I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 24



...•Normal Pov Start•...


Sudah dua Hari berlalu sejak Perayaan Pesta itu. Selama Dua hari ini Sieg dan yang lainnya sedang mengistirahatkan tubuh mereka sebanyak mungkin.


Mereka juga selalu dikerumuni oleh Para Warga kota untuk bertemu dengan Sieg dan yang lainnya. Para Petualang, Guild Master dan Beberapa orang dari kerajaan lain hingga membuat Sieg kerepotan. Rumor tentang Sieg dan teman - temannya sudah menyebar luas. Tidak tau siapa yang menyebarkan itu, Tapi rumor tersebut membuat Sieg dan yang lainnya kerepotan


Dan Beberapa orang yang berasal dari luar hanya ingin memastikan apakah Rumor tersebut benar - benar ada?.


Raja yang mengetahui akan hal itu langsung turun tangan, karna sedikit takut jika seandainya Mereka menganggu Sieg atau Calon Menantunya Kirito hingga Sieg dan lainnya mengikuti kerajaan tersebut. Semuanya diurusi Raja membuat Sieg dan yang lainnya Tenang.


Sieg saat ini sedang Duduk di tengah - tengah Taman Istana untuk Membuat dirinya lebih tenang lagi untuk membangkitkan Kekuatan Elemen baru yang baru yaitu Air. Dia seharusnya sudah membukanya namun Entah kenapa, malah Tersegel kembali


Kata System. Ada masalah yang membuat Kekuatan Elemen Es atau Air tersegel kembali. Mungkin berhubungan dengan Pemberian Berkah Dewi Air. Itu yang dipikirkan Sieg.


Ada Dua lagi elemen yang belum terbuka Yaitu Daun dan Cahaya. Yang Sieg ingin buka adalah Cahaya Tetapi untuk membukanya tentu memiliki Syarat atau kondisi - kondisi tertentu.


Untuk membuka Elemen Daun dia Harus membuat Dirinya sedikit kekanak - kanakan. Jelas membuat Sieg sangat malu. Dan Dia akan melakukan itu dibelakang. Elemen daun juga yang terlemah dari kesemua Elemen.


Elemen Daun membuat Diri Sieg penakut dan kekanak - kanakan. Yang dimana Elemen tersebut juga berpontensi untuk membuat Sieg Mati.


Dan untuk mendapatkan Elemen Cahaya, Dia harus memenuhi 2 Kondisi tertentu. Pertama, Mendapatkan Keenam Elemen yang lainnya. Kedua, Menggunakan Kekuatan Elemental sampai batas atau melebihi Batas. Dengan begitu, Elemen Cahaya akan didapatkan.


Tidak lama lagi, Seluruh Tubuh Sieg akan pulih sepenuhnya. Dia bisa saja Menyuruh Kurumi untuk memundurkan waktu Tetapi, Mengingat Reiryoku Milik Kurumi masih dalam Tahap Pemulihan.


Sieg mengurungkan Niatnya.


Bagaimana dengan Ai dan Kurumi?


Kalau mereka berdua, tidak perlu ditanyakan lagi. Sangat akrab malahan Terlalu Akrab. Sampai - sampai Putri kerajaan ini atau Miya membuat Dirinya berteman dengan Ai dan Kurumi.


Sedangkan Kirito. Selalu diikuti oleh Miya. Kirito juga belum pulih sepenuhnya dan mungkin tersisa dua hari lagi Untuk pulih. Baik itu Sieg dan yang lainnya.


Jadi sebelum Pulih sepenuhnya. Mereka harus memanfaatkan Waktu mereka sebaik mungkin. Kalau Kirito selalu Berlatih di malam hari dikarenakan Miya yang selalu memaksa Kirito mengikutinya di Pagi Hari sampai sore.


Di Malam Hari juga Sieg harus menghabiskan Waktu bersama Ai dan Kurumi. Ah, Bukan Hal - hal yang aneh ya.


