I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 79 : PERTEMPURAN DI GUNUNG DUNIA (PART 04)



"Sayangnya. Aku bukanlah seorang Iblis melainkan Malaikat Jatuh!!"


Malaikat Jatuh langsung menuju ke arah Sieg Thunderstorm dengan sangat cepat. Namun, dihadapan Sieg Thunderstorm kecepatan seperti ini tidaklah terlalu berarti baginya.


Hanya saja Jumlah Mana dan Fisik Malaikat Jatuh ini saja terlalu OP.  Dan itu sangatlah merepotkan


Sieg Thunderstorm langsung mempersiapkan kuda - kuda. Lalu,


JEEDAAAR!!


Angin bercampur petir menyelimuti Tubuh Sieg Thunderstorm sampai - sampai tercipta satu Pusaran Angin kuat yang melindungi tubuh Sieg Thunderstorm


Pukulan Malaikat Jatuh itu terhenti saat bertemu dengan Pelindung Sieg Thunderstorm. Merasa kalau ini adalah Kesempatan. Sieg Thunderstorm pun menyerangnya.


Pusaran yang menghentikan Pukalan itu kemudian berpusing - pusing seperti Tornado hingga Malaikat Jatuh itu langsung Merasakan Mati rasa di tangan kanannya.


"Sepertinya aku tidak dapat mengalahkan mu hanya dengan kekuatan Fisik." Ucapnya menyeringai. Bukannya takut, tapi Ia justru terlihat semakin berapi - rapi.


Seketika. Ratusan Tombak cahaya muncul di sekitarnya dan langsung melesat ke arah Sieg Thunderstorm bersamaan.


Sieg Thunderstorm tentu tidak tinggal diam. Dua Pedang yang dialiri dengan Petir Biru terbentuk di tangannya dan Sieg Thunderstorm kemudian menebas semua Tombak itu.


Kurang dari 2 Detik. Semua Tombak itu langsung hancur entah kemana. Mata Malaikat Jatuh itu membelalak, Dia sama sekali tidak dapat mengikuti Kecepatan Sieg Thunderstorm.


Tidak hanya Dia. Semua yang ada disitu juga sangat kaget.


""Dalam pertarungan. Kau tidak seharusnya melamun.""


Sieg Thunderstorm langsung berada di hadapan Malaikat Jatuh tersebut. Lalu ia menebasnya dengan tusukan Kilat.


SRREAAK


Salah satu sayapnya lepas dari tubuhnya. Ia benar - benar tidak dapat menghindarinya.


"Kau sial -"


BAAANGG


Satu tendangan yang dilapisi dengan Jumlah Angin yang banyak beserta Petir Biru langsung menghantam tubuh Malaikat Jatuh itu.


Ratusan Rumah hancur disebabkan Angin yang terlalu kuat dan Tubuh Malaikat Jatuh itu terlihat mendapatkan luka yang sangat fatal.


Namun, Sieg Thunderstorm sama sekali tidak memberikan kepada Malaikat Jatuh tersebut dan terus menyerang


Tentu Sieg Thunderstorm melakukan ini karena memiliki alasan yaitu, Tidak mungkin Malaikat Jatuh ini selemah ini karena memiliki kekuatan yang setara dengan Ayu.


Cuma satu kata yang cocok dengan Malaikat Jatuh ini. 'Malaikat Jatuh ini belum serius sama sekali'.


Jadi sebelum Malaikat Jatuh ini menjadi serius. Ia harus membunuhnya agar tidak terjadi hal yang merepotkan.


Sieg Thunderstorm langsung melemparkan Pedangnya begitu ia melihat Bahwa Malaikat Jatuh itu ingin bangkit.


Pedang Itu tertancap tepat di dada Malaikat Jatuh itu dan menembusinya. Dengan ini, pergerakan Malaikat Jatuh itu akan terhambat untuk sementara.


Sieg Thunderstorm kemudian Langsung menyelimuti dirinya dengan Badai dan melesat ke arah Malaikat Jatuh itu dengan Pusaran Angin yang berbentuk seperti Bor.


KAAABOOOM


Ledakan yang dihasilkan sangat besar. Tidak sedikit ada banyak Monster dan Manusia dari kelompok Sesat langsung setelah terkena dampak Ledakan itu.


Untungnya Kazumi Yuna beserta Anggotanya sama sekali tidak terkena dampaknya karena mereka langsung Membuat pelindung.


