40 Days With You

40 Days With You
Bab 63. Day 18 ( Bagian 2 )



Malam ini, di halaman belakang villa, semua orang tampak sibuk mempersiapkan acara untuk membakar ikan hasil pancingan ayah Zeline dan juga Ezra.


Ezra dan juga ayah Zeline tengah menghidupkan api menggunakan ranting kayu. Sementara Zeline dan ibunya sibuk membuat bumbu ikan bakar. Semua orang mempunyai tugasnya masing-masing.


"Bu, apakah ini sudah cukup?" tanya Zeline saat mencampurkan potongan cabai untuk cocolan ikan bakarnya nanti.


"Sudah, Nak. Langsung campur saja dengan kecapnya," jawab ibu Zeline.


"Berarti cabainya tidak perlu dimasak dulu ya, Bu?" tanya Zeline.


"Tidak usah, Nak. Nanti langsung campur saja, dan beri sedikit perasan jeruk lemon, biar lebih seger," ujar ibu Zeline.


Zeline pun mengangguk, ia mulai mencampurkan kecap ke dalam cabe yang sudah ia potong tadi. Tak lupa, gadis itu juga memberikan sedikit perasan air lemon, sesuai dengan perintah sang ibunda tadi.


Di waktu yang bersamaan, Ezra dan juga ayah Zeline menumpuk kayu bakar dan mulai menghidupkan apinya . Ezra mendekatkan telapak tangannya untuk mencari sebuah kehangatan, karena memang udara malam itu cukup dingin.


"Tunggu di sini, biar om ambil ikannya dulu," ujar ayah Zeline.


Mendengar hal tersebut, Ezra pun langsung mencegah ayah Zeline. "Tidak usah, Om. Biarkan Ezra saja yang mengambilnya. Om tunggu di sini saja," ucap Ezra langsung beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil ikan yang sedang dilumuri bumbu oleh kedua wanita berbeda generasi tersebut.


"Apakah ikannya sudah siap, Tante?" tanya Ezra dengan lembut.


"Sebentar lagi, Nak." Ibu Zeline menimpalinya sembari mengulas senyum.


"Kalau begitu biarkan Ezra membantu Tante," ucap Ezra.


"Tidak usah, Nak. Ini sudah tinggal sedikit lagi," tolak ibu Zeline yang merasa tak enak hati, selalu merepotkan Ezra.


Pandangan Ezra beralih ke arah Zeline yang sedang mengaduk sambal kecap tersebut.


"Ini sambal kecap. Resep dari ibu setiap kali membuat ikan bakar," timpal Zeline.


"Wah, sepertinya masakan kali ini akan sangat enak," ucap Ezra.


"Tentu saja!" timpal Zeline dengan sangat antusias dan juga percaya diri.


Zeline masih sibuk membuat sambal kecap itu, sementara Ezra sibuk mencuri pandang ke arah gadis tersebut. Entah mengapa, Zeline terlihat benar-benar cantik. Dengan rambut dicepol, memperlihatkan lehernya yang jenjang, membuat kecantikan gadis itu benar-benar terpancar.


"Nak Ezra jangan melamun!" tegur ibu Zeline yang membuat Ezra pun langsung terkejut dan tertunduk malu karena ketahuan curi pandang ke Zeline.


Pria itu mengusap tengkuknya yang tak gatal. Sementara Zeline, memperhatikan Ezra yang salah tingkah dan dirinya merasa aneh, karena memang sedari awal gadis itu tidak menyadari jika Ezra menatapnya sedari tadi.


"Ini ikan bakarnya sudah selesai dilumuri bumbu," ucap ibu Zeline yang langsung menyerahkan ikan tersebut pada Ezra.


Ezra meraih ikan yang diberikan oleh ibu Zeline. Dan segera membawanya menuju ke tempat untuk memanggang, karena ayah Zeline sudah menunggu sedari tadi sembari menyusun tumpukan ranting yang dibakar itu.


"Sudah dibumbui?" tanya ayah Zeline.


"Sudah, Om."


"Kalau begitu, sekarang waktunya ikan kita bakar!" ujar ayah Zeline yang langsung memanggang ikan tersebut dengan menggunakan sebuah tusukan yang cukup besar dan di tusuk ke daging ikan dengan sangat hati-hati, takut jika nanti ikan itu akan hancur.


Setelah selesai, mereka pun mulai membakar ikan tersebut. Sembari membakar ikan, Ezra masih saja memperhatikan Zeline dari kejauhan. Sesaat kemudian, ia ikut mengulas senyum saat Zeline terlihat tertawa bersama dengan ibunya.


"Ezra, ikanmu gosong," ucap ayah Zeline yang membuat Ezra pun langsung terkejut dan segera membalikkan ikan itu.


Bersambung ...