Yang dimaksudkan Habiskan waktu itu adalah selalu bersama Ai dan Kurumi karna Sieg tidak ingin membuat mereka selalu khawatir atau Bosan di kerajaan ini. Mereka juga terlihat bahagia kalau Sieg ada Di sisi Mereka. Jadi Sieg tidak keberatan akan hal itu.


...*****************...


"Tetap Tenang Sieg. Jangan pikirkan apapun...." ucap Sieg sambil duduk Bersila. Sudah 45 menit Sieg duduk bersila. Ini semua demi mendapatkan Elemen Air.


Kaki Sieg sudah kejang - kejang. Yang Sieg dengarkan dari tadi pun hanyalah Suara burung berterbangan. Suara Angin segar yang membuat Sieg merinding. Karna Sieg bangun di pagi hari.


"Tidak berguna.." Sieg merebahkan tubuhnya.


[Kau terlalu cepat menyerah..]


"Pikirku. Aku sudah cukup tenang."


[Belum cukup. Kondisi ketenangan mu saat ini baru mencapai 60%]


"Baru segitu? Apa tidak ada cara lain System?"


[Cara lain? Aku tidak terpikirkan satu pun]


"Kalau begini terus. Elemen Air mungkin aku tidak bisa dapatkan.." Ucap Sieg lelah.


[Berjuanglah Sieg. Kau juga ingin Elemen Cahaya bukan?]


"Mau sih. Tapi tetap tenang selama itu sangat sulit.."


[Sudah lanjutin Latihanmu. Sesekali juga tidak buruk kan berjuang sendiri tanpa Membutuhkan bantuanku. Kalau kau terus menerus meminta Bantuanku, kau tidak akan bisa berkembang lho]


"Iya iya."


Sieg duduk Bersila di tempatnya dan lanjutkan Lagi Ketenangannya.


Tik....


Terdengar Suara Rintihan Air yang asalnya entah darimana.


"Suara itu barusan apa?"


[Tetap Fokus Sieg. Tanda - tanda Elemen Air sudah mulai muncul!!]


"Ohh."


Sieg kembali menjadin tenang. Dan terus fokus, Dalam kepala Sieg yang dipirkan hanyalah 'Tetap tenang' hingga membuat Sieg tidak mendengarkan apapun di luar kecuali Suara Air yang terus menetes.


Tidak lama Kemudian. Air yang seukuran Air mata manusia Mulai tercipta. Satu per satu Bola Air itu mengeliling Tubuh Sieg. Lalu memasuki ke Tubuh Sieg.


Sieg tidak menyadari Perubahan itu dan terus fokus untuk membuat Dirinya tetap tenang. Dan Akhirnya, Tubuh Sieg menjadi silau membuat Sieg tersadar kembali.


.......


Ketika Sieg membuka matanya. Dia menyadari kalau Dia sudah mengalami perubahan hanya saja...


"Pakaianku ini memang berwarna Biru tapi kenapa hanya setengah?"


Wujud Sieg yang sekarang ini adalah Setengah dari pakaiannya berubah menjadi warna biru sedangkan yang lainnya berwarna Putih biasa.


[Mungkin ada masalah?]


"Itu yang ingin kutanyakan.."


[Ketenangan mu tidak cukup]


"Sisa berapa lagi harus 100%?"


[Sisa 3%]


"Ternyata Tersisa seperti itu. Aku akan tetap tenang lagi"


Sieg mulai Serius. Walau hanya setengah wujud Air tapi Dia sudah memiliki ketenangan yang membuat dirinya Menjadi kuat dalam hal pertarungan.


Air juga termasuk dalam Elemen yang lemah karna Air cenderung lebih memilih menghindari Pertarungan dan suka minum minuman yang sedap atau enak menurutnya. Serta terlalu santai.


Sieg mengetahui soal itu dan Karna Dia belum Memiliki Wujud Air Sepenuhnya. Sieg dalam wujud setengah Air ini membuat Sieg tidak akan menghindari Pertarungan sementara dulu.


