I Live With The System

I Live With The System
CHAPTER 46



...•Sieg Pov Start•...


Setelah sedikit mencoba beberapa Kekuatanku. Aku pun langsung menuju ke kamarku, untuk beristirahat sejenak.


Ini sangat melelahkan. Cuma itu yang dapat kukatakan.


Tetapi, dengan bertambahnya Kekuatanku serta beberapa Skill. Kekhawatiran ku berkurang dan seharusnya Aku dapat melindungi orang - orang berhargaku. Jika aku benar - benar dalam keadaan terdesak, Akan kugunakan Pilihan terakhirku yaitu memanggil Si Botak itu di saat - saat Yang genting. Aku tidak boleh Memanggilnya sekarang, karna Kemungkinan besarnya Si Botak itu akan melakukan sesukanya.


Dan sekarang aku harus tidur dulu karna aku merasa lelah.. seharusnya Itu yang terjadi...


""""Sieg tolong lawan kami!!"""""


Kirito, Akame, Asuna, Rimuru, dan Ai tiba - tiba saja memintaku Untuk Spar dengan mereka semua.


Sontak aku pun terdiam dan menghela nafas.


"Bentar dulu. Kenapa tiba - tiba kalian memintaku melawan kalian?"


Bagaimana aku tidak bertanya soal ini. Memintaku langsung bertarung melawan mereka dan terlebih lagi, mereka memintaku pada saat aku ingin tidur.


Ini benar - benar membuatku kesal. Dan Bertarung melawan mereka semua?


Ini sangat gila. Apa mereka ingin membunuhku.


Memang sih aku sendiri juga mau bertarung melawan mereka untuk memastikan seberapa jauhnya Perkembangan ku dan Perkembangan mereka.


Tapi, Waktunya tidak tepat. Seharusnya mereka memintanya dari dulu dan Tidak sekarang.


"Kami sudah mengetahui tentang masalah yang akan kita hadapi nanti?" (Kirito)


Ah, Benar juga. Rimuru sudah menyampaikan Soal masalah yang akan timbul di Turnamen Mude itu. Tapi, kenapa ini malah berakhir dengan pertarungan? Apa hubungannya dengan Bertarung denganku?


"Terus memangnya apa ada hubungannya dengan bertarung melawanku?"


"Tentu saja ada Sieg.. Jika bertarung melawanmu, mungkin Kekuatan kami akan meningkat" (Rimuru)


Aduh.  Aku pusing dah.. gimana caranya aku mau jelasin kepada mereka. Aku sebenarnya tidak mau melawan mereka dan Lebih memilih untuk Diam saja untuk saat ini.


Tetapi, jika mereka semua memintaku. Ini terlalu sulit, Mungkin aku dapat mengatasi mereka semua Jika memakai Wujud Rikudo Senni Mode ku namun, memakai Wujud itu sama saja aku akan membunuh mereka.


Dan pada saat yang sama. Apa yang mereka katakan itu juga tidak salah sih.. Jika melawanku mungkin Pengalaman merekka dalam melawanku akan meningkat.


Tentu saja Pengalaman Pertarungan hidup dan Mati. Karna melawanku sekarang itu tidak ada bedanya Pertarungan Hidup dan Mati.


"Bagaimana Sieg. Apa Sieg ingin menerimanya..?" Ai bertanya seolah - olah Ia juga ingin aku melawannya.


Ah. Ai jangan memasang wajah memohon seperti itu. Aku jadi tidak tega untuk menolakmu.


'Hey. Duo Maha Tau. Berikan saran kalau bisa. Jangan hanya Diam saja lihat Master kalian kesulitan.'


Terpaksalah aku meminta saran dari mereka walau aslinya sih aku tidak mau tetapi, keadaan memaksaku untuk meminta Mereka.


Jika mereka memberikan saran mungkin Aku dapat melewati semua itu Namun, ternyata jawabannya tidak sesuai dengan harapanku..


[Jawab : Disarankan untuk menerimanya]


[Terima saja Sieg. Biar jadi pengalaman buat mereka]


Dasar tidak berguna.