Mereka juga dapat merasakan adanya Listrik berwarna Biru yang mengalir lewat tanah - tanah. Mungkin itu terlihat tidak mematikan namun, Sebenarnya itu sangatlah mematikan karena Petir Biru itu berasal langsung dari Gabungan Dua Elemen yang menghasilkan Entitas terkuat.


Petir Biru itu juga merupakan salah satu Penyebab kematian semua Monster itu. Mereka sama sekali tidak dapat menahan Tegangan Listrik yang berasal dari Tanah itu.


"Sangat hebat.." Ucap Kazumi Yuna.


Andai saja waktu itu. Sieg menggunakan kekuatan ini, mungkin dia tidak akan dapat bertahan.


"Dengan serangan yang tadi seharusnya sudah dapat mem -, tidak... ini belum berakhir."


Kazumi Yuna menjadi was was begitu ia melihat Malaikat Jatuh Jatuh. Yang benar saja, Malaikat Jatuh itu masih baik - baik saja. Bahkan Luka yang ia dapatkan dari Sieg Thunderstorm tadi hilamg tak berbekas.


"Fuh.. kau benar - benar kuat. Kenapa kau tidak memberikanku kesempatan untuk menyerang.?"


""Sia - ukh!!""


Sieg Thunderstorm langsung dicekik oleh Malaikat Jatuh itu lalu ia dihantamkannya ke tanah sampai - sampai Tanah menjadi retak ratusan Meter.


""BADAI HALILINTAR!!""


Sebuah Badai langsung menyelimuti tubuh Sieg Thunderstorm dan ia melepaskannya ke arah Malaikat Jatuh itu.


Seperti yang ia pikirkan, Malaikat Jatuh itu bahkan tak bergeming sama sekali setelah merasakan Tegangan Listrik yang dapat membunuh Orang setingkat Kazumi Yuna dengan mudah.


Malahan yang ada hanyalah Senyuman Mengerikan.


"Aduh.. ini benar - benar menyakitkan. Kalau orang lain, mungkin dia langsung mati. Tapi sayang sekali, kau bertemu dengaku." Ucapnya dengan menyeringai.


Ia mengeratkan Cekikannya dan Ia semakin menenggelamkan Tubuh Sieg Thunderstorm ke Tanah.


Ya, Ini adalah kekuatan yang tidak dapat Sieg Thunderstorm Tandingi yaitu Kekuatan yang hampir setara dengan Dewa itu sendiri.


Namun, Sieg Thunderstorm sama sekali tidak menyerang dan terus mengeluarkan Tegangan Listrik yang kuat membuat Malaikat Jatuh itu menyipitkan mata.


""Kau seharusnya lihat ke atasmu"" ucap Sieg Thunderstorm dengan senyuman Misterius.


Malaikat jatuh itu menoleh ke atas dan Matanya terbuka lebar saat melihat adanya Petir dengan Jumlah belasan melesat ke arahnya.


""Matilah. ""


KAABOOOM


ZUAAARRR


JEDAAAARR


Tubuh Malaikat Jatuh itu sangat terpental jauh dengan Tubuh yang sedikit gosong.


Sieg Thunderstorm bangun dan Terbatuk - batuk.


""Uhuk.. uhuk.. Cekikannya sangat kuat..""


Kecepatannya mungkin lebih tinggi dari Malaikat Jatuh ini namun, jika dalam hal kekuatan Fisik , maka Kekuatan Fisik Malaikat Jatuh ini lebih Unggul darinya.


Maka Dari itu, Sieg Thunderstorm akan mengandalkan Kekuatan Petir yang berasal dari Dewa itu sendiri. Karena Kekuatan Malaikat Jatuh memang setara dengan Dewa namun, Jika mereka dihadapkan dengan Kekuatan Dewa sesugguhnya, Bahkan bagi Malaikat Jatuh pun tidak berkutik sama sekali jika dihadapan Dewa.


Lalu, seperti yang diperkirakan. Malaikat Jatuh itu meringis kesakitan setelah merasakan Petir dari Dewa Petir yaitu Zeus.


""Tapi.. aku tidak boleh menggunakan Kekuatan ini terus menerus.."" Gumam Sieg Thunderstorm


Meminjam Petir dari seorang Dewa tentu membutuhkan Resiko atau memiliki Efek Samping. Apalagi meminjam Petir dari Seorang Dewa Ternama yaitu Zeus.


Zeus adalah Dewa tingkat tinggi. Ia hanya 1 Tingkat Di bawah Dewi Pencipta.


