I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 22



...•Kirito Pov Start•...


Setelah menerima pedang Pemberian Sieg. Aku pun meninggalkannya untuk mengetest pedang ini.


Karna Penasaran dengan kekuatan pedang ini. Dan biar terbiasa dengan Berat pedang ini. Jujur saja pedang ini sangat berat. Status Sieg pasti meningkat dratis lagi hingga membuatnya dapat Memegang Pedang ini.


Dan sekaligus berpikiran cara yang tepat untuk membuat Putri Kerajaan ini atau bisa dipanggil Miya Felix tetap tinggal di kerajaan ini. Sampai sekarang aku masih lagi bingung, kenapa seorang Putri kerajaan bisa menyukai orang sepertiku.


Disisi lain juga. Entah kenapa aku juga merasa senang saat mengetahui Bahwa Asuna dapat ke dunia ini juga. Kalau bisa aku ingin bertanya apa Klein bisa datang ke dunia ini juga. Tidak, Itu terlalu egois.


Kemampuan pemanggilan milik Sieg mungkin memiliki Batas. Tapi tetap saja, Kalau bisa aku ingin Klein ke dunia ini. Dengan begitu, Asuna dan Klein dapat menikmati Dunia ini. Dan mungkin saja Klein Dapat menemukan Kekasihnya disini.


Hahaha.. Itu tidak mungkin. Mengingat kepribadian Klein seperti itu, kemungkinan dia mendapatkan Kekasih sedikit. Kalau benar itu terjadi, sudah dipastikan aku terkejut tak terhenti - henti.


Ma, saat ini aku cuma bertujuan mengetes kekuatan pedang ini. Dan Akan mengikuti keinginan Sieg yaitu mengelilingi dunia.


Tujuan Sieg tidak buruk juga dan kesempatan untuk bertemu dengan Ras Elf akan meningkat. Kalau beruntung.


Satte to. Aku sudah tiba di lapangan dan Seperti yang diduga. Tidak ada seorang pun sama sekali di Tempat ini.


Lapangan yang kumaksudkan itu adalah Lapangan yang berdekatan dengan Istana. Tempat ini digunakan oleh Para Prajurit kerajaan ini untuk berlatih atau latih tanding. Kamar kami itu terletak di dalam Istana.


Kenapa bisa kamar kami disitu? Tentu saja ini semua Permintaan Raja itu. Dan Sebagai kesempatan Bagi Putri kerajaan ini untuk mendekatiku. Untung saja semuanya Sedang Merayakan Pesta kemenangan Sieg. Membuat Putri itu harus mengikuti pesta itu.


Benar - benar merepotkan. Aku tidak pernah merasa sangat kelelahan maupun rasa sakit yang perih seperti itu. Tapi, Inikan dunia lain. Jadi wajar saja kalau Kita akan mendapatkan rasa seperti itu.


Kalau begitu, aku akan mengetest dulu pedang ini.


5 Menit kemudian....


"Pedang ini sangat kuat. Bahan apa yang digunakan untuk membuat pedang ini?"


Aku beristirahat sejenak. Karna MP ku berkurang dratis setelah mengetest Pedang ini. Sempat juga aku Mengetes Skill milikku.


Ada beberapa Skill yang kupahami ada juga Skill yang tidak kupahami. Beberapa Skill tersebut akan kutanyai Sieg.


Dari perhitunganku. Skill ku yang memiliki Damage yang tinggi ada banyak. Dan bagaimana bisa Skillku sebanyak ini? Aku tidak ingat melakukan hal yang khusus untuk mendapatkan Skill ini.


Kalau hal yang khusus itu kuingat. palingan Melawan Semut hitam mati - matian. Pertarunganku antara semut itu layaknya mimpi buruk. Dan jadi teringat dengan kejadian Dimana aku melawan boss Lantai 74.


Pertarungan itu sangat memberatkan. Aku ingin bersantai tapi kelihatannya itu tidak mungkin. Dimasa depan banyak lagi masalah yang menanti kami semua.


Sieg terkadang bisa mengurusinya namun, Sieg juga tidak selalu dapat mengatasinya sendiri hingga membuatku turun tangan.


Yah, aku pikir itu tidak masalah mengingat Asuna yang datang kesini. Rasanya seolah - olah, Aku sudah merasa tenang.


Ketika aku sedang duduk diam di lapangan itu. Entah mengapa aku merasakan Aura yang sedang mengarah kesini. Apa mungkin Pencuri, atau musuh?