[Ap -]


System sepertinya kaget dengan perkataanku. Tapi mereka benar - benar tidak berguna. Yang kunginkan itu saran untuk menghindari dari melawan mereka tapi ini malah memaksaku untuk Spar melawan mereka.


[Si - sieg. Kau benar - benar membuatku marah. Baiklah karna kau membuatku marah. Aku akan memberikan Hukuman kepadamu]


Eh? Tu - tung -


...[Quest Utama...


...Bertahan melawan Mereka hanya dengan Mata Mangekyou Sharingan dan Elemen! Jangan sampai membunuh mereka!!...


...Hadiah : Tidak ada...


...Hukuman : Mati]...


Mau berapa kali dilihat. Ini terlalu berlebihan!!


System cepat hapus Quest ini!


[...]


Ah. Dia mengabaikanku. Ini sangat menyebalkan.


[Jawab : Quest yang diberikan tidak dapat dihapus]


Kenapa bisa seperti ini.. padahal aku cuma ingin bercanda dengan System dan aku malah mendapatkan Quest Yang dalat menyebabkan diriku mati.


Apa kalian ingin aku mati? Tapi yah sudahlah. Akan kukerjakan Quest ini. Setidaknya Aku dapat bertahan melawan mereka jika Skill Elementalku Dapat digunakan.


Untuk saat ini aku tidak boleh terlalu berlebihan Menggunakan Mata Mangekyou Sharingan karna Bisa berdampak buruk pada Mataku.


"Baiklah. Aku akan terima melawan kalian" ucapku Dengan nada lemah.


Mendapatkan balasan dariku. Mereka pun memperlihatkan Senyuman yang bahagia.


Dari Reaksi mereka sekarang. Aku sudah dapat tau, jika mereka benar - benar ingin melawanku tetapi ada masalah lagi. Kurumi ikut melawanku atau tidak? Kalau Ia ikut, mungkin aku tidak dapat bertahan melawannya.


Aku akan mencoba berbicaranya dengannya lewat Telepati karna Kurumi juga tidak ada di ruangan ini..


'Kurumi. Kau berada dimana?' Tanyaku.


Ah, tapi Yukana - san dan Kirei dimana? Aku hampir lupa dengan keberadaan Kedua Elf itu.


[Jawab : Mereka berdua sedang Mengerjakan Sesuatu dengan Ayu Olivia]


[...]


System tidak menjawab. Apa ini artinya, Dia memang benar sangat marah? Jika begitu, Aku akan tunggu sampai Kepala System menjadi Tenang.


Setelah itu, Kurumi pun membalas Telepati ku


'Ada apa Sieg - san? Saat ini aku sedang bersama Yui - san mencari beberapa Informasi'


Hmm. Dia sepertinya menjadi akrab dengan Kurumi. Baguslah kalau begitu.


'Tidak ada apa - apa. Tetap, Berhati - hati saat mencari informasi dan Cari juga beberapa Soal Turnamen muda atau musuh yang mungkin akan melawan kita. Kalau ketemu sama musuh, Langsung bunuh. Jangan sisakan satupun..'


Aku tidak mau memerintahkan Kurumi melakukan hal keji seperti itu lagi tapi setidaknya ini mungkin dapat menguntungkan kita karna Jumlah Musuh yang berkurang. Aku harap Yui tetap baik - baik saja setelah melihat Kurumi membunuh.


Yui itu mungkin adalah seorang NPC tetapi Ia memiliki Emosi dan beberapa hal manusia lainnya, Membuat Yui seperti manusia Normal. Yang artinya masih ada kemungkinan Dia tidak tahan melihat Darah ataupun Mayat Manusi asli. Aku harap itu tidak terjadi, jika Yui benar - benar tidak tahan melihat itu. Aku tidak mau membayangkannya seperti apa.


'Dimengerti Sieg - san'


Telepati antara kami terputus dan aku Kembali melihat ke arah mereka yang sedang dalam suasana hati yang bagus.