Dan Resikonya adalah setelah pertarungan ini berakhir. Maka Sieg Thunderstorm akan merasa kaku dan tidak dapat bergerak sepenuhnya dengan bebas.


Dan yang paling bahayanya adalah Serangan Mental. Setiap kali ia menggunakan Petir dari Dewa Petir seperti Zeus, maka Ia akan selalu terkena serangan Mental.


Dan itu terbukti bahwa Sieg Thunderstorm memegangi kepalanya akibat serangan Mental yang luar biasa tapi, dia sama sekali tidak memperlihatkan Rasa Sakitnya.


Hanya Kazumi Yuna yang mengetahui dengan Keadaan Sieg Thunderstorm.


""Jadi ini adalah Efek sampingnya..? Benar - benar serangan mental yang mengerikan..""


Jujur saja, Sieg Thunderstorm hampir pingsan saat terkena serangan Mental itu tapi, dia tetap memaksa dirinya untuk tetap sadar.


Sieg Thunderstorm kemudian bangkit. Lalu melihat ke arah Malaikat Jatuh itu. Malaikat Jatuh itu menatap ke arah Sieg Thunderstorm dengan tatapan penuh amarah, Salah satu Sayapnya juga sudah hancur setelah terkena Petir Dewa Zeus.


Dan dia juga tidak dapat pulih karena Efek dari Petir Dewa Zeus membuat Kemampuan Semacam Pemulih tidak bekerja.


""Efek sampingnya sebanding dengan Hasilnya..""


Sieg Thunderstorm benar - benar merasa lega mengetahui soal itu. Dengan ini, setidaknya kekuatan Malaikat Jatuh itu akan berkurang.


Sieg Thunderstorm lalu memanggil Satu Tombak yang dilapisi dengan pusaran Angin berlistrik tegangan Tinggi


""Ini tidak akan cukup.. ""


Petir berwarna Merah bercampur badai turun dari atas langit sampai - sampai Kekkai yang diciptakan oleh Divine Beast hancur berkeping - keping.


Untungnya Kekkai itu dapat pulih kembali. Jadi Sieg Thunderstorm tidak perlu khawatir menghancurkan Kekkai itu berkali - kali. Ini semua juga demi membunuh Malaikat Jatuh ini.


Rambut Sieg Thunderstorm berkibar - kibar dan Petir dari Dewa Petir dan Badai yaitu Indra Menyambar ke Tombak Sieg Thunderstorm.


Pada saat yang sama, perubahan Tubuh Sieg Thunderstorm tidak berbeda jauh. Jubahnya berubah menjadi warna Merah seutuhnya dengan Tubuh yang dilapisi Angin Merah. Dan mata berubah menjadi warna merah.


Ini adalah salah satu Kekuatan Kartu AS milik Sieg Thunderstorm yaitu meminjam Kekuatan dari Dewa tapi, batas kekuatan yang dapat ia tanggung hanyalah sebanyak 40% dari Dewa Indra.


Namun, meski hanya 40% itu saja sudah lebih dari cukup. Dan ia harus menghabisi Malaikat Jatuh ini sebelum Kekuatan yang berada di Tubuh Sieg Thunderstorm meledak.


Berbeda dengan Petir Dewa Zeus yang memiliki Efek Samping yaitu serangan Mental. Meminjam Petir dan Badai Dari Dewa Indra memiliki Efek samping yang lebih besar yaitu tubuh seseorang akan meledak jika Terus menggunakannya dalam jangka waktu yang lama.


Dan Sekarang Sieg Thunderstorm hanya memiliki sisa waktu 2 menit hingga akhirnya Tubuhnya akan meledak.


Dalam waktu 2 Menit. Ia harus menghabisi Malaikat Jatuh ini.


Memang Resiko yang mengerikan tapi, cuma ini satu - satunya cara untuk mengalahkan Musuh yang setara dengan Ayu yakni meminjam Kekuatan Dari Dewa.


"Kau.. Bagaimana bisa meminjam kekuatan Dewa.?!!"


Emosinya mulai labil. Sangat berbeda jauh dari yang tadi kelihatan santai. Dia juga kelihatan Pucat dan Takut saat melihat Kekuatan Dewa Petir dan Badai Yaitu Indra bersemayam di tubuh Sieg Thunderstorm.


""Pertanyaan itu tidak akan kujawab. Sekarang Kau harus matilah.."