Di saat seperti ini musuh dapat menyerang kami yang bersantai - santai.


Tidak. Musuh itu tidak menyerang kami dan aura ini terasa Familiar.


Ma, daripada memikirkan itu terus. Lebih baik aku menyuruhnya keluar. Dia juga kelihatan tidak memiliki Niat Buruk.


"Oi. Keluarlah. Aku sudah menyadarimu.." ucapku dengan tenang.


Setelah aku mengatakan itu. Seorang gadis seumuran Ai. Rambut dan mata berwarna Cokelat. Gaya Rambut yang dikuncir Kuda membuat Kecantikannya bertambah. Kulit yang putih seputih susu. Mengenakan Gaun Khusus Untuk seorang Putri. Dan wajah yang benar - benar dapat menarik perhatian pengeran dari negara manapun.


Benar, Gadis ini adalah Miya Felix atau dikenali sebagai Putri Kerajaan ini.


Sekarang di benakku Banyak pertanyaan yang keluar dan Yang pertama kali pertanyaan keluar adalah...


"Sedang apa anda disini Hime - sama. Bukankah seharusnya orang seperti anda berada bersama Dengan keluarga anda. Dan merayakan semua ini?"


Aku akan sesopan mungkin kepadanya. Aku juga tidak terlalu tau cara yang formal berbicara kepadanya. Aku juga baru beberapa hari di dunia ini. Dan langsung mendapatkan masalah.


Hum? Wajah gadis ini memerah atau Perasaanku saja. Tapi, wajahnya benar - benar memerah yah aku tidak perlu memikirkan itu.


Dan kebetulan sekali, aku akan langsung saja mengatakan Keputusan tentang dia ingin mengikuti kami semua.


Aku akan menolaknya. Seorang Putri tidak bisa meninggalkan Kerajaannya hanya Karna dirinya Menyukai seseorang. Dia bisa saja mengikuti kami jika aku juga mencintainya. Tapi, jauh di lubuk hatiku. Mengatakan kepada ku, Kalau aku sudah memiliki Seseorang yang berharga bagiku.


"Hi -"


"Ki - kirito.." ucapnya secara perlahan.


Apa dia menghentikanku? Atau tanpa sengaja kami mengucapkannya secara bersamaan?


Tapi dilihat dari wajahnya. Dia benar - benar ingin mengatakan sesuatu.


"Ada apa Hi -"


"To - tolong jangan panggil aku Hime - sama.."


Kalimatnya sedikit tidak kedengaran tetapi aku dapat mengetahuinya dari pergerakan bibirnya.


Jadi Dia tidak mau aku berbicara dengannya secara Formal. Itu sedikit sulit, dia seorang Putri. Sosok yang penting di kerajaan ini sedangkan aku?


Aku hanya Orang yang kebetulan terpanggil oleh Sieg. Dan tidak pantas memanggil Gadis ini dengan namanya secara langsung.


"It -"


"To - tolong Kirito"


Haa... kalau begini. Aku tidak dapat pilihan lain selain menurutinya. Dia benar - benar membuatku kalah telak. Sedikit tidak adil, menggunakan Kecantikannya untuk memaksaku.


"Baiklah. Etto... Miya - sama?"


"Cu - cukup panggil Miya"


"..."


Mana mungkin aku memanggilmu seperti itu. Itu hampir mustahil. Dan bisakah jangan menggunakan kecantikanmu itu untuk memaksaku..


"Oke. Jadi Miya"


Wajahnya kembali memerah. Apa dia demam atau kurang sehat?


"Hi - Miya. Apa kau baik - baik saja. Kau kelihatannya kurang sehat?"


"Ti - tidak apa - apa. Aku baik - baik saja..."


"Baguslah kalau begitu. Jadi sedang apa kau disini?, Kenapa tidak bersama dengan keluargamu?"


"I - itu seharusnya pertanyaanku. Kau sendiri sedang apa disini? Kenapa kau tidak mengikuti kami untuk merayakan bersama.."


Kenapa setiap kali dia berbicara denganku. Dia selalu gugup..


"Seperti yang kau lihat. Aku sedang Mencoba Pedangku. Dan Aku tidak terlalu tertarik dengan Pesta - pesta seperti itu."


"Begitu.. apa yang membuatmu tidak tertarik."


"Tidak ada alasan yang khusus. Aku cuma tidak ada niatan untuk mengikuti itu. Selain itu, aku sangat lelah."


