
Dahulu, Alana yang lelah menjadi stalker Reno dan Dewi. Kini, keadaan berbalik, setiap harinya Reno menstalker sosial media sang istri dan bosnya. Reno mencari tahu tentang CEO perusahan Axel, perpaduan nama Alex dan Aurel.
Reno baru tahu bahwa Alex adalah seorang duda. Pantas saja istrinya cepat sekali mendapat fasilitas seperti mobil. Ditambah lagi omongan Jefri saat bertemu Alex, pria itu memang terlihat menyukai istrinya. Reno mulai ketar ketir.
Reno yang juga mempunya sedikit keahlian infomasi teknilogi , walau tidak terlalu ahli karena ia bukan dari lulusan bidang itu. Namun, Reno bisa memasuki sosial media milik Alana. Dari sana, ia menstalker Alex. Reno juga bisa melihat semua yang masuk ke akun sang istri dari mulai email, facebook, dan instagram, karena ketiga media itu yang aktif Alana gunakan. Dan, Alana tidak menyadari sama sekali. Reno dapat melihat chat yang masuk melalui media sosial itu. ia juga bisa melihat siapa yang ingin berteman dengan istrinya dan siapa saja yang dekat dengan Alana. Luar biasa memang orang introvert, sebagian dari mereka diberi otak yang cerdas, hanya saja kurang bersosialisasi.
Reno terkejut saat Alex membagikan foto ulang tahun putrinya di instagram. Di sana terlihat dia yang sedang menggendong Aurel berfoto bertiga bersama Alana di samping nya. Ketiga orang di foto itu tampak tertawa ceria. Ia pun melihat Alana yang tertawa manis dengan memperlihatkan jejeran giginya yang rapi. Ternyata foto yang Alex unggah pun tidak sedikit. Di sana, ada foto mereka bertiga saat meniupkan lilin bersama. Lalu, foto suasana keceriaan pesta yaang hanya dihadiri keluarga dan sahabat dekat. Alex juga memoto kebersamaannya bersama keluarga dan para sahabat dekat itu.
“Sedekat inikah kalian?” Reno mengusap wajahnya kasar.
Sungguh perasaannya berantakan.Ia menyesal sedalam-dalamnya karena telah mengabaikan wanta yang berharga dalam hidupnya sehingga wanita itu dekat dengan orang lain.
“Alana …” panggilnya lirih.
Kemudian, Reno mengambil ponselnya. Ia melihat lagi chat yang dikirim untuk Alana. Kali ini chat itu berwarna biru, itu artinya Alana sudah membaca pesan pesan itu. Namun, tak satu pun yang ia balas. Reno pun melihat notifikasi berbagi lokasi. Bibirnya langsung mengembang. Kini ia tahu dimana istrinya berada.
Selain pesan yang dikirim melalui whatsapp. Reno pun beberapa kali menelpon Alana, tapi tak kunjung diangkat. Dan, malam ini ia mencoba lagi.
Tut … Tut … tut …
Reno menelepon ponsel utama Alana yang terdengar nada sambung di sana. Hatinya harap-harap cemas, berharap telepon itu diangkat dan cemas mengetahui fakta bahwa di sana sang istri tengah bersama orang lain.
Alana yang masih berada di café dan berbincang dengan keluarga serta sahabat Alex pun melihat ponselnya yang berdering. Ia juga melihat nama suaminya yang semula My Husband menjadi Mr. Cuek.
“Halo.”
Akhirnya suara merdu itu terdengar di telinga Reno.
“Al.”
“Ya,” jawab Alana.
“Hmm … café.”
Reno mendengar suara riuh di balik suara Alana. Kebetulan pengunjung café itu sedang bercorai tatkala artis yang ada di panggung itu bersuara dan akan menyanyikan lagu hits yang lain.
“Bersama bosmu?” tanya Reno lagi.
“Ya.”
“Sampai semalam ini?” tanya Reno kesal karena malam ini sudah menunjukkan lebih dari pukul sepuluh.
“Hmm … Mas maaf, aku tutup teleponnya ya. Suara kamu ga jelas,” ujar Alana yang tidak menjawab pertanyaan terakhir Reno.
“Al … suara kamu disini jelas,” sahut Reno.
“Daah, Mas. Assalamualaikum.” Alana langsung menutup sambungan telepon itu sepihak.
Kejadian ini kembali seperti dejavu. Tpi bedanya waktu itu, Alana yang berada di posisi Reno sekarang. Sedangkan Reno diposisi Alana sekarang. Padahal Alana tidak niat membalas. Keadaannya memang seperti ini. Di telinga Alana suara Reno terdengar tidak jelas. Makany, ia hanya menjawab ‘iya’ saja sedari tadi.
“Al … Al … Al …” teriak Reno dan terus memanggil Alana padahal nada sambung itu sudah terputus. “Akh.”
Reno membuang ponselnya di atas tempat tidur. Ia pun duduk di sana dengan meremas rambutnya. Ia ingat lagi saat Alana berada di posisinya sekarang. Saat itu ia sangat sibuk dan Alana terus mengganggunya dengan menelepon berkali-kali. ia baru merasakan perasaan yang tidak enak ini.
Selamat, doa Alana terkabul. Perlahan tapi pasti, Reno merasakan satu persatu apa yang Alana rasakan dulu.
Reno pun langsung mencari titik keberadaan Alana melalui ponsel utama Alana yang telah diaktifkan lokasinya.lalu, Reno langsung memesan tiket menuju tempat itu. Ia menelepon travel ke sana kemari untuk mendapatkan penerbangan paling pagi. Dan, akhirnya Reno mendapat tiket pukul sepuluh lewat sepuluh menit. Perjalanan memakan waktu satu jam lima pluh menit. Sehingga ia akan sampai di bandara Ngurah Rai tepat pukul dua belas siang. Setelah itu, mungkin ke hotel tempat Alana menginap akan memakan waktu sekitar tiga sampai empat puluh menit. Ia berharap semoga Alana masih berada di sana.
Sebenarnya Reno bisa meminta bantuan dari sang ayah, karena perusahaan sang ayah pun bergerak di bidang itu, tapi ia tidak ingin sang ayah tahu kondisi rumah tangga saat ini.
Reno berusaha akan memperbaiki keadaan ini sendiri, karena semua ini memang ulahnya. Jika nanti ia tidak mampu, maka mau tidak mau ia akan melibatkan kedua orang tuanya. Satu yang pasti, Reno tidak akan melepas Alana sampai kapan pun. Alana adalah cintanya, istrinya, wanita yang akan melahirkan keturunannya kelak, dan wanita yang selalu ia butuhkan untuk senantiasa berada di sisinya hingga tutup mata. Cukup sudah dengan pelajaran berharga ini. Ia tidak akan lagi menyia-nyiakan Alana.