Jika dalam Wujud Asli Air. Sieg pasti tidak terlalu suka dalam pertarungan. Yah, itu selama dia dalam wujud Air kalau dalam wujud lain, Kepribadiannya pasti berubah.


Air yang seukuran Bola Basket mulai mengelilingi Sieg. Setiap detik bola itu mulai mendekati Sieg. Dan Tepat Sieg membuka kedua kelopak matanya.


Kesemua bola air itu langsung melesat ke Tubuh Sieg. Hingga membuatnya terlihat terkurung di Penjara Air.


Namun, Sieg tidak panik. Dan Ketika dia menggerakkan Kedua tangannya. Air itu juga seketika meletus dan terlihatlah wujud Sieg yang sekarang...


...[Elemen Air didapatkan!!]...


Sosok Sieg yang sekarang sudah sangat berbeda. Memakai Baju Normal berlengan Panjang warna Biru sepenuhnya. Rambutnya Berwarna Putih dengan Kebiru - biruan laut. Dan wajahnya terlihat sangat tenang.


Sieg yang sudah tau tentang perubahannya langsung merasa sedikit aneh.


"Aku merasa lelah..."


Rasa lelah mulai menyelimuti Sieg Air. Membuat Sieg sedikit tidak mampu berdiri. Sieg Menguap dan ingin tidur.


"Aku ngantuk..."


[Aduh.. Sieg tetap kuatkan dirimu]


"Mau bagaimana lagi? Aku sangat lelah.. dan sangat ngantuk. Bisakah aku tidur beberapa hari kedepannya?"


[Tidak boleh. Kau harus kuasai Kekuatanmu sekarang!! Bagaimana kalau begini, Akan kuberikan Kau Diskon untuk membeli Rinnegan Sasuke ba -]


Sieg Air langsung memotong kalimat System


"Baiklah. Akan Kuterima tantanganmu"


Sieg menerimanya. Walau Sieg air itu sangat menghindari pertarungan, Namun jika Sieg Air sedang dalam kondisi serius kekuatannya akan berganda membuat Dirinya kuat dan setara dengan Ketiga Elemen Yaitu Petir, Angin, dan tanah. Selama Ketiga elemen itu tidak memasuki Stage 2, Sieg Air saja sudah cukup untuk mengurusi Ketiga Elemen Tersebut.


"Jurus seperti apa yang harus kukeluarkan?"


System yang berada dalam tubuh Sieg langsung merasa pusing melihat Sieg Air yang ini.


[Ada banyak daftar jurus yang bisa kau gunakan. Masa kau tidak dapat pikirkan]


"Memang banyak sih. Tapi aku lebih memilih untuk menyerang dari Jarak Jauh. Oleh karena Jurus yang tepat untuk menyerang dari Jauh mungkin ini.."


Sebuah Bola Air yang ukurannya dua kali lipat dari tubuh Sieg keluar dari Kedua kakinya. Sieg langsung terlempar ke atas dan Bola Air itu langsung berada Di bawah Kaki Sieg Air.


Membuat Sieg terlihat Keren karna menduduki Bola Air yang terlihat mudah Meletus.


Sieg Air duduk santai di Bola air itu lalu menggabungkan Kedua Tangannya dan Mengarahkannya ke Targetnya.


Dan...


BANG


Air yang berbentuk Ular keluar dari Kedua tangan Sieg dan menghancurkan Pohon.


"Dampaknya terlalu Kurang. Aku harus meningkatkan Daya Serangannya.."


Kali Ini Sieg mengubah Bola air yang dia duduki berubah menjadi Ular Raksasa. Hingga membuat System panik.


[Sieg!! Apa yang kau lakukan?!! Apa Kau ingin menghancurkan Taman ini?!!]


"Katamu ingin membuatku menguasai Kekuatan ini?"


