarkah..."
"Aku serius. Tidak mungkin aku membohongimu." Ucap Kirito dengan sedikit bekeringat.
"Yah, kalau Kirito - kun mengatakan seperti itu. Untuk saat ini, aku akan percaya."
"Untuk saat ini..? Apa kau benar - benar percaya.?" Ucap Kirito dengan sedikit senyuman kecil.
Saat mereka saling berbicara dan bercanda. Mereka kembali mendengarkan suara Yui sekali lagi.
'Papa, Mama. Orang itu datang mendekati kalian..'
Kirito dan Asuna kemudian melihat ke arah Amakusa Mirata yang berjalan mendekati mereka berdua. Untuk jaga - jaga mereka juga memegang gagang senjata mereka masing - masing.
Tibanya, Amakusa di hadapan Kirito. Mendadak Muncul senyuman di wajah Amakusa membuat Kirito bingung.
"Senang bertemu denganmu lagi. Kirito - san." Dengan tangan yang ingin menjabat tangan Kirito
"A - ah.. aku juga." Sambil hendak menjabat tangannya namun, tiba - tiba terlihat satu Katana yang ingin menebas Tangan Amakusa.
Secara reflek, mereka berdua mundur dua langkah dan melihat siapa yang mencoba menebas mereka.
"A - akame.." ucap Kirito bingung
Tindakan Akame juga berhasil menarik Perhatian dari Divine Beast dan Sage. Mereka bersiap - siap jika ada Perkelahian atau Pertarungan.
Disisi lain, Akame menatap ke arah Amakusa dengan dingin dan Matanya menyipit seolah - olah mengetahui sesuatu.
"Jangan menyentuh Tangannya.." ucap Akame
Cuma itu yang dia katakan. Meskipun, 3 Kata tapi, Kirito mengangguk. Dia terlihat seperti menyadari Sesuatu dan arti di balik Kata Akame.
Tidak lama kemudian, Divine Beast ke 3 langsung menjadi penengah antara Akame dan Amakusa agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Hentikan. Kenapa kau mencoba menyerang Peserta lain! " bentak Divine Beast ke 3 tapi, dia dihiraukan oleh Akame membuatnya mengerutkan dahi.
Bahkan Para Penonton terkejut tidak menyangka ada yang berani mengabaikan Divine Beast.
Divine Beast ke 4 Tertawa saat melihat rekannya diabaikan. Termasuk keempat Sage yang merupakan Pengawal Divine Beast ke 4.
"Gadis itu. Dia benar - benar menarik." Ucap Divine Beast ke 4
Divine Beast ke 3 menghela nafas dan dia kembali menoleh ke arah Para Peserta. Dia juga sudah tidak mau memikirkan kejadian yang barusan lagi.
"Ehem. Waktu Istirahat kalian sudah selesai.." ucapnya.
Semua Peserta pun bangkit dan memegang semua senjata mereka masing - masing karena sudah tahu seperti apa Ujian Ketiga.
Kali ini Sage Yin lagi yang memimpin dan entah kenapa dia mengeluarkan Aura Intimidasi yang kuat seolah - olah memberikan peringatan kepada Para Peserta.
"Saya akan menjelaskan soal Ujian Ketiga. Pada Ujian Ketiga, Kalian akan bertarung melawan Peserta lain, Dan mungkin kebanyakan dari kalian sudah tahu soal ini. Pada hari Pertama ini adalah Babak Penyisihan, setiap Satu peserta akan bertanding melawan 3 Peserta lainnya dan hanya mereka yang berhasil memenangkan Pertandingan 3 Kali berturut - turut yang bakal maju ke babak berikutnya"
"Dan perlu diingat sekali lagi, Kalian dilarang untuk membuat Peserta cacat. Bagi mereka yang sengaja melakukan itu.. Saya yakin kalian sudah tahu akibatnya.."
Sage Yin menekankan Kata Peserta cacat dan Akibatnya agar semua tidak ada peserta yang berani melakukan itu.
Kesemua peserta langsung mengeluarkan Keringat dingin.
Cuma Rombongan Sieg yang masih santai - santai.
'Jadi lawan Peserta juga akan dipilih secara acak.. Kalau dipilih secara acak, bagaimana jika Pada Pertandingan pertama Natasya langsung bertemu dengan Rimuru?' Pikir Sieg.
Jika itu benar - benar terjadi. Maka Sudah dipastikan Rimuru akan kalah dalam beberapa gerakan. Selain itu, Sieg merasa kalau Rimuru bukanlah Tipe orang terlalu suka melukai Anak - anak kecuali dalam kondisi - kondisi tertentu.
Kembali Ke Atas Arena.
"Sampai sini. Apa kalian masih punya pertanyaan?" Tanya Sage Yin.
"""Tidak ada!!""" Balas mereka semua
"Kalau begitu, tanpa berbasi basi lagi. Kita akan mulai Pertandingan Pertama. Peserta dengan Nomor Peserta 147 VS Peserta dengan Nomor peserta 456. Bagi peserta yang mendapatkan Nomor peserta ini. Naik segera!!"
Dua Orang Pemuda naik ke atas panggung. Kedua orang itu pasti berasal dari Kelompok yang berbeda. Dan kedua pemuda itu bukanlah Calon Pemenang. Tapi, kekuatan mereka juga terlihat seperti tidak boleh diremehkan.
Sieg mengamati semua Peserta. Beberapa kali Matanya bertemu dengan Peserta lainnya tapi peserta tersebut tidak menyadari tatapan Sieg karena Sieg mengenakan Topeng. Tapi, itu pengecualian untuk Kakek daichi.
Sieg dapat melihat Bahwa Natasya juga sedang duduk tenang dan aura dingin menyebar dari tubuhnya. Ramai Juga para Peserta ingin mencoba mendekatinya tapi, mengingat bahwa Natasya itu berasal dari Istana Es. Mereka hanya bisa melihat dari kejauhan.
Sedangkan Kirito dan Asuna selalu bersama. Rimuru, tetap Kalem dan Mengamati dua peserta yang naik ke atas panggung tadi.
Sementara Akame selalu memegang gagang katananya entah kenapa. Tapi, Sieg mengetahui alasan dibalik Tindakan Akame.
'Sepertinya dia menyadarinya sesuatu...'
Sieg selalu memilih untuk mempercayai Akame. Akame memiliki Insting yang kuat karena sudah melawati banyak pertarungan dan dia sudah dapat mendeteksi aura - aura berbahaya di sekitarnya. Jadi tidak heran Sieg mempercayai Akame.
Sieg juga melihat semua Wajah Para Calon Pemenang dan yang berpotensi, Ichika Mizu, Asahi Gregor, Kazura, Ivar, Irina, Sherly, pemuda yang berasal dari Ras Dwarft, dan Pemuda yang berasal dari Kelompok Clan Pedang Tunggal.
Wajah mereka tidak memiliki tanda - tanda gugup. Dan bisa dibilang mereka sangat yakin dengan kekuatan mereka.
Selesai memeriksa Para Peserta, Sieg pun menoleh ke atas Arena. Dan terlihat dua Pemuda yang menyiapkan kuda - kuda.
Keduanya juga menggunakan pedang tingkat tinggi.
'Yah, mari kita melihat seperti apa Pertandingan ini...'
...***********...
Jangan Lupa dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.