Malaikat Jatuh itu menggertakkan Giginya. Dia benar - benar mengetahui kalau Kondisinya yang sekarang tidak Prima.


"Brengsek!!!"


Karena takut dengan Kekuatan Dewa Indra yang ada di tubuh Sieg Thunderstorm. Maka ia langsung memanggil semua Tombak Cahaya yang sudah diisi dengan Jumlah Mananya.


Setiap satu Tombak itu dapat menghancurkan Satu Kota Kecil dengan mudah kini setidaknya ada 150 Tombak Cahaya yang sudah dialiri dengan Mana berhadapan dengan Sieg Thunderstorm


Ia lalu menembakkan semua Tombak itu secara beruntun tapi kekuatan Dewa Indra bukanlah kekuatan yang dapat diremehkan.


Meski hanya 40%, tapi itu tetap saja tergolong kuat di Dunia ini.


Sieg Thunderstorm dengan sigap menahan semua Tombak itu dengan menciptakan Tolakan Angin menuju ke arah Tombak cahaya itu hingga Tombak Cahaya itu terpukul mundur.


Dan sebagian dari Tombak Cahaya itu Ia hancurkan Dalam sekali ayunan. Dan Sieg Thunderstorm kemudian melesat dengan kecepatan yang melebihi kecepatan Cahaya dengan mudah.


Sieg Thunderstorm pun langsung menusukkan Tombaknya di Ulu hati Malaikat Jatuh itu namun, malaikat Jatuh itu berhasil menahannya dengan mengorbankan Ketiga sayapnya.


Alhasil, 3 Sayap itu hancur lebur dengan Bulu Hitam bertebaran. Dan Tidak dapat pulih lagi.


Kini Dia benar - benar terlihat seperti Iblis Sunnguhan karena dia tidak menunjukkan tanda - tanda Adanya Aura malaikat jatuh.


"Ka - !!"


Belum menyelesaikan Perkataannya. Sieg Thunderstorm langsung menerobos masuk lalu menebas Tubuh Malaikat Jatuh itu dengan mudahnya namun, sekali lagi Malaikat jatuh itu berhasil menghindarinya dengan mengorbankan Lengannya.


Malaikat Jatuh itu melompat ke belakang sedangkan Sieg Thunderstorm terus menerus mengincar Malaikat Jatuh itu.


Tidak peduli seberapa jauh Ia melompat ke belakang ia tetap dapat dikejar oleh Sieg Thunderstorm.


Malaikat Jatuh itu terpaksa menggunakan salah satu Kartu Asnya yaitu Sihir yang dapat meledakkan Satu Planet dengan mudah.


Sieg Thunderstorm menaikkan Alisnya. Perasaan ini sama dengan saat Ia bertarung melawan Ayu. Pada waktu ia memasuki ke dalam Wujud Solar dan adu serangan dengan Ayu.


(Baca Di Chapter 36)


Tapi, Ini sedikit berbeda karena Kekuatan Ayu yang saat itu dapat Menghancurkan Planet sebesar matahari sedangkan Serangan yang ini dapat menghancurkan Planet sebesar Bumi.


Dan Planet ini yaitu Astral adalah Planet yang seukuran dengan Bumi.


Karena Akan berbahaya jika itu dilanjutkan. Maka Sieg Thunderstorm pun mengalirkan semua Energi Dewa Indra yang tersisa ke Tombaknya.


Udara - udara di sekitarnya mulai terdistorsi. Sieg Thunderstorm tentu tidak lupa untuk memberikan Perlindung kepada Kazumi Yuna dan lainnya karena Mereka sangat dekat dengan Sieg Thunderstorm.


""Rasakanlah Amarah dari Dewa Petir dan Badai!! !!""


WUSSSHHH


Tombak yang dialiri dengan Energi berkuatan Super itu melesat ke arah Malaikat Jatuh itu.


Malaikat Jatuh itu tidak sempat untuk menghindarinya karena terlalu Fokus untuk mengumpulkan Energi.


Akibatnya, Tombak itu berhasil mengenai Tubuh Malaikat Jatuh itu.


JEDAAAARRR!!!


ZUDAAAAARR!!


(Thor : Gak Pinter buat Sfx. Jadi Thor sembarangan Buat aja wkwkwk)


Efek Ledakan itu juga turut membuat pelindung yang melindungi Kazumi Yuna beserta yang lainnya hancur berkeping - keping.


Untung saja, Sieg Thunderstorm lekas menyelamatkan mereka semua. Kurang lebih dari 1 detik. Ia berhasil membawa mereka semua jauh dari Lokasi Ledakan.