[Aku memang mengatakan itu tapi... haaa sudahlah. Kau lulus, Hadiahnya Aku akan memberikan Diskon Membeli Rinnegan Sasuke]


"Akhirnya kau mengetahui Kekuatanku.."


[Kalau begitu. Tolong kembali ke Sieg Normal.] Minta System.


System takut akan ada kejadian aneh jika Sieg sedang dalam Wujud Elemennya.


"Tidak mau." Jawab Sieg Air singkat.


[Eh?]


"Eh dengkulmu. Aku bilang Aku menolak."


[Tidak - tidak. Segera kembali Ke Wujud Normalmu!!]


"Sudah kubilang. Aku menolak."


Ini Yang System takutkan. Perwujudan Elemen itu sangat keras kepala, Membuat dirinya tidak ingin Kembali Ke Normal. Atau bisa dibilang Diri Sieg yang lain.


"Aku sudah repot - repot keluar dan kau ingin aku kembali normal? Jangan bercanda. Selain itu, aku ingin bertemu dengan Para Gadis itu..."


[Sieg Air. Segera kembali normal atau kau akan merasakan Akibatnya.] System dengan nada Mengancam.


Sieg Air kaget melihat System yang seperti ini. Terpaksalah dia Pasrah, Habisnya dia dapat berkembang sejauh ini semuanya berkat System dan tidak ingin membuat System marah pada dirinya.


Entah apa akibat yang akan diberikan padanya tapi dia merasakan hal yang buruk. Tidak seperti Elemen Lainnya, Elemen Air adalah Elemen yang sangat berhati - hati oleh karena itu, dia disebut sebagai Elemen Yang cenderung menghindari Pertarungan. Padahal kalau Sieg Air dalam Serius, kekuatannya meningkat dratis.


Beberapa detik kemudian....


"Barusan itu sangat bahaya...."


Sieg sedikit terkejut saat kepribadian Dirinya yang lain mengontrol dirinya. Sieg sama sekali tidak dapat mengontrol dirinya yang asli di saat memakai wujud Elemen.


[Kau harus berhati - hati menggunakan Kekuatan elemen]


"Iya. Aku tau, rasanya sangat ngeri saat kepribadian ku yang lain mengendalikan tubuhku"


"Jadi System. Diskon Rinnegan sasuke..."


[Haa. Baiklah. Aku akan memberikan Diskon sebesar 50%]


"Thanks System.." Ucap Sieg.


[Apa kau ingin membelinya sekarang?]


"Ah. Tentu.."


...[Sisa Poin Saat Ini 700.000]...


...[Mata Rinnegan Sasuke di letakkan di Storage]...


[Apa kau ingin menggabungkan Mata Rinnegan Sasuke sekarang Sieg?]


"Biarkan aku berpikir sejenak.."


Sieg harus berhati - hati dalam mengambil keputusan soal ini. Karna kemungkinan dia tidak sadarkan diri sangat tinggi. Kalau dia tidak sadarkan diri, sudah dijamin Bahwa Sieg pasti akan mati saat itu juga.


[Tidak perlu takut. Aku akan membantumu.]


Setelah mendengar Kalimat System. Sieg sudah tidak perlu khawatir lagi. Selama ada System pasti tidak akan ada masalah.


"Kalau kau berkata seperti itu. Apa boleh buat. Mulai Penggabungan Mata Rinnegan itu"


[Oke. Mata bagian mana yang ingin kau letakkan dengan Mata Rinnegan ini? Kanan atau Kiri]


"Aku tidak terlalu memikirkan Bagian mana sih. Yah, Sudahlah Bagian Kiri seperti Sasuke"


[Tetap pertahankan kesadaranmu. Rasa Sakitnya 10 kali lipat dari mata Sharingan dan Rasa sakit itu akan berlangsung selama 2 Jam. Meskipun begitu, Apa kau masih ingin lanjut?]


"Iya."