"Kalau begitu. Kenapa kau malah berada disini. Bukannya seharusnya kau berada di kamarmu..."


Pertanyaan banyak sekali.


"Hentikan membicarakan ku. Dan Miya sedang apa disini."


"Ma - maaf.."


Aku sedikit bingung kenapa dia meminta maaf.


"Untuk apa kau meminta maaf? Kau tidak melakukan kesalahan apapun."


"Ha - habisnya aku banyak bertanya padamu.."


"Ah. Tidak perlu dipikirkan. Aku pikir wajar saja kau akan bertanya. Seorang lelaki berada di lapangan tengah - tengah malam. Dan tidak mengikuti merayakan pesta yang diadakan oleh ayahmu"


"Jadi memang benar... Kirito kau memang baik...." Gumam Miya.


Aku tidak mendengarnya.


"Apa kau mengatakan sesuatu?"


"Ti - tidak. Dan kenapa aku disini. Aku cuma ingin merasakan Angin segar disini."


"Hmm. Bukankah kau seharusnya membawa Pengawal? Akan berbahaya jika kau sendiri di sini"


Sudah ada?. Tapi dimana?


"Dimana pengawalmu? Apa dia seorang assassin?"


"Kau.." ucapnya sambil menunjukkan jari telunjuknya padaku.


Jelas membuatku sedikit terkejut.


"A - aku?"


"Be - benar. Karna cuma kau yang ada disini. Kalau kau khawatir padaku. Kau harus melindungiku kan?.."


Yah.. dia benar - benar membuatku kalah telak. Apa ini kekuatan Gadis Cantik, Sangat mengerikan.


"Oke. Akan kulakukan. Tapi, aku hanya ingin mencoba pedang ini. Apa kau tidak masalah dengan itu?"


"Ti - tidak boleh.. Kau harus mengikutiku.."


"Tidak tidak. Kenapa aku harus mengikutimu? Bukankah aku hanya melindungimu? Kalau memang begitu, Kau cuma duduk diam disini sampai Pengawal pribadimu menjemputmu"


"..."


Ah. Apa Aku terlalu berlebihan? Tapi.. Mau bagaimana lagi, aku sendiri tidak mau repot - repot kesana sini. Aku sudah sangat lelah. Aku kesinipun hanya untuk mencoba pedang ini.


"Apa masih tidak boleh..." Ucapnya sambil memegangi baju Biasaku.


Bagaimana ini? Menolaknya atau menerimanya? Oh, Sieg bisakah kau memberikanku bantuan? Cara menghadapi Gadis cantik itu bagaimana?


Dalam keadaan ini harus bagaimana?


"Bukannya tidak boleh. Tapi. Aku benar - benar sangat lelah. Setelah Aku mencoba pedang ini, aku ingin beristirahat."


"A - aku memiliki Item yang dapat memulihkan Stamina seseorang.. bagaimana dengan itu?."


Item yang dapat memulihkan Stamina? Memangnya item semacam itu ada? Kalau adapun bukankah itu sangat berharga? Dan dia ingin memberikannya padaku


"Item pemulih stamina? Apa kau memilikinya?"


"A - aku memilikinya.."


Kemudian Dia mengeluarkan barang dari sebuah portal. Skill.. itu apa mungkin Sihir Ruang?


"Itu.."


"Ah. Ini bukan Sihir Ruang. Ini salah satu Item yang kumiliki. Item ini membuat Aku dapat meletakkan beberapa item didalamnya.."


"Item yang sangat berguna."


"Ka - kalau kau menginginkannya. Aku bisa memintanya pada Otou - sama."


"Tidak. Aku tidak memerlukannya dan Item pemulih Stamina?"


Lagian, aku memiliki Skill itu.


"I - ini.. itemnya..."


Item ini sedikit unik. Ini lebih tepatnya disebut dengan Potion, Bercair Hijau dengan keemas - emasan. Tapi....


"Item ini kelihatannya sangat langka. Jadi aku tidak dapat menerima itu.." ucapku menolak


"Ta - tapi..."


Dia benar - benar sangat sedih. Sebegitunya kah dia ingin berjalan - jalan. Kalau cuma itu, bukankah dia bisa membawa Pengawal Pribadinya.


"Sebenarnya. Kenapa kau begitu ingin berjalan - jalan. Bukankah kau memiliki Pengawal? Dengan begitu saat ini juga kau sudah sedang Menikmati Perayaan ini"


Wajahnya kembali lagi memerah. Dia baik - baik saja kan?