Ia tentu membuat mereka terkejut. Bahkan mereka sama sekali tidak merasakan adanya sentuhan dari Sieg Thunderstorm dan terasa seperti Diteleport ke Lokasi yang lain.


Sieg Thunderstorm juga secara bersamaan, membawa Warga yang masih ada dekat dengan Lokasi Ledakan itu berkumpul bersama Kazumi Yuna.


Baik itu, Pria, Ibu - ibu, Kakek - kakek dan Bayi sekalipun Ia akan Bawa tak tersisa.


Dan alhasil, kurang dari 2 Detik. Ratusan Warga berhasil ia selamatkan tapi, akibat dari menggunakan Petir dari Dewa Zeus dan Kekuatan Dewa Indra. Maka Efek Sampingnya mulai bergelonjak di Tubuhnya.


Ya, Tubuhnya seakan - akan ingin meledak. Untungnya Ia berhenti memakai kekuatan Dewa Indra kurang dari 2 Menit. Jadi tubuhnya tidak akan meledak.


Hanya saja, tubuhnya tetap merasa sangat kesakitan. Tanpa sadar Sieg Thunderstorm mengeluarkan Teriakan yang kuat.


Serangan Mental dan Urat - urat nadinya hancur. Kedua efek itu ia rasakan bersamaan, Bahkan tidak sedikit juga Ia memuntahkan darah akibat Efek dari penggunakan Kekuatan Dewa Indra.


Rasa sakit ini juga akan dirasakan oleh Sieg Elemen lainnya tapi, rasa sakit yang dialami oleh Sieg Elemen lainnya tidak seberapa.


Anggota Clan Bulan Indah merasa ngeri dengan Penampilan Sieg Thunderstorm. Memang ia tampan, Tapi jika sosoknya yang penuh bersimbah darah, itu sangatlah mengerikan dan membuat Siapapun tidak akan berani mendekatinya.


Beruntung bagi Sieg Thunderstorm memiliki Essence Flame yang secara Otomatis menyembuhkannya tapi, itu tidak cukup. Maka terjadilah Penyiksaan terhadap tubuh Sieg Thunderstorm.


Berulang kali ia mendapatkan luka yang parah, berulang kali juga ia sembuh.


Tidak ada siapapun yang mencoba menyembuhkan Sieg Thunderstorm maupun mendekatinya. Cuma tatapan ngeri dan Takut yang diberikan kepada Sieg Thunderstorm.


Sieg Thunderstorm memakluminya. Dia tidak memikirkan itu, jika dia di posisi yang sama. Mungkin dia akan merasa ngeri melihat dirinya sendiri yang bersimbah darah itu.


Tapi, ada hal yang mengejutkan terjadi. Ya, ada seseorang yang berani mendekati Sieg Thunderstorm yang penuh dengan darah dan Tidak berdaya di atas tanah itu.


Gadis itu memiliki Rambut Berwarna Hitam dan Warna Mata ungu. Raut wajah itu menunjukkan kalau dia sedang sedih.


"Kazumi.... Yuna...."


Mata Sieg Thunderstorm mulai tertutup. Dia hanya bisa berbicara tapi, tidak dapat menggerakkan Tubuhnya.


Efek samping ini sangatlah Fatal. Andai saja Ia menggunakan kekuatan Dewa Indra lebih dari 2 menit. Mungkin ia akan mati dan itu akan berdampak buruk pada Sieg yang asli (Itu kalau mereka kembali Normal karena saat ini Sieg masih berpencar menjaid 8. Jadi rasa sakit yang dirasakan oleh Sieg Thunderstorm, akan dibagi - bagikan kepada Elemen lainnya.)


Mendengar namanya disebut. Ia tidak kuat menahan air matanya dan meneteskannya ke wajah Sieg Thunderstorm. Ia kemudian meletakkan Kepala Sieg Thunderstorm di Pangkuannya dan mengusap kepalanya.


Sieg Thunderstorm ingin menghentikannya karena tidak mau Tangan dan pakaian gadis ini penuh dengan darah. Tapi, apa boleh buat, tubuhnya sudah tidak dapat bergerak dan matanya mulai tertutup...


Kata - kata yang ia dengarkan sebelum matanya tertutup adalah..


"Terima Kasih..."


Ya, itu adalah kata - kata yang diucapkan oleh Kazumi Yuna kepada Sieg Thunderstorm.


......************......


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.