"Aku tau kalau kalian senang tapi, Kita tidak boleh membuang masa lagi. Cepatlah kalian semua bersiap - siap"


Setelah aku mengatakan itu, Mereka masing - masing langsung mengeluarkan Senjata mereka. Yah, ini berarti mereka memang sudah mempersiapkan dari tadi.


Apa mereka juga sudah tau kalau Aku akan terima Spar dengan mereka?


"Kami sudah siap Sieg" (Ai)


"Baiklah. Kalau semuanya sudah siap. Kita akan pindah tempat"


"Kemana?" Tanya Asuna..


"Ikut saja."


Tentu saja. Kami harus pindah tempat. Bisa - bisanya 1/10 Akan Binasa jika kami bertarung serius. Maksudku, jika Rimuru dan Aku menjasi Serius dunia Pasti Hancur 1/10 akibat dari kekuatan kami berdua. Tapi, untungnya, Rimuru yang saat ini tidak terlalu kuat seperti Light Novel dan Manganya.


Jika Rimuru yang terpanggil adalah Rimuru dimana Ia menjadi sangat OP. Mungkin, Aku sudah tidak dapat mengalahkannya atau itu memang sudah Mustahil dari awal.


Kembali Ke Topik


Satu - satunya Tempat yang cocok digunakan sebagai Tempat Spar kami mungkin cuma Itu yang dapat kupikirkan.


Maksudku Dunia UBW karna Tidak peduli berapa kalipun dunia Itu hancur tetapi, selama Dunia ini adalah Milikku, Aku dapat Membuatnya Kembali seperti sedia kala.


Artinya, Aku tidak perlu khawatir jika menghancurkan dunia - dunia itu.


"I Am The Bone Of My Sword"


"Unknown To Death"


"Nor Known To Life"


"Unlimited Blade Works.."


Dalam sekejap kami dipindahkan ke dunia yang terlihat bekas medan Perang. Tentunya, Mereka semuapun langsung merasa bingung karna ini pertama kalinya mereka melihat Dunia UBW.


Aku pun menjelaskannya kepada mereka semua. Setelah aku menjelaskannya, Mereka hanya Menggangguk menandakan mereka mengerti


Aku juga tidak lupa, aku tidak akan menggunaan Pedang - pedang Yang tertancap di tanah untuk melawan mereka. Jadi aku pun menghilangkan semua pedang itu hanya dengan Satu Kibasan tangan.


Sekarang kami akan memasuki pertarungan. Karna Rimuru juga ikut bertarung melawanku, Aku tidak tau harus bagaimana. Meski, Rimuru yang sekarang tidak dapat dibandingkan yang Di Novelnya, tapi Rimuru tetap saja Kuat. Apalagi, Kekuatan Regenerasi supernya.


Dan Yang paling berbahayanya lagi adalah Murasame Akame. Jika aku tergores sedikit aku pasti akan mati langsung. Aku tidak boleh menggunakan Essence Flame untuk menetralkan Kutukan Murasame karna itu melanggar Aturan Quest.


Lawanku ada Lima. Berarti Lima itu harus melawan Lima.


Mangekyou Sharinganku tidak cocok untuk melawan mereka. Yang tersisa satu - satinya Pilihanku saat ini adalah...


"Pecah Lima Elemen."


Sebuah Lingkaran dengan Pola berbeda muncul di hadapanku. Aku pun langsung menerobos Ke dalam Lingkaran itu, dan keluar berbagai sosok yang mirip dengan ku.


"Blaze."


"Halilintar."


"Es."


"Taufan"


"Solar."


Yap, ini adalah Elemen terkuatku yang kukeluarkan masing - masing.


...•Sieg Pov End•...


...****************...


Maaf Karna Chapternya kali ini Singkat. Karna ada beberapa Alasan Thor buat Chapterya jadi singkat. Thor ingin pastikan dulu Pertarungan berikutnya Mantap atau Tidak.


Jangan Lupa Dilike, Komen, Share, Vote dan Rate 5 Bintang.


See You In The Next Chapter 👋👋👋