Empty Love Syndrome

Empty Love Syndrome
Novel Alex dan Bilqis rilis ya



“Tasya, bangun!” Alex mulai panik.


Benar saja, tubuh itu tetap tak bergerak dan mata itu tetap tertutup.


“Tasya, tolong jangan tinggalkan aku dan putri kita! Kami membutuhkanmu.” Sontak Alex memeluk tubuh yang terdiam itu.


“Arrggg …” Alex berteriak kencang, hingga ayah dan ibu Tasya yang berada di ruang keluarga bersama cucu mereka pun berlari ke arah suara itu.


“Ada apa, Lex?” tanya Papa Tasya panik diikuti oleh istrinya di belakang.


Alex memang sudah tidak memiliki orang tua, oleh karena itu ia sudah menganggap orang tua Tasya sebagai orang tuanya.


Ibu Tasya menutup mulutnya. Wajah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu pun mulai memerah. Begitu pun dengan Ayah Tasya yang perlahan mendekat. Mereka tahu apa yang terjadi dengan putrinya.


“Tasya …” teriak ayah Tasya yang juga menangis di sampingnya.


Ibu Tasya pun ikut menangis di bahu sang suami.


“Innalillahi Wa Inna Ilaihi rojiun,” ujar ayah Tasya sambil mengelus lembut wajah putrinya.


Tasya adalah wanita cantik yang lembut dan baik. Tidak penah terlontar kata kasar atau pun keras dari mulutnya. Tasya juga yang selalu meredam kemarahan Alex yang terkenal tempramen. Alex mengibaratkan dirinya dan Tasya bagai api dan air, Tasya adalah menyejuk dari sikapnya yang berapi-api.


“Akhirnya aku kehilanganmu. Tapi tidak, karena ada aurel yang mirip dengan dirimu. I love you, Sayang!” kata Alex lirih setelah prsoesi pemakaman itu selesai.


Kini, Alex resmi menjadi seorang duda beranak satu. Dan, setelah kejadian itu Alex menjadi pria yang gila kerja. Sikap tempramennya pun semakin parah karena sudah tidak ada lagi orang yang meredamnya. Namun, bisnis Alex semakin berkembang. Ia pun berencana untuk membuka cabang di Indonesia dan menjadi investor di sana.


****


Tiga tahun kemudian, Alex sudah menetap di Jakarta. Ia menjadi pemimpin dari perusahaan yang baru di mulai setahun lalu. Alex tidak mempercayai orang lain untuk mengembangkan bisnis yang baru saja menetas ini, sehingga ia sendiri yang harus turun tangan. Namun satu kendala, Alex tidak pernah bisa menemukan sekretaris yang pas. Setiap kali ada pelamar yang melamar posisi itu, mereka hanya bertahan satu atau dua bulan saja. Paling lama bertahan tiga bulan. itu karena mereka tidak kuat memiliki bos seperti Alex. Bos Killer. Para karyawan di gedung itu menjuluki Alex dengan julukan itu dan Alex tidak mengetahui sama sekali.


Tapi satu yang bertahan cukup lama sebagai sekretaris Alex, dia Alana. Namun sayang, Alana harus resign karena ia harus mengurus dan membantu pengobatan suaminya yang mengalami kecelakaan tunggal hingga mengakibatkan kelumpuhan pada kedua kakinya.


“Ya … Ya … saya akan tiba di sana pukul satu. Tunggu saya sebentar!” ucap Alex ditelepon sembari berjalan cepat.


Tanpa Alex sadari, tubunya terdorong oleh lengan seorang wanita yang membawa banyak tumpukan berkas di dadanya hingga wajah wanita itu pun tak terlihat.


Alex kuwalahan menahan ponsel yang hampir saja terjatuh dari tangannya akibat benturan siku dari wanita itu dengan sikunya yang sedang menempelkan benda pintar itu ke telinga.


“Ups sorry, Sir,” kata wanita itu ketakutan, mengingat yang ia tabrak adalah seorang CEO yang terkenal Killer.


“Ck. Bodoh!” umpat Alex tanpa melihat wanita itu hingga akhirnya ia mendongak.


Deg


Jantungnya terasa berdetak hebat saat bertatapan dengan wanita itu. ia seperti melihat Anastasya yang hidup kembali.


“Maaf, Sir. saya minta maaf.” Berulang kali wanita itu membungkukkan sedikit tubuhnya.


Namun, Alex hanya berdiri menatap wanita itu tanpa kata dan pria di belakang Alex yang merupakan asisten pribadinya itu mengibaskan tangan, meminta wanita itu segera pergi.


“Permisi, Sir. sekali lagi saya minta maaf,” kata wanita itu yang kembali membungkuk tapi tidak dijawab oleh Alex.


“Siapa dia?” tanya Alex sembari menatap sekilas punggung wanita itu yang sudah jauh.


“Bilqis, Sir. Sekretaris Pak Dion bagian operasional, sekaligus orang yang merekomendasikan Alana, sekretaris Sir kemarin.”


Alex mengangguk. “Jadikan dia sekretarisku.”


Apa jadinya bila bos killer bertemu sekretaris.bar bar? Mampu kah Bilqis kenaklukkan pria bernama Alexander Kenneth?


simak kelanjutan kisahnya di sini, di karya baruku ya guys