Lalu tanpa disadari. Sieg langsung mengeluarkan Jeritan yang membuat Burung - burung berterbangan. Jeritan Sieg tidak ada siapapun yang dapat mendengarnya karna Taman Istana ini jarang dikunjungi oleh Orang - orang.


Darah - darah mulai mengalir dari Mata Kiri Sieg. Rasa sakitnya sampai membuat Matanya ingin meledak.


Sieg berguling - guling di Rumput - rumput itu Seperti cacing kepanasan untuk membuat Rasa Sakitnya sedikit Berkurang.


Namun, Rasa Sakitnya makin bertambah dan membuat Mata Sieg sangat kesakitan hingga Darah yang mampu mengisi satu gelas sudah keluar.


Secara Otomatis Essence Flame yang dapat menyembuhkan Pemiliknya keluar dari tubuh Sieg dan menyembuhkan Sieg berulang - ulang hingga Kondisi Sieg saat ini terlihat seperti Disiksa Terus menerus di Neraka.


System cuma terdiam melihat Sieg seperti ini. System sebenarnya juga tidak ada cara lagi membuat Sieg mempertahankan Kesadarannya maupun mengurangi Rasa Sakit Sieg.


System tidak sanggup melihat Sieg tersiksa dan di dalam Tubuh Sieg itu. Dia pasti merasa Sedih melihat Sieg seperti ini.


Dan Akan diam melihat Sieg seperti ini karna System sendiri juga tidak memiliki Cara untuk membuat Sieg tetap sadar atau semacamnya.


2 Jam berlalu


Penggabungan Mata Rinnegan Sasuke ke Tubuh Sieg sudah selesai.


Sieg tidak memiliki tenaga untuk menggerakkan tubuhnya dan hanya melihat awan - awan di langit.


Pernafasan Sieg tidak beraturan, Darah di mata Kirinya mengering, Keringat membasahi Pakaiannya, Noda darah juga melengket Di pakaiannya.


[Si - sieg?]


Sieg tidak berniat untuk membalas System sementara. Bukan karna marah dengan System tapi karna sangat lelah dan ingin merasa Tertidur selama beberapa hari ini.


Sieg putuskan untuk bersantai besok dan akan terus berada di kamarnya. Setidaknya dia ingin menjadi Hikikomori satu hari.


[A - apa kau marah denganku Sieg?]


"Apa yang kau katakan? Buat apa aku marah?"


[Aku tadi memboho -]


"Sudah. Aku mengerti. Kau pasti punya alasan sendiri."


Sieg tidak ingin membahas ini lebih lanjut lagi dan Tertarik untuk menggunakan kekuatan Rinnegan Sasuke.


"Tapi sebelum itu... System berikan ku cermin." Perintah Sieg.


[Ba - baik] System masih lagi merasa bersalah kepada Sieg karna telah membohonginya.


Sedangkan Sieg tidak terlalu memikirkannya.


Terdapat Satu cermin tepat di Wajah Sieg dan Sieg memperhatikan Baik - baik wajahnya.


Wajah yang sangat tampan, di Mata Kanannya memiliki Mata berwarna Biru indah dan mata Kirinya berwarna Ungu. Memiliki Ciri Khas enam Tomoe berbeda dengan bentuk pertama yang juga beriak. Keenam Tomoe itu berputar - putar di garis - garis berbentuk Cincin itu. Membuat aura kemisteriusan terpancar dari Tubuh Sieg.


"Mata Rinnegan ini. Apa bisa dinonaktikan?"


[I - itu...]


"Jadi tidak boleh ya?"


[Itu benar Sieg. Kau tidak bisa menonaktifkan mata itu dan akan terus aktif selamanya]


Sieg tidak akan menghela nafas ataupun menyesal. Karna dia berpikir mata ini keren. Selain itu, tidak ada buruk juga kalau Mata ini terus aktif. Mata ini juga tidak terlalu memakai mana.


"Aku ingin mencoba kekuatan ini. Apa namanya jutsu Yang dapat membuat penggunanya Bertukar tempat dengan Targetnya?"