"A - aku cuma ingin berjalan bersama - sama denganmu... dan Membuat Rasa lelahmu hilang..."


"Ap -"


Aku sangat terkejut dengan kalimat yang dia keluarkan. Kalimat itu sangat memalukan. Pantas saja wajahnya sangat memerah. Dan dia cuma ingin bersama denganku. Aku lupa, Gadis ini menyukai ku.


Menerimanya atau tidak? Pertanyaan itu memenuhi Kepalaku.


"Oleh karna itu. Aku memberikan Item ini kepadamu. Dengan begitu Kirito dapat berjalan bersama - sama denganku. Dan Momen yang tidak akan pernah kulupakan selamanya. Saat - saat seperti ini sangat berharga. Item ini juga aku ambil secara diam - diama dari Ruang Harta"


Ruang Harta!!, Gadis ini, Miya mengambilnya dari Ruang Harta. Walau dia adalah Seorang Putri tapi mengambil Barang dari ruang harta tanpa Seizin Ayahnya sama saja dengan Mencuri.


Ini membuatku tidak enak.


"Walau kau ingin menghabiskan waktu bersama Orang yang kau sukai. Tetap saja tidak boleh seperti itu"


Setelah aku mengatakan itu. Dia terlihat sangat sedih.


Aku sudah tidak tau lagi apa yang harus kulakukan


"Ka - kalau kau tidak ingin menemani ku. Kau harus membawaku Mengikuti Petualanganmu" ucapnya dengan memaksa.


"..."


Yosh, akan Kutemani dia.


"Iya. Ayo kita pergi" secara reflek aku langsung menjawabnya.


Lebih bagus jika aku mengikutinya daripada membawanya ikut Petualangan berbahaya kami. Entah apa yang dikatakan Sieg jika aku membawa Gadis ini.


Wajah Pu - tidak Miya menjadi sedikit gembira setelah aku mengatakan.


Tapi kenapa dia mengatakan kalimat itu. Ini artinya dia sudah tau bahwa aku akan menolaknya untuk mengikuti kami.


Benar atau tidak? Aku tidak tau.


"Terima Kasih Kirito."


"Untuk apa?"


"Kau mau terima Permintaan Egoisku. Padahal Kau sudah sangat lelah"


Jadi dia menyadarinya. Aku sudah sangat lelah saat ini. Entah berapa lama lagi aku tetap mempertahankan kesadaranku. Sieg sudah memberikan ku Potion tingkat tinggi Tetapi Potion itu hanya menyembuhkan Lukaku tidak Untuk Staminaku atau rasa lelah.


"Tidak perlu dipikirkan..."


"Ka - kalau begitu Kirito. Ikuti aku.."


Miya langsung menarik Tangan Kananku dengan Tangan lembutnya hingga membuatku terkejut. Dia memiliki keberanian untuk melakukan ini.


Untuk saat ini aku akan mengikuti Keinginannya. Selama dia tidak melebihi batas. (Bagi yang mengerti).


Dia memaksaku untuk pergi dari Lapangan ini. Dan tidak lupa untuk menyimpan Pedangku yang bernama Excalibur ke Skill Storageku.


Aku harap Asuna juga mengikuti Perayaan ini.


"Hmm? Tunggu dulu. Kenapa tiba - tiba berbicara tentang Asuna? Aneh.."


"Kenapa Kirito.?"


"Tidak. Kita nikmati saja Perayaan ini. Aku ingin memakan sesuatu.."


Dan Aku pun terus menerus mengikuti keinginan Putri keraj - tidak Miya. Kemana - mana. Terkadang Memainkan Permainan yang tidak pernah ku lihat. Terkadang aku memeriksa Statusku jika Miya Sedang membeli sesuatu. Terkadang juga aku memakan Makanan yang dikatakan sangat pedas.


Hal yang kami lakukan ini tentu menarik perhatian semua Para Warga. Bagaimana tidak? Seorang yang dianggap pahlawan sedang berjalan Di sisi Putri kerajaan ini. Aku juga merasakan tatapan tajam dari bangsawan mungkin.


"Aku ingin istirahat....."


...•Kirito Pov End•...


...********************...


Untuk jaga - jaga bagi kalian ini adalah Informasi Tambahan


\= Kirito belum menyadari kalau di Menyukai Asuna. Cuma dia hanya beranggapan Kalau Asuna itu penting dalam hidupnya. Yah, Ini kan Cuma Fan fiksi.


Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share