Sieg berpikir sementara.


[Amenotejikara] jawab System


"Ah. Aku akhirnya ingat. Trace On.." ucap Sieg.


Dan terciptalah satu pedang biasa di Tangan kanan Sieg. Lalu melemparkannya ke langit dan..


"Amenotejikara.." Ucap dalam benak Sieg.


Dan Sieg bertukar tempat antara Pedang Sieg dan tubuhnya. Dan Salah satu Tomoe Di mata Rinnegan Sieg menghilang dan juga Sieg sudah salah melemparkan Pedang itu ke langit. Karna saat ini Sieg jatuh dari langit.


"Aku melemparnya terlalu jauh.." Sieg tetap tenang walaupun jatuh dari Langit.


"Kalau begitu."


Sieg menggunakan Amenotejikara lagi dan berpindah dengan pedangnya lagi.


"Fuh. Benar - benar mengagumkan. Selanjutnya aku ingin melakukan Perjalanan antar dimensi sih tapi, aku tidak ingin melakukannya karna Aku sendiri belum tau ke Dimensi mana yang ingin ku tuju"


Sieg juga ingin menggunakan Shinra Tensei dan Chibaku Tensei. Tetapi, Itu akan menarik perhatian karna tempat ini tidak Kerajaan ini bakal hancur.


Yang tersisa adalah Bansho Ten'in


Sieg mengarahkan telapaknya ke arah Satu Ranting pohon yang Jatuh tadi. Lalu menggunakannya..


"Bansho Ten'in.." ucap Sieg secara perlahan .


Ranting Pohon itu langsung melesat ke arah Sieg layaknya tertarik magnet. Begitu tangan Sieg tersentuh dengan Ranting pohon tersebut. Ranting itu langsung Hancur menjadi debu.


Sieg bingung kenapa tiba - tiba hancur.


"Apa Mungkin jika tertarik dengan Bansho Ten'in. Benda tersebut akan hancur?" Pikir Sieg


Sieg hentikan latihannya.


"Selanjutnya. Aku harus memanggil Asuna karna besok aku ingin habiskan waktuku dengan Tidur nyenyak " ucap Sieg tegas.


Sebelum itu Sieg harus pindah dari tempat itu.


'System. Cari tempat..'


[Baik.]


Setelah System menemui tempat yang cocok buat pemanggilan. System ingin menteleportnya kan Sieg ke sana tapi dihentikan oleh Sieg.


"Aku ingin mencoba Portal Rinneganku."


Sieg mengarahkan Mata Kirinya dan Portal yang berwarna Ungu Kehitam - hitaman tercipta. Karna belum terbiasa dengan mata Barunya. Portal tersebut sedikit besar dan Mana Sieg terkuras dratis.


Sieg tidak memikirkannya dan Langsung memasuki ke dalam Portak itu.


...******************...


Begitu Sieg melangkahkan kakinya keluar dari Portal tersebut. Sieg langsung berada di Tengah - tengah hutan yang entah Dimana. Yang pastinya saat ini Sieg berada sangat jauh dari Kerajaan Felix.


Hutan itu juga Terlihat jarang dimasuki oleh orang lain.


"Penglihatanku aneh." Ucap Sieg saat melihatnya dengan mata Rinnegannya.


Hutan yang Sieg datangi itu terlalu gelap dan siapapun pasti tidak dapat melihatnya.


Tetapi Karna Sieg memiliki Mata Rinnegan, Dia bisa melihatnya walau dalam kegelapan hanya saja Penglihatannya ada warna keungu - unguan. Dia juga bisa melihat Aliran yang seperti Air terus Mengalir. Aliran yang Sieg lihat saat ini itu adalah Mana.


Rinnegannya dapat membuat diri Sieg melihat Aliran mana yang terus mengalir Layaknya Air.


"Sedikit menganggu sih tapi mau bagaimana lagi. Selain itu, ada jumlah Mana yang sangat besar berasal dari sana." Ucap Sieg yang melihat Jumlah Mana yang sangat besar berasal dari Arah Gua yang besar.


"Tempat apa sebenarnya ini System?"


[Tempat ini adalah Hutan Kematian yang sudah dibiarkan selama 5000 Tahun. Banyak Monster berlevel tinggi berada disini. Divine Beast yang berada di urutan 5 kebawah juga tidak berani masuk. Yang bisa masuk hanyalah Divine Beast di Urutan 1, 2, 3, dan 4 karna kekuatan mereka.]


"..."


Sieg ingin bertanya kenapa System dipindahkan kesini namun, dia tidak ingin menanyakannya karena lagi kesal


Untuk sekarang Sieg harus Fokus Memanggil Asuna.


Sieg juga tidak merasa bahaya karna Aliran Mana yang dia lihat tidak terlalu banyak yang artinya Monster disini sangat sedikit.


"Mulai System.." Perintah Sieg.


...[Baik. Menggunakan Kartu Peningkat Kesempatan Sebanyak 50%]...


...[Memulai Pemanggilan Asuna dari Anime SAO]...


...[Pemanggilan Selesai] ...


Sama seperti saat Kirito dipanggil. Sebuah Lingkaran tercipta di Tanah. tapi....


"Ini bukannya terlalu besar?" Ucap Sieg


Lingkaran itu semakin lama semakin besar. Di Penglihatan mata Rinnegan Sieg saat ini dia melihat Banyak Mana yang tersedot ke Lingkaran itu. Jumlahnya sangat banyak walau Masih kurang dari Mana Sieg.


Kejadian aneh ini membuat Sieg curiga. Lingkaran semakin membesar dan Sieg menjauh dari situ namun Lingkaran itu masih lagi Membesar.


"Ada yang aneh." Ucap Sieg dengan wajah yang penuh Curiga.


Dan Keluarlah Cahaya dari Lingkaran itu. Cahaya itu sangat besar Hingga membuat Sieg terlempar jauh disitu.


Untung saja Sieg langsung menciptakan Satu pedangnya untuk menghentikan tubuhnya terlempar.


"A - apa - apaan tadi?" Ucap Sieg yang bingung melihat dirinya dapat terlempar Oleh Cahaya itu.


Cahaya itu langsung memudar dan terlihatlah sosok Di Langit yang terbang. Seperti Dewi yang turun dari langit untuk memberikan pertolongan kepada Manusia.


Sieg memperhatikan Gadis itu dengan serius. Dan wajah itu tidak salah lagi yang dia kenali tetapi wajahnya pucat dan tidak ada tanda - tanda Kehidupan di matanya. Seperti orang yang sudah mati.


"Aku tidak ingat adegan dimana Asuna yang seperti ini"


Asuna yang Sieg lihat di depannya ini sangat pucat. Dan tidak ada emosi. Seperti orang yang sudah terkurung dalam kamar beberapa tahun. Sieg tau itu, karna Sieg juga adalah Seorang Hikikomori.


"Sebenarnya dia Asuna dari aliran waktu darimana?" Tanya Sieg.


...*********************...


Udah selesai. Kalau ada yang penasaran kenapa Chapter ini panjang? tidak ada alasan khusus, Thor memang lagi niat buat Chapternya panjang. Kalo gak ada niatan buat chapter panjang - panjang, yah Chapternya pendek.


Dan Hari - hari Thor untuk Bermalas - malasan sudah berakhir hari ini. Mulai besok Thor udah banyak Kerjaan dan Lagi mikiran Chapter selanjutnya jadi jangan nanya kenapa lama update ya..


Mohon maaf jika Kata - matanya tidak menarik🙏🙏


Kalian bisa memberikan Saran dan Kritik di Kolom Komentar.


Tolong Dilike, Komen, Vote, Rate 5 Bintang dan Share.


See You In The Next Chapter